| NOKIA
8210 review by Budz Kay PERKIRAAN HARGA:
Rp. 3.200.000 |
SCORE: 8.0 |
Artikel ditulis oleh: Budz Kay
Nokia 8210 menawarkan fasilitas yg jarang dimiliki oleh
Nokia tipe lainnya, yaitu Voice Dial. Di saat saingan-saingannya mulai meluncurkan
handphone berkemampuan Voice Dial, seolah tidak mau kalah Nokia ikut memasukkan Voice Dial
ke dalam handphone keluarannya. Seperti hanlnya 3210, casing 8210 dapat diganti sesuai dengan
keinginan anda. Ini tentunya dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan jiwa ABG yg ingin tampil
funky & trendy. Tapi apabila benar handphone ini ditujukan untuk segmen pasar anak
muda, tentunya bandrol harga yg 3,7 juta itu sangatlah tidak wajar. Dengan harga setinggi
itu terlalu banyak yg harus dikorbankan dari uang saku mereka. Pada umumnya handphone
dengan harga 3 juta keatas lebih diminati oleh orang-orang yg cukup berumur dan ekonominya
mapan, namun biasanya karakteristik seperti mereka tentu saja kurang suka dengan
warna-warna yg norak, mereka cenderung memilih Motorola V atau Ericsson T28 demi menjaga
wibawanya. Fasilitas yg digotong oleh 8210 cukup lengkap, mulai dari
Calendar yg mampu menyimpan 50 catatan, Infra red, voice dial, hingga kemampuan memory
phonebook yg mampu menyimpan hingga 250 nama. Selain itu seperti halnya 3210, 8210 dapat
mengirim message berupa gambar ke sesama handphone Nokia. Dan dengan menggunakan fasilitas
Infra red, anda juga dapat mentransfer nomor telpon dari phonebook ke handphone lain yg
juga memilki fasiltas InfraRed, seperti Siemens S35i dan Ericson R320. Tapi yg sangat mengagetkan adalah tidak adanya fasilitas Melody Composer. Ini dapat membuat sebagian orang terpekur kecewa, sebab Nokia 3210 yg harganya jauh lebih murah justru memiliki fasilitas ini. Orang yg tidak menyukai flip akan tertarik dengan 8210, karena biasanya handphone yg berukuran kecil selalu menggunakan flip yg dirasakan sebagian orang cukup merepotkan. Tapi tidak seperti 8850, 8210 hadir tanpa flip/penutup. Meskipun ukuran dan menunya sama persis dengan 8850, namun
selain harga yg lebih murah & berat yg lebih ringan drpd 8850, daya tangkap sinyal
8210 juga jauh lebih baik drpd 8850. Kualitas sinyal ini cukup penting, sebab banyak
pemakai 8850 yg mengeluhkan lemahnya sinyal pada 8850, dan sebagian dari mereka ada yg
memutuskan utk beralih ke 8210. Dari segi design, ukuran 8210 cukup kecil & sangat ringan
walaupun sedikit lebih panjang dan tebal dibanding Ericsson T28. Namun dari segi harga T28
dengan fasilitas & ukuran yg hampir sama tentunya jauh lebih murah, selain itu design
& kualitas plastik T28 terkesan lebih eksklusif. Berat 8210 bisa dibilang paling ringan yg pernah dibuat Nokia, bahkan lebih ringan daripada Motorola V3688+. Namun berat yg ringan sayangnya tidak dibarengi dengan harga yg ringan. Bila Nokia 8210 diposisikan untuk menyaingi Siemens S35i dan Motorola V, tentu saja 8210 tidak mampu mengalahkan kedua pesaingnya tersebut. Sebab segmen pasar Siemens S35i & Motorola V bukanlah anak ABG. Sedangkan 8210 membawa semangat ABG dalam designnya, namun harganya harga orang tua. Ini benar-benar suatu strategi yg kacau & tidak jelas dari Nokia. Tidak lakunya 8210 menyebabkan Nokia menurunkan harga 8210
dari 3,7 ke 2,6 juta rupiah. Walaupun masih tergolong cukup mahal, tapi saya yakin dengan
semakin turunnya harga 8210, akan membuat banyak kawula muda semakin mampu memilikinya.
Hanya saja kawula muda biasanya mengidamkan fasilitas edit melody pada HP mereka,
sedangkan 8210 tidak dikarunia kemampuan ini. Mungkin tidak tertutup kemungkinan bahwa 8210 akan mampu
melibas omset penjualan pesaing-pesaingnya yaitu Motorola V & Siemens S35i.
Budz Kay |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
©2000 Budz Kay
Webdesign, All right reserved
please contact webmaster for any
web related problem