Setelah kesuksesan SGH600, Samsung tidak mampu lagi
mengumbar senyum mengingat produk-prduk mereka setelah itu ternyata tidak dapat mencetak
kesuksesan di pasar seperti SGH600. Kegagalan SGH800 dan SGH2400 di Indonesia cukup
menyakitkan bagi Samsung. Situasi seperti itu tentu saja membuat Samsung kalap, dan
tentunya ia harus melakukan sesuatu utk mempertahnkan eksistensinya.
Akhirnya Samsung mencoba menyodorkan A100, yg bertubuh mungil & langsing, tapi
rupanya harga perdananya yg semula 4 juta itu dirasa terlampau mahal dan tidak sebanding
dengan harga handdhone lain yg fasiltasnya lebih lengkap.
Karena itulah setelah peluncuran perdananya, A100 langsung tenggelam dan tidak
populer.
Konyolnya lagi, di saat orang-orang mulai melirik WAP, A100
justru tidak dikaruniai fasilitas WAP. Padahal SGH800 yg sudah diluncurkan lebih dulu
malah memilki fasilitas WAP. Memang A100 mendapat anugerah berupa fasilitas Infra-red yg
tidak dimiliki SGH800, tapi orang akan lebih berminat pada WAP drpd Infra-red. Selain itu
Siemens S35i yg harganya jauh lebih murah, juga memiliki fasilitas Infra-red dan juga WAP
yg jelas tidak dimiiliki A100.
Setelah sadar bahwa bandrol harga 4 juta sangat tidak masuk
akal utk sebuah handphone tanpa fasilitas WAP, akhirnya Samsung menurunkan harga A100 dari
4 juta ke 2,7 juta. Di situ terlihat betapa serakahnya Samsung dalam usaha mengeruk
keuntungan, namun usaha pengerukan itu terbukti kurang berhasil. Ini terbukti dari sangat
jarangnya orang yg membeli A100 di harga 4 juta-an, terutama karena ada Motorola V8088 yg
memilki bentuk serupa namun memiliki fasiltas WAP & Voice Record/Dial.
Karena sangat jarang orang yg berminat pada A100 pada bandrol harga 4 juta, maka
Samsung akhirnya kalap dan melakukan penurunan harga yg cukup dramatis.
Memang apa hendak dikata, bila produknya ingin dibeli, maka produsen tidak boleh
terlalu memikirkan keuntungan yg terlalu besar.
Samsung tidak ingin A100-nya mengikuti jejak SGH800 & SGH2400 yg kurang sukses
dipasar, maka dari itulah penurunan harga tsb dilakukan sebagai upaya terakhir. Tindakan
penurunan harga tsb juga ditindak lanjuti dengan melakukan pameran agar orang tahu bahwa
A100 tidak semahal dulu.
Momen Olimpiade juga dimanfaatkan oleh Samsung utk mempopulerkan A100.
Sayang sekali A100 tidak memiliki fasilitas WAP. Seandainya A100 memiliki WAP,
Samsung bisa memanfaatkan momen Olimpiade dengan cara mempromosikan fasilitas WAP pada
A100 utk melihat jadwal/score pertandingan secara online. Tapi apa hendak dikata, A100
tidak memiliki WAP, jadi peluang promosi tsb terlewatkan begitu saja.
Meskipun harga A100 dengan Motorola V3688+ hampir sama, tapi
bila dibandingkan maka akan terlihat bahwa keduanya memiliki keunggulan & kelamahan
sendiri-sendiri.
Daya tahan batere (standby time) V3688+ lebih unggul dibanding A100. Namun dari
segi fasilitas secara umum A100 sedikit lebih unggul dibanding V3688+.
A100 memiliki organizer, calculator, infrared, melody composer, dan 8 jenis game yg
kesemuanya itu tidak akan ditemukan pada Motorola V3688+. Namun Motorola V3688+ memiliki
fasilitas Voice Dial yg ternyata tidak dimiliki oleh A100.
Bentuk tubuh A100 yg kecil & ringan adalah bekal yg diandalkan A100. Ukurannya
hampir sama dengan Motorola V3688, bahkan A100 lebih tipis dan sedikit lebih pendek
dibanding Motorola V3688. Namun A100 ternyata lebih berat drpd Motorola
V3688+.
Jadi memilih antara Samsung A100 atau Motorola V3688+ bisa ibarat memilih antara
Febby si bom seks atau Inneke yg simpanan pejabat.
Bila dulu sewaktu harga A100 masih berkisar 4 juta tentunya sangat jelas bahwa
Motorola V3688+ yg lebih layak dibeli, tapi setelah kini harganya hampir sama mungkin anda
cukup bingung utk memilih mana yg akan dikantongi.
Namun yg jelas, daya tahan A100 jauh lebih bagus drpd Motorola V3688+, sambungan
flipnya anti-patah (flexible), dan dalam demo-demonya Samsung selalu memperagakan daya
tahan produknya dengan menjatuhkannya. Jadi bagi anda yg dihantui dengan cerita seram
mengenai kerapuhan sambungan flip pada V3688+, maka kekhawatiran seperti itu akan sirna
seketika begitu melihat kelenturan sambungan flip pada A100.
Fasilitas seperti calendar, organizer, dan 8 jenis game yg
sangat menarik terdapat pada A100. Namun ironisnya, meski dikaruniai calendar &
organizer serta game, ukuran layar A100 lebih sempit dibandingkan SGH800. A100 hamya
menampilkan 4 baris, sedangkan SGH800 mampu menampilkan 8 baris dan Siemens S35i 7 baris.
Bila berbicara mengenai kelengkapan fasilitas dan harga
murah, A100 memang harus bertekuk lutut pada Siemens S35i yg fasilitasnya paling lengkap
dan harganya jauh lebih murah drpd A100. Selain itu fasilitas WAP yg ada pada Siemens S35i
merupakan bekal yg cukup berarti buat masa depan. Sebab bila anda membeli A100 &
ternyata WAP berkembang pesat, maka mau tidak mau anda harus menyesali absennya WAP pada
A100.
Karena harga A100 tidak mendekati harga Siemens S35 yg
notabene lebih lengkap segala-galanya , maka scorenya tidak bisa mendekati hanphdone
buatan Siemans tsb. Sebab untuk sebuah handphone berharga 2,5 juta keatas, orang lebih
suka membeli handphone yg memiliki fasilitas WAP sebagai investasi di masa depan.
Bagi yg rela mengeluarkan anggaran 3 juta lebih, ia akan lebih memilih Motorola
V8088 yg meskipun sedikit lebih mahal tapi dikaruniai fasilitas WAP & ukurannya juga
kecil, selain itu ada fasilitas Voice Record & Voice Dial yg cukup penting dan sangat
praktis penggunaanya.
SPESIFIKASI TEKNIS

warna: dark silver & silver |
| FEATURES |
| Ukuran |
80x42x22.9 mm |
| Berat |
87 gram |
| Tipe Batere |
Lithium ion |
| Standby time |
40 jam |
| Talk time |
2 jam |
| Vibrator |
yes |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
no |
| Calculator |
yes |
| Calendar |
yes |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes - 8 games |
| Jumlah line
text |
4 baris |
| Ring tone |
20 |
| Edit melody |
yes |
| Phone Memory |
99 |
| Infra red |
yes |
| Active flip |
yes |
| Voice Dial |
no |
| Dual band |
yes |
| WAP (internet
browser) |
yes |
| Fasilitas
lain |
- built-in
modem
- variable fonts
- animasi |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |