Ericsson A2618 membanggakan kelebihannya dalam hal
Snap-On cover dan Logo graphic. Handphone ini adalah handphone Ericsson pertama yg membawa
2 kelebihan di atas.
Namun sebenarnya 2 kelebihan tsb bukanlah sesuatu yg patut
dibanggakan, karena hal tsb sudah dilakukan oleh produsen Handphone lain sejak dahulu
kala.
Jadi sebenarnya kelebihan yg terdapat pada A2618 bukanlah merupakan suatu
"upaya inovasi" tapi hanyalah merupakan "upaya Ericsson mengejar
ketinggalan"
Snap-On Cover sudah dilakukan Nokia sejak jaman Nokia 5110,
yg kemudian disusul dengan Nokia 3210.
Tampilan gambar logo yg dibangga-banggakan Ericsson pada A2618 sebenarnya juga
sudah dilakukan Nokia & Siemens jauh-jauh hari sebelumnya.
Pemilik handphone Nokia & Siemens sejak dulu sudah bisa mengganti-ganti logo
operator yg ada di handphone mereka.
Pemilik handphone Nokia sudah sejak dulu dapat menggunakan Software Nokia DataSuit
utk merubah logo sendiri, sedangkan pemilik Siemens juga dari dulu sudah dapat merubah
logo dgn menggunakan software S35 Explorer.
Sedangkan Ericsson baru melakukannya sekarang, yaitu pada A2618. Jadi sebenarnya
apa yg ditawarkan Ericsson pada A2618 adalah suatu hal yg sudah basi.
Melihat dari sosok fisiknya, A2618 tidak memilki daya tarik
dari segi ukuran. Meskipun bobotnya sedikit lebih ringan drpd Nokia 3210, tapi A2618 jauh
lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tebal drpd Nokia 3210. Ditambah lagi A2618 ternyata
masih menggunakan antenna luar yg semakin membuat handphone ini memakan tempat.
Ini juga merupakan suatu bukti bahwa hingga abad Millenium ternyata Ericsson MASIH
BELUM MAMPU menciptakan handphone dengan internal antenna. Ericsson berdalih bahwa antenna
luar memberi penerimaan terbaik. Tapi buktinya Siemens S35 dengan Internal antenna juga
memiliki penerimaan bagus. Penerimaan Nokia 8210 juga sudah cukup memuaskan penggunanya.
Namun yg paling memalukan pada A2618 adalah upaya Ericsson yg
cenderung MENIPU konsumen dengan menggembar-gemborkan fasilitas WAP pada A2618.
Perlu dikeathui bahwa WAP yg terdapat pada A2618 adalah WAP-over-SMS, yg jelas
SANGAT BERBEDA dengan WAP pada Ericsson R320, Siemens S35/M35/C35, dan Nokia 7110. Metode
WAP yg digunakan pada handphone-handphone WAP tsb disebut juga WAP-over-Data.
Sedangkan WAP-over-SMS adalah sebuah teknologi lama, sama seperti yg terdapat pada
Siemens S25, dan tentu saja kurang mendapat dukungan dari provider.
Tidak seperti WAP yg kita kenal sekarang ini, WAP-over-SMS boleh dikatakan
"mirip WAP tapi bukanlah WAP yg sesungguhnya", ini karena penyajian isi sebuah
site harus dikirim melalui SMS dulu. Padahal kita tahu sendiri bahwa respon balik pesan
SMS sangatlah lama. Jadi bayangkan bila anda ingin melihat kurs hari ini, bisa-bisa
informasi kurs baru sampai keesokan harinya. Ini tentu saja sangat tidak aktual dan sudah
melenceng keluar dari faedah dari WAP itu sendiri.
Bila fasilitas WAP yg terdapat pada Siemens S35 dan Ericsson R320 akan menampilkan
isi sebuah site saat itu juga (real time) maka WAP-over-SMS pada A2618 cenderung akan
menampilkan informasi yg sudah basi. Sebab seperti kita tahu, jalur pengiriman SMS sangat
padat, sehingga pesan harus mengantre berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Ini berbeda dengan metode WAP yg digunakan pada Siemens S35/M35/C35, Ericsson R320,
& Nokia 7110 yg pengirimannya tidak menggunakan SMS, jadi respons informasi tidak
harus antre berhari-hari, tapi langsung saat itu juga (persis seperti kita browsing
internet).
Selain itu tidak semua provider mensupport WAP-over-SMS, ini berbeda dengan WAP yg
disuppor seluruh provider.
Jadi WAP-over-SMS bukanlah seperti metode browsing super-cepat seperti pada WAP
biasa, tapi lebih merupakan pengiriman message SMS dan nantinya kita akan menerima balasan
informasi berupa SMS juga.
Sebagai contoh, bila pada Siemens C35 kita mengetik http://wap.sitesaya.com lalu
beberapa detik kemudian muncul isi site, maka bila pada A2618 (WAP-over-SMS) kita baru
akan melihat isi site beberapa jam kemudian, atau bahkan beberapa hari kemudian apabila
jalur SMS sedang padat.
Jadi jelas gembar-gembor WAP pada A2618 adalah TIPUAN ALA MARKETING belaka.
Maka dari itu bila anda ingin menikmati WAP, lebih baik beli Siemens C35 yg
harganya hampir sama dengan Ericsson A2618, selain itu Siemens C35 ukurannya lebih kecil
dan lebih ringan.

Snap-on Cover Ericsson A2618.
Nokia sudah melakukannya sejak jaman dahulu kala. |
Selain dari hal-hal basi yg dibawa A2618, ternyata fasilitas
Vibrator juga tidak terdapat pada A2618. Ini sungguh memalukan karena T10 yg harganya
lebih murah saja telah memilikinya. Padahal Vibrator ini akan sangat diperlukan disaat
suara handphone dapat menggangu orang lain (misal di dalam bioskop)
Gambar Logo graphic pada A2618 akan muncul pada saat
handphone dinyalakan & dimatikan disertail melodi pilihan kita. Pertama-tama memang
menyenangkan, tapi melodi yg muncul sewaktu startup ini lama-lama akan terasa mengganggu
& norak sehingga biasanya akan dimatikan.
Gambar logo ini bisa dirubah-rubah dengan menghubungkan A2618 dengan komputer, ini
sudah merupakan hal yg umum bagi pemilik Nokai & Siemens yg suka mengganti-ganti
logonya.
Bila pada Siemen S35 & Nokia 8210 mendownload logo & lagu bisa dilakukan
via Infra-red, pada A2618 tidak bisa dilakukan karena handpne ini tidak meiliki built-in
Infra-red.
Meskipun Ericsson menyediakan asesori tampahan untuk interface infra-red namun
harganya mahal dan tidak praktis karena masih harus ditancapkan lagi di konektor A2618.
Walaupun fasilitas A2618 tidak bisa dibilang lengkap, namun
setidaknya A2618 memilki fasilitas Voice Dial dan 3 jenis Games (Tetris, Erix, Maze)
Namun sangat disayangkan bahwa fasilitas Voice Memo yg lebih penting malah tidak
ada, padahal fungsi ini jauh lebih penting drpd voice dial.
Selain itu A2618 juga tidak memiliki fasilitas T9 (predictive text input), sehingga
mengetik pesan SMS akan memakan waktu lama. Padahal Siemens C35 memiliki fasilitas T9,
bahkan Nokia 3210 yg harganya lebih murah drpd A2618 juga memiliki fasilitas semacam itu.
Absennya fasilitas T9 pada A2618 agak terkompensasi dengan adanya SMS template,
meskipun template tsb tidak seefektif manfaat dari T9.
Namun tidak seperti kebanyakan handphone kelas bawah, A2618
ternyata menggunakan battere lithium. Namun jika dibandingkan dengan Philips Ozeo,
kemampuan battere A2618 hanya SEPERTIGA kemampuan batere metal milik Philips Ozeo. Jadi
bila A26128 hanya mampu berlaga 110 jam, Ozeo mampu berlaga 300 jam. Padahal ukuran
Philips Ozeo lebih pendek & lebih ringan daripada A2618. Fasilitas yg digotong Ozeo
juga jauh lebih lengkap dibanding A2618.
Selain itu bentuk Ozeo jauh lebih bagus drpd A2618. Yg membuat fisik A2618
seolah-olah terkesan menarik hanyalah karena gambar-gambar di covernya. Bila anda
menggunakan cover polos, maka akan terlihat bahwa bentuk A2618 sebenarnya biasa-biasa
saja. Ini berbeda dengan design Philips Ozeo yg dasarnya sudah artisitik.
Bagi yg tidak menyukai handphone berbatere metal, Samsung SGH-600 atau Motorola
T2688 bisa menjadi alternatif yg lebih baik dibanding A2618. Harga kedua handphone tsb
hanya lebih mahal sekitar 150 ribu dibanding A2618. Namun dengan sedikit tambahan uang tsb
anda akan mendapat handphone berbatere Lithium yg berukuran jauh lebih kecil & ringan,
selain itu fasilitas kedua handphone tsb juga lebih lengkap dibanding A2618.
Jadi jelas, yg cukup menarik dari A2618 hanyalah Snap-on
Cover, meskipun Nokia sudah melakukannya sejak jaman dahulu kala, namun setidaknya ini
merupakan upaya Ericsson dalam mengejar ketertinggalannya di dunia trend handphone.
Upaya Ericsson utk mengejar ketertinggalannya akhir-akhir ini dilakukan dengan cara
gencar berpromosi. Iklan & promosi yg dilakukan tsb dimaksudkan utk membentuk
brand-image (persepsi merk) di masyarakat. Sebab menurut strategi marketing, brand-image
yg bagus/populer dapat menolong penjualan suatu produk yg sebenarnya secara teknis buruk.
Perlu diketahui bahwa di Eropa, pangsa pasar Ericsson sudah
direbut oleh Siemens, jadi Asia adalah harapan terakhir Ericsson, makanya tidak heran bila
Ericsson menginvestasikan dana promosi yg tidak sedikit utk market asia.
Seperti telah saya bilang, promosi besar-besaran merupakan cara yg cukup efektif
untuk menutupi kelemahan suatu produk. Sial bagi Ericsson, sebab masyarakat Eropa ternyata
cukup pintar dalam mengetahui handphone mana yg secara teknis lebih baik, maka dari itu di
Eropa Ericsson dikalahkan oleh Siemens.
SPESIFIKASI TEKNIS

warna yg tersedia:
- black
- blue
- pistachio yellow
- green pepper
|
| FEATURES |
| Ukuran |
131x51x25 mm |
| Berat |
140 gram |
| Tipe Batere |
Li-ion |
| Standby time |
110 jam |
| Talk time |
4.5 jam |
| Vibrator |
no |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
no |
| Calculator |
yes |
| Calendar &
Organizer |
no |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes - 3 games |
| Jumlah line
text |
4 baris |
| Ring tone |
11 |
| Edit melody |
yes |
| Phone Memory |
100 |
| Infra red |
no |
| Active flip |
n/a |
| Voice Dial |
yes |
| Dual band |
yes |
| WAP (internet
browser) |
via SMS |
| Fasilitas
lain |
-Snap-on cover
-Graphic Logo |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |