reviewtip2.jpg (5487 bytes)


  ERICSSON A2618
  review
  redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

 

ERICSSON A2618
review by Budz Kay

PERKIRAAN HARGA: Rp. 1.400.000
PLUS: Snap-on cover. Bisa menampilkan gambar graphic sewaktu startup/shutdown. Voice Dial.Game. Batere Lithium.
MINUS: Ukuran besar, panjang, & berat.
WAP over SMS (WAP jadi tidak berguna karena sangat lambat). Tidak ada fasilitas Vibrator, T9,  Voice Memo, dan Infra Red.

SCORE:
6.5

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay

Ericsson A2618 membanggakan kelebihannya dalam hal Snap-On cover dan Logo graphic. Handphone ini adalah handphone Ericsson pertama yg membawa 2 kelebihan di atas.

Namun sebenarnya 2 kelebihan tsb bukanlah sesuatu yg patut dibanggakan, karena hal tsb sudah dilakukan oleh produsen Handphone lain sejak dahulu kala.
Jadi sebenarnya kelebihan yg terdapat pada A2618 bukanlah merupakan suatu "upaya inovasi" tapi hanyalah merupakan "upaya Ericsson mengejar ketinggalan"

Snap-On Cover sudah dilakukan Nokia sejak jaman Nokia 5110, yg kemudian disusul dengan Nokia 3210.
Tampilan gambar logo yg dibangga-banggakan Ericsson pada A2618 sebenarnya juga sudah dilakukan Nokia & Siemens jauh-jauh hari sebelumnya.
Pemilik handphone Nokia & Siemens sejak dulu sudah bisa mengganti-ganti logo operator yg ada di handphone mereka.
Pemilik handphone Nokia sudah sejak dulu dapat menggunakan Software Nokia DataSuit utk merubah logo sendiri, sedangkan pemilik Siemens juga dari dulu sudah dapat merubah logo dgn menggunakan software S35 Explorer.
Sedangkan Ericsson baru melakukannya sekarang, yaitu pada A2618. Jadi sebenarnya apa yg ditawarkan Ericsson pada A2618 adalah suatu hal yg sudah basi.

Melihat dari sosok fisiknya, A2618 tidak memilki daya tarik dari segi ukuran. Meskipun bobotnya sedikit lebih ringan drpd Nokia 3210, tapi A2618 jauh lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tebal drpd Nokia 3210. Ditambah lagi A2618 ternyata masih menggunakan antenna luar yg semakin membuat handphone ini memakan tempat.
Ini juga merupakan suatu bukti bahwa hingga abad Millenium ternyata Ericsson MASIH BELUM MAMPU menciptakan handphone dengan internal antenna. Ericsson berdalih bahwa antenna luar memberi penerimaan terbaik. Tapi buktinya Siemens S35 dengan Internal antenna juga memiliki penerimaan bagus. Penerimaan Nokia 8210 juga sudah cukup memuaskan penggunanya.

Namun yg paling memalukan pada A2618 adalah upaya Ericsson yg cenderung MENIPU konsumen dengan menggembar-gemborkan fasilitas WAP pada A2618.
Perlu dikeathui bahwa WAP yg terdapat pada A2618 adalah WAP-over-SMS, yg jelas SANGAT BERBEDA dengan WAP pada Ericsson R320, Siemens S35/M35/C35, dan Nokia 7110. Metode WAP yg digunakan pada handphone-handphone WAP tsb disebut juga WAP-over-Data.
Sedangkan WAP-over-SMS adalah sebuah teknologi lama, sama seperti yg terdapat pada Siemens S25, dan tentu saja kurang mendapat dukungan dari provider.
Tidak seperti WAP yg kita kenal sekarang ini, WAP-over-SMS boleh dikatakan "mirip WAP tapi bukanlah WAP yg sesungguhnya", ini karena penyajian isi sebuah site harus dikirim melalui SMS dulu. Padahal kita tahu sendiri bahwa respon balik pesan SMS sangatlah lama. Jadi bayangkan bila anda ingin melihat kurs hari ini, bisa-bisa informasi kurs baru sampai keesokan harinya. Ini tentu saja sangat tidak aktual dan sudah melenceng keluar dari faedah dari WAP itu sendiri.
Bila fasilitas WAP yg terdapat pada Siemens S35 dan Ericsson R320 akan menampilkan isi sebuah site saat itu juga (real time) maka WAP-over-SMS pada A2618 cenderung akan menampilkan informasi yg sudah basi. Sebab seperti kita tahu, jalur pengiriman SMS sangat padat, sehingga pesan harus mengantre berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Ini berbeda dengan metode WAP yg digunakan pada Siemens S35/M35/C35, Ericsson R320, & Nokia 7110 yg pengirimannya tidak menggunakan SMS, jadi respons informasi tidak harus antre berhari-hari, tapi langsung saat itu juga (persis seperti kita browsing internet).
Selain itu tidak semua provider mensupport WAP-over-SMS, ini berbeda dengan WAP yg disuppor seluruh provider.
Jadi WAP-over-SMS bukanlah seperti metode browsing super-cepat seperti pada WAP biasa, tapi lebih merupakan pengiriman message SMS dan nantinya kita akan menerima balasan informasi berupa SMS juga.
Sebagai contoh, bila pada Siemens C35 kita mengetik http://wap.sitesaya.com lalu beberapa detik kemudian muncul isi site, maka bila pada A2618 (WAP-over-SMS) kita baru akan melihat isi site beberapa jam kemudian, atau bahkan beberapa hari kemudian apabila jalur SMS sedang padat.
Jadi jelas gembar-gembor WAP pada A2618 adalah TIPUAN ALA MARKETING belaka.
Maka dari itu bila anda ingin menikmati WAP, lebih baik beli Siemens C35 yg harganya hampir sama dengan Ericsson A2618, selain itu Siemens C35 ukurannya lebih kecil dan lebih ringan.

hp-a2618-2.gif (33826 bytes)
Snap-on Cover Ericsson A2618.

Nokia sudah melakukannya sejak jaman dahulu kala.

Selain dari hal-hal basi yg dibawa A2618, ternyata fasilitas Vibrator juga tidak terdapat pada A2618. Ini sungguh memalukan karena T10 yg harganya lebih murah saja telah memilikinya. Padahal Vibrator ini akan sangat diperlukan disaat suara handphone dapat menggangu orang lain (misal di dalam bioskop)

Gambar Logo graphic pada A2618 akan muncul pada saat handphone dinyalakan & dimatikan disertail melodi pilihan kita. Pertama-tama memang menyenangkan, tapi melodi yg muncul sewaktu startup ini lama-lama akan terasa mengganggu & norak sehingga biasanya akan dimatikan.
Gambar logo ini bisa dirubah-rubah dengan menghubungkan A2618 dengan komputer, ini sudah merupakan hal yg umum bagi pemilik Nokai & Siemens yg suka mengganti-ganti logonya.
Bila pada Siemen S35 & Nokia 8210 mendownload logo & lagu bisa dilakukan via Infra-red, pada A2618 tidak bisa dilakukan karena handpne ini tidak meiliki built-in Infra-red.
Meskipun Ericsson menyediakan asesori tampahan untuk interface infra-red namun harganya mahal dan tidak praktis karena masih harus ditancapkan lagi di konektor A2618.

Walaupun fasilitas A2618 tidak bisa dibilang lengkap, namun setidaknya A2618 memilki fasilitas Voice Dial dan 3 jenis Games (Tetris, Erix, Maze)
Namun sangat disayangkan bahwa fasilitas Voice Memo yg lebih penting malah tidak ada, padahal fungsi ini jauh lebih penting drpd voice dial.
Selain itu A2618 juga tidak memiliki fasilitas T9 (predictive text input), sehingga mengetik pesan SMS akan memakan waktu lama. Padahal Siemens C35 memiliki fasilitas T9, bahkan Nokia 3210 yg harganya lebih murah drpd A2618 juga memiliki fasilitas semacam itu.
Absennya fasilitas T9 pada A2618 agak terkompensasi dengan adanya SMS template, meskipun template tsb tidak seefektif manfaat dari T9.

Namun tidak seperti kebanyakan handphone kelas bawah, A2618 ternyata menggunakan battere lithium. Namun jika dibandingkan dengan Philips Ozeo, kemampuan battere A2618 hanya SEPERTIGA kemampuan batere metal milik Philips Ozeo. Jadi bila A26128 hanya mampu berlaga 110 jam, Ozeo mampu berlaga 300 jam. Padahal ukuran Philips Ozeo lebih pendek & lebih ringan daripada A2618. Fasilitas yg digotong Ozeo juga jauh lebih lengkap dibanding A2618.
Selain itu bentuk Ozeo jauh lebih bagus drpd A2618. Yg membuat fisik A2618 seolah-olah terkesan menarik hanyalah karena gambar-gambar di covernya. Bila anda menggunakan cover polos, maka akan terlihat bahwa bentuk A2618 sebenarnya biasa-biasa saja. Ini berbeda dengan design Philips Ozeo yg dasarnya sudah artisitik.
Bagi yg tidak menyukai handphone berbatere metal, Samsung SGH-600 atau Motorola T2688 bisa menjadi alternatif yg lebih baik dibanding A2618. Harga kedua handphone tsb hanya lebih mahal sekitar 150 ribu dibanding A2618. Namun dengan sedikit tambahan uang tsb anda akan mendapat handphone berbatere Lithium yg berukuran jauh lebih kecil & ringan, selain itu fasilitas kedua handphone tsb juga lebih lengkap dibanding A2618.

Jadi jelas, yg cukup menarik dari A2618 hanyalah Snap-on Cover, meskipun Nokia sudah melakukannya sejak jaman dahulu kala, namun setidaknya ini merupakan upaya Ericsson dalam mengejar ketertinggalannya di dunia trend handphone.
Upaya Ericsson utk mengejar ketertinggalannya akhir-akhir ini dilakukan dengan cara gencar berpromosi. Iklan & promosi yg dilakukan tsb dimaksudkan utk membentuk brand-image (persepsi merk) di masyarakat. Sebab menurut strategi marketing, brand-image yg bagus/populer dapat menolong penjualan suatu produk yg sebenarnya secara teknis buruk.

Perlu diketahui bahwa di Eropa, pangsa pasar Ericsson sudah direbut oleh Siemens, jadi Asia adalah harapan terakhir Ericsson, makanya tidak heran bila Ericsson menginvestasikan dana promosi yg tidak sedikit utk market asia.
Seperti telah saya bilang, promosi besar-besaran merupakan cara yg cukup efektif untuk menutupi kelemahan suatu produk. Sial bagi Ericsson, sebab masyarakat Eropa ternyata cukup pintar dalam mengetahui handphone mana yg secara teknis lebih baik, maka dari itu di Eropa Ericsson dikalahkan oleh Siemens.

redball.gif (916 bytes)SPESIFIKASI TEKNIS

hp-c35i-2.gif (27438 bytes)
warna yg tersedia:
- black
- blue
- pistachio yellow
- green pepper

FEATURES
Ukuran 131x51x25 mm
Berat 140 gram
Tipe Batere Li-ion
Standby time 110 jam
Talk time 4.5 jam
Vibrator no
Screening call ringer yes
Voice record no
Calculator yes
Calendar & Organizer no
Alarm yes
Game yes - 3 games
Jumlah line text 4 baris
Ring tone 11
Edit melody yes
Phone Memory 100
Infra red no
Active flip n/a
Voice Dial yes
Dual band yes
WAP (internet browser) via SMS
Fasilitas lain -Snap-on cover
-Graphic Logo

Budz Kay
budzkay@budzkay.net

 

w e b d e s i g n by

http://surf.to/budz.design

©2000 Budz Kay Webdesign, All right reserved
please contact webmaster for any web related problem