Rupanya kegagalan Ericsson R250 dipasaran tidak membuat
Siemens gentar untuk meluncurkan produk serupa yg juga tahan banting & tahan air.
Padahal sebenarnya karakteristik produk semacam ini tidak cocok dengan karakteristik
konsumen Indonesia. Sebab kelas-sosial yg aktivitasnya sangat keras hingga harus menahan
getaran dan cipratan air adalah kuli bangunan yg notabene adalah golongan yg tidak mampu
membeli handphone.
Lain dengan kuli bangunan di eropa yg sanggup membeli handphone,
Selain itu orang Indonesia cenderung memperlakukan handphonenya dengan extra
hati-hati. Bahkan kadang handphone yg harganya cuma 1 juta saja hingga harus dilindungi
dengan sarung, seolah-olah berharga puluhan juta saja hingga harus dilindungi mati-matian.
Jadi tentunya menjatuhkan handphone dan dan menyiram dengan
air tidak akan pernah terlintas dibenak konsumen indonesia yg terlalu "sayang"
terhadap handphonenya. Kata-kata seperti "...emang beli handphone buat dibanting
& diceburin ke air??..." sangat kerap didengar sebagai alasan untuk tidak membeli
handphone tahan getar/air yg biasanya harganya mahal.
Apalagi biasanya handphone semacam itu ukurannya menjadi extra besar, yg tentu saja
semakin membuatnya dijauhi konsumen.
Hal-hal seperti itulah yg membuat "handphone kuli" tsb tidak pernah
sukses menembus pasaran.
Namun meskipun prospek pasar handphone tahan banting tidak
terlalu bagus, Siemens tetap meluncurkan M35i yg membawa fasilitas yg sama persis dengan
C35i, perbedaannya hanyalah pada internal antenna & casing yg tahan getar/air. Harga
M35i hanya terpaut 200 ribu rupiah diatas C35i, jadi bagi yg mengutamakan internal antenna
& design keren ada baiknya memilih M35i.
Sedangkan S35i yg jauh lebih lengkap segala-galanya harganya terpaut 700 ribu
diatas M35i.
M35 tergolong cukup berat seperti layaknya handphone tahan banting pada umumnya.
Tapi sebenarnya M35 hanya 1 mm lebih lebar dan lebih tebal drpd S35i, dan
panjangnya sama dengan S35i, hanya saja bobotnya lebih berat yaitu 125gr, atau sama dengan
bobot S25 (berat S35 hanya 99gr).
Jadi sebagai "handphone tahan banting" M35i termasuk berukuran paling
kecil, terutama jika dibandingkan Ericsson R250 yg bertubuh extra tambun itu. Selain itu
Siemens memberi warna-warni yg cukup menarik pada M35. Jadi sebenarnya design, ukuran
kecil serta harga M35 yg murah akan lebih memiliki nilai jual drpd kemampuan tahan
getar/air yg dimilikinya.
Ini berbeda dengan Ericson R250 dan R310 yg lebih menonjolkan kemampuan tahan
getar/air dibanding ukuran dan design yg bagus. Maka dari itu kedua handphone Ericsson itu
bisa dicap gagal karena tahan getar/air bukanlah selera konsumen Indonesia.
Sedangkan yg membuat Siemens M35 masih dilirik konsumen sebagai handphone tahan
banting adalah karena ukurannya yg kecil, fasilitas WAP, dan design yg cukup keren. Jadi
malah bukan karena faktor tahan banting-nya.
Sama seperti C35i, M35 juga membawa keburukan dari C35, yaitu
menggunakan batere metal.
Karena menggunakan batere metal, maka anda harus menunggu sampai batere benar-benar
habis sebelum men-charge ulang. Ini tidak seperti S35i & S25 yg menggunakan batere
Lithium
Juga seperti C35, meskipun M35 memiliki WAP, namun fasilitas
Calendar (organizer), Voice memo & Voice Dial tidak ada, padahal sebenarnya kedua
fasilitas itu lebih penting daripada WAP.
Sebab bila sasaran pengguna M35 adalah orang yg hidup di alam yg ganas, maka
tentunya Voice Record & Voice Dial sangat penting, sebab mungkin disaat anda harus
menghindari batu-batuan yg berjatuhan maka untuk meminta pertolongan lebih cepat bila
menggunakan Voice Dial. Sebab bila mencoba mengetikkan nomor telpon maka sangat besar
kemungkinannya untuk tertimpa bongkahan batu.
Namun meskipun demikian, M35 memiliki fasilitas reminder seperti pada C35. Jadi
tugas dari sang mandor bangunan bisa anda catat.
Walaupun hadir tanpa dibekali fasilitas Voice Dial & Voice Memo tapi fasilitas
WAP yg dimiliki M35i tentunya akan merupakan daya tarik bagi konsumen yg ingin merasakan
WAP.

Meskipun harga M35 hampir sama dengan S35, tapi ukuran layar
M35 lebih sempit drpd S35. Ini tentunya cukup tidak nyaman untuk akses WAP maupun navigasi
menu secara umum.
Tapi ini tidaklah mengherankan, sebab pengguna M35 diasumsikan hidup di alam yg
ganas & kejam, jadi tentunya tidak ada banyak waktu untuk menggunakan WAP, sebab
sekali saja meleng nyawa anda bisa melayang karena tertimpa bongkahan batu atau
tergelincir masuk ke sungai. Tapi untunglah karena M35 tahan air, maka jika anda hanyut
setidaknya sebelum tenggelam anda masih bisa menyampaikan salam perpisahan ke anak istri
anda.

Meskipun layarnya lebih kecil drpd S35i, namun seperti C35i,
M35i juga mampu menampilkan gambar animasi wajah yg akan muncul ketika ada telpon masuk.
Gambarnya akan berbeda-beda tergantung penelponnya. Selain itu, mengikuti jejak Nokia
3210, M35i juga bisa mengirim pesan berupa gambar (Picture messaging) melalui SMS (Picture
messaging juga terdapat pada S35i & C35i).

Picture messaging.
mengirim message berupa gambar |
Untuk mengirim pesan SMS berupa gambar (Picture
Messaging), ada 25 gambar menarik yg dapat anda pilih.
Selain itu dalam menulis message SMS, anda akan sangat
terbantu dengan adanya fasilitas T9 Predictive Text Input yg terdapat pada M35i.
| Pengetikkan
dengan T9 |
1

untuk menulis kata "Hello", cukup menekan tombol 1 kali utk setiap huruf,
abaikan huruf yg keluar2

S35i nanti akan mampu menduga kata apa yg anda maksud, lalu merubah huruf
"GDJJM" tadi dengan kata yg anda maksud |
Siemens M35i dikaruniai fasiltas T9 yg sangat
mempermudah anda dalam mengetik pesan/kalimat.
Sebagai contoh:
Tanpa fasiltas T9, bila anda ingin mengetik kata "Hello", maka untuk
mengetiknya yg harus dilakukan yaitu menekan tombol "4" sebanyak 2 kali, menekan
tombol "3" sebanyak 2 kali, menekan tombol "5" sebanyak 3 kali,
menekan tombol "5" sebanyak 3 kali, menekan tombol "6" sebanyak 3
kali.
Ini tentunya cukup memakan waktu bukan?
Tapi dengan menggunakan fasilitas T9, anda hanya perlu menekan tombol-tombol di
atas masing-masing sebanyak 1 kali saja, sebab M35i akan tahu sendiri huruf apa yg
sebenarnya anda maksud.
Jadi dengan T9, bila anda ingin mengetik kata "Hello", anda langsung saja
menekan tombol 4,3,5,5,6 (masing-masing 1 kali), jangan pedulikan bila huruf yg keluar
tidak sesuai, memang huruf yg keluar adalah "GDJJM" bukan "Hello",
namun setelah akhir pengetikan M35i akan merubah kata tsb ke kata yg anda maksud, yaitu
kata "Hello".
M35 memiliki perbendaharan kata yg sangat banyak, jadi bila anda ingin mengetik
kata misal "I want to go to your house" anda cukup menekan tombol masing-masing
huruf 1 kali saja, sebab M35 nanti akan mampu menduga kata apa yg anda maksud.
Bila anda ingin mengetik manual (tanpa T9), anda bisa menon-aktifkan T9 dengan
menekan tombol " * " agak lama.
Fasiltas T9 ini juga terdapat pada Siemens S35i, C35i, dan Phillips Xenium, namun
Ericsson R250 & R320 tidak memiliki fasiltas ini.
Untuk fasilitas yg lengkap harga M35i tergolong cukup
murah dibandingkan handphone sekelasnya, hanya saja bandrol harganya hampir sama dengan
S35 yg fasilitasnya jauh lebih lengkap.
Maka jika dihadapkan pada pilihan antara S35i atau M35i maka jelas pilihannya akan
jatuh pada S35i sebab harganya hampir sama.
Mungkin kalaupun ada yg memaksa beli M35 biasanya karena warna-warni casingnya.
Tapi tidak bisa disangkal bahwa M35 boleh dibilang merupakan hanphone tipe tahan
getar/air yg paling kecil & paling ringan. Sebab hanphone lainnya yg sejenis memiliki
bobot & ukuran super tambun, misalnya: Ericsson R250 & R130.
Bila harus memilih antara C35 atau M35, maka orang yg
mengutamakan harga murah akan cenderung memilih C35, karena semua fasiltas M35 juga
dimiliki C35.
Orang yg tidak menyukai batere metal tentunya juga akan cenderung memilih S35 atau
bahkan S25 yg harganya juga jauh lebih murah drpd M35.
Seperti kita ketahui, penggunaan batere metal terasa cukup merepotkan, sebab
charging baru boleh dilakukan bila batere benar-benar habis. Jadi sebelum charging anda
diwajibkan men-discharge dengan menggunakan fasilitas Baterry Care yg ada pada M35i.
Prosedur inilah yg cukup merepotkan bagi semua handpone yg menggunakan baterry
metal.
Bila prosedur tsb diabaikan, siap-siap saja beli batere baru dalam 2-3 bulan, sebab
umur batere metal anda tidak akan lama bila tidak mengikuti prosedur diatas.
Hal yg perlu diperhatikan bila anda membeli M35i, adalah
adanya M35 buatan Asia yg kualitasnya lebih jelek dan tampilan menunya berbeda (meskipun
menu bisa dibuat sama).
M35i versi asia ini dinamakan M3518 dan made by Siemens (bukan Made in German
seperti M35i yg asli).
SPESIFIKASI TEKNIS

Selain warna Hurrican Yellow juga tersedia warna Halfpipe Blue dan Summit Grey |
| FEATURES |
| Ukuran |
118x47x22 mm |
| Berat |
125 gram |
| Tipe Batere |
Ni MH |
| Standby time |
50-180 jam |
| Talk time |
1.5-5 jam |
| Vibrator |
yes |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
no |
| Calculator |
yes |
| Calendar |
no |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes |
| Jumlah line
text |
5 baris |
| Ring tone |
20 |
| Edit melody |
yes |
| Phone Memory |
100 |
| Infra red |
no |
| Active flip |
n/a |
| Voice Dial |
no |
| Dual band |
yes |
| WAP (internet
browser) |
yes |
| Fasilitas
lain |
-Shock/water
resistant
-Picture messaging
-Currency converter
-Stopwatch
-T9 intelligence typing
-Built-in modem |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |