
Nokia 6275i : Teknologi
Luar Angkasa kini dalam genggaman tangan para pengguna CDMA |
Setelah kemunculan Nokia 6255 di awal
2005, satu tahun kemudian muncul penggantinya yaitu Nokia 6265, yang 6 bulan berikutnya
digantikan lagi oleh Nokia 6275 di akhir 2006.
Hingga saat ini, Nokia 6275 masih merupakan handphone CDMA tercanggih yang pernah
diciptakan umat manusia.
Nokia 6275 menyempurnakan fitur-fitur
canggih yang telah dimiliki 6265, dan menggunakan design candy bar yang tentu lebih
"bandel" dibanding design slide 6265 yang ringkih dan kerap rewel tersebut.
Jika dibandingkan dengan Nokia 6265, ada 4 penyempurnaan yang telah dimiliki oleh
Nokia 6275 :
1. Perbaikan memory external
Memory external MiniSD (6265) diganti dengan MicroSD (6275) yang ukuran fisiknya
lebih kecil.
Nokia 6265 hanya mendukung MiniSD dengan kapasitas maximum 1GB, sedangkan Nokia
6275 mendukung MicroSD hingga 2GB.
2. Perbaikan Design
Design slide 6265 yang ringkih diganti dengan design candy bar pada 6275 yang lebih
praktis dan bandel.
Banyaknya komplain mengenai matinya layar pada Nokia 6265 yang berhubungan dengan
problem pada mekanisme slide, membuat Nokia memutuskan kembali ke design candybar yang
lebih disukai karena kepraktisannya.
3. Layar LCD yang lebih tajam
Design yang ramping pada 6275 mengharuskan Nokia untuk memperkecil dimensi layar
6275 menjadi lebih kecil daripada layar 6265, namun resolusi tinggi (240x320) tetap
dipertahankan. Hal Ini menjadikan layar 6275 seolah terlihat lebih tajam tampilannya
dibanding layar 6265.
4. Peningkatan kualitas kamera
Sekalipun 6275 juga mengandalkan kamera 2MP, sama seperti 6265, namun kualitas foto
pada 6275 lebih baik dibanding 6265 terutama pada kondisi indoor atau kurang cahaya.
5. Penambahan GPS
Penambahan fitur GPS pada 6275 yang tidak ada pada Nokia 6265
6. Perbaikan harga
Harga jual 6275 lebih terjangkau (murah) dibanding 6265.
Kemunculan 6265 mematahkan anggapan klasik
bahwa "ada harga ada rupa". Sebab Nokia 6275 yg dibekali fitur lebih lengkap,
lebih kuat, dan lebih sempurna ternyata dijual dengan harga yang malah jauh lebih murah
dibanding Nokia 6265.
Hal ini pulalah yang menyebabkan harga bekas Nokia 6265 jatuh secara drastis,
bahkan masih dibawah harga bekas Nokia 6275.
Perlu diingat bahwa "ada harga ada
rupa" adalah semboyan bisnis pedagang kaki lima yang tidak berlaku di bisnis barang
teknologi. Di dunia IT sering terjadi barang-barang yang lebih canggih, lebih bagus,
dan lebih lengkap fiturnya dijual dengan harga jauh lebih murah daripada barang yang lebih
kuno & jelek.
Jadi bila anda mendengar pedagang handphone yang masih saja berujar "ada harga
ada rupa", berarti mereka pedagang yang bermental tukang sayur.
Jaman sekarang, konsumen barang-barang teknologi selalu ingin barang tercanggih
namun dengan harga termurah. Keinginan tersebut dikabulkan oleh Nokia dengan meluncurkan
handphone CDMA tercanggih & termurah di muka bumi, yaitu Nokia 6275i.
Sebagai handphone CDMA, Nokia 6275 jelas
memenuhi kebutuhan konsumen teknologi jaman sekarang yang ingin tampil secanggih &
sekeren mungkin namun dengan biaya sehemat mungkin. Dengan tarif pulsa CDMA yang cuma
Rp.19/menit (StarOne), maka anda bisa telpon berlama-lama dengan penuh kebanggaan karena
di telinga anda tertempel sosok handphone CDMA tipe tercanggih, dan bukan tipe handphone
CDMA seperti yang digunakan oleh tukang sayur dan pembantu.
Oleh karena itu, bila anda menganggap status anda berbeda dengan pembantu dan
tukang sayur, sebaiknya anda tidak menggunakan handphone CDMA kelas low-end yang sama
seperti milik mereka.
Harus diakui bahwa di indonesia, berlaku
sebuah persepsi unik yaitu status sosial seseorang seolah diukur dari handphone yang
dipakai. Realita yang konyol memang, namun ironisnya cukup banyak juga orang yang membeli
handphone CDMA tipe termurah hanya karena uangnya telah terpakai untuk beli handphone GSM
termahal.
Padahal dalam realita sehari-hari, karena tarif CDMA yang murah itu, maka justru
handphone CDMA murahan mereka yang akan lebih sering berdering dan tampil di depan publik.
Mengingat di indonesia status sosial seseorang dilihat dari jenis handphone yang dipakai,
berarti semakin sering pula status sosial mereka direndahkan orang akibat terlalu sering
terlihat ngobrol dengan menggunakan handphone CDMA murahan.
Jatuhnya status sosial, tentu tidak akan
terjadi bila anda menggunakan handphone CDMA yang canggih. Dengan Nokia 6275, anda yang
mengutamakan gengsi tak perlu lagi khawatir "kehilangan status" ketika harus
mengeluarkannya dari saku anda untuk menerima telpon. Anda kini juga tak perlu lagi harus
malu-malu menutupi wujud fisik handphone jadul anda ketika sedang menerima telpon.
Nokia 6275 merupakan sebuah mahakarya dari
Nokia yang telah mengadopsi teknologi luar angkasa, alias teknologi GPS. Sebuah teknologi
yang mustahil dikenal oleh pembantu dan tukang sayur.
Di dalam wujud fisiknya yang tipis dan ramping tersebut terdapat receiver penangkap
sinyal beberapa satelit navigasi yang orbitnya mengelilingi bumi. Receiver satelit
tersebut dapat mencatat lokasi akurat sebuah tempat dan dapat memberikan panduan arah
untuk menuju tempat tersebut. Tak hanya itu, receiver satelit juga akan menerima data-data
transimisi dari satelit seperti jarak dari satu tempat ke tempat lain, kecepatan laju anda
sekarang (misal ketika di dalam mobil), dan posisi ketinggian anda dari permukaan laut.
Hebatnya lagi, semua transmisi data GPS ini bisa diperoleh secara gratis dan tidak
tergantung pada jenis operator CDMA yang anda gunakan.
Sesuatu yang canggih tapi gratis tentu merupakan impian para konsumen teknologi
yang kini telah jadi kenyataan dengan hadirnya Nokia 6275.
| SPESIFIKASI
TEKNIS NOKIA 6275i |
| Network |
CDMA2000 1X / AMPS |
| Frequency |
800Mhz / 1900MHz (Dual
band) |
| Size & Weight |
109mm x 42.8mm
17.2mm thickness
105 gram |
| User Interface |
Series 40 Developer
Platform 3.0 |
| Java Technology |
CLDC 1.1
MIDP 2.0
Nokia UI API
Wireless Messaging API (JSR-120)
Mobile Media API (JSR-135)
Bluetooth API (JSR-82 No OBEX)
FileConnection and PIM API (JSR-75)
Mobile 3D Graphics API (JSR-184)
JTWI (JSR-185)
Location API (JSR-179) |
| Screen |
240x320, TFT 262,000
Colors |
| Browser |
HTML over TCP/IP
WAP 2.0
XHTML over TCP/IP |
| Messaging |
SMS
MMS+SMIL |
| Digital Rights
Management |
OMA DRM v1.0
OMA DRM Forward Lock
Delivery Method:
WAP Download
MMS |
| Video Support |
3GPP formats (H.263)
H264/AVC
MPEG-4 |
| Audio formats |
MIDI tones (poly 64)
AMR (NB-AMR)
MP3
MP4
AAC, AAC+, eAAC, eAAC+ |
| Graphic support |
BMP
GIF87a, GIF89a
JPEG
WBMP |
| Connectivity |
Bluetooth 1.2
Infrared
USB |
| Internal memory |
15 MB |
| External memory |
MicroSD (256MB) |
| Extra Features |
2MP camera w/ flash and
digital zoom
POP3/IMAP4 email
Video recorder/player
Audio recorder
MP3 / Music player
FM radio
Media Equaliser
Video / Audio streaming
MicroSD
Handsfree speakerphone
Voice dial
Voice command
Themes
GPS |
| Battery |
BL-6C 1070mAh |
| Included acessories |
Stereo headset |
Hingga detik ini masih ada orang yang enggan membeli Nokia
6275 dengan beberapa alasan yang sebenarnya keliru. Beberapa ini beberpa anggapan keliru
tentang Nokia 6275
1. Terlalu mahal
Terlalu mahal adalah ungkapan yang dilontarkan oleh orang yang tak tahu bahwa Nokia
6275 adalah handphone dengan feature paling komplit di dunia dan bahkan dibekali teknologi
luar angkasa.
Harganya bahkan masih lebih murah dibanding beberapa handphone GSM & CDMA yang
lebih miskin feature.
Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.
Dalam hal biaya pemakaian, handphone CDMA secara umum juga mampu menghemat biaya
sangat banyak, karena tarif CDMA bahkan bisa 500X lebih
murah daripada tarif GSM.
2. Browsing Internet di handphone tidak bisa / tidak enak
dilakukan.
Untuk dapat melakukan browsing internet di handphone, pastikan setting server pada
handphone sudah dirubah sesuai dengan operator yang digunakan.
Pastikan juga untuk tidak menggunakan browser internet bawaan handphone, sebab ini
akan merusak pengalaman berinternet anda. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.
3. Tidak bisa pairing dengan PDA
Beberapa PDA Phone terbukti bisa pairing dengan Nokia 6275i tanpa masalah. Kunci
utamanya terletak pada kompatibilitas driver bluetooth yang digunakan pada sebuah PDA.
Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.
4. Handphone CDMA kurang populer
Ini pernyataan yang tidak sepenuhnya benar.
Fakta membuktikan bahwa di Surabaya (kota dimana teknologi CDMA2000 pertama kali
diperkenalkan di Indonesia) sudah sangat jarang sekali orang yang melakukan percakapan
bisnis menggunakan handphone GSM.
Bila anda lihat di iklan baris koran di Surabaya, tidak ada satu orang pun yang
pasang iklan dengan menggunakan nomer telpon GSM. Semua memasang iklan menggunakan nomer
CDMA-nya untuk dihubungi, entah itu Flexi atau StarOne. Hanya orang tolol saja yang pasang
iklan menggunakan nomer GSM.
Di Surabaya yang notabene merupakan kota kelahiran CDMA di
Indonesia, handphone CDMA merupakan barang wajib. Oleh karena itu bagi yang mengaku
sebagai warga Surabaya namun tidak memiliki handphone CDMA, maka mereka layak dicap
sebagai warga pengkhianat yang wajib dikucilkan dari komunitas dan didepak keluar dari
propinsi dimana teknologi CDMA pertama kali lahir di Indonesia.
Anda mungkin juga akan kaget bila saya menunjukkan fakta
nyata bahwa hanya 1% saja yang menggunakan handphone GSM untuk mendukung aktivitas
percakapan bisnis.
Dengan tarif pulsa CDMA yang murah meriah (Flexi/StarOne/Esia), 99% pelaku bisnis
pasti menggunakan handphone CDMA sebagai sarana penunjang aktivitasnya.
Bila mengacu pada fakta di iklan koran, bahkan bisa dibilang bahwa 100% pelaku
bisnis di sana menggunakan handphone CDMA.
Jadi kalau di kota anda CDMA memang belum populer, berarti
kota anda masih terbelakang dalam hal teknologi CDMA dan masyarakat di
kota anda juga tidak tahu cara melakukan efisiensi dalam hal biaya telpon.
Bagi yang masih belum percaya bahwa tarif GSM 500X lebih
mahal daripada tarif CDMA silahkan lihat tabel perbandingan tarif di bawah ini.
Tarif GSM 500X
lebih mahal daripada CDMA
| CDMA |
GSM |
| Operator |
Tarif |
Operator |
Tarif |
| Telkom Flexi |
Rp. 49 / menit
(Lokal)
Rp. 900 / menit (SLJJ) |
Telkomsel |
Rp. 3000 / menit (Lokal)
Rp. 9000 / menit (SLJJ) |
| Indosat
StarOne |
Rp. 19 / menit (Lokal)
Rp. 16 / menit (SLJJ) |
Indosat IM3 |
Rp. 1000 / menit (Lokal)
Rp. 1000 / menit (SLJJ) |
| Tarif antar sesama
operator per Juli 2007 |
NOKIA 6275i vs. SESAMA HANDPHONE
NOKIA CDMA KELAS MENENGAH ATAS
Nokia 6275 merupakan handphone CDMA terbaru
sekaligus tercanggih yang pernah dirilis Nokia. Handphone ini menggantikan Nokia 6265 yang
kurang sukses di pasaran akibat design slider yang sering menyebabkan matinya layar LCD.
Nokia 6275i merupakan handphone CDMA ke-5 Nokia yang dilengkapi bluetooth. Setelah
Nokia 6255 muncul sebagai handphone CDMA pertama di dunia yang memiliki bluetooth,
kesuksesan ini diteruskan oleh Nokia 2865, 6165, 6265, dan akhirnya 6275.
Handhone Nokia CDMA lainnya umumnya masih
memiliki kekurangan di sana-sini, alias tidak sempurna. Hanya Nokia 6275 satu-satunya tipe
yang fiturnya paling sempurna di seluruh jajaran nokia CDMA. Tak hanya itu, Nokia
6275 bahkan berani mengklaim dirinya sebagai handphone CDMA terhebat di seluruh jagad
raya. Untuk membuktikan hal itu, sang jagoan CDMA dari Nokia ini akan diadu dengan
berbagai handphone CDMA garapan produsen lain.
NOKIA 6275i vs. HANDPHONE CDMA
KELAS MENENGAH ATAS
Predikat Nokia 6275 sebagai handphone CDMA
paling agung di muka bumi, sekaligus yang termurah di kelas menengah-atas tentu perlu
dibuktikan.
Untuk itu Nokia 6275 dihadapkan pada 3 penantang. Penantang pertama adalah saudara
kandungnya sendiri yaitu Nokia 6265, lalu penantang kedua adalah petarung dari Korea LG
ID90C, dan tak ketinggalan pula jagoan dari Amerika bernama Motorola RAZR V3c.
Ketika dihadapkan dengan Nokia 6265, Nokia
6275 yang merupakan pengganti 6275 jelas unggul segala-galanya. Ini tak lain karena 6275
memperbaiki berbagai kelemahan yang ada pada 6265 yang muncul duluan. Oleh karena itu 6265
hanya bisa minder ketika harus adu hebat dengan sang adik yang lebih muda dan gagah
perkasa. Apalagi 6275 memiliki senjata vital pamungkas yang tak dimiliki sang kakak, yaitu
GPS.
LG baru-baru ini ikut serta meramaikan
kancah pertarungan di arena CDMA Indonesia. Produsen kulkas asal korea ini meluncurkan LG
ID90c yang tak lain adalah versi CDMA dari LG Chocolate (KG800). LG ID90c merupakan tipe
handphone yang khusus dibuat dan dipasarkan untuk market indonesia saja (ID=indonesia),
oleh karena itu sekalipun secara fisik tampilan fisiknya mirip seperti Chocolate versi
GSM, namun ada penurunan kualitas warna pada layar LCDnya jika dibandingkan dengan versi
GSM.
Oleh karena itu dalam hal tampilan LCD, LG ID90c bukan tandingan Nokia 6275 yang
layarnya lebih kaya warna plus resolusi yang jauh lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan Nokia 6275, LG ID90c jelas tak memiliki fitur yang dapat
dibanggakan. Kalaupun ada, itu hanyalah fitur tombol touch-sensitive yang sesungguhnya
malah sering membuat tombol tertekan secara tidak sengaja.
Namun yang paling parah pada LG ID90c
adalah fungsi bluetooth yang tidak dapat dipakai untuk mengirim/menerima file MP3.
Beberapa tipe file lain juga tak dapat dikirim/diterima via bluetooth pada handphone
bertampilan glossy ini.
Karena bluetooth pada LG ID90c terbukti mandul, maka untuk mentransfer MP3 ke
handphone harus mengandalkan kabel data, namun lagi-lagi harus menggunakan software khusus
bawaan LG. Hal ini diperparah lagi dengan tidak adanya slot memory external, sehingga mau
tak mau anda harus tergantung pada kabel data dan software bawaan LG selamanya karena
bluetooth pada handphone bikinan pabrik kulkas ini serasa tak berguna.
Kekecewaan pengguna ID90c dalam hal MP3 ternyata tak dapat diobati dengan kehadiran
radio sebagai hiburan musik alternatif, karena LG ternyata tak mampu menanamkan teknologi
FM radio di handphone yang harganya cukup mahal ini.

Budz Kay & Reviewland Girls membawakan seminar & training tentang Nokia 6275 |
Hal ini tentu sangat konyol dan menimbulkan
pertanyaan apakah LG memang benar-benar ingin serius membuat handphone CDMA atau jualan
kulkas saja. Wajar saja jika kulkas tidak memiliki FM radio, tapi handphone jaman sekarang
rata-rata dibekali FM radio. Tampaknya LG menganggap kulkas sama dengan handphone.
Jujur saja, membeli handphone merk LG sama seperti membeli sepatu merk Toyota.
Sekalipun Toyota merk terkenal, namun Toyota bukanlah terkenal sebagai produsen spesialis
sepatu, sama seperti LG yang juga bukan terkenal sebagai produsen spesialis handphone
seperti Nokia.
Oleh karena itu, sekalipun Toyota terkenal, tapi mereka akan menjadi tolol ketika
membuat barang yang bukan spesialisasinya. Sama seperti LG yang juga terlihat tolol ketika
membuat handphone CDMA.
Dari sisi harga, LG juga terlihat tolol dengan mematok bandrol harga cukup tinggi
untuk sebuah handphone yang miskin fitur.
Oleh karena itu belilah produk buatan produsen spesialis agar tidak kecewa dari
sisi fitur maupun harga.
Motorola juga berusaha menghadang Nokia di
segmen CDMA dengan mengandalkan RAZR V3 versi CDMA. Motorola RAZR merupakan seri handphone
yang cukup sukses di Amerika sehingga Motorola mencoba mengulang kesuksesan itu untuk
segmen CDMA dengan menghadirkan RAZR V3c di Indonesia. Motorla V3c yang resmi beredar di
Indonesia adalah jenis yang sama dengan yang beredar di China (menggunakan RUIM).
Sekalipun handphone Motorola seri RAZR memiliki nama besar di Amerika yang notabene
merupakan negara adidaya, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa perkembangan
teknologi handphone di negara Amerika lebih terbelakang dibanding negara eropa dan asia.
Oleh karena itu, kebanyakan handphone buatan Motorola, yang merupakan produsen asal
Amerika, teknologinya masih kalah canggih dibanding handphone garapan produsen asal eropa
(Nokia) dan Asia (Sony Ericsson, Samsung).
Hal ini terbukti pada RAZR V3c yang jelas-jelas terlihat hanya menonjolkan sensasi
design belaka namun terbukti miskin fitur. Handphone ini bahkan belum dibekali bluetooth
dan slot memory external yang seharusnya sudah menjadi barang wajib bagi handphine kelas 3
juta ke atas. Selain itu kualitas warna layar dan resolusinya juga jauh dibawah Nokia
6275.
Tidak adanya blueooth pada V3c merupakan sebuah malapateka paling tragis dan
membuat Motorola layak dicaci maki sebagai produsen handphone.
Sebenarnya di Amerika beredar RAZR V3 CDMA versi Verizon yang dibekali bluetooth,
namun bluetoothnya pun tidak bisa untuk mengirim/menerima file MP3. Selain itu RAZR V3
versi Amerika ini juga tidak menggunakan RUIM namun menggunakan sistem inject yang tidak
praktis. Seperti telah saya bilang, Amerika adalah negara yang teknologinya terbelakang
dalam urusan handphone. Oleh karena itu, Motorola yang merupakan merk Amerika, merupakan
simbol keterbelakangan teknologi handphone.
NOKIA 6275i vs. HANDPHONE GSM KELAS MENENGAH ATAS
Kemenangan mutlak Nokia 6275 di kelas CDMA
tidak membuatnya berpuas diri. Kelengkapan fitur yang dimilikinya membuatnya ingin
menantang handphone GSM di kelas menengah atas pula. Tak-tanggug-tanggung, di kelas harga
ini yang menjawab tantangan tersebut adalah handphone 3G canggih andalan Nokia, siapa lagi
kalau bukan Nokia 6680, Nokia N70, Nokia N73.
Ketiga handphone tersebut adalah handphone 3G paling populer dan disegani di dunia.
Nokia 6680 maju sebagai penantang pertama.
Dengan harga yang nyaris setara Noka 6675, ternyata handphone 3G ini ternyata dipermalukan
habis-habisan oleh Nokia 6275 dalam banyak hal, yaitu kamera yang lebih buruk, resolusi
layar yang lebih rendah, dan absennya FM radio. Selain itu 6680 masih menggunakan tipe
memory card jaman purba yaitu RS-MMC yang tentu lebih terbelakang dibanding Micro SD yang
dipaki oleh Nokia 6275. Nokia 6680 juga tidak memiliki GPS. Dalm hal batere, Nokia 6680
juga masih mengandalkan batere berkapasitas kecil yang daya tahannya lebih rendah daripada
batere 1070mAH yang digunakan Nokia 6275.
Keunggulan Nokia 6680 hanyalah pada OS Symbian, namun ini sekaligus merupakan
kelemahan karena semua handphone dengan OS Symbian pasti rentan terkena virus. Sedangkan
Nokia 6275 adalah handphone yang mustahil bisa terkena virus.
Setelah Nokia 6680 gugur bertempur melawan
Nokia 6275. Kini N70 yang ganti menantang sang jawara CDMA.
Nokia N70 boleh dibilang merupakan handphone 3G paling populer dan paling laku.
Namun ternyata handphone 3G populer ini langsung ditampar oleh Nokia 6275 dalam hal
resolusi layar. Ternyata layar Nokia N70 masih menggunakan standard resolusi layar jaman
purba, yaitu cuma 176x180 yang berarti jauh di bawah resolusi 240x320 yang dimiliki layar
Nokia 6275. Nokia N70 juga dihajar lagi oleh Nokia 6275 karena tidak memiliki fitur GPS.
Selain itu, batere N70 juga ternyata masih lebih kecil kapasitasnya dibanding batere Nokia
6275. Kelemahan yang dimiliki N70 ini tentu sangat memalukan karena harga Nokia N70 masih
lebih mahal dibandingkan Nokia 6275 yang memiliki fitur lebih lengkap.
Dua petarung 3G terpopuler yaitu Nokia 6680
dan N70 telah berhasil ditumbangkan oleh Nokia 6275. Kini tinggal giliran Nokia N73 yang
mencoba membalaskan dendam kedua abangnya yang telah gugur tersebut.
Dengan berbekal layar resolusi 240x320, Nokia N73 akhirnya mampu mengimbangi
keindahan layar Nokia 6275i. Dalam hal resolusi kamera N73 juga mampu memamerkan
kehebatannya di depan Nokia 6275. Kunggulan N73 atas Nokia 6275 bukan sesuatu yang hatrus
dipuji terlalu berlebihankarena harga N73 memang lebih mahal daripada 6275. Pujian hanya
layak diberikan pada barang yang harganya lebih murah tapi lebih unggul.
Selain itu, kehebatan N73 tampaknya juga hanya berhenti sampai disitu saja, karena
ia hanya bisa pasrah ketika gantian dipermalukan oleh Nokia 6275 akibat absennya GPS pada
handphone 3G yang mahal ini. Ini tentu sebuah kelemahan yang cukup fatal dan konyol karena
harga Nokia N73 nyaris 2X lipat harga Nokia 6275 yang justru dibekali built-in GPS. Sebuah
handphone semahal N73 seharusnya memiliki fitur yang lengkap, namun ternyata handphone ini
masih kalah lengkap fiturnya oleh Nokia 6275 yang harganya jauh lebih murah.
Fitur Nokia 6275 hanya bisa dikalahkan telak oleh Nokia N95 yang harganya 3X lebih
mahal, namun itu bukanh berarti Nokia N95 menang mutlak atan Nokia 6275, sebab N95
ternyata masih kalah dalam hal kapasitas batere dan tentunya juga tidak kebal virus akibat
digunakannya operating sytem Symbian.
TAMPILAN DESIGN DAN FISIK

Ukuran ramping dan tipis: Teknologi satelit kini
dalam gengaman anda |
Tampilan fisik Nokia 6275 mencerminkan design handphone
terbaru yang kini dianut oleh Nokia, yaitu dimensi yang sangat ramping dan tipis. Ini
membuatnya nyaman digenggam tangan.
Bila digenggam, tubuhnya akan tersembunyi oleh telapak tangan anda. Tidak seperti
smartphone berdimensi lebar yang umumnya kurang nyaman digenggam.
Pada sisi samping kiri terdapat tombol headphone port
dan juga infra red port.
Meski Nokia 6275 sudah dibekali Bluetooth, adanya infrared cukup berguna untuk
berinteraksi dengan handphone/device yg tidak memiliki bluetooth.
Di sisi kanan terdapat tombol pengaturan volume dan tombol
kamera.
Sedangkan pada bagian belakang handphone ini dapat terlihat lensa camera 2MP
berikut Flash serta cermin untuk self-potrait
Pada bagian atas terdapat lubang speaker yang dapat mengeluarkan suara yang sangat
keras sekali.
Speaker ini berfungsi untuk mengeluarkan suara speakerphone maupun suara dari
movie, MP3 ataupun radio.
Salah satu keunggulan Nokia 6275 adalah suara ringtonenya yang sangat keras.
Bila anda telpon dengan menggunakan speakerphone, maka seluruh orang di ruang
kantor dijamin akan mendengar suara lawan bicara anda.
Pada tingkat volume maximal, ringtone yang dihasilkan melalui lubang speaker ini
bahkan dapat membuat anda mengerang kesakitan sambil menutup telinga.
Bagi yang khawatir body Nokia 6275 kesayangnnya tergores,
cukup banyak crystal case (mika) yang beredar di pasaran untuk ditebus dengan harga cuma
Rp. 10 ribu saja. Bila anda sering memasukkan handphone ini ke dalam saku celana jeans
yang ketat, maka menggunkan crystal case adalah suatu KEHARUSAN, sebab ada beberapa
laporan bahwa tekanan pada celana yang ketat dapat menyebabkan retaknya bagian penutup
batere. Dengan menggunakan crystal case, maka musibah seperti ini tidak akan terjadi.
Namun jika anda adalah orang yang suka menggunakan belt leather case, maka anda tak perlu
lagi menggunakan crystal case.
Sekalipun Nokia 6275 menggunakan antenna internal, namun daya
tangkap sinyal handphone ini cukup bagus.
Perlu diingat bahwa terjadinya call drop bukanlah karena masalah handphone,
namun lebih pada traffic operator yang sedang padat. Maklum saja, tarif CDMA yang murah
tentu akan semua orang memilih menelpon mengguankan handphone CDMA dan bukan GSM.
Perlu juga diingat bahwa bagi yang berdomisili di Jabotabek,
jangan terlalu berharap kualitas sinyal Flexi & StarOne akan sebaik di Surabaya.
Karena Flexi dan StarOne di Jabotabek menggunakan pilihan frekuensi CDMA yg terburuk yaitu
1900MHz.
Untuk daerah Jabotabek, jatah frekuensi CDMA terbaik (800MHz) dikuasai oleh
operator CDMA ESIA milik menteri Aburizal Bakrie (Bakrie & Brother) dan Mobile-8 milik
anak kedua mantan presiden Soeharto yaitu Bambang Triatmodjo (Bimantara Citra).
Jadi Telkom (Flexi) dan Indosat (StarOne) tentu harus
mengalah kepada 2 operator CDMA milik orang penting tersebut.
Sedangkan di Surabaya dan kota-kota lain (termasuk luar jawa) frekuensi yang
digunakan Flexi dan StarOne adalah 800MHz sehingga kualitas penetrasi sinyalnya jauh lebih
baik drpd di Jabotabek.
Makanya kalau bertanya tentang kualitas StarOne dan Flexi, janganlah bertanya
kepada orang Jakarta. Sebab pengguna StarOne dan Flexi di Jakarta adalah orang-orang yg
kurang beruntung karena tak dapat menikmati keunggulan frekuensi 800MHz.
BATERE HIGH PERFORMANCE

Batere BL-6C 1070mAh: Batere dengan daya tahan paling lama di kelas handphone Nokia. Cocok
untuk dipakai ngobrol lama dengan Flexi & StarOne |
Batere berdaya tahan lama merupakan syarat penting bagi
sebuah handphone CDMA.
Bukan karena handphone CDMA lebih boros batere dibanding handphone GSM, namun
karena tarif pulsa operator CDMA sangat murah maka kita cenderung menggunakannya untuk
ngobrol ber-jam-jam.
Sebagai contoh: Tarif pulsa sesama handphone CDMA (StarOne) adalah Rp.19/menit (1
jam tidak sampai 1000 rupiah).
Bahkan tarif Interlokal (SLJJ) antar StarOne malah lebih murah lagi yaitu cuma
Rp.16/menit
Coba saja bandingkan dengan tarif pulsa sesama handphone GSM yang mencapai
Rp.1500/menit (nyaris 100X lebih mahal daripada tarif handphone CDMA)
Tarif pulsa CDMA yang murah meriah (bahkan lebih murah daripada tarif telpon
rumah), tentu akan membuat para pengguna handphone CDMA cenderung menelpon dengan durasi
waktu yg lama dan jelas akan lebih cepat menguras batere.
Handphone CDMA adalah "kuda beban" bagi sebagian
besar orang, karena handphone CDMA tersebut akan mengambil alih fungsi telpon rumah,
telpon kantor, dan handphone GSM mereka.
Salah besar bila ada orang yang menganggap bahwa handphone CDMA adalah handphone cadangan.
Sebab orang yang memiliki handphone CDMA dan GSM sekaligus akan lebih sering menggunakan
handphone CDMA-nya daripada GSM-nya. Handphone GSM mereka akan jarang berdering &
jarang dipakai menelpon. Dengan kondisi seperti itu tentu lebih tepat bila dikatakan bahwa
handphone GSM adalah handphone cadangan.
Saya pribadi rata-rata menelpon menggunakan handphone CDMA
sekitar 1-2 jam tiap harinya.
Karena dipakai untuk kerja rodi, kebanyakan handphone CDMA yang saya pakai sudah KO
baterenya sekitar jam 2 siang. Bahkan kadang jam 12 siang sudah habis karena dipakai untuk
menelpon 3 jam. Maklum saja Talk Time rata-rata handphone cuma sekitar 2 jam saja, padahal
kebiasaan beberapa pengguna handphone CDMA adalah baru menutup telponnya bila baterenya
sudah habis.
Para pengguna handphone GSM jelas tidak akan pernah merasakan kekurangan daya tahan
batere karena bila ngobrol berlama-lama dompet mereka justru akan terkuras duluan sebelum
batere handphonenya habis.
Dengan tarif pulsa GSM yg mahal itu, menelpon selama 3 jam (dengan Telkomsel) akan
menghabiskan pulsa sebesar Rp.270 ribu. Padahal dengan StarOne cuma akan menghabiskan
pulsa sebesar Rp. 3 ribu (nyaris 100X lebih murah). Hal seperti itu tak akan pernah
dirasakan pengguna handphone GSM. Yang ada paling-paling cuma diskon dan itupun hanya pada
tengah malam dimana hanya kelelawar kesepian saja yg belum tidur.
Nokia 6275 memang diciptakan buat orang yang doyan ngobrol
berjam-jam. Ini ditandai dengan digunakannya batere BL-6C berkapasitas 1070mAh. Asal tahu
saja, batere kebanyakan PDA kapasitasnya malah masih jauh dibawah ini.
BL-6C merupakan batere berkapasitas tertinggi yg pernah dibuat Nokia untuk kelas
handphone CDMA. Bahkan batere smartphone Nokia N95 seharga Rp.7 juta saja cuma berkapaitas
950mAh saja, masih dibawah batere Nokia 6275 (1070mAh).
Batere berkapasitas tinggi ini membuat talktime Nokia 6275
dapat mencapai 3 hingga 4 jam. Lamanya waktu standby tentu bisa berhari-hari, namun belum
bisa saya uji berapa hari waktu standbynya, karena handphone CDMA dalam prakteknya tidak
akan pernah sempat standby (alias selalu dipergunakan terus menerus).
Perlu diperhatikan bahwa meski batere jenis BL-5C 900mAh
(batere Nokia 3660, 6600, 2280, 3105) bentuknya sangat mirip dengan BL-6C 1070mAh dan juga
dapat digunakan pada Nokia 6275, namun penggunaan batere BL-5C dapat menyebabakan masalah
/ kerusakan pada handphone Nokia 6275.
CHARGER IMPOTEN

Charger Impoten: Dalam paket penjualan Nokia 6275, Nokia menyertakan
charger busuk tipe AC-3. Pastikan anda menggantinya dengan charger Nokia tipe lama
(ACP-12E) dan jangan lupa beli kabel adapternya (CA-44). |
Satu hal yang disayangkan adalah Nokia menyertakan
Nokia 6275 dengan charger tipe AC-3 yang notabene merupakan CHARGER BUSUK dengan kemampuan
charging yang sangat impoten, yaitu cuma 350mAh saja. Sangat kontras dengan kapasitas
batere BL-6C yang besar itu.
Charger impoten seperti ini jelas tidak memadai untuk
mencharge Nokia 6275i yang bawaannya menggunakan batere berkapasitas besar. Oleh karena
itu akan butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencharge Nokia 6275 dengan charger loyo ini.
Kecepatan charging merupakan sebuah faktor penting untuk sebuah handphone CDMA yang
tentunya sering sekali dipakai menelpon. Oleh karena itu kemampuan chrager yang buruk
merupakan kelemahan yang sangat fatal.
Saran saya, charger AC-3 bawaan Nokia 6275 lebih baik jangan
digunakan. Jadi ketika membeli handphone ini, sebaiknya langsung ditukar dengan fast
charger Nokia tipe lama (ACP-12E) yang bekasnya juga banyak beredar di pasaran. Setelah
itu belilah kabel converter jack charger besar-ke-kecil seharga cuma 40 ribu (CA-44). Hal
ini perlu dilakukan karena handphone Nokia keluaran terbaru seperti Nokia 6275i telah
menggunakan jack charger jenis kecil, sehingga charger jenis lama (ACP-12E) harus
dipasangi dulu kabel converter jack untuk dapat digunakan dengan Nokia 6275i.
Dengan charger jenis lama ini (ACP-12E) waktu charging Nokia 6275 menjadi tidak
sampai 1 jam.
Tampaknya Nokia memutuskan menggunakan charger busuk +
impoten ini untuk menekan harga jual Nokia 6275i (dan beberapa handphone Nokia jenis
terbaru lainnya). Sekalipun ini termasuk upaya penurunan kualitas, namun paling tidak ini
hal ini lebih baik daripada fitur/kualitas di handphonenya yang dipangkas sebagai siasat
Nokia menghemat biaya produksi.
Penggunaan charger impoten ini juga bisa jadi merupakan strategi brilian Nokia
untuk menjual kabel adaptor CA-44 seharga Rp.40 ribuan. Nokia pasti tahu bahwa banyak
konsumen akan kecewa dengan kinerja charger AC-3 bawaan handphone terbaru Nokia, sehingga
konsumen akhirnya terpaksa menggunakan charger lamanya dengan membeli kabel adapter CA-44.
Bayangkan betapa besar profit Nokia untuk sebuah kabel adapter sederhana seharga Rp.40
ribu. Laba yang diraup Nokia dari menjual kabel sederhana sepert ini jelas lebih besar
daripada laba dari menjual charger.
MICRO-SD 256MB & RUIM CARD

Slot untuk MicroSD dan RUIM card |
Percuma bila sebuah handphone memiliki segudang feature
multimedia & camera bila tidak dibekali slot external memory.
Salah satu contoh handphone CDMA konyol seperti itu adalah LG ID90c dan Motorola
RAZR V3c.
Meski handphone LG dan Motorola tersebut dibekali feature multimedia (MP3 Player),
namun tidak adanya slot memory external handphone ini jadi bahan tertawaan & ejekan di
kalangan pengguna handphone
Ironisnya, sangat jarang ada handphone CDMA yang dibekali
External memory slot, Camera, dan FM Radio sekaligus.
Di dunia ini hanya ada 3 handphone CDMA saja yg memiliki ketiga feature itu secara
bersamaan yaitu: Nokia 6255, Nokia 6265, dan Nokia 6275 yang sedang dibahas ini.
Slot MicroSD pada Nokia 6275 terletak berdampingan dengan
slot RUIM card.

MicroSD 256 MB: memory card bawaan
berkapasitas cukup besar |
Bila anda kurang puas dengan MicroSD berkapasitas 256MB
yang disertakan, anda dapat membeli MicroSD 1GB atau 2GB.
Menurut saya MicroSD kapasitas 1GB-2GB hanya diperlukan jika anda berniat
mengoleksi MP3 dan movie 3GP.
Salah satu keunggulan Nokia 6275 dibanding Apple Ipod adalah
adanya fitur bluetooth pada handphone ini sehingga anda dapat bertukar MP3 secara wireless
dengan mudah, sedangkan pengguna Ipod tentu hanya bisa melongo, karena Ipod pada dasarnya
adalah sebuah gadget yang paling miskin fitur, bahkan alat ini tidak memiliki FM radio.
MicroSD 256MB bawaan sebenarnya sudah cukup untuk menampung
videoclip, foto, dan lagu MP3. Memori internal sebesar 15MB juga masih bisa dimanfaatkan
untuk menyimpan foto dan videoclip.
Bila ingin kapasitas penyimpanan lebih, cukup beli MicroSD 1GB yang saat ini
harganya sudah cukup murah yaitu hanya berkisar Rp.100 ribuan saja.
MEMORY INTERNAL BERKAPASITAS BESAR (21MB)
Sekalipun Nokia 6275 telah dibekali slot memory external
berisikan MicroSD card berkapasitas cukup besar, namun handphone ini juga memiliki memory
internal yang cukup besar seperti halnya Nokia 6265 dan smartphone multimedia pada
umumnya.
Perlu diingat bahwa ketika handphone menerima kiriman lagu MP3 via bluetooth dari
handphone lain, maka lagu akan tersimpan dulu di internal memory sebelum dapat anda pindah
secara manual ke memory card. Oleh karena itu, pada handphone yang miskin kapasitas memory
internal (misal cuma 6MB) anda tidak akan bisa menerima transferan lagu-lagu MP3 yang
ukurannya besar (misal 5MB) dari handphone lain. Padahal cukup banyak lagu-lagu MP3 yang
ukurannya 5MB bahkan lebih.
Namun dengan memory internal Nokia 6275 yang sebesar 21MB, maka anda tak perlu lagi
khawatir kehabisan memory ketika kirim-kiriman lagu MP3 via bluetooth dengan handphone
lain.
Beberapa themes dan aplikasi java juga seringkali membutuhkan
memory internal yang besar ketika diinstall. Handphone dengan internal memory cuma 6MB
akan sering menampilkan pesan Out of Memory ketika mencoba menginstall aplikasi
atau themes ukuran 2MB ke atas. Problem seperti ini mustahil terjadi pada Nokia 6275 yang
cukup kaya internal memory.
Ukuran memory internal Nokia 6275 yang besar bahkan mampu
membuat pengguna handphone 3G multimedia terbaru sekalipun iri. Sebagai contoh, Nokia 6233
Music Edition dan Nokia 6288 bahkan cuma memiliki internal memory cuma 6MB saja. Oleh
karena itu sangat sering kita melihat pengguna Nokia 6233 standard / Music Edition yang menangis
histeris ketika gagal menerima kiriman lagu MP3 dari handphone lain karena
kehabisan memory internal. Musibah tragis semacam ini tak akan pernah terjadi pada pemilik
handphone dengan memory internal besar seperti Nokia 6275.
NEXT
PAGE (interface menu, camera/video, multimedia,
GPS, dll) >

|