Setelah meluncurkan Xenium beberapa waktu yg lalu, kini
Philips meluncurkan Ozeo.
Berbeda dengan Xenium yg diposisikan sebagai kelas atas, Ozeo diposisikan untuk
kelas menengah ke bawah. Dengan harga berkisar hanya 1,6 juta saja, Philips berharap Ozeo
menjadi mitra tanding yg sepadan bagi Nokia 3210, Siemens C35 / M35 dan Motorola T2688 yg
sama-sama merupakan handphone kelas menengah ke bawah.
Seperti layaknya handphone kelas bawah, maka Ozeo dibekali
batere Metal. Namun fasilitas yg digotong Ozeo sangat lengkap. Secara garis besar menu
& fasilitas Ozeo sama dengan Xenium, ini bisa dilihat pada menu Carousel yg juga
diterapkan di Ozeo. Tapi bila layar Xenium mampu memuat 6 baris, Ozeo hanya mampu memuat 5
baris.
Fasilitas Voice Command juga dilekatkan pada handphone ini.
Bila Nokia 3210 dan Siemens C35/M35 tidak memiliki fasilitas Voide Dial & Voice Memo,
Ozeo memiliki kedua fungsi tsb. Seperti kita ketahui fungsi Voice Memo amat sangat
penting, sebab memungkinkan kita merekam pembicaraan penting ataupun perkataan lawan
bicara yg sulit diingat (misal menyebutkan nomer telpon seseorang).
Namun patut disayangkan bahwa Ozeo tidak dikaruniai fasilitas WAP seperti yg
dimiliki oleh Siemens C35 & M35. Jadi seiring dengan semakin maraknya WAP, Ozeo pasti
akan dilupakan.
Namun yg cukup menyakitkan adalah ukurannya yg super-tebal, super-lebar, dan
super-berat, meskipun designnya cukup bagus & atraktif, tapi kelebihan ukuran postur
tubuh tersebut dapat menyiksa pemakainya.
Meskipun berat Ozeo tidak seberat Nokia 3210 yg rajanya berat, namun Ozeo lebih
tebal dan lebar dibanding Nokia 3210. Namun hal tsb cukup bisa dimaafkan bila mengingat
fasilitas Ozeo yg jauh lebih lengkap. Selain itu layar Ozeo memuat jumlah
baris yg lebih banyak dibanding layar Nokia 3210.
Namun jika Ozeo diadu dengan Siemens C35, Ozeo harus malu
karena selain tidak dikaruniai WAP, Ozeo juga bertubuh lebih gembrot drpd Siemens C35 yg
lebih ringan langsing itu.
Bahkan Ozeo masih lebih tebal & lebih lebar dibanding Siemens M35 yg merupakan
handphone tahan banting (biasanya tipe handphone semacam ini berukuran besar).
Namun Siemens C35 & M35 juga harus malu karena tidak memiliki fasilitas Voice
Dial & Voice Memo yg dimiliki Ozeo, selain itu waktu standby time Ozeo hampir 2X lebih
lama drpd Siemens C35.
Sedangkan bila Ozeo diadu dengan Motorola T2688, Ozeo sekali
lagi harus malu karena baterenya yg metal (batere T2688 Lithium) dan juga tubuh Ozeo yg
jauh lebih tambun. Namun Ozeo patut berbangga hati karena fasilitas Motorola T2688 tidak
ada apa-apanya jika dibandingkan dengan fasilitas yg dibawa Ozeo. Fasilitas seperti Voice
Dial, Voice Memo, Voice Command, Game, T9, Picture Messaging jelas tidak dimiliki Motorola
T2688 yg terkenal miskin fasilitas itu.
Selain itu meskipun Motorola T2688 menggunakan batere Lithium namun standby timenya
6X lebih singkat drpd Ozeo yg sanggup berlaga hingga 300jam.
Dibandingkan lawan-lawannya tsb Ozeo adalah handphone yg
waktu standby timenya paling lama (300jam). Ini sepertinya sudah merupakan tradisi
Philips. Seperti kita tahu, waktu standby terlama dipegang oleh Philips Xenium, yaitu
500jam !
Meskipun secara keseluruhan Xenium jelas lebih baik (dan
lebih mahal) dibandingkan Ozeo, tapi Ozeo memiliki fasilitas Dual Band yg tridak dimiliki
Xenium 929/939. Tapi seperti yg telah sering saya sebutkan, fasilitas Dual Band tidak
berguna di Indonesia.
Mungkin anda juga bertanya-tanya bagaimana jika Ozeo
dibandingkan dengan Ericsson T18?
Seperti kita ketahui Ericsson T18 sudah ditarik dari pasaran karena tidak laku
(Reviewland dulu memberi Score paling rendah utk T18), kalaupun Ozeo harus dibandingkan
dengan T18, Ozeo akan menang fasilitas, design, & standby time, sedangkan T18 hanya
menang ukuran yg lebih kecil saja.
Lalu bagaimana jika dibandingkan Eriocsson T10?
Tentu saja Ozeo akan menjadi terlalu unggul, karena Ericsson T10 adalah handphone
kelas bawah (harganya cuma sekitar 1 juta saja) jadi sangatlah tidak adil bila
membandingkan Ozeo yg canggih itu dengan handphone murahan semacam Ericsson T10.
Saking murahnya, bahkan pelacur-pelacur jalanan saja memiliki Ericsson T10.
Jadi pesaing tangguh Ozeo sebenarnya adalah Siemens C35 &
M35, sebab Nokia 3210 & Motorola T2688 jelas bisa dipukul telak oleh Ozeo.
Ozeo memiliki apa yg Siemens C35/M35 tidak miliki (Voice Dial, Voice Memo, standby
time 300jam), dan Siemens C35/M35 memiliki apa yg Ozeo tidak miliki (WAP, ukuran yg lebih
ramping & ringan, tahan air/getar pada M35)
Harga Ozeo & Siemens M35 boleh dikatakan hampir sama, sedangkan Siemens C35
lebih murah sekitar 200 ribu rupiah.
Jadi pilihannya akan tergantung fasilitas mana yg anda sukai.
SPESIFIKASI TEKNIS
| FEATURES |
| Ukuran |
114x51x25 mm |
| Berat |
128 gram |
| Tipe Batere |
Ni MH |
| Standby time |
hingga 120-300
jam |
| Talk time |
3-5 jam |
| Vibrator |
yes |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
yes |
| Calculator |
yes |
| Calendar |
yes |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes - 1 game |
| Jumlah line
text |
5 baris |
| Ring tone |
|
| Edit melody |
yes |
| Phone Memory |
100 |
| Infra red |
no |
| Active flip |
n/a |
| Voice Dial |
yes |
| Dual band |
yes |
| WAP (internet
browser) |
no |
| Fasilitas
lain |
-T9
intelligence typing
-Picture Messaging
-Voice Command
-Currency converter |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |