Motorola Timeport P7689 mengikrarkan dirinya sebagai
hanphone triband, yaitu handphone yg mampu beroperasi pada GSM 900/1880/1900. Namun utk
masyarakat indonesia keunggulan tersebut sama sekali tidak ada gunanya, karena provider
GSM indonesia hanya menganut GSM900. Jadi jelas fasilitas Triband yg ada pada P7689 tidak
akan dianggap sebagai keunggulan, karena tidak ada manfaatnya bagi konsumen indonesia.
Maka dari itu sangatlah tidak bijaksana bila harga P7689 dipatok lebih mahal dengan
alasan membawa fasilitas Triband.
Akan lebih masuk akal bila penetapan bandrol harga yg agak mahal tsb didasarkan
atas lengkapnya fasilitas yg dibawa oleh P7689. Kelengkapan fasiltasnya selengkap Siemens
S35i, hanya saja ukuran S35i lebih kecil dan harganya lebih murah. Hal inilah yg membuat
score P7689 tidak mungkin mendekati Siemens S35i. Karena konsumen akan lebih menyukai
S35i, mengingat fasilitasnya yg sama lengkap, ukuran lebih kecil, dan harga yg lebih
murah.
Karena kelengkapan fasilitasnya itulah maka P7689 cukup layak untuk dibandingkan
dengan Siemens S35i.
Karakteristik P7689 agak berbeda dengan handphone Motorola
pada umumnya. Seperti kita ketahui, kebanyakan handphone buatan Motorola tidak membawa
fasilitas game dan Melody composer. Namun P7689 mampu menyuguhkan kedua fasilitas
tersebut. Bahkan tidak tanggung-tangung 3 jenis game disodorkan oleh P7689 yaitu Brick,
Baccarat, dan Tower of Hanoi. Selain itu sama seperti Siemens S35i, P7689 juga dikarunia
fasilitas InfraRed, Organizer/Calendar, Predictive text input, Voice Dial &
Voice Record. Fasilitas voice record P7689 sangat mudah digunakan yaitu dengan menekan
tombol di sisi kanan, persis seperti pada Siemens S35i. Hanya bedanya jika fasilitas Voice
Record pada Siemens S35i hanya mampu merekam selama 20 detik saja, P7689 mampu merekam
suara selama 3 menit. Selain itu, phone memory P7689 mampu memuat 300 nama, bandingkan
dengan Siemens S35 yg hanya mampu memuat 100 nama saja.
Namun yg patut disayangkan adalah ukuran P7689 yg terlihat besar. Meskipun
lebarnya, beratnya dan ketebalannya hampir sama dengan Siemens S35i, namun tragisnya
ukuran P7689 jauh lebih panjang.
Panjang P7689 bahkan lebih panjang dibanding Nokia 3210 & Nokia 7110 yg sudah
terasa panjang itu. Panjang P7689 sama dengan panjang handphone-handphone bongsor buatan
Ericsson yaitu Ericsson A2618, R320, R310.
Kelemahan handphone berukuran panjang adalah sangat mudah terjatuh dari saku kemeja
depan bila kita membungkukkan badan.
Namun postur tubuh yg terlalu panjang tersebut dicoba diobati dengan laburan warna
silver millenium yg digemari masyarakat Indonesia. Selain itu tampilan warna layarnya yg
biru itu memberikan kesan futuristik. Sayangnya layar P7689 hanya mampu memuat 5 baris
saja, sama seperti Ericsson R320. Sedangkan layar Siemens S35i mampu memuat 7 baris.
Seperti halnya Motorola T2688, brightness layar P7689 juga
bisa diatur, sehingga dengan mengatur brightness lebih rendah penggunaan batere akan lebih
hemat (menurut Motorola). Selain itu juga terdapat fasilitas Battery Saving Mode yg dapat
mengaktifkan mode DTX (Discontinuous Transmission) supaya penggunaan batere lebih hemat.
Namun meskipun dengan cara penggunaan batere seirit mungkin, ternyata dalam
prakteknya standby time & talk time P7689 tetap tidak mampu menandingi daya tahan
batere Siemens S35i. Bahkan boleh dibilang standby time & talktime P7689 adalah
setengah dari Siemens S35i.
Bagi yg telah terbiasa dgn daya tahan batere Siemens S35i & Philips Xenium,
maka akan terasa sekali betapa lemahnya daya tahan batere P7689. Padahal ukuran kedua
handphone tsb lebih kecil dibanding P7689.
Yang cukup mengejutkan juga adalah batere yg digunakan pada P7689 ternyata sama
dengan batere Motorola V8088, dan charger yg digunakan utk kedua handphone tsb sama pula.
Seperti handphone Motorola pada umumnya, menu-menu pada P7689
terasa kurang intuitif & user-friendly. Untuk merubah beberapa setting, misal setting
WAP, terasa sangat membingungkan.
Ini berbeda dengan menu-menu Siemens S35i yg user-friendly dan sangat mudah
dicerna.
Browser WAP yg digunakan pada P7680 sama dengan browser WAP pada Siemens S35, yaitu
menggunakan browser Phone.Com yg merupakan browser WAP paling kompatibel.
Namun meskipun menggunakan browser yg sama, cara setting browser pada P7689 terasa
lebih membingungkan dibanding pada Siemens S35i.
Seperti Nokia 7110, P7689 juga memiliki tombol Navi-roller utk navigasi menu, namun
pada P7689 tombol tsb tidak benar-benar scrolling seperti tombol Navi-roller pada Nokia
7110.
Yang paling menyedihkan adalah pengoperasion keypad -lock yg
sangat sulit dan cenderung tidak diketahui oleh sebagian besar pengguna. Untuk
mengaktifkan keypad-lock anda harus menekan tombol # dan * secara bersamaan, begitu pula
utk menonaktifkannya harus ditekan bersamaan pula. Cara ini tentunya sangat sulit &
merepotkan.
Satu hal yg cukup mengewakan adalah fungsi alarm yg ada pada
P7689 tidak berfungsi bila handphone dalam keadaan mati. Padahal pada Siemens S35i alarm
tetap berbunyi meskipun handphone dalam kondisi mati. Bahkan pada Samsung SGH600 alarm
juga dapat menyalakan hanphone (auto turn-on). Selain itu P7689 tidak memiliki fasilitas
auto turn-off seperti pada S35i. Jadi anda harus mematikan handphone secara manual pada
malam hari.
Secara keseluruhan, P7689 adalah hanphone yg memiliki
fasilitas yg selengkap Siemens S35i.
Bahkan P7689 malah dilengkapi built-in Answering Machine seperti yg terdapat pada
Sony CMD-Z5 dan Samsung SGH800.
Namun sayangnya ukuran P7689 sangat panjang dan masih menggunakan external antenna,
sehingga hal tsb membuat tampilan fisiknya terlihat sangat besar seperti Ericsson R320 yg
fasilitasnya juga lengkap.
Dan yg lebih fatal adalah harga P7689 yg ternyata lebih mahal dibanding Siemens
S35i.
Keunggulan P7689 atas Siemens S35i hanyalah pada Built-in Answering Machine, jumlah
memory phonebook yg lebih banyak, dan durasi Voice recording yg lebih lama. Keunggulan tsb
sebenarnya tidak terlalu penting mengingat umumnya kapasitas 100 memory phonebook (200
bila dengan Simcard) sudah dirasakan sebagian besar orang cukup.
Sedangkan dibandingkan P7689, Siemens S35i memiliki beberapa keunggulan yg lebih
penting, yaitu dalam hal ukuran, internal antenna, daya tahan batere, layar yg lebih
lebar, dan harga yg lebih murah, serta beberapa fasiltas tambahan seperti auto turn-off yg
tidak dimiliki P7689. Layar S35i juga mampu memuat lebih banyak baris dibanding P7689.
Selain itu alarm P7689 yg tidak berfungsi jika handphone dlm keadaan mati tentunya
juga sangat mengecewakan.
Jadi jelas P7689 akan kalah jika diadu dengan Siemens S35.
Namun jika dibandingkan dengan Ericsson R320, P7689 memiliki keunggulan dalam hal harga yg
lebih murah dan daya tahan batere yg lebih baik dibanding Ericsson R320.
Sedangkan ukuran & kelengkapan fasilitas kedua handphone tsb sebagian besar
sama.
Bila harga P7689 bisa berada jauh dibawah Siemens S35 barulah P7689 menjadi layak
dibeli, namun selama harganya lebih mahal atapun hanya berbeda sedikit dengan Siemens S35,
maka tidak ada alasan yg bagus utk membeli P7689.
SPESIFIKASI TEKNIS
| FEATURES |
| Ukuran |
130x46x23 mm |
| Berat |
97 gram |
| Tipe Batere |
Lithium ion |
| Standby time |
140 jam |
| Talk time |
2-2.5 jam |
| Vibrator |
yes |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
yes - 3 menit |
| Calculator |
yes |
| Calendar |
yes - tampilan
30hari |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes - 3 games |
| Jumlah line
text |
5 baris |
| Ring tone |
|
| Edit melody |
yes |
| Phone Memory |
300 |
| Infra red |
yes |
| Active flip |
n/a |
| Voice Dial |
yes |
| Dual band |
yes - triband |
| WAP (internet
browser) |
yes |
| Fasilitas
lain |
-Navi-Roller
-iTap predictive text input
-Built-in Answering Machine |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |