Kurang suksesnya penjualan R320, R310, dan A2618 di
pasaran membuat Ericsson cukup berang.
A2618 yg target segmennya kawula muda ternyata hanya berakhir sebagai penghias
etalase saja.
Dan yg menyedihkan lagi adalah R310 yg dgn '"sirip hiu"-nya itu ternyata
malah menjadi bahan ejekan di kalangan pengguna handphone.
Gencarnya promosi R310 yg dilakukan Ericsson akhirnya hanya menjadi penghamburan
uang utk sesuatu yg tidak mungkin dibeli orang.
Kegagalan di atas disebabkan karena ketiga handphone tsb
berukuran besar yg jelas-jelas tidak sesuai dgn selera konsumen Indonesia.
Sebenarnya T28 yg berukuran kecil & tipis justru lebih disukai, namun rapuhnya
handphone ini dan jeleknya daya tahan baterenya membuat beberapa orang mengekang keinginan
utk memilikinya.
Belajar dari kesalahan di atas Ericsson akhirnya mencoba
meluncurkan handphone yg berukuran seperti T28 tapi ditambah dgn beberapa penyempurnaan.
Penyempurnaan utamanya tentu adalah daya tahan baterenya, yg merupakan momok
menakutkan di era T28.
T20 sanggup berlaga hingga 200 jam. Lebih berstamina drpd T28 yg umumnya loyo
setelah 1 hari pemakaian.
Tapi daya tahan batere yg bagus ini harus dibayar dgn ukuran yg super-tebal &
super-lebar.
T20 bahkan lebih tebal & lebih lebar drpd A2618 yg terkesan tambun itu. T20
juga lebih lebar drpd Nokia 3310, meskipun ketebalannya sama persis.
Untunglah T20 memiliki ukuran yg pendek, sama pendek seperti Nokia 8210. Jadi
secara sepintas T20 terkesan kecil. Meskipun sangat disayangkan bahwa T20 masih
menggunakan external antenna, sehingga meskipun pendek tapi kehadiran antenna ini akhirnya
tetap memakan tempat di saku.
Cukup aneh memang bila Ericsson tetap bersikeras utk menggunakan external antenna
disaat produsen lain mulai beralih ke internal antenna tanpa mengurangi kualitas sinyal.
Untunglah antenna T20 tdk sebesar antenna T28, selain itu T20 juga lebih pendek
dibanding T28.
Tapi memang harus diakui bahwa T20 tetap lebih tebal & lebih lebar drpd T28.
T20 diposisikan utk kawula muda yg semula merupakan sasaran
dari A2618 yg seolah "tidak pernah terjual" karena memang tidak diminati
konsumen dan cuma pasang tampang di etalase saja...

Meskipun jauh lebih tebal & lebih lebar drpd T28, tapi ukurannya lebih pendek dan
baterenya lebih lama. |
Mengingat sasaran konsumennya adalah ABG maka tubuh T20
dilabur dgn warna-warni menawan seperti A2618. Namun bila A2618 hanya mengandalkan warna
saja tanpa dibarengi design yg bagus, T20 hadir dgn design yg menawan.
Kualitas plastik T20 juga terkesan lebih bagus drpd Nokia 3310 & 8210.
Karena diposisikan utk masuk ke segmen pasar kawula muda,
maka pesaing-pesaing T20 yg harganya hampir sama dengannya adalah Nokia 3310 dan Siemens
M35.
Dibandingkan kedua pesaingnya tsb, T20 lebih murah sedikit, selain itu T20
menggunakan batere Lithium yg jelas lebih baik drpd batere metal yg digunakan pada kedua
pesaingnya tsb.
Dari segi daya tahan batere ketiga handphone tsb boleh dibilang hampir sama.
Meskipun Nokia 3310 mampu bertahan sedikit lebih lama.
T20 memiliki bobot yg lebih ringan drpd Nokia 3310. Tapi
ternyata T20 masih kalah ringan jika dibandingkan berat Siemens M35. Padahal Siemens M35
adalah handphone tahan banting/getar yg umumnya berat.
Selain itu cukup disayangkan bahwa T20 tdk menggunakan internal antenna seperti
Nokia 3310 & Siemens M35. Untunglah ukuran T20 lebih pendek dibanding kedua lawannya
tsb.
Karena ditujukan utk 'menjerat' para ABG. Maka Ericsson
merasa perlu utk menambahkan fasilitas-fasiltas menarik pada T20.
Ini bisa dilihat pada penambahan animasi startup/shutdown seperti pada A2618.
Animasi tsb diiingi musik. Nokia 3310 juga memiliki fasilitas animasi semacam itu.
Namun animasi pada T20 tentunya tdk bisa semaksimal pada Nokia 3310 karena
keterbatasan layar T20 yg hanya mampu memuat 3 baris saja.
Namun T20 memilki sebuah fasilitas yg saat ini belum dimiliki
handphone lain, yaitu Swatch Internet Time.
Swatch Internet Time adalah penentuan waktu yg membagi 1 hari kedalam 1000 ketukan.
Tampilannya ditandai dengan tanda @ diikuti 3 digit, mulai dari @0 sampai @999.
Dengan menggunakan standar ini seluruh waktu di belahan dunia manapun akan menjadi
sama. Ini akan memudahkan kita utk menentukan janjian waktu dgn teman kita yg ada di
negara seberang yg berada di time-zone berbeda.
Konsep waktu global ini ditemukan oleh Swatch dan diresmikan pada 23 October 1998.
Meskipun T20 mensupport Internet Time, tentunya standar waktu yg biasa juga tetap
ada.
Sama seperti Nokia 3310 dan Siemens M35, T20 juga memiliki
fasilitas calculator, screening call ringer, profile, 4 games, stopwatch, dan melody
composer.
Melody composer T20 mampu menyimpan 4 own melody, memang masih kalah dgn Nokia 3310
yg mampu memuat 7 own melody, tapi jumlah 4 own melody tentunya lebih baik dibanding
Siemens M35 yg hanya mampu menyimpan 1 own melody saja.
Tapi sayangnya T20 justru tdk memilki fasilitas penting yg dimimiliki Siemens M35,
yaitu Reminder. Meskipun T20 dan kedua pesaingnya tersebut sama-sama tdk memiliki
Calendar, namun adanya Reminder setidaknya mampu mengingatkan kita akan jadwal-jadwal
penting.
Seperti Nokia 3310, T20 juga memiliki fasilitas SMS Template yg tidak dimiliki
Siemens M35.
Namun T20 tidak memiliki fasilitas Picture messaging yg dimiliki kedua pesaingnya
tsb.
Selain itu T20 juga tidak memiliki fasilitas penting yaitu currency converter yg
jelas-jelas dimiliki kedua pesaingnya.
Bila fasilitas penting seperti reminder & currency converter terlewatkan oleh
T20, Ericsson malah mengikutsertakan fasilitas yg tidak terlalu penting pada T20, yaitu
Voice Dial seperti yg dimiliki Nokia 3310, tapi tidak tidak dimiliki Siemens M35.
Sebenarnya drpd Voice Dial, Voice Memo justru lebih penting. Tapi baik T20 maupun kedua
pesaingnya tsb tdk memilki Voice Memo.
Selain itu, fasilitas Infra Red juga tidak dimilki oleh T20 dan kedua pesaingnya
tsb.
Tapi fasiltas infra red pada T20 masih dimungkinkan dengan alat tambahan external
(dijual terpisah)
Seperti Siemens M35, T20 juga memiliki fasilitas WAP browser
yg jelas-jelas tdk dimiliki Nokia 3310. Memang kenyamanan WAP browsing pada T20 masih
kalah jauh dibanding WAP browsing pada Siemens M35. Ini dikarenakan layar T20 yg hanya
mampu menampilkan 3 baris saja, sedangkan layar Siemens M35 mampu menampilkan 5 baris.
T20 memiliki kemampuan membuat menu shortcuts seperti pada T28 & R320. Siemens
M35 juga memilki kemampuan semacam ini. Hanya saja penerapan menu shortcut pada Siemens
M35 lebih enak penggunaanya.
Sebenarnya fasilitas yg paling perlu mendapatkan acungan
jempol pada T20 adalah 4 buah game yg amat sangat menarik.
Meskipun layar T20 tergolong sempit, tapi Ericsson mampu menyuguhkan game-game yg
memukau dan tidak membosankan.
Bila game yg tersedia pada T28 hanyalah Tetris dan Solitaire, T20 memberikan lebih
banyak game yaitu Ballpop, E-Maze, Erix, dan Tetris.
Ballpop, adalah game semacam game "Arkanoid"
di PC, dimana kita menggerakkan pad utk memantulkan bola ke tumpukan batu. Bila bola lolos
maka tumpukan batu akan semakin bertambah dan semakin membahayakan kita.
Seperti pada game "Arkanoid" aslinya, ada juga bonus-bonus yg antara lain
dapat membuat pad kita bisa menembak atau membesar ukurannya.
E-Maze, adalah game semacam Pac-Man, sama persis seperti game
aslinya dimana ada pil yg dapat membuat kita dapat menembak atau bahkan membuat tembok utk
menghalangi musuh yg mengejar-ngejar kita.
Erix, adalah game seperti yg terdapat pada Microsoft
Entertainment Pack, dimana kita harus mengendalikan titik utk mem-blok daerah dengan warna
hitam hingga menutupi sebagian besar layar, tapi kita harus menghindari musuh yg berusaha
menggagalkan kita.
Tetris, adalah game yg tentunya sudah umum, dan juga terdapat
pada T28.
Bagusnya lagi utk setiap jenis game tsb ada record Hi-Score
dan pilihan level seperti layaknya game pada computer.
Jadi dalam hal jenis game, jelas T20 jauh lebih unggul dibanding Nokia 3310 &
Siemens M35.
Bila Nokia 3310 dan Siemens M35 memiliki fasilitas Predictive
Text input, T20 tidak dikaruniai fasilitas semacam itu. Ini mungkin dikarenakan Ericsson
ingin menjual Chatboard-nya. Memang pengetikan SMS melaui Chatboard lebih nyaman. Tapi
bila anda mengirim SMS dgn bahasa inggris pengetikan dgn predictive text input sama
mudahnya dan tentunya lebih praktis karena tdk perlu memasang dulu alat tambahan.
Baik T20, T10 maupun A2618 sama-sama menawarkan kemungkinan
utk memasang perangkat external tambahan seperti Chatboard, FM Radio, dan MP3 player. Hal
ini tentunya merupakan nilai plus bagi T20.
Kemungkinan penambahan MP3 player pada T20 akan membuatnya agak mampu bersaing dgn
handphone-handphone berfasilitas MP3 yg nantinya akan bermunculan.
Setelah membandingkan T20 dengan Nokia 3310 dan Siemens M35,
maka dapat dilihat bahwa T20 memiliki keunggulan utama yaitu Batere Lithium, game yg lebih
menarik, WAP, dan harga yg sedikit lebih murah dari kedua pesaingnya tsb.
Sedangkan keunggulan Nokia 3310 & Siemens M35 atas T20 hanyalah sebatas layar
yg lebih besar, picture messaging, dan internal antenna saja. Selain itu Siemens M35 juga
memilki Reminder yg tidak dimiliki T20.
Tidak adanya predictive text pada T20 dapat dimaafkan sebab umumnya kita mengetik
SMS dgn bahasa Indonesia, atau dgn kata lain fasilitas tsb kurang berguna bagi orang
Indonesia.
Selain itu absennya fasilitas currency converter pada T20 utk saat ini dapat
dimaafkan pula mengingat kurs dollar terlalu sering berfluktuasi hingga dalam prakteknya
malah lebih cepat menghitung kurs dgn calculator drpd dgn currency converter yg
mengharuskan anda merubah dulu nilai konversinya bila kurs dollar-nya berubah-ubah.
Harga yg lebih murah, Batere Lithium, dan Game yg menarik
pada T20 justru merupakan sesuatu yg lebih penting, terutama mengingat handphone ini
ditargetkan utk kawula muda/ABG.
Jadi cukup wajar bila T20 angkanya sedikit lebih tinggi
dibanding Nokia 3310 dan Siemens M35.
Namun T20 tentunya masih belum bisa mengalahkan Philips Xenium 939, karena dgn
harga yg hampir sama, Xenium 939 mampu menawarkan fasilitas yg jauh lebih berguna dan daya
tahan batere yg jauh lebih bagus dibanding T20.
T20 juga belum mampu melebihi score Siemens C35 yg meskipun baterenya metal tapi
harganya sangat murah, tipis, ringan, dan fasilitasnya persis seperti Siemens M35.
Andai saja T20 juga memiliki fasilitas Calendar+Reminder
tentunya score-nya akan lebih tinggi lagi. Calendar+Reminder akan dirasakan cukup berguna
bagi para ABG yg merupakan target konsumen T20. Sebagai contoh, dengan adanya fasilitas
Calendar maka cewek-cewek ABG akan lebih mudah mengetahui apakah mereka sudah terlambat
bulan atau belum.
SPESIFIKASI TEKNIS

warna yg tersedia:
Blue whirl, Beige harmony
Silver weave, Lime twist
|
| FEATURES |
| Ukuran |
101x54x28 mm |
| Berat |
128 gram |
| Tipe Batere |
Lithium |
| Standby time |
120-200 jam |
| Talk time |
4-10 jam |
| Vibrator |
yes |
| Screening call
ringer |
yes |
| Voice record |
no |
| Calculator |
yes |
| Calendar |
no |
| Alarm |
yes |
| Game |
yes - 4 games |
| Jumlah line
text |
3 baris - full
graphic |
| Ring tone |
14 |
| Edit melody |
yes - 4 own
melody |
| Phone Memory |
99 |
| Infra red |
no |
| Active flip |
yes |
| Voice Dial |
yes |
| Dual band |
yes |
| WAP (internet
browser) |
yes |
| Fasilitas
lain |
-Startup/Shutdown
logo
-Internet Time
-SMS template
-Menu shortcuts
-Stopwatch |
Budz Kay
budzkay@budzkay.net |