Sudah nyaris setengah tahun berlalu,
namun gemerlap kemunculan Geforce 8800 hingga kini masih belum juga hilang dari ingatan
mata. Hingga detik ini, pengrajin chip grafis Nvidia boleh dengan bangga mengklaim Geforce
8800 sebagai videocard paling agung di muka bumi.

Adrianne Curry: Fotomodel
Playboy yang berjasa untuk pengembangan teknologi videocard. |
Peluncuran Geforce 8800 memang merupakan
momen yang tak terlupakan. Sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah industri IT, sebuah
produsen chip grafis menggandeng fotomodel bugil majalah Playboy untuk mengkampanyekan
peluncuran produknya.

Pertama kali dalam sejarah industri IT: Produsen chip grafis nomer satu
dunia (Nvidia) bekerja sama dengan fotomodel Playboy untuk peluncuran produknya |
Entah karena terobsesi dengan sensasi
seksualitas fotomodel Playboy atau mungkin hanya sekedar untuk pelampiasan nafsu semata,
namun Nvidia secara resmi memutuskan untuk bekerja sama dengan Adrianne Curry, seorang
fotomodel porno majalah para pria jantan, Playboy.
Tak tanggung-tanggung, Nvidia bahkan membuat software demo 3D khusus untuk Geforce
8800 yang menampilkan lenggak-lenggok gemulai tubuh wanita sexy ini.
Sungguh ironis, disaat di Indonesia fotomodel playboy diseret-seret ke meja hijau,
di negara yang industri IT-nya lebih maju, fotomodel Playboy justru dipakai demi kemajuan
teknologi. Oleh karena itu jangan heran bila industri IT di indonesia sulit mengejar
negara-negara barat, sebab di Indonesia orang-orang yang berpotensial & berjasa justru
diadili.
Geforce 8800 (G80) hingga saat ini
merupakan videocard sekaligus perangkat gaming tercanggih abad ini. Gaming Console terbaik
di dunia sekalipun (Xbox360 ataupun Playstation 3) masih menggunakan teknologi yang lebih
terbelakang dibanding Geforce 8800.
Konyolnya lagi, Playstation3 yang harganya jauh lebih mahal dibanding videocard
Geforce 8800GTS, ternyata cuma menggunakan chip grafis Geforce 7800GTX yang notabene
tergolong purba.
|
PC Gaming |
Console Gaming |
|
Radeon
X1950XTX |
Geforce
8800 GTS/GTX |
XBox
360 |
Playstation
3 |
| Produsen
chip grafis |
ATI |
Nvidia |
ATI |
Nvidia |
| Codename |
R580 |
G80 |
Xenos (R500) |
RSX (G70) |
| Jumlah
transistor |
384 juta |
681 juta |
332 juta |
300 juta |
| Unified
Shader |
No |
Yes |
Yes |
No |
| Pixel
Shader unit |
48 |
96 /128 |
48 |
24 |
| Vertex
Shader unit |
8 |
96 /128 |
48 |
8 |
| DirectX
technology |
9 |
10 |
9 |
9 |
| Shader
Model |
3.0 |
4.0 |
3.0 |
3.0 |
| HARGA |
$550 |
$350 - $650 |
$400 |
$600 |
Dari tabel perbandingan PC Gaming vs.
Console Gaming terlihat bahwa saat ini derajat PC Gaming jauh diatas Console gaming
tercanggih sekalipun. Ini karena kehadiran videocard Geforce 8800 yang dibekali performa
dan fitur yang jauh diatas apa yang dimiliki Console game tercangih saat ini. Di arena PC,
jelas tak ada yang mampu membendung keperkasaan Geforce 8800, karena rival utama Nvidia,
yaitu ATI, belum mampu menyuguhkan videocard yang sanggup mengimbangi Geforce 8800
Sekalipun XBox360 juga menggunakan teknologi Unified Shader, namun jumlah
shader processornya cuma setengah dari Geforce 8800. Selain itu XBox 360 juga tidak
mensupport DirectX 10 dan Shader Model 4.
Oleh karena itu Geforce 8800 tak hanya meraih mahkota videocard tercepat di arena
PC, namun juga mampu menyingkirkan console gaming dan menyandang gelar perangkat gaming
tercanggih dijagad raya.
 |
Berbeda dengan semua videocard lainnya yang
pernah diciptakan untuk PC, Geforce 8800 mengusung teknologi Unified Shader, yang
merupakan penggabungan antara Pixel Pipeline dan Vertex Processor.
Nvidia menyebut kombinasi ini sebagai Stream Processors (SP).
Setiap prosesor ini dapat digunakan untuk pemrosesan pixel, vertex, geometri,
ataupun untuk perhitungan fisika/matematis (GPGPU).

G80 lebih efisien: Kalkulasi
shader dan texture dapat dilakukan secara bersamaan |
Shader & texture yang beroperasi secara
terpisah pada arsitektur G80 menjadikan Geforce 8800 mampu mengolah kalkulasi floating
point (shader) dan Texture secara bersamaan, sedangkan pada arsitektur Geforce seri 7
(G70) pemrisesan shader dan texture harus dilakukan secara bergantian.


Terobosan baru pada G80:
Performa videocard dengan Unified Shader jauh diatas videocard dengan conventional shader |
Pada teknologi chip grafis konvensional
digunakan pixel pipeline dan vertex processor terpisah yang masing-masing memiliki jumlah
sendiri-sendiri. Sedangkan dengan unified shader, pemrosesan pixel dan vertex shader unit
tergabung jadi satu dan dialokasikan secara dinamis untuk pixel shader maupun vertex
shader sesuai dengan kebutuhan. Bila sebuah game sarat dengan efek pixel shader, maka
mayoritas shader processor dialokasikan untuk pixel shader unit, sebaliknya bila sebuah
game sarat dengan objek geometri, maka mayoritas shader procesor dialokasikan untuk vertex
shader unit.
Geforce 8800GTX memiliki 128 shader processor yang berarti memiliki 128 pixel
shader pipeline dan 128 vertex shader pipeline. Sementara itu Geforce 8800GTS dibekali 96
shader processor, sehingga ada 96 pixel shader pipeline dan 96 vertex shader
pipeline. Bandingkan dengan Geforce seri 7 atau Radeon seri X1950 yang jumlah shader
pipelinenya jauh di bawah itu.

Angle-Independent AF: Kualitas
AF pada Geforce 8800 jauh lebih tinggi dibanding Gerocr seri 7 |
Nvidia mencangkokkan engine baru yang
dinamakan Lumenex ke dalam arsitektur G80, sehingga tingkat Anti-Aliasing yang
pada videocard lawas umumnya hanya berkisar 4X/6X mampu dipecut hingga 16X sehingga
tampilan terlihat super-mulus bak tubuh fotomodel playboy yang dikencani Nvidia.
Hebatnya lagi, penggunaan AA 16X pada Geforce 8800 tidak memeberi dampak penurunan
performa yang besar, bahkan framerate pada mode 16X masih setara dengan pada mode 4X.
Lumenex engine juga meningkatkan
kulaitas Anisotropic Filtering. Berbeda dengan Geforce seri 7, Geforce 8800 kini telah
mampu memproses Angle-Independent Anisotropic Filtering.
Geforce 8800 juga telah mendukung fitur
pencahayaan High Dynamic Range (HDR) 128-bit, sedangkan teknologi videocard
lainnya baru mendukung sampai 64-bit saja. Engine game yang ada saat ini memang baru
mendukung sampai HDR 64-bit saja, jadi kemampuan HDR 128-bit pada core G80 merupakan
sebuah investasi untuk masa depan.
Geforce 8800 merupakan produk pertama Nvidia yang mendukung penggunaan HDR dan
Anti-Aliasing secara simultan. Padahal ATI Radeon seri X1K sudah mendukung kemampuan ini
semenjak muncul 1 tahun yang lalu. Hanya saja penggunaan HDR+AA secara simultan pada
videcard Radeon X1K seri tercepat sekalipun masih terasa lambat. Oleh karena itu fitur ini
ujung-ujungnya menjadi trik marketing belaka, karena dalam prakteknya sekalipun keduanya
bisa diaktifkan tapi tidak akan nyaman untuk digunakan. Radeon X1950XTX sekalipun masih
belum memiliki perrforma yang cukup tinggi untuk menjalankan kedua fitur berat ini secara
berbarengan. Sedangkan Geforce 8800 memiliki kinerja yang sangat powerful sehingga tidak
masalah bila menjalankan HDR+AA secara simultan.

Realita = Virtual: DirectX 10
dan Shader Model 4 memungkinakan tampilan virtual Adrianne Curry seindah aslinya. |
Selain itu beberapa fitur baru yang
disupport oleh Geforce 8800 adalah DirectX10 dan Shader Model 4.
Karena telah mendukung DirectX10, maka Nvidia mengikrarkan Geforce8800 sebagai
videocard pertama di dunia yang betul-betul dirancang untuk Windows Vista.
Salah satu terobosan pada DirectX10 adalah pemrosesan geometri yang 100% dapat
diambil alih oleh GPU, sedangkan pada DirectX 9, CPU masih terlibat dalam proses ini.
Hal ini membuat beban kerja CPU jadi lebih enteng, dan sebaliknya kini GPU
yang bekerja lebih keras. Oleh karena itulah DirectX10 membutuhkan videocard dengan GPU
yang lebih bertenaga.
| Rendering process of "natural" hair |
DirectX
9 |
DirectX
10 |
| Physical
simulation on control points |
CPU |
GPU |
| Interpolate
and tesselate control points |
CPU |
GPU
(Geometric Shader) |
| Save
tesselated hair into memory |
CPU |
GPU
(Stream Output) |
| Render hair to
deep shadow map |
GPU |
GPU |
| Render hair to
deep buffer |
GPU |
GPU |
GPU G80 merupakan chip prosesor grafis
paling bertenaga di muka bumi. Didalamnya terpatri 681 juta transistor, jauh lebih banyak
daripada jumlah transistor pada Radeon X1950XTX atau bahkan prosesor Intel Quad Core
sekalipun. Hal ini menunjukkan superioritas teknologi GPU (videocard) dibanding CPU
(prosesor).
Darimana angka 8800
berasal?

Score 3D Mark 06: Alasan logis
kenapa Nvidia memilih angka 8800 |
Banyak kabar di luaran mengatakan bahwa
alasan Nvidia memilih angka 8800 untuk generasi videocard terbarunya disebabkan karena
angka tersebut adalah angka keberuntungan.
Hal ini tentu tidak mengherankan jika mengingat bahwa Nvidia adalah perusahaan yang
pemiliknya (Jen-Hsun Huang) berasal dari Taiwan, dan kita tahu bahwa orang Asia menganggap
angka 8 sebagai angka hoki/keberuntungan.
Tapi sebenarnya ada alasan yang lebih LOGIS
lagi mengenai pemilihan angka 8800.
Bagi yang penasaran atas dasar apa Nvidia memilih penamaan generasi videocard
terbarunya menggunakan angka 8800?
Jawabannya adalah: Itu adalah angka yang nyaris identik dengan angka hasil score 3D
Mark 2006
Terlepas apakah ini suatu kebetulan atau
bukan, namun yang jelas screenshot disamping menunjukkan bahwa score 3D Mark06 yang
dihasilkan oleh Geforce 8800GTS 320MB dalam keadaan clock default (500/1600) berkisar di
angka 8800-an.
ATI mulai kelelahan

Iklan ATI yang menyesatkan
konsumen Indonesia:
Di era Geforce 8800 dengan 128 pixel shader, HDR, dan 16x Anti-Aliasing, ATI masih
mengklaim VGA lawasnya sebagai kartu grafis nomor satu dengan kinerja gaming terunggul.
Slogan "Ultimate Vista Experience" juga tipuan belaka karena videocard
yang diiklankan sama sekali tidak mensupport fitur DirectX 10 pada Windows Vista |
Disaat Nvidia melakukan berbagai macam
promosi hebat untuk mensukseskan Geforce 8800, ATI yang selama ini menjadi rival
utama yang rajin mengganggu kini tampaknya mulai kelelahan untuk menghadapi nvidia. Chip
grafis R600 (Radeon seri HD2900) yang diharapkan dapat menyaingingi Geforce 8800 tak
kunjung direalisasi.
Dalam kelelahan yang teramat sangat itu ATI kini lebih banyak menceritakan dongeng
tentang R600 dan bahkan membual tentang kehebatan videocard seri lamanya yang
notabene sudah ketinggalan jaman. Entah apakah karena ATI kini sudah mulai mengantuk atau
mungkin sedang mengigau, namun yang jelas dalam iklan-iklannya yang terbaru, ATI justru
mengklaim Radeon X1950 Pro sebagai videocard tercepat di dunia saat ini. Aneh bukan? Ini
tentu merupakan kekonyolan sekaligus tipu muslihat paling keji di tahun 2007. (lihat
iklan di samping)
Iklan menyesatkan seperti ini tentu saja
hanya akan menjadi bahan tertawaan bagi para gamer yang melek hardware, namun tentu dapat
mencelakan para konsumen awam yang miskin informasi.
Sekalipun ATI rajin menggembar-gemborkan dongeng tentang R600, namun mereka belum
berani membuat iklan tentang R600, karena memang barangnya mungkin masih belum siap jual.
Videocard ATI Radeon HD 2900XT yang menggunakan chip grafis ATI R600 kabarnya
memang telah ada yang diproduksi, namun pada saat artikel ini ditulis (23 April 2007)
beritanya hanya sebatas tampilan foto-foto saja dan produknya tidak dijual di retailer
online maupun toko-toko.
Jadi untuk saat ini fans ATI hanya disuguhi foto-foto R600 saja untuk menjadi bahan
bermimpi. Sesungguhnya daripada berkhayal tentang R600 lebih baik mereka bermimpi tentang
fotomodel Playboy yang dipakai Nvidia.
Tampaknya semenjak ATI kolaps dan kemudian
diakuisi AMD, kekuatan pasukan merah ini di arena videocard tak lagi segarang ketika ATI
masih merupakan perusahaan yang berdiri sendiri.
Kini sebagai perusahaan yang telah diakuisi dan merupakan bagian dari AMD yang
bisnis utamanya adalah prosesor, maka wajar bila bisnis videocard tidak lagi menjadi
prioritas utama. Bahkan cukup santer terdengar berita bahwa nama ATI akan dihapus oleh
AMD.
Sialnya lagi, kondisi finansial AMD yang kian memburuk otomatis membuat ATI ikut
terseret ke jurang kemiskinan. Ambruknya kondisi finansial ATI AMD dapat dilihat disini:
http://www.amd.com/us-en/Corporate/VirtualPressRoom/0,,51_104_543~116805,00.html
http://www.overclockers.com/tips01135/

Iklan ATI yang seharusnya: Karena R600 tak kunjung hadir, berarti semua
produk ATI yang saat ini beredar di pasaran Indonesia masih menggunakan teknologi antik
dan usang |
Hal inilah yang mungkin menyebabkan ATI
kini mulai kendur dan loyo dalam merespon serangan Nvidia. Dengan stamina yang loyo dan
otot yang mulai kendur, tak ada yang dapat dilakukan ATI selain membual dalam iklan bahwa
merekalah sang juara.
Sebagai pedagang chip grafis, ATI
boleh-boleh saja membual layaknya penjual kecap yang selalu mengatakan bahwa produknya
nomer 1. Namun ATI harus sadar bahwa bisnis VGA bukanlah bisnis kecap yang konsumennya ibu
rumah tangga. Konsumen videocard adalah orang-orang yang melek teknologi dan tentu tahu
bahwa chip grafis no. 1 di dunia saat ini adalah Geforce 8800 dan bukan ATI.
Perlukah Geforce 8800
mendapat pujian?
Nvidia memang patut diacungi jempol karena
berhasil merilis Geforce 8800 yang mengusung teknologi terbaru di dunia videocard. Namun
perlukah kita memberi pujian yang berlebihan terhadap produk yang mengusung teknologi
terbaru? Jawabannya adalah tidak.
Pujian yang berlebihan baru layak diberikan pada produk berteknologi terbaru namun
dijual dengan harga murah alias terjangkau. Buat apa teknologi baru bila harganya mahal.
Teknologi terbaru tidak ada gunanya bila harganya terlalu mahal. Teknologi yang berguna
bagi konsumen adalah teknologi terbaru yang harganya terjangkau untuk dibeli.
Selama ini teknologi yang dimiliki Geforce
8800 harus ditebus dengan harga cukup mahal oleh konsumen. Untuk mencicipi teknologi
terbaru ini, konsumen harus merogoh kocek sekitar $600 untuk menebus videocard Geforce
8800 GTX.
Dengan harga selangit tersebut, jelas teknologi Geforce 8800 tidak dapat dirasakan
dan tidak dapat memberi manfaat bagi mayoritas konsumen.
Sekalipun Geforce 8800GTX layak menyandang
gelar videocard tercepat di dunia, namun videocard ini belum menjadi produk yang layak
dipuji karena harga jualnya yang masih selangit. Bagi yang tak mampu membeli Geforce
8800GTX, Nvidia memang juga melansir Geforce 8800GTS yang lebih murah, namun harganya yang
masih berkisar di $475 tetap saja dirasa terlalu mahal bagi mayoritas gamer.
Teknologi tercanggih dengan harga mahal
bukanlah sesuatu yang luar biasa dan tidak layak mendapat pujian.
Yang layak mendapat pujian adalah produk dengan teknologi tercanggih namun dijual dengan
harga murah atau dengan harga yang sama dengan produk berteknologi lama.
Produsen manapun harus ingat bahwa prinsip
utama yang dipegang mayoritas konsumen adalah: "Memperoleh
barang sebagus mungkin namun dengan harga semurah mungkin".
Pujian baru layak diberikan bagi produk yang memenuhi prinsip utama konsumen
tersebut.
Beberapa produsen sudah berusaha memenuhi prinsip tersebut, dan mereka menghasilkan
beberapa produk yang layak dipuji sebagai berikut:
- Core2 Duo patut dipuji karena perfomanya jauh lebih tinggi dibanding Athlon64 X2
yang harganya lebih mahal.
- Nokia 6275i patut dipuji karena memiliki fitur lebih lengkap daripada Nokia 6265i
namun dengan harga jual yang jauh lebih murah.
- Daihatsu Xenia layak dipuji karena ukurannya lebih lega namun harganya lebih
murah dibanding Hyundai Getz yang berukuran lebih kecil.
- Yamaha Jupiter MX layak dipuji karena telah menggunakan pendingin radiator dan
suspensi monoshock namun harga jualnya lebih murah daripa Honda Supra Fit yang masih
mengandalkan pendingin mesin konvensional dan suspensi biasa.
- Kentucky Fried Chicken patut dipuji karena menjual "paket attack
5000-an" yang harganya jauh lebih murah daripada harga ayam goreng di warung pinggir
jalan yang notabene tempatnya tidak ber-AC.
Jadi pada intinya produk yang layak dipuji adalah produk yang lebih bagus namun
dijual dengan harga yang lebih murah daripada produk yang lebih buruk.
Atau dengan kata lain: "Konsumen ingin dapat Mercy tapi dengan
harga Daihatsu"
Begitu pula Geforce seri 8 baru layak mendapat pujian dari konsumen bila harganya
sama atau lebih murah daripada Geforce 7.
Konsumen ibarat raja yang keinginannya
seringkali dituruti oleh beberapa produsen, tak terkecuali Nvidia. Oleh karena itu
baru-baru ini telah muncul Geforce 8800GTS versi ekonomis (dengan memory cuma 320MB) yang
harganya cukup murah dan performanya hanya selisih tipis dengan Geforce 8800GTS versi
mahal (640MB).
Dengan harga di kisaran $380, berarti Geforce 8800GTS 320MB ini lebih murah dan
tentu lebih cepat daripada Geforce seri 7 papan atas seperti Geforce 7900GTX, 7950GX2
ataupun Radeon seri tercepat yaitu X1950XTX.
Hal inilah yang membuat Geforce 8800GTS 320MB merupakan produk yang layak mendapat
pujian. Sedangkan Geforce 8800GTX justru boleh dicerca karena menyandang gelar videocard
yang harganya paling menguras dompet konsumen.
Yang membedakan antara Geforce 8800GTS
versi murah dan mahal hanyalah pada jumlah memorynya saja (320MB vs 640MB), sedangkan
clock speed maupun jumlah pipeline (shader processor) yang dimiliki sama, yaitu 585/1700
dan 96 shader. Oleh karena itu performanya hanya selisih sedikit saja. Perbedaan performa
yang agak signifikan antara geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB hanyalah terjadi pada game
tertentu saja yang rakus dalam hal texture storing (misal Company of Heroes). Namun jumlah
system RAM yang besar (misal 2GB) terbukti mampu mengurangi perbedaan performa antara
Geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB.
Apalagi bila resolusi yang digunakan hanyalah 1280x1024 maka perbedaan performa
antara 320MB dan 640MB sangatlah minim.
Yang jelas, biaya penambahan system RAM dari 1GB ke 2GB (sekitar $50) masih jauh
lebih murah daripada selisih harga antara Geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB (sekitar
$100).
|
Geforce
8800 GTX
($650) |
Geforce
8800 GTS
($350-$475) |
Geforce
7900GTX
($550) |
Radeon
X1900XTX
($550) |
| Codename |
G80 |
G80 |
G71 |
R580 |
| Proses
Manufacturing |
90nm |
90nm |
90nm |
90nm |
| Jumlah
transistor |
681
juta |
681
juta |
278
juta |
384
juta |
| GPU Clock |
575
MHz |
500
MHz |
650
MHz |
650
MHz |
| Jumlah Pixel
Shader prosesor |
128 |
96 |
24 |
48 |
| Jumlah Vertex
Shader prosesor |
128 |
96 |
8 |
8 |
| Geometry
Shader support |
yes |
yes |
no |
no |
| Vertex Shader
Texturing |
yes |
yes |
yes |
no |
| Shader
Particles |
yes |
yes |
yes |
no |
| Jumlah Texture
Mapping Unit |
32 |
24 |
24 |
16 |
| Jumlah Raster
Operating Unit |
24 |
20 |
16 |
16 |
| Mermory size |
768
MB |
320/640
MB |
DDR3 |
DDR4 |
| Mermory type |
DDR3 |
DDR3 |
DDR3 |
DDR4 |
| Mermory
controller bus |
384
bit |
320
bit |
256
bit |
256
bit |
| Mermory clock |
1800
MHz |
1600
MHz |
1600
MHz |
2000
MHz |
| Mermory
bandwith |
86.4
GB/s |
64.0
GB/s |
64.0
GB/s |
64.0
GB/s |
| HDR technology |
128
bit |
128
bit |
64
bit |
64
bit |
| HDR + FSAA |
yes |
yes |
no |
yes |
| Ultra Shadow
Technology |
yes |
yes |
yes |
no |
| DirectX
technology |
10 |
10 |
9c |
9c |
| Shader Model
technology |
4.0 |
4.0 |
3.0b |
3.0b |
| Built-in HDCP
supprt |
yes |
yes |
optional |
yes |
Dari tabel perbandingan diatas terlihat
bahwa Geforce 88000GTS mememiliki fitur teknologi yang jauh lebih lengkap dibanding
videocard high-end generasi sebelumnya, yaitu Geforce 7900GTX dan Radeon X1950XTX
yang harganya justru lebih mahal. Harga Geforce 8800GTS 320MB bahkan nyaris cuma setengah
dari harga kedua tipe videocard high-end generasi lama tersebut.
Sekalipun radeon X1950XTX menggunakan memory DDR4 yang berjaln di clock lebnihy
tinggi, namun memory controller bus-nya cuma 256 bit maka memory bandwithnya jauh dibawah
Geoforce 8800GTX atau sama dengan Gefroce 8800GTS yang mengandalkan DDR3 dengan clock yang
lebih rendah.
Di sini terlihat bahwa Geforce 8800GTS
320MB merupakan videocard yang paling layak dibeli karena memiliki kinerja tinggi dan
fitur terkini (DirectX 10, SM4) namun dengan harga jual jauh lebih murah daripada
videocard generasi sebelumnya yang lebih lambat dan kuno.
Ini berarti Geforce 8800GTS 320MB boleh ditahbiskan sebagai videocard yang LAYAK
DIPUJI karena memenuhi prinsip dasar keinginan mayoritas konsumen.
Perbandingan spek
Nvidia Geforce 8800 vs. videocard lainnya
Dalam iklan konyol ATI yang telah
dijelaskan sebelumnya, terlihat bahwa ATI membangga-banggakan Radeon X1950 Pro sebagai
videocatd no.1 dengankinerja tercepat. Padahal bila anda lihat pada tabel di bawah,
videcrad ini termasuk kasta bawah bila dibandingkan dengan Geforce 8800.
|
price |
manuf
process |
#
shader
pixel/vertex |
Clock
GPU |
Clock
memory |
Memory
bus |
Memory
type / size |
DirectX
SM |
Theoritical
fillrate |
Theoritical
mem bandwith |
| Geforce
8800GTX (G80) |
$650 |
90nm |
128
/ 128 |
575 MHz |
900
(1800) MHz |
384-bit |
DDR3 /
768 MB |
10
/ 4 |
13.80
GP/s |
86.40
GB/s |
| Geforce 7950GX2 (G71) |
$600 |
90nm |
24
/ 8 |
500 MHz |
600 (1200) MHz |
256-bit |
DDR3 / 1 GB |
9
/ 3 |
8.00
GP/s |
38.40
GB/s |
| Radeon X1950XTX (R580) |
$550 |
90nm |
48
/ 8 |
650 MHz |
1000 (2000) MHz |
256-bit |
DDR4 / 512 MB |
9
/ 3 |
10.40 GP/s |
64.00 GB/s |
| Geforce 7900GTX (G71) |
$550 |
90nm |
24
/ 8 |
650 MHz |
800 (1600) MHz |
256-bit |
DDR3 / 512 MB |
9
/ 3 |
10.40 GP/s |
51.20
GB/s |
| Geforce
8800GTS (G80) |
$475 |
90nm |
96
/ 96 |
500 MHz |
800
(1600) MHz |
320-bit |
DDR3 /
640 MB |
10
/ 4 |
10.00
GP/s |
64.00
GB/s |
| Geforce
8800GTS (G80) |
$375 |
90nm |
96
/ 96 |
500 MHz |
800
(1600) MHz |
320-bit |
DDR3 /
320 MB |
10
/ 4 |
10.00
GP/s |
64.00
GB/s |
| Geforce 7950GT (G71) |
$350 |
90nm |
24 / 8 |
570 MHz |
700 (1400) MHz |
256-bit |
DDR3 / 256 MB |
9 / 3 |
9.12 GP/s |
44.80 GB/s |
| Radeon X1900XT (R580) |
$330 |
90nm |
48 / 8 |
625 MHz |
725 (1450) MHz |
256-bit |
DDR3 / 512 MB |
9 / 3 |
10.00 GP/s |
46.40 GB/s |
| Geforce 7900GTO (G71) |
$320 |
90nm |
24 / 8 |
650 MHz |
690 (1380) MHz |
256-bit |
DDR3 / 512 MB |
9 / 3 |
10.40 GP/s |
44.16 GB/s |
| Radeon X1950
Pro (RV570) |
$250 |
80nm |
36
/ 8 |
575 MHz |
690 (1380) MHz |
256-bit |
DDR3 / 256 MB |
9 / 3 |
6.90
GP/s |
44.16
GB/s |
| Geforce 7900GS
(G71) |
$200 |
90nm |
20
/ 7 |
450 MHz |
660 (1320) MHz |
256-bit |
DDR3 / 256 MB |
9 / 3 |
7.20
GP/s |
42.24
GB/s |
Jelas Radeon X1950 Pro saat ini tidak layak
menyandang gelar apapun yang menyebutkan kata "nomer satu" ataupun
"tercepat". Dengan theoritical fillrate dan memory bandwith yang jauh dibawah
Geforce 8800 termurah, kehebatan videocard ini hanyalah omong kosng di iklan semata.
Jangankan bermimipi mengalahkan Geforce 8800, bahkan untuk menyentuh Geforce 7900
GTO saja kesulitan.
Semenjak kemunculan Geforce 8800GTS,
videocard high-end generasi sebelumnya menjadi tidak layak dibeli. Saat ini sungguh suatu
kesalahan fatal bila membeli Geforce 7950GT, 7900GTX, 7950GX2, Radeon X1950XT, ataupun
X1950XTX. Kecuali bila anda mendapatkan videocard-videocard semacam ini dengan "harga
obral jual rugi" yang separuh dari harga Geforce 8800GTS yang termurah.
Geforce 7900GTO dengan harga cuma $320 memang dapat dirubah 100% menjadi Geforce
7900GTX yang aslinya seharga $550, namun perlu diingat bahwa performa 7900GTX sekalipun
masih dibawah Geforce 8800 termurah. Dan harga Geforce 7900GTO hanya selisih sedikit
dibanding Geforce 8800 termurah.
Dari tabel ditas terlihat bahwa baik
Geforce 8800GTS 320MB dan 640MB menjadi videocard yang sangat layak dibeli karena harganya
masih dibawah videocard kelas high-end dari generasi sebelumnya.
Oleh karena itu pada artikel ini akan dibahas secara khusus perbandingan antara
Geforce 8800GS versi 640MB dan 320MB, dan tentunya juga perbandingan performanya dengan
videocard generasi lama yang harganya lebih mahal.
NEXT
PAGE (Geforce 8800GTS ASUS & MSI) >

|