reviewtip2.jpg (5487 bytes)

ASUS
  Serbuan Geforce 8800 versi murah :
  Duel Geforce 8800GTS 320MB vs. 640MB
    redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 23 April 2007

Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah, namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.
Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (misal: tabloid Komputek, dsb)

PAGE 1 of 3

icon-geforce8800gts.gif (10750 bytes)

Sudah nyaris setengah tahun berlalu, namun gemerlap kemunculan Geforce 8800 hingga kini masih belum juga hilang dari ingatan mata. Hingga detik ini, pengrajin chip grafis Nvidia boleh dengan bangga mengklaim Geforce 8800 sebagai videocard paling agung di muka bumi.


Adrianne Curry: Fotomodel Playboy yang berjasa untuk pengembangan teknologi videocard.

Peluncuran Geforce 8800 memang merupakan momen yang tak terlupakan. Sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah industri IT, sebuah produsen chip grafis menggandeng fotomodel bugil majalah Playboy untuk mengkampanyekan peluncuran produknya.

 

 


Pertama kali dalam sejarah industri IT: Produsen chip grafis nomer satu dunia (Nvidia) bekerja sama dengan fotomodel Playboy untuk peluncuran produknya

Entah karena terobsesi dengan sensasi seksualitas fotomodel Playboy atau mungkin hanya sekedar untuk pelampiasan nafsu semata, namun Nvidia secara resmi memutuskan untuk bekerja sama dengan Adrianne Curry, seorang fotomodel porno majalah para pria jantan, Playboy.
Tak tanggung-tanggung, Nvidia bahkan membuat software demo 3D khusus untuk Geforce 8800 yang menampilkan lenggak-lenggok gemulai tubuh wanita sexy ini.
Sungguh ironis, disaat di Indonesia fotomodel playboy diseret-seret ke meja hijau, di negara yang industri IT-nya lebih maju, fotomodel Playboy justru dipakai demi kemajuan teknologi. Oleh karena itu jangan heran bila industri IT di indonesia sulit mengejar negara-negara barat, sebab di Indonesia orang-orang yang berpotensial & berjasa justru diadili.

Geforce 8800 (G80) hingga saat ini merupakan videocard sekaligus perangkat gaming tercanggih abad ini. Gaming Console terbaik di dunia sekalipun (Xbox360 ataupun Playstation 3) masih menggunakan teknologi yang lebih terbelakang dibanding Geforce 8800.
Konyolnya lagi, Playstation3 yang harganya jauh lebih mahal dibanding videocard Geforce 8800GTS, ternyata cuma menggunakan chip grafis Geforce 7800GTX yang notabene tergolong purba.

PC Gaming Console Gaming
Radeon
X1950XTX
Geforce
8800 GTS/GTX
XBox
360
Playstation
3
Produsen chip grafis ATI Nvidia ATI Nvidia
Codename R580 G80 Xenos (R500) RSX (G70)
Jumlah transistor 384 juta 681 juta 332 juta 300 juta
Unified Shader No Yes Yes No
Pixel Shader unit 48 96 /128 48 24
Vertex Shader unit 8 96 /128 48 8
DirectX technology 9 10 9 9
Shader Model 3.0 4.0 3.0 3.0
HARGA $550 $350 - $650 $400 $600

Dari tabel perbandingan PC Gaming vs. Console Gaming terlihat bahwa saat ini derajat PC Gaming jauh diatas Console gaming tercanggih sekalipun. Ini karena kehadiran videocard Geforce 8800 yang dibekali performa dan fitur yang jauh diatas apa yang dimiliki Console game tercangih saat ini. Di arena PC, jelas tak ada yang mampu membendung keperkasaan Geforce 8800, karena rival utama Nvidia, yaitu ATI, belum mampu menyuguhkan videocard yang sanggup mengimbangi Geforce 8800
Sekalipun XBox360 juga menggunakan teknologi Unified Shader, namun jumlah shader processornya cuma setengah dari Geforce 8800. Selain itu XBox 360 juga tidak mensupport DirectX 10 dan Shader Model 4.
Oleh karena itu Geforce 8800 tak hanya meraih mahkota videocard tercepat di arena PC, namun juga mampu menyingkirkan console gaming dan menyandang gelar perangkat gaming tercanggih dijagad raya.

Berbeda dengan semua videocard lainnya yang pernah diciptakan untuk PC, Geforce 8800 mengusung teknologi Unified Shader, yang merupakan penggabungan antara Pixel Pipeline dan Vertex Processor. Nvidia menyebut kombinasi ini sebagai  Stream Processors (SP).
Setiap prosesor ini dapat digunakan untuk pemrosesan pixel, vertex, geometri, ataupun untuk perhitungan fisika/matematis (GPGPU).


G80 lebih efisien: Kalkulasi shader dan texture dapat dilakukan secara bersamaan

Shader & texture yang beroperasi secara terpisah pada arsitektur G80 menjadikan Geforce 8800 mampu mengolah kalkulasi floating point (shader) dan Texture secara bersamaan, sedangkan pada arsitektur Geforce seri 7 (G70) pemrisesan shader dan texture harus dilakukan secara bergantian.

 

 


geforce8800gts-scheme-shaderunified.jpg (15564 bytes)
Terobosan baru pada G80: Performa videocard dengan Unified Shader jauh diatas videocard dengan conventional shader

Pada teknologi chip grafis konvensional digunakan pixel pipeline dan vertex processor terpisah yang masing-masing memiliki jumlah sendiri-sendiri. Sedangkan dengan unified shader, pemrosesan pixel dan vertex shader unit tergabung jadi satu dan dialokasikan secara dinamis untuk pixel shader maupun vertex shader sesuai dengan kebutuhan. Bila sebuah game sarat dengan efek pixel shader, maka mayoritas shader processor dialokasikan untuk pixel shader unit, sebaliknya bila sebuah game sarat dengan objek geometri, maka mayoritas shader procesor dialokasikan untuk vertex shader unit.
Geforce 8800GTX memiliki 128 shader processor yang berarti memiliki 128 pixel shader pipeline dan 128 vertex shader pipeline. Sementara itu Geforce 8800GTS dibekali 96 shader processor,  sehingga ada 96 pixel shader pipeline dan 96 vertex shader pipeline. Bandingkan dengan Geforce seri 7 atau Radeon seri X1950 yang jumlah shader pipelinenya jauh di bawah itu.


Angle-Independent AF: Kualitas AF pada Geforce 8800 jauh lebih tinggi dibanding Gerocr seri 7

Nvidia mencangkokkan engine baru yang dinamakan Lumenex ke dalam arsitektur G80, sehingga tingkat Anti-Aliasing yang pada videocard lawas umumnya hanya berkisar 4X/6X mampu dipecut hingga 16X sehingga tampilan terlihat super-mulus bak tubuh fotomodel playboy yang dikencani Nvidia.
Hebatnya lagi, penggunaan AA 16X pada Geforce 8800 tidak memeberi dampak penurunan performa yang besar, bahkan framerate pada mode 16X masih setara dengan pada mode 4X.

Lumenex engine juga meningkatkan kulaitas Anisotropic Filtering. Berbeda dengan Geforce seri 7, Geforce 8800 kini telah mampu memproses Angle-Independent Anisotropic Filtering. 

Geforce 8800 juga telah mendukung fitur pencahayaan High Dynamic Range (HDR) 128-bit, sedangkan teknologi videocard lainnya baru mendukung sampai 64-bit saja. Engine game yang ada saat ini memang baru mendukung sampai HDR 64-bit saja, jadi kemampuan HDR 128-bit pada core G80 merupakan sebuah investasi untuk masa depan.
Geforce 8800 merupakan produk pertama Nvidia yang mendukung penggunaan HDR dan Anti-Aliasing secara simultan. Padahal ATI Radeon seri X1K sudah mendukung kemampuan ini semenjak muncul 1 tahun yang lalu. Hanya saja penggunaan HDR+AA secara simultan pada videcard Radeon X1K seri tercepat sekalipun masih terasa lambat. Oleh karena itu fitur ini ujung-ujungnya menjadi trik marketing belaka, karena dalam prakteknya sekalipun keduanya bisa diaktifkan tapi tidak akan nyaman untuk digunakan. Radeon X1950XTX sekalipun masih belum memiliki perrforma yang cukup tinggi untuk menjalankan kedua fitur berat ini secara berbarengan. Sedangkan Geforce 8800 memiliki kinerja yang sangat powerful sehingga tidak masalah bila menjalankan HDR+AA secara simultan.

 


Realita = Virtual: DirectX 10 dan Shader Model 4 memungkinakan tampilan virtual Adrianne Curry seindah aslinya.

Selain itu beberapa fitur baru yang disupport oleh Geforce 8800 adalah DirectX10 dan Shader Model 4.
Karena telah mendukung DirectX10, maka Nvidia mengikrarkan Geforce8800 sebagai videocard pertama di dunia yang betul-betul dirancang untuk Windows Vista.
Salah satu terobosan pada DirectX10 adalah pemrosesan geometri yang 100% dapat diambil alih oleh GPU, sedangkan pada DirectX 9, CPU masih terlibat dalam proses ini.
Hal ini membuat beban kerja CPU jadi lebih enteng, dan sebaliknya kini  GPU yang bekerja lebih keras. Oleh karena itulah DirectX10 membutuhkan videocard dengan GPU yang lebih bertenaga.

Rendering process of "natural" hair DirectX 9 DirectX 10
Physical simulation on control points CPU GPU
Interpolate and tesselate control points CPU GPU (Geometric Shader)
Save tesselated hair into memory CPU GPU (Stream Output)
Render hair to deep shadow map GPU GPU
Render hair to deep buffer GPU GPU

GPU G80 merupakan chip prosesor grafis paling bertenaga di muka bumi. Didalamnya terpatri 681 juta transistor, jauh lebih banyak daripada jumlah transistor pada Radeon X1950XTX atau bahkan prosesor Intel Quad Core sekalipun. Hal ini menunjukkan superioritas teknologi GPU (videocard) dibanding CPU (prosesor).

 

redball.gif (916 bytes)Darimana angka 8800 berasal?


Score 3D Mark 06: Alasan logis kenapa Nvidia memilih angka 8800

Banyak kabar di luaran mengatakan bahwa alasan Nvidia memilih angka 8800 untuk generasi videocard terbarunya disebabkan karena angka tersebut adalah angka keberuntungan.
Hal ini tentu tidak mengherankan jika mengingat bahwa Nvidia adalah perusahaan yang pemiliknya (Jen-Hsun Huang) berasal dari Taiwan, dan kita tahu bahwa orang Asia menganggap angka 8 sebagai angka hoki/keberuntungan.

Tapi sebenarnya ada alasan yang lebih LOGIS lagi mengenai pemilihan angka 8800.
Bagi yang penasaran atas dasar apa Nvidia memilih penamaan generasi videocard terbarunya menggunakan angka 8800?
Jawabannya adalah: Itu adalah angka yang nyaris identik dengan angka hasil score 3D Mark 2006

Terlepas apakah ini suatu kebetulan atau bukan, namun yang jelas screenshot disamping menunjukkan bahwa score 3D Mark06 yang dihasilkan oleh Geforce 8800GTS 320MB dalam keadaan clock default (500/1600) berkisar di angka 8800-an.

 

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)ATI mulai kelelahan


Iklan ATI yang menyesatkan konsumen Indonesia:
Di era Geforce 8800 dengan 128 pixel shader, HDR, dan 16x Anti-Aliasing, ATI masih mengklaim VGA lawasnya sebagai kartu grafis nomor satu dengan kinerja gaming terunggul.

Slogan "Ultimate Vista Experience" juga tipuan belaka karena videocard yang diiklankan sama sekali tidak mensupport fitur DirectX 10 pada Windows Vista

Disaat Nvidia melakukan berbagai macam promosi hebat untuk mensukseskan Geforce 8800,  ATI yang selama ini menjadi rival utama yang rajin mengganggu kini tampaknya mulai kelelahan untuk menghadapi nvidia. Chip grafis R600 (Radeon seri HD2900) yang diharapkan dapat menyaingingi Geforce 8800 tak kunjung direalisasi.
Dalam kelelahan yang teramat sangat itu ATI kini lebih banyak menceritakan dongeng tentang R600 dan bahkan membual tentang kehebatan videocard seri lamanya yang notabene sudah ketinggalan jaman. Entah apakah karena ATI kini sudah mulai mengantuk atau mungkin sedang mengigau, namun yang jelas dalam iklan-iklannya yang terbaru, ATI justru mengklaim Radeon X1950 Pro sebagai videocard tercepat di dunia saat ini. Aneh bukan? Ini tentu merupakan kekonyolan sekaligus tipu muslihat paling keji di tahun 2007. (lihat iklan di samping)

Iklan menyesatkan seperti ini tentu saja hanya akan menjadi bahan tertawaan bagi para gamer yang melek hardware, namun tentu dapat mencelakan para konsumen awam yang miskin informasi.
Sekalipun ATI rajin menggembar-gemborkan dongeng tentang R600, namun mereka belum berani membuat iklan tentang R600, karena memang barangnya mungkin masih belum siap jual.
Videocard ATI Radeon HD 2900XT yang menggunakan chip grafis ATI R600 kabarnya memang telah ada yang diproduksi, namun pada saat artikel ini ditulis (23 April 2007) beritanya hanya sebatas tampilan foto-foto saja dan produknya tidak dijual di retailer online maupun toko-toko.
Jadi untuk saat ini fans ATI hanya disuguhi foto-foto R600 saja untuk menjadi bahan bermimpi. Sesungguhnya daripada berkhayal tentang R600 lebih baik mereka bermimpi tentang fotomodel Playboy yang dipakai Nvidia.

Tampaknya semenjak ATI kolaps dan kemudian diakuisi AMD, kekuatan pasukan merah ini di arena videocard tak lagi segarang ketika ATI masih merupakan perusahaan yang berdiri sendiri.
Kini sebagai perusahaan yang telah diakuisi dan merupakan bagian dari AMD yang bisnis utamanya adalah prosesor, maka wajar bila bisnis videocard tidak lagi menjadi prioritas utama. Bahkan cukup santer terdengar berita bahwa nama ATI akan dihapus oleh AMD.
Sialnya lagi, kondisi finansial AMD yang kian memburuk otomatis membuat ATI ikut terseret ke jurang kemiskinan. Ambruknya kondisi finansial ATI AMD dapat dilihat disini:
http://www.amd.com/us-en/Corporate/VirtualPressRoom/0,,51_104_543~116805,00.html
http://www.overclockers.com/tips01135/


Iklan ATI yang seharusnya: Karena R600 tak kunjung hadir, berarti semua produk ATI yang saat ini beredar di pasaran Indonesia masih menggunakan teknologi antik dan usang

Hal inilah yang mungkin menyebabkan ATI kini mulai kendur dan loyo dalam merespon serangan Nvidia. Dengan stamina yang loyo dan otot yang mulai kendur, tak ada yang dapat dilakukan ATI selain membual dalam iklan bahwa merekalah sang juara.

Sebagai pedagang chip grafis, ATI boleh-boleh saja membual layaknya penjual kecap yang selalu mengatakan bahwa produknya nomer 1. Namun ATI harus sadar bahwa bisnis VGA bukanlah bisnis kecap yang konsumennya ibu rumah tangga. Konsumen videocard adalah orang-orang yang melek teknologi dan tentu tahu bahwa chip grafis no. 1 di dunia saat ini adalah Geforce 8800 dan bukan ATI.

 

redball.gif (916 bytes)Perlukah Geforce 8800 mendapat pujian?

Nvidia memang patut diacungi jempol karena berhasil merilis Geforce 8800 yang mengusung teknologi terbaru di dunia videocard. Namun perlukah kita memberi pujian yang berlebihan terhadap produk yang mengusung teknologi terbaru? Jawabannya adalah tidak.
Pujian yang berlebihan baru layak diberikan pada produk berteknologi terbaru namun dijual dengan harga murah alias terjangkau. Buat apa teknologi baru bila harganya mahal. Teknologi terbaru tidak ada gunanya bila harganya terlalu mahal. Teknologi yang berguna bagi konsumen adalah teknologi terbaru yang harganya terjangkau untuk dibeli.

Selama ini teknologi yang dimiliki Geforce 8800 harus ditebus dengan harga cukup mahal oleh konsumen. Untuk mencicipi teknologi terbaru ini, konsumen harus merogoh kocek sekitar $600 untuk menebus videocard Geforce 8800 GTX.
Dengan harga selangit tersebut, jelas teknologi Geforce 8800 tidak dapat dirasakan dan tidak dapat memberi manfaat bagi mayoritas konsumen.

Sekalipun Geforce 8800GTX layak menyandang gelar videocard tercepat di dunia, namun videocard ini belum menjadi produk yang layak dipuji karena harga jualnya yang masih selangit. Bagi yang tak mampu membeli Geforce 8800GTX, Nvidia memang juga melansir Geforce 8800GTS yang lebih murah, namun harganya yang masih berkisar di $475 tetap saja dirasa terlalu mahal bagi mayoritas gamer.

Teknologi tercanggih dengan harga mahal bukanlah sesuatu yang luar biasa dan tidak layak mendapat pujian.  Yang layak mendapat pujian adalah produk dengan teknologi tercanggih namun dijual dengan harga murah atau dengan harga yang sama dengan produk berteknologi lama.

Produsen manapun harus ingat bahwa prinsip utama yang dipegang mayoritas konsumen adalah: "Memperoleh barang sebagus mungkin namun dengan harga semurah mungkin".
Pujian baru layak diberikan bagi  produk yang memenuhi prinsip utama konsumen tersebut.
Beberapa produsen sudah berusaha memenuhi prinsip tersebut, dan mereka menghasilkan beberapa produk yang layak dipuji sebagai berikut:

- Core2 Duo patut dipuji karena perfomanya jauh lebih tinggi dibanding Athlon64 X2 yang harganya lebih mahal.
- Nokia 6275i patut dipuji karena memiliki fitur lebih lengkap daripada Nokia 6265i namun dengan harga jual yang jauh lebih murah.
- Daihatsu Xenia layak dipuji karena ukurannya lebih lega namun harganya lebih murah dibanding Hyundai Getz yang berukuran lebih kecil.
- Yamaha Jupiter MX layak dipuji karena telah menggunakan pendingin radiator dan suspensi monoshock namun harga jualnya lebih murah daripa Honda Supra Fit yang masih mengandalkan pendingin mesin konvensional dan suspensi biasa.
- Kentucky Fried Chicken patut dipuji karena menjual "paket attack 5000-an" yang harganya jauh lebih murah daripada harga ayam goreng di warung pinggir jalan yang notabene tempatnya tidak ber-AC.
Jadi pada intinya produk yang layak dipuji adalah produk yang lebih bagus namun dijual dengan harga yang lebih murah daripada produk yang lebih buruk.
Atau dengan kata lain: "Konsumen ingin dapat Mercy tapi dengan harga Daihatsu"
Begitu pula Geforce seri 8 baru layak mendapat pujian dari konsumen bila harganya sama atau lebih murah daripada Geforce 7.

Konsumen ibarat raja yang keinginannya seringkali dituruti oleh beberapa produsen, tak terkecuali Nvidia. Oleh karena itu baru-baru ini telah muncul Geforce 8800GTS versi ekonomis (dengan memory cuma 320MB) yang harganya cukup murah dan performanya hanya selisih tipis dengan Geforce 8800GTS versi mahal (640MB).
Dengan harga di kisaran $380, berarti Geforce 8800GTS 320MB ini lebih murah dan tentu lebih cepat daripada Geforce seri 7 papan atas seperti Geforce 7900GTX, 7950GX2 ataupun Radeon seri tercepat yaitu X1950XTX.
Hal inilah yang membuat Geforce 8800GTS 320MB merupakan produk yang layak mendapat pujian. Sedangkan Geforce 8800GTX justru boleh dicerca karena menyandang gelar videocard yang harganya paling menguras dompet konsumen.

Yang membedakan antara Geforce 8800GTS versi murah dan mahal hanyalah pada jumlah memorynya saja (320MB vs 640MB), sedangkan clock speed maupun jumlah pipeline (shader processor) yang dimiliki sama, yaitu 585/1700 dan 96 shader. Oleh karena itu performanya hanya selisih sedikit saja. Perbedaan performa yang agak signifikan antara geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB hanyalah terjadi pada game tertentu saja yang rakus dalam hal texture storing (misal Company of Heroes). Namun jumlah system RAM yang besar (misal 2GB) terbukti mampu mengurangi perbedaan performa antara Geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB.
Apalagi bila resolusi yang digunakan hanyalah 1280x1024 maka perbedaan performa antara 320MB dan 640MB sangatlah minim.
Yang jelas, biaya penambahan system RAM dari 1GB ke 2GB (sekitar $50) masih jauh lebih murah daripada selisih harga antara Geforce 8800GTS 320MB dengan 640MB (sekitar $100).

Geforce
8800 GTX
($650)
Geforce
8800 GTS
($350-$475)
Geforce
7900GTX
($550)
Radeon
X1900XTX
($550)
Codename G80 G80 G71 R580
Proses Manufacturing 90nm 90nm 90nm 90nm
Jumlah transistor 681 juta 681 juta 278 juta 384 juta
GPU Clock 575 MHz 500 MHz 650 MHz 650 MHz
Jumlah Pixel Shader prosesor 128 96 24 48
Jumlah Vertex Shader prosesor 128 96 8 8
Geometry Shader support yes yes no no
Vertex Shader Texturing yes yes yes no
Shader Particles yes yes yes no
Jumlah Texture Mapping Unit 32 24 24 16
Jumlah Raster Operating Unit 24 20 16 16
Mermory size 768 MB 320/640 MB DDR3 DDR4
Mermory type DDR3 DDR3 DDR3 DDR4
Mermory controller bus 384 bit 320 bit 256 bit 256 bit
Mermory clock 1800 MHz 1600 MHz 1600 MHz 2000 MHz
Mermory bandwith 86.4 GB/s 64.0 GB/s 64.0 GB/s 64.0 GB/s
HDR technology 128 bit 128 bit 64 bit 64 bit
HDR + FSAA yes yes no yes
Ultra Shadow Technology yes yes yes no
DirectX technology 10 10 9c 9c
Shader Model technology 4.0 4.0 3.0b 3.0b
Built-in HDCP supprt yes yes optional yes

Dari tabel perbandingan diatas terlihat bahwa Geforce 88000GTS mememiliki fitur teknologi yang jauh lebih lengkap dibanding videocard high-end generasi sebelumnya, yaitu Geforce 7900GTX dan Radeon X1950XTX   yang harganya justru lebih mahal. Harga Geforce 8800GTS 320MB bahkan nyaris cuma setengah dari harga kedua tipe videocard high-end generasi lama tersebut.
Sekalipun radeon X1950XTX menggunakan memory DDR4 yang berjaln di clock lebnihy tinggi, namun memory controller bus-nya cuma 256 bit maka memory bandwithnya jauh dibawah Geoforce 8800GTX atau sama dengan Gefroce 8800GTS yang mengandalkan DDR3 dengan clock yang lebih rendah.

Di sini terlihat bahwa Geforce 8800GTS 320MB merupakan videocard yang paling layak dibeli karena memiliki kinerja tinggi dan fitur terkini (DirectX 10, SM4) namun dengan harga jual jauh lebih murah daripada videocard generasi sebelumnya yang lebih lambat dan kuno.
Ini berarti Geforce 8800GTS 320MB boleh ditahbiskan sebagai videocard yang LAYAK DIPUJI karena memenuhi prinsip dasar keinginan mayoritas konsumen.

 

redball.gif (916 bytes)Perbandingan spek Nvidia Geforce 8800 vs. videocard lainnya

Dalam iklan konyol ATI yang telah dijelaskan sebelumnya, terlihat bahwa ATI membangga-banggakan Radeon X1950 Pro sebagai videocatd no.1 dengankinerja tercepat. Padahal bila anda lihat pada tabel di bawah, videcrad ini termasuk kasta bawah bila dibandingkan dengan Geforce 8800.

price manuf
process
# shader
pixel/vertex
Clock
GPU
Clock
memory
Memory
bus
Memory
type / size
DirectX
SM
Theoritical
fillrate
Theoritical
mem bandwith
Geforce 8800GTX (G80) $650 90nm 128 / 128 575 MHz 900 (1800) MHz 384-bit DDR3 / 768 MB 10 / 4 13.80 GP/s 86.40 GB/s
Geforce 7950GX2 (G71) $600 90nm 24 / 8 500 MHz 600 (1200) MHz 256-bit DDR3 / 1 GB 9 / 3 8.00 GP/s 38.40 GB/s
Radeon X1950XTX  (R580) $550 90nm 48 / 8 650 MHz 1000 (2000) MHz 256-bit DDR4 / 512 MB 9 / 3 10.40 GP/s 64.00 GB/s
Geforce 7900GTX (G71) $550 90nm 24 / 8 650 MHz 800 (1600) MHz 256-bit DDR3 / 512 MB 9 / 3 10.40 GP/s 51.20 GB/s
Geforce 8800GTS (G80) $475 90nm 96 / 96 500 MHz 800 (1600) MHz 320-bit DDR3 / 640 MB 10 / 4 10.00 GP/s 64.00 GB/s
Geforce 8800GTS (G80) $375 90nm 96 / 96 500 MHz 800 (1600) MHz 320-bit DDR3 / 320 MB 10 / 4 10.00 GP/s 64.00 GB/s
Geforce 7950GT (G71) $350 90nm 24 / 8 570 MHz 700 (1400) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB 9 / 3 9.12 GP/s 44.80 GB/s
Radeon X1900XT  (R580) $330 90nm 48 / 8 625 MHz 725 (1450) MHz 256-bit DDR3 / 512 MB 9 / 3 10.00 GP/s 46.40 GB/s
Geforce 7900GTO (G71) $320 90nm 24 / 8 650 MHz 690 (1380) MHz 256-bit DDR3 / 512 MB 9 / 3 10.40 GP/s 44.16 GB/s
Radeon X1950 Pro (RV570) $250 80nm 36 / 8 575 MHz 690 (1380) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB 9 / 3 6.90 GP/s 44.16 GB/s
Geforce 7900GS (G71) $200 90nm 20 / 7 450 MHz 660 (1320) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB 9 / 3 7.20 GP/s 42.24 GB/s

Jelas Radeon X1950 Pro saat ini tidak layak menyandang gelar apapun yang menyebutkan kata "nomer satu" ataupun "tercepat". Dengan theoritical fillrate dan memory bandwith yang jauh dibawah Geforce 8800 termurah, kehebatan videocard ini hanyalah omong kosng di iklan semata.
Jangankan bermimipi mengalahkan Geforce 8800, bahkan untuk menyentuh Geforce 7900 GTO saja kesulitan.

Semenjak kemunculan Geforce 8800GTS, videocard high-end generasi sebelumnya menjadi tidak layak dibeli. Saat ini sungguh suatu kesalahan fatal bila membeli Geforce 7950GT, 7900GTX, 7950GX2, Radeon X1950XT, ataupun X1950XTX. Kecuali bila anda mendapatkan videocard-videocard semacam ini dengan "harga obral jual rugi" yang separuh dari harga Geforce 8800GTS yang termurah.
Geforce 7900GTO dengan harga cuma $320 memang dapat dirubah 100% menjadi Geforce 7900GTX yang aslinya seharga $550, namun perlu diingat bahwa performa 7900GTX sekalipun masih dibawah Geforce 8800 termurah. Dan harga Geforce 7900GTO hanya selisih sedikit dibanding Geforce 8800 termurah.

Dari tabel ditas terlihat bahwa baik Geforce 8800GTS 320MB dan 640MB menjadi videocard yang sangat layak dibeli karena harganya masih dibawah videocard kelas high-end dari generasi sebelumnya.
Oleh karena itu pada artikel ini akan dibahas secara khusus perbandingan antara Geforce 8800GS versi 640MB dan 320MB, dan tentunya juga perbandingan performanya dengan videocard generasi lama yang harganya lebih mahal.

 

 


NEXT PAGE (Geforce 8800GTS ASUS & MSI) >

Intel Seminar with Budz Kay

 

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2006 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem