Tak dapat dipungkiri bahwa jenis VGA terlaris di
Indonesia adalah VGA kelas value (ekonomis) dengan harga yg berkisar Rp 500 ribu ke bawah
($60 kebawah).
Demi mengikuti permintaan pasar, para produsen VGA juga banyak merilis jenis VGA
terbaru yg tergolong kelas value. Sehingga dengan dana mepet, kini anda sudah dapat
memiliki VGA card anyar seperti Geforce FX5200SE, Radeon 9200SE, dan Geforce4 MX440SE.
Bagaimanakah performa VGA card tersebut bila dibandingkan dgn VGA lawas seperti
Geforce 256 DDR? Dan mampukah mereka semua semua menghadapi VGA onboard Xabre 200 yg murah
meriah tapi konon mampu mengalahkan semua VGA card kelas value? Simak tawuran masal ini
dalam kondisi standard maupun overclock...
KODE "SE" YANG SERINGKALI MENYESATKAN
Banyak konsumen maupun penjual yg sering salah mengartikan
kode "SE" pada VGA card. Mereka mengira kode "SE" tsb merupakan
singkatan dari "Special Edition" yg menyiratkan kinerja lebih tinggi. Padahal
kode "SE" menunjukkan bahwa VGA tersebut tergolong kelas Value (kelas ekonomis).
GeforceFX 5200SE, Radeon 9200SE, dan Geforce4 MX440SE merupakan VGA card yg
menyandang gelar "SE" yg harganya berkisar $60 ke bawah (Rp.500 ribu ke bawah).
Untuk masuk ke kelas VGA value beberapa cara dilakukan oleh produsennya agar
harganya menjadi murah & terjangkau, mulai dari pengurangan feature yg tidak esensial
hingga penggantian jenis memory.
Cara yg paling umum dipakai untuk menurunkan harga adalah dgn menggunakan memory
jenis DDR 64bit. Meski dampak penurunan performanya cukup drastis, namun penurunan
harganya juga banyak yaitu berkisar $20-$40, atau lebih murah hampir 50% dibanding VGA
serupa yg menggunakan memory DDR 128bit.
Sebagai catatan, harga GeforceFX 5200 non-SE & Radeon 9200 non-SE yg
menggunakan memory DDR 128bit harganya berkisar $80 keatas dan tentu tak bisa
dikategorikan sebagai VGA kelas value.
|
GeforceFX
5200 SE |
Radeon
9200 SE |
Geforce4
MX440 SE |
Geforce
256 DDR |
Xabre200 |
| produsen |
NVidia |
ATI |
NVidia |
NVidia |
SiS |
| core
technology |
0.15 micron |
0.15 micron |
0.15 micron |
0.22 micron |
0.15 micron |
| jenis |
VGA card |
VGA card |
VGA card |
VGA card |
Onboard VGA |
| clock
GPU/mem |
270/333 |
200/333 & 200/400 |
275/333 |
120/300 |
200/400 |
| memory
type |
DDR 64-bit
(ekuivalen SDRAM) |
DDR 64-bit
(ekuivalen SDRAM) |
DDR 64-bit
(ekuivalen SDRAM) |
DDR 128-bit |
DDR 128-bit |
| memory
size |
128MB |
64MB |
64MB |
32MB |
64MB |
| DirectX
support |
DirectX 9 |
DirectX 8.1 |
DirectX 7 |
DirectX 7 |
DirectX 8.1 |
| Pixel
Shader |
versi 2.0 |
versi 1.4 |
No support |
No support |
versi 1.3 |
| AGP
interface |
AGP 8X |
AGP 8X |
AGP 8X |
AGP 4X |
AGP 8X |
| Harga |
$63 |
$45 |
$43 |
$35 |
$10 |
Pada tabel diatas terlihat bahwa pada sebagian besar VGA card
kelas value penggunaan DDR-64 bit adalah keharusan agar harganya bisa berada di kisaran
$60 ke bawah. Perkecualian adalah Geforce 256 DDR & VGA onboard Xabre 200 yg meski
menggunakan DDR 128 bit namun harganya cukup murah.
Bila melihat feature pada tabel perbandingan diatas, terlihat bahwa VGA onboard
Xabre 200 yg harganya paling murah itu justru yg paling tidak memiliki kelemahan fatal.
SALAH KAPRAH SEPUTAR GAME DENGAN SUPPORT FEATURE DIRECT X 9
Banyak orang awam yg sering menduga bahwa VGA yg hanya
mensupport feature DirectX 7 tidak akan bisa dipakai untuk menjalankan game DirectX 8.1
dan Direct X 9. Ini adalah salah kaprah. Sebab hingga saat ini belum ada satupun developer
game yg membuat game yg khusus hanya bisa dijalankan pada VGA berfeature DirectX 8.1 atau
DirectX 9 saja.
Jadi kalau sebuah VGA tidak mampu mendukung feature DirectX 9 bukan berarti VGA
tersebut tidak kompatibel / tidak bisa dipakai utk menjalankan game DirectX 9. Pada
kondisi tsb game tetap bisa jalan normal, hanya saja ada beberapa efek pemanis yg
dihilangkan.
Asal tahu saja. Game DirectX 9b paling gres seperti Need For Speed Underground saja
masih bisa dimainkan dgn normal menggunakan VGA lawas seperti Geforce 256 (Geforce
generasi pertama). Jadi jangan khawatir anda tak bisa main game hanya karena anda
menggunakan VGA kelas value.
Semua game dirancang utk bisa dijalankan meski pada VGA yg hanya support feature
DirectX 7sekalipun. Ini tentu supaya game tersebut dapat dinikmati semua orang (supaya
laku).
Selama ini hanya software benchmark saja yg dibatasi penggunaannya utk VGA
ber-feature DirectX 8.1 & DirectX 9 saja (misal 3DMark2001, 3DMark2003).
FANATISME TERHADAP MERK: MENCERMINKAN KURANGNYA PENGETAHUAN TEKNIS
Artikel ini membahas produk kelas value (ekonomis) dengan
merk yg mungkin saja belum anda kenal. Merk seperti ECS/PCCHIPS dan Inno3D memang tidak
sepopuler merk ASUS dan VISIPRO. Tak dapat dipungkiri bahwa 2 merk terakhir yg saya sebut
ini memang cukup akrab di benak orang awam sekalipun, ini tentu karena gencarnya iklan yg
mereka lakukan.
Perlu diingat bahwa kurang populer bukan berarti lebih jelek secara teknis. Justru
seringkali merk yg kurang populer malah lebih murah dan lebih unggul secara teknis,
sedangkan merk yg lebih populer malah secara teknis kalah tapi harganya lebih mahal akibat
tingginya budget iklan mereka.
Meskipun namanya tidak setenar ASUS, namun ECS / PCCHIPS merupakan produsen motherboard
terbesar no.1 di dunia. Nama mereka memang tidak dikenal semua orang, karena mereka memang
tak terlalu sering ber-iklan tapi lebih banyak memproduksi. Dengan kata lain, mereka
adalah perusahaan yg "sedikit bicara tapi banyak bekerja". Volume
penjualannya bahkan menempati rangking no.1 di dunia (mengalahkan ASUS).
Bagi konsumen yg buta teknis & tidak mengikuti
perkembangan IT, maka dalam membeli barang mereka hanya akan berpatokan pada merk yg akrab
di telinga. Jadi keputusan membeli akhirnya bukan didasarkan atas keunggulan teknis tapi
karena popularitas merk belaka.
Padahal cukup banyak merk-merk lain di luar sana yg sebenarnya lebih unggul dan lebih
murah. Tapi barang-barang seperti itu (barang murah tapi bagus) tentu saja hanya akan
diketahui oleh orang yg paham teknis saja. Sedangkan bagi orang yg awam IT mereka akhirnya
hanya akan membeli barang yg lebih mahal & lebih populer (tapi belum tentu lebih
bagus).
Sama halnya bila seseorang kurang paham dengan dunia
otomotif, maka ia tahunya mobil sport yg paling cepat adalah Ferrari. Padahal orang yg
akrab dengan dunia balap jalanan tahu bahwa Ferrari dapat dikalahkan oleh sedan jepang
Nissan Skyline GTR yg harganya jauh lebih murah.
Begitulah realita hidup...konsumen yg paham seluk beluk teknis selalu akan mendapat
barang yg bagus tapi murah. Sedangkan konsumen awam yg ingin mendapat barang bagus, hanya
akan mendapat barang yg mahal-mahal saja.
INNO3D GEFORCE FX5200 SE (128MB) : HANYA BERBEKAL DIRECTX 9 BELAKA

Meskipun performa dan kemampuan overcloknya tergolong biasa saja, namun karena dibekali
feature DirectX9 anda terpaksa harus menebusnya jauh lebih mahal drpd VGA value yg lain.
Harga: $63 |
GeforceFX 5200SE memang patut dinobatkan sebagai
satu-satunya VGA kelas value yg mendukung feature DirectX 9. Hal ini merupakan suatu daya
tarik yg terbukti berhasil menarik minat banyak konsumen.
Tapi tak banyak yg tahu bahwa adanya feature DirectX 9 tersebut sebenarnya hanyalah
sebuah trik marketing belaka. Bukan karena support feature tsb tidak benar-benar ada,
namun digunakannya feature tsb akan membuat performa VGA ini jadi sangat pelan hingga
akhirnya tak layak dipakai utk main game.
Ujung-ujungnya kita terpaksa hanya menggunakan feature DirectX 8.1 saja bila ingin
menikmati kinerja yg layak.
Ini berarti adanya dukungan feature DirectX 9 itu sebenarnya sia-sia belaka bagi
konsumen, tapi bagi Nvidia adanya feature tsb malah dijadikan alasan untuk menjualnya
lebih mahal dibanding VGA kelas value lainnya.
Meski harga GeforceFX 5200SE adalah yg termahal dibanding
semua VGA kelas value, namun ini tidak membuatnya menjadi yg paling unggul dalam hal
kinerja.
Faktor utama yg membuat kinerja GeforceFX 5200SE kurang bagus adalah karena
digunakannya memory DDR 64bit yg notabene performanya sangat pelan (setara SDRAM).
Nvidia memutuskan menggunakan memory jenis murahan ini supaya harga VGA cardnya ini dapat
diturunkan sehingga masuk ke kategori kelas "value".
Namun keputusan tersebut mengakibatkan VGA card ini nantinya seringkali dipermalukan oleh
Geforce generasi yg lebih tua dan bahkan dikalahkan oleh VGA onboard yg harganya jauh
lebih murah.

HSF Blue Orb: Sayangnya clock GPU tetap saja tidak dapat digenjot terlau tinggi |

Elixir 5ns: Hanya mampu dipaksa berjalan sampai 410MHz tanpa artifact |
Dalam hal kemampuan overclock, GeforceFX 5200SE juga lebih
buruk dibanding pendahulunya.
Core VGA ini hanya mampu stabil dioverclock hingga 290MHz saja. Ini berarti cuma kenaikan
sebesar 20Mhz diatas standardnya yg 270MHz.
Sedangkan memory Elixir 5ns yg digunakan pada VGA ini mampu dioverclock hingga 410MHz,
suatu angka yg tidak terlalu spesial mengingat 400MHz adalah kecepatan yg masih wajar utk
memory 5ns.

Pendingin komponen: meredam panas yg dihasilkan MOSFET voltage regulator |
Ukuran memory sebesar 128MB sebenarnya terlalu berlebihan.
Tapi lagi-lagi ini adalah akal bulus Nvidia demi menarik konsumen yg biasanya
terobsesi dgn kapasitas memory besar, tanpa melihat jenis memory yg digunakan.
Pengalaman & ribuan pengujian telah membuktikan bahwa ukuran memory sangat
sedikit pengaruhnya terhadap performa. Yang jauh lebih berpengaruh adalah jenis memory dan
clock memory.
Bila yg digunakan adalah memory DDR 64bit, maka mustahil bisa mendapat kinerja yg
tinggi, meski kapasitasnya 256MB sekalipun.
Ukuran memory yg besar baru dapat membawa sedikit manfaat pada kelas VGA High-end
yg notabene menggunakan DDR 128bit/256bit. Itupun jika feature FSAA diaktifkan pada
resolusi tinggi. Sedangkan kondisi seperti tsb jelas tak mungkin diterapkan pada VGA kelas
value.
Adanya dukungan feature DirectX 9 pada GeforceFX 5200SE jelas
tidak bisa dijadikan alasan utama untuk membeli VGA ini.
Dengan harga yg tergolong paling mahal utk ukuran VGA kelas value, performa
GeforceFX 5200SE sebenarnya tidak terlalu beda jauh dibanding Geforce4 MX440SE. Namun
paling tidak GeforceFX 5200SE mampu mendukung feature DirectX 8.1 yg jelas-jelas masih
layak diimplementasikan utk bermain game, namun jelas tidak disupport Geforce4 MX440SE.
ECS RADEON 9200 SE (64MB): MEMBUAT GEFORCE 4MX KALANG KABUT

Dengan harga $45 anda hampir mendapat segalanya : Perfoma yg bagus,
DirectX 8.1 feature support, Dual VGA out (DVI), TV-out.
Sayangnya ATI mengunci kemampuan overcloknya. |
Dominasi Nvidia sebagai produsen chip grafis memang
akhirnya berhasil dipatahkan oleh ATI.
Dengan meluncurkan chip grafis yg lebih murah dan performa yg lebih unggul akhirnya
ATI berhasil menjadi market leader VGA saat ini. Cukup banyak produsen VGA card yg
berbondong-bonfong pindah ke kubu ATI dan tidak membuat VGA card Geforce lagi.
ECS adalah salah satu produsen VGA card yg juga memilih ATI.
Radeon 9200SE merupakan VGA kelas value yg berlimpah dengan
feature, yaitu support feature DirectX 8.1, Dual VGA Display (DVI), dan TV-out. Dengan
harga yg setara dgn Geforce4 MX440SE yg jelas lebih kuno, Radeon 9200SE jelas lebih
menarik utk dibeli.
Kemasan VGA card buatan ECS ini juga akan membuat anda tak akan mengira bahwa ini
adalah VGA kelas value. Boxnya dibuat sangat mewah dengan efek pelangi metalik &
gambar dinosaurus yg siap menerkam. Bundle software & game yg disertkaan juga bermutu.
Bahkan ada bonus kaos utk pembelian VGA yg harganya sudah sangat murah ini.
Dengan harga yg setara dengan VGA buatan ECS ini, paling-paling anda cuma bisa
mendapat Geforce4 MX440SE dengan kemasan ala kotak martabak pinggir jalan, dan
tentunya tanpa bonus apapun.
Dari segi performa, teknologi, dan feature jelas Geforce4 MX440SE kalah jauh
dibanding Radeon 9200SE.

Tanpa fan: Heatsink unik ini sudah cukup utk meredam chip ATI yg memang tidak terlalu
panas. |
Karena dibuat dengan proses manufakturing yg baru suhu chip
Radeon 9200SE juga tergolong cukup adem, sehingga kehadiran fan mutlak tidak diperlukan

Memory Hynix 4ns: Sayang performanya tak dapat dicoba
melewati 400MHz karena ATI mengunci clock pada BIOS VGA. |
Seperti VGA card kelas "SE" (value) lainnya, Radeon 9200SE juga
menggunakan memory DDR 64bit yg performanya tentu sangat pelan (setara dgn SDRAM).
Hal ini diperparah lagi dgn keputusan ATI untuk mengunci BIOS VGA sehingga tindakan
overclocking tak bisa dilakukan.
Terus terang ini adalah tindakan yg sangat bodoh dan merugikan konsumen.
Andaikan VGA ini dapat dioverclock bukan mustahil ia akan mampu meraih posisi puncak di
beberapa benchmark. Tapi mungkin hal itulah yg dikhawatirkan ATI, sebab bila jadinya
terlalu kencang mereka takut nantinya konsumen akan malas membeli produk yg lebih mahal.
Kondisi standard clock yg hanya 200/333 (GPU/mem) sebenarnya masih mampu didongkrak dengan
menggunakan BIOS VGA untuk memory 4ns. Mengingat VGA card buatan ECS ini menggunakan
memory Hynix 4ns, maka tindakan flashing BIOS VGA untuk merubah clock menjadi 200/400
tentu wajib dilakukan. Sebab peningkatan kinerja yg dihasilkan sangat banyak.
ATI masih mengijinkan adanya BIOS VGA yg mematok memory clock pada angka 400MHz, karena
ini tidak mereka anggap sebagai tindakan overclocking. Namun kebanyakan Radeon 9200SE
diasumsikan menggunkan memory 5ns sehingga memory clocknya dipatok 333MHz.
Cukup disayangkan bahwa meski di internet sudah banyak BIOS crack untuk menghilangkan
proteksi overclock pada Radeon 9700 & 9800, namun belum ada yg utk Radeon 9200SE. Jadi
satu-satunya cara utk mendapat peningkatan kinerja adalah dengan melakukan update BIOS VGA
dari Standard 200/333 ke Standard 200/400.
INNO3D GEFORCE4 MX440 SE (64MB): JAGO OVERCLOCK YANG BAKAL JADI ALMARHUM

Berjalan menuju kuburan: Harganya masih berkisar $43, padahal performa dan feature-nya
sudah tertinggal jauh oleh ATI R9200SE yg harganya nyaris sama.
Keunggulannya hanyalah pada kemampuan overclocknya yg hebat |
Tak dapat dipungkiri bahwa Geforce4 MX merupakan VGA
laris yg populer di pasaran.
Padahal sebenarnya Geforce4 MX masih menggunakan teknologi core yg sama persis
dengan Geforce 2.
Perbedaannya hanyalah pada pembenahan pada arsitekur memorynya.
Namun konyolnya, memory yg digunakan pada Geforce4 MX440SE adalah jenis DDR 64bit
yg notabene performanya setara SDRAM (setengah dari DDR 128bit).
Ini berarti usaha pembenahan arsitektur memory tersebut seakan "diralat"
lagi karena penggantian jenis memory dengan yg lebih pelan.
Anehnya lagi, Geforce4 MX440 non-SE (DDR 128bit) sudah hilang dari peredaran karena
harganya dianggap terlalu mahal. Jadi yg ada hanyalah Geforce4 MX440SE (DDR 64bit) yg
performanya identik dengan Geforce 2.
Meski demikian, core Geforce4 MX440SE tersebut masih
menjanjikan kemampuan overclock yg lebih tinggi drpd core lawas Geforce2.
Bahkan dibanding VGA card value lainnya, Geforce4 MX440SE paling banyak peningkatan
kinerjanya bila dioverclock.
Bahkan tak jarang VGA ini mampu mengalahkan GeforceFX 5200SE yg dioverclock sekalipun.

HSF Blue Orb: cukup diperlukan karena core GF4 MX440 mampu digenjot cukup tinggi |

Tak terkenal tapi lumayan: Meski merknya tak terkenal namun memory 5ns ini sanggup
dioverclock hingga 451MHz |
Core VGA ini terbukti mampu dioverclock hingga 350MHz.
Kenaikannya sebesar 80MHz dari asalnya yg cuma 270MHz. Ini tentu jauh lebih tinggi drpd
core GeforceFX 5200SE yg kenaikannya cuma 20MHz saja.
Meski memory Geforce4 MX400SE tergolong jenis DDR 64-bit,
namun untungnya memory 5ns yg digunakan pada VGA ini terbukti mampu digenjot hingga 451MHz
(standardnya cuma 333MHz). Ini paling tidak sedikit menghilangkan bottleneck di arsitektur
memory.
Kelemahan utama Geforce4 MX440SE yg patut dipermasalahkan
adalah tidak adanya support utk feature DirectX 8.1 & harganya yg tergolong
"mahal" karena setara dengan Radeon 9200SE yg notabene mensupport feature
DirectX 8.1.
Tampaknyan nVidia terlau serakah dalam mematok harga chip VGA mereka, sekalipun itu
chip lawas. Makanya tidak menghernakan bila banyak produsen VGA card yg berbondong-bondong
mulai pindah ke kubu ATI. Dengan kondisi-kondisi seperti itu, kelayakan utk membeli VGA
ini tentu patut dipertanyakan.
WINFAST GEFORCE 256 DDR 32MB : KHARISMA PAK TUA PENJAGA KUBURAN

Kejayaan dari masa lalu: Geforce generasi pertama ini ternyata masih sanggup mengimbangi
Geforce FX5200SE yg notabene 4 tahun lebih muda.
Harga: $35 |
Realita pasar hardware di Indonesia memang aneh. Masih
banyak barang-barang purba yg beredar di pasaran, dan itu bukanlah barang bekas, tapi
dijual sebagai barang baru & bergaransi.
Seharusnya barang-barang tsb sudah masuk liang kubur, tapi nyatanya barang tersebut
masih berkeliaran ibarat mayat hidup !!!
Geforce256 DDR yg notabene produksi tahun 2000 ternyata masih
dapat anda beli. Jangankan Geforce 256, bahkan Riva TNT yg notabene dibuat 6 tahun lalu
saja masih ada yg jual. Konyolnya lagi masih ada saja orang tolol yg membeli bangkai busuk
RIVA TNT yg notabene GPU-nya belum dilengkapi T&L unit. (VGA onboard saja rata-rata
sudah pakai T&L unit)
Tak mungkin saya membahas RIVA TNT disini karena baunya
terlalu busuk dan menurut saya performanya bahkan masih terlalu pelan untuk masuk ke kelas
value.
Sedangkan Geforce 256 DDR meski juga tergolong lawas, namun masih punya kharisma
dan kekuatan untuk menghadapi VGA value keluaran terbaru.
Ini tak lain karena di masa jayanya dulu, Geforce 256 adalah VGA kelas High-end yg
dijual seharga $250 (4 tahun yg lalu).
Sedangkan saat ini harganya cuma berkisar $35 saja.
Namun karena mantan VGA high-end, tentu saja ada feature high-end yg masih menyertainya,
yaitu memory DDR 128bit yg notabene jauh lebih cepat dibanding memory yg dipakai pada
GeforceFX 5200SE, Radeon 9200SE, dan Geforce4 MX440SE.
Penggunaan DDR 128bit cukup membantu mendongrak kinerja GPU yg cuma berjalan di
clock 120MHz.
Meski usianya sudah uzur, VGA ini masih dapat stabil
dioverclock ke 155/365 (GPU/mem).
Memang kenaikannya tidak terlalu banyak dari standardnya yg cuma 120/300.
Namun nanti dapat anda anda saksikan pada beberapa benchmark, GeforceFX 5200SE sekalipun
harus mengakui kehebatan si tua bangka berwajah peot ini.

Teknologi chipnya purba (0.22 micron): HSF diperlukan karena suhu yg dihasilkan cukup
panas meski core clock-nya tidak setinggi chipset VGA baru. |
Geforce256 merupakan chip Geforce generasi pertama sekaligus chip VGA pertama yg
mengimplementasikan T&L unit, yaitu feature yg dapat memindahkan beban grafis dari CPU
ke GPU. Dulu hal ini cukup menghebohkan, tapi sekarang sudah merupakan hal
yg biasa, karena VGA onboard kelas kacangan sekalipun rata-rata sudah memiliki T&L
unit.
Saat itu GPU yg mampu berjalan di clock 120MHz juga sudah dianggap cepat karena
keterbatasan proses manufacturing 0.22 micron saat itu. Bandingkan dengan clock VGA
onboard masa kini yg bahkan sudah melaju diatas 200MHz.
Meskipun demikian, VGA jaman purba ini masih menyimpan tenaga terpendam yg hingga
saat ini masih dapat membuat VGA value keluaran terbaru kalang kabut. Apalagi kalau bukan
DDR 128 bit yg dimilikinya.

Memory buatan Jerman: Winfast mempergunakan memory DDR 128bit 6ns buatan Infineon yg cukup
disegani di masanya |

Tua bangka: Produksi tahun 2000, tapi masih beredar di pasaran hingga kini |
Meski ukuran memorynya hanya sebesar 32MB saja, pengalaman
& ribuan penguijian telah membuktikan bahwa ukuran memory sangat sedikit pengaruhnya
terhadap performa.
Yg jauh lebih berpengaruh adalah jenis memory dan clock memory.
Ukuran memory yg besar baru dapat membawa sedikit manfaat pada kelas VGA High-end
jika feature FSAA diaktifkan pada resolusi tinggi. Sedangkan kondisi seperti tsb jelas tak
mungkin diterapkan pada VGA kelas value.
PCCHIPS M847LU : VGA ONBOARD YANG MAMPU MENGALAHKAN VGA CARD !!

PCCHIPS M847LU: Motherboard dengan VGA onboard yg mampu mengalahkan VGA card yg diuji di
artikel ini.
Harga motherboard+VGA bahkan cuma $65 (setara dengan harga sebuah VGA card
Geforce FX 5200SE). Ini berarti harga VGA onboardnya itu sendiri hanya berkisar $10 saja. |
Performa VGA onboard seringkali diremehkan orang.
Bahkan tidak jarang ada orang yg begitu anti-nya dengan VGA onboard.
Namun orang-orang seperti itu kini harus menelan lagi ludah mereka sendiri karena
telah muncul motherboard dengan VGA onboard yg performanya bahkan mampu mengalahkan VGA
card keluaran baru sekalipun.
PCCHIPS "Game Demonio" M847LU merupakan satu-satunya
motherboard dgn VGA onboard tercepat didunia.
Dengan harga cuma $65 anda mendapatkan sebuah motherboard yg sudah berfasilitas komplit,
yaitu support DDR400, LAN, Audio 6-channel, dan VGA onboard SiS Xabre 200 yg mensupport
DirectX 8.1 dan AGP8X.
Hebatnya lagi, memory untuk VGA onboard tsb tidak sharing dengan system RAM, tapi
menggunakan memory DDR sendiri sebesar 64MB. Tidak hanya itu, jenis memory DDR yg
digunakan adalah jenis DDR 128bit yg berarti jauh lebih kencang drpd memory yg dipakai
pada VGA card seperti GeforceFX 5200SE, Radeon 9200SE, dan Geforce4 MX440SE.
Di pasaran juga terdapat motherboard Nforce2 yg terintegrasi
dgn VGA onboard Geforce4 MX420 (memory sharing), jelas ini bukanlah tandingan bagi PCCHIPS
M847LU yg bahkan mampu membuat VGA card sekalipun bertekuk lutut.
Dengan harga motherboard M847LU yg cuma $65, maka bila
dihitung-hitung harga chip Xabre 200 seolah hanya $10 SAJA !!
Sebab harga motherboard minus VGA onboard yg featurenya sama seperti M847LU kurang
lebih sekitar $55.
Bila harga DDR 64MB juga masuk hitungan, maka seolah-olah kita mendapat VGA onboard
tersebut secara cuma-cuma saja.
Apalagi DDR 64MB yg disertakan adalah Samsung 5ns DDR 128bit yg jelas tidak murah.
Jadi dengan kata lain M847LU adalah motherboard dengan VGA onboard yg tercepat
sekaligus termurah di dunia.
Dengan harga seperti itu sepertinya produsennya bahkan tidak mendapat profit.
Mungkin anda bertanya apakah produsennya tidak rugi dengan harga semurah itu?
Jawabannya tidak, karena produsen motherboard ini adalah PCCHIPS yg tak lain adalah ECS yg
notabene merupakan produsen motherboard no.1 didunia. Volume produksi ECS/PCCHIPS adalah
yg tertinggi didunia (mengalahkan ASUS).
Kalaupun motherboard ini hanya memberikan profit $1 saja bagi produsennya tak akan
jadi masalah karena barang yg laku mencapai jutaan unit. Bagi produsen raksasa seperti
PCCHIPS/ECS yg penting bukanlah profit yg tinggi, tapi volume penjualan. Dengan begitu
mereka bisa menguasai produksi motherboard di seluruh dunia.
Karena PCCHIPS merupakan produsen motherboard dengan volume produksi terbanyak maka
mereke tentu saja dapat memperoleh harga bahan baku jauh lebih murah drpd yg harus dibayar
oleh produsen motherboard lain.
Dengan begitu akan semakin sulit bagi produsen motherboard lain untuk menjual
produk sejenis dgn harga yg lebih murah drpd PCCHIPS. Jadi perlu diingat bahwa harga
motherboard PCCHIPS yg murah bukanlah karena kualitas yg rendah, tapi karena volume
produksi yg besar dan jauh diatas merk lain.
Dalam hal realibilitas, PCCHIPS tak perlu diragukan lagi karena mereka bahkan
berani menggaransi motheboardnya selama 2 tahun. Bila anda ingin garansi yg lama carilah
produk sejenis tapi yg dijual dgn merk ECS, garansinya 5 tahun tapi anda harus membayar
lebih mahal.

Heatsink dan fan 5000RPM untuk GPU dan memory : Memadai untuk mendukung overclocking GPU
dan memory hingga 255/510 |
Pada gambar di samping kiri dapat anda lihat heatsink
besar yg dipersenjatai dengan fan 5000RPM.
Selain mendinginkan GPU Xabre200, heatsink juga mendinginkan memory DDR 128bit
Samsung 5ns yg berada di samping GPU. Dengan hanya melihat dari formasi posisi memory yg
berbentuk "L" ini sudah mencerminkan bahwa jenis memory-nya 128bit.

Kestabilan prima: Dibekali connector ATX12V dan 6 buah MOSFET |
PCCHIPS tidak main-main dalam hal kestabilan
motherboardnya. Mereka menyertakan MOSFET voltage regulator yg cukup banyak demi menunjang
kestabilan system.
Tidak hanya itu, anda dapat lihat bahwa meski motherboard ini diperuntukkan utk prosesor
AMD, namun terdapat connector ATX 12V yg hanya ditemukan pada motherboard P4 dan
motherboard AMD papan atas saja (ABIT, EPOX).

Feature lengkap: Sudah dibekali sound 6 channel CMedia (hardware), dan LAN 10/100 |
Sepertinya PCCHIPS belum puas bila tidak melengkapi
motherboard murah-meriah ini dgn feature extra komplit.
Pada gambar disamping kiri dapat anda lihat chip audio CMEDIA 6-Channel. Ini
merupakan chip audio hardware (bukan codec), sehingga performanya sama seperti soundcard
(tidak terlalu membebani CPU).
Anda jelas tak perlu lagi membeli sound card karena soundcard 6-channel harganya
tentu tak murah.
PCCHIPS juga tak lupa menambahkan chip LAN 10/100 buatan VIA.
Sehingga motherboard ini dapat menjadi solusi tepat utk LAN party / multiplayer.
Konyolnya, masih sering saya lihat tempat multiplayer yg komputernya masih
menggunakan Geforce4 MX440SE. Ini jelas merupakan kesalahan fatal karena pemiliknya
seharusnya bisa menghemat lebih banyak uang sekaligus mendapat performa VGA yg lebih baik
andaikan dia menggunakan motherboard PCCHIPS ini

Resmi mensupport overclock: Produsennya menyediakan fasilitas untuk mengoverclock
pada tab Display properties.
Xabre200 (200/400) dapat dengan mudah dioverclock setara Xabre400 (250/500) |
Meski PCCHIPS lebih terkenal sebagi produsen
motherboard kelas value, tapi mereka juga ingin membuktikan bahwa komponen motherboard
mereka cukup berkualitas untuk dijalankan dalam kondisi overclock. Oleh karena itu pada
BIOS motherboard ini terdapat fasilitas utk mengoverclock FSB mulai dari 100 hingga 199
MHz (FSB200-FSB400), dengan kenaikan FSB per 1MHz ala motherboard papan atas.
Pilihan setting CPU/DRAM ratio yg tersedia juga jauh lebih banyak dari yg ada pada
motherboard papan atas sekalipun. Ada 15 macam setting CPU/DRAM ratio mulai dari 1:1, 1:2,
2:1, 2:3, 3:2, 3:4, 3:5, 4:3, 4:5, 5:2, 5:3, 5:4, 6:5, 8:9, 10:9. Dengan begitu anda bisa
lebih leluasa memilih kombinasi FSB & memory clock yg cocok dengan kemampuan memory yg
anda pakai.
Motherboard ini juga menyediakan setting memory latency CL2, 2.5, 3, serta setting
timing Safe, Normal, Fast, Ultra, Turbo.
Tak lupa pula, feature penting yaitu SMART yg dapat memprediksi problem pada
hardisk juga disertakan.

BIOS dgn Fasilitas overclock: Pilihan FSB mulai dari 100 hingga 199MHz dengan stepping
1MHz. Pilihan DRAM ratio-nya juga sangat banyak |
Selain memberikan dukungan overclocking prosesor,
PCCHIPS juga menyediakan fasilitas overclocking untuk onboard VGA Xabre 200.
Setelah menginstall driver bawaan di CD yg disertakan (versi 3.08), anda akan
menemukan slider utk mengatur clock GPU dan memory pada dislay properties.
Pada driver terbaru (3.57) feature overclock ini tidak disertakan pada tab display
properties, namun anda dapat menggunakan utility Powerstrip 3.2 untuk melakukan overclock.
Pada driver 3.57 terdapat feature baru yaitu support utk penggunaan kacamata 3D
stereo pada banyak games. Ada sekitar 121 games yg disupport untuk dapat menggunakan
kacamata 3D, beberapa diantaranya yaitu : Comanche 4, F1 2002, FIFA 2001, Freedom Force,
Grand Theft Auto 3, Ghost Recon, Global Operation, Indiana Jones, Max Payne, MOHAA,
Morrowind, Metal Gear Solid, Motoracer 3 , Nascar Racing 2002, NFS Hot Pursuit 2,
Neverwinter Nights, No One Lives Forever 2, Rainbow 6, Red Faction, Sim City 3000, Rune,
Serious Sam SE, Soldier of Fortune 2, Start Wars Jedi Knight 2, Test Drive 6, Tom
Clancy:Rogue Spear, Tony Hawk Pro Skater 2, Urban Assault, dan masih banyak lagi.
Mungkin masih banyak yg menyangsikan kompatibilitas VGA
onboard Xabre 200.
Perlu dicatat bahwa bahwa Xabre 200 terbukti mampu menjalankan berbagai game tanpa
masalah, mulai dari game lama hingga game DirectX 9b terbaru seperti Need For Speed
Underground.
Memang harus diakui bahwa ada beberapa game yg rewel, tapi biasanya game tsb tidak hanya
rewel dgn Xabre saja tapi juga dengan VGA lain seperti Geforce dan Radeon sekalipun.
Sebagai contoh: Splinter Cell adalah game yg agak bermasalah dengan VGA selain Geforce,
karena game ini berasal dari XBOX yg pembuatannya dibantu oleh Nvidia selaku pembuat VGA
Geforce. Sebaliknya, Tomb Raider AOD dan Aquamark3 bermasalah dengan VGA selain ATI,
karena ATI terlibat dalam pembuatannya.
Dalam kasus-kasus seperti ini jelas tidak mungkin sebuah VGA terhindar dari masalah
kompatibilitas, karena game tersebut memang sengaja diciptakan untuk tidak kompatibel
dengan VGA tertentu. Atu dengan kata lain, game tsb dibuat sebagai sarana promosi untuk
mengunggulkan VGA tertentu.
Untungnya tidak banyak game yg seperti itu.
Namun upaya SIS selaku produsen Xabre 200 patut diacung jempol, karena semua masalah
kompatibilitas akhirnya mampu diatasi. Kalaupun dengan driver 3.08 ada masalah, anda dapat
menggunakan driver 3.57. Tapi bila tidak ada masalah gunakan saja driver 3.08 karena
performanya lebih bagus.
Setahu saya hanya SplinterCell, Aquamark3, dan Code Creatures saja yg membutuhkan driver
3.57. Selebihnya dapat berjalan tanpa masalah dgn driver 3.08.
NEXT
PAGE (benchmark) >
|