Berikut ini sistem
peraturan dari Reviewland untuk lomba overclock yang akan diadakan oleh tabloid Komputek
pada bulan Juli 2006 nanti di Surabaya.Reviewland
memilih kebijaksanaan transparansi dalam sistem penghitungan score.
Jadi sebelum lomba dilaksanakan, peserta juga sudah dapat mencoba sendiri di rumah
dan sudah mengetahui score-nya menggunakan cara penilaian Reviewland.
Dengan cara penilaian ini, peserta datang ke lomba untuk
membuktikan scorenya dihadapan juri, bukan untuk menebak-nebak akan dinilai berapa oleh
juri.
Hal ini untuk mengurangi protes mengenai hasil penilaian yang umumnya terjadi
setelah lomba.
Sistem pembagian kelas & penilaian telah
dibuat seadil mungkin oleh Reviewland untuk mengakomodir peserta dengan prosesor Intel
maupun AMD, single-core maupun dual-core.
Bobot penilaian antara performa CPU & VGA yang dipakai juga sudah dibuat
seproporsional mungkin.
Pembagian Kelas
Kelas Low-end
Kelas CPU:
Duron, AthlonXP, Sempron, Celeron-D, Pentium 4 1.6ghz - 2.4ghz
(atau semua prosesor lain yang harganya dibawah $100)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- 3DMark 2001 (bobot 50%)
- Superpi 1.5 (1m) (bobot 50%)
Kriteria penilaian:
Persentase kenaikan tertinggi (Juara 1,2,3)
NOTE: Untuk kelas low end, CPU
minimum menggunakan socket 478 / socket A.
(Pentium 3,
Athlon Slot-A, dan prosesor generasi sebelumnya tidak diperbolehkan ikut)
VGA minimum
menggunakan Radeon seri 9 atau Geforce seri 5.
(Radeon seri 8,
Geforce 4, dan VGA generasi sebelumnya tidak diperbolehkan ikut)
Kelas Mainstream
Kelas CPU:
Pentium4 2.6ghz - 3ghz, Pentium D 805, Athlon64 2800-3200, Celeron-M
(atau semua prosesor lain yang
harganya berkisar $100-$200)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003 (bobot 25%)
- Superpi 1.5 (2m) (bobot 25%)
- 3DMark 2003 (bobot 25%)
- 3DMark 2005 (bobot 25%)
Kriteria penilaian:
- Score tertinggi (Juara 1,2,3)
- Persentase kenaikan tertinggi (Juara 1,2,3)
NOTE: untuk kelas mainstream tidak diperkenankan VGA dengan
konfigurasi SLI / Cross Fire.
Kelas High-end
Kelas CPU:
Pentium D 820,830,840,920,930,940, Extreme Edition, Athlon64 X2, Opteron (single/dual
core),
Athlon FX, Pentium4 3.2ghz ke atas, Athlon64 3500 ke atas, Pentium-M
(atau semua prosesor lain yang harganya
diatas $200)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003
- Superpi 1.5 (2m)
- 3DMark 2006
Kriteria penilaian:
Score tertinggi (Juara 1,2,3)
Kelas Special
Kelas CPU:
Intel Core 2 Duo (Conroe), Core Duo (Yonah, Merom)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003
- Superpi 1.5 (2m)
- 3DMark 2006
Kriteria penilaian:
Score tertinggi (Juara 1,2,3)
Peraturan mengenai prosesor
engineering-sample
Prosesor engineering-sample (Intel/AMD Confidential), boleh diikutkan, namun tidak
berhak mendapat juara.
Karena yang diutamakan adalah prosesor yang dijual di pasaran dan dimiliki oleh
peserta.
Prosesor engineering-sample jelas tidak dijual di di pasaran dan jelas pula bukan
milik peserta, namun milik produsen CPU (Intel / AMD).
Sebaiknya produsen CPU justru memberikan hadiah kepada peserta, dan bukannya malah
berusaha merebut hadiah yang seharusnya merupakan hak peserta lomba.
Produsen CPU yang ingin memamerkan keunggulan prosesor terbarunya di kelas High-End
tentu saja diperbolehkan, namun hanya untuk mendemo score benchmark saja.
Perkecualian adalah pada Kelas Special, dimana prosesor Conroe engineering-sample
diperbolehkan untuk meraih juara, mengingat versi retailnya memang belum ada di pasaran.
Namun kelas Special Conroe ini hadiahnya kecil, karena tantangannya juga kecil.
Peraturan mengenai kestabilan
overclock
Sebelum pengujian, dilakukan instalasi WindowsXP SP2 dalam kondisi ter-overclock.
Setelah itu dilakukan benchmark PCMark05 (score PCMark05 hanya dicatat saja tapi
tidak disertakan dalam perhitungan penilaian)
Bila gagal (hang / ada VGA artifact*) dalam instalasi Windows ataupun sewaktu
benchmarking,
maka kecepatan harus diturunkan.
Peserta mendapat 2X kesempatan untuk mengulang sebelum didiskualifikasi.
* Artifact yang sedikit masih boleh, tapi bila menutupi sebagian besar
area layar (kira-kira 50%) maka tidak boleh.
Semua software disediakan panitia
& boleh pinjam hardisk
Operating system, driver, dan seluruh software disediakan oleh panitia.
Hal ini untuk menghindari cheating via software.
Peserta juga boleh pinjam hardisk ke panitia, jadi cukup membawa komputer tanpa
hardisk, sehingga tak perlu khawatir data-data di hardisk pribadi bakal rusak.
Pakai hardisk sendiri juga boleh, tapi semua isinya akan diformat, dan semua
software tetap dari panitia.
Pendaftaran komputer tanpa proses
karantina
Pada waktu pendaftaran komputer peserta, motherboard, CPU, VGA, dan memory akan
ditandai dengan segel kepemilikan yang diberi nama dan nomer pendaftaran oleh panitia.
Setelah komponen-komponen ditandai dengan segel, komputer boleh dibawa pulang lagi.
Jadi peserta tak perlu khawatir, karena komputer yang mereka sertakan tidak akan
dikarantina terlebih dahulu oleh panitia. Komputer baru dibawa pada hari lomba saja, dan
pada saat itu juga akan diinspeksi keabsahan segelnya dan disesuaikan lagi dengan spek
sewaktu melakukan pendaftaran.
Segel tidak boleh dilepas sampai seluruh lomba selesai dan pemenang telah
diumumkan.
Bila segel sampai hilang/rusak maka peserta di-diskualifikasi.
Hardware yang digunakan seorang peserta tidak boleh dipinjam peserta lain.
Jadi setiap peserta minimal memiliki CPU, motherboard, VGA dan RAM sendiri.
Aturan kepemilikan & pinjam
meminjam hardware
Setiap hardware milik peserta akan diberi label kepemilikan, jadi tidak boleh ada
peserta yang meminjamkan hardware kepada peserta lain.
Hardware yang boleh dipinjamkan hanyalah Cooling system, Power Supply Unit,
Harddisk, dan casing saja.
Satu peserta boleh bertanding di banyak kelas, dengan kombinasi hardware yang
berbeda-beda, namun semuanya harus menggunakan hardware miliknya sendiri.
Semua hardware akan diberi label kepemilikan pada hari pendaftaran, di saat lomba
dimulai tidak boleh ada pendaftaran lagi. Ini untuk mencegah adanya pendaftar baru yang
meminjam hardware peserta yang sudah ikut lomba.
Juara lomba yang pada hardwarenya tidak ditemui segel kepemilikan / segelnya rusak,
maka didiskualifikasi.
Khusus untuk pelabelan pada CPU, akan dilepas pada saat dipakai lomba, dan setelah
pengujian selesai, akan dipasangi label kepemilikan lagi.
Biaya pendaftaran gratis dengan
syarat
Seorang peserta yang mendaftarkan 1 spek komputer (CPU+mobo+RAM+VGA) untuk 1 kelas
akan dibebaskan dari biaya pendaftaran. Namun bila ia ingin terjun lagi di kelas lain
(mungkin dengan kombinasi spek berbeda) akan dikenakan charge sebesar Rp. 50 ribu per
kelas.
Seorang peserta tidak boleh mendaftarkan lebih dari 1 spek untuk kelas yang sama.
Misal: Seorang peserta memiliki 4 prosesor (Celeron D, Pentium D805, P4 631, D930).
Berarti ia bisa turun di 4 kelas yang berbeda (Low end, Mainstream-kenaikan,
Mainstream-tertinggi, High end) dengan cara mendaftarkan 4 spek yang berbeda untuk 4 kelas
yg berbeda (meski tetap menggunakan 1 mobo, 1 VGA, dan 1 RAM yang sama).
Berarti total biaya pendaftaran yang harus ia bayar untuk 4 kelas adalah Rp. 150
ribu ( 3 x Rp.150 ribu).
Kalau misalkan ada seorang peserta yang mencoba cheating dengan cara menggunakan
joki (misal supaya tidak kena charge / supaya bisa bertanding dengan banyak spek untuk
kelas yg sama), berarti joki itu dianggap peserta lain, dan joki tersebut harus punya 1
spek komputer sendiri (CPU, mobo,RAM, VGA), karena semua hardware telah dilabeli nama
masing-masing dan tak boleh ada pinjam-meminjam antar peserta.
Semua hardware yang turun lomba tanpa label kepemilikan akan didiskualifikasi.
Saat lomba dimulai sudah tidak boleh ada pendaftaran lagi. Jadi tidak boleh ada hardware
tanpa label
yang boleh didaftarkan lagi.
Urutan peserta lomba
Urutan peserta lomba ditentukan dari hasil penarikan undian yang dilakukan saat
lomba akan dimulai. Panitia langsung mengundi nomer pendaftaran peserta dan langsung
memanggil peserta yg nomor undiannya keluar untuk segera langsung turun lomba. Bila
peserta yang dipanggil tidak ada / ingin diundur, maka gilirannya diberikan peserta
berikutnya. Bila peserta yang dipanggil ternyata ingin tampil menyusul, maka scorenya
nanti akan dikenakan penalti berupa pemotongan score sebesar 40%.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peserta yang selalu ingin tampil belakangan
karena ingin melihat dulu score lawannya yang duluan bertanding. Dengan sistem undian ini,
maka peserta seperti itu memang tetap saja dapat memilih bertanding belakangan namun
dengan konsekuensi scorenya hilang 40%.
Tanpa batasan cooling system
Semua jenis cooling system boleh ikut (HSF, watercooling, bong dry-ice,
phase-change, dsb)
Cara penghitungan : Persentase
Kenaikan Tertinggi
Komputer di-benchmark dalam keadaan default dan overclock. Selisih
kenaikan score dihitung persentasenya.
Persentase kenaikan tiap benchmark yang diujikan dikali dengan persentase bobot, kemudian
hasil persentase dari tiap benchmark ditotal.
Contoh
perumpamaan untuk kelas mainstream:
Score
yang dihasilkan Pentium 4 631 3Ghz (1-core) yang dioverclock di 5.1Ghz
menggunakan
VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
- Cinebench 2003 = def: 321
oc: 539
(67.9%x25%) -->
17.0%
- Superpi 1.5 (2m) = def: 96 detik
oc: 60 detik
(60.0%x25%) --> 15.0%
- 3DMark 2003 = def: 10000
oc: 13700
(37.0%x25%) -->
9.3%
- 3DMark 2005 = def: 4300
oc:
6100 (41.9%x25%) -->
10.5%
TOTAL peningkatan
--> 51.8%
Score yang dihasilkan Pentium D805 (2-core) yang dioverclock di 3.7Ghz
menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
- Cinebench 2003 = def:
445 oc:
612 (37.5%x25%)
--> 9.4%
- Superpi 1.5 (2m) = def: 108 detik
oc: 84 detik
(28.6%x25%)
--> 7.2%
- 3DMark 2003 = def: 9200
oc: 12300
(33.6%x25%) -->
8.4%
- 3DMark 2005 = def: 4200
oc:
5800 (38.0%x25%) -->
9.5%
TOTAL peningkatan --> 34.5%
TIPS: Dari contoh diatas, untuk prosesor
single-core di kelas mainstream disarankan mengambil kriteria penilaian Persentase
Kenaikan Tertinggi, sebab akan mendapat score lebih tinggi daripada prosesor dual-core.
Cara penghitungan : Total Score
Tertinggi
Reviewland menggunakan Baseline Performance Index (BPI) yang
telah ditetapkan.
Cara penilaian dengan menghitung berapa persen selisih kenaikan score dari BPI. Lalu total
persentase dari tiap benchmark dijumlah.
Baseline Performance Index yang dipakai untuk kelas
mainstream:
- Cinebench 2003 = 200
- Superpi 1.5 (2m) = 100 detik
- 3DMark 2003 = 9000
- 3DMark 2005 = 4000
Baseline Performance Index yang dipakai untuk kelas high-end:
- Cinebench 2003 = 300
- Superpi 1.5 (2m) = 100 detik
- 3DMark 2006 = 4000
Contoh perumpamaan untuk kelas mainstream:
Score yang dihasilkan Pentium D 805 2.66Ghz (2-core) yang dioverclock di 3.7Ghz
menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
- Cinebench 2003 = 612
--> 206.0% dari BPI
- Superpi 1.5 (2m) = 80 detik
--> 20.0% dari BPI
- 3DMark 2003 = 13000
--> 44.4% dari BPI
- 3DMark 2005 = 5800
--> 45.0% dari BPI
TOTAL score --> 315.4
Score yang dihasilkan Pentium 4 631 3Ghz (1-core) yang dioverclock di 5.1Ghz
menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
- Cinebench 2003 = 539
--> 169.5% dari BPI
- Superpi 1.5 (2m) = 60 detik -->
40.0% dari BPI
- 3DMark 2003 = 13700
--> 52.2% dari BPI
- 3DMark 2005 = 6100
--> 52.5% dari BPI
TOTAL score -->
314.2
TIPS: Dari contoh diatas, untuk prosesor
dual-core di kelas mainstream disarankan mengambil kriteria penilaian Total Score
Tertinggi, sebab akan mendapat score lebih tinggi daripada prosesor single-core.
Penentuan kriteria default (untuk
penghitungan kenaikan tertinggi)
Kriteria default yang dipakai untuk pengujian
dengan cara penghitunagn persentase kenaikan tertinggi adlah sebagi berikut.
- Setting CPU default
BIOS diset default, lalu setting CPU clock, FSB, dan VCore diatur
manual oleh panitia sesuai dengan spek default hardware yg dipakai
- Setting DDR1 default
Untuk semua jenis DDR1 (333/400/500/600) digunakan ratio divider 1:1
Memory Timing semua diseragamkan 2.5-3-3-8
Voltage DDR bebas
- Setting DDR2 default
Untuk semua jenis DDR2 (533/667/800) diset di kecepatan 533MHz dengan
ratio sebagai berikut:
Ratio divider 1:2 bagi pengguna Pentium4 / PentiumD dengan FSB533
Ratio divider 3:4 bagi pengguna Pentium4 dengan FSB 800
Memory Timing semua diseragamkan 4-4-4-12
Voltage DDR bebas
- Setting VGA default
Clock GPU dan memory diatur menurut standard clock resmi dari ATI /
Nvidia (bukan menurut clock default dari pembuat graphic card)
Penentuan software yang dipakai
Software dan driver yang dipakai adalah sebagai
berikut
- Driver VGA & OC utility
Untuk VGA ATI digunakan ATI Catalyst 6.5 dengan ATI Tool 025.b14
Untuk VGA Nvidia digunakan Forceware 84.21 dengan Forceware Coolbits
- Driver motherboard
Hanya sebagian driver motherboard yang disediakan oleh panitia,
sehingga CD driver motherboard (CD asli bawaan motherboard ) harus tetap dibawa peserta.
Komposisi sementara proporsi pembagian
hadiah
(bisa berubah susunannya, nilai nominal tetap)
Kelas High-End
Juara 1 : Rp. 4 Juta
Juara 2 : Rp. 2 Juta
Juara 3 : barang saja
Kelas Special
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja
Kelas Mainstream (kriteria persentase peningkatan terbanyak)
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja
Kelas Mainstream (kriteria total score tertinggi)
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja
Kelas Low-End
Juara 1 : Rp. 1 Juta ditambah barang
Juara 2 : Rp. 500 ribu
Juara 3 : barang saja
Jadwal pelaksanaan lomba
Tanggal 28 s/d 29 Juli 2006
Pendaftaran & pelabelan hardware dilakukan paling lambat 1 jam sebelum
lomba dimulai (tgl 28 Juli jam 9 pagi)
Tidak ada gunanya mendaftar paling akhir, karena urutan bertanding ditentukan oleh
panitia berdasar undian. Setelah lomba tidak ada pendaftaran lagi.


Hadiah puluhan juta rupiah
Biaya Pendaftaran GRATIS !!! *
* untuk seorang peserta yang
mendaftarkan lebih dari 1 spek komputer / lebih dari 1 kelas, dikenakan charge Rp. 50 ribu
per spek / per kelas
Untuk pendaftaran kirim SMS ke:
081 7020 7030
ketik [NAMA] [KOTA] [CPU]
[VGA] [MOBO] [TIPE RAM] [KELAS]
Untuk informasi hubungi :
Budz Kay
031 6020 6050 (starone)
031 7020 7050 (flexi)
081 7020 7030 (xl)
budzkay@reviewland.com

|