reviewtip2.jpg (5487 bytes)

   Pembagian Kelas & Peraturan
  Komputek OC Competition Juli '06

(updated July 26, 2006)

Komputek OC ContestBerikut ini sistem peraturan dari Reviewland untuk lomba overclock yang akan diadakan oleh tabloid Komputek pada bulan Juli 2006 nanti di Surabaya.

Reviewland memilih kebijaksanaan transparansi dalam sistem penghitungan score.
Jadi sebelum lomba dilaksanakan, peserta juga sudah dapat mencoba sendiri di rumah dan sudah mengetahui score-nya menggunakan cara penilaian Reviewland.

Dengan cara penilaian ini, peserta datang ke lomba untuk membuktikan scorenya dihadapan juri, bukan untuk menebak-nebak akan dinilai berapa oleh juri.
Hal ini untuk mengurangi protes mengenai hasil penilaian yang umumnya terjadi setelah lomba.

Sistem pembagian kelas & penilaian telah dibuat seadil mungkin oleh Reviewland untuk mengakomodir peserta dengan prosesor Intel maupun AMD, single-core maupun dual-core.
Bobot penilaian antara performa CPU & VGA yang dipakai juga sudah dibuat seproporsional mungkin.

 

Pembagian Kelas

redball.gif (916 bytes)Kelas Low-end

Kelas CPU:
Duron, AthlonXP, Sempron, Celeron-D, Pentium 4 1.6ghz - 2.4ghz

(atau semua prosesor lain yang harganya dibawah $100)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- 3DMark 2001       (bobot 50%)
- Superpi 1.5 (1m)   (bobot 50%)
Kriteria penilaian:
Persentase kenaikan tertinggi (Juara 1,2,3)

NOTE: Untuk kelas low end, CPU minimum menggunakan socket 478 / socket A.
             (Pentium 3, Athlon Slot-A, dan prosesor generasi sebelumnya tidak diperbolehkan ikut)
             VGA minimum menggunakan Radeon seri 9 atau Geforce seri 5.
             (Radeon seri 8, Geforce 4, dan VGA generasi sebelumnya tidak diperbolehkan ikut)

redball.gif (916 bytes)Kelas Mainstream

Kelas CPU:
Pentium4 2.6ghz - 3ghz, Pentium D 805, Athlon64 2800-3200, Celeron-M

(atau semua prosesor lain yang harganya berkisar $100-$200)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003   (bobot 25%)
- Superpi 1.5 (2m)  (bobot 25%)
- 3DMark 2003       (bobot 25%)
- 3DMark 2005       (bobot 25%)
Kriteria penilaian:
- Score tertinggi (Juara 1,2,3)
- Persentase kenaikan tertinggi (Juara 1,2,3)

NOTE: untuk kelas mainstream tidak diperkenankan VGA dengan konfigurasi SLI / Cross Fire.

redball.gif (916 bytes)Kelas High-end

Kelas CPU:
Pentium D 820,830,840,920,930,940, Extreme Edition, Athlon64 X2, Opteron (single/dual core),

Athlon FX, Pentium4 3.2ghz ke atas, Athlon64 3500 ke atas, Pentium-M

(atau semua prosesor lain yang harganya diatas $200)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003
- Superpi 1.5 (2m)
- 3DMark 2006
Kriteria penilaian:
Score tertinggi (Juara 1,2,3)

redball.gif (916 bytes)Kelas Special

Kelas CPU:
Intel Core 2 Duo (Conroe), Core Duo (Yonah, Merom)
Benchmark yang dipakai untuk penilaian:
- Cinebench 2003
- Superpi 1.5 (2m)
- 3DMark 2006
Kriteria penilaian:
Score tertinggi (Juara 1,2,3)

Peraturan mengenai prosesor engineering-sample
Prosesor engineering-sample (Intel/AMD Confidential), boleh diikutkan, namun tidak berhak mendapat juara.

Karena yang diutamakan adalah prosesor yang dijual di pasaran dan dimiliki oleh peserta.
Prosesor engineering-sample jelas tidak dijual di di pasaran dan jelas pula bukan milik peserta, namun milik produsen CPU (Intel / AMD).
Sebaiknya produsen CPU justru memberikan hadiah kepada peserta, dan bukannya malah berusaha merebut hadiah yang seharusnya merupakan hak peserta lomba.
Produsen CPU yang ingin memamerkan keunggulan prosesor terbarunya di kelas High-End tentu saja diperbolehkan, namun hanya untuk mendemo score benchmark saja.
Perkecualian adalah pada Kelas Special, dimana prosesor Conroe engineering-sample diperbolehkan untuk meraih juara, mengingat versi retailnya memang belum ada di pasaran.
Namun kelas Special Conroe ini hadiahnya kecil, karena tantangannya juga kecil.

Peraturan mengenai kestabilan overclock
Sebelum pengujian, dilakukan instalasi WindowsXP SP2 dalam kondisi ter-overclock.

Setelah itu dilakukan benchmark PCMark05 (score PCMark05 hanya dicatat saja tapi tidak disertakan dalam perhitungan penilaian)
Bila gagal (hang / ada VGA artifact*) dalam instalasi Windows ataupun sewaktu benchmarking,

maka kecepatan harus diturunkan.
Peserta mendapat 2X kesempatan untuk mengulang sebelum didiskualifikasi.

* Artifact yang sedikit masih boleh, tapi bila menutupi sebagian besar area layar (kira-kira 50%) maka tidak boleh.

Semua software disediakan panitia & boleh pinjam hardisk
Operating system, driver, dan seluruh software disediakan oleh panitia.
Hal ini untuk menghindari cheating via software.
Peserta juga boleh pinjam hardisk ke panitia, jadi cukup membawa komputer tanpa hardisk, sehingga tak perlu khawatir data-data di hardisk pribadi bakal rusak.
Pakai hardisk sendiri juga boleh, tapi semua isinya akan diformat, dan semua software tetap dari panitia.

Pendaftaran komputer tanpa proses karantina
Pada waktu pendaftaran komputer peserta, motherboard, CPU, VGA, dan memory akan ditandai dengan segel kepemilikan yang diberi nama dan nomer pendaftaran oleh panitia.
Setelah komponen-komponen ditandai dengan segel, komputer boleh dibawa pulang lagi.
Jadi peserta tak perlu khawatir, karena komputer yang mereka sertakan tidak akan dikarantina terlebih dahulu oleh panitia. Komputer baru dibawa pada hari lomba saja, dan pada saat itu juga akan diinspeksi keabsahan segelnya dan disesuaikan lagi dengan spek sewaktu melakukan pendaftaran.
Segel tidak boleh dilepas sampai seluruh lomba selesai dan pemenang telah diumumkan.
Bila segel sampai hilang/rusak maka peserta di-diskualifikasi.
Hardware yang digunakan seorang peserta tidak boleh dipinjam peserta lain.
Jadi setiap peserta minimal memiliki CPU, motherboard, VGA dan RAM sendiri.

Aturan kepemilikan & pinjam meminjam hardware
Setiap hardware milik peserta akan diberi label kepemilikan, jadi tidak boleh ada peserta yang meminjamkan hardware kepada peserta lain.
Hardware yang boleh dipinjamkan hanyalah Cooling system, Power Supply Unit, Harddisk, dan casing saja.
Satu peserta boleh bertanding di banyak kelas, dengan kombinasi hardware yang berbeda-beda, namun semuanya harus menggunakan hardware miliknya sendiri.

Semua hardware akan diberi label kepemilikan pada hari pendaftaran, di saat lomba dimulai tidak boleh ada pendaftaran lagi. Ini untuk mencegah adanya pendaftar baru yang meminjam hardware peserta yang sudah ikut lomba.
Juara lomba yang pada hardwarenya tidak ditemui segel kepemilikan / segelnya rusak, maka didiskualifikasi.
Khusus untuk pelabelan pada CPU, akan dilepas pada saat dipakai lomba, dan setelah pengujian selesai, akan dipasangi label kepemilikan lagi.

Biaya pendaftaran gratis dengan syarat
Seorang peserta yang mendaftarkan 1 spek komputer (CPU+mobo+RAM+VGA) untuk 1 kelas akan dibebaskan dari biaya pendaftaran. Namun bila ia ingin terjun lagi di kelas lain (mungkin dengan kombinasi spek berbeda) akan dikenakan charge sebesar Rp. 50 ribu per kelas.

Seorang peserta tidak boleh mendaftarkan lebih dari 1 spek untuk kelas yang sama.
Misal: Seorang peserta memiliki 4 prosesor (Celeron D, Pentium D805, P4 631, D930). Berarti ia bisa turun di 4 kelas yang berbeda (Low end, Mainstream-kenaikan, Mainstream-tertinggi, High end) dengan cara mendaftarkan 4 spek yang berbeda untuk 4 kelas yg berbeda  (meski tetap menggunakan 1 mobo, 1 VGA, dan 1 RAM yang sama).

Berarti total biaya pendaftaran yang harus ia bayar untuk 4 kelas adalah Rp. 150 ribu ( 3 x Rp.150 ribu).
Kalau misalkan ada seorang peserta yang mencoba cheating dengan cara menggunakan joki (misal supaya tidak kena charge / supaya bisa bertanding dengan banyak spek untuk kelas yg sama), berarti joki itu dianggap peserta lain, dan joki tersebut harus punya 1 spek komputer sendiri (CPU, mobo,RAM, VGA), karena semua hardware telah dilabeli nama masing-masing dan tak boleh ada pinjam-meminjam antar peserta.
Semua hardware yang turun lomba tanpa label kepemilikan akan didiskualifikasi.
Saat lomba dimulai sudah tidak boleh ada pendaftaran lagi. Jadi tidak boleh ada hardware tanpa label
yang boleh didaftarkan lagi.

Urutan peserta lomba
Urutan peserta lomba ditentukan dari hasil penarikan undian yang dilakukan saat lomba akan dimulai. Panitia langsung mengundi nomer pendaftaran peserta dan langsung memanggil peserta yg nomor undiannya keluar untuk segera langsung turun lomba. Bila peserta yang dipanggil tidak ada / ingin diundur, maka gilirannya diberikan peserta berikutnya. Bila peserta yang dipanggil ternyata ingin tampil menyusul, maka scorenya nanti akan dikenakan penalti berupa pemotongan score sebesar 40%.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peserta yang selalu ingin tampil belakangan karena ingin melihat dulu score lawannya yang duluan bertanding. Dengan sistem undian ini, maka peserta seperti itu memang tetap saja dapat memilih bertanding belakangan namun dengan konsekuensi scorenya hilang 40%.

Tanpa batasan cooling system
Semua jenis cooling system boleh ikut (HSF, watercooling, bong dry-ice, phase-change, dsb)

Cara penghitungan : Persentase Kenaikan Tertinggi
Komputer di-benchmark dalam keadaan default dan overclock. Selisih kenaikan score dihitung persentasenya.
Persentase kenaikan tiap benchmark yang diujikan dikali dengan persentase bobot, kemudian hasil persentase dari tiap benchmark ditotal.

               Contoh perumpamaan untuk kelas mainstream:

               Score yang dihasilkan Pentium 4 631 3Ghz (1-core) yang dioverclock di 5.1Ghz
               menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
                     - Cinebench 2003  =   def: 321               oc: 539               (67.9%x25%)   -->    17.0%
                     - Superpi 1.5 (2m) =   def: 96 detik         oc: 60 detik          (60.0%x25%)    -->   15.0%
                     - 3DMark 2003      =   def: 10000           oc: 13700            (37.0%x25%)   -->     9.3%
                     - 3DMark 2005      =   def: 4300             oc:   6100           (41.9%x25%)   -->   10.5%
                                                                                                TOTAL peningkatan     -->   51.8%

               Score yang dihasilkan Pentium D805 (2-core) yang dioverclock di 3.7Ghz
               menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
                    - Cinebench 2003  =   def: 445                 oc: 612               (37.5%x25%)  -->    9.4%
                    - Superpi 1.5 (2m) =   def: 108 detik         oc: 84 detik         (28.6%x25%)   -->    7.2%
                    - 3DMark 2003      =   def: 9200               oc: 12300           (33.6%x25%)   -->    8.4%
                    - 3DMark 2005      =   def: 4200               oc:   5800          (38.0%x25%)   -->     9.5%
                                                                                               TOTAL peningkatan    -->    34.5%

TIPS: Dari contoh diatas, untuk prosesor single-core di kelas mainstream disarankan mengambil kriteria penilaian Persentase Kenaikan Tertinggi, sebab akan mendapat score lebih tinggi daripada prosesor dual-core.

 

Cara penghitungan : Total Score Tertinggi
Reviewland menggunakan Baseline Performance Index (BPI) yang telah ditetapkan.
Cara penilaian dengan menghitung berapa persen selisih kenaikan score dari BPI. Lalu total persentase dari tiap benchmark dijumlah.
BPI scoring system

 

Baseline Performance Index yang dipakai untuk kelas mainstream:
- Cinebench 2003  = 200
- Superpi 1.5 (2m) = 100 detik
- 3DMark 2003      = 9000
- 3DMark 2005      = 4000 

Baseline Performance Index yang dipakai untuk kelas high-end:
- Cinebench 2003  = 300
- Superpi 1.5 (2m) = 100 detik
- 3DMark 2006      = 4000

                          Contoh perumpamaan untuk kelas mainstream:

                          Score yang dihasilkan Pentium D 805 2.66Ghz (2-core) yang dioverclock di 3.7Ghz
                          menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
                                - Cinebench 2003   = 612             -->    206.0% dari BPI
                                - Superpi 1.5 (2m)  = 80 detik         -->    20.0% dari BPI
                                - 3DMark 2003       = 13000          -->     44.4% dari BPI
                                - 3DMark 2005       = 5800            -->     45.0% dari BPI
                                                              TOTAL score -->   315.4

                          Score yang dihasilkan Pentium 4 631 3Ghz (1-core) yang dioverclock di 5.1Ghz
                          menggunakan VGA Radeon X800GTO yang dioverclock di 580/1160
                                - Cinebench 2003   = 539               -->    169.5% dari BPI
                                - Superpi 1.5 (2m)  = 60 detik        -->     40.0% dari BPI
                                - 3DMark 2003       = 13700           -->     52.2% dari BPI
                                - 3DMark 2005       = 6100             -->    52.5% dari BPI
                                                               TOTAL score -->    314.2

TIPS: Dari contoh diatas, untuk prosesor dual-core di kelas mainstream disarankan mengambil kriteria penilaian Total Score Tertinggi, sebab akan mendapat score lebih tinggi daripada prosesor single-core.

 

Penentuan kriteria default (untuk penghitungan kenaikan tertinggi)
Kriteria default yang dipakai untuk pengujian dengan cara penghitunagn persentase kenaikan tertinggi adlah sebagi berikut.

- Setting CPU default
BIOS diset default, lalu setting CPU clock, FSB, dan VCore diatur manual oleh panitia sesuai dengan spek default hardware yg dipakai

- Setting DDR1 default
Untuk semua jenis DDR1 (333/400/500/600) digunakan ratio divider 1:1
Memory Timing semua diseragamkan 2.5-3-3-8
Voltage DDR bebas

- Setting DDR2 default
Untuk semua jenis DDR2 (533/667/800) diset di kecepatan 533MHz dengan ratio sebagai berikut:
Ratio divider 1:2 bagi pengguna Pentium4 / PentiumD dengan FSB533
Ratio divider 3:4 bagi pengguna Pentium4 dengan FSB 800
Memory Timing semua diseragamkan 4-4-4-12

Voltage DDR bebas

- Setting VGA default
Clock GPU dan memory diatur menurut standard clock resmi dari ATI / Nvidia (bukan menurut clock default dari pembuat graphic card)

 

Penentuan software yang dipakai
Software dan driver yang dipakai adalah sebagai berikut

- Driver VGA & OC utility
Untuk VGA ATI digunakan ATI Catalyst 6.5 dengan ATI Tool 025.b14
Untuk VGA Nvidia digunakan Forceware 84.21 dengan Forceware Coolbits

- Driver motherboard
Hanya sebagian driver motherboard yang disediakan oleh panitia, sehingga CD driver motherboard (CD asli bawaan motherboard ) harus tetap dibawa peserta.

 

Komposisi sementara proporsi pembagian hadiah
(bisa berubah susunannya, nilai nominal tetap)

Kelas High-End
Juara 1 : Rp. 4 Juta
Juara 2 : Rp. 2 Juta
Juara 3 : barang saja

Kelas Special
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja

Kelas Mainstream (kriteria persentase peningkatan terbanyak)
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja

Kelas Mainstream (kriteria total score tertinggi)
Juara 1 : Rp. 2 Juta
Juara 2 : Rp. 1 Juta
Juara 3 : barang saja

Kelas Low-End
Juara 1 : Rp. 1 Juta ditambah barang
Juara 2 : Rp. 500 ribu
Juara 3 : barang saja

Jadwal pelaksanaan lomba
Tanggal 28 s/d 29 Juli 2006
Pendaftaran & pelabelan hardware dilakukan paling lambat 1 jam sebelum lomba dimulai (tgl 28 Juli jam 9 pagi)
Tidak ada gunanya mendaftar paling akhir, karena urutan bertanding ditentukan oleh panitia berdasar undian. Setelah lomba tidak ada pendaftaran lagi.

 


  reviewland-logo1s3.gif (1724 bytes)

Hadiah puluhan juta rupiah
Biaya Pendaftaran GRATIS !!! *
* untuk seorang peserta yang mendaftarkan lebih dari 1 spek komputer / lebih dari 1 kelas, dikenakan charge Rp. 50 ribu per spek / per kelas

Untuk pendaftaran kirim SMS ke:
081 7020 7030
ketik
[NAMA] [KOTA] [CPU] [VGA] [MOBO] [TIPE RAM] [KELAS]

Untuk informasi hubungi :
Budz Kay

031 6020 6050
(starone)
031 7020 7050
(flexi)
081 7020 7030
(xl)

budzkay@reviewland.com

Intel Seminar with Budz Kay

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2006 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem