REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini: 
SMS ke 081 7020 7030

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(11 agustus 2008)
- DFI hadirkan motherboard MicroATX yang mendukung CrossFire
Selama ini motherboard ukuran MicroATX (mATX) sering dianggap memiliki kasta yang lebih rendah ketimbang motherboard berukuran FullATX.
     Namun seiring menjamurnya trend HTPC (Home Theater PC) dan PC Gaming Portbale, maka mulai bermunculan motherboard mATX dengn fitur lengkap dan kemampuan overclock yang hebat.
Trend PC ukuran mini tersebut menimbulkan permintaan yang tinggi terhadap casing dan motherboard ukuran mATX.
Para produsen kini juga mulai merilis motherboard mATX dengan fitur garang.
     DFI menjadi produsen pertama di dunia yang merilis motherboard mATX berchipset intel P45 yang memliki slot CrossFire. DFI LANParty JR P45-T2RS dibekali fitur layaknya seri motherboard high-end, yaitu fitur overclock, all solid capacitor, heatpipe, fitur CMOS Reloaded, dan Genie BIOS.

Tampilan motherboard seri LANparty Junior ini juga terlihat keren dengan kombinasi warna hitam oranye.
     Semenjak kesuksesan videocard Radeon seri 4800, fitur CrossFire pada motherboard menjadi nilai plus. Ini karena harga Radeon seri 4800 cukup terjangkau sehingga masih reasonable untuk membuat konfigurasi Crossfire bila anda menggunakan LCD monitor 22" (1680x105) atau 24" (1920x1200).
     Dengan menggunakan konfigurasi 2 buah videocard ATI Radeon HD4850/4870 (CrossFire) pada motherboard mATX ini, anda dapat menciptakan sebuah PC gaming berukuran mini yang mampu  mempermalukan PC gaming ukuran besar yang menggunakan motherboard FullATX.
     Beberapa casing mini keren untuk membangun PC gaming portable sudah pernah dibahas di artikel REVIEWLAND yang berjudul Kebangkitan Rezim PC Gaming Portable.

Lihat semua arsip berita bulan Agustus 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem