REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini
email ke: iklan@reviewland.com

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(27 desember 2008)
- AMD dan ATI mengatakan bahwa NVIDIA PhysX akan mati

Saat ini untuk melakukan kalkulasi physic pada game ada 2 cara, yaitu menggunakan prosesor (CPU) dan videocard (GPU).

     Mayoritas game saat ini mengimplementasikan kalkulasi physic menggunakan CPU. Nyaris semua game terkenal mengimplementasikan kalkulasi physic menggunakan prosesor.
     Oleh karena itu standard Havok (CPU physic) lebih banyak diadopsi oleh developer game ketimbang PhysX (GPU physic).
     Berikut ini adalah daftar game yang mengadopsi CPU Physic dan GPU Physic (NVIDIA PhysX)

    Dari daftar game disamping terlihat bahwa ambisi NVIDIA untuk meyakinkan dunia bahwa physic pantas dikerjakan oleh GPU masih jauh. Sebab tak ada satupun game best seller yang mengimplementasikan NVIDIA PhysX.
     Cryostasis dan Mirror Edge yang digembar-gemborkan itu juga masih belum dirilis. Sementara upcoming game yang lebih ditunggu-tunggu seperti Alan Wake dan Saints Row 2 justru menggunakan Havok (CPU physic).
     Grand Theft Auto 4 yang digandrungi dan baru saja dirilis di PC juga mengimplementasikan CPU physic dan bahkan membutuhkan prosesor quad-core agar lancar
     Lebih populernya CPU physic ketimbang GPU physic tentu tidak mengherankan karena CPU Physic didukung oleh Intel dan AMD yang notabene adalah produsen prosesor yang tak mau penjualan prosesornya menurun akibat kalkulasi physic bisa dilakukan oleh videocard dan tak membutuhkan prosesor powerful.
     Banyak yang menduga bahwa miskinnya game yang menggunakan GPU physic diakibatkan karena semua console game juga mengimplementasikan CPU physic, sehingga akan lebih mudah bagi developer game yang ingin memporting game dari console ke PC bila kalkulasi physicnya masih sama-sama mengandalkan CPU.
     Kalkulasi physic menggunakan GPU mengharuskan developer untuk bekerja keras 2X ketika memporting dari console ke PC, dan sebagai kompensasinya harus ada yang mau membayar untuk kerja extra tersebut (NVIDIA harus mensponsori kalau mau PhysX nya dimplementasikan). Dan itupun bukan jaminan bahwa game developer mau mengimplementasikan NVIDIA PhysX mengingat itu merupkan standard tertutup (proprietary) yang hanya bisa dijalankan pada videocard NVIDIA saja.
     Developer game yang tidak mau kehilangan pangsa pasar gamer yang tidak memliki videocard NVIDIA akan cenderung memilih untuk mengaopsi standard CPU physic, atau standard GPU physic yang terbuka (DirectX 11 dan OpenCL).
     Oleh karena itu persaingan standard physic nantinya adalah NVIDIA vs. Intel+AMD+ATI+Microsoft+Khronos (alias 1 lawan 5).
     NVIDIA ingin kedepannya kalkulasi physic menggunakan GPU sehingga tidak dibutuhkan prosesor yang terlalu powerful untuk game dan mereka juga ingin standard PhysX populer sehingga gamer mau tak mau harus membeli videocard NVIDIA untuk dapat menikmatinya.
     Sementara Intel dan AMD menginginkan kalkulasi physic dikerjakan prosesor agar prosesor multi-core mereka tetap laku.
     ATI sependapat dengan AMD yang merupakan induk perusahaannya yang produsen prosesor, sehingga mereka terkesan lebih mendukung standard CPU Physic yaitu Havok yang merupakan standard physic milik Intel.
    Sedangkan untuk standard GPU Physic, ATI mengatakan bahwa mereka akan memilih standard GPU Physic yang umum yaitu menganut standard Microsoft (Direct X11) dan Khronos (OpenCL).
     Microsoft akan mempopulerkan GPU Physic dengan standard DirectX 11, yang berarti semua videocard dan game yang kompatibel dengan DirectX 11 akan mampu mengimplementasikan GPU Physic.
     Sementara Khronos Group mempopulerkan standard OpenCL physic yang dapat bekerja di OS untuk PC maupun Apple.
     Sebenarnya NVIDIA pernah sempat mencoba merayu ATI untuk ikut mengimplementasikan PhysX pada GPU ATI, namun ATI menolaknya karena ATI merasa lebih aman jika mendukung Intel (Havok) & Microsoft (DirectX 11).
     Jadi tinggal NVIDIA sendirian yang berjuang dengan standard PhysX nya sendiri.
Mampukah NVIDIA memperthankan PhysX dalam kondisi dikeroyok seperti ini? Kita lihat saja apakah sebuah perusahaan mampu melawan 5 pemain besar....
     Melihat kondisi pertarungan 1 lawan 5 tersebut, ATI mengatakan bahwa kedepannya NVIDIA PhysX akan mati. Godfrey Cheng yang merupakan Technical Marketing Director ATI mengatakan bahwa ATI tidak akan memiliki rencana untuk mengimplementasikan standard NVIDIA PhysX, karena menurut mereka tidak akan ada peluang hidup bagi standard tertutup (proprietary) seperti NVIDIA PhysX.
Apalagi ATI juga telah memutuskan untuk mengimplementasikan standard OpenCL dan DirectX11, sehingga standard proprietary seperti itu akan mati (karena NVIDIA kini hanya seorang diri memperjuangkan standardnya sendiri).
     Prediksi Geoffrey Cheng ini bisa dimaklumi jika melihat sejarah matinya standard tertutup seperti Glide (3Dfx) dan AGEIA PhysX.
Glide dulu mati karena para game developer lebih memilih standard terbuka (DirectX), dan AGEIA PhysX dulu juga mati karena game developer lebih memilih standard Havok physic yang lebih populer (AGEIA PhysX yang mati kemudian dibeli oleh NVIDIA).
     Kini NVIDIA mencoba membangkitkan lagi standard AGEIA PhysX yang dulu mati, yang bisa jadi berujung pada terulangnya sejarah lama.
     Satu-satunya cara bagi NVIDIA untuk memperjuangkan standard proprietary miliknya adalah dengan cara membayar game developer agar mau menggunakan standard NVIDIA PhysX. Cara tersebut sudah terbukti cukup berhasil untuk membuat game developer kecil mau membuat game yang menggunakan NVIDIA PhysX. Namun game yang dihasilkan oleh game developer kecil tersebut hanyalah game kacangan yang tak pernah menjadi best seller (misal: PT Boat, Warmonger, Metal Knight Zero), yang bahkan judulnya pun cukup asing di telinga para gamer.
     Baru-baru ini dua developer game ternama yaitu EA dan 2K telah berhasil dirayu oleh NVIDIA untuk mengimplementasikan PhysX. Hal ini tidak mengherankan mengingat EA akhr-akhir ini dilanda krisi finansial karena banyaknya judul game mereka yang jeblok penjualannya, sehingga kucuran dana sponsorship dari NVIDIA tentu sangat berarti bagi mereka.

     Namun menurut Godfrey Cheng, kesuksesan sebuah standard physic bukan ditentukan dari kucuran dana kepada developer game, tapi dari teknologi yang diusung oleh standard physic itu sendiri.
     Sogokan duit hanya berhasil pada developer game kecil atau yang sedang dilanda krisis finasial seperti EA, namun developer game yang memikirkan kesuksesan penjualan game akan lebih memilih standard physic yang terbuka dan teknolognya terbaik.
     Menurut ATI dan AMD, standard CPU physic Havok milik intel adalah yang terbaik, dan ATI bersama AMD dan Intel bekerja sama untuk semakin meningkatkan kemampuan standard physic Havok tersebut. Sebagai standard physic terbuka, Havok dikembangkan bersama-sama oleh para pemain besar.

 

Daftar Game Top Title

Menggunakan CPU Physic
(Havok, dll)

Menggunakan GPU Physic
(NVIDIA PhysX)

Alan Wake (Havok) Unreal Tournament 3
Alone in the Dark (Havok) Cryostasis
Assassins Creed (Havok) Mirrors Edge
Bioshock (Havok)  
Brother in Arms (PhysX)  
Call of Duty 5: World at War  
Company of Heroes  
Crysis Warhead (Crytek engine)  
Dead Space  
Diablo 3 (Havok)  
DiRT (Neon engine)  
Fallout 3 (Havok)  
Far Cry 2 (Dunia engine)  
Flat Out UC (Havok)  
GTA 4 (Euphoria engine)  
Kane&Lynch Dead Man (Havok)  
Left4Dead (Source engine)  
Lost Planet (Havok)  
Racedriver GRID (Ego engine)  
Ride to Hell (Havok)  
Saints Row 2 (Havok)  
Silent Hill Homecoming  
Spore (Havok)  
Starcraft II (Havok)  
Stranglehold (Havok)  
Test Drive Unlimited (Havok)  
Tomb Raider Underworld  
Wheelman (Havok)  

 

Lihat semua arsip berita bulan Desember 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem