REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini
email ke: iklan@reviewland.com

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(17 Juni 2008)
- GPU NVIDIA 320X lebih cepat dibanding CPU Quad-Core
NVIDIA tampaknya masih belum puas memojokkan Intel dengan membuktikan bahwa GPU lebih powerful ketimbang CPU multi-core sekalipun.
     CEO NVIDIA, Jen-Hsun Huang, beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa masa depan komputer ada pada GPU, bukan CPU. Ucapan Huang tersebut tampaknya mulai dibuktikan dengan diimplementasikannya NVIDIA Tesla (Geforce 8800GTX) di dunia perangkat medis/kedokteran, yaitu pada perangkat UltraSoundCT scanner yang dipergunakan untuk mendeteksi kanker payudara.
     Perangkat UltraSoundCT scanner yang menggunakan kinerja GPU ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama TechniScan untuk menyaingi perangkat mammogram yang saat ini sering digunakan untuk mendeteksi kanker.
     Bagi pasien, penggunaan UltraSoundCT scanner lebih disukai dibanding perangkat mammogram karena tidak ada efek radiasi dan tidak memerlukan penekanan di organ tubuh pasien.
     Namun proses deteksi kanker menggunakan perangkat UltraSoundCT scanner memerlukan kinerja komputasi yang sangat besar untuk dapat merender organ tubuh pasien secara cepat.
     Lima tahun yang lalu TechniScan menggunakan cluster 12-node komputer berbasis prosesor Pentium M, dan dengan komputer sebanyak itu proses render memakan waktu 118 menit. Kemudian mereka menggantinya dengan prosesor Core2 (Quad-core), namun waktu penyelesaian render masih juga belum mampu dibawah 45 menit.
     Hingga akhirnya pada tahun 2008 ini TechniScan memutuskan untuk menggunakan videocard Geforce seri 8 yang dikombinasikan dengan pemrograman NVIDIA CUDA hingga mampu menyelesaikan proses render dalam waktu cuma 16 menit saja. Ini berarti jauh lebih cepat cepat dibanding ketika menggunakan cluster komputer 16-core Core2 yang masih membutuhkan waktu render 45 menit.
     Penggunaan GPU memberikan peningkatan kinerja yang lebih besar lagi dibanding CPU pada kalkulasi 2D FFT, dimana sebuah videocard Geforce 8800GTX kinerjanya mampu 8X lebih cepat dibanding Core2 Quad 2.4GHz (Q6600).
Bahkan pada proses kalkulasi yang lebih kompleks lagi dengan melibatkan 12 juta elemen, Geforce 8800GTX mampu memberikan peningkatan kinerja 320X lebih cepat ketimbang prosesor Core2 Quad Q6600.
    Dari sisi biaya, jauh lebih murah harga sebuah komputer yang menggunakan 4 buah videocard Geforce 8800GTX (konfigurasi Quad-SLI), ketimbang harga puluhan unit komputer (cluster) yang hanya mengandalkan kinerja CPU. Oleh karena itu penggunaan CPU sebagai alat komputasi menjadi terkesan sebagi sebuah pemborosan biaya. Sebab bila menggunakan GPU, kinerja yang diperoleh bisa jauh lebih tinggi dengan harga lebih murah.
Secara logika saja, bila sebuah videocard (GPU) kinerjanya 320X lebih kencang ketimbang CPU quad-core, berarti anda harus membeli 320 buah CPU quad-core bila ingin mengimbangi kinerja sebuah GPU.
     Tampaknya setelah berhasil mendominasi segmen game, NVIDIA mulai merambah aplikasi-aplikasi yang selama ini dominasi oleh CPU. Baru-baru ini NVIDIA juga mengumumkan bahwa mereka telah bekerjasama dengan para developer software untuk merilis Adobe Photoshop, Folding@Home, dan SuperPI yang dapat memanfaatkan kinerja GPU Nvidia. Ketiga aplikasi tersebut sebelumnya dikenal sebagai aplikasi yang memanfaatkan kinerja CPU. Namun NVIDIA berusaha membuktikan bila menggunakan GPU kinerjanya akan meningkat ratusan kali lebih cepat dibanding jika menggunakan CPU.

     Tampaknya Intel harus segera membuat GPU dan tidak berkutat di CPU saja. Sebab GPU kinerjanya memang sangat jauh lebih tinggi dibanding CPU, terutama pada aplikasi spesifik seperti ini.

Lihat semua arsip berita bulan November 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem