REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini
email ke: iklan@reviewland.com

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(10 Mei 2008)
- NVIDIA mensabotase ATI di game Assassin Creed
Sejak dulu NVIDIA sudah terkenal dengan strategi lihainya dengan merangkul developer game ternama untuk membuat agar game yang dirilis bermasalah dengan videocard kompetitor mereka yaitu ATI.
Maka dari itu jangan heran bila gencarnya strategi yang dilakukan NVIDIA telah membuat mayoritas game saat ini menyandang logo NVIDIA The Way It's Meant To Be Played, yang berarti tidak akan optimal bila dijalankan dengan videocard ATI. Strategi ala sabotase ini cukup sukses dan membuat ATI nyaris bangkrut, dan setelah diakuisisi AMD sekalipun kondisi ATI juga tak lebih baik dari sebelumnya karena berbagai strategi dan sabotase yang dilakukan NVIDIA.
     Strategi ala sabotase yang dilakukan NVIDIA lagi-lagi dilakukan pada game laris Assassin Creed, dimana pada awal game ini diluncurkan sebenarnya mendukung fitur DirectX 10.1 yang hanya didukung oleh videocard ATI seri HD3000. Hal ini menyebabkan kinerja Assassin Creed sangat baik pada videocard ATI tersebut, karena pada mode DirectX 10.1 metode rendering FSAA dapat dilakukan secara single pass, sementara pada mode DirectX 10 harus dilakukan dalam 2 pass.
     Hal ini tentu saja membuat NVIDIA panik, karena videocard NVIDIA saat ini hanya mensupport DirectX 10 saja (belum DirectX 10.1), padahal NVIDIA konon telah merogoh kocek sekitar $2 juta untuk membantu developer game Assassin Creed yaitu Ubisoft. Maka dari itu NVIDIA mengancam Ubisoft supaya menghilangkan dukungan terhadap DirectX 10.1 pada Assassin Creed.
     Karena takut oleh ancaman NVIDIA, akhirnya Ubisoft mengeluarkan patch yang menghilangkan dukungan terhadap DirectX 10.1 (dengan alasan patch tersebut bertujuan untuk menghilangkan bug), sehingga kinerja Assassin Creed setelah dipatch akhirnya akan menjadi buruk pada videocard ATI, dan tentu saja akan menjadi lebih bagus pada videocard NVIDIA.
     Ini merupakan sebuah strategi yang "brilian" dari NVIDIA, karena ketika mereka tak mampu mengalahkan keunggulan dalam hal teknis (DirectX 10.1), maka sabotase menjadi solusinya. Hal seperti itu bukanlah sebuah hal yang aneh dalam persaingan bisnis. Dan NVIDIA telah melakukan sabotase semenjak era Geforce seri 6. Bila anda baca artikel Reviewland tentang perbandingan kualitas gambar NVIDIA vs ATI, maka anda akan paham bahwa NVIDIA memang jagonya melakukan sabotase terhadap kompetitornya. Kekalahan utama ATI oleh NVIDIA sebenarnya bukan karena masalah teknis, tapi karena masalah non-teknis yang pada akhirnya memang membuat videocard ATI menjadi lebih buruk dibanding videocard NVIDIA ketika menjalankan mayoritas game.
     Namun cara apapun yang dilakukan NVIDIA untuk menjegal kompetitornya bukanlah urusan kita sebagai konsumen. Yang penting bagi konsumen adalah mendapat kinerja terbaik dari sebuah videocard. Terlepas apakah produsen videocard tersebut melakukan cara licik terhadap kompetitornya untuk menjadi yang terbaik, itu juga bukan urusan kita sebagai konsumen.

     Konyolnya, cukup banyak konsumen yang bersimpati terhadap ATI atas sabotase yang dilakukan NVIDIA tersebut. Simpati semacam itu sebenarnya merupakan sebuah "kebodohan" dari sudut pandang konsumen. Karena konsumen membayar untuk mendapatkan produk terbaik, dan bukannya justru untuk menaruh simpati terhadap produsen apapun.
     Konsumenlah yang membayar produsen (dengan membeli produknya), dan bukan konsumen yang mendapat uang dari produsen. Jadi apapun yang terjadi pada sebuah produsen bukanlah urusan konsumen, tak perlu menaruh simpati terhadap produsen apapun. Konsumen adalah raja, loyalty is only for slave....
Raja hanya perlu tertawa-tawa sambil melihat para produsen saling bantai untuk berkompetisi, sebab dengan begitu sang raja akan mendapatkan harga termurah.

Lihat semua arsip berita bulan Mei 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem