REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini
email ke: iklan@reviewland.com

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(25 november 2008)
- Peluncuran Core i7 disambut dengan pengumuman Phenom II

Bersamaan dengan peluncuran prosesor intel Core i7 ke sasaran, AMD mengumumkan lawan tandingannya yaitu Phenom II yang tak lain adalah AMD Deneb (Shanghai) yang telah menggunakan teknologi 45nm.

     Phenom II sebenarnya masih menggunakan arsitektur yang sama dengan Phenom generasi pertama yang kinerjanya terkenal mengecewakan. Namun Phenom II mengusung beberapa perombakan yaitu proses manufacturing 45nm dan penambahan L3 cache yang lebih besar. Transisi dari 65nm ke 45nm tampaknya telah membuat kemampuan overclock prosesor ini meningkat.
     Dari hasil pengujian yang dilakukan oleh AMD, Phenom II mampu dioverclock di kisaran 4GHz cukup dengan menggunakan air cooling. Kecepatan diatas 4GHz masih dimungkinkan dengan watercooling dan kecepatan 6GHz mampu diraih dengan pendinginan LN2 (Liquid Nitrogen).
     Kemampuan overclock hingga 4GHz dengan air cooling ibarat suatu mujizat bagi para pengguna AMD yang selama ini hanya berkutat di kisaran 3GHz saja, Sedangkan bagi pengguna intel, angka 4GHz bukanlah sesuatu yang aneh, mengingat prosesor murah seperti Pentium Dual Core seharga $60 saja ada yang bisa digenjot hingga 4GHz. Jadi prestasi overclocking Phenom II hanyalah membuat kagum para fans AMD saja, sedangkan pengguna Intel tidak melihat itu sebagai sesuatu yang hebat.
     Salah satu keunggulan Phenom II dibanding Core i7 adalah memory controller yang mampu mendukung DDR2 dan DDR3. Hal ini memungkinkan AMD untuk merilis Phenom II dalam 2 versi socket yaitu AM2+ (DDR2) dan AM3+ (DDR3), sedangkan Core i7 hanya mensupport memory DDR3 saja yang harga memorynya 2X lebih mahal dibanding memory DDR2.

     Phenom II 920 dan 940 yang akan diluncurkan bulan Januari 2009 akan kompatibel dengan motherboard AM2+ yang telah banyak beredar di pasaran.
Oleh karena itu kehadiran Phenom II, dapat menjadi solusi upgrade murah bagi pengguna prosesor AMD yang menggunakan motherboard AM2+.
     Senior Marketing Manager AMD, Bob Grimm, mengatakan bahwa Core i7 adalah prosesor yang tak terjangkau pasar karena membutuhkan motherboard mahal (intel X58), memory mahal (DDR3), dan harga prosesornya mahal pula. Sayangnya kritik Bob Grimm terhadap intel ini tidak disertai dengan pernyataan darinya mengenai seberapa murah harga Phenom II nantinya.
     AMD memang harus selalu mematok harga prosesornya lebih murah ketimbang Intel, mengingat dari sisi kinerja prosesor AMD selama ini dibawah Intel. Kabarnya kinerja Phenom II juga masih kalah oleh Core i7, sekalpun masih mampu bersaing dengan Core2 Quad. Jadi idealnya Phenom II dibandrol seharga Core2 Quad, atau bahkan lebih murah daripada itu jika ingin sukses.
     Yang jelas, upgrade ke Core i7 memang memerlukan biaya yang jauh lebih besar, karena tak hanya memrlkan penggantian prosesor saja, namun juga motherboard dan memory, sedangkan pengguna AMD yang melakukan upgrade ke Phenom II cukup hanya mengganti prosesornya saja (bila motherboardnya mendukung Phenom II)
     Berikut ini adalah daftar spek perbandingan Phenom II dengan Core i7
  Intel Core i7 AMD Phenom II
Code
name
Bloomfield (Nehalem) Deneb (Shanghai)
fabrikasi 45nm 45nm
Tipe
& harga
Core i7 920 2.66GHz ($300)
Core i7 940 2.93GHz ($600)
Core i7 965 3.2GHz ($1000)
Phenom II 920 2.8GHz
Phenom II 940 3GHz unlock
#core 4 core (8 thread) 4 core
L2 cache 4x256KB (1MB) 4x512KB (2MB)
L3 cache 8 MB 6 MB
Memory
support
DDR3 1066MHz
triple channel
DDR2 1066MHz
dual channel
Socket LGA1366 AM2+
compatible
mobo
chipset
intel X58 AMD 790FX
AMD 790GX
AMD 780G
AMD 770
Nforce 750a SLI
Nforce 720
Geforce 8200
Geforce 7050
TDP 130 watt 125 watt
overclock
speed
~4GHz (air cooling)
~5GHz (water cooling)
~4GHz (air cooling)
~5GHz (water cooling)

Gambar di samping kanan adalah slide resmi dari AMD yang menjelaskan tentang Phenom II dan jadwal rilis prosesor AMD 45nm pada tahun 2009.

     Deneb yang merupakan prosesor quad-core akan keluar versi triple corenya yang dinamakan Heka pada bulan Februari 2009.
Baik Deneb maupun Heka menyandang nama Phenom II.
     Sedangkan pada pertengahan 2009, AMD akan merilis juga varian prosesor 45nm bernama Propus (quad core), Rana (triple core), dan Regor (dual core) yang ketiganya tidak menyandang nama Phenom II, tapi Athlon.
     Propus, Rana, dan Regor memiliki total cache yang jauh lebih kecil ketimbang Deneb & Heka, yaitu cuma 1.5MB (Rana) dan 2MB (Propus, Regor). Sedangkan Deneb memiliki cache total sebesar 8MB, dan Heka sebesar 7.5MB.

     Baik Core i7 maupun Phenom II merupakan prosesor kelas high-end (harga diatas $300) yang lebih cocok bagi kalangan enthusiast & overclocker saja. Sedangkan para gamer lebih baik memprioritaskan dananya untuk membeli videocard high end ketimbang prosesor high-end seperti Core i7 atau Phenom II.
     Para gamer baru layak membeli Core i7 dan Phenom II bila mereka telah memiliki videocard termahal seperti Radeon HD4870 X2 dan Geforce GTX280 atau konfigurasi videocard multi-GPU (SLI/Crossfire) seharga $600. Bila videocard masih kelas $300 ke bawah, jangan hamburkan uang anda untuk membeli prosesor high-end, sebab peningkatan kinerja gaming yang diperoleh tak akan sebesar bila mengupgrade videocard.
     Bagi kalangan video editing, kemampuan video encoding pada prosesor high-end juga tak dapat menjadi alasan kuat untuk membeli prosesor Core i7 / Phenom II, sebab semenjak populernya GPU computing dengan NVIDIA CUDA dan ATI Stream, maka prosesor tercepat di dunia sekalipun tak akan pernah bisa mengalahkan kinerja videocard dalam melakukan video encoding, dan beberapa komputasi parallel lainnya. Bahkan baru-baru ini GPU juga terbukti bisa dimanfaatkan untuk menjebol password WiFI jauh lebih cepat ketimbang CPU.

Lihat semua arsip berita bulan November 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem