| (25 november 2008) - Peluncuran Core i7 disambut dengan pengumuman Phenom II Bersamaan dengan peluncuran prosesor intel Core i7 ke sasaran, AMD mengumumkan lawan tandingannya yaitu Phenom II yang tak lain adalah AMD Deneb (Shanghai) yang telah menggunakan teknologi 45nm. Phenom II sebenarnya masih menggunakan arsitektur yang sama dengan Phenom generasi pertama yang kinerjanya terkenal mengecewakan. Namun Phenom II mengusung beberapa perombakan yaitu proses manufacturing 45nm dan penambahan L3 cache yang lebih besar. Transisi dari 65nm ke 45nm tampaknya telah membuat kemampuan overclock prosesor ini meningkat. Dari hasil pengujian yang dilakukan oleh AMD, Phenom II mampu dioverclock di kisaran 4GHz cukup dengan menggunakan air cooling. Kecepatan diatas 4GHz masih dimungkinkan dengan watercooling dan kecepatan 6GHz mampu diraih dengan pendinginan LN2 (Liquid Nitrogen). Kemampuan overclock hingga 4GHz dengan air cooling ibarat suatu mujizat bagi para pengguna AMD yang selama ini hanya berkutat di kisaran 3GHz saja, Sedangkan bagi pengguna intel, angka 4GHz bukanlah sesuatu yang aneh, mengingat prosesor murah seperti Pentium Dual Core seharga $60 saja ada yang bisa digenjot hingga 4GHz. Jadi prestasi overclocking Phenom II hanyalah membuat kagum para fans AMD saja, sedangkan pengguna Intel tidak melihat itu sebagai sesuatu yang hebat. Salah satu keunggulan Phenom II dibanding Core i7 adalah memory controller yang mampu mendukung DDR2 dan DDR3. Hal ini memungkinkan AMD untuk merilis Phenom II dalam 2 versi socket yaitu AM2+ (DDR2) dan AM3+ (DDR3), sedangkan Core i7 hanya mensupport memory DDR3 saja yang harga memorynya 2X lebih mahal dibanding memory DDR2. Phenom II 920 dan 940 yang akan diluncurkan bulan Januari 2009 akan kompatibel dengan motherboard AM2+ yang telah banyak beredar di pasaran. Oleh karena itu kehadiran Phenom II, dapat menjadi solusi upgrade murah bagi pengguna prosesor AMD yang menggunakan motherboard AM2+. Senior Marketing Manager AMD, Bob Grimm, mengatakan bahwa Core i7 adalah prosesor yang tak terjangkau pasar karena membutuhkan motherboard mahal (intel X58), memory mahal (DDR3), dan harga prosesornya mahal pula. Sayangnya kritik Bob Grimm terhadap intel ini tidak disertai dengan pernyataan darinya mengenai seberapa murah harga Phenom II nantinya. AMD memang harus selalu mematok harga prosesornya lebih murah ketimbang Intel, mengingat dari sisi kinerja prosesor AMD selama ini dibawah Intel. Kabarnya kinerja Phenom II juga masih kalah oleh Core i7, sekalpun masih mampu bersaing dengan Core2 Quad. Jadi idealnya Phenom II dibandrol seharga Core2 Quad, atau bahkan lebih murah daripada itu jika ingin sukses. Yang jelas, upgrade ke Core i7 memang memerlukan biaya yang jauh lebih besar, karena tak hanya memrlkan penggantian prosesor saja, namun juga motherboard dan memory, sedangkan pengguna AMD yang melakukan upgrade ke Phenom II cukup hanya mengganti prosesornya saja (bila motherboardnya mendukung Phenom II) Berikut ini adalah daftar spek perbandingan Phenom II dengan Core i7
Gambar di samping kanan adalah slide resmi
dari AMD yang menjelaskan tentang Phenom II dan jadwal rilis prosesor AMD 45nm pada tahun
2009. |
![]() |
Lihat semua arsip berita bulan November 2008
©2008 Budz Kay
Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem