REVIEWLAND.COM
 

Pasang iklan disini: 
SMS ke 081 7020 7030

 

  Berita favorit   redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

(20 october 2008)
- NVIDIA menjegal ATI di game Brother in Arms
NVIDIA akhir-akhir ini sering dipermalukan oleh ATI karena kinerja videocardnya yang kalah oleh ATI sekalipun pada game yang disponsori oleh NVIDIA.
Bioshock, Devil May Cry 4, Assasin Creed, ET Quake Wars dan banyak game terkenal lainnya terbukti lebih kencang dijalankan dengan Radeon HD4870 ketimbang Geforce GTX 260, padahal game ini disponsori oleh NVIDIA dan menyandang logo "The Way It's Meant To Be Played".

Bahkan pada game dengan tampilan grafis terbaik saat ini, yaitu Crysis Warhead, Radeon HD4870 mampu menjadi videocard tercepat mengalahkan videocard tercepat NVIDIA yaitu Geforce GTX 280, padahal game ini juga disponsori oleh NVIDIA.
     Akhir-akhir ini mayoritas developer game memang cenderung tidak memberikan perlakuan spesial (seperti problem atau perbedaan kualitas grafik) pada videocard ATI ataupun NVIDIA, karena mereka khawatir tindakan tersebut akan menurunkan penjualan game mereka. Ini tentu berbeda dengan situasi pada beberapa tahun yang lalu dimana developer game masih bisa "diatur" oleh NVIDIA untuk menurunkan kualitas grafis pada videocard ATI.

     Berbeda dengan situasi beberapa tahun yang lalu dimana pengguna videocard NVIDIA saat itu lebih dominan, saat ini komposisi pengguna videocard ATI dan NVIDIA nyaris seimbang. Oleh karena itu cukup riskan bagi sebuah developer game untuk memihak salah satu produsen videocard, sebab itu akan berakibat game mereka akan diprotes oleh 50% pengguna videocard atau bahkan menghilangkan potensi penjualan game mereka sebesar 50%.
     Namun ternyata saat ini masih ada juga developer game yang berani mengambil resiko untuk ber-kongkalikong dengan NVIDIA untuk memojokkan ATI, yaitu GearBox software yang membuat game Brother In Arms.

     Sama seperti game lainnya, Radeon HD4870 juga terbukti menjadi videocard yang tercepat pada game yang disponsori oleh NVIDIA ini. Lihat saja hasil benchmark kinerja yang dilakukan guru 3d di bawah ini
Brother In Arms
Hells Highway
Max Quality 1600x1200 noAA
Average
framerate
Radeon HD 4870  ($310)

63

Geforce GTX 280 OC edition ($500)

62

Geforce GTX 260 Core 216SP ($400) 59
Radeon HD 4850  ($200) 55
Geforce 9800 GTX+ ($240) 53
Geforce 8800/9800 GT ($170) 44
Radeon HD 3870 ($140) 44
Radeon HD 3850 ($125) 38
Geforce 9600 GT ($135) 37
Radeon HD 4670 ($100) 32

NVIDIA sebenarnya telah menyadari bahwa kinerja terbaik justru akan dimiliki oleh videocard kompetitornya, maka untuk menutupi rasa malunya, NVIDIA menyuruh GearBox software untuk membuat sebuah level bernama "Black Friday" yang akan bermasalah bila dijalankan menggunakan videocard ATI.
     Pada level Black Friday, tampilan akan langsung gelap bila menggunakan videocard ATI. Sehingga para pengguna videocard ATI pasti tak akan dapat menamatkan game Brother In Arm karena terganjal di level Black Friday ini.
     NVIDIA tampaknya ingin agar para pengguna videocard ATI frustrasi dan kecewa karena tak dapat menamatkan game Brother In Arm.

     Sabotase licik ini juga dilakukan oleh NVIDIA karena rasa amarah dan dendam mereka kepada konsumen mereka yang selama ini telah membelot ke ATI.
Harus diakui bahwa semenjak kesuksesan Radeon seri 4800, cukup banyak konsumen yang beralih ke videocard ATI.
     Selama ini, NVIDIA yang dipimpin oleh CEO Jen-Hsun Huang, terkenal sebagai perusahaan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya, entah itu dengan menipu konsumen menggunakan strategi rebranding produk lawas, downgrade spek, atau dengan ber-kongkalikong bersama developer game untuk mensabotase kompetitornya (yaitu ATI).

     Kali ini developer game Brother In Arm ternyata masih mau diajak ber-kongkalikong untuk mengecewakan pengguna videocard ATI. Namun cara ini ternyata malah lebih membuahkan kerugian kepada developer game-nya, karena saat ini pengguna videocard ATI jauh lebih banyak ketimbang dulu (nyaris berimbang dengan pengguna NVIDIA). Oleh karena problem "yang disengaja" pada level Black Friday justru menyebabkan developer game ini diprotes habis oleh banyak orang, dan pada akhirnya menyebabakan game ini kurang sukses terjual di pasaran.
     Dengan adanya problem pada level Black Friday ini, para pengguna videocard ATI bukannya kecewa dan beralih ke NVIDIA tapi justru memaki-maki GearBox software dan berjanji untuk tidak lagi membeli game buatan mereka, dan mereka bahkan menganjurkan sesamanya untuk membajak saja game Brother In Arms ini.
     Karena serangan protes dan tekanan yang bertubi-tubi, akhirnya Gearbox software berjanji untuk merilis patch untuk menghilangkan "problem" pada videocard ATI.
     Tampaknya cara sabotase yang dulu cukup efektif dilakukan ketika NVIDIA masih mendominasi, kini tak lagi efektif karena saat ini jumlah pengguna NVIDIA dan ATI nyaris berimbang.
Sehingga sabotase atau keberpihakan terhadap salah satu produsen justru akan menyebabkan jumlah gelombang protes yang cukup besar terhadap developer game, yang pada akhirnya akan menyebabkan game tersebut tidak sukses terjual di pasaran..

     Beberapa developer game ternama sebenarnya sudah mengetahui resiko semacam ini, sehingga mereka tidak berpihak ke salah satu produsen videocard, sekalipun produsen tersebut mensoponsori.
Sebagai contoh, game sukses seperti RaceDriver GRID dan Mass Effect disponsori ATI. Game ini memang lebih kencang jika dijalankan pada videocard ATI, namun mereka tidak memberikan "problem yang disengaja" pada videocard NVIDIA, dan karena itulah game ini juga menjadi game sukses, tidak seperti Brother In Arms yang tak sukses terjual karena mecoba mengecewakan pengguna videocard produsen tertentu.

Lihat semua arsip berita bulan October 2008

 

reviewland-logo1s.gif (745 bytes)

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem