(20 october 2008)
- NVIDIA menjegal ATI di game
Brother in Arms
NVIDIA akhir-akhir ini sering dipermalukan oleh ATI karena kinerja videocardnya yang kalah
oleh ATI sekalipun pada game yang disponsori oleh NVIDIA.
Bioshock, Devil May Cry 4, Assasin Creed, ET Quake Wars dan banyak game terkenal lainnya
terbukti lebih kencang dijalankan
dengan Radeon HD4870 ketimbang Geforce GTX 260, padahal game ini disponsori oleh
NVIDIA dan menyandang logo "The Way It's Meant To Be Played".
Bahkan pada game dengan tampilan grafis terbaik saat ini, yaitu Crysis Warhead, Radeon HD4870 mampu menjadi videocard
tercepat mengalahkan videocard tercepat NVIDIA yaitu Geforce GTX 280, padahal game ini
juga disponsori oleh NVIDIA.
Akhir-akhir ini mayoritas developer game memang cenderung tidak
memberikan perlakuan spesial (seperti problem atau perbedaan kualitas grafik) pada
videocard ATI ataupun NVIDIA, karena mereka khawatir tindakan tersebut akan menurunkan
penjualan game mereka. Ini tentu berbeda dengan situasi pada beberapa tahun yang lalu
dimana developer game masih bisa "diatur" oleh NVIDIA untuk menurunkan kualitas
grafis pada videocard ATI.
Berbeda dengan situasi beberapa tahun yang lalu dimana
pengguna videocard NVIDIA saat itu lebih dominan, saat ini komposisi pengguna videocard
ATI dan NVIDIA nyaris seimbang. Oleh karena itu cukup riskan bagi sebuah developer game
untuk memihak salah satu produsen videocard, sebab itu akan berakibat game mereka akan
diprotes oleh 50% pengguna videocard atau bahkan menghilangkan potensi penjualan game
mereka sebesar 50%.
Namun ternyata saat ini masih ada juga developer game yang berani
mengambil resiko untuk ber-kongkalikong dengan NVIDIA untuk memojokkan ATI, yaitu GearBox
software yang membuat game Brother In Arms.
Sama seperti game lainnya, Radeon HD4870 juga terbukti
menjadi videocard yang tercepat pada game yang disponsori oleh NVIDIA ini. Lihat saja
hasil benchmark kinerja yang dilakukan guru 3d di bawah ini
Brother
In Arms
Hells Highway
Max Quality 1600x1200 noAA |
Average
framerate |
| Radeon
HD 4870 ($310) |
63 |
| Geforce
GTX 280 OC edition ($500) |
62 |
| Geforce
GTX 260 Core 216SP ($400) |
59 |
| Radeon
HD 4850 ($200) |
55 |
| Geforce
9800 GTX+ ($240) |
53 |
| Geforce
8800/9800 GT ($170) |
44 |
| Radeon
HD 3870 ($140) |
44 |
| Radeon
HD 3850 ($125) |
38 |
| Geforce
9600 GT ($135) |
37 |
| Radeon
HD 4670 ($100) |
32 |
NVIDIA sebenarnya telah menyadari bahwa
kinerja terbaik justru akan dimiliki oleh videocard kompetitornya, maka untuk menutupi
rasa malunya, NVIDIA menyuruh GearBox software untuk membuat sebuah level bernama
"Black Friday" yang akan bermasalah bila dijalankan menggunakan videocard ATI.
Pada level Black Friday, tampilan akan langsung gelap bila
menggunakan videocard ATI. Sehingga para pengguna videocard ATI pasti tak akan dapat
menamatkan game Brother In Arm karena terganjal di level Black Friday ini.
NVIDIA tampaknya ingin agar para pengguna videocard ATI frustrasi
dan kecewa karena tak dapat menamatkan game Brother In Arm.
Sabotase licik ini juga dilakukan oleh NVIDIA karena rasa
amarah dan dendam mereka kepada konsumen mereka yang selama ini telah membelot ke ATI.
Harus diakui bahwa semenjak kesuksesan Radeon seri 4800, cukup banyak konsumen yang
beralih ke videocard ATI.
Selama ini, NVIDIA yang dipimpin oleh CEO Jen-Hsun Huang,
terkenal sebagai perusahaan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya, entah
itu dengan menipu konsumen menggunakan strategi rebranding produk lawas, downgrade spek,
atau dengan ber-kongkalikong bersama developer game untuk mensabotase kompetitornya (yaitu
ATI).
Kali ini developer game Brother In Arm ternyata masih mau
diajak ber-kongkalikong untuk mengecewakan pengguna videocard ATI. Namun cara ini ternyata
malah lebih membuahkan kerugian kepada developer game-nya, karena saat ini pengguna
videocard ATI jauh lebih banyak ketimbang dulu (nyaris berimbang dengan pengguna NVIDIA).
Oleh karena problem "yang disengaja" pada level Black Friday justru menyebabkan
developer game ini diprotes habis oleh banyak orang, dan pada akhirnya menyebabakan game
ini kurang sukses terjual di pasaran.
Dengan adanya problem pada level Black Friday ini, para
pengguna videocard ATI bukannya kecewa dan beralih ke NVIDIA tapi justru memaki-maki
GearBox software dan berjanji untuk tidak lagi membeli game buatan mereka, dan mereka
bahkan menganjurkan sesamanya untuk membajak saja game Brother In Arms ini.
Karena serangan protes dan tekanan yang bertubi-tubi,
akhirnya Gearbox software berjanji untuk merilis patch untuk menghilangkan
"problem" pada videocard ATI.
Tampaknya cara sabotase yang dulu cukup efektif dilakukan
ketika NVIDIA masih mendominasi, kini tak lagi efektif karena saat ini jumlah pengguna
NVIDIA dan ATI nyaris berimbang.
Sehingga sabotase atau keberpihakan terhadap salah satu produsen justru akan menyebabkan
jumlah gelombang protes yang cukup besar terhadap developer game, yang pada akhirnya akan
menyebabkan game tersebut tidak sukses terjual di pasaran..
Beberapa developer game ternama sebenarnya sudah
mengetahui resiko semacam ini, sehingga mereka tidak berpihak ke salah satu produsen
videocard, sekalipun produsen tersebut mensoponsori.
Sebagai contoh, game sukses seperti RaceDriver GRID dan Mass Effect disponsori ATI.
Game ini memang lebih kencang jika dijalankan pada videocard ATI, namun mereka tidak
memberikan "problem yang disengaja" pada videocard NVIDIA, dan karena itulah
game ini juga menjadi game sukses, tidak seperti Brother In Arms yang tak sukses terjual
karena mecoba mengecewakan pengguna videocard produsen tertentu. |
 |