| (28 februari 2009) - Perusahaan Jepang berlomba-lomba memecati karyawannya karena rugi besar-besaran Dampak resesi perekonomian mulai dirasakan oleh perusahaan-perusahaan jepang. Penurunan penjualan secara drastis dan kerugian yang fantastis telah memaksa para pengusaha jepang untuk memecati karyawannya. Panasonic baru-baru ini membukukan kerugian sebesar 380 milyar Yen ($4,2 milyar) dan membuat mereka harus memecat 15.000 orang karyawannya dan menutup 27 pabriknya di seluruh dunia. Ini adalah kerugian pertama Panasonic semenjak 6 tahun terakhir. Raksasa otomotif Jepang, Mistubishi, juga tak luput dari kerugian pada tahun ini sebesar 60 milyar Yen. Padahal tahun sebelumnya Mitsubishi masih mereguk laba sebesar $34,7 milyar Yen. Casio Computer yang merupakan produsen digital camera dan jam tangan, tidak sampai menderita kerugian, namun net income nya anjlok sebanyak 87% yaitu dari 13,5 milyar Yen menjadi cuma 1,5 milyar Yen saja. Penurunan penjualan juga telah memaksa Sony untuk memecat 16.000 orang karyawannya dan menutup 6 pabriknya. Dalam hal jumlah karyawan yang dipecat, NEC menjadi jawaranya menempati peringkat atas. NEC memang akhir-akhir ini kurang berprestasi, sehinga wajar jika kinerjanya semakin memburuk lagi di era resesi sekarang ini. Bila sebelumnya perusahaan jepang saling berlomba menjadi yang terhebat dalam teknologi, kini mereka malah saling berlomba menjadi yang terbanyak dalam hal jumlah karyawan yang dipecat. Berikut ini daftar peringkat perusahaan berdasarkan jumlah karyawan yang dipecat.
|
![]() |
|||||||||||||||||||||
Lihat semua arsip berita bulan Februari 2009
©2008 Budz Kay
Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem