AUTOART > PERFORMANCE
CALLAWAY C12 1998
review & pics by Budz Kay


 

(sempurna)

Callaway C12 sebenarnya adalah Corvette C-5 yg dimodifikasi oleh perusahaan modifikator ternama yaitu Callaway Cars.
Perusahaan yg bermarkas di Connecticut Amerika ini telah memiliki reputasi selama 25 tahun dalam melahirkan beberapa mobil tercepat di dunia, yg semuanya itu merupakan mobil jalanan yg dimodifikasi.
Nama Callaway itu diambil dari nama pendirinya yaitu Reeves Callaway. Ia adalah orang yg amat disegani oleh para pembalap jalanan.
Sang pakar modifikator tsb mengatakan bahwa mobil ciptaannya lebih hebat drpd Supercar. Pernyataan tsb mungkin tidak berlebihan mengingat salah satu mobil Corvette modikasinya berhasil menembus rekor kecepatan 410km/jam. Asal tahu saja, kecepatan maximum Enzo Ferrari hanya 350km/jam.

Meski Callaway mampu menghadirkan mobil dgn tenaga supercar. Namun konsep Callaway adalah menciptakan Supercar yg nyaman & mudah dikendarai, sehingga masih layak utk dipakai sehari-hari.
Kebanyakan Supercar memerlukan perlakuan khusus dalam mengendarainya, namun tidak begitu halnya dgn Callaway C12 yg aslinya adalah mobil jalanan (street car) yg tentunya mudah dikendari seperti mobil biasa.
Harganya pun hanya 1,5 milyar rupiah. Jauh lebih murah dibanding harga sebuah Supercar.

Semua Callaway C12 pada awalnya adalah Corvette C-5 (Corvette generasi ke 5), yg kemudian dibongkar lagi di markas Callaway.
Semua body panel diganti dgn serat carbon, kevlar, dan  fiberglass jenis S-class.
Komponen bawaan Corvette yg masih digunakan hanya frame rail, chassis, layout transmisi, serta kaca depan & samping saja. Komponen lainnya sudah diganti dgn komponen buatan Callway.
Silinder head, camshaft, fuel map, inginition & timing juga sudah dimodifikasi. Suspensi, kaki-kaki dan roda juga diganti dgn komponen buatan Callaway. Bannya menggunakan Pirelli PZero Rossos 295/30R-19 yg dirancang spesial utk Callaway C12.
Mobil yg mengawali debutnya di Geneva pada tahun 1998 ini menggunakan mesin jenis LS1 V8 5666cc yg merupakan mesin bawaan Corvette C-5 yg telah modifikasi.
Mesin modifikasian ini sanggup mengeluarkan 440 tenaga kuda. Akselerasi 0-100km/jam dapat dicapai dalam waktu 4.5 detik.

Berkat kepiawaian Reeves Callaway, mobil ini sanggup mencapai kecepatan maximum 320km/jam.
Untuk sebuah mobil jalanan (street car) garapan tahun 1998, hal ini cukup mengagumkan, sebab top speed mobil ini hanya terpaut sedikit dgn Enzo Ferarri yg tergolong supercar keluaran tahun 2003 (350km/jam).

Autoart merupakan produsen diecast yg berusaha menghadirkan replika dari maha karya sang maestro modifikator, Reeves Callaway.
Setahu saya hanya Autoart saja yg membuat diecast Callaway C12 dalam skala 1:18. Alternatif lain tampaknya hanya diecast 1:24 buatan Franklin Mint yg ditandatangani oleh Reeves Callaway, dan harganya sekitar 4 juta rupiah. Atau dengan dengan kata lain, Callaway buatan Franklin Mint tersebut harganya  7X lebih mahal drpd diecast Autoart yg saya review ini.

Dalam hal kualitas dan detail, kepiawaian Autoart tak perlu diragukan lagi.
Pada semua sisi pada diecast Callaway C12 ini terlihat jelas dedikasi Autoart sebagai priduwn diecast papan atas.
Sektor mesin digarap cukup detail dan realistis. Autoart bahkan tak lupa menambahkan plastik pelapis kap mesin bagian dalam.
Kaca lampu depan yg menempel tanpa tiang mencerminkan kehebatan Autoart. Produsen diecast lain seperti Maisto biasanya masih menggunakan tiang utk menempelkan kaca lampu.
Sisi interior tak luput dari jamahan tangan terampil Autoart. Semua detail pada panel-panel dashboard digarap dgn sangat baik. Lantainya pun menggunakan karpet.
Karpet juga digunakan pada lantai ruang bagasi. Di ruang bagasi tsb juga terdapat dudukan utk meletakkan atap yg dapat dilepas. Anda dapat merubah dari mode coupe style ke targa style (atap terbuka) dgn membongkar pasang sendiri penutup atap ini.

Bagian roda terlihat sangat bagus. Diecast ini menggunakan velg chrome yg dibalut ban low profile. Pada ban tersebut juga terdapat marking (merk) Pirelli Pzero.
Discbrake ikut berputar bersama roda dan caliper juga tak pernah dilupakan oleh Autoart.

Bagian bawah mobil terlihat lumayan detail. 
Anda dapat melihat mesin bagian bawah dan saluran knalpot dengan jelas. Shock breaker warna merah juga terlihat dari dari celah-celah bawah mobil ini.

Autoart mengeluarkan 4 warna utk Callaway C12, yaitu kuning, silver, merah, dan biru tua bermotif.
Diantara ke-4 warna tsb yg paling jelek adalah warna biru tua bermotif (Muko). Oleh karena itu Callaway dgn warna itulah yg paling banyak tersisa di etalase toko. Sementara warna lainnya seperti kuning lebih sulit ditemukan.
Pada dasarnya kualitas cat pada diecast ini tergolong bagus.Namun satu hal yg agak mengganjal adalah bagian moncong & buritan mobil ini menggunakan plastik. Karena plastik tidak menyerap cat sebaik besi, maka lambat laun warna pada bagian yg plastik akan berbeda dgn bagian besi.

Dengan harga berkisar 500 ribuan, Callaway C12 buatan Autoart ini cukup menarik utk dimiliki. Apalagi warna kuning juga lebih langka dibanding warna lainnya.
Bagi yg enggan utk mengeluarkan uang 4 juta utk sebuah diecast Callaway C12 buatan Franklin Mint, maka diecast buatan Autoart ini tampaknya menjadi pilihan utama bagi penggemar diecast mobil Amerika yg menghebohkan ini.

 

[ budzkay@reviewland.com ]

HOME

 

r3.jpg (4426 bytes)