    (sempurna)Callaway
C12 sebenarnya adalah Corvette C-5 yg dimodifikasi oleh perusahaan modifikator ternama
yaitu Callaway Cars.
Perusahaan yg bermarkas di Connecticut Amerika ini telah memiliki reputasi selama
25 tahun dalam melahirkan beberapa mobil tercepat di dunia, yg semuanya itu merupakan
mobil jalanan yg dimodifikasi.
Nama Callaway itu diambil dari nama pendirinya yaitu Reeves Callaway. Ia adalah
orang yg amat disegani oleh para pembalap jalanan.
Sang pakar modifikator tsb mengatakan bahwa mobil ciptaannya lebih hebat drpd
Supercar. Pernyataan tsb mungkin tidak berlebihan mengingat salah satu mobil Corvette
modikasinya berhasil menembus rekor kecepatan 410km/jam. Asal tahu saja, kecepatan maximum
Enzo Ferrari hanya 350km/jam.
Meski Callaway mampu menghadirkan mobil dgn tenaga supercar.
Namun konsep Callaway adalah menciptakan Supercar yg nyaman & mudah dikendarai,
sehingga masih layak utk dipakai sehari-hari.
Kebanyakan Supercar memerlukan perlakuan khusus dalam mengendarainya, namun tidak
begitu halnya dgn Callaway C12 yg aslinya adalah mobil jalanan (street car) yg tentunya
mudah dikendari seperti mobil biasa.
Harganya pun hanya 1,5 milyar rupiah. Jauh lebih murah dibanding harga sebuah
Supercar.
Semua Callaway C12 pada awalnya adalah Corvette C-5 (Corvette
generasi ke 5), yg kemudian dibongkar lagi di markas Callaway.
Semua body panel diganti dgn serat carbon, kevlar, dan fiberglass jenis
S-class.
Komponen bawaan Corvette yg masih digunakan hanya frame rail, chassis, layout
transmisi, serta kaca depan & samping saja. Komponen lainnya sudah diganti dgn
komponen buatan Callway.
Silinder head, camshaft, fuel map, inginition & timing juga sudah dimodifikasi.
Suspensi, kaki-kaki dan roda juga diganti dgn komponen buatan Callaway. Bannya menggunakan
Pirelli PZero Rossos 295/30R-19 yg dirancang spesial utk Callaway C12.
Mobil yg mengawali debutnya di Geneva pada tahun 1998 ini menggunakan mesin jenis LS1 V8
5666cc yg merupakan mesin bawaan Corvette C-5 yg telah modifikasi.
Mesin modifikasian ini sanggup mengeluarkan 440 tenaga kuda. Akselerasi 0-100km/jam dapat
dicapai dalam waktu 4.5 detik.
Berkat kepiawaian Reeves Callaway, mobil ini sanggup mencapai kecepatan maximum
320km/jam.
Untuk sebuah mobil jalanan (street car) garapan tahun 1998, hal ini cukup
mengagumkan, sebab top speed mobil ini hanya terpaut sedikit dgn Enzo Ferarri yg tergolong
supercar keluaran tahun 2003 (350km/jam).
Autoart merupakan produsen diecast yg berusaha menghadirkan
replika dari maha karya sang maestro modifikator, Reeves Callaway.
Setahu saya hanya Autoart saja yg membuat diecast Callaway C12 dalam skala 1:18.
Alternatif lain tampaknya hanya diecast 1:24 buatan Franklin Mint yg ditandatangani oleh
Reeves Callaway, dan harganya sekitar 4 juta rupiah. Atau dengan dengan kata lain,
Callaway buatan Franklin Mint tersebut harganya 7X lebih mahal drpd diecast Autoart
yg saya review ini.
Dalam hal kualitas dan detail, kepiawaian Autoart tak perlu
diragukan lagi.
Pada semua sisi pada diecast Callaway C12 ini terlihat jelas dedikasi Autoart
sebagai priduwn diecast papan atas.
Sektor mesin digarap cukup detail dan realistis. Autoart bahkan tak
lupa menambahkan plastik pelapis kap mesin bagian dalam.
Kaca lampu depan yg menempel tanpa tiang mencerminkan kehebatan Autoart. Produsen
diecast lain seperti Maisto biasanya masih menggunakan tiang utk menempelkan kaca lampu.
Sisi interior tak luput dari jamahan tangan terampil Autoart. Semua detail pada
panel-panel dashboard digarap dgn sangat baik. Lantainya pun menggunakan karpet.
Karpet juga digunakan pada lantai ruang bagasi. Di ruang bagasi tsb juga terdapat dudukan
utk meletakkan atap yg dapat dilepas. Anda dapat merubah dari mode coupe style ke targa
style (atap terbuka) dgn membongkar pasang sendiri penutup atap ini.
Bagian roda terlihat sangat bagus. Diecast ini menggunakan
velg chrome yg dibalut ban low profile. Pada ban tersebut juga terdapat marking (merk)
Pirelli Pzero.
Discbrake ikut berputar bersama roda dan caliper juga tak pernah dilupakan oleh
Autoart.
Bagian bawah mobil terlihat lumayan detail.
Anda dapat melihat mesin bagian bawah dan saluran knalpot dengan jelas. Shock
breaker warna merah juga terlihat dari dari celah-celah bawah mobil ini.
Autoart mengeluarkan 4 warna utk Callaway C12, yaitu kuning,
silver, merah, dan biru tua bermotif.
Diantara ke-4 warna tsb yg paling jelek adalah warna biru tua bermotif (Muko). Oleh
karena itu Callaway dgn warna itulah yg paling banyak tersisa di etalase toko. Sementara
warna lainnya seperti kuning lebih sulit ditemukan.
Pada dasarnya kualitas cat pada diecast ini tergolong bagus.Namun satu hal yg agak
mengganjal adalah bagian moncong & buritan mobil ini menggunakan plastik. Karena
plastik tidak menyerap cat sebaik besi, maka lambat laun warna pada bagian yg plastik akan
berbeda dgn bagian besi.
Dengan harga berkisar 500 ribuan, Callaway C12 buatan Autoart
ini cukup menarik utk dimiliki. Apalagi warna kuning juga lebih langka dibanding warna
lainnya.
Bagi yg enggan utk mengeluarkan uang 4 juta utk sebuah diecast Callaway C12 buatan
Franklin Mint, maka diecast buatan Autoart ini tampaknya menjadi pilihan utama bagi
penggemar diecast mobil Amerika yg menghebohkan ini.
[ budzkay@reviewland.com
]
HOME |