AUTOART > RACING
SUBARU IMPREZA WRC 2001 #5
review & pics by Budz Kay


 

NILAI KUALITAS & DETAIL BARANG :
(sempurna)

NILAI INVESTASI :
Harga asal : Rp. 475 ribu
Harga pasaran (per October 2003) : Rp. 500 ribu*
* diecast tergolong barang investasi, sehingga dalam jangka waktu tertentu harganya dapat naik lebih tinggi dari harga asalnya karena faktor kelangkaan / keunikan.

Subaru Impreza merupakan mobil legendaris di dunia Rally.
Pada setiap etape WRC 2001, mobil ini selalu berada di urutan 3 besar, bahkan tak jarang menempati posisi pertama.

Subaru Impreza nomor #5 merupakan mobil yg dikendarai oleh pembalap Inggris, Richard Burns, pada salah satu etape WRC yg berlangsung di Portugal.
Selain mobil Subaru Impreza #5, pada etape Portugal tsb juga ikut serta Subaru Impreza #6 yg dikendarai oleh pembalap Norwegia, Peter Solberg. Namun mobil #6 tsb kurang beruntung dan akhirnya harus terdepak dari perlombaan akibat kerusakan pada kemudi dan suspensi depan.
Pada etape Portugal, mobil Subaru Impreza #5 hanya berada di urutan ke-4, kalah oleh Lancer Evo VI tunggangan Tommi Makinnen yg menempati posisi 1.
Namun meski kalah di etape Portugal, Richard Burn dengan mobil Subaru #5 ini mampu mendulang sukses di etape-etape yg lain, sehingga akhirnya menjadi juara WRC 2001.

Kesuksesan Subaru Impreza meraih juara WRC2001 ini tak lain berkat dapur pacunya yg menggunakan mesin 4 silinder 2000cc turbocharged, yg mampu mengeluarkan tenaga 300bhp.
Selain itu mobil ini dilengkapi dengan sistem 4 wheel drive yg canggih dan gearbox sequential semi-automatic.
Perbedaan yg paling menyolok antara Subaru Impreza langsiran 2001 dengan Subaru Impreza tipe sebelumnya adalah bentuk lampu depannya yg bulat & unik.
Pada Subaru Impreza 2001 versi jalan raya ada semacam penutup transparan yg menutupi bagian lampu yg berbentuk oval, sedangkan pada versi Rally penutup lampu tersebut tidak ada.

Semua kolektor diecast tahu bahwa replika mobil tunggangan para jawara selalu mempunyai nilai khusus di mata mereka. Tak terkecuali diecast Subaru Impreza #5 tunggangan Richard Burns, sang jawara WRC 2001.
Tidak salah pula bila replika mobil bersejarah seperti ini dibuat oleh Autoart yg merupakan produsen diecast papan atas.
Diecast ini boleh dibilang sebagai replika terbaik dari Subaru Impreza WRC, sekaligus salah satu diecast paling detail yg dibuat Autoart.
Selain membuat diecast Subaru Impreza #5, Autoart juga membuat diecast Subaru Impreza #6. Namun seperti telah saya bahas sebelumnya, Subaru Impreza #6 adalah mobil pecundang yg tentu saja replikanya tak layak dikoleksi.

Pada dasarnya diecast mobil Rally adalah diecast yg sarat dengan detail. Berbeda dgn diecast street car, pada diecast mobil Rally terdapat banyak sekali komponen-komponen tambahan. Mulai dari roll bar, panel-panel intsrumen dashboard, hingga gambar-gambar tambahan pada body yg semuanya memerlukan usaha ekstra dari pembuat diecast.
Semua aspek-aspek detail yg rumit dari sebuah mobil Rally ternyata mampu dikerjakan oleh Autoart dengan baik.

Banyak hal yg membuat saya mengatakan bahwa diecast ini adalah salah satu diecast terbaik yg dibuat Autoart.
Mulai dari hal yg sepele seperti lampu, Autoart membuat bola lampu pada mobil ini dengan sangat realistis. Frame lampu juga terkesan terbuat dari bahan carbon-fiber seperti pada mobil betulannya.
Foglamp, meski berukuran kecil, tetap dibuat dari plastik bening, jadi tidak hanya berupa plastik yg dicat saja.
Bahkan logo Subaru yg menempel di moncong mobil juga merupakan komponen terpisah yg cukup detail..
Pada lubang udara di bemper juga diberi semacam jaring yg terkesan seolah terbuat dari wire mesh betulan.
Sekujur tubuh diecast ini juga diberi gambar & logo-logo sponsor yg sebagian besar adalah "tampoo" (bukan sticker), sehingga tidak akan mengelupas.
Hanya sedikit saja logo yg dibuat dari sticker.

Sektor roda digarap oleh Autoart dengan sangtat baik. Selain caliper discbrake bertuliskan merk Brembo, discbrake itu sendiri terbuat dari bahan metal betulan. Disckrake dari bahan metal mulai diterapkan pada produk-produk Autoart keluaran baru.
Autoart juga menambahkan marking (merk) pada ban. Tulisan Pirelli Pzero dapat jelas terbaca.

Bagian pintu juga dibuat secara luar biasa. Autoart menggunakan engsel pintu yg ukurannya sangat kecvil sehingga nyaris tak terlihat. Pintunya pun menggunakan kaca, sehingga terkesan lebih realistis.

Sisi interior betul-betul sarat dengan detail. Mulai dari rollbar, panel-panel intrumen di dashboard, tabung pemadam api, setir, seatbelt, hingga kursi dibuat dengan sangat detail.
Kursinya juga dibuat dari bahan kain, namun yg mengejutkan, Autoart bahkan tak lupa menuliskan tulisan merk di bangku kursi tsb.

Beberapa logo sponsor baghkan dituliskan pada panel pintu bagian belakang.
Autoart tidak ingin melewatkan satupun detail, mulai dari tabung pemadam api yg ada 2 buah, panel digital dan analog yg berada di dashboard, hingga seatbelt bermerk Sabelt digarap dengan detail.

Diecast buatan Autoart biasanya menggunakan lantai yg beralaskan karpet, namun mengingat ini adalah replika mobil rally, maka tentu mobil rally lantainya tidak beralaskan karpet. Begitu pula di bagian belakang tidak ada jok, tapi di sana bersandar sebuah ban serep yg tali pengikatnya sekalipun dibuat dengan detail.

Sektor ruang mesin dikerjakan oleh baik. Mesin terbuat dari beberapa modul yg terpisah. Meski modul mesin tidak menembus dari atas ke bawah, namun detailnya bagus, khas Autoart.
Kerumitan mesin tidak terlihat dari sisi bawah, karena bagian bawah dilengkapi pelat pelindung, yg sudah lazim ditemukan pada mobil rally betulan.

Kap bagasi belakang dapat dibuka setelah kita membuka sekrup penutup yg ada di bagaian bawah diecast ini.
Pada bagasi belakang terdapat tempat ban serep yg kosong, karena ban serep diletakkan di dalam interior bagian belakang, seperti pada mobil betulannya.
Namun sabuk pengikat roda tak dilupakan oleh Autoart.

Satu hal yg mungkin agak menganggu adalah kap mesin dan bagasi yg tidak bisa dibiarkan tetap terbuka. Kap mesin akan jatuh ke bawah bila tidak diganjal. Sebenarnya, memang seperti inilah kap mesin pada mobil betulan. Namun beberapa pemilik diecast suka memajang diecast dgn kap mesin yg dapat terbuka terus, dan hal seperti ini tidak dimungkinkan pada diecast yg satu ini (kecuali anda menggunakan tusuk gigi utk mengganjal kap mesin).
Kap mesin yg jatuih bila tidak disangga memang tidak boleh disalahkan, mengingat mobil betulan juga seperti itu. Tapi yg harus disalahkan dari Auotart adalah tidak mau menyertakan tongkat penyangga kap mesin yg selalu ada pada mobil betulan.
Sayangnya, kap bagasi belakang juga mengalami penyakit yg sama seperti kap mesin.

Kap bagasi belakang akan jatuh bila tidak diganjal. Seharusnya ini tidak boleh terjadi karena kap bagasi belakang mobil betulan dapat dibiarkan terbuka.
Namun mengingat detail yg ada pada diecast ini sangat luar biasa, maka beberapa kekurangan sepele seperti diatas tentu dapat diabaikan.

Diecast yg satu ini layak dibilang sebagai salah satu karya terbaik Autoart, sekaligus juga boleh dibilang sebagai replika Subaru WRC skala 1:18 terbaik yg pernah dibuat oleh peradaban manusia.

 

[ budzkay@reviewland.com ]
  081 830 9003

HOME

 

r3.jpg (4426 bytes)