NILAI KUALITAS &
DETAIL BARANG :
    (cukup bagus)NILAI INVESTASI :
Harga asal : Rp. 80 ribu
Harga pasaran (per September 2003) : Rp. 400 ribu*
* diecast tergolong barang investasi, sehingga dalam jangka waktu tertentu
harganya dapat naik lebih tinggi dari harga asalnya karena faktor kelangkaan / keunikan.
Pada tahun 1988 Ferrari genap berusia 40 tahun. Untuk
merayakan ulang tahun ke 40 tersebut, Ferrari meluncurkan F40 yg mulai diperkenalkan di
tahun 1987.
F40 merupakan mobil yg didesign secara pribadi oleh Enzo Ferrari sendiri, yaitu
sang pendiri produsen mobil bersimbol kuda ini.
Basis design F40 sebenarnya diambil dari Ferrari 208 GTO (1984) dan juga 308 GTB.
Namun bagian depan dan belakang F40 mengalami perombakan secara total dengan adanya wing
belakang yg besar dan moncong yg rendah. Selain itu F40 dibuat dari bahan composite
material (kevlar & carbon fibre) yg mampu memberikan kekuatan tinggi namun dengan
bobot ultra ringan.
F40 merupakan mobil Ferrari yg boleh dibilang paling
legendaris, sebab selain didesign secara personal oleh Enzo Ferrari, mobil ini menjadi
batu loncatan pertama bagi Ferrari dalam menerapkan bahan ultra ringan (kevlar &
carbon fiber) pada mobil sport jalanan, sebelumnya bahan semacam ini hanya digunakan di
mobil balap saja.
Namun yg paling membuat nilai historis F40 meroket adalah kematian Enzo Ferrari
pada tgl 14 Agustus 1988, yaitu 1 tahun setelah ia menciptakan mobil ini.
Inilah yg membuat F40 akhirnya dijuluki sebagai "karya terakhir" sang maestro
Ferrari, dan sejak itu harganya mulai melambung.
Bahkan pada lelang yg berlangsung pada tgl 11November 1989, sebuah F40 sempat
terjual dengan harga USD 1,5 juta (sekitar 13 milyar rupiah ! )
Meski F40 merupakan mobil yg notabene dibuat dgn teknologi
tahun 1987, namun kehebatannya tetap diakui hingga kini.
F40 menggunakan mesin 2963cc V8 dengan twin water-cooled IHI turbo dan BEHR
intercooler yg berukuran besar.
Meski hanya berbekal mesin 2963cc, namun F40 sanggup mengeluarkan tenaga sebesar
515bhp. Ini berarti tenaga yg dikeluarkan F40 bahkan masih lebih besar dibandingkan
Lamborghini Gallardo produksi 2003 yg kapasitas mesinnya hampir 2X lipatnya (5000cc).
Bila membandingkan dengan kapasitas mesin yg hampir sama, terbukti bahwa Ferrari
360 Modena (3586c) keluaran paling anyar sekalipun hanya bisa menyemburkan tenaga sebesar
395bhp saja. Sangat jauh dibawah kekuatan F40 yg kapasitas mesinnya justru lebih kecil
(2963cc).
Dengan kecepatan maximum hingga 325km/jam, si gaek F40 masih
mampu mengalahkan top speed Ferrari 550 Maranello yg usianya 10 tahun lebih muda. Padahal
kapasitas mesin 550 Maranello (5500cc) jauh lebih besar dibanding F40 (2963cc).
Top speed Ferrari 360 Challenge buatan 2003 saja bahkan masih jauh dibawah mobil
produksi 1987 ini.
Meski F40 hanya berbekal teknologi era 80-an, namun aselerasi
0-100 km/jam mampu dicapainya dalam waktu hanya 4.5 detik, ini tentu akan membuat sportcar
baru seperti 550 Maranello dan 360 Modena tertinggal dalam debu.
Untuk sebuah mobil sport gaek, kehebatan F40 mungkin
terdengar tidak masuk akal. Namun bila menengok sejarahnya, keperkasaannya tidaklah
mengherankan sebab F40 adalah mobil pertama di dunia yg berhasil menjembatani teknologi
mobil balap dan mobil sport jalanan.
"Nafas balap" yg dimiliki F40 membuatnya tetap ditakuti sport car jalanan
keluaran teranyar sekalipun.
F40 diproduksi mulai dari thn 1987 hingga 1992 saja. Dalam
rentang waktu 5 tahun tersebut hanya 1300 unit saja yg telah dibuat.
Keperkasaan dan kelangkaannya membuat mobil ini tetap disegani para pecinta sportcar
hingga kini.
Kehebohan F40 membuat Bburago mulai membuat replikanya pada
tahun 1989.
Sejak itu hanya replika F40 buatan Bburago saja yg beredar di pasaran.
Namun setelah lisensi diecast Ferrari dibeli oleh Hotwheels, maka tidak boleh ada produsen
diecast lain yg boleh membuat replika Ferrari lagi selain mereka.
Jadi hingga kini hanya ada 2 macam diecast F40 saja, yaitu buatan Bburago dan Hotwheels.
Hotwheels hanya baru-baru ini saja membuat replika F40, tepatnya semenjak mereka
membeli lisensi diecast Ferrari. Sedangkan Bburago sudah membuat replika F40 semenjak 14
tahun yg lau, jauh sebelum Hotwheels mulai belajar membuat diecast skala 1:18.
Sebenarnya dulu pernah ada produsen diecast bernama Polistil yg juga membuat
replika F40 skala 1:18, namun kemudian bangkrut.
Diecast F40 buatan Bburago yg saya review ini adalah barang
lama produksi 1989, namun detailnya masih mampu bersaing dengan buatan Hotwheels..
Meski diecast ini dibuat dengan proses produksi tempo dulu, tapi dalam hal detail mesin
jauh lebih bagus dibanding F40 buatan Hotwheels.
Untuk sebuah diecast produksi lama, detail mesinnya
benar-benar mengundang decak kagum.
Selain mesinnya berbentuk modul terpisah, semua komponen mesin tsb digarap dengan
baik. Mulai dari saluran knalpot, muffler, pipa-pipa, air duct, intercooler, radiator,
hingga sistem suspensi, semuanya terlihat detail.
Bahkan detail tulisan BEHR pada intercooler-nya juga ditambahkan. Hal seperti ini
jelas tidak ditemukan pada F40 buatan Hotwheels.
Segala macam pernak-pernik di bagasi depan juga digarap
dengan detail, mulai dari ban serep hingga pengaitnya. Sistem suspensi depan juga dapat
jelas terlihat.
Jaring-jaring ventilasi pada bagian depan dan belakang benar-benar berlubang, jadi
tidak hanya plastik bertekstur saja.
Sektor bawah mobil juga digarap dengan detail. Detail suspensi & kaki-kaki
terlihat jelas. Selain itu pelat bagian bawah dibuat bertekstur seperti carbon-fibre,
lengkap bersama titik-titik rivetnya.
Namun harus diakui bahwa kualitas pengecatan pada diecast
buatan Bburago ini kurang baik. Terdapat banyak semburan cat yg memudar di bagian lubang
pintu, bagian dalam kap mesin, dan bagasi depan.
Hal seperti ini tidak terjadi pada F40 buatan Hotwheels.
Hal lain yg patut disayangkan pada diecast ini adalah
penggunaan sticker. Logo-logo Ferrari yg ada pada moncong dan sisi samping mobil ini
dibuat dari sticker yg tentunya dapat terkelupas.
Sisi interior pada diecast buatan Bburago ini juga terkesan
kasar dan kacangan. Speedometer dan panel dashboard masih dibuat dengan menggunakan
sticker, tidak dicat seperti pada diecast-diecast keluaran terbaru.
Tuas perseneling juga tidak menancap didalam alur gigi perseneling, namun hanya
menempel di pinggir saja. Ini terkesan asal-asalan & tidak realistis.
Meski jok dan seatbelt dibuat cukup detail , namun kesan plastiknya sangat terasa.
Satu hal yg cukup menarik adalah Bburago masih mau menambahkan detail pada atap
interior. Meski kesan plastiknya sungguh terasa, namun paling tidak Bburago masih membuat
texture pada atap interior tsb.
Interior yg terkesan sederhana sebenarnya memang sesuai dengan situasi pada mobil
aslinya. Saking sederhananya, bahkan pada mobil aslinya tidak terdapat AC dan sound
system. Ferrari menganggap bahwa pengemudinya sudah akan terhibur dengan deru suara mesin
F40.
Bila melihat engsel pintu, jelas akan terlihat bahwa diecast
ini masih dibuat dengan teknologi lama.
Jangan harap kita bakal menemukan lengan engsel yg berukuran mini, sebab hal
seperti itu hanya ada pada diecast-diecast keluaran baru saja.
Pada diecast buatan tahun 1989 ini, Bburago masih menggunakan engsel berupa plat yg
dikaitkan. Jadi bila pintu dibuka dengan posisi terlalu miring ke atas/bawah, maka pintu
akan terlepas !
Pada tahun 1989, kehadiran discbrake dan caliper tampaknya
belum menjadi syarat utama pada sebuah diecast. Ini terlihat dari absennya discbrake dan
caliper pada roda diecast ini.
Meski demikian Bburago masih harus diacungi jempol karena memberikan marking (merk) pada
ban.
Pada ban diecast ini terlihat jelas tulisan "Pirelli PZero" beserta
ukuran profil & diameternya.
Detail ban juga boleh dibilang cukup realistis karena lebar ban depan dan belakang
dibuat berbeda, persis seperti mobil aslinya.
Untuk sebuah diecast produksi lama, F40 buatan BBurago ini
boleh dibilang lumayan baik. Kita harus ingat bahwa 13 tahun yg lalu belum ada produsen
diecast yg mampu membuat diecast dengan detail seperti ini.
Di saat diecast Bburago ini dibuat, Maisto masih belum punya nama dan bahkan Hotwheels
masih belum mampu membuat diecast skala 1:18.
Selama kurang lebih 10tahun, ini adalah diecast F40 yg terbaik. Hingga akhirnya
Hotwheels membeli lisensi diecast ferrari dan ikut membuat replika F40.
Namun berhubung Hotwheels adalah "anak ingusan" di dunia 1:18, maka
replika F40 buatan mereka masih saja memiliki beberapa kekurangan dibandingkan F40 buatan
BBurago ini.
Memang harus diakui bahwa F40 buatan Hotwheels pastilah memiliki keunggulan karena
dibuat dengan proses produksi yg lebih modern. Namun kurangnya pengalaman Hotwheels di
skala 1:18 membuat F40 buatan BBurago ini masih mampu menunjukkan keunggulannya.
Secara keseluruhan, perbedaan kualitas & detail antara
F40 buatan BBurago dan Hotwheels boleh dibilang tidak terlalu jauh.
Namun dari segi kelangkaan, F40 buatan Bburago jauh lebih langka. Karena semenjak
Hotwheels membeli lisensi diecast Ferrari, maka tidak boleh ada lagi produsen diecast yg
boleh membuat replika Ferrari selain mereka.
Jadi jangan harap Bburago akan membuat diecast F40 lagi.
Sama seperti F40 aslinya yg merupakan karya terakhir Enzo Ferrari, diecast F40 ini
juga merupakan karya terakhir Bburago yg tidak akan pernah mereka buat lagi.
Jadi sudah barang tentu sangat layak dikoleksi karena faktor kelangkaannya.
Tak bisa dipungkiri bahwa diecast lawas ini termasuk salah satu buruan para
kolektor replika Ferrari maupun kolektor diecast langka.
Bahkan karena langkanya, F40 buatan Bburago sempat ditransaksikan dgn harga mencapai 400
ribu rupiah. Padahal di tahun 1989 harganya cuma 80 ribu rupiah saja.
[ budzkay@reviewland.com
]
HOME |