NILAI KUALITAS &
DETAIL BARANG :
    (sangat
bagus)NILAI
INVESTASI :
Harga asal : Rp. 350 ribu
Harga pasaran (per July 2003) : Rp. 600 ribu*
* diecast tergolong barang investasi, sehingga dalam jangka waktu tertentu
harganya dapat naik lebih tinggi dari harga asalnya karena faktor kelangkaan / keunikan.
Beberapa tahun yg lalu The Fast and The Furious menjadi film
yg digandrungi banyak orang.
Adegan yg paling tak terlupakan adalah balapan antara Dodge Charger modifikasi yg
dikendarai Vin Diesel dengan Toyota Supra.
ERTL merupakan produsen diecast yg memegang lisensi utk pembuatan diecast
mobil-mobil yg muncul di film The Fast and The Furious.
Sama seperti filmnya yg digemari orang, diecast seri The Fast and The Furious ini
juga cepat ludes terjual di pasaran. Ini tentu juga berkat kharisma & sosok Dodge
Charger itu sendiri.
Bila menilik dari sejarahnya, Dodge Charger adalah mobil yg
sangat legendaris di era pertengahan 60-an. Sekitar tahun 1966-1970 adalah masa kejayaan
mobil jenis American Muscle car.
Dalam hal tenaga mesin, industri mobil Amerika saat itu benar-benar tak memiliki
pesaing kuat. VW, BMW, maupun Porsche tak ada yg sanggup mengalahkan power yg dihasilkan
mobil-mobil American Muscle seperti Dodge Charger.
Dodge Charger pertama kali muncul di publik di tahun 1966, dan tiap tahunnnya
mengalami sedikit perubahan kosmetik di bagian front grill dan buritan.
Dodge Charger menggunakan mesin bertenaga brutal yg disebut mesin "Hemi"
berkapasitas 7000cc. Pada mesin jenis ini, ruang pembakaran di kepala silindernya
berbentuk setengah bulatan (hemisphere), sehingga intake & exhaust valve-nya lebih
besar. Lebih banyak udara yg masuk & keluar berarti makin besar pula horsepower yg
dihasilkan.
Keperkasaan mesin "Hemi" pertama kali diperkenalkan oleh Chrysler (produsen
Dodge) di ajang NASCAR tahun 1964
Mesin V8 "Hemi" 7000ccc yg dimiliki Dodge Charger mampu menghasilkan
tenaga sebesar 500HP. Top speed-nya 250km/jam dengan aselerasi 0-100km/jam dapat
dicapai dalam waktu 5 detik.
Untuk sebuah mobil era pertengahan 60-an, tenaga sebesar 500HP adalah luar biasa dan sulit
dicapai industri mobil Eropa dan Jepang saat itu. Bahkan sportcar masa kini seperti
Ferrari 360 Modena, Porsche Boxster dan Toyota Supra tenaganya masih berada di kisaran
300-400HP saja, jauh dibawah Dodge Charger.
Sportcar modern andalan Ferrari seperti 550 Maranello, tenaganya juga hanya 479 HP,
masih dibawah Dodge Charger.
Aselerasi 0-100km/jam dalam 5 detik juga sesuatu yg luar biasa karena cukup untuk
mengalahkan mengalahkan banyak sportcar modern keluaran Ferrari dan Porsche.
Dengan adanya penambahan Supercharger seperti pada Dodge
Charger The Fast and The Furious ini, maka sudah barang tentu mobil gaek ini makin
powerful saja dan makin sulit dikalahkan hampir semua sportcar modern.
Oleh karena itu banyak pengguna sportcar modern yg cukup segan utk adu balap
jalanan dengan Dodge Charger seperti ini. Sebab tentunya akan cukup memalukan bila sebuah
Sportcar era millenium dikalahkan oleh mobil lawas era 60-an.
Dari 5 jenis diecast seri The Fast & The Furious, Dodge
Charger adalah satu-satunya mobil jenis american muscle.
ERTL sendiri adalah produsen diecast yg sebagian besar produknya adalah mobil-mobil
american muscle.
Meski ERTL adalah spesialis diecast american muscle, tapi
dari segi detail & kualitas, Autoart tetaplah rajanya.
Produk ERTL yg detail & kualitasnya mengalahkan Autoart hanyalah seri Precision100 yg
harganya diatas 1 juta rupiah. Karena Dodge charger ini bukan seri Precision100, maka
detail kualitasnya hanya setara produk ERTL lainnya.
Meski detail & kualitas diecast ini masih dibawah diecast
buatan Autoart, namun paling tidak kualitas pengecatan & pembuatan lampu yg dilakukan
oleh ERTL jauh lebih baik dibanding Maisto.
Pada pinggiran lubang pintu tidak ada semburan cat yg memudar seperti yg biasa
dialami produk-produk Maisto.
Bahkan pada sisi bawah kap mesin, ERTL tetap memberikan sapuan cat yg merata. Hal
seperti ini jarang dilakukan produsen diecast yg lain.
Kaca lampu depan juga dilekatkan tanpa menggunakan tiang.
Selain itu bagian mesin juga menggunakan bentuk modul terpisah dan detailnya
digarap dengan sangat baik.
Mesin mobil ini dilengkapi supercharger yg komponennya tembus hingga keluar dari
kap mesin, khas mobil drag race.
Bagian dari mesin juga dapat terlihat dari bagian bawah mobil.
Pada bagian bawah mobil juga dapat terlihat detail suspensi, gear box, saluran knalpot,
dan tangki bensin.
Sisi interior terkesan cukup sederhana. Memang harus diakui
bahwa interior pada mobil-mobil american muscle aslinya memang sederhana.
Namun paling tidak ERTL membuat detail setir dan persneling dengan lumayan baik.
Meski demikian kesan plastik pada kursi sangat terasa. ERTL memang kurang bagus dalam
membuat detail Interior. Maisto & Yatming justru lebih piawai dalam membuat detail
interior.
ERTL tidak lupa menambahkan rollbar, namun warnanya hitam, tidak seperti pada mobil
aslinya di film yg rollbarnya berwarna chrome.
Saya sempat kaget ketiga menyadari bahwa bagasi belakang
mobil ini tidak bisa dibuka. Untuk diecast skala 1:18 ini adalah hal yg sangat memalukan.
Apalagi harga diecast ini tidaklah murah. Dengan harga yg berkisar 600 ribu, maka membuat
bagasi yg tidak bisa dibuka adalah sebuah dosa besar yg dilakukan oleh ERTL.
Harus diakui bahwa penggemar diecast ini akan memaafkan
beberpa kekurangan yg ada.
Sebab mobil ini memiliki "nilai" unik yg berasal dari kepopuleran film
The Fast & The Furious.
Mobil ini akan memuaskan banyak kalangan, mulai dari penggemar film The Fast &
The Furious, fans Vin Diesel, maupun penggemar berat diecast American Muscle &
mobil-mobil drag race.
Mungkin itu pula yg membuat harganya melejit cukup tinggi dari harga asalnya yg
cuma berkisar 350 ribu rupiah.
Untuk saat ini agak sulit untuk mendapatkan diecast langka ini dgn harga dibawah
600 ribu rupiah. Apalagi kabarnya ERTL sendiri kehabisan stok diecast ini.
[ budzkay@reviewland.com
]
HOME |