ERTL > RACING CHAMPIONS > THE FAST AND THE FURIOUS
MITSUBISHI ECLIPSE 1995
review & pics by Budz Kay


 

ertl18-mitsubishieclipsefnf.jpg (277234 bytes) NILAI KUALITAS & DETAIL BARANG :
(sangat bagus)

NILAI INVESTASI :
Harga asal : Rp. 450 ribu
Harga pasaran (per September 2003) : Rp. 500 ribu*
* diecast tergolong barang investasi, sehingga dalam jangka waktu tertentu harganya dapat naik lebih tinggi dari harga asalnya karena faktor kelangkaan / keunikan.

READY STOCK !!   SPECIAL PRICE !!
untuk pemesanan hubungi : 081 830 9003

Beberapa tahun yg lalu film The Fast and The Furious menjadi film yg menjadi panduan sekaligus panutan para modifikator mobil jalanan.
Banyak anak muda yg hingga kini pun masih meniru gaya mobil-mobil di film tersebut.
Salah satu gaya yg hingga kini masih sering ditiru adalah kap mesin dengan warna hitam dan juga penggunaan GT wing.
Mobil dalam The Fast & The Furious yg menggunakan kap mesin hitam adalah Mitsubishi Eclipse tunggangan Paul Walker.
Mungkin masih belum hilang dari ingatan, adegan dimana Paul Walker dengan Mitsubishi Eclipse-nya ini ikut balap jalanan melawan Mazda RX-7 yg ditunggangi Vin Diesel.

Mitsubishi Eclipse sendiri adalah mobil sport favorit di Amerika. Bentuknya yg sporty dan harganya yg murah membuatnya seringkali menjadi sasaran para modifikator.
Di Amerika harga baru mobil sport ini hanya seharga Toyota Kijang. Bahkan harga bekas Mitsubishi Eclipse masih jauh lebih murah daripada Daihatsu Ceria yg notabene tergolong mobil termurah di Indonesia.
Dengan harga murah seperti itu, pemiliknya tentu masih memiliki banyak sisa dana untuk melakukan modifikasi.

Mesin standar Mitsubishi Eclipse berkapasitas 2000cc inline DOHC 4-silinder 16valve dan dilengkapi Turbo intercooler.
Bahkan Eclipse tipe GSX sudah dilengkapi sistem all wheel-drive utk meningkatkan handling.
Tenaga yg mampu dihasilkannya sebesar 210HP, dan akselerasi 0-100km/jam mampu dicapai dalam waktu 6.4 detik. Ini tentu sangat luar biasa untuk sebuah sportcar Jepang dgn mesin hanya 2000cc.
Bahkan Porsche Boxster yg notabene sportcar Jerman dengan mesin berkapasitas hampir 3000cc hanya bisa menghasilkan akselerasi 0-100km/jam dalam waktu 7.4 detik saja, jauh lebih lambat dibanding akselerasi Mitsubishi Eclipse.
Kalah oleh sebuah mobil sportcar Jepang dgn mesin kecil dan seharga Toyota Kijang tentu merupakan sebuah tamparan yg memalukan bagi produsen sportcar Jerman kenamaan ini.

ERTL merupakan produsen diecast satu-satunya yg membuat replika 1:18 mobil-mobil TheFast & The Furious.
Mengingat ERTL lebih akrab dikenal dengan produk diecast american muscle, maka perusahan diecast asal amrik ini memasarkan replika sportcar jepang dengan merk Racing Champions.

Dalam hal detail, kualitas diecast Racing Champion ini sedikit diatas produk ERTL pada umumnya,mungkin karena ini adalah diecast seri special (movie).

Semua lampu-lampu dibuat dari plastik transparan, tak terkecuali lampu mundur di bemper belakang.
Kaca lampu depan terkesan tidak semewah kaca lampu buatan Autoart, namun karena Autoart tidak memilki lisensi pembuatan replika The Fast and The Furious, maka anda harus menerima kualitas lampu buatan ERTL ini dengan lapang dada.

Detail mesin tergolong bagus dan boleh dibilang setara Autoart. Mesin berbentuk modul, dan beberapa komponennya berwarna silver.
Komponen-komponen mesin terlihat jelas, dan pada blok mesin juga jelas tertera tulisan "DOHC 2.0L".
Memang harus diakui bahwa mesinnya kurang berwarna meriah seperti mobil asli di filmnya. Tapi kita harus sadar bahwa ini adalah satu-satunya replika 1:18 yg detailnya paling mendekati mobil di filmnya.

Kualitas cat tergolong bagus. Tidak ada bagian cat yg memudar di pinggiran lubang pintu, kap mesin, maupun bagasi. Dalam hal pengecatan, kelas diecast buatan ERTL ini jauh diatas diecast seperti Maisto.

Kualitas & detail interior diecast buatan ERTL biasanya kurang baik dan kesan plastiknya sangat terasa.
Begitu pula pada diecast ini kekurangan tersebut tampak.
Dashboard terkesan terbuat dari plastik yg tidak mewah. Selain itu seatbelt juga tidak realistik karena hanya dibuat dari kontur kursi yg dicat.
Selain itu panel-panel dashboard juga tidak diberi aksen warna.
Namun untungnya ERTL tidak lupa memasang panel indikator di sisi kanan dashboard.

Pada kap belakang terdapat tabung NOS dan pemadam api. Detailnya cukup bagus.

ERTL adalah produsen yg mau memperhatikan detail sisi bawah mobil. Meskipun bagian bawah diecast ini terkesan agak hambar dibanding diecast ERTL yg lain, namun detail kaki-kaki, bagian bawah mesin, knalpot, dan tangki bensin jelas terlihat.
Ujung knalpot juga dibuat berlubang, tidak buntu seperti kebanyakan knalpot pada diecast buatan Maisto.

Velg berwarna chrome membuat tampilan mobil ini keren. Discbrake dan caliper tak luput disertakan. Namun sayang sekali discbrake tidak ikut berputar bersama roda.
Selain itu pada ban juga tidak terdapat marking (merk).

Roda juga tidak dilengkapi dengan suspensi yg berupa per ataupun tuas plastik elastis, sehingga roda tidak dapat bergerak naik-turun.

Detail keseluruhan diecast ini cukup bagus.
Beberapa kekurangan yg ada hanyalah kekurangan kecil khas ERTL yaitu di sektor interior dan juga ban.
Mengingat diecast ini adalah satu-satunya replika 1:18 yg paling mendekati mobil asli di filmnya, maka tidak salah bila diecast ini menjadi pilihan utama bagi pengagum sportcar jepang, kolektor diecast special edfition, maupun bagi orang yg hanya sekedar ingin bernostalgia dengan film yg menghebohkan tersebut.

 

[ budzkay@reviewland.com ]
  081 830 9003

HOME

 

r3.jpg (4426 bytes)