 |
|
    (sempurna)Alasan
pertama membeli diecast ini adalah karena BMW V12 LMR bernomor 15 adalah peraih juara
pertama Le Mans 1999.
Alasan kedua adalah Maisto menggarap detailnya cukup baik. Hal ini cukup melegakan
karena alternatif lain untuk replika 1:18 mobil ini hanyalah diecast bikinan Kyosho, yg
tentu harganya pasti dua kali lipat harga Maisto.
Dan konyolnya lagi, meskipun lebih mahal, namun BMW V12 LMR produksi Kyosho
keluaran pertama bahkan tidak bisa dibuka kap mesinnya.
Meskipun diecast BMW V12 LMR buatan Maisto adalah barang
pasaran yg mudah ditemukan dimana-mana, namun sejarah gemilang dari mobil ini tetap
menarik minat saya untuk memiliki replikanya.
Pada balap Le Mans tahun 1999, BMW V12 LMR #15 yg dikendarai oleh
Martini/Dalmas/Wilkenhock ini mampu merebut juara pertama setelah menyingkirkan musuh
utamanya yaitu, Toyota GT1.
Struktur mesin 6000cc DOHC V12 pada mobil ini memiliki bentuk mirip dengan bagian
dalam McLaren F1 yg legendaris, mungkin ini pula kunci utama yg mampu menghantarnya ke
posisi pertama pada kejuaran tsb.
Setelah mencetak kemenangan gemilang di tahun 1999 dengan mobil ini, BMW mengikuti
ajang Lemans hingga tahun 2000, sampai akhirnya menghentikan kiprahnya di ajang LeMans dan
beralih ke balap Formula 1 yg menurut mereka lebih menguntungkan.
Pada diecast ini, Maisto mampu mem-visualisasikan kembali
masa jaya BMW di ajang Le Mans.
Detail-detail pada dapur pacu mobil yg perkasa ini mampu digarap Maisto dengan
baik.
Selain itu, detail pada cockpit juga patut diacungi jempol. Speedometer,
tombol-tombol, tuas perseneling, seatbelt, dan panel-panel lainnya diberi sentuhan detail
warna yg rapi.
Kualitas pengecatan body juga tergolong rapi, pada bagian dalam tidak ada permukaan metal
yg luput dari sapuan cat.
Maisto juga tidak lupa menyertakan caliper dan discbrake pada roda, namun cukup
disayangkan discbrake ikut berputar bersama roda.
Jarak roda dan spakbor terlihat proporsional & ceper, tidak terlalu jauh
seperti pada diecast Mercedes CLK bikinan Maisto.
Banyaknya jumlah diecast ini dipasaran mungkin membuat
kolektor diecast langka agak kurang berminat, tapi ada kalanya nilai dari sebuah diecast
bukan hanya dari faktor kelangkaan saja, tapi juga dari nilai historis yg dikandung mobil
tersebut.
Bila anda menghargai sejarah sebuah mobil, maka replika mobil juara ini tentu layak
dimiliki, apalagi harganya jauh lebih murah daripada diecast serupa bikinan Kyosho, yg
tentu saja nilai historisnya sama.
[ budzkay@reviewland.com
]
HOME |