NILAI KUALITAS &
DETAIL BARANG :
    (sangat
bagus)NILAI
INVESTASI :
Harga asal : Rp. 225 ribu
Harga pasaran (per September 2003) : Rp. 260 ribu*
* diecast tergolong barang investasi, sehingga dalam jangka waktu tertentu
harganya dapat naik lebih tinggi dari harga asalnya karena faktor kelangkaan / keunikan.
Hummer H1 terkenal sebagai salah satu SUV paling perkasa,
paling tangguh, sekaligus paling besar yg pernah dibuat manusia.
Hummer juga dikenal sebagai mobil yg digandrungi para selebritis amerika. Mulai
dari Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, hingga aktor gaek Sean Connery, tercatat
sebagai pemilik mobil bongsor ini.
Untuk mengenang 10 tahun eksistensi Hummer, maka pada tahun
2002 AM General & General Motors meluncurkan Hummer edisi 10th Anniversary.
Presiden AM General Corporation, Jim Armor, mengatakan bahwa H1 10th Anniversary
dibuat utk merayakan pesta 10 tahun keberadaan Hummer versi sipil dan juga sebagai
penghargaan kepada para pengguna yg telah membuat Hummer menjadi legenda selama
bertahun-tahun.
Karena merupakan edisi ulang tahun, maka Hummer H1 ini tentu
memiliki berbagai perbedaan dibanding Hummer H1 biasa.
Warna orange tembaga (Desert Sunset) merupakan warna khusus yg jelas tidak ada pada
Hummer biasa.
Selain itu berbagai fasilitas tambahan juga dimiliki mobil ini, diantaranya yaitu
panel dashboad dan setir yg bernuansa kayu, heavy duty brush guard, Fender flares, velg
chrome dengan aksen warna emas, dan tentunya logo 10th Anniversary pada body sampingnya.
Interior dalamnya juga dibalut kulit, dengan dilengkapi kursi yg dilengkapi alat
pemanas. Pada headtrest kursi dibordir tulisan 10th Anniversary pula.
Sama seperti jenis Hummer H1 biasa, mobil ini juga dilengkapi RunFlat system, yaitu
sistem pompa ban otomatis yg memungkinkan mobil dapat berjalan terus meski ban mengalami
kebocoran.
RunFlat system sering juga disebut sebagai CTIS (Central Tire Inflation System)
karena pengemudi dapat mengatur tekanan ban dalam kondisi mobil berjalan.
Dengan adanya CTIS maka dalam kondisi jalanan off road pengemudi dapat menurunkan
tekanan ban agar cengkraman ban lebih kuat, dan ketika mobil kembali ke jalanan aspal
tekanan ban dapat dinaikkan lagi. Pengaturan tsb dapat dilakukan pengemudi tanpa harus
beranjak dari kursi.
Mobil edisi ulang tahun seharga US$117.000 (1 milyar rupiah)
ini hanya diproduksi sebanyak 65 buah saja.
Popularitas & kharisma Hummer H1 sudah menjadi legenda yg
bahkan sampai menular ke dunia diecast.
Jelas tak dapat dipungkiri bahwa diecast Hummer H1 termasuk salah satu yg paling
digandrungi kolektor.
Tanyakan saja jenis diecast Maisto apa yg paling cepat menghilang dari etalase toko,
pastilah itu Hummer H1.
Beberapa tahun yg lalu, Maisto sempat mengeluarkan diecast Hummer H1 Wagon warna hitam yg
sekarang sulit ditemukan. Ini membuktikan bahwa semua H1 yg dibuat oleh Maisto saat itu
telah habis terjual.
Padahal Hummer H1 hitam menggunakan velg warna hitam yg menurut saya kurang
menarik, namun nyatanya barang tsb ludes juga.
Bila H1 yg seperti itu saja ludes terjual, apalagi Hummer H1 buatan Maisto yg
menggunakan velg chrome dan dengan warna body yg lebih atraktif......
Diecast Hummer H1 Wagon 10th Anniversary ini boleh dibilang
sebagai hummer buatan Maisto yg mengalami penyempurnaan dari produk sebelumnya.
Replika sebuah mobil edisi spesial tentunya harus dibuat secara special pula.
Mulai dari kap mesin hingga ke-4 pintunya dapat dibuka. Namun sayangnya pintu
belakang masih tak dapat dibuka.
Bila anda menginginkan diecast Hummer H1 Wagon yg semua kap & pintunya dapat dibuka,
maka alternatif satu-satunya adalah H1 Wagon buatan Exoto yg harganya 1 juta rupiah
(hampir 5X lipat harga diecast Maisto).
Tapi perlu diketahui bahwa H1 buatan Exoto tersebut bukanlah H1 edisi 10th
Anniversary seperti yg dibuat Maisto. Jadi bila anda ngotot memiliki replika H1 10th
Anniversary, pilihan satu-satunya hanyalah buatan Maisto yg untungnya harganya tak semahal
diecast buatan Exoto.
Meski harga H1 buatan Maisto ini jauh lebih murah, namun
detail dashboardnya ternyata malah lebih baik drpd buatan Exoto, ini tentu cukup
mengejutkan.
Memang harus diakui bahwa Exoto menggarap detail mesin dan bagian kaki-kakinya jauh
lebih baik dibanding Maisto. Namun detail yg dibuat Maisto sdebenarnya lumayan mendekati
garapan Exoto.
Selain itu, mesin yg digunakan pada diecast H1 buatan Exoto sepertinya adalah mesin
bensin. Sedangkan mesin pada H1 buatan Maisto ini adalah jenis Turbo Diesel 6.5L.
Detail di sektor mesin lumayan bagus, komponen-kompoenen
mesin terbuat dari beberapa modul yg terpisah.
Namun kesan mesinnya masih seperti plastik, tidak seperti H1 buatan Exoto yg detail
mesinnya benar-benar terlihat realistik.
Meskipun demikian, detail mesinnya masih jauh lebih bagus dibanding H2 buatan Maisto.
Lubang udara di kap mesin juga menggunakan plastik, tidak
seperti pada H1 buatan Exoto yg menggunakan wire mesh betulan. Maklum saja, dengan harga
5X lipat lebih mahal, Exoto tentu bebas melakukan apa saja.
Namun cukup disayangkan bahwa Maisto tampaknya terlalu senang
untuk menggunakan bahan plastik. Bahkan atap diecast ini ternyata terbuat dari plastik !
Hal ini tentu cukup memalukan untuk sebuah diecast yg seharusnya minim komponen
plastik di bagian exteriornya.
Selainkan melakukan pengiritan dengan menggunakan atap plastik, Maisto bahkan juga
melakukan "korupsi" dalam hal ukuran. Bila dibandingkan H1 buatan Exoto, diecast
buatan Maisto ini berukuran lebih kecil, sehingga sebenarnya tak layak menyandang gelar
1:18, namun lebih tepat bila 1:19.
Keputusan penggunaan atap plastik dan "korupsi ukuran" ini sepertinya
dilakukan dengan tujuan untuk menekan biaya produksi dan juga mengurangi berat yg pada
akhirnya mengurangi biaya pengiriman.
Pada sisi interior, Maisto mampu menunjukkan giginya.
Detail panel-panel dashboard pada diecast ini akan membuat wajah Exoto merah padam karena
malu.
Panel kayu pada dashboard berhasil ditiru oleh Maisto dgn cukup baik.
Jelas tak dapat dipungkiri bahwa Maisto menggarap detail dashboard secara lebih baik
dibanding Exoto.
Keunggulan Exoto hanyalah pada materi yg digunakan pada komponen-komponen interior.
Sebagai contoh, Exoto menggunakan bahan plastik semi karet utk kursi & panel pintu,
serta bahan kain utk seatbelt. Sedangkan Maisto hanya menggunakan plastik biasa.
Selain itu Maisto tampaknya kelupaan menambahkan tulisan "10th
Anniversary" pada bagian head rest kursi. Pada headrest mobil aslinya jelas ada
tulisan ini.
Meski demikian, Maisto tetap mampu menggarap detail interior dgn bagus.
Detail panel pintu, door pocket dan seat pocket tetap digarap dengan bagus. Seatbelt juga
dilengkapi detail dan kepala sabuknya. Jadi di sektor interior Maisto hanya kalah oleh
Exoto karena materi yg dipergunakan saja (untuk menekan ongkos).
Namun ketika melihat ke bagian engsel pintu, disinilah saya
menyadari keunggulan telak Exoto.
Untuk mekanisme pintunya,Maisto ternyata menggunakan engsel dgn plat besi yg menonjol
keluar, dan terkesan sangat kampungan.
Memang Maisto harus dihargai karena mau membuat diecast ekonomis yg ke-4 pintunya dapat
dibuka.
Namun menggunakan engsel ber-plat seperti ini jelas menunjukkan keputusasaan Maisto karena
tidak bisa menerapkan sistem engsel lengan yg biasa diterapkan oleh kebanyakan produsen
diecast .
Asal tahu saja, sistem engsel lengan sulit diterapkan pada diecast H1. Oleh karena itu,
hanya sedikit produsen diecast yg mau membuat diecast H1 skala 1:18.
Maisto tampaknya nekat melakukannya dan terpaksa menggunakan engsel ber-plat yg akhirnya
terkesan kampungan.
Sedangkan Exoto mengatasi problem tersebut dgn cara menggunakan engsel kupu-kupu, mirip
pada mobil betulannya. Tapi cara ini tentu lebih mahal dan memang akhirnya membuat harga
diecast H1 buatan Exoto 5X lebih mahal dibanding H1 buatan Maisto.
Satu hal lagi yg membuat Exoto dapat menyombongkan diri
adalah pada lampu-lampu.
Semua lampu sinyal pada H1 buatan Exoto dibuat dari plastik transparan. Sedangkan
pada H1 hanya lampu sinyal depan saja yg dibuat dari plastik transparan. Sedangkan lampu
sinyal lainnya hanya dibuat dari bagian body yg dicat oranye saja.
Lampu depannya juga masih ditempelkan menggunakan tiang.
Namun meski kalah di bagian lampu, bagian tutup lubang tangki bensin beserta
tulisan diatasnya mampu digarap oleh Maisto dgn cukup baik & detail.
Diecast H1 Wagon ini menggunakan velg chrome, sama seperti H1
Wagon buatan Exoto yg juga menggunakan velg chrome.
Pada velg jenis chrome, alat tire inlater-deflater (pompa ban otomatis) tidak terlihat
karena tertutup velg, jadi tidak terlihat jelas seperti pada Hummer H1 dengan velg hitam.
Sebenarnya velg chrome dgn jari-jari beraksen emas merupakan fitur special yg ada
pada H1 10th Anniversary betulannya, namun Maisto tampaknya kelupaaan utk menambahkan
aksen emas pada velg diecast ini.
Cukup disayangkan pula bahwa Maisto enggan untuk menambahkan marking (merk) pada
ban. Seharusnya tertulis "Goodyear Wrangler MT", seperti pada mobil betulannya.
Padahal ban pada H1 Wagon buatan Maisto yg terdahulu justru memiliki marking ini. Begitu
pula ban pada H1 buatan Exoto juga memiliki marking.
Adanya tulisan "10th Anniversary" pada diecast ini
menandakan bahwa ini adalah sebuah diecast Hummer edisi ulang tahun, yg kemungkinan tahun
depan tidak diproduksi lagi, atau mungkin pula digantikan oleh tipe lain.
Terlepas apakah dugaan saya itu benar atau tidak, namun yg jelas, sesuatu yg berbau
"edisi ulang tahun" tentu layak dikoleksi. Apalagi ini adalah diecast Hummer
terbaik yg pernah dibuat Maisto.
Jelas tak dapat dipungkiri bahwa diecast ini adalah salah satu diecast 1:18 yg
paling layak dimiliki. Apalagi hanya Maisto satu-satunya pembuat diecast Hummer 10th
Anniversary.
Anda tidak akan pernah menyesal memilikinya diecast Maisto yg satu ini, karena
alternatif lain yg kualitasnya lebih baik hanyalah buatan Exoto yg harganya 5X lipat lebih
mahal dan itupun bukan replika Hummer edisi 10th Anniversary.
[ budzkay@reviewland.com
]
081 830 9003
HOME |