|
Tak terasa sudah sekitar 10 tahun sistem handphone GSM
menjajah bumi pertiwi. Tak terasa pula sudah 10 tahun pula kantung rakyat indonesia
dikuras oleh tarif pulsa GSM yg sangat mahal.
Selama ini, untuk berkomunikasi dengan handphone, bangsa Indonesia diharuskan membayar
tarif pulsa yg mencapai 8X hingga 20X lebih mahal drpd tarif telpon lokal. Padahal orang
yg dihubungi masih berada di kota yg sama.
Dengan tarif yg selangit itu, apa bedanya operator GSM dengan bangsa penjajah yg
dahulu kala juga menguras harta rakyat indonesia secara brutal & serakah??
Untunglah Tuhan selalu memberikan pertolongan bagi bangsa
Indonesia yg malang ini. Belum lama ini telah hadir sistem handphone CDMA yg memungkinkan
kita berkomunikasi menggunakan handphone dengan tarif lokal ala telpon rumah.
Rakyat Indonesia telah dirampok sebesar Rp. 250 trilyun
Dengan tarif CDMA cuma berkisar Rp150-Rp.300/menit anda dapat
bercakap-cakap bebas menggunakan handphone.
Operator CDMA StarOne bahkan cuma mematok tarif Rp.87/menit saja. Bandingkan dgn tarif
telpon rumah lokal yg Rp.190/menit atau dengan tarif pulsa GSM yg mencapai Rp.800 -
Rp.1800/menit.
Ini berarti secara umum, tarif CDMA cuma berkisar 1/6 tarif GSM. Atau dengan kata lain
cuma sekitar 20% dari tarif GSM (hemat 80%)
Jadi bila selama ini tiap bulannya anda menghabiskan pulsa
GSM sebesar Rp.100 ribu, berarti sebenarnya tiap bulannya anda telah dirampok oleh
operator GSM sebesar Rp.80 ribu (80%). Ini berarti selama 10 tahun operator GSM menjajah
bumi Indonesia, anda telah dirampok sekitar Rp.10 juta rupiah (Rp.80ribu/bulan x 10
tahun).
Menurut data APSI (Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia), jumlah
pemakai handphone GSM di seluruh Indonesia berkisar lebih dari 25 juta orang (10% lebih
dari jumlah penduduk Indonesia).
Jadi bila rata-rata pemakaian pulsa pengguna handphone GSM di Indonesia adalah
Rp.100ribu/bulan, maka selama 10 tahun harta bangsa indonesia yg telah dirampas para
operator GSM adalah sekitar Rp. 250 trilyun rupiah ( 25 juta x Rp.10 juta) !!.
Ini adalah jumlah yg bahkan lebih besar dari harta bangsa Indonesia yg telah
dirampas kaum penjajah Belanda selama ratusan tahun.
Angka Rp.250 trilyun tsb bukan omong kosong, sebab ketua ATSI
(Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia), Johnny Swandi Sjam, di sela-sela pembukaan
''Indonesia Cellular Show 2004'' di JHCC Jakarta, 21-25 Juli 2004 bahkan berkata ''Pendapatan
per tahun tak kurang dari Rp 25 triliun dari bisnis ponsel GSM"
Jadi jelas bahwa secara tanpa disadari rakyat Indonesia tiap
tahunnya digerogoti oleh para operator GSM sebesar Rp. 25 trilyun.
Konyolnya, di saat bangsa Indonesia mengalami krisis moneter dan terjadi kerusuhan,
yg dijarah selalu toko-toko yg notabene milik rakyat biasa yg mencari sesuap nasi dgn
berdagang. Sedangkan harta rampasan milik "sang penjajah" sebesar Rp.250 trilyun
sama sekali tak dijarah. Ironis bukan??
Padahal kalau mau jujur, harta senilai Rp.250 trilyun yg berupa gedung megah operator GSM
dan segala prasarana di dalamnya itu dibangun dengan uang yg telah dirampas dari rakyat
Indonesia selama kurun waktu 10 tahun. Andaikan itu dijarah oleh rakyat yg kelaparan, itu
sah-sah saja.
Namun penjarahan tentu saja bukanlah tindakan yg baik &
beradab. Dalam kondisi negara kita yg sedang tenang ini, lebih baik kita relakan dulu
harta Rp.250 trilyun milik kita yg dikuasai para penguasa GSM.
Namun untuk membalas kekejian yg telah mereka lakukan selama 10 tahun ini, kita bisa
melakukannya dengan mulai berhenti menggunakan handphone GSM mulai detik ini, dan beralih
menggunakan handphone CDMA. Sebab selama bangsa kita masih menggunakan handphone GSM,
berarti kita membiarkan diri kita dijajah & harta kita dikuras secara brutal oleh para
operator GSM.
GSM versi murah: Kartu As & Si Jempol = isapan jempol belaka
Akhir -akhir ini beberapa operator GSM terlihat agak panik
dengan murahnya tarif CDMA.
Mereka kalang kabut setelah ketahuan bahwa selama ini mereka telah meraup laba
secara brutal
Oleh karena itu untuk menutupi dosa-dosanya, Telkomsel mengeluarkan Kartu As dan
Pro XL mengeluarkan Kartu jempol, yg tak lain merupakan kartu GSM dengan tarif pulsanya yg
sebenarnya "agak lebih murah" sedikit saja.
Sebenarnya, kartu GSM versi murah seperti As dan jempol hanyalah untuk konsumsi
orang tolol yg gampang tergoda dengan murahnya harga voucher, tapi tidak sadar bahwa tarif
pulsa GSM tetap saja masih jauh lebih mahal drpd CDMA.
Jadi yg murah hanyalah harga vouchernya saja (ada yg cuma berisi pulsa Rp. 5 ribu),
sedangkan tarifnya hanya lebih murah sedikit alias masih jauh lebih mahal dibanding tarif
CDMA.
Dengan tarif GSM yg mahal dan voucher semurah itu, bisa-bisa sekali kring langsung
habis. Makanya tidak salah bisa kartu semacam tersebut hanya cocok buat orang tolol.
Selain itu kartu GSM versi murah seperti As dan Jempol
memilki banyak keterbatasan, yaitu tidak bisa dipakai untuk MMS dan koneksi GPRS.
Bandingkan dengan kartu CDMA yg pulsanya murah meriah tapi menawarkan berbagai feature
canggih seperti CDMA internet access 153Kbps.
Saatnya beralih ke sistem CDMA
Untuk beralih ke sistem CDMA, yg anda perlukan yaitu:
- Kartu perdana operator CDMA (SIM Card Pra/Pasca bayar)
- Handphone CDMA
Secara fisik, kartu perdana CDMA juga berupa SIM Card seperti kartu perdana GSM
(telkomsel, proxl, mentari,dsb).
Namun SIM Card CDMA itu hanya bisa digunakan di handphone khusus CDMA saja.
Ada beberapa macam Kartu perdana (SIM Card) jenis CDMA, yaitu
:
Telkom Flexi
Flexi dikeluarkan oleh Telkom. Sebenarnya Flexi ini merupakan
pengembangan lanjut dari sistem C-Phone yg lahir pertama kalinya di Surabaya (dikembangkan
oleh Telkom Divre 5).
Surabaya adakah kota kelahiran sistem CDMA pertama yg berbasis telpon lokal, atau dikenal
juga dengan istilah "Fixed Wireless".
Setelah sukses di Surabaya, Flexi kemudian muncul di berbagai kota lainnya seperti
Jakarta, Bandung, Semarang dsb.
Karena berbasis telpon lokal maka pulsanya murah ala telpon rumah.
Anda bisa menggunakan Flexi untuk menelpon kemanapun, ke handphone ataupun ke luar negri
sekalipun (SLI). Namun bila anda keluar kota, nomer flexi anda tak bisa digunakan (anda
harus membeli nomer flexi yg khusus untuk kota yg anda kunjungi).
Untuk askes internet 153Kbps dengan Telkomnet@Flexi hanya
bisa dilakukan menggunakan Flexi Pascabayar saja. Sedangkan untuk pengguna Flexi Prabayar
hanya bisa menggunakan Telkomnet@Instan yg lamban dan tarifnya dihitung berdasar durasi
koneksi.
* UPDATE 3 November 2004 : Karena persaingan sengit dari StarOne Prabayar,
akhinya Flexi Prabayar kini juga bisa digunakan untuk akses internet 153Kbps dengan tarif
Rp. 5,5 / KB.
Kartu perdana Flexi tersedia dalam bentuk Prabayar (Trendy)
dan pasca bayar (Classy).
Flexy Pascabayar juga tersedia dalam jenis 3-in One (1 SIM Card bersisi 3 nomor
kota yg berbeda) sehinga ketika anda berpidah kota SIM card yg sama tetap dapat digunakan)
Flexi juga melakukan promosi-promosi dengan cara menjual
perdana & vouceher dengan harga lebih rendah dari nilai pulsanya. Misalnya Voucher
seharga 50ribu berisi pulsa senilai 65ribu, dan kartu perdana seharga 35 ribu berisi pulsa
50 ribu.
Selain itu khusus untuk Flexi Pascabayar (Classy) berlaku "All You Can
Call", yaitu dengan hanya Rp.50 ribu / bulan anda bebas sepuasnya menelpon ke sesama
Flexy / telpon rumah.
Format nomor Flexi seperti nomor telpon rumah. Contoh nomor
telpon Flexi Surabaya: (031) 7020 7050
| PERBANDINGAN
TARIF BICARA FLEXI vs. GSM ( per menit ) |
| |
Flexy Classy
pascabayar |
Flexy Trendy
prabayar |
GSM
pascabayar |
GSM versi murah
(As, Jempol) |
ke
sesama
operator |
Rp. 250
atau sepuasnya dgn Rp.50.000/bulan |
Rp. 260 |
Rp. 1800 |
Rp. 1000-1300 |
ke
telpon
rumah/CDMA |
Rp. 250
atau sepuasnya dgn Rp.50.000/bulan |
Rp. 260 |
Rp. 1000 |
Rp. 1000 |
ke
handphone
GSM |
Rp. 450 - Rp.535 |
Rp. 650 - Rp. 810 |
Rp. 1800 |
Rp. 1600 |
| ke
akses internet |
Rp. 5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 5,5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 25/KB
(64 Kbps) |
TIDAK BISA |
Keunggulan utama Flexi prabayar adalah bicara sepuasnya ke
telpon rumah atau ke sesama Flexy dengan membayar biaya Rp.50.000/bulan.
Indosat StarOne
Sama seperti Flexi, StarOne juga berbasis telpon lokal.
Bedanya pulsa StarOne lebih murah.
Tak dapat dipungkiri bahwa Telkom merupakan musuh bebuyutan Indosat. Semenjak kegagalan
Indosat untuk mematahkan monopoli Telkom di jaringan kabel telpon lokal, Indosat berupaya
menghajar Telkom dengan menggunakan jaringan wireless StarOne yg tarifnya sangat murah.
Bahkan untuk jenis Prabayar tarifnya cuma 1/3 telpon rumah (cuma Rp.87 per menit). Dengan
tarif yg murah ini Indosat berharap semua pelanggan telpon rumah Telkom berhenti
berlangganan dan beralih ke StarOne yg selain murah juga bisa dibawa jalan-jalan.
Semenjak kemunculan StarOne, sudah cukup banyak orang yg menon-aktifkan telpon
rumahnya. Beberapa orang bahkan ada yg sengaja menunggak tagihan Telkom dan membiarkan
telpon rumahnya dicabut oleh Telkom.
Indosat memang mengharapkan hal seperti diatas terjadi, dan lama kelamaan semua
orang beralih ke StarOne Prabayar/ StarOne (abonemen) yg tarif pulsanya bahkan cuma
85/menit (setengah telpon rumah).
StarOne juga bisa menggunakan layanan SLJJ Indosat yg
tarifnya juga jauh lebih murah drpd SLJJ Telkom. Nomer SLJJ Indosat tersebut yaitu 011.
Kartu perdana StarOne tersedia dalam bentuk Prabayar dan
Pascabayar. Nantinya nomor Prabayar juga dapat dijadikan Pascabayar (migrasi).
Khusus untuk pelanggan Pascabayar tersedia layanan akses internet sepuasnya dgn tarif cuma
Rp.200 ribu/bulan. Indosat berharap layanan ini akan mematikan bisnis internet Telkomnet.
Para pengguna StarOne Prabayar / Pasca bayar, juga tetap dapat menggunakan akses
internet 153Kbps dengan dengan tarif Rp. 5 / KB.
Bila anda sering browsing ataupun download file berukuran besar, sebaiknya gunakan
StarOne Pascabayar dan mendaftar akses internet tanpa batas dengan hanya Rp.200 ribu /
bulan.
Cukup disayangkan bahwa StarOne hanya mendukung RUIM saja dan
belum mendukung sistem Inject, padahal kebanyakan PDA Phone CDMA yg cangih (seperti Audiox
Thera dan Samsung i700) menggunakan sistem inject. Namun kabarnya akhir tahun ini StarOne
juga akan mendukung inject.
* UPDATE 3 November 2004: StarOne akhirnya mendukung sistem Inject walaupun
hanya untuk jenis prabayar saja.
Dalam hal kualitas suara, StarOne lebih unggul dibanding
Flexi. Selain itu pada StarOne juga sangat jarang terjadi hubungan yg putus ataupun
"call drop" yg kerap menimpa pengguna Flexi.
Namun karena gencarnya promosi Flexi, maka jumlah pemakai Flexi masih lebih banyak
dibanding StarOne.
Cita-cita Indosat adalah mengalahkan Telkom. Indosat membuat
layanan yg lebih baik & lebih murah drpd Telkom. Jadi bagi orang yg membenci Telkom
dan merasa dendam karena selalu dirampok oleh Telkom dengan tagihan telpon lokal yg tak
pernah ada perinciannya, maka mereka sebaiknya menggunakan StarOne sambil berharap
dominasi Telkom hancur.
Menghadapi ini Telkom tentu tak tinggal diam, demi upaya menjegal Indosat di masa-masa
awal peluncuran StarOne, Telkom melakukan cara licik dengan membuat agar nomer StarOne tak
bisa dihubungi dari telpon umum koin. Selain itu beberapa nomer telpon rumah tertentu juga
diatur agar tidak bisa menghubungi StarOne. Namun kini StarOne sudah dapat dihubungi dari
telpon rumah mana saja
Upaya boikot semacam ini mampu dilakukan Telkom karena saat ini jaringan telpon rumah
memang masih di-monopoli Telkom. Namun bila cita-cita Indosat untuk membangun jaringan
telpon yg lebih murah terwujud (bila StarOne didukung rakyat), maka Telkom nantinya tak
akan bisa bertindak banyak.
Untuk meningkatkan jumlah pelanggan StarOne pascabayar, maka
khusus hari Minggu para pelanggan StarOne pascabayar boleh menelpon gratis sepuasnya.
Cara ini mirip seperti yg dilakukan operator CDMA di Amerika. Tepatnya di
California, pengguna handphone CDMA boleh menelpon gratis sepuasnya selama hari Sabtu
& Minggu
Format nomor StarOne seperti nomor telpon rumah. Contoh nomor
telpon StarOne Surabaya: (031) 6020 6050
| PERBANDINGAN
TARIF BICARA STARONE vs. GSM ( per menit ) |
| |
StarOne
pascabayar |
StarOne
prabayar |
GSM
pascabayar |
GSM versi murah
(As, Jempol) |
ke
sesama
operator |
Rp. 87 - Rp.117
Khusus hari minggu gratis telpon
sepuasnya |
Rp. 200
( Rp.100/ 30 detik ) |
Rp. 1800 |
Rp. 1000 -
Rp.1300 |
ke
telpon
rumah/CDMA |
Rp. 97 - Rp.130 |
Rp. 260
( Rp.130/ 30 detik ) |
Rp. 1000 |
Rp. 1000 |
ke
handphone
GSM Indosat
(Matrix, Mentari, IM3) |
Rp. 425 - Rp.500 |
Rp. 650
( Rp.325/ 30 detik ) |
Rp. 1800 |
Rp. 1600 |
ke
handphone
GSM lain
(Telkomsel, ProXL) |
Rp. 440 - Rp.525 |
Rp. 750
( Rp.375/ 30 detik ) |
Rp. 1800 |
Rp. 1600 |
| ke
akses internet |
Rp. 5/KB
atau Rp.200.000/bulan sepuasnya
(153 Kbps) |
Rp. 5.5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 25/KB
(64 Kbps) |
TIDAK BISA |
Keunggulan utama StarOne prabayar adalah adanya pembulatan 30
detik untuk semua panggilan. Jadi sangat hemat karena pembulatan hitungannya bukan per
menit. Selain itu panggilan daeri StarOne ke nomer GSM group Indosat (Matrix, mentari,
IM3) lebih murah drpd ke GSM operator lain (Telkomsel, ProXL).
StarOne juga memiliki jaringan SLJJ khusus yg tarifnya cuma Rp.900/menit
(pascabayar) & Rp.1000/menit (prabayar) ke kota manapun. Lebih murah drpd tarif SLJJ
Telkom
Mobile-8 Fren
Operator CDMA yg satu ini adalah perusahaan milik anak
penguasa rezim Orde Baru, yaitu Bambang Triatmojo (pemilik RCTI, Group Bimantara, Dealer
Hyundai, Ford, Kia, dll).
Bahkan kabarnya Tommy Soeharto dan jendral-jendral tua era OrBa juga ikut memiliki saham
Mobile-8.
Dengan berbekal kharisma mantan presiden Soeharto beserta sederet pejabat negara sebagai
direkturnya (salah satunya Agum Gumelar), maka Mobile-8 mampu menjadi satu-satunya
operator CDMA yg memiliki hak monopoli untuk kemampuan roaming (coverage area nasional).
Jadi jelas Fren memiliki keunggulan yg tak dimiliki pesaingnya, yaitu bisa dibawa-bawa ke
luar kota. Meski demikian tarif operator "Cendana" ini agak sedikit lebih mahal
dibanding Flexi dan Starone.
Sama seperti Flexi, Fren juga melakukan promosi dengan
mengumbar pulsa. Dengan membeli voucher 50ribu anda akan mendapat pulsa senilai 65 ribu.
Sedangkan pulsa senilai 140 ribu bisa dibeli dgn harga 100 ribu.
Keunggulan Fren adalah tarif flat Rp.400 ke sesama Fren di
kota manapun ! Jadi bila anda memiliki rekan di luar kota yg memakai Fren, lebih baik
telpon menggunakan Fren karena anda tidak akan kena tarif interlokal.
Namun konyolnya, nomor Flexi dan Starone dianggap oleh Fren sebagai nomer handphone
GSM, sehingga bila anda menelpon ke Flexi/Starone berlaku tarif Rp.800/menit.
Format nomor Fren mirip seperti nomor handphone GSM . Contoh
nomor telpon Fren: 0888 301 0 301
| PERBANDINGAN
TARIF BICARA FREN vs. GSM ( per menit ) |
| |
Fren
pascabayar |
Fren
prabayar |
GSM
pascabayar |
GSM versi murah
(As, Jempol) |
ke
sesama
operator |
Rp. 400
(termasuk ke nomor Fren yg berada di luar kota) |
Rp. 400
(termasuk ke nomor Fren yg berada di luar kota) |
Rp. 1800 |
Rp. 1000-1300 |
ke
telpon
rumah |
Rp. 400 |
Rp. 400 |
Rp. 1000 |
Rp. 1000 |
ke
CDMA
(flexi, starone) |
Rp. 700 - Rp.800
(CDMA dianggap sama seperti GSM) |
Rp. 700 - Rp.800
(CDMA dianggap sama seperti GSM) |
Rp. 1000 |
Rp. 1000 |
ke
handphone
GSM |
Rp. 700 - Rp.800 |
Rp. 700 - Rp.800 |
Rp. 1800 |
Rp. 1600 |
| ke
akses internet |
Rp. 5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 5.5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 25/KB
(64 Kbps) |
TIDAK BISA |
Keunggulan utama Fren adalah tarif flat Rp.400/menit ke
sesama Fren di kota manapun.
Namun anehnya tarif panggilan ke nomer Flexi dan StarOne dihitung sama seperti
handphone GSM.
Memilih operator CDMA yg tepat untuk anda
Flexi dan StarOne memang tarifnya murah ala telpon rumah.
Tapi bagi yg sering bepergian keluar kota, anda jelas masih membutuhkan handphone GSM
karena Flexi & Starone hanya bisa aktif di kota asal anda.
Jadi bagi yg merasa muak dgn tarif mahal GSM tapi sering keluar kota, Fren merupakan
satu-satunya pilihan yg tepat karena Fren mempunyai area coverage nasional dan bebas
roaming. Sehingga dengan berbekal Fren anda dapat membuang handphone GSM anda.
Bagi yg ngotot ingin pulsa murah tapi sering bepergian keluar kota, maka Flexi
3-in-1 bisa jadi pilihan. Tapi ini berarti anda harus menggunakan Flexi jenis Pascabayar.
Bila anda tidak memperrmasalahkan "ketidak jujuran" Telkom dalam soal tagihan,
maka Flexi Pascabayar 3-in-1 bisa anda pilih.
Bagi yg mengutamakan tarif murah dan kualitas yg bagus untuk
area dalam kota, pilihan yg tepat adalah StarOne.
Saya pribadi kurang menyarankan Flexi karena selain sering putus dan terjadi call
drop, tarif Flexi juga masih lebih mahal drpd Starone.
Flexi Pascabayar 3-in-1 juga bukan merupakan solusi yg jitu bagi yg suka bepergian
ke luar kota.
Bila pergi ke luar kota, lebih baik kita membeli nomor Prabayar baru di kota
tujuan, apalagi harga kartu perdana juga murah.
Selain itu pada Telkom Flexi, akses internet CDMA 153Kbps
hanya bisa digunakan pada Flexi jenis Pascabayar saja.
Sedangkan pengguna Flexi Prabayar hanya bisa mengguna Telkomnet@Instan yg lambat
dan mahal.
Inilah yg membuat Flexi semakin kurang menarik dibanding StarOne.
Dalam hal koneksi internet, StarOne bahkan lebih unggul dengan adanya tarif akses
internet tanpa batas dgn biaya Rp.200 ribu/bulan. Bila anda jarang menggunakan internet
anda tetap bisa menggunakan akses internet CDMA 153Kbps dengan kartu Prabayar maupun
Pascabayar (tarif Rp.5/KB).
Untuk StarOne pascabayar, tarif pulsanya juga paling murah,
yaitu Rp. 87/detik !
Ini berarti cuma sepertiga tarif Flexi Prabayar (Rp. 250./menit). Bahkan tarif telpon
rumah saja masih lebih mahal, yaitu Rp. 190/menit.
Untuk yg menyukai jenis Prabayar, Starone juga paling tepat
dipilih karena selain pulsa per menitnya lebih murah drpd Flexy Trendy, tarif pulsa
StarOne prabayar juga dihitung per 30 detik.
Berikut ini perbandingan tarif Flexy, StarOne dan Fren
(prabayar).....
| PERBANDINGAN
TARIF OPERATOR CDMA PRABAYAR ( per menit ) |
| |
TELKOM
Flexy Trendy |
INDOSAT
StarOne |
MOBILE-8
Fren |
GSM
(Telkomsel, ProXL, Mentari, IM3, Matrix) |
ke
sesama
operator |
Rp. 260 |
Rp. 200
( Rp. 100/ 30 detik) |
Rp. 400
(termasuk ke nomor Fren yg berada di luar kota) |
Rp.
1800 |
ke
telpon
rumah |
Rp. 400 |
Rp. 260
( Rp. 130/ 30 detik) |
Rp. 400 |
Rp.
1000 |
ke
CDMA
(flexy, starone) |
Rp. 400 |
Rp. 260
( Rp. 130/ 30 detik) |
Rp. 700 - Rp.800 |
Rp.
1000 |
ke
handphone
GSM Indosat
(Matrix, Mentari, IM3) |
Rp. 650 - Rp. 810 |
Rp. 650
( Rp.325/ 30 detik ) |
Rp. 700 - Rp.800 |
Rp.
1800 |
ke
handphone
GSM lain
(Telkomsel, ProXL) |
Rp. 650 - Rp. 810 |
Rp. 750
( Rp.375/ 30 detik ) |
Rp. 700 - Rp.800 |
Rp.
1800 |
| Internet
akses |
Rp. 5,5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 5,5/KB
(153 Kbps) |
Rp. 5,5/KB
(153 Kbps) |
Rp.
25/KB
(64 Kbps) |
| Kemampuan
roaming |
TIDAK
BISA |
TIDAK
BISA |
BISA |
BISA |
Dari tabel diatas jelas terlihat bahwa untuk jenis prabayar
StarOne paling unggul
Bagi anda yg ingin membuang handphone GSM anda, pilihan yg
tepat sebagai pengganti GSM adalah Fren. Sebab Mobile-8 Fren adalah satu-satunya operator
CDMA yg memiliki kemampuan roaming nasional. Sehingga ketika diluar kota anda masih bisa
dikontak relasi anda.
Sedangkan bagi yg ingin merasakan hematnya tarif CDMA tapi masih ingin mempertahankan
handphone GSM, sebaiknya gunakan StarOne.
Berdasar pengalaman pribadi & pengamatan, bila anda
memiliki nomor CDMA (Flexi/StarOne), maka handphone GSM anda dijamin akan sangat jarang
berdering.
Karena begitu relasi anda tahu bahwa anda punya nomor Flexi/StarOne, maka mereka pasti
enggan menelpon ke nomor handphone GSM anda.
Terkadang mereka bahkan lebih baik menelpon ke nomor CDMA drpd mengirim SMS ke handphone
GSM anda, sebab tarif SMS ke handphone GSM (Rp.300) masih lebih mahal dibanding
menelpon langsung ke StarOne/Flexi (Rp 240-260 /menit).
Bila rekan anda juga punya nomor CDMA, maka tarif SMS sesama handphone CDMA bahkan cuma
Rp.100.
Koneksi internet 153Kbps menggunakan handphone CDMA
Semua handphone CDMA Nokia sudah mendukung high speed
internet CDMA 1X RTT 153Kbps. Atau dengan lain 3X lebih cepat dibanding koneksi internet
biasa dgn menggunakan modem 56k, maupun GPRS.
Dengan kecepatan 153Kbps berarti anda dapat mendownload file dengan kecepatan
maximal sekitar 19 KB/detik.
Semasa promosi internet CDMA gratis dimana banyak orang menggunakan internet, saya masih
bisa mendowload file dengan kecepatan 10KB/detik menggunakan StarOne. Sejelek-jeleknya
koneksi internet CDMA, tetap masih lebih cepat dibanding koneski dial-up telpon rumah
(56Kbps) yg baling banter cuma 6 KB/detik.
Untuk menggunakan handphone CDMA Nokia sebagai modem untuk
mengakses internet, yg perlu anda lakukan adalah menghubungkannya ke komputer menggunakan
kabel data seperti Nokia DKU-5 atau Mobile Action 8620E (USB) yg harganya berkisar 200
ribu. Setelah itu pada komputer anda, cukup di-install driver kabel data & driver
modem Nokia.
Kabel data USB merk Mobile Action 8620-E dapat digunakan untuk semua tipe handphone
CDMA Nokia, dan memiliki fungsi charge, jadi anda dapat browsing & download non-stop
tanpa takut kehabisan batere.
Anda bisa download driver modem untuk semua handphone CDMA Nokia disini : nmpCDMA1xRTT.inf
Tahapan instalasi untuk menjadikan handphone CDMA Nokia
sebagai modem komputer adalah sbb:
1. Install driver kabel data di komputer
2. Pada tahap proses instalasi, anda akan diinsstruksikan untuk menancapkan
handphone+ kabel data ke port USB. Setelah itu komputer akan mendeteknya.
3. Masuk ke Start Menu>Control panel > Phone & Modem > Add > Have
disk. Lalu cari file driver modem Nokia, yaitu "nmpCDMA1xRTT.inf"
4. Pilih "Nokia CDMA 1xRTT 3G Packet Data Modem"
5. Lakukan proses Dial Up seperti biasa dengan menggunakan modem Nokia tsb.
6. Untuk dial up gunakan nomer #777 dengan pilihan user name dan password
sbb:
StarOne: username=starone , pasword=indosat
Fren : username=m8 , pasword=m8
Flexi: username=telkomnet@flexi , password=telkom (hanya bisa untuk
Flexi Classy saja)
Beberapa handphone CDMA lain seperti Motorola dan Modottel
juga bisa digunakan sebagai modem, namun kabelnya khusus dan jarang dijual, tidak seperti
kabel data handphone Nokia yg banyak dijual di pasaran.
Bila anda berniat untuk menggunakan handphone CDMA untuk koneksi internet, daripada
pusing-pusing lebih baik gunakan handphone CDMA Nokia saja. Kabel data & driver Nokia
mudah didapat & bertebaran di mana-mana.
Perlu diingat bahwa tanpa adanya driver dan kabel data yg sesuai, handphone anda
tak bisa digunakan untuk konesi internet.
Jenis handphone berdasar tipe nomer
Berdasarkan jenis nomor yg digunakan, handphone CDMA terdiri
dari 2 tipe :
1. RUIM (Removable User Identity Module)
Handphone jenis ini menggunakan SIM card (Pra/Pasca bayar), sehingga untuk mengganti nomer
anda cukup mengganti SIM Card di dalamnya (seperti pada handphone GSM)
2. INJECT
Untuk menggunakan nomor pada handphone jenis ini, anda harus membawa SIM Card
(Pra/PascaBayar) anda ke kantor operator dan nanti mereka akan memprogram pada komputer
sentral agar nomer pada SIM Card tsb berlaku untuk handphone anda. Proses inject di
operator gratis dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit.
Proses inject tsb hanya membutuhkan nomor serial (8 digit) yg ada pada handphone anda,
jadi handphonenya sendiri secara fisik tidak diapa-apakan.
Setelah proses tsb, SIM Card anda tak diperlukan lagi.
Bila anda ganti handphone, nomer anda dapat dipindah ke handphone baru dgn cara yg sama
seperti di atas. Bila handphone baru anda jenis RUIM, maka anda akan diberi lagi SIM Card
dgn nomer yg sama setelah membayar biaya SIM Card baru sebesar Rp. 27 ribu.
Memang sistem Inject ini tak praktis seperti RUIM dimana anda bisa bebas mengganti-ganti
SIM card tanpa harus bolak-balik ke operator.
Namun keunggulan sistem inject adalah dalam hal keamanan. Bila handphone inject anda
dicuri orang, anda cukup memberitahu ke kantor operator untuk memblok nomer handphone tsb
(dengan menunjukkan kotak SIM Card nomer handphone yg hilang).
Dengan begitu, maka sang pencuri tak akan bisa menjual/menggunakan handphone tsb, kecuali
bila ia datang ke kantor operator untuk mengganti nomor, yg berarti sama dengan
menyerahkan diri ke polisi.
Selain itu pada handphone inject tipe tertentu anda bisa menggunakan dua nomer, misal
Flexi + Fren. Jadi bila anda sedang di dalam kota, anda bisa memilih Flexi (murah),
sedangkan bila bepergian ke luar kota anda menggunakan Fren (area coverage nasional).
Berikut ini adalah ulasan detail mengenai berbagai tipe
handphone CDMA .....
NOKIA 2280i (RUIM) - [ Rp. 750 ribu / Rp. 650 ribu]
Pada masa-masa awal munculnya sistem CDMA, dengan dana 700rb
anda hanya bisa mendapatkan handphone dgn merk kacangan seperti Sanex, Modottel, First,
dan bbrp merk lain yg terdengar asing di telinga. Hal inilah yg membuat orang-orang waktu
itu masih banyak yg ragu utk beralih ke CDMA. Namun kini dengan dana berkisar Rp.700 ribu,
anda sudah dapat memiliki handphone CDMA dgn merk ternama. Nokia 2280 merupakan handphone
CDMA termurah keluaran Nokia.
Pada masa-masa awal peluncurannya, Nokia 2280 yg beredar hanyalah tipe Inject saja,
namun kini semuanya sudah tipe RUIM. Orang menyebutnya 2280i (ada akhiran huruf 'i') utk
menbedakannya dgn versi Inject.
Handphone murah ini tak dibekali layar warna, polyphonic
ringtone, dan speakerphone. Namun Nokia membekalinya dgn beberapa feature modern seperti
memiliki voice dial, voice record (3 menit), multiple entry addressbook, vibrate, profile.
Dalam hal feature addressbook, 2280i tentu saja lebih unggul dibanding handphone GSM lawas
seperti Nokia 8210, 3310.
Banyak orang yg mengira bahwa 2280i tak bisa digunakan untuk
koneksi internet, ini karena ketika kita men-dial handphone ini dari komputer via kabel
data, tidak terlihat indikasi apa-apa pada layar handphone.
Selain tidak adanya indikator transfer data, kita juga tidak bisa men-disconnect transfer
data dgn tombol "Call Reject", sehingga bila kita sudah men-disconnet koneksi di
komputer maka kita harus mematikan dan menyalakan handphone lagi agar kita dapat
menggunakan hanphone itu lagi uuntuk koneksi internet.
Hal itu akan terasa menyiksa bila koneksi internet sering terputus sendiri (biasanya di
masa periode akses internet gratis), sebab ini berarti kita harus menyala-matikan
handphone berulang kali.
Tapi kalau koneksi internet lancar-lancar saja, maka kelemahan pada 2280 ini tidak terlalu
mengganggu.
Dengan menngunakan kabel data USB yg sekaligus men-charge
terus (kabel data tipe MA 8620E), anda dapat mengakses internet non-stop tanpa takut
handphioen akan kehabisan batere. Jangan khawatir bila batere akan drop, sebab 2280i
menggunakan tipe batere BL-5C yg murah dan populer. Kalaupun drop cukup ganti saja, atau
sebelumnya ganti dulu batere orisinalnya dgn yg harga 25 ribuan bila akan dipakai kerja
rodi untuk koneksi internet.
Pengalaman membuktikan bahwa Nokia 2280i adalah handphone yg
tangguh. Semasa periode akses internet gratis, banyak orang yg menggunakan handphone ini
24 jam x 7 hari nonstop untuk mengakses internet.
Meski dipaksa kerja rodi seperti itu, handphone ini masih oke-oke saja. Nokia 2280i jelas
lebih perkasa dibanding Nokia 3105 yg layar LCD warnanya seringkali belang/flicker karena
komponen internalnya kepanasan akibat kerja rodi mengakses internet berhari-hari non-stop.
Tak hanya itu, Nokia 2280 juga handphone yg sudah lolos uji dicelupkan dalam WC
dalam keadaan menyala.
Memang sewaktu masuk ke air, handphone langsung mati, tapi setelah dikeluarkan &
dikeringkan dgn hairdryer, handphone perkasa ini bisa berfungsi normal seperti sebelumnya.
Ketangguhan 2280i juga tercermin dari harga bekasnya juga yg
cukup tinggi. Perbedaan harga baru dan bekasnya hanya berkisar 100 ribu saja. Sebagai
handphone Nokia CDMA termurah dan terkuat, 2280i jelas sangat diminati.
| CDMA 1X Bandwith |
800 MHz |
Polyphonic ringtone |
No |
| Ukuran |
108 x 50 x 22mm |
Sound format |
- |
| Berat |
99 gm |
Messaging |
SMS , no MMS |
| Warna Layar |
Monochrome |
Infra red |
No |
| Resolusi Layar |
- |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java Technology |
No |
Camera |
Yes |
| Memory heap size |
- |
Stereo FM radio |
No |
| Memory storage |
- |
Flashlight |
No |
| Max JAR size |
- |
Speaker Phone |
No |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice Record |
Yes ( 3 menit
) |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email support |
- |
Video support |
No |
| Feature Casing |
- |
PDA feature |
No |
NOKIA 3105 (RUIM) - [ Rp. 1,2 juta / Rp. 1 juta
]
Bagi yg menginginkan handphone CDMA Nokia yg ukurannya
kecil dgn layar berwarna, Nokia 3105 adalah yg termurah. Bentuknya persis dgn saudara
GSM-nya yaitu Nokia 3100.
Handphone CDMA seharga Rp.1,2 juta ini dibekali dgn feature 16 polyphonic ringtone,
speakerphone, voice dial, voice record (3 menit), multiple entry addressbook, vibrate,
profile.
Meski menggunakan LCD warna 4096 color, namun kualitas warnanya seolah cuma 256color saja,
meski demikian jenisnya LCD-nya sudah tipe transflective sehingga tampilannya cukup jelas.
Nokia 3105 edisi keluaran pertama masih menggunakan layar LCD yg kualitasnya kurang
bagus (flicker). Bila ditampilkan gambar wallpaper maka gerakan flicker-nya akan lebih
kelihatan. Kebanyakan Nokia 3105 yg beredar di pasaran bekas adalah edisi awal yg layarnya
kurang bagus.
Dengan perbedaan harga bekas & baru yg hanya berkisar 200 ribu saja, saya
menyarankan untuk beli yg baru saja, karena dijamin layarnya sudah bebas flicker.

Biang penyebab kasus sering matinya backlight layar 3105 |
Karena ditujukan untuk anak muda, Nokia dibekali dengan
Rythmic Backlight Alert, sehingga ketika handphone berdering backlight layar dan keypad
dapat ikut berkedi-kedip mengikuti irama nada. Memang terlihat keren (kalau tidak boleh
dibilang norak), tapi saya pribadi tidak menyarankan mengaktifkan feature ini, sebab
banyaknya kasus backlight layar 3105 yg mati rata-rata disebabkan karena sering
diaktifkannya feature ini.

Quicick number function: nomer yg diketikkan dapat
digunakan untuk konversi kurs, message, timer, contact, dll |
Nokia 3105 juga mendukung feature quick number
function, sehingga ketika anda mengetikkan angka-angka di layar, anda dapat langsung
menggunakan angka tsb untuk menelpon, kirim SMS, ataupun untuk dikonversi ke mata uang
lain. Jadi untuk melakukan konversi valas, anda tak perlu repot-repot masuk ke menu
konversi kurs.

Multiple address book |
Feature multiple addres book juga ada pada 3105, anda
bisa memasukkan berbagai data ke dalamnya, mulai dari nomer telpon rumah, handphone, fax,
alamat, email, website, hingga catatan kecil.

Memudahkan kita memantau situasi koneksi data. Juga
memudahkan kita kalau ingin men-disconnect |
Sama seperti Nokia 2280, 3105 juga mendukung internet
CDMA 1X 3G RTT, namun 3105 sudah mampu menampilkan signal transfer data ketika koneksi
internet via kabel data sudah berjalan.
Ketika kita men-dial handphone ini dari komputer via kabel data, pada layar handphone akan
tampil tulisan "Dial #777" dan kemudian infikator data send & receive.
Dengan adanya indikator ini kita bisa langsung mengetahui
bila ada gangguan dlm koneksi internet yg ditunjukkan dgn tdk adanya sinyal data receive.
Selain itu kita juga bisa langsung men-disconnect transfer data secara langsung dgn
menggunakan tombol "Call Reject" di handphone.Jadi kita tak harus mematikan dulu
handphone seperti pada 2280.
Game yg ada pada game ini yaitu: Snake EX, Bowling, Bounce,
dan Beach Rally
Batere yg digunakan 3105 sama dengan 2280i, yaitu tipe BL-5C
yg populer dan murah meriah.
| CDMA 1X Bandwith |
800 Mhz |
Polyphonic ringtone |
16 |
| Ukuran |
102 x 43 x 22 mm |
Sound format |
MID |
| Berat |
86 g |
Messaging |
SMS, MMS |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
No |
| Resolusi Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia UI API |
Camera |
No |
| Memory heap size |
210 KB |
Stereo FM radio |
No |
| Memory storage |
2.8 MB |
Flashlight |
No |
| Max JAR size |
64 KB |
Speaker Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice Record |
Yes ( 3 menit
) |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
No |
| Feature Casing |
Glow in the dark
Rythmic Backlight Alert |
PDA feature |
No |
Nokia 6585 (RUIM) - [ Rp. 1,5 juta / Rp. 1,3 juta]
Pada dasarnya 6585 memiliki feature yg sama dgn 3105.
Tapi tentu saja handphone ini memiliki perbedaan yg membuatnya dipatok dgn bandol lebih
tinggi, yaitu Rp.1,5 juta.
Dibanding 3105, secara fisik 6585 terlihat lebih elegan,
layaknya handphone Nokia seri 6xxx. Dibanding 3105, sosok 6585 lebih tipis, meski sedikit
lebih panjang. Namun sayangnya frame tengah handphone ini terbuat dari bahan yg mudah
kotor berwarna gading, dan jelas bagian ini tak bisa diganti.
Dibandingkan casing 3105, kualitas casing 6585 juga terkesan kurang bagus, terkesan
ringkih. Engsel casing bagian belakangnya mudah patah, dan bila terlalu sering dibuka
tutup jaraknya renggang (meskipun tidak ada yg patah sekalipun). Ini mencerminkan kualitas
plastik yg kurang bagus.
Konyolnya lagi, untuk membuka casing belakang (bila mengganti SIM card/melepas
batere) agak sulit dilakukan, dan bila bila tidak hati-hatri dapat menyebabkan patahnya
engsel bagian atas.
Batere yg digunakan 6585 juga bukan tipe BL-5C yg murah &
populer, tapi menggunakan tipe BLD-3
Selain itu jenis dan kualitas tampilan warna layarnya masih
sama persis dengan 3105. Namun layar 6585 tidak mengalami masalah flicker seperti layar
Nokia 3105 keluaran pertama.
Dalam hal feature 6585 memiliki semua feature yg dimiliki
3105 (kecuali feature backlight alert), tapi ditambah dengan feature infra red dan radio.
Adanya infrared membuat anda dapat menggunakan handphone ini sebagai modem untuk mengakses
internet tanpa harus membeli kabel data.
Bila anda menggunakan notebook (rata-rata memiliki infra red), maka anda tak perlu
membeli lagi kabel data seharga 200 ribu, cukup gunakan fasilitas infrared pada 6585.
Tapi perlu diingat bahwa infrared pada 6585 dan juga
kebanyakan handphone Nokia lainnya tidak bisa dipakai utk tranfer data ringtone/gambar
dengan sesama handphone. Jadi fungsinya hanya bisa untuk tranfer data address book antar
handphone, dan transfer data dengan komputer saja.
Nokia sengaja melakukan hal ini agar pengguna handphone tidak dengan mudah
tukar-menukar gambar & lagu secara gratisan, Nokia berharap agar orang-orang membeli
ringtone/gambar.
Game yg ada pada 6585 yaitu : Triple Pop, Water Rapids,
Bounce, dan Beach Rally. Juga ada sebuah aplikasi java yg bernama Converter (untuk
konversi nilai/ukuran)
| CDMA 1X Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic ringtone |
16 |
| Ukuran |
106 x 45 x 20 mm |
Sound format |
MIDI |
| Berat |
87 g |
Messaging |
SMS, MMS |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
Yes |
| Resolusi Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia UI API |
Camera |
No |
| Memory heap size |
512KB |
Stereo FM radio |
Yes |
| Memory storage |
1 MB |
Flashlight |
No |
| Max JAR size |
64 KB |
Speaker Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice Record |
Yes ( 3 menit
) |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
No |
| Feature Casing |
No |
PDA feature |
No |
Nokia 6225 (RUIM) - [ Rp. 2,1 juta / Rp. 1,8 juta]
Pada dasarnya 6585 memiliki feature yg sama dgn 6585,
tapi handphone ini dibekali fasilitas camera, selain itu kualitas & warna layar LCD yg
digunakan lebih baik dibanding 6585/3105.
Namun kualitas camera & layar LCD nya masih jauh dibawah handphone Nokia 3650 (GSM).
Ironisnya, harga 6225, masih diatas 3650. Maka tak heran bila 6525 seharga Rp.2,1 juta ini
termasuk handphone CDMA yg kurang laku.
Meski secara fisik tampilan 6225 mewah dengan desin casing yg
keren, namun ukurannya jauh lebih tebal & lebih berat dibanding 6585.
Selain itu, jenis batere yg digunakan pada 6225 bukan tipe
BL-5C yg umum digunakan, tapi menggunakan tipe BLD-3 (sama seperti 6585).
| CDMA 1X
Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
16 |
| Ukuran |
106 x 45 x 20 mm |
Sound format |
MIDI |
| Berat |
98 g |
Messaging |
SMS, MMS |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
Yes |
| Resolusi
Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia
UI API |
Camera |
Yes |
| Memory heap
size |
512KB |
Stereo FM
radio |
Yes |
| Memory
storage |
1 MB |
Flashlight |
No |
| Max JAR
size |
64 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice
Record |
Yes ( 3 menit ) |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
No |
| Feature
Casing |
No |
PDA feature |
No |
Nokia 3205 (RUIM) - [ Rp. 1,9 juta / 1,6 juta ]
Setelah kemunculan 6225, Nokia meluncurkan lagi
handphone CDMA berkamera dgn harga yg lebih masuk akal.
Nokia 3205 muncul dengan bandrol harga Rp.1,9 juta. Namun sayangnya ukurannya
tergolong bongsor dan bentuk tombolnya aneh & agak menyulitkan, sehingga banyak orang
kurang menyukainya. Mungkin faktor design & ukuran itulah yg membuat harga bekasnya
cukup menurun drastis.
Dengan harga bekas cuma 1,6 juta, 3205 dapat menjadi
alternatif yg menarik & lebih komplit dibanding Nokia 6585 baru seharga 1,5 juta.
Namun itu hanya berlaku bila anda mendambakan fungsi kamera. Sebab bagaimanapun juga 6585
lebih kecil, tipis, dan ringan.
Karena ditujukan untuk segmen anak muda, Nokia 3205 tampil
gaul dgn casing yg corak tampilannya bisa kita buat sendiri (cut-out covers).
3205 dibekali feature yg sama dengan 6225, namun ditambah
dengan feature Flashlight (lampu senter).
feature Flashlight ini sangat berguna, karena kadang dalam situasi tertentu kita
membutuhkan senter dan kebanyakan orang biasanya jarang membawa senter kemana-mana.
Kita tak tahu kejadian apa yg akan terjadi, tapi biasanya dalam situasi gawat
kehadiran senter dapat menyelamatkan hidup kita.
Handphone dengan fasilitas senter ini juga menjadi favorit para teknisi komputer /
elektonik, karena pekerjaan mereka sering membutuhkan senter.
| CDMA 1X
Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
16 |
| Ukuran |
107.5 x 45 x 21 mm |
Sound format |
MIDI , AMR |
| Berat |
96 g |
Messaging |
SMS, MMS |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
Yes |
| Resolusi
Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia
UI API |
Camera |
Yes |
| Memory heap
size |
512KB |
Stereo FM
radio |
Yes |
| Memory
storage |
1 MB |
Flashlight |
Yes |
| Max JAR
size |
64 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice
Record |
Yes ( 3 menit ) |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
No |
| Feature
Casing |
Cut-out covers |
PDA feature |
No |
Nokia 3125 (RUIM) - [ Rp. 1,4 juta / 1,2 juta ]
Setelah kemunculan 6225, Nokia meluncurkan lagi
handphone CDMA berkamera dgn harga yg lebih masuk akal.
Nokia 3205 muncul dengan bandrol harga Rp.1,9 juta. Namun sayangnya ukurannya
tergolong bongsor dan bentuk tombolnya aneh & agak menyulitkan, sehingga banyak orang
kurang menyukainya. Mungkin faktor design & ukuran itulah yg membuat harga bekasnya
cukup menurun drastis.
Dengan harga bekas cuma 1,6 juta, 3205 dapat menjadi
alternatif yg menarik & lebih komplit dibanding Nokia 6585 baru seharga 1,5 juta.
Namun itu hanya berlaku bila anda mendambakan fungsi kamera. Sebab bagaimanapun juga 6585
lebih kecil, tipis, dan ringan.
Karena ditujukan untuk segmen anak muda, Nokia 3205 tampil
gaul dgn casing yg corak tampilannya bisa kita buat sendiri (cut-out covers).
3205 dibekali feature yg sama dengan 6225, namun ditambah
dengan feature Flashlight (lampu senter).
feature Flashlight ini sangat berguna, karena kadang dalam situasi tertentu kita
membutuhkan senter dan kebanyakan orang biasanya jarang membawa senter kemana-mana.
Kita tak tahu kejadian apa yg akan terjadi, tapi biasanya dalam situasi gawat
kehadiran senter dapat menyelamatkan hidup kita.
Handphone dengan fasilitas senter ini juga menjadi favorit para teknisi komputer /
elektonik, karena pekerjaan mereka sering membutuhkan senter.
| CDMA 1X
Bandwith |
800 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
16 |
| Ukuran |
102 x 43 x 22 mm |
Sound format |
MP3 , AAC , MIDI , AMR |
| Berat |
85 g |
Messaging |
SMS, MMS+SMIL |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
No |
| Resolusi
Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia
UI API |
Camera |
No |
| Memory heap
size |
512KB |
Stereo FM
radio |
No |
| Memory
storage |
3.2 MB |
Flashlight |
No |
| Max JAR
size |
146 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice
Record |
Yes |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
MPEG-4 , 3GPP (H.263) |
| Feature
Casing |
No |
PDA feature |
No |
Nokia 6015 (RUIM) - [ Rp. 1,2 juta / 1 juta ]
Setelah kemunculan 6225, Nokia meluncurkan lagi
handphone CDMA berkamera dgn harga yg lebih masuk akal.
Nokia 3205 muncul dengan bandrol harga Rp.1,9 juta. Namun sayangnya ukurannya
tergolong bongsor dan bentuk tombolnya aneh & agak menyulitkan, sehingga banyak orang
kurang menyukainya. Mungkin faktor design & ukuran itulah yg membuat harga bekasnya
cukup menurun drastis.
Dengan harga bekas cuma 1,6 juta, 3205 dapat menjadi
alternatif yg menarik & lebih komplit dibanding Nokia 6585 baru seharga 1,5 juta.
Namun itu hanya berlaku bila anda mendambakan fungsi kamera. Sebab bagaimanapun juga 6585
lebih kecil, tipis, dan ringan.
Karena ditujukan untuk segmen anak muda, Nokia 3205 tampil
gaul dgn casing yg corak tampilannya bisa kita buat sendiri (cut-out covers).
3205 dibekali feature yg sama dengan 6225, namun ditambah
dengan feature Flashlight (lampu senter).
feature Flashlight ini sangat berguna, karena kadang dalam situasi tertentu kita
membutuhkan senter dan kebanyakan orang biasanya jarang membawa senter kemana-mana.
Kita tak tahu kejadian apa yg akan terjadi, tapi biasanya dalam situasi gawat
kehadiran senter dapat menyelamatkan hidup kita.
Handphone dengan fasilitas senter ini juga menjadi favorit para teknisi komputer /
elektonik, karena pekerjaan mereka sering membutuhkan senter.
| CDMA 1X
Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
16 |
| Ukuran |
108 x 50 x
23 mm |
Sound format |
MIDI , AMR |
| Berat |
109.6 g |
Messaging |
SMS |
| Warna Layar |
4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
No |
| Resolusi
Layar |
96 x 65 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 1.0 , Nokia
UI API |
Camera |
No |
| Memory heap
size |
240 KB |
Stereo FM
radio |
No |
| Memory
storage |
- |
Flashlight |
No |
| Max JAR
size |
78 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 1.1 |
Voice
Record |
Yes |
| Bluetooth |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
No |
| Feature
Casing |
No |
PDA feature |
No |
Nokia 6255 (RUIM) - [ ?????? ] COMING SOON
Nokia adalah produsen yg tekenal doyan mengeluarkan
handphone dgn teknologi yg setengah-setengah.
Sebagai contoh, feature infrared yg diberikan pada Nokia tipe 6xxx hanya bisa dipakai utk
mentransfer data address book, tapi tidak bisa dipakai untuk mentransfer ringtone &
gambar dengan sesama handphone.
Begitu pula pada Nokia 7650, feature bluetoothnya tidak mendukung voice, sehingga
tidak bisa digunakan dengan bluetooth headset.
Anehnya lagi Nokia 9210i yg notabene merupakan produk high-end juga tak dibekali
bluetooth, tidak mendukung polyphonic ringtone, dan layarnya pun cuma 4096 color.
Selama ini handphone Nokia (GSM) yg featurenya lengkap dan
tidak dibatasi hanyalah Nokia 3650/3660 dan 6600 saja. Sementara tipe lainnya sengaja
dibikin "cacat" oleh Nokia.
Sedangkan untuk handphone CDMA, Nokia bahkan belum mengeluarkan yg mendukung bluetooth.
Tindakan Nokia membatasi feature handphone memang konyol dan
sering menuai kritik pedas, banyak orang membandingkannya dgn Sony Ericsson yg featurenya
tranfer data via infra red / bluetoothnya tidak dibatasi. Sudah bukan rahasia umum kalau
handphone Sony Ericcson memiliki "connectivity" yg lebih bagus drpd handphone
Nokia.
Mungkin telinga Nokia yg bebal itu akhirnya panas juga mendengar kritikan yg terus
menerus, sehingga akhirnya untuk tipe CDMA, Nokia berencana mengeluarkan tipe 6255 yg
diklaim sebagai handphone CDMA tercanggih yg dibuat Nokia.
Konon feature transfer data via bluetooth dan infrared-nya tidak dibatasi (ala 3650/3660
dan 6600).
Yang jelas Nokia berusaha mengumbar berbagai macam feature multimedia pada 6255
ini.
Tapi lihat saja nanti apakah betul begitu....
Untuk membayangkan nantinya 6255 seperti apa, lihat saja dulu
speknya di bawah ini.
| CDMA 1X
Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
24 |
| Ukuran |
107.5 x 45 x 21 mm |
Sound format |
MP3 , AAC , MIDI , AMR
With MP3/AAC player |
| Berat |
96 g |
Messaging |
SMS, MMS+SMIL |
| Warna Layar |
internal : 65536 Colors (16
bit)
exernal : 4096 Colors (12 bit) |
Infra red |
Yes |
| Resolusi
Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 2.0 , Nokia
UI API ,
Wireless Messaging API (JSR-120),
Mobile Media API (JSR-135) ,
Bluetooth API (JSR-82 No OBEX) ,
FileConnection & PIM API (JSR-75),
Mobile 3D Graphics API (JSR-184) |
Camera |
Yes,
with flash & digital zoom |
| Memory heap
size |
2MB |
Stereo FM
radio |
Yes |
| Memory
storage |
MMC |
Flashlight |
No |
| Max JAR
size |
800 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP |
Voice
Record |
Yes |
| Bluetooh |
Yes |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
POP3 / IMAP4 email |
Video support |
3GPP (H.263)
With video recorder/player |
| Feature
Casing |
Clamshell |
PDA feature |
No |
Nokia 6235 / 6235i (RUIM) - [ ?????? ] COMING SOON
Nokia adalah produsen yg tekenal doyan mengeluarkan
handphone dgn teknologi yg setengah-setengah.
Sebagai contoh, feature infrared yg diberikan pada Nokia tipe 6xxx hanya bisa dipakai utk
mentransfer data address book, tapi tidak bisa dipakai untuk mentransfer ringtone &
gambar dengan sesama handphone.
Begitu pula pada Nokia 7650, feature bluetoothnya tidak mendukung voice, sehingga
tidak bisa digunakan dengan bluetooth headset.
Anehnya lagi Nokia 9210i yg notabene merupakan produk high-end juga tak dibekali
bluetooth, tidak mendukung polyphonic ringtone, dan layarnya pun cuma 4096 color.
Selama ini handphone Nokia (GSM) yg featurenya lengkap dan
tidak dibatasi hanyalah Nokia 3650/3660 dan 6600 saja. Sementara tipe lainnya sengaja
dibikin "cacat" oleh Nokia.
Sedangkan untuk handphone CDMA, Nokia bahkan belum mengeluarkan yg mendukung bluetooth.
Tindakan Nokia membatasi feature handphone memang konyol dan
sering menuai kritik pedas, banyak orang membandingkannya dgn Sony Ericsson yg featurenya
tranfer data via infra red / bluetoothnya tidak dibatasi. Sudah bukan rahasia umum kalau
handphone Sony Ericcson memiliki "connectivity" yg lebih bagus drpd handphone
Nokia.
Mungkin telinga Nokia yg bebal itu akhirnya panas juga mendengar kritikan yg terus
menerus, sehingga akhirnya untuk tipe CDMA, Nokia berencana mengeluarkan tipe 6255 yg
diklaim sebagai handphone CDMA tercanggih yg dibuat Nokia.
Konon feature transfer data via bluetooth dan infrared-nya tidak dibatasi (ala 3650/3660
dan 6600).
Yang jelas Nokia berusaha mengumbar berbagai macam feature multimedia pada 6255
ini.
Tapi lihat saja nanti apakah betul begitu....
Untuk membayangkan nantinya 6255 seperti apa, lihat saja dulu
speknya di bawah ini.
| CDMA 1X
Bandwith |
800 / 1900 Mhz |
Polyphonic
ringtone |
24 |
| Ukuran |
105.5 x 42.3 x 18 mm |
Sound format |
MP3 , AAC , MIDI , AMR
With MP3/AAC player |
| Berat |
98 g |
Messaging |
SMS, MMS+SMIL |
| Warna Layar |
65536 Colors (16 bit) |
Infra red |
Yes |
| Resolusi
Layar |
128 x 128 |
USB |
Yes (via kabel data) |
| Java
Technology |
CLDC 1.0 , MIDP 2.0 , Nokia
UI API ,
Wireless Messaging API (JSR-120),
FileConnection & PIM API (JSR-75),
Mobile 3D Graphics API (JSR-184)
Java Technology Wireless Industry
rel. 1 (JSR-185) |
Camera |
No |
| Memory heap
size |
1.4 MB |
Stereo FM
radio |
Yes |
| Memory
storage |
10 MB |
Flashlight |
No |
| Max JAR
size |
800 KB |
Speaker
Phone |
Yes |
| Browser |
WAP 2.0 , XHTML over TCP/IP
Openwave 6.2.3 |
Voice
Record |
Yes |
| Bluetooh |
No |
Voice Dial |
Yes |
| Email |
No |
Video support |
3GPP (H.263)
With video recorder/player |
| Feature
Casing |
No |
PDA feature |
No |
Audiovox Thera Verizon (INJECT 2 nomor) - [ Rp 2,4 juta / Rp. 2
juta ]

Audiovox Thera Verizon merupakan PDA Phone yg berasal
dari Amerika, yaitu negara dimana sistem CDMA2000 1X pertama kali dikembangkan.
Verizon merupakan operator CDMA paling besar di Amerika.
Thera kompatibel dengan Flexi dan Fren (StarOne menyusul) |
Thera merupakan PDA Phone PocketPC dengan harga
termurah di muka bumi.
Untungnya lagi, sistemnya menggunakan CDMA sehingga dapat digunakan sebagai alat
komunikasi yg murah meriah.
Karena Thera merupakan PDA dengan operating system Pocket PC 2002 (ala Windows XP),
maka anda langsung dapat browsing internet dengan program Internet Explorer yg ada pada
PDA Phone ini.
Kecepatan akses internetnya pun 153Kbps, jauh diatas kecepatan GSM GPRS.
Secara feature & kecanggihan teknologi, PDA Phone Pocket
PC jelas lebih unggul dibanding Smart Phone.
SmartPhone seperti Sony Ericsson P900 pada dasarnya tetaplah telpon, hanya saja dibekali
kemampuan mendekati PDA, sedangkan PDA Pocket PC seperti Thera memiliki kemampuan yg boleh
dibilang sama dengan PC. Bahkan boleh dibilang bahwa PDA Pocket PC bisa menggantikan
notebook, karena PDA berbasis PocketPC memiliki software-software yg sama seperti
PC/notebook. Mulai dari Microsoft Word, Excel, Outlook, software presentasi seperti
PocketShow dan Powerpoint, hingga game-game ala PC yaitu Quake, Doom, Age of Empires,
SimCity, dan lain-lain.
Software-software yg umum di PC seperti ACDSee, Photoshop, Powerpoint, Quicken, MS Money,
dsb juga ada untuk PocketPC. Jadi jangan takut bila software yg ada di PC anda tidak ada
di PocketPC ini.
Dengan harga Thera yg cuma 2,4 juta anda tidak akan pernah
rugi membelinya, karena dengan dana sebesar itu anda hanya bisa mendapatkan handphone
Nokia/Sony Ericsson yg featurenya pasti tidak ada apa-apanya dibanding Thera.
Sebagai informasi, harga Nokia 9210i masih diatas 4 juta, Sony Ericsson K700i masih
3 juta, dan Sony Ericcon P900 masih 5 jutaan. Dalam hal kecanggihan, ketiga Smartphone tsb
jelas tidak ada apa-apanya dibanding Thera yg notabene merupakan sebuah PDA Phone
PocketPC.
> Untuk review lengkap Audiovox Thera klik disini
Spesifikasi Audiovox Thera:
Operating System: Microsoft® Windows® Pocket PC2002
Processor: Intel® StrongARM 206 MHz
Dual Band 800 MHz CDMA / 1900 MHz PCS Operation
Modem: MSM5105 Chipset - 1xRTT Compatible
Memory: 32MB SDRAM & 32MB Flash ROM memory
Reflective Color TFT Display 240x320 (65,536 colors)
Touch Screen Interface with on-screen keyboard and handwriting recognition
SD Card / MMC Slot (SD card or SDIO card)
Infrared Port
Mono Speaker and Headphone Jack
Recording: Built-In Voice Recorder
Battery: Internal 1100 mAh Lithium Ion Battery 3.7V
Size: 128 x 77 x 20mm
Weight: 198 grams
Watcher Dialing Software for Built-In Phone
Phone functions include Caller ID, Call Waiting and Three Way Calling
Unlimited Call Log
Scratchpad
Emergency Dialing
Speed Dialing
Link Dialing
Voice Mail Notification
Samsung SPH-i700 (INJECT 2 nomor) - [ Rp 6,5 juta / Rp. 5
juta ]

Tombol Home akan meluncurkan desktop personalisasi. |
Sama seperti Audiox Thera, Samsung i700 juga merupakan
PDA Phone CDMA.
Secara fisik Samsung i700 sama tipisnya dengan Audiovox Thera. Namun Thera lebih
pendek dan lebih lebar dibanding i700.
Perbedaan utamanya adalah pada adanya rotational camera pada
Samsung i700.
Selain itu operating system yg digunakan pada i700 adalah PocketPC 2002 versi Phone
Edition.
Keunggulan versi Phone Edition adalah fungsi phone yg lebih terintegrasi dengan menu
aplikasi, namun kelemahannya adalah problem kompatibilitas tombol pada beberapa software
yg sebagian besar memang bukan dibuat untuk PocketPC versi Phone Edition.
Operating system Pocket PC murni mengenal 4 tombol utama, sedangkan Pocket PC versi
Phone Edition hanya mengenal 2 tombol utama.
Dalam hal kompatibiltas, Audiovox Thera lebih unggul karena berbasis Pocket PC 2002
murni (bukan versi phone Edition)
Dibandingkan Audiovox Thera, i700 memiliki internal RAM lebih
besar yaitu 64MB. Namun dengan memory sebesar itu harga i700i sebenarnya tetap masih
kemahalan, sebab O2 XDA II (GSM) yg harganya sama, memiliki RAM sebesar 128MB dan sudah
menggunakan Pocket PC 2003 Phone Edition. Selain itu O2 XDAII sudah dibekali Bluetooh,
sedangkan i700 tidak.
Selain tu prosesor yg digunakan i700 masih Intel PXA250 XScale 300MHz, bukan 400Mhz
seperti pada 02 XDA II.
Oleh karena itu dengan bandrol harga yg tidak masuk akal
seperti itu, Samsung i700 jelas sangat tidak layak dibeli. Harga bekasnya juga masih
terlalu mahal untuk sebuah PDA Phone yg tidak dibekali Bluetooh dan WiFi. Bahkan harga
baru PDA Phone Ipaq 6300 (GSM) cuma 6 juta, padahal itu sudah dibekali Bluetooh, WiFi,
Camera dan juga bonus keyboard.
Bila anda menginginkan PDA Phone CDMA, lebih baik anda
membeli Audiovox Thera. Dengan harga Thera yg murah-meriah itu anda bisa punya banyak sisa
uang untuk membeli Digital Camera yg hasilnya pasti jauh lebih baik dibanding camera pada
PDA / handphone paling canggih sekalipun.
Spesifikasi Samsung SPH-i700:
Operating System: Microsoft® Windows® Pocket PC 2002 Phone
Edition
Processor: Intel PXA250 XScale 300MHz
16-bit 3.5" Reflective Color Display
64MB RAM Onboard Memory
1000 mAh Lithium Ion Battery
Weight: 5.6oz;
Size: 132 x 71 x 20mm
0.3 Megapixel (640x480) Digital Camera Onboard
MMC/Secure Digital Slot w/ SDIO Support
> Untuk review lengkap Samsung i700 klik disini
HTC Harrier / AUDIOVOX PPC-6601 - [ Rp 8,5 juta / Rp.
5,5 juta ]

| UKURAN |
SPEK: |
Panjang: 125 mm
Lebar: 72 mm
Tebal: 19 mm
Berat: 212 gram |
CPU:
Intel PXA263 400Mhz
RAM: 128MB
ROM: 96MB
Flash storage: 43MB
OS: WM 2003 SE Phone Edition
Feature: SD (SDIO), iR, Bluetooth,
Camera 0.3MP with Flash,
CDMA EV-DO (2.4 Mbps) |
|
Tak dapat dipungkiri bahwa dari segi teknologi, CDMA2000
memiliki keunggulan dibanding GSM.
Dari segi harga, tarif pulsa CDMA di Indonesia juga jauh lebih murah drpd GSM.
Salah satu kehebatan teknologi CDMA2000 1X adalah kemudahan transisi ke teknologi
EV-DO (3G) yg dapat memberikan kecepatan akses internet hingga 2.4Mbps.
Dengan kecepatan setinggi itu, teknologi GSM EDGE jelas tak ada apa-apanya (cuma 300Kbps).
Sudah cukup banyak provider CDMA yg mulai menerapkan EV-DO, di antaranya adalah Sprint
(Amerika), Verizon (Amerika), NTT DoCoMo (Jepang), KDDI (Jepang), Telecom (New Zealand),
SK Telecom (Korea), Unicom (China).
Mobile-8 Fren merupakan salah satu provider CDMA Indonesia yg juga sudah mengadopsi
teknologi EV-DO (khusus daerah Jakarta), yg juga akan disusul oleh Indosat StarOne di
tahun 2005 nanti (khusus daerah Surabaya).
Keunggulan teknologi EV-DO adalah "backward
compatible" dgn handphone CDMA yg lama. Sehingga handphone CDMA lama tetap dapat
beroperasi sekalipun operator sudah melakukan transisi ke EV-DO. Fleksibilitas seperti ini
tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM EDGE, karena EDGE tidak backward compatible
dgn handphone GSM lama yg tidak mendukung EDGE.
Oleh karena teknologi EV-DO akan lebih cepat diadopsi drpd EDGE. Buktinya di
Indonesia sudah ada operator CDMA yg mengadopsi EV-DO. Sedangkan belum ada satupun
operator GSM di Indonesia yg menggunakan EDGE.
Sony Ericsson, LG, Sanyo, dan Hitachi sudah mengeluarkan
handphone yg mendukung CDMA EV-DO 2.4Mbps. Untuk PocketPC Phone, HTC menjadi produsen
pertama yg membuat PDA yg mendukung EV-DO 2.4 Mbps.
PocketPC Phone EV-DO ini dinamakan HTC Harrier yg tak lain adah versi CDMA EV-DO dari O2
XDA IIs (HTC Blue Angel).
Di Amerika, HTC Harrier dikenal dgn nama Audiovox PPC-6601 dan di China dikenal dgn
nama Daxian CU928 *.
( * Daxian merupakan produsen handphone CDMA terbesar di China yg telah
mengekspor beberapa produknya ke Indonesia. Di Indonesia produknya diberi merk lain)
Bagi yg merasa kecewa dengan tidak adanya teknologi GSM
EDGE pada O2 XDA IIs, maka HTC Harrier dapat mengobati kekecewaan tersebut. Dan lagi,
kecepatan GSM EDGE yg cuma 300Kbps jelas tidak ada apa-apanya dibanding kecepatan CDMA
EV-DO yg mampu mencapai 2.4Mbps.
Selain itu implementasi teknologi EDGE di indonesia masih merupakan tanda tanya. Sedangkan
teknologi EV-DO jelas-jelas sudah diterapkan oleh Mobile-8 di Indonesia (Indosat StarOne
menyusul).
Oleh karena itu, jangan heran bila PocketPC Phone yg mendukung
EV-DO tidak dibekali WiFi. Karena dgn kecepatan transfer data CDMA EV-DO yg sanggup
mencapai 2.4Mbps, anda jelas tak butuh WiFi lagi.
Buat apa tergantung hotspot WiFi kalau anda bisa melakukan koneksi kecepatan tinggi
dimana saja dgn CDMA EV-DO.
Tidak adanya feature WiFi justru membuat harga HTC Harrier jauh lebih murah drpd
HTC Blue Angel (O2 XDA IIs). Di Amerika, Audiovox PPC-6601 (alias HTC Harrier) dijual oleh
operator CDMA Sprint dgn harga cukup murah, yaitu cuma $600 (Rp 5,4 jt). Harga murah ini
karena dipaketkan dgn layanan operatornya. Bandingkan dengan harga O2 XDA IIs yg mencapai
$950 (Rp. 8,5 juta).
Di luar negeri, kebanyakan handphone CDMA dijual oleh
operator CDMA. Sehingga harganya bisa lebih murah (karena disubsidi oleh operatornya).
Langkah serupa juga sudah mulai ditiru oleh Mobile-8 Fren (Paket Samsung 380 ribu).
Sayangnya Indosat StarOne & Telkom Flexi tidak mau mengikuti langkah seperti ini.
Kita tunggu saja apakah Mobile-8 Fren dan operator CDMA lainnya mau memasarkan HTC
Harrier ini di Indonesia atau tidak.
Kalau handphone Samsung yg seharga 1 juta bisa dijual oleh Fren seharga 388ribu,
maka bila HTC Harrier ini juga dipasarkan oleh operator CDMA (misal Fren), bukan tidak
mungkin harganya juga bisa Rp.5,4 juta seperti di Amerika.
HTC Harrier sudah beredar di Amerika, New Zealand, dan
Korea, namun belum masuk di Indonesia. Untuk pengujian HTC Harrier, saya mendapat bantuan
dari rekan saya di New Zealand. Di sana HTC Harrier sudah dipasarkan oleh TELECOM New
Zealand, yaitu operator CDMA yg sudah mengadopsi teknologi EV-DO.
Di New Zealand, kecepatan akses internet menggunakan HTC Harrier berkisar antara
500Kbps - 1Mbps. Sebuah angka yg cukup fantastis, meski belum mencapai kecepatan maximal
2.4Mbps.
Kabarnya operator CDMA di Jepang dan Korea sudah mampu memaksimal teknologi EV-DO
hingga 2.4Mbps. Oleh karena itu teknologi mobile video streaming sudah sangat mem-budaya
di kedua negara tsb.
Perbedaan utama HTC Harrier dgn O2 XDA IIs, adalah network yg
disupport. HTC Harrier mendukung CDMA EV-DO yg tergolong teknologi komunikasi 3G.
Sedangkan O2 XDA IIs mendukung GSM GPRS yg notabene teknologi komunikasi jaman purba.
Teknologi CDMA EV-DO mampu memberikan kecepatan akses internet hingga 2.4 Mbps, bandingkan
dengan GSM GPRS yg cuma mampu 64Kbps saja.
Ini berarti untuk mengakses internet, HTC Harrier 40X lipat lebih cepat dibanding
O2 XDA IIs.
Teknologi GSM EDGE yg digembar-gemborkan di Nokia Communicator 9500 juga hanya
berkisar 177Kbps saja, jelas bukan tandingan CDMA EV-DO 2.4Mbps.
Oleh karena HTC Harrier mendukung CDMA EVDO 2.4Mbps, maka feature WiFi dihilangkan.
Hal ini tentu cukup masuk akal. Sebab bila anda sudah bisa mengakses internet kecepatan
tinggi di mana saja dengan EV-DO, buat apa lagi perlu WiFi yg koneksinya harus tergantung
pada lokasi hotspot.
Baik HTC Harrier maupun XDA IIs dilengkapi software
WModem. Ini berarti kedua PocketPC Phone ini bisa digunakan sebagai modem external via USB
maupun Bluetooth.
Anda bisa menggunakan HTC Harrier sebagai high-speed modem untuk PC maupun
notebook.
Perbedaan lain antara HTC Harrier dgn O2 XDA IIs adalah
dalam hal feature camera.
Meskipun keduanya masih sama-sama menggunakan camera 0.3MP, namun camera pada HTC
Harrier sudah dilengkapi dengan flash. Sehingga memotret di tempat-tempat gelap dapat
dilakukan.
Spesifikasi HTC Harrier :
Operating System: Microsoft® Windows® Pocket PC 2003 SE Phone
Edition
Carrier: CDMA2000 1X (153 Kbps) / CDMA2000 EV-DO (2.4 Mbps)
Frequency: 800 MHz / 1900 MHz (Dual Band)
Processor: Intel PXA263 XScale 400MHz
128MB RAM, 96MB ROM (43MB Safe Storage)
LCD: TFT 65K color (16-bit) 3.5"
1490 mAh Lithium Ion Battery
Weight: 212 gram
Size: 125 x 72 x 19mm
0.3 Megapixel (640x480) + Flash
MMC/Secure Digital Slot w/ SDIO Support
Bluetooth (Widcomm driver stack)
Infrared port
Slide-in thumb board
> Untuk review lengkap HTC Harrier klik disini
Perbedaan Frekuensi CDMA 800MHz dan 1900MHz
Sistem CDMA terbagi dalam 2 jenis frekuensi, yaitu 800MHz dan
1900MHz.
Semua operator CDMA (Flexi, StarOne, Fren) yg beroperasi di Jawa Timur (Surabaya,
Gresik, Sidoarjo, Malang) menggunakan frekuensi 800MHz.
Sedangkan operator Flexi & StarOne yg beroperasi di wilayah Jabotabek
menggunakan frekuensi 1900MHz (Fren tetap 800MHz).
Banyak orang berpikir bahwa frekuensi 1900MHz lebih bagus, makanya untuk Jakarta
digunakan frekuensi tsb. Padahal itu adalah pemikiran yg SALAH BESAR.
Secara teknis, frekuensi 800Mhz justru memiliki kekuatan sinyal yg lebih baik untuk
menembus tembok-tembok bangunan. Makanya operator CDMA terbesar & terbaik di Amerika
yaitu Verizon juga menggunakan frekuensi 800MHz.
Karena perbedaan frekuensi tsb, maka kualitas sinyal operator CDMA (Flexi & StarOne)
untuk wilayah Surabaya (800Mhz) jauh lebih baik drpd Jakarta (1900MHz).
Selain itu keunggulan operator yg menggunakan frekuensi
800Mhz adalah pelanggannya bisa menggunakan semua handphone CDMA tipe apapun (sekalipun yg
harganya cuma 350 ribuan). Sedangkan untuk operator CDMA yg menggunakan frekuensi 1900MHz,
pelanggannya hanya bisa menggunakan handphone tipe dual-band saja (lebih mahal).
Jadi jelas penggunaan frekuensi 1900Mhz tidak memberikan manfaat sama sekali.
Surabaya sebagai tempat lahirnya sistem CDMA di Indonesia,
mendapatkan keuntungan dgn digunakannya frekuensi 800Mhz oleh seluruh operator di wilayah
Jawa Timur.
Sedangkan Jakarta yg notabene adalah ibukota, justru di-anak-tirikan dalam hal
kualitas sinyal CDMA.
Mengingat frekuensi 1900MHz tidak memiliki keunggulan, tentu
cukup aneh kenapa di Jakarta justru diterapkan frekuensi yg sinyalnya lebih lemah ini.
Konon keputusan tsb disebabkan karena "alasan politis", yaitu agar kualitas
sinyal CDMA di Jakarta tidak akan sebaik GSM, sehingga tidak mengancam pangsa pasar para
operator GSM.
Sedangkan Fren diperbolehkan beroperasi pada frekuensi 800MHz di Jakarta, karena
Fren tarifnya lebih mahal dprd Flexi & StarOne, jadi tidak dianggap terlalu
membahayakan oleh para operator GSM.
Disinilah taktik curang operator GSM di ibukota.
Sedangkan di Surabaya, yg notabene kota pahlawan, para operator GSM tak berdaya
melawan kehebatan para pahlawan CDMA yg menggunakan di frekuensi 800MHz.
Digunakannya frekuensi 1900Mhz oleh operator StarOne dan
Flexi yg beroperasi di wilayah Jakarta, tentu menyebabkan kualitas sinyal yg tidak sebaik
di Surabaya. Apalagi Jakarta cukup banyak gedung-gedung tinggi.
Hal inilah yg kadang membuat orang mengira bahwa kekuatan sinyal CDMA lebih buruk
dibanding GSM.
Padahal dalam kenyataanya, secara teknis CDMA memiliki 2 keunggulan utama dibanding GSM,
yaitu:
1. Spektrum sinyal CDMA lebih efisien sehingga setiap pemancar mampu menghandle lebih
banyak panggilan secara bersamaan.
2. Semenjak awal, CDMA sudah dirancang untuk transfer data kecepatan tinggi.
3. Kompatibel dengan teknologi ke depan dan kebelakang, sehingga upgrade sistem CDMA di
sisi operator tidak mengharuskan upgrade handphone para pelanggannya.
Keunggulan pada point 1 diatas terlihat sewaktu StarOne
membebaskan tarif telpon ke sesama StarOne selama 2 minggu. Selama periode gratis 24jam x
14 hari itu, kualitas panggilan & penerimaan StarOne masih tetap baik. Tidak parah
seperti ketika ProXL membebaskan tarif telpon tengah malam yg justru menimbulkan banyak
komplain karena tidak bisa dipakai untuk menelpon.
Hanya karena membebaskan tarif telpon tengah malam saja ProXL sudah kacau balau
seperti itu, apalagi kalau dibebaskan selama 24jam penuh, pasti operator GSM tersebut
bisa-bisa luluh lantak.
Dari sini jelas terlihat keunggulan sistem CDMA dibanding GSM.
Berbagai keunggulan teknis & non-teknis dari CDMA akan
dibahas lebih lanjut di bawah ini.
Mampukah CDMA menggusur GSM?
Memang tentu butuh waktu bagi CDMA untuk menggeser GSM dari
Indonesia, terutama mengingat adanya faktor-faktor psikologis sbb:
- Cukup banyak orang yg pemikirannya masih konservatif, alias malas/ragu terhadap sesuatu
yg baru.
- Ada orang yg menanggap tarif GSM sebesar Rp.1800/menit masih sangat murah, karena
mungkin mereka dapat duit dari langit.
- Di negara Indonesia lebih banyak orang bodoh dibanding orang pintar
Ketidakmampuan beberapa operator CDMA utk roaming memang juga
menjadi suatu alasan, tapi bagi
yg jarang ke luar kota harusnya tidak ada alasan untuk masih ngotot bertahan dgn handphone
GSM.
Sebenarnya persentase orang yg sering berpergian keluar kota
hanya sedikit.
Jadi potensi handphone CDMA untuk mengalahkan GSM juga besar.
Sebagai contoh:
Di dalam suatu perusahaan, karyawan yg tugasnya sering ke luar kota paling-paling
hanya beberapa orang saja (misal: sales luar kota & level manajer ke atas). Sedangkan
sebagian besar karyawan yg lain justru lebih banyak yg sifatnya statis di dalam kota
(misal: bagian akunting, produksi, personalia, logistik, purchasing, operasional, sales
dalam kota, dll).
Bagi orang-orang yg jarang keluar kota seperti itu jelas tidak ada alasan untuk masih
ngotot bertahan memakai handphone GSM.
Ibu rumah tangga, mahasiswa, dan pelajar juga merupakan kalangan yg sangat jarang keluar
kota.
Orang-orang seperti itu tentunya salah besar bila menggunakan handphone GSM. Apalagi kalau
masih pelajar, tentu sangat kasihan kalau duitnya terkuras habis oleh tarif pulsa GSM yg
mahal.
Handphone CDMA juga berpotensi menggeser telpon rumah, sebab
bagaimanapun juga implementasi jaringan wireless akan lebih murah & lebih praktis drpd
jaringan kabel, baik dari segi pemasangan maupun perawatannya.
Telkom sendiri akhir-akhir ini mulai mempersulit prosedur pemasangan baru untuk telpon
rumah, dgn harapan agar orang lebih baik memakai Telkom Flexi saja.
Sebab bila Telkom tidak melakukan tindakan tersebut, maka justru Indosat yg akan merebut
peluang tsb. Indosat sudah menetapkan tarif pulsa StarOne (pascabayar) yg cuma Rp.87/menit
alias cuma setengah dari tarif pulsa telpon rumah, bahkan StarOne juga telah memiliki
jaringan wireless SLJJ sendiri (011) yg biayanya cuma Rp.900/menit ke kota mana saja.
Semurah-murahnya tarif GSM (contoh Lippotel, Jempol, As),
tetap tidak akan bisa semurah tarif CDMA. Dan lagi tarif GSM yg murah akan memiliki
berbagai macam keterbatasan (dalam hal akses internet misalnya).
Asal tahu saja, tarif pulsa CDMA termurah adalah Rp.87 per menit, dan itupun dilengkapi
dgn
akses internet 153Kbps sepuasnya dgn biaya flatrate cuma Rp.200 ribu/bulan. Adakah
operator GSM
yg berani melakukan itu???? Kalaupun berani/nekat, secara teknologi tetap tidak
memungkinkan.
Dalam hal teknologi, GSM juga saat ini tertinggal dibanding
CDMA200 1X. Contoh paling gampang
adalah koneksi internet CDMA yg mencapai 153Kbps. Sednagakan GSM GPRS biasanya cuma berada
di kisaran 40 Kbps - 64Kbps saja.
Itu belum apa-apa, sebab sistem CDMA200 1X mampu ditingkatakan menjadi 304Kbps tanpa
memerlukan penggantian hardware di sisi provider & pelanggan.
Sedangkan EDGE memerlukan penggantian hardware disisi provider dan penggantian handphone
pula.
Padahal kecepatan EDGE tidak ada apa-apanya dibanding CDMA2000 1X yg kecepatannya bisa
dikembangkan mulai dari 304Kbps hingga mencapai 4.8Mbps !!!!
Pengembangan CDMA di sisi provider juga lebih murah dibanding
GSM (makanya itu pula yg membuat
tarif CDMA murah, karena investasinya juga murah)
Sistem CDMA2000 1X pada dasarnya dapat diimplementasikan dengan menggunakan perangkat CDMA
generasi lama sekalipun (tanpa perlu penggantian hardware). Oleh karena itu secara
investasi lebih murah.
Kemudahan upgrade itulah yg membuat Amerika memandang sistem CDMA ini lebih
berpotensi di masa depannya dibanding GSM.
Bahkan Microsoft ikut mendukung langsung implementasi teknologi CDMA pada mobile device.
Berikut ini tahap pengembangan CDMA2000 1X:
- CDMA 1X = 153Kbps ---> sekarang kita di tahap ini
- CDMA 1X (upgrade) = 304 Kbps
- CDMA 1X EV-DO = 384 Kbps-2.4 Mbps
- CDMA 1X EV-DV = 4.8 Mbps
Note: Semua tahapan di atas tetap menggunakan standard frekuensi carrier yg
sama, yaitu 1.25Mhz. Dan dapat diterapkan pada frekuensi band berapapun ( 800/1900 MHz)
Kalau melihat tahap pengembangan CDMA, jelas EDGE (GSM) tidak
ada apa-apanya, karena EDGE cuma mentok di kisaran 384Kbps saja.
Apalagi EDGE masih berbasis GSM yg tentu saja tarifnya mahal. Padahal yang
diinginkan konsumen adalah teknologi yg BARU, CEPAT, tapi MURAH. Teknologi CDMA jelas
memenuhi kriteria tsb.
Pengembangan sistem CDMA2000 sangat murah (pada beberapa tahap bahkan tidak memerlukan
penggantian hardware).
Handphone CDMA yg ada sekarang ini bahkan pada dasarnya sudah mendukung 3G.
Lihat saja driver modem CDMA Nokia yg kita gunakan sekarang adalah driver yg sudah
disiapkan untuk teknologi 3G. Di sinilah keunggulan flexibilitas sistem CDMA dibanding
teknologi GSM.
Sistem CDMA memiliki kompatibilitas teknologi ke depan &
ke belakang (forward & backward compatibility), sehingga upgrade sistem CDMA pada sisi
operator tidak mengharuskan upgrade handphone para pelanggannya.
Sebagai contoh, di Amerika (Washington dan San Diego), operator CDMA Verizon sudah
mengupgrade sistem CDMA 1X -nya menjadi CDMA 1X EV-DO yg mampu memberikan kecepatan akses
internet hingga 500Kbps. Kecepatan tinggi itu bisa didapat jika menggunakan handphone yg
mendukung EV-DO. Namun handphone CDMA tipe lama tetap masih bisa digunakan dgn kecepatan
standar CDMA 1X yaitu 153Kbps.
Hal seperti diatas mustahil bisa diterapkan pada sistem GSM. Sebab bila provider
GSM harus mengupgrade sistemnya ke EDGE, maka semua pelanggannya harus ganti handphone.
Alias handphone GSM yg tidak mendukung EDGE langsung tak bisa digunakan lagi. Ini tentu
sangat konyol dan tidak efisien, sebab belum tentu semua orang mau mengganti ke handphone
standard EDGE yg jelas lebih mahal.
Di sini sudah jelas terlihat bahwa dari sisi operator maupun konsumen, sistem CDMA
lebih unggul dibanding GSM.
CDMA2000 merupakan standard teknologi komunikasi terbaru
hasil koalisi yg dikembangkan berrsama oleh 4 negara besar yaitu: Amerika, Jepang, Korea,
dan China.
Harusnya kita semua berpikir kenapa negara seperti Amerika, Jepang, Korea, dan China yg
merupakan kiblatnya teknologi, lebih menyukai CDMA dibanding GSM.
Itu karena sistem CDMA memang lebih unggul & potensi kedepannya lebih cerah
dibanding GSM.
Sedangkan negara kita hanya menjadi negara yg mengkonsumsi limbah teknologi lama (GSM)
dari
negara eropa.
GSM merupakan sistem yg sudah berusia 10 tahun lebih.
Sedangkan CDMA2000 1X adalah sistem baru yg lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.
Mustahil sebuah teknologi kuno bisa lebih unggul dalam hal kecepatan dan efisiensi.
Makanya cukup konyol bila ternyata dalam faktanya teknologi GSM yg usang itu tarifnya
justru lebih mahal drpd CDMA2000 1X.
Teknologi GSM telah membodohi kita, ironisnya banyak diantara kita yg lebih suka dibodohi
terus menerus dengan teknologi lama yg tarifnya mahal.
Budz Kay
budzkay@reviewland.com |