Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 8 Mei 2007
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (misal: tabloid Komputek, bulletin Shop Biz, dll)
PAGE 2
of 3 |
Berbeda dengan kebanyakan notebook merk lokal yang lebih terfokus pada segmen value, BYON yang merupakan merk lokal pendatang baru tampaknya lebih memfokuskan diri pada segmen kelas performance/high-end. Ini terlihat dari spesifikasi mayoritas notebook BYON yang umumnya diatas rata-rata. Keseriusan BYON menggarap segmen kelas performance terlihat dari kehadiran M3300 PN/D yang boleh disebut sebagai notebook gamer dengan kinerja tertinggi dengan harga yang cukup terjangkau.
Dengan bandrol harga 11 juta, M3300 PN/D
telah dibekali prosesor Core2 Duo T5500 (1.66GHz) yang dikawinkan dengan chip grafis yang
sangat bertenaga yaitu Nvidia Geforce Go 7600GT dengan dedicated video memory 256MB DDR2. Game-game 3D yang umumnya merupakan barang tabu bagi pengguna notebook seperti Doom3, Half Life2, NFS Most Wanted, NFS Carbon, Battlefield 2, dapat berjalan lancar di notebook ini dengan resolusi 1024x768 dan setting detail medium. Bahkan game FEAR dan Oblivion yang terkenal berat dan mustahil dapat berjalan di mayoritas notebook ternyata masih mampu dilahap M3300, sekalipun dengan setting detail yang agak diturunkan tentunya. Untuk urusan gaming, kinerja BYON M3300 boleh dibilang 7X lebih cepat dibanding mayoritas notebook Core2 Duo yang menggunakan chipset i945GM (GMA 950). Di segmen harga 15 jutaan sekalipun tidak ada notebook yang bisa mengalahkan kinerja BYON M3300. Notebook perkasa seharga cuma 11 jutaan ini hanya baru bisa dikalahkan oleh notebook gaming ASUS G1 yang menggunakan Geforce Go 7700 dan itupun harganya sudah di kisaran 18 jutaan. Beberapa notebook papan atas seperti Sony VAIO, Fujitsu, dan Toshiba seharga 20 jutaan sekalipun kinerjanya masih dibawah BYON M3300 yang harganya cuma separuhnya. Ini karena mayoritas notebook tersebut paling banter menggunakan Geforce Go 7300/7400 yang kelasnya masih di bawah Geforce Go 7600GT yang digunakan pada BYON M3300.
BYON M3300 tidak hanya menyandang gelar
notebook paling perkasa di kelas 15 juta ke bawah, tapi juga memiliki fitur paling
lengkap. Beberapa fitur lain yang dimilikinya antara lain built-in Bluetooth v2.0+EDR, WiFi a/b/g, Gigabit LAN, modem 56K, WebCam 1.3MP, DVDRW Super-Multi, dan tentunya Card reader. Namun sayangnya card reader bawaan notabook ini hanya mendukung 3 tipe flash memory saja, yaitu SD, MMC, dan Memory Stick.
Meski sarat dengan fitur-fitur canggih, tapi ternyata port Firewire yang merupakan syarat mutlak untuk melakukan proses transfer video dari handycam ternyata justru tidak ada. Jadi bila anda membutuhkan firewire tersebut, maka anda terpaksa harus membeli firewire PCMCIA card. Notebook ini menyediakan sebuah PCMCIA slot dan sebuah PCI Express Slot yang lokasinya saling bertumpukan, sehingga penggunaan card yang ujungnya berukuran besar (misal SB X-Fi dan 3G card) dapat saja menutup slot lainnya.
Beragam fitur extra yang dimiliki M3300 tampaknya harus ditebus dengan bobot dan ukuran yang extra pula. M3300 memiliki bobot nyaris 3kg, yang berarti nyaris 1kg lebih berat dibanding MSI S425. Bentuk fisiknya juga cenderung besar dan agak tebal, yang tentu saja untuk mengakomodasi beragam fitur yang dimilikinya.
Seperti mayoritas notebook lainnya, BYON
M3300 datang tanpa operating system. Ini justru menguntungkan karena anda bebas memilih
menginstall Windows XP atau Vista. Dengan bandrol harga 11 juta, BYON M3300
datang dengan memory DDR2 667 sebesar 1GB yang merupakan syarat mutlak untuk menemani
game-game 3D terkini yang terkenal rakus memory.
BYON M3300 menggunakan batere yang kapasitasnya tergolong sangat besar (4800mAh), yang berarti jauh diatas kapasitas batere mayoritas notebook yang umumnya 4000mAh saja. Meski demikian staminanya ternyata tidak lebih baik dibanding notebook dengan kapasitas batere 4000mAh. Dengan batere berkapasitas extra ini, M3300 cuma mampu memuaskan para gamer selama 2.5 jam saja. Maklum saja, chip grafis kinerja tinggi dan berbagai fitur extra tentu menguras lebih banyak daya. Selama ini notebook belum mampu menggantikan PC untuk menjalankan game 3D. Namun dengan kinerja gaming BYON M3300 yang mampu mengalahkan PC desktop kelas menengah, notebook ini boleh jadi merupakan pilihan tepat bagi para gamer yang berencana mempensiunkan PC Desktopnya.
BYON selalu mengumandangkan konsep CBB
(Common Building Block). Salah satu manfaat CBB adalah kompatibilitas & kemudahan
upgrade karena keseragaman (standardisasi) komponen dengan notebook tipe lain yang juga
menganut konsep CBB.
Seperti halnya notebook merk lokal lainnya,
notebook BYON diproduksi oleh salah satu dari pabrikan notebook OEM/ODM terbesar di dunia
(Quanta, ASUS, Compal, Wistron, Clevo, MSI). Dua pabrikan notebook terbesar di dunia yang
membuatkan notebook untuk BYON adalah ASUS dan Compal Electronics. BYON M3300 adalah salah
satu dari sekian banyak notebook yang dibuat oleh Compal Electronics. NOTE: Perlu diingat bahwa Acer, Toshiba, Compaq, Sony dan berbagai macam merk notebook yang kerap anda dengar bukanlah PABRIK notebook, tapi hanyalah perusahaan yang memiliki MERK dagang dan paten design saja. Perusahaan-perusahaan notebook merk tenar tersebut tidak memiliki pabrik notebook alias tidak membuat notebooknya sendiri.
NEXT PAGE (BENCHMARK) >
|
©2006 Budz Kay
Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem