Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 8 Mei 2007
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (misal: tabloid Komputek, bulletin Shop Biz, dll)
PAGE 1 of 3 |
Selama ini notebook dan gamer ibarat air dan minyak yang tidak bisa disatukan. Maklum saja, saatelama ini performa notebook yang termahal sekalipun masih tergolong loyo untuk urusan game. Oleh karena itu notebook seolah menjadi pantangan bagi komunitas gamer. Mereka lebih suka membeli PC yang tentu saja lebih bertenaga untuk menjalankan game-game 3D favorit mereka. Kehadiran generasi notebook Core2 Duo yang
perkasa itu juga bukan jaminan kelancaran untuk menjalankan game 3D. Harap dimaklumi bahwa
prosesor tercepat di dunia sekalipun tidak akan banyak membantu dalam meningkatkan kinerja
game, karena yang diperlukan untuk itu adalah chip grafis (GPU), bukan prosesor (CPU). Selama ini mayoritas notebook Core 2 Duo yang berbasis chipset Intel mengandalkan pada chip grafis onboard intel GMA900 atau GMA950 yang terkenal payah untuk urusan game. Sedangkan notebook Core2 Duo & Turion64 X2 yang berbasis chipset ATI umumnya menggunakan chip onboard grafis ATI X200 atau X1150 yang sama payahnya untuk menjalankan game. Sebagai gambaran untuk menunjukkan betapa
lambannya kinerja grafis pada mayoritas notebook, adalah dengan mencoba game Need For
Speed Underground versi pertama yang notabene sudah tergolong uzur & berlumut. Game
tua bangka tersebut ternyata masih berjalan tergagap-gagap sekalipun pada notebook
berprosesor Core2 Duo tercepat yang menggunakan chipset intel 945GM (GMA 950 graphic).
Jadi jangan harap notebook semacam itu mampu menjalankan sekuel-sekuel lanjutan Need For
Speed terbaru seperti Most Wanted dan Carbon. Jadi bila anda melihat spek notebook yang memperlihatkan tulisan i945GM/GMA900/GMA950, VIA, ATI X200, ataupun X1150, maka bersiaplah untuk merasakan kinerja game 3D yang sangat buruk pada notebook-notebook tersebut. Melihat buruknya kinerja game 3D pada notebook, beberapa produsen mulai merilis notebook dengan kemampuan untuk menjalankan game 3D secara mulus. Saat ini di pasaran hanya segelintir saja notebook berkemampuan menjalankan game 3D, beberapa yang harganya cukup ideal adalah berikut ini.
Nama MSI di dunia notebook memang belum
setenar di segmen PC desktop. Maklum saja, di kancah PC desktop MSI sudah terkenal sebagai
produsen motherboard tiga besar dunia, bahkan mereka adalah produsen videocard no.1 dunia.
MSI S425 merupakan notebook gamer yang
diposisikan di harga 6 jutaan. Sekalipun masih berbekal prosesor Pentium M740 1.73Ghz,
namun notebook ini bertatahkan chip grafis Nvidia Geforce Go 6200 dengan video memory
128MB TurboCache. Oleh karena itu performanya untuk menjalankan game 3D bakal 3X lebih
cepat dibanding performa notebook Core2 Duo tercepat yang menggunakan chipset i945GM
(GMA950).
Untuk memuaskan penggunanya, notebook
gaming ini juga dibekali fitur audio Dolby 8-channel dengan digital/Optical (SPDIF)
audio-out. Dari sisi aplikasi, notebook ini dibekali berbagai fitur audio seperti Karaoke
dan efek Surround untuk mengoptimalkan kemampuan chip audionya.
Pada umumnya notebook di level harga 6
jutaan belum memiliki fitur lengkap, namun MSI S425 memiliki segudang fitur lengkap,
diantaranya built-in Bluetooth, Firewire, DVD/CDRW combo, Wifi a/b/g, Gigabit LAN, dan
Modem 56K.
Layar 14" yang digunakan MSI S425 adalah TFT WideXGA Glare seperti kebanyakan notebook masa kini. Namun di kategori notebook berlayar 14" ukuran fisik notebook ini ternyata jauh lebih ringkas dibanding notebook 14" lainnya. Dengan ukuran layar yang sama-sama 14", MSI S425 terlihat jauh lebih kecil dan ringan dibanding Acer Aspire. Ini karena MSI membuat bentuk body S425 seringkas mungkin dengan ukuran fisik casing yang tidak jauh melebihi ukuran layar LCD-nya.
Design yang kompak menjadikan bobot notebook ini hanya berkisar 2Kg saja. Untuk rangkanya, MSI S425 menggunakan bahan magnesium alloy untuk membantu mengurangi panas. MSI juga menggunakan Advanced Cooling System pada S425 untuk mereduksi temperatur notebook ini.
Salah satu keunikan lainnya pada S425 adalah logo MSI yang bersinar di bagian panel belakang layarnya. Tampaknya MSI terinspirasi oleh notebook Macintosh yang logo apel-nya bersinar. Seperti kebanyakan notebook lainnya, S425
datang tanpa operating system. Ini justru menguntungkan karena anda bebas menentukan
apakah ingin menginstall Windows XP atau Vista.
Dengan bandrol harga 6,8 juta , MSI S425 dibekali memory DDR2 533 sebesar 1GB yang sudah memadai untuk menemani game-game 3D terkini yang terkenal haus memory. Jangan mau menerima notebook ini dengan jumlah memory cuma 512MB karena memory sebesar itu belum layak untuk menjalankan mayoritas game-game 3D secara mulus. Apalagi bila anda berencana menggunakan Vista, maka memory sebesar 1GB adalah syarat minimum untuk dapat menikmati OS anyar tersebut dengan nyaman. Notebook yang hadir dalam beragam warna ini menggunakan pasokan tenaga yang berasal dari batere berkapasitas cukup besar (4400mAh) sehingga sanggup membuatnya berlaga selama 2.5 jam.
NEXT PAGE (BYON M3300) >
|
©2006 Budz Kay
Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem