UJI PERBANDINGAN Perbandingan dilakukan dengan 6 macam pengujian, dimana pada uji
benchmark digunakan 2 aplikasi benchmark dan 6 game
1. Test Perbandingan Temperatur:
Riva Tuner
2. Test Airflow cooler
3. Test Perbandingan fisik
4. Test Kompatibilitas HDR:
FarCry 1.33, SeriousSam2
5. Benchmark Synthetic:
3DMark05, 3DMark06
6. Benchmark real-world Game:
Doom3, FarCry 1.33, SeriousSam2, Half Life2 Lost Coast, FEAR,
Quake4
BENCHMARK PLATFORM:
CPU:
- Intel Core2 Duo E6400 (2.13GHz) overclocked @ 3.2GHz FSB400 (FSB1600
QPB)
CPU Cooler :
- Thermaltake Waterblock W0010 + custom cooling tower
Motherboard
ASUS P5B Deluxe WiFi AP (intel P965)
Memory :
- 2 X 512MB Kingston "Hynix" DDR2 533 (PC4200) overclocked @ DDR800
(4-4-4-12)
Harddisk: 80GB Seagate Barracuda 7200.9 SATA2
PSU: SilverStone 400W dual-rail
Driver:
Nvidia Forceware 91.31
ATI Catalyst 6.7
Windows XP Professional SP2
DirectX 9c
| TEST
1: |
Perbandingan
temperatur |
Salah satu keunggulan GPU nvidia G73 yang
digunakan pada Geforce 7600GT adalah konsumsi daya dan suhu yang jauh lebih rendah
daripada GPU generasi lama (Geforce 7800, 6800, 6600, dsb).
Inilah yang menyebabkan suhu semua videocard Geforce 7600GT hanya berkisar 40C
(idle) hingga 50C (full-load).
Dalam keadan dioverclock, suhu full load hanya naik sedikit menjadi berkisar 52C.

Connector power external untuk X1800GTO: Rakus daya dan panas |
Geforce 7600GT juga tidak membutuhkan
connector power external seperti X1800GTO. Sedangkan GPU R520 pada X1800GTO terkenal
sebagai GPU yang panas dan rakus daya hingga membutuhkan connector power external.
Inilah yang menyebabkan suhu semua
videocard X1800GTO berkisar 53C (idle) hingga 65C (full-load). Dalam keadaan dioverclock,
suhu full load naik sedikit menjadi berkisar 67C.
Ini berarti suhu idle X1800GTO bahkan masih lebih panas dibanding 7600GT dalam
keadaan full load.

Heatsink pada VRM: Bahkan Voltage regulator pada X1800GTO harus diberi heatsink karena
suhunya mencapai 60C |
Selain suhu GPU yang panas, komponen
Voltage Regulator Module (VRM) pada X1800GTO juga terkenal sebagai komponen yang
memancarkan suhu sepanas GPU, hingga ATI mewajibkan penggunaan heatsink pada VRM. Dengan
kondisi seperti itupun suhu VRM masih berkisar 60C. Kondisi seperti ini dapat
meningkatkan suhu dalam casing secara drastis.
RIVA TUNER
|
. .
GPU Temperature ( idle / full load )
default
clock
suhu ruangan ber-AC 25C |
Gecube
X1800GTO (HSF)
FULL LOAD
|
|
Gecube
X1800GTO (HSF)
IDLE
|
|
GIGABYTE
7600GT (heatpipe)
FULL LOAD |
|
ASUS
& PixelView 7600GT (HSF)
FULL LOAD |
|
EVGA
7600GT (HSF)
FULL LOAD |
|
MSI
7600GT (HSF)
FULL LOAD |
|
GIGABYTE
7600GT (Heatpipe) +FAN
FULL LOAD |
|
GIGABYTE
7600GT (heatpipe)
IDLE
|
|
ASUS
& PixelView 7600GT (HSF)
IDLE |
|
EVGA
7600GT (HSF)
IDLE
|
|
MSI
7600GT (HSF)
IDLE
|
|
GIGABYTE
7600GT (Heatpipe) +FAN
IDLE |
|
Dari seluruh peserta, MSI 7600GT
memiliki temperatur paling rendah yaitu 40/49 celsius untuk idle/full load. Kemudian
diikuti E-VGA (41/50), ASUS & Pixelview (43/51), Gigabyte (45/52), dan yang paling
panas tentu Gecube X1800GTO (53/65).
Bila Gigabyte 7600GT dibantu dengan fan
casing, maka videocard ini jadi yang paling dingin (39/48). Sedangkan videocard lainnya
tak akan terbantu dengan adanya penambahan fan casing, justru terpaan fan casing dapat
menyebakan hambatan airflow yang lama-lama bisa menyebabkan rusaknya fan bawaan videocard.
Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa dilihat pada pengujian selanjutnya yaitu
Test 2.

Reference cooler mudah dibongkar: Sampai kapanpun pendinginan dengan air
(watercooling) akan tetap lebih baik dibanding pendingin konvensional |
Bagi yang merasa bahwa temperatur yang
dihasilkan masih kurang dingin, waterblock VGA akan menjadi solusi yang jauh lebih bagus
daripada HSF bawaan videocard.
Meski videocard 7600GT yang menggunakan reference design umumnya dibekali HSF yang
tampilannya kurang garang, namun umumnya heatsinknya sangat mudah untuk dibongkar,
sehingga sangat memudahkan anda bila ingin menggantinya dengan waterblock.
Perlu diingat bahwa secanggih apapun heatsink&fan, tetap tak akan pernah bisa
mengalahkan kinerja pendingin dengan air (watercooling).
| TEST
2: |
Perbandingan
airflow cooler |

3 jenis karakterisitik airflow dari semua videocard yang diuji. |
Penggunaan fan pada casing sudah merupakan hal yang umum bagi
kebanyakan pengguna komputer. Fan casing bermanfaat untuk mendinginkan berbagai komponen
di dalam komputer seperti motherboard dan hardisk.
Design cooler pada videocard dapat berkaitan dengan airflow yang diciptakan oleh
fan casing tersebut. Dampaknya bisa posistif atau negatif, tergantung dari jenis arah
airflow yang dihasilkan cooler videocard tersebut
Ada 3 macam jenis cooler videcard yang masing-masing memiliki interaksi airflow
berbeda, yaitu:
1. Jenis cooler dengan hembusan airflow ke arah belakang
casing
(ASUS 7600GT, Pixelview 7600GT)
Cooler seperti ini memberikan airlflow yang paling ideal, karena hawa
panas dibuang ke bagian belakang casing.
Semburan fan casing di bagian depan tidak akan mengganggu airflow dari videocard,
namun juga tidak akn ikut membantu mendinginkan, karena materi heatsinknya terisolasi di
dalam kerangka cooler
2. Jenis cooler dengan hembusan airflow ke arah depan casing
(MSI 7600GT, EVGA 7600GT, Gecube X1800GTO)
Cooler seperti ini memberikan airlflow yang kurang ideal, karena hawa
panas dibuang ke arah depan casing dan dapat berbenturan dengan semburan fan yang
dihasilkan fan casing di bagian depan.
Bila hal ini terjadi maka fan videocard yang kecil itu akan
bekerja extra berat untuk melawan kekuatan hembusan fan casing yang umumnya berkekuatan
lebih besar. Hal Ini lama-lama akan mengakibatkan keausan pada bearing fan videocard.
Tabarakan airflow seeprti ini merupakan penyebab utama dibalik rusaknya fan videocard
yaqng kerap menimpa beberapa pengguna.
Oleh karena itu, bila menggunakan videocard dengan cooler seperti
ini, disarankan untuk tidak menggunkan fan casing di bagian depan.

MSI 7600GT : Sistem airflownya dirancang untuk menyedot udara dingin
secara optimal dari bagian belakang casing. |
Sekalipun berpotensi untuk memicu terjadinya tabrakan
airflow, namun jenis cooler dengan arah airflow semacam ini dapat dirancang untuk menyedot
udara hawa dingin langsung dari belakang casing secara optimal (misal pada MSI 7600GT).
Namun ini berarti hawa panas dari videocard akan dihembuskan masuk ke casing.
3. Jenis cooler dengan silent pipe (GIGABYTE 7600GT)
Secara logika, heatsink silent-pipe (alias passive cooler)
dirancang untuk dapat mendinginkan tanpa bantuan fan. Oleh karen itu materinya tentu
dibuat dari bahan yang jauh lebih bagus dibanding heatsink lain yang dibantu fan.

GIGABYTE 7600GT Silent Pipe II : Mampu mengoptimalkan airflow dan mampu
memanfaatkan penggunaan fan casing.
Bila menggunakan fan casing, videocard ini dapat menjadi yang terdingin diantara
yang lain. |
Jadi bila ditambahkan dengan fan, maka heatsink jenis ini
aakn mampu mendinginkan jauh lebih baik daripada cooler lain yang dilengkapi fan
bawaan.Karena passive cooler pada dasarnya memang tidak dilengkapi fan, maka anda dapat
membantu mendinginkan heatsink silent-pipe ini dengan bantuan fan casing tanpa khawatri
resiko terjadi tabrakan airflow.
Untungnya lagi, design heatsink Silent Pipe II pada GIGABYTE 7600GT dirancang untuk
menerima airflow dari depan casing dan langsung dikeluarkan melalui ksisi-kisi heatsink di
bagian belakang. Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamaping.
| TEST
3: |
Perbandingan
ukuran fisik |
Ukuran fisik videocard seringkali kurang
mendapat perhatian. Padahal ukuran videocard yang panjang / besar seringkali menghalangi
beberapa komponen lain di motherboard.

Panjang dan perkasa : Ukuran Radeon X1800GTO bisa jadi mencerminkan
performanya. Benar tidaknya tentu harus dibuktikan dulu.... |

X1800GTO ATI reference card (Gecube) |
Gecube menggunakn card stardard reference
ATI yang ukurnanya sangat panjang. Dengan ukuran yang memanjang mulai dari belakang hingga
ke ujung depan motherboard, maka sudah bisa dipastikan tubuhnya yang bongsor ini akan
mengganggu pemasangan memory di ke 4 memory slot.
Pada motherboard ASUS P5B Deluxe yang dipakai pengujian, vodeocard ini tidak
membentur komponen motherboard lainnya, namun bukan tidak mungkin pada motherboard lain,
fisik panjangnya ini dapat menghalangi entah bagian chipset southbridge atau SATA
connector.
Sekalipun merupakan yang panjang, namun
pendinginnya cukup tipis sehingga vodeocard ini hanya memakan 1 slot saja

MSI Geforce7600GT |
MSI 7600GT merupakan videocard dengan fisik
terpanjang di kelas 7600GT, meski tidak sepanjang X1800GTO. Fisiknya akan menganggu
pemasangan memory di slot ke 1 hingga 3.
Design dual slot dengan pendingin ukuran yang besar tidak akan menyulitkan kita
untuk melepas videocard ini dari motherboard yang memiliki kait pengunci slot PCIe di
bagian kanan (misal ASUS P5B Deluxe yang dipakai untuk pengujian).
Namun kebanyakan motherboard justru menggunakan pengunci slot PCIe di bagian kiri,
sehingga untuk melepas MSI 7600GT pada motherboard semacam itu akan susah sekali, karena
pengunci slot PCIe akan tertutup oleh ukuran pendingin besar & tebal
Karena ukuran pendinginnya yang tebal dan
besar, videocard ini boleh dibilang boros tempat karena memakan 2 slot

GIGABYTE Geforce7600GT |
Meski tidak menggunakan board stadar
reference Nvidia, namun ukuran board GIGABYTE 7600GT sama pendeknya dengan board standard
reference. Sehingga ukuran fisiknya tidak akan mengganggu pemasangan memory di slot
manapun.
Sekalipun ukurannya pendek, namun videocard
ini menggunkan design dual-slot, sehingga tentu memakan 2 slot di motherboard.

Geforce 7600GT Nvidia reference card (ASUS, EVGA, Pixelview) |
Semua videcard 7600GT yang menggunakan card
reference nvidia memiliki bentuk yang pendek (ASUS, EVGA, Pixelview).
Dengan bentuknya yang pendek tersebut maka pemasangan memory di slot manapun tidak
akan terganggu.
Selain ukuran card yang pendek, reference
card nvidai (dan juga EVGA) menggunakan pendingin yang dimensinya tipis, sehingga hanya
memakan 1 slot saja.
| TEST
4: |
Kompatibilitas
HDR |
Seperti telah dibahas di awal artikel,
strategi politik Nvidia yang brilian menjadikan videocard mereka lebih kompatibel dengan
game-game yang ada di pasaran bila dibandingkan dengan videocard ATI.
| FarCry
1.33 |
Serious
Sam2 |

Fitur HDR pada FarCry 1.33 tidak bisa diaktifkan di semua videocard ATI.
Ini merupakan hasil konspirasi Nvidia dengan developer game Farcry.
Meskipun support HDR untuk ATI akan diberikan di patch versi berikutnya, tapi waktu
rilisnya sengaja diulur-ulur. |

Bila fitur HDR diaktifkan, maka akan timbul artifact pada semua videocard ATI X1xxx.
Ini adalah hasil konspirasi Nvidia dengan developer game Serious Sam2.
Sebagai imbalannya bundle game Serious Same 2 didistribusikan bersama paket
penjualan videocard Nvidia. |
| TEST
5: |
SYNTHETIC
BENCHMARK |
3DMARK 05
|
. .
1024x768 |
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Hasil benchmark 3dmark05 menunjukkan
keperkasaan sejati dari X1800GTO yang notabene merupakan titisan langsung dari varian
kelas high-end. Bahkan Geforce7600GT yang dioverclock sekalipun ternyata masih belum bisa
menandingi performa default X1800GTO.
Performa X1800GTO bahkan boleh dibilang
nyaris mendekati Geforce 7900GT yang notabene tergolong kelas high-end.
Cukup sulit bagi 7600GT yang dioverclock sekalipun untuk nmengalahkan performa
default X1800GTO, hanya EVGA yang dioverclock mati-matian yang bisa mengalahkan performa
default X1800GTO
Peningkatan performa overclock
maximal pada 3DMark05 :
Geforce 7600GT = 17.8%
Radeon X1800GT = 15.7%
3DMARK06
|
. .
1024x768 |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Berbeda dengan hasil benchmark
3dmark05, pada 3dmark06 X1800gto menempati peringkat paling buncit.
Benchmark 3DMark06 sangat mengoptimalkan fitur-fitur shader (SM2 dan SM3) yang ada
pada GPU generasi terbaru. Sehingga GPU generasi baru seperti G73 mendapat keuntungan,
sekalipun hanya mengandalkan memory interface 128-bit.
X1800GTO masih berbekal GPU R520 yang lebih
tua daripada R580 (X1900), sehingga sekalipun X1800GTO sudah dibekali memory interface
256-bit yang perkasa, namun kinerjanya ternyata masih sulit mengimbangi generasi GPU
terbaru nvidia (G73) yang digunakan pada Geforce7600GT.
Dari hasil pengujian SM2 dan SM3 di bawah
ini terlihat bahwa sebenarnya kinerja default untuk pengujian SM3 pada X1800GTO terlihat
sedikit lebih tinggi dibanding 7600GT.
namun kinerja SM2 pada X1800GTO terpuruk jauh dibawah 7600GT, tampaknya inilah
penyebab buruknya hasil total score.
Peningkatan performa overclock
maximal pada 3DMark06 :
Geforce 7600GT = 16.5%
Radeon X1800GT = 16.3%
3DMARK06 -
SHADER MODEL 2
|
. .
1024x768 |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
3DMARK06 - SHADER MODEL 3
|
. .
1024x768 |
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
| TEST
6 |
REAL-WORLD
GAME BENCHMARK |
DOOM 3
|
. .
1024x768 - Ultra quality |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Doom3 merupakan game OpenGL yang
mengandalkan realistic physics engine dan unified lighting scheme yang
disertai dengan detailed bump-mapping dan volumetric shadows. Oleh
karena itu game ini termasuk salah satu game yang belum bisa dimainkan dengan nyaman bila
anda masih menggunakan videocard kelas $100-an.
Developer game ini, yaitu Id software
memiliki hubungan yang mesra dengan Nvidia. Tak heran bila penurunan performanya sangat
drastis bila menggunakan videocard ATI.
X1800GTO yang notabene mewarisi keperkasaan videocard seri high-end (memory
256-bit) ternyata hanya jadi bulan-bulanan oleh 7600GT.
Bahkan X1800gt yang dioverclock habis-habisan ternyata belum mampu mengalahkan
performa default 7600GT.
Sial bagi ATI, karena engine Doom3 rupanya
cukup populer dan banyak digunakan pada game-game terbaru. Chronicles of Riddick dan Prey
adalah contoh beberapa game yang menggunakan engine Doom3.
Peningkatan performa overclock
maximal pada Doom3 :
Radeon X1800GT = 22.5%
Geforce 7600GT = 16.1%
FARCRY 1.33 - REGULATOR ( NO HDR )
|
. .
1024x768 - Ultra detail, AF4X, SM3 |
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
FARCRY 1.33 - REGULATOR ( with HDR )
|
. .
1024x768 - Ultra detail, AF4X, SM3, HDR |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
| TIDAK MAMPU MENSUPPORT
HDR |
|
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
| TIDAK MAMPU MENSUPPORT
HDR |
|
|
Developer game ini yaitu Crytek,
semula pro-ATI. Namun gelimang harta yang dikucurkan oleh nvidia membuat developer ini
berbalik mengkhianati ATI. Pengkhianatan ini ditandai dengan fitur HDR pada FarCry yang
sama sekali tidak berfungsi di videocard ATI.
Ini mengakibatkan tampilan FarCry pada X1800GTO jelas tak akan bisa seindah di
7600GT.
Sekalipun developer farcry mulai menggarap support HDR untuk ATI (patch 1.4), namun
mereka sengaja mengulur-ulur waktu rilisnya, agar hanya pengguna nvidia saja yang dapat
merasakan HDR lebih dulu.
Pada pengujian benchmark dengan kondisi HDR
disabled, sebenarnya X1800GTO terlihat mampu mengalahkan 7600GT cukup telak, ini
menunjukkan bahwa engine Farcry sebenarnya pro-ATI. Nvidia kurang suka akan hal ini,
sehingga mereka merangkul developernya agar mereka tidak mensupport HDR utuk ATI pada game
ini. Uang bisa merubah segalanya.
Pada perbandingan antara performa dengan
& tanpa HDR, terlihat bahwa HDR merupakan fitur yang sangat berat. Ini terlihat dari
penurunan framerate sekitar 50% ketika HDR diaktifkan. Meski demikan, dengan kondisi HDR
aktif framerate yang dihasilkan masih diatas 60fps, yang berarti game masih layak
dimainkan dengan nyaman.
Framerate setinggi ini dengan HDR aktif mustahil dapat dicapai dengan videocard
$100-an.
Peningkatan performa overclock
maximal pada FarCry (no HDR) :
Geforce 7600GT = 14.4%
Radeon X1800GT = 14.4%
SERIOUS SAM 2 - BRANCHESTER ( Bloom, NO HDR )
|
. .
1024x768 - Max quality, AF4X |
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
SERIOUS SAM 2 - BRANCHESTER ( Bloom, with HDR )
|
. .
1024x768 - Max quality, AF4X, HDR |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
| KELUAR ARTIFACT BILA HDR
DIAKTIFKAN |
|
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
| KELUAR ARTIFACT BILA HDR
DIAKTIFKAN |
|
|
Sama seperti developer Farcry,
developer game ini yaitu Croteam semula juga pro-ATI, bahkan di era 2003-an mereka sempat
membantu ATI mempopulerkan fitur Truform yang merupakan fitur eksklusif ATI. Namun tawaran
anggur kenikmatan yang disodorkan nvidia membuat developer game asal Kroasia ini
rela mengkhianati partner lamanya.
Untuk memuaskan nvidia, mereka sengaja membuat tampilan game Serious Sam 2 terlihat
cacat pada videocard ATI bila fitur HDR diaktifkan. Baru pada patch versi terakhir fitur
HDR untuk ATI diberikan oleh devepor game ini, itupun setelah sekian lama dan orang-orang
sudah bosan dengan game tersebut.
Hal ini dilakukan agar hanya pengguna videocard nvidia saja yang pertama kali dapat
merasakan fitur HDR, sehingga dengan 7600GT tampilan akan lebih indah dibanding X1800GTO.
Pada pengujian benchmark dengan kondisi HDR
disabled, X1800GTO terlihat mampu mengalahkan 7600GT, ini menunjukkan bahwa engine
Serious Sam 2 sebenarnya pro-ATI. Inilah salah satu faktor yang membuat akhirnya Nvidia
merangkul Croteam agar merusak tampilan kualitas pada videcard ATI
Peningkatan performa overclock
maximal pada Serious Sam 2:
Geforce 7600GT = 17.9%
Radeon X1800GT = 17.2%
HALF LIFE2
LOST COAST ( with HDR )
|
. .
1024x768 - Reflect all, AF4X, full HDR |
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Developer game ini, Valve, memiliki
hubungan yang cukup akrab dengan ATI, sehingga mereka mengoptimalkan fitur yang ada pada
ATI, diantaranya adalah fitur HDR dan Anti Aliasing yang dapat diaktifkan bersamaan.
Sekalipun tergolong game yang pro-ATI,
fitur HDR pada game ini masih kompatibel dengan videocard nvidia. Bahkan ketika
dicoba menggunakan 7600GT, fitur FSAA 4X dan HDR dapat diaktifkan bersamaan. Ini tentu
sesuatu yang aneh karena seharusnya hanya seri ATI X1xxx yang mensupport fitur tersebut.
Hal in disebabkan karena keunikan pada engine Half Life2 dimana HDR dihasilkan menggunakan
Shader Model 2 dan kalkulasi pixel shader, sehingga sekalipun kita menggunakan videocard
tua yang belum mendukung Shader Model 2, tampilan HDR tetap keluar pada game ini.
Meski Half Life2 merupakan game yang
cenderung pro-ATI, namun selisih performa antara X1800GTO dan 7600GT pada Half Life 2
tidak seekstrim pada game yang pro-nvidia seperti Doom3.
Perlakuan developer game pro-ATI terhadap videocard nvidia, tidak sekejam developer
game pro-nvidia terhadap videocard ATI.
Peningkatan performa overclock
maximal pada Half Life 2:
Geforce 7600GT = 17.9%
Radeon X1800GT = 17.2%
F.E.A.R.
|
. .
1024x768 - Comp Max, Graphic High, AF4x |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Game yang terkenal cukup berat bagi
videocard ini jelas-jelas merupakan game yang pro-nvidia. Oleh karena itu Mensi X1800GTO
dibekali memory interface 256-bit, namun videocard ini hanya mampu menyamai 7600GT yang
notabene hanya mengandalkan memory interccace 128-bit.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum di kalangan para gamer kalau tampilan
kualitas gambar pada game ini terlihat lebih bagus di 7600GT daripada di X1800GTO. Sebagai
game yang menyandang logo Nvidia, sudah barang tentu developernya sengaja menurunkan
kualitas gambarnya pada ATI (atas pesanan Nvidia tentunya).
Peningkatan performa overclock
maximal pada FEAR :
Geforce 7600GT = 19.5%
Radeon X1800GT = 18.1%
QUAKE 4
Netdemo
|
. .
1024x768 - Ultra quality, AF4X, SMP on |
EVGA
7600GT
@ 650 / 885 (1350)
$230 |
|
GIGABYTE
7600GT
@ 650 / 875 (1750)
$220 |
|
ASUS
7600GT
@ 625 / 845 (1690)
$215 |
|
MSI
7600GT
@ 620 / 830 (1660)
$215 |
|
PixelView
7600GT
@ 595 / 845 (1690)
$220 |
|
Default
EVGA 7600GT
manufacturer clock 580 / 750 (1500) |
|
Default
Nvidia 7600GT
reference clock 560 / 700 (1400)
|
|
Gecube
X1800GTO
@ 575 / 675 (1350)
$220 |
|
Default
ATI X1800GT
reference clock 500 / 500 (1000) |
|
Quake4 merupakan game yang mampu
memanfaatkan penggunaan dual-prosesor. Game dengan engine multiplayer yang cukup populer
ini dikenal memiliki karakteristik yang CPU-dependent, atau dengan kata lain
performanya sangat dipengaruhi oleh kinerja system (CPU). Secara teori, dengan
karakteristik CPU-dependent, maka perbedaan antar videocard tidak akan terlalu
signifikan, namun karena Nvidia telah menyelipkan cukup banyak amplop ke celana team
programmer Id software, maka jelas saja kinerja ATI X1800GTO terlihat terpuruk jauh.
Bahkan X1800GTO yang dioverclock mati-matian masih tertinggal cukup jauh dibanding kinerja
7600GT default.
Hal ini tentu tidak mengherankan mengingat engine game ini dibuat oleh Id software
yang dalam sejarahnya memang pasangan kencan Nvidia.
Peningkatan performa overclock
maximal pada QUAKE 4 :
Geforce 7600GT = 9.3%
Radeon X1800GT = 20.1%
Kesimpulan Perbandingan antar produsen Videocard
Berbeda dengan ATI X1800GTO yang
keberadaanya cukup langka dan di Indonesia hanya ditemui merk tertentu saja (Gecube),
Geforce7600GT sangat banyak ditemui di pasaran dengan berbagai merk.
Dari 5 merk 7600GT yang dibandingkan disini, yaitu ASUS, PixelView, EVGA, GIGABYTE,
dan MSI, tidak ada perbedaan performa default yang signifikan, kecuali EVGA yang default
clocknya diset oleh produsennya lebih tinggi daripada clock default reference Nvidia.
Meski demikian semua merk 7600GT dijamin juga bisa dijalan di clock
"default" EVGA tersebut yaitu 580/750(1500).
Sehingga jangan menganggap bahwa VGA yang clock defaultnya lebih tinggi daripada
clock reference Nvidia berarti selalu lebih baik, karena semua 7600GT disini juga bisa
dijalankan di clock yang lebih tinggi. Perbandingan yang lebih adil tentunya adalah
membandingkan kemampuan overclock maximal tiap-tiap card.
Oleh karena itu membandingkan performa default tidak ada gunanya, karena pada clock
default yang sama, performa semua videocard 7600GT kurang lebih akan sama pula.
Jadi bila performa menjadi pertimbangan
utama, lebih baik memilih berdasarkan kemampuan overclock tertinggi. Bukan berdasar
tingginya clock default bawaan videocard.
Sedangkan bila overclock bukan menjadi pertimbangan, pilihlah yang tampilannya
paling keren (misal pendingin yang keren).
Untuk lebih jelasnya lihat diagram pengambilan keputusan (Decision Tree) untuk
memilih videocard mana yang paling ideal buat anda.
DECISION
TREE untuk Pemiihan Videocard terbaik dengan budget $200
Mana yang anda pentingkan?
    
Performa & kompatibilitas dengan game
Score benchmark 3dmark05
(anda seorang gamer)
(anda bukan gamer sejati)
Pilih Geforce7600GT
Pilih Radeon X1800GTO
Anda suka overclock?
    
YA
TIDAK
Pilih yang kemampuan Overclocknya-nya paling tinggi
Pilih yang tampilannya paling keren
Pilih 7600GT EVGA atau GIGABYTE
Pilih 7600GT GIGABYTE atau MSI
Apakah anda ingin pendinginan terbaik
Apakah komputer
hening (silent)
dengan mengandalkan cooler standard bawaan?
menjadi keharusan buat anda?
   
    
YA
TIDAK
YA
TIDAK
Pilih 7600GT
GIGABYTE
Pilih 7600GT EVGA
Pilih 7600GT GIGABYTE
Cukup tambah fan casing maka
Cooler bawaannya mudah
dibongkar Menggunakan Silent-Pipe II
akan menjadi 7600GT paling dingin
untuk diganti dengan
waterblock
tanpa fan
Apakah anda mau
menambahkan
fan tambahan (fan casing)
untuk mendinginkan videocard ?
    
YA
TIDAK
Pilih 7600GT GIGABYTE
Pilih 7600GT MSI
Dengan fan casing maka akan menjadi
Pendingin
standardnya adalah yang terbaik
7600GT yang paling dingin
tanpa perlu fan tambahan
dan harganya adalah yang termurah
Dari diagram decision tree tersebut dapat
diambil kesimpulan secara garis besar sebagai berikut:
Bila anda non-gamer yang suka overclock --> X1800GTO Gecube
Bila anda gamer yang suka overclock --> 7600GT EVGA atau GIGABYTE
Bila anda gamer yang tidak suka overclock --> 7600GT MSI atau GIGABYTE
GIGABYTE muncul sebagai pilihan bagi kedua tipe konsumen, karena selain kemampuan
OC-nya cukup bagus, tampilan fisiknya juga keren.
Kesimpulan Perbandingan Geforce 7600GT vs. ATI
X1800GTO

Uang dan wanita membuat para developer game mau bersulang anggur di meja Nvidia |
Dari keseluruhan hasil benchmark terlihat
bahwa X1800GTO sebagai turunan VGA kelas high-end mampu menunjukkan keperkasaannya
terhadap 7600GT terutama pada benchmark sintetis seperti 3DMark05. Pada
benchmark ini performa X1800GTO bahkan nyaris mendekati 7900GT.
Meski demikian pada benchmark game, performa X1800GTO ternyata tidak beda jauh
dengan 7600GT. Bahkan pada game yang pro-nvidia, keperkasaan videocard ATI
ini jadi hilang begitu saja.
Pada game yang kental dengan "muatan politis" dari Nvidia seperti Doom3
& Quake4, maka X1800GTO yang dioverclock sekalipun masih belum mampu mengalahkan
Geforce7600GT standard.
Dalam hal persentase kenaikan overclock
maximal, secara keseluruhan 7600GT mampu memberikan persentase kenaikan yang lebih tinggi
dibanding X1800GTO. Kecuali pada benchamrk Doom3 & Quake4, X1800GTO terlihat mampu
memberikan kenaikan overclock yang jauh lebih besar dibanding 7600GT. Namun karena kedua
game tersebut adalah game OpenGL yang pro-Nvidia, maka kenaikan overclock sebesar itupun
ternyata masih belum cukup untuk mengalahkan performa default 7600GT.
Begitupula pada game FEAR, performa yang
dihasilkan memory interface 256-bit X1800GTO ternyata juga hanya bisa menyamai
Geforce7600GT yang cuma mengandalkan memory 128-bit. Tidak hanya itu saja, pada game
FarCry 1.33 dan Serious Sam 2 yang notabene pro-nvidia, fitur HDR bahkan tidak berfungsi
di X1800GTO.
Sempat beredar rumor bahwa game-game pro-Nvidia semacam itu bila mendeteksi
videocard ATI maka performa dan kualitas gambarnya sengaja diturunkan. Bagi developer game
hal ini tentu sangat mudah dilakukan, terutama bila ada amplop uang berlogo Nvidia
terselip di celana mereka.
Tampaknya performa & keunggulan teknis
ATI dalam hal kemampuan menjalankan HDR+AA secara berbarengan berusaha dilawan oleh Nvidia
dengan strategi politik yaitu merangkul developer game. Ini terlihat pula dari
ditiadakannya fitur untuk mengaktifkan AA pada game Ghost Recon terbaru yang mensupport
HDR.
Nvidia juga terkesan memburu developer game yang akrab dengan ATI dan membujuk
mereka agar mengkhianati ATI. Developer FarCry dan Serious Sam 2 adalah mantan kekasih ATI
yang kini menjadi teman seranjang Nvidia.
Nvidia juga tak hanya mengencani para developer game, tapi juga mencumbu produsen
consumer electronic kelas kakap yaitu SONY. Oleh karena itu game console SONY PlayStation
3 nantinya menggunakan chip grafis Nvidia yang berbasiskan teknologi Geforce seri 7.

Pilih cewe fantasi atau cewe impian ? Para gamer sejati tentu sudah tahu
mana yang harus dipilih |
Nvidia terkenal pula sangat agresif dalam
mengkampanyekan fitur HDR pada game-game yang menyandang logo mereka. Bahkan game jenis
Real Time Strategy seperti Age of Empire III juga diberikan efek HDR. AOE III adalah game
yang menyandang logo Nvidia, jadi sudah dapat ditebak bahwa performa videocard ATI pasti
jebblok di game tersebut.
Nvidia juga mengajak beberapa developer game mengkampanyekan game mereka sambil
"menjelekkan" ATI dengan cara tidak mensupport fitur pada ATI atau dengan
membuat kualitas atau performa game tersebut jelek di videocard ATI. Ini merupakan
strategi Nvidia yang brilian dan terbukti efektif.
Dalam hal ketersediaan barang di pasaran,
videocard Geforce 7600GT juga lebih banyak ditemukan daripada X1800GTO. Ini juga
menunjukkan strategi marketing Nvidia yang lebih unggul dibanding ATI.
Bagi kita sebagai konsumen, kita tidak
perlu mempermasalahkan "strategi licik" yang dilakukan Nvidia terhadap ATI, yang
penting bagi kita adalah produsen mana yang mampu memberikan kompatibilitas terbaik untuk
game-game yang ada di pasaran, dengan cara apapun.
Terlepas apakah Nvidia menciptakan keunggulan kompatibiltas terhadap ATI dengan
cara yang licik atau tidak, itu bukanlah urusan kita. Selama cara licik yang dilakukan
Nvidia untuk mengalahkan ATI mampu membuat Nvidia menjual videocard yang kompatibel dengan
harga murah, kita sebagai konsumen tak perlu meributkan "kecurangan" yang
dilakukan Nvidia tersebut.
Strategi Nvidia melawan ATI
Sekalipun ATI berusaha melawan Nvidia di
kelas menengah dengan menggunakan X1800GTO yang tak lain merupakan turunan asli vga kelas
high-end, namun kondisi tersebut tak membuat Nvidia kehabisan akal.
Memang betul bahwa X1800GTO memiliki
keunggulan fitur yang tidak dimiliki nvidia yaitu kemampuan mengaktifkan HDR+AA secara
berbarengan, ditambah lagi dengan performa memory interface 256-bit khas kelas high-end,
namun Nvidia berhasil melawan segala keunggulan teknis ATI tersebut dengan menerapkan
strategi marketing yang brilian.
Untuk merespon X1800GTO, Nvidia tidak perlu
mengeluarkan dana untuk merancang varian chip grafis baru, namun mereka cukup mengeluarkan
dana untuk merangkul para game developer agar tidak mendukung fitur pada videocard ATI.
Atau dengan kata lain Nvidia cukup "menyogok" game developer agar membuat game
mereka performanya buruk/kurang kompatibel dengan videocard card ATI. Oleh karena itu
jangan heran bila akhir-akhir ini cukup banyak game yang beredar di pasaran yang
menyandang logo Nvidia yaitu "The way it's meant to be played"
(TWIMTBP). Pada game-game "pro-nvidia" semacam itu kinerja ataupun kualitasnya
pasti akan turun drastis bila menggunakan videocard selain Nvidia.
Hebatnya lagi mayoritas game yang beredar di pasaran ternyata menyandang logo
TWIMTBP. Daftar game pro-Nvidia tersebut bisa dilihat disini:
http://www.nzone.com/object/nzone_twimtbp_gameslist.html
Untuk game-game tersebut, Nvidia secara resmi menyatakan : "These hottest
games are developed on NVIDIA, to be played on NVIDIA".
Pernyataan tersebut tentu bagaikan sebuah tamparan yang menyakitkan bagi para
pemilik videocard ATI.
Strategi marketing + penyuapan yang
dilakukan Nvidia harus diakui cukup berhasil. Dari daftar game yang ada di link di atas
terlihat bahwa banyak sekali developer game yang sudah jatuh ke pelukan Nvidia.
Bahkan developer game FarCry dan Serious Sam yang semula pro-ATI kini berhasil
dirangkul Nvidia untuk mengkhianati ATI. Alhasil, fitur HDR pada kedua game tersebut
sempat dibuat tidak berfungsi pada card ATI.
Hal ini membuktikan bahwa keunggulan teknis
ternyata dapat dikalahkan dengan mudah dengan strategi marketing dan strategi politik yang
baik.

Keunggulan strategi Nvidia : Berkat strategi kolusi & konspirasi yang
dilakukan oleh Nvidia dengan para game developer, motor ATI yang powerful sekalipun dapat
disulap jadi loyo. |
RENUNGAN MALAM : Lihai vs. Pandai

Sarjana Gembel : Kepandaian dalam hal ilmu & teknologi tidak menjamin
kesuksesan dalam bisnis |
Kolapsnya ATI baru-baru ini akibat
drastisnya penurunan laba serta kerugian finansial yang diderita seringkali menimbulkan
pertanyaaan: Mengapa produsen chip grafis yang secara teknologi mampu memberikan
fitur lebih canggih ini akhirnya kalah bersaing melawan Nvidia?
Sekalipun ATI pada akhirnya diakuisi (diselamatkan) oleh AMD, namun peristiwa tersebut
menandakan bahwa selama ini ATI telah melakukan kesalahan dalam strategi bisnisnya.
ATI seharusnya menyadari bahwa keunggulan
teknis semata tak bisa untuk melawan strategi lihai Nvidia dalam merangkul developer game
dan berkonspirasi untuk membuat agar game-game mereka bermasalah dengan ATI.
Slogan Nvidia "The way it's meant to be played" yang muncul di
awal intro sebuah game dapat berarti mimpi buruk bagi pengguna videocard ATI. Ironisnya,
kian hari kian banyak saja game yang menyandang slogan tersebut....
Banyak orang yang menganggap tindakan konsipirasi & penyuapan developer game
yang dilakukan oleh Nvidia ini merupakan kecurangan.
Dalam konteks bisnis, hal seperti ini sebenarnya bukan kecurangan. Sebab pada
prinsipnya: konspirasi & kolusi bisnis untuk menjatuhkan pesaing adalah strategi
bisnis brilian yang akan berujung pada kesuksesan & kekayaan.
|
Laporan
finansial perusahaan
periode 2005-2006
Sumber : NASDAQ |
|
Laba
bersih |
Pertumbuhan
profit |
FAKTA FINANSIAL:
1. Laba bersih Nvidia 7X lipat ATI
2. Laba bersih Nvidia naik 4X lipat sedangkan laba bersih ATI turun drastis
|
| Nvidia |
$302.6 juta |
+ 201.5% |
| ATI |
$ 41.7 juta |
- 77.8% |
| Nasib
yang berbeda : Apakah anda mau membeli videocard dari produsen yang megap-megap
atau kaya raya? |
Sejarah dunia telah membuktikan bahwa
kelihaian selalu mengalahkan kepandaian. Sayangnya sekolah hanya mengajarkan kita untuk
pandai, dan bukan lihai.
Fakta juga membuktikan bahwa mayoritas milyuner sukses justru kebanyakan tidak
lulus sekolah.
Hal ini disebabkan karena milyuner tersebut sukses berkat kelihaian mereka, dan
bukan karena kepandaian yang didapat di sekolah.
Orang lihai tak perlu bekerja, karena
mereka bisa memanfaatkan kepandaian orang lain. Oleh karena itu, orang-orang pandai yang
giat belajar seringkali hanya akan dimanfaatkan oleh para orang lihai.
Jadi berhentilah berambisi untuk menjadi orang pandai. Karena menjadi pandai adalah
doktrin kuno yang dijejalkan oleh guru SD kita yang notabene bukanlah pengusaha sukses.
Kenyataannya orang pandai seringkali hanya meenjadi budak orang lihai.
Kemenangan Nvidia atas ATI juga bukan
karena mereka lebih pandai secara teknologi, namun karena kelihaian mereka dalam
menggandeng software developer untuk secara bersama menjatuhkan ATI di mata para gamer.
Nvidia tahu bahwa secangih apapun chip
grafis yang dirilis ATI, tapi kalau produsen game mau diajak kongkalikong agar game mereka
sengaja dibikin "bermasalah" dengan videocard ATI, maka sia-sia saja kecanggihan
chip grafis ATI. Itu adalah strategi yang jauh lebih brilian dibanding menghabiskan waktu
& tenaga memikirkan inovasi teknologi terbaru untuk melawan ATI.
Tampaknya ATI melupakan konsep mendasar dari bisnis, yaitu : Kalau ada jalan
pintas yang lebih mudah, buat apa menempuh cara yang susah?
Nvidia merupakan produsen chip grafis yang
sama piawainya dengan intel & microsoft dalam hal strategi marketing & politik.
Harus diakui bahwa industri game saat ini cenderung lebih berpihak kepada Nvidia. Dengan
kondisi ini Nvidia bahkan berani mengklaim dirinya telah siap bila suatu ketika game yang
dirilis di pasaran bersifat eksklusif untuk produsen chip grafis tertentu saja. Bila hal
itu terjadi bisa dipastikan ATI akan terdepak dari pasaran, mengingat hubungan ATI dengan
developer game cukup lemah.
Menyadari kesulitan tersebut ATI akhirnya merelakan dirinya diakuisisi oleh AMD
agar mampu menyambung nafasnya untuk bertempur & menyusun strategi lagi menghadapi
Nvidia.
Budz Kay
budzkay@reviewland.com

ABOUT US
HOME
|
w e b d e s i g n
by |
|
 |
©2006
Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem |