Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 January 2007
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (misal: tabloid Komputek, dsb) PAGE 1 of 3 |
Game-game 3D terbaru yang bermunculan
akhir-akhir ini kian berat saja. Sebagai contohnya Oblivion, FEAR, Tomb Raider Legend,
Company of Heroes, NFS Carbon, dsb. Dengan videocard kelas $200 ke bawah, game-game
tersebut kurang lancar dimainkan pada resolusi 1024x768 dengan semua setting detail
maximum. Harus diakui bahwa gemerlap dan pesona Nvidia Geforce 8800 yang baru saja diluncurkan telah membuat jutaan gamer meneteskan air liurnya secara serempak. Namun itu tidak berarti mereka rela membanting celengan ayamnya demi menebus videocard seharga $600-$750 tersebut. Mayoritas gamer biasanya hanya sekedar mengagumi videocard mahal seperti itu dan kemudian justru membeli videocard yang harganya jauh lebih terjangkau namun cukup powerful untuk memainkan game-game 3D terbaru. Videocard seharga $250 merupakan
pilihan yang ideal bagi gamer yang doyan akan kinerja & image quality namun tidak
ingin dompetnya dikoyak oleh Geforce 8800 yang masih mahal itu. Dengan nominal harga $250
yang nyaris sama dengan harga console lawas Playstation2+Hardisk, para gamer akan mendapat
videocard dengan kemampuan menghasilkan kualitas gambar setara/lebih baik dibanding game
console terbaru seperti Xbox360 atau Playstation3 yang harganya jauh lebih mahal. Selain itu penurunan harga videocard $250 tidak akan sedrastis videocard kelas high-end. Apalagi seiring dengan transisi teknologi videocard dari DirectX 9 ke 10, maka videocard DirectX9 seharga $250 merupakan solusi yang cukup powerful namun penurunan harganya tidak akan separah videocard DirectX9 dengan harga $350 ke atas. Untuk saat ini videocard yang mensupport DirectX 10 barulah Geforce 8800 yang harganya paling murah masih berkisar $600-$750. Paling tidak dibutuhkan waktu setengah hingga 1 tahun sampai ada videocard DirectX 10 di level harga $250. Oleh karena itu untuk mengisi masa penantian yang cukup lama tersebut videocard DirectX 9 yang saat ini ada di pasaran dengan harga $250 adalah yang paling ideal dari sisi kinerja dan tidak terlalu parah dari sisi penurunan harga di kemudian hari.
Ideal tidaknya budget videocard yang
dipilih sebenarnya sangat dipengaruhi oleh ukuran monitor yang digunakan. Berikut ini tabel korelasi antara ukuran monitor, setting detail image quality game, dan budget videocard yang ideal untuk ukuran monitor dan setting tersebut.
Para gamer di indonesia yang mayoritas
menggunakan monitor CRT 17" jelas tidak perlu membeli videocard yang lebih mahal dari
$250. Kecuali bila mereka berencana mengganti monitornya ke LCD 17" atau CRT19"
barulah mereka mulai harus mempertimbangkan videocard di kisaran harga $350 ke atas. Di kelas budget harga $250 hanya ada 2 pilihan bagi para gamer, yaitu Nvidia Geforce 7900GS dan ATI Radeon X1950 Pro. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri yang akan dibahas berikut ini.
Geforce 7900GS tak lain adalah 7900GT yang
didowngrade dan dijual lebih murah untuk mengisi kekosongan di segmen harga $250.
Bila melihat dari spesifikasi teknisnya, di
atas kertas 7900GS unggul dalam hal fillrate sedangkan X1950 Pro unggul dalam memory
bandwith. Namun dengan jumlah pixel shader per pipeline yang lebih banyak maka secara
teori X1950 Pro lebih bertenaga daripada 7900GS. Namun teori diatas kertas dapat saja
berbeda dengan kenyataan performa pada game betulan.
Dari tabel perbandingan fitur teknologi
grafis antara X1950 Pro dan 7900GS diatas terlihat bahwa X1950 Pro unggul dalam hal jumlah
Pixel Shader pipeline, namun lemah dalam jumlah TMU dan ROP dibanding 7900GS. Bahkan
videcard andalan ATI ini ternyata belum mensupport Vertex Shader texturing (biasanya
digunakan untuk menciptakan efek air high quality), Shader Particles, dan juga Ultra
Shadow.
Geforce 7900GS merupakan produk yang dibuat
Nvidia untuk mengisi celah harga antara $175 dan $300. Nvidia tak mau repot-repot memproduksi chip grafis khusus untuk solusi harga $250, namun mereka cukup menggunakan chip G71 yang sangat populer dan telah digunakan pada videocard nvidia kelas harga $300-$450 (7900GT,7950GT, 7900GTO, 7900GTX, 7950GX2). Perbedaannya adalah pada jumlah pipeline G71 pada 7900GS dikurangi dari 24 menjadi 20, dan vertex shader unit yang dikurangi dari 8 ke 7. Sedangkan memory interfacenya tetap sama yaitu 256-bit. Oleh karena itu clock speed GPU/mem dan wujud fisik card 7900GS sama persis dengan 7900GT dan 7950GT. Sekalipun 7900GS memiliki jumlah pipeline lebih sedikit dibanding 7900GT, namun kebanyakan 7900GS telah dibekali chip memory DDR3 buatan Hyundai Electronics yaitu Hynix 1.4ns yang mampu dioverclock sangat tinggi. Sedangkan 7900GT umumnya masih menggunakan chip memory DDR3 Samsung 1.4ns yang tidak mampu dioverclock setinggi Hynix 1.4ns. Hynix 1.4ns merupakan sebuah keajaiban
dalam industri semikonduktor. Chip memory buatan produsen mobil asal Korea ini memiliki
kemampuan overclock yang sangat tinggi hingga nyaris menyamai rating memory 1.1 ns. Chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan pada
7900GS terkenal mampu berjalan tanpa masalah di clock 850(1700)Mhz, jauh melebihi
kodratnya yang cuma berjalan di 660(1320)Mhz. Sebagai videocard yang menggunakan chip
grafis G71 turunan kelas atas, 7900GS tentu memiliki kemampuan overclocking yang baik,
apalagi chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan juga memiliki kemampuan overclock yang
sangat tinggi. Rata-rata 7900GS (yang menggunakan memory Hynix) pasti bisa berjalan di
570/850(1700) yang berarti memiliki peningkatan overclock GPU/mem sebanyak 30%/40%. Geforce 7900GS menggunakan chip G71 yang belum mengintegrasikan HDCP support. Oleh karena itu beberapa produsen videocard memberikan support HDCP melalui chip tambahan pada board. Dengan adanya chip HDCP, maka videocard tersebut akan mendukung output dari media HD-DVD dan Blu-ray. Karena menggunakan chip G71, Geforce 7900GS mewarisi pula keunggulan dalam hal konsumsi daya dan suhu GPU yang sangat rendah. Bahkan 7900GS yang dioverclock sekalipun suhu full-load-nya masih lebih rendah daripada X1950 Pro yang berjalan di clock default. Sebagai videocard lansiran Nvidia, maka
7900GS tentu memiliki kompabilitas game yang lebih baik daripada videocard ATI. Terutama
mengingat dewasa ini kian banyak saja game yang menyandang logo Nvidia. Pada game-game
semacam itu tampilan gambarnya akan lebih baik bila dimainkan menggunakan videocard
nvidia.
Radeon X1950 Pro merupakan varian produk
ATI yang muncul setelah perusahaan ini sempat kolaps dan kemudian diakuisisi AMD. Berbeda dengan 7900GS yang menggunakan chip
grafis G71 yang sama dengan videocard kelas atasnya (7900GT), X1950 Pro menggunakan chip
grafis yang berbeda dengan chip R580 yang digunakan pada videocard kelas atasnya
(X1950XT). Chip ATI RV570 yang digunakan pada X1950 Pro telah mengintegrasikan HDCP support di dalamnya, ini berbeda dengan chip Nvidia G71 yang dukungan HDCP-nya menggunakan chip tambahan. Oleh karena itu semua videocard X1950 Pro pasti mensupport HDCP, sehingga dapat digunakan bila standard media HD-DVD dan blu-ray populer di kemudian hari. Berbeda dengan Geforce 7900GS yang overclocknya sangat bagus karena menggunakan chip grafis turunan kelas atas (G71), X1950 Pro tidak menggunakan chip turunan kelas atas (R580) tapi chip RV570 yang dirancang khusus untuk kelas Value. Oleh karena itu kemampuan overclocknya tidak tinggi karena RV 570 performanya memang sudah dimaximalkan. Kenaikan overclock maximal untuk GPU dan memorynya hanya sebesar 15% saja. Sekalipun chip grafis X1950 Pro menyandang nama "RV" yang berarti ditujukan untuk kelas Value, namun performa X1950 Pro sama sekali jauh dari kelas value. Performanya bahkan setara dengan geforce 7900GT yang berada di kisaran harga $300. Oleh karena itu X1950 Pro boleh dibilang sebagai videocard tercepat didunia untuk kelas harga $250. Sebagai bagian dari keluarga Radeon seri X1xxx, X1950 Pro tentu juga mewarisi kemampuan menjalankan FSAA+HDR secara bersamaan, suatu kemampuan yang tidak disupport Geforce seri 7. Sekalipun dalam prakteknya tidak semua game mendukung FSAA+HDR bersamaan dan bahkan ada juga game yang bisa menjalankkan FSAA+HDR di Geforce 7 sekalipun, namun paling tidak dalam hal ini ATI X1950 Pro lebih unggul secara teknis daripada Geforce 7900GS, meski implementasi FSAA+HDR memberikan penurunan kinerja yang sangat besar bahkan untuk videocard di kelas harga $250 sekalipun. Selain menjadi videocard pertama di dunia
yang mengadopsi teknologi 80nm, X1950 Pro juga merupakan videocard pertama ATI yang
menerapkan konfigurasi CrossFire terbaru yang tak lagi memerlukan dongle dan master/slave
card. Mekanisme CrossFire pada X1950 Pro menggunakan connector internal yang dihubungkan
dengan pita ala nvidia SLI, namun berbeda dengan nvidia SLI, ada 2 connector/pita yang
digunakan untuk membuat konfigurasi CrossFire menggunakan X1950 Pro. Sekalipun sarat teknologi baru dan memiliki
kinerja tinggi, namun bukan berarti X1950 Pro mampu melenggang bebas tanpa kelemahan.
Seperti videocard keluaran ATI lainnya, X1950 Pro juga mengidap penyakit kompatibilitas
dengan beberapa game. Terutama pada game-game yang menyandang logo nvidia.
Sebagai produsen chip grafis dengan pangsa
pasar no.1 di dunia, Nvidia tentu mampu mendikte para developer game. Oleh karena itu,
konspirasi dengan developer game adalah satu-satunya cara paling efektif bagi nvidia untuk
mengalahkan ATI, sebab dari sisi fitur & performa, Radeon X1950 Pro jelas diatas
Geforce 7900GS. ATI-AMD menjadi bahan tertawaan intel
Setelah membahas plus-minus chip grafis
Geforce 7900GS dan Radeon X1950 Pro , kini akan dibahas berbagai merk videocard yang
menggunakan kedua jenis chip grafis tersebut. Diferensiasi menjadi kian sulit mengingat
produsen chip grafis (nvidia & ATI) menetapkan penggunaan standard reference board,
sehingga praktis tidak ada perbedaan secara hardware. Untuk membedakan reference board mereka
dengan produk yang sama milik kompetitor, mereka umumnya melakukan diferensiasi pada
bentuk pendingin dan clock default yang lebih tinggi dari standard.
Penurunan kualitas komponen untuk menghemat biaya produksi seringkali menjadi cara bagi produsen videocard untuk melakukan diferensiasi harga. Dengan komponen berkualitas rendah, maka mereka bisa menjual videcardnya lebih murah. Namun kadangkala beberapa produsen videocard seringkali berusaha menipu konsumen dengan cara menjual videocard dengan komponen yang bagus di masa-masa awal, namun kemudian setelah tipe videocard tersebut laris mereka mulai menurunkan kualitas videocard mereka secara diam-diam dengan cara mengganti komponen dengan yang lebih jelek (biasanya jenis capacitor diganti dengan jenis yang lebih jelek)
Umumnya orang yang mencari videocard Geforce dengan harga miring akan mencari merk Pixelview. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Geforce 7900GS lansiran Pixelview ini juga merupakan yang termurah dibanding merk yang lain. Sekalipun murah, namun Pixelview umumnya masih menjaga mutu chip memory yang digunakan. Geforce 7900GS besutan mereka tidak menggunakan chip memory kacangan yang tidak terkenal, namun menggunakan chip Hynix yang disegani itu.
Sebagai 7900GS termurah, tentu wajar bila kemampuan overclocknya tidak setinggi yang lainnya. Namun kinerja defaultnya tentu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan merk lain. Sehingga bagi yang tidak suka overclock, Pixelview boleh jadi pilihan. Pixelview menggunakan board reference
design seperti halnya 7900GS merk lainnya. Memory yang digunakan Pixelview juga Hynix
1.4ns yang kemampuan overclocknya cukup bagus. Rendahnya overclocking memory bisa jadi karena Pixelview masih mengandalkan cooler reference yang heatsinknya tidak ikut menutupi chip memory.
Pixelview tampaknya berusaha menekan biaya dengan tidak menyertakan game bundle. Tak hanya itu saja, mereka bahkan mengganti beberapa capacitor yang seharusnya menggunakan Hybrid solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor menjadi electrolytic capacitor jenis biasa yang tentu saja kualitas & daya tahannya tidak sebaik Hybrid Solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor.
Karena Pixelview 7900GS menggunakan
reference board & reference cooler, maka secara fisik hardware jelas tidak ada
diferensiasi yang dilakukan Pixelview.Yang dilakukan Pixelview hanyalah membuat box.
Sementara itu videocardnya mereka tentu tak perlu mendesign/membuat sendiri, tapi cukup
membeli jadian dari pabrikan yang membuat reference board.
Dari sisi harga, videocard geforce 7900GS keluaran MSI bersaing ketat dengan Pixelview. Sekalipun lebih mahal $5 dibanding Pixelview, namun MSI menawarkan banyak kelebihan, yaitu cooler yang lebih besar, kemampuan overclock yang lebih tinggi, dan HDCP support.
Segudang keunggulan dengan bandrol harga murah ini tidak mengherankan bila mengingat bahwa MSI merupakan produsen videocard Nvidia no.1 di dunia. Ini menjadikan MSI sebagai "anak emas" Nvidia yang tentu saja mendapat harga spesial karena banyaknya kuantiti yang mereka produksi. Sekalipun MSI 7900GS menggunakan board
reference design nvidia, namun board MSI berwarna merah, bukan hijau seperti yang lainnya.
Ini menandakan bahwa MSI memproduksi boardnya sendiri, tidak seperti merk lain yang
umumnya tidak memproduksi sendiri namun hanya membeli reference board jadian dari pabrikan
lain. MSI tampaknya juga merasa gengsi bila harus menggunakan cooler reference design yang terkesan minimalis itu. Oleh karena itu MSI 7900GS didinginkan oleh heatsink full copper yang cukup lebar hingga ikut menutupi (mendinginkan) chip memory. Sekalipun lebar, namun ukuran coolernya tidak tebal sehingga irit tempat karena hanya memakan 1 slot saja. Geforce 7900GS pada dasarnya adalah videocard yang suhunya dingin sehingga tidak memerlukan cooler berukuran raksasa seperti kebanyakan videocard ATI yang lebih panas itu.
Sama seperti kebanyakan 7900GS lainnya, videocard besutan MSI ini juga bertatahkan chip memory Hynix 1.4ns yang kemampuan overclocknya sangat tinggi. Diantara semua 7900GS yang diperbandingkan di sini, MSI 7900GS memiliki kemampuan overclock GPU dan memory paling tinggi, yaitu 600/895(1790).
.
Seperti halnya Pixelview, Leadtek merupakan salah satu partner setia Nvidia. Mereka hanya memproduksi videocard berbasis chip Nvidia saja. Board yang digunakan juga reference design sama seperti yang digunakan Pixelview. Namun berbeda dengan Pixelview yang bermain dengan harga miring, videocard Winfast memiliki harga lebih mahal. Bandrol harga Winfast 7900GS yang mahal ini dibayar dengan adanya HDCP support dan yang tak kalah penting adalah cooler yang ukurannya melebar hingga ikut menutupi (mendinginkan) chip memory Hynix. Design dan materi heatsinknya juga bagus yaitu kombinasi alumunium dan copper untuk bagian tengah GPU. Ini merupakan kombinasi yang ideal karena copper paling bagus untuk menyerap panas dari GPU dan alumunium paling bagus untuk melepas panas.
WinFast menggunkan chip memory Hynix 1.4ns yang yang terkenal memiliki kemapauan overclock tinggi.
Namun sayangnya ukuran heatsink yang digunakan sedikit kurang lebar sehingga sebagian area chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan tidak ikut tertutup. Sungguh disayangkan produsen sekaliber Leadtek ternyata teledor dalam merancang ukuran heatsink untuk videocard mereka.
Kemampuan overclock Winfast 7900GS ternyata juga masih sedikit dibawah MSI, yaitu 590/890(1780).
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
©2006 Budz Kay
Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any
web related problem