reviewtip2.jpg (5487 bytes)

c2d1000-apkom.gif (39736 bytes)
  Baku hantam VGA budget $250 :
  Duel Overclock Nvidia Geforce 7900GS vs.
                            ATI Radeon X1950 Pro
    redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 January 2007

Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah, namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.
Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (misal: tabloid Komputek, dsb)

PAGE 1 of 3

Game-game 3D terbaru yang bermunculan akhir-akhir ini kian berat saja. Sebagai contohnya Oblivion, FEAR, Tomb Raider Legend, Company of Heroes, NFS Carbon, dsb. Dengan videocard kelas $200 ke bawah, game-game tersebut kurang lancar dimainkan pada resolusi 1024x768 dengan semua setting detail maximum.
Untuk menikmati game-game 3D terbaru di tingkat resolusi 1024x768 ke atas dengan setting detail maximum diperlukan videocard kelas harga $250.

Harus diakui bahwa gemerlap dan pesona Nvidia Geforce 8800 yang baru saja diluncurkan telah membuat jutaan gamer meneteskan air liurnya secara serempak. Namun itu tidak berarti mereka rela membanting celengan ayamnya demi menebus videocard seharga $600-$750 tersebut. Mayoritas gamer biasanya hanya sekedar mengagumi videocard mahal seperti itu dan kemudian justru membeli videocard yang harganya jauh lebih terjangkau namun cukup powerful untuk memainkan game-game 3D terbaru.

 Videocard seharga $250 merupakan pilihan yang ideal bagi gamer yang doyan akan kinerja & image quality namun tidak ingin dompetnya dikoyak oleh Geforce 8800 yang masih mahal itu. Dengan nominal harga $250 yang nyaris sama dengan harga console lawas Playstation2+Hardisk, para gamer akan mendapat videocard dengan kemampuan menghasilkan kualitas gambar setara/lebih baik dibanding game console terbaru seperti Xbox360 atau Playstation3 yang harganya jauh lebih mahal.
Dan yang paling penting, jumlah judul game PC saat ini tentu jauh lebih banyak daripada game untuk Xbox360 dan Playstation 3. 

Selain itu penurunan harga videocard $250 tidak akan sedrastis videocard kelas high-end. Apalagi seiring dengan transisi teknologi videocard dari DirectX 9 ke 10, maka videocard DirectX9 seharga $250 merupakan solusi yang cukup powerful namun penurunan harganya tidak akan separah videocard DirectX9 dengan harga $350 ke atas. Untuk saat ini videocard yang mensupport DirectX 10 barulah Geforce 8800 yang harganya paling murah masih berkisar $600-$750. Paling tidak dibutuhkan waktu setengah hingga 1 tahun sampai ada videocard DirectX 10 di level harga $250. Oleh karena itu untuk mengisi masa penantian yang cukup lama tersebut videocard DirectX 9 yang saat ini ada di pasaran dengan harga $250 adalah yang paling ideal dari sisi kinerja dan tidak terlalu parah dari sisi penurunan harga di kemudian hari.

 

redball.gif (916 bytes)Ukuran monitor dan budget videocard ideal

Ideal tidaknya budget videocard yang dipilih sebenarnya sangat dipengaruhi oleh ukuran monitor yang digunakan.
Bagi pemilik monitor CRT 17" atau LCD 15" dimana native resolutionnya adalah 1024x768, maka videocard $250 sudah sangat powerful untuk menjalankan semua game dengan setting detail maximal, sehingga pemilik monitor ukuran tersebut sebenarnya tak perlu lagi membeli videocard yang lebih mahal dari $250.
Sedangkan bagi pemilik monitor CRT 19" atau LCD 17" dimana native resolutionnya adalah 1280x1024, maka videocard $250 merupakan syarat minimal untuk menjalankan game dengan setting detail maximal.
Perlu diingat bahwa monitor akan  memiliki tampilan terbaiknya pada native resolution yang dimilikinya.

Berikut ini tabel korelasi antara ukuran monitor, setting detail image quality game, dan budget videocard yang ideal untuk ukuran monitor dan setting tersebut.

Ukuran monitor
Native resolution
Budget Videocard
Untuk game dengan Medium
detail setting
Untuk game dengan
Maximum
detail setting
CRT 15"
Native resolution: 800x600
$75 $125
CRT 17" / LCD 15"
Native resolution: 1024x768
$175 $250
CRT 19" / LCD 17"
Native resolution: 1280x1024
$250 $350

Para gamer di indonesia yang mayoritas menggunakan monitor CRT 17" jelas tidak perlu membeli videocard yang lebih mahal dari $250. Kecuali bila mereka berencana mengganti monitornya ke LCD 17" atau CRT19" barulah mereka mulai harus mempertimbangkan videocard di kisaran harga $350 ke atas.
Jadi semakin besar monitor yang digunakan maka semakin mahal videocard yang harus mereka beli.
Tapi konyolnya, kebanyakan gamer di Indonesia yang notabene menggunakan monitor CRT 17" ternyata masih mengandalkan "videocard kelas cacing" dengan kisaran harga $100 yang sebenarnya merupakan pasangan serasi monitor CRT 15" dan tidak ideal untuk bermain game dengan monitor 17".
Seharusnya untuk monitor CRT 17" tersebut mereka minimal menggunakan videocard dengan kisaran harga $175 (misal geforce 7600GT), dan paling idealnya videocard budget $250.

Di kelas budget harga $250 hanya ada 2 pilihan bagi para gamer, yaitu Nvidia Geforce 7900GS dan ATI Radeon X1950 Pro. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri yang akan dibahas berikut ini.

 

redball.gif (916 bytes)Perbandingan spek Nvidia Geforce 7900GS vs. ATI Radeon X1950 Pro

Geforce 7900GS tak lain adalah 7900GT yang didowngrade dan dijual lebih murah untuk mengisi kekosongan di segmen harga $250.
Sedangkan X1950 Pro merupakan videocard yang khusus diciptakan ATI untuk mengisi segmen harga $250 untuk menggantikan X1900GT.

price manuf
process
# pipeline
pixel/vertex
Clock
GPU
Clock
memory
Memory
bus
Memory
type / size
SM3
Theoritical
fillrate
Theoritical
mem bandwith
Radeon X1900XT  (R580) $350 90nm 48 / 8 625 MHz 725 (1450) MHz 256-bit DDR3 / 512 MB yes 10.00 GP/s 23.20 GB/s
Geforce 7900GTO (G71) $335 90nm 24 / 8 650 MHz 690 (1380) MHz 256-bit DDR3 / 512 MB yes 10.40 GP/s 22.08 GB/s
Geforce 7950GT (G71) $330 90nm 24 / 8 570 MHz 700 (1400) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 9.12 GP/s 22.40 GB/s
Geforce 7900GT (G71) $320 90nm 24 / 8 450 MHz 660 (1320) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 7.20 GP/s 21.12 GB/s
Geforce 7800GTX (G70) $250 110nm 24 / 8 430 MHz 600 (1200) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 6.88 GP/s 19.20 GB/s
Radeon X1900GT  (R580) $210 90nm 36 / 8 575 MHz 600 (1200) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 6.90 GP/s 19.20 GB/s
Geforce 7900GS (G71) $230 90nm 20 / 7 450 MHz 660 (1320) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 7.20 GP/s 21.12 GB/s
Radeon X1950 Pro (RV570) $220 80nm 36 / 8 575 MHz 690 (1380) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 6.90 GP/s 22.08 GB/s
Radeon X1800XT  (R520) $300 90nm 16 / 8 625 MHz 750 (1500) MHz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 10.00 GP/s 24.00 GB/s
Radeon X1800GTO (R520) $210 90nm 12 / 8 500 MHz 500 (1000) Mhz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 6.00 GP/s 15.84 GB/s
Geforce 7600GT (G73) $180 90nm 12 / 5 560 MHz 700 (1400) MHz 128-bit DDR3 / 256 MB yes 4.48 GP/s 11.20 GB/s
Radeon X800XT (R423) $150 130nm 16 / 6 500 MHz 500 (1000) Mhz 256-bit DDR3 / 256 MB no 8.00 GP/s 16.00 GB/s
Radeon X800GTO (R423) $130 130nm 12 / 6 500 MHz 495 ( 990) Mhz 256-bit DDR3 / 256 MB no 4.80 GP/s 12.80 GB/s
Geforce 6800GT (NV40) $130 130nm 16 / 6 350 Mhz 500 (1000) Mhz 256-bit DDR3 / 256 MB yes 5.60 GP/s 16.00 GB/s
Geforce 7600GS (G73) $130 90nm 12 / 5 400 MHz 400 ( 800) Mhz 128-bit DDR2 / 256 MB yes 3.20 GP/s 12.80 GB/s
Geforce 6600GT (NV43) $100 130nm   8 / 3 500 MHz 450 ( 900) Mhz 128-bit DDR3 / 256 MB yes 4.00 GP/s 7.20 GB/s

Bila melihat dari spesifikasi teknisnya, di atas kertas 7900GS unggul dalam hal fillrate sedangkan X1950 Pro unggul dalam memory bandwith. Namun dengan jumlah pixel shader per pipeline yang lebih banyak maka secara teori X1950 Pro lebih bertenaga daripada 7900GS. Namun teori diatas kertas dapat saja berbeda dengan kenyataan performa pada game betulan.
Dari tabel diatas terlihat bahwa Geforce 7900GS sebagai videocard kelas menengah memiliki potensi untuk mengalahkan Geforce 7800GTX yang dulu termasuk videocard kelas hig-end. 

Radeon
X1900GT
Radeon
X1950 Pro
Geforce
7900GS
Geforce
7900GT
Jumlah Pixel Shader pipeline 36 36 20 24
Jumlah Texture Mapping Unit 12 12 20 24
Jumlah Raster Operating Unit 12 12 16 16
Vertex Shader Texturing no no yes yes
HDR FP16 filtering no no yes yes
HDR FP16 anti aliasing yes yes no no
Shader Particles no no yes yes
Ultra Shadow Technology no no yes yes

Dari tabel perbandingan fitur teknologi grafis antara X1950 Pro dan 7900GS diatas terlihat bahwa X1950 Pro unggul dalam hal jumlah Pixel Shader pipeline, namun lemah dalam jumlah TMU dan ROP dibanding 7900GS. Bahkan videcard andalan ATI ini ternyata belum mensupport Vertex Shader texturing (biasanya digunakan untuk menciptakan efek air high quality), Shader Particles, dan juga Ultra Shadow.
Dalam hal kemampuan mengaktifkan HDR FP16+Anti Aliasing, Radeon X1950 terlihat lebih unggul. Namun Geforce 7900GS mampu mensupport HDR+FP16 filtering, sedangkan X1950 Pro tidak mampu.
Kelemahan-kelemahan pada videocard ATI ini seringkali dimanfaatkan oleh Nvidia bersama dengan game developer, dengan cara membuat game yang menggunakan fitur yang tidak disupport oleh ATI.

 

redball.gif (916 bytes)Sekilas mengenai Geforce 7900GS (G71)

Geforce 7900GS merupakan produk yang dibuat Nvidia untuk mengisi celah harga antara $175 dan $300.
Sebelum kemunculan 7900GS, di harga $175 ada Geforce 7600GT dan diatasnya langsung adalah geforce 7900GT seharga $300 .

Karena selisih harga antara 7600GT dan 7900GT sangat banyak, maka Nvidia akhirnya merilis 7900GS untuk mengisi celah kekosongan harga tersebut.

Nvidia tak mau repot-repot memproduksi chip grafis khusus untuk solusi harga $250, namun mereka cukup menggunakan chip G71 yang sangat populer dan telah digunakan pada videocard nvidia kelas harga $300-$450 (7900GT,7950GT, 7900GTO, 7900GTX, 7950GX2). Perbedaannya adalah pada jumlah pipeline G71 pada 7900GS dikurangi dari 24 menjadi 20, dan vertex shader unit yang dikurangi dari 8 ke 7. Sedangkan memory interfacenya tetap sama yaitu 256-bit. Oleh karena itu clock speed GPU/mem dan wujud fisik card 7900GS sama persis dengan 7900GT dan 7950GT.

Sekalipun 7900GS memiliki jumlah pipeline lebih sedikit dibanding 7900GT, namun kebanyakan 7900GS telah dibekali chip memory DDR3 buatan Hyundai Electronics yaitu Hynix 1.4ns yang mampu dioverclock sangat tinggi. Sedangkan 7900GT umumnya masih menggunakan chip memory DDR3 Samsung 1.4ns yang tidak mampu dioverclock setinggi Hynix 1.4ns.

Hynix 1.4ns merupakan sebuah keajaiban dalam industri semikonduktor. Chip memory buatan produsen mobil asal Korea ini memiliki kemampuan overclock yang sangat tinggi hingga nyaris menyamai rating memory 1.1 ns.
Dari sisi kemampuan overclock, Hynix 1.4ns jelas mengalahkan Samsung 1.4ns yang telah dirilis duluan dan kadang masih ditemui pada 7900GS produksi awal. Nyaris semua 7900GS yang beredar saat ini sudah menggunakan Hynix 1.4ns.
Hyundai mulai berkiprah di industri memory semenjak mengakuisisi divisi semikonduktor LG. Semenjak itu mereka mulai menyaingi Samsung dengan menelurkan chip memory Hynix (singkatan dari Hyundai Electronic) yang kualitasnya diatas Samsung.

Chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan pada 7900GS terkenal mampu berjalan tanpa masalah di clock 850(1700)Mhz, jauh melebihi kodratnya yang cuma berjalan di 660(1320)Mhz.
Ini berarti clock memory Hynix pada 7900GS dijamin 100% mampu berjalan melebihi clock memory videocard papan atas yang  harganya 2X lebih mahal seperti Geforce 7900GTX yang memorynya cuma 800(1600)Mhz saja.

Sebagai videocard yang menggunakan chip grafis G71 turunan kelas atas, 7900GS tentu memiliki kemampuan overclocking yang baik, apalagi chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan juga memiliki kemampuan overclock yang sangat tinggi. Rata-rata 7900GS (yang menggunakan memory Hynix) pasti bisa berjalan di 570/850(1700) yang berarti memiliki peningkatan overclock GPU/mem sebanyak 30%/40%.
Bahkan Hynix 1.4ns pada beberapa 7900GS terbukti mampu dioverclock mendekati 900(1800)MHz.

Geforce 7900GS menggunakan chip G71 yang belum mengintegrasikan HDCP support. Oleh karena itu beberapa produsen videocard memberikan support HDCP melalui chip tambahan pada board. Dengan adanya chip HDCP, maka videocard tersebut akan mendukung output dari media HD-DVD dan Blu-ray.

Karena menggunakan chip G71, Geforce 7900GS mewarisi pula keunggulan dalam hal konsumsi daya dan suhu GPU yang sangat rendah. Bahkan 7900GS yang dioverclock sekalipun suhu full-load-nya masih lebih rendah daripada X1950 Pro yang berjalan di clock default.

Sebagai videocard lansiran Nvidia, maka 7900GS tentu memiliki kompabilitas game yang lebih baik daripada videocard ATI. Terutama mengingat dewasa ini kian banyak saja game yang menyandang logo Nvidia. Pada game-game semacam itu tampilan gambarnya akan lebih baik bila dimainkan menggunakan videocard nvidia.
Sebagai produsen chip grafis no.1 di dunia, nvidia tentu mampu mendikte developer game agar mereka mau membuat tampilan grafisnya lebih sempurna hanya bila menggunakan videocard Nvidia saja.

 

redball.gif (916 bytes)Sekilas mengenai Radeon X1950 Pro (RV570)

Radeon X1950 Pro merupakan varian produk ATI yang muncul setelah perusahaan ini sempat kolaps dan kemudian diakuisisi AMD.
X1950 Pro diciptakan oleh ATI untuk mengalahkan 7900GS yang sudah muncul terlebih dahulu di pasaran.

Berbeda dengan 7900GS yang menggunakan chip grafis G71 yang sama dengan videocard kelas atasnya (7900GT), X1950 Pro menggunakan chip grafis yang berbeda dengan chip R580 yang digunakan pada videocard kelas atasnya (X1950XT).
X1950 Pro menggunakan chip khusus kelas value yaitu RV570 yang generasinya justru lebih baru daripada R580 karena telah diproduksi dengan teknologi 80nm, sehingga konsumsi daya dan suhunya mampu ditekan lebih rendah daripada R580.
Namun meski telah menggunakan chip berteknologi 80nm, konsumsi daya dan suhu X1950 Pro ternyata masih belum serendah 7900GS yang notabene masih mengandalkan chip 90nm. Tampaknya ATI memang masih belum sepiawai nvidia untuk urusan membuat chip grafis yang dingin dan hemat energi.

Chip ATI RV570 yang digunakan pada X1950 Pro telah mengintegrasikan HDCP support di dalamnya, ini berbeda dengan chip Nvidia G71 yang dukungan HDCP-nya menggunakan chip tambahan. Oleh karena itu semua videocard X1950 Pro pasti mensupport HDCP, sehingga dapat digunakan bila standard media HD-DVD dan blu-ray populer di kemudian hari.

Berbeda dengan Geforce 7900GS yang overclocknya sangat bagus karena menggunakan chip grafis turunan kelas atas (G71), X1950 Pro tidak menggunakan chip turunan kelas atas (R580) tapi chip RV570 yang dirancang khusus untuk kelas Value. Oleh karena itu kemampuan overclocknya tidak tinggi karena RV 570 performanya memang sudah dimaximalkan. Kenaikan overclock maximal untuk GPU dan memorynya hanya sebesar 15% saja.

Sekalipun chip grafis X1950 Pro menyandang nama "RV" yang berarti ditujukan untuk kelas Value, namun performa X1950 Pro sama sekali jauh dari kelas value. Performanya bahkan setara dengan geforce 7900GT yang berada di kisaran harga $300. Oleh karena itu X1950 Pro boleh dibilang sebagai videocard tercepat didunia untuk kelas harga $250.

Sebagai bagian dari keluarga Radeon seri X1xxx, X1950 Pro tentu juga mewarisi kemampuan menjalankan FSAA+HDR secara bersamaan, suatu kemampuan yang tidak disupport Geforce seri 7. Sekalipun dalam prakteknya tidak semua game mendukung FSAA+HDR bersamaan dan bahkan ada juga game yang bisa menjalankkan FSAA+HDR di Geforce 7 sekalipun, namun paling tidak dalam hal ini ATI X1950 Pro lebih unggul secara teknis daripada Geforce 7900GS, meski implementasi FSAA+HDR memberikan penurunan kinerja yang sangat besar bahkan untuk videocard di kelas harga $250 sekalipun.

Selain menjadi videocard pertama di dunia yang mengadopsi teknologi 80nm, X1950 Pro juga merupakan videocard pertama ATI yang menerapkan konfigurasi CrossFire terbaru yang tak lagi memerlukan dongle dan master/slave card. Mekanisme CrossFire pada X1950 Pro menggunakan connector internal yang dihubungkan dengan pita ala nvidia SLI, namun berbeda dengan nvidia SLI, ada 2 connector/pita yang digunakan untuk membuat konfigurasi CrossFire menggunakan X1950 Pro.
Keunggulan X1950 Pro tidak berhenti sampai disitu saja. Sebagai bagian dari keluarga seri X19xx, X1950 Pro telah mendukung implementasi GPGPU (General Purpose GPU) yang berarti GPU nya bisa dipakai untuk melakukan kalkulasi non-grafis. Salah satu aplikasi yang proses kalkulasinya mampu menggunakan kekuatan GPU dari X1950 Pro adalah Folding@Home.

Sekalipun sarat teknologi baru dan memiliki kinerja tinggi, namun bukan berarti X1950 Pro mampu melenggang bebas tanpa kelemahan. Seperti videocard keluaran ATI lainnya, X1950 Pro juga mengidap penyakit kompatibilitas dengan beberapa game. Terutama pada game-game yang menyandang logo nvidia.
Pada game-game semacam tersebut, akan muncul beberapa masalah pada tampilan misal: hilangnya shadow pada character, shadow flickering, soft shadow tak berfungsi, HDR yang error/tidak sempurna,dan beberapa gangguan lainnya. Memburuknya tampilan kualitas gambar pada beberapa game bila menggunakan videocard ATI  bukanlah karena kesalahan ATI, namun hal ini merupakan tindakan yang sengaja dilakukan oleh Nvidia bersama para developer game agar konsumen tak mampu menikmati tampilan gambar yang baik bila tidak menggunakan videocard nvidia.


Pengkhianatan internal: Iklan ATI yang membuat AMD berang

Sebagai produsen chip grafis dengan pangsa pasar no.1 di dunia, Nvidia tentu mampu mendikte para developer game. Oleh karena itu, konspirasi dengan developer game adalah satu-satunya cara paling efektif bagi nvidia untuk mengalahkan ATI, sebab dari sisi fitur & performa, Radeon X1950 Pro jelas diatas Geforce 7900GS.
Dengan adanya gangguan tampilan gambar pada beberapa game populer dengan videocard ATI, Nvidia berharap konsumen berpikir lagi bila ingin membeli videocard ATI.

ATI-AMD menjadi bahan tertawaan intel
Ada salah satu cerita menarik seputar kiprah ATI setelah diakusisi AMD.
Berbeda dengan Nvidia yang dalam berbagai iklannya selalu membanggakan kompatibilitas videocard mereka dengan berbagai game best seller. ATI selalu membanggakan performa benchmark chip grafis dalam iklan mereka. Namun ada suatu realita unik dalam iklan ATI.
ATI yang notabene telah diakuisisi AMD justru merekomendasikan prosesor kompetitor AMD dalam iklannya yang menyatakan bahwa Intel Core2 merupakan pasangan ideal untuk menemani konfigurasi CrossFire. Hal ini menjadi bahan tertawaan orang-orang intel dan dipakai untuk semakin menyudutkan kredibilitas prosesor AMD.
AMD sempat berang terhadap ATI, dan karena hal ini AMD memutuskan akan menghapus nama ATI dan menggantinya dengan AMD agar semuanya sejalan dengan kepentingan AMD yang bisnis utamanya adalah prosesor.
Oleh karena itu di masa mendatang kita tak akan pernah mendengar nama ATI lagi.
AMD tampaknya merasa bahwa nama ATI tidak terlalu bernilai sehingga cukup layak untuk dihapus, apalagi ATI dibeli oleh AMD dalam kondisi bangkrut, yang mencerminkan kegagalan ATI selama ini. Oleh karena itu dalam situs resminya, identitas ATI sudah mulai dihapus dengan mengganti warna merah menjadi hijau dan nantinya nama ATI juga akan dihapus.

 

redball.gif (916 bytes)Persaingan & diferensiasi antar produsen videocard

Setelah membahas plus-minus chip grafis Geforce 7900GS dan Radeon X1950 Pro , kini akan dibahas berbagai merk videocard yang menggunakan kedua jenis chip grafis tersebut.
Salah satu problem utama para produsen videocard adalah bagaimana mereka melakukan diferensiasi agar produk mereka tampil berbeda dengan kompetitornya yang notabene menggunakan chip grafis yang sama.

Diferensiasi menjadi kian sulit mengingat produsen chip grafis (nvidia & ATI) menetapkan penggunaan standard reference board, sehingga praktis tidak ada perbedaan secara hardware.
Meski demikian ada beberapa produsen videocard yang tidak menggunakan reference board, namun memproduksi board-nya sendiri. Umumnya mereka adalah produsen motherboard 3 besar (misal: ASUS, Gigabyte, MSI). Biasanya hal itu lebih dikarenakan faktor pertimbangan biaya yang dapat lebih rendah bila mereka memproduksi sendiri daripada harus membeli reference board dari produsen lain.
Namun bagi produsen videocard yang volume penjualannya tidak terlalu besar, biasanya akan lebih murah bila membeli jadian reference board  yang notabene lebih populer dan secara volume produksi telah mencapai skala ekonomis.

Untuk membedakan reference board mereka dengan produk yang sama milik kompetitor, mereka umumnya melakukan diferensiasi pada bentuk pendingin dan clock default yang lebih tinggi dari standard.
Merk memory yang digunakan juga dapat dijadikan suatu diferensiasi, mengingat merk memory tertentu memiliki kemampuan overclock lebih tinggi. Sebagai contoh: Geforce7900GS yang menggunakan memory Hynix memorynya mampu dioverclock lebih tinggi daripada yang menggunakan memory Samsung. Beberapa produsen juga dapat saja memilih grade GPU yang kualitasnya lebih bagus, sehingga kemampuan overclocknya lebih tinggi.


Akal bulus produsen videocard: Jenis capacitor umumnya diganti dengan yang lebih jelek

Penurunan kualitas komponen untuk menghemat biaya produksi seringkali menjadi cara bagi produsen videocard untuk melakukan diferensiasi harga. Dengan komponen berkualitas rendah, maka mereka bisa menjual videcardnya lebih murah.

Namun kadangkala beberapa produsen videocard seringkali berusaha menipu konsumen dengan cara menjual videocard dengan komponen yang bagus di masa-masa awal, namun kemudian setelah tipe videocard tersebut laris mereka mulai menurunkan kualitas videocard mereka secara diam-diam dengan cara mengganti komponen dengan yang lebih jelek (biasanya jenis capacitor diganti dengan jenis yang lebih jelek)

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Prolink PixelView Geforce 7900GS  256MB ($240)


Prolink PixelView 7900GS  256MB

Umumnya orang yang mencari videocard Geforce dengan harga miring akan mencari merk Pixelview. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Geforce 7900GS lansiran Pixelview ini juga merupakan yang termurah dibanding merk yang lain. Sekalipun murah, namun Pixelview umumnya masih menjaga mutu chip memory yang digunakan. Geforce 7900GS besutan mereka tidak menggunakan chip memory kacangan yang tidak terkenal, namun menggunakan chip Hynix yang disegani itu.


Hynix 1.4ns: Sekalipun termasuk merk videocard murah, namun Pixelview menggunakan merk memory yang kemampuan overclocknya terkenal  baik

Sebagai 7900GS termurah, tentu wajar bila kemampuan overclocknya tidak setinggi yang lainnya. Namun kinerja defaultnya tentu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan merk lain. Sehingga bagi yang tidak suka overclock, Pixelview boleh jadi pilihan.

Pixelview menggunakan board reference design seperti halnya 7900GS merk lainnya. Memory yang digunakan Pixelview juga Hynix 1.4ns yang kemampuan overclocknya cukup bagus.
Meski demikian, kemampuan overclocknya masih lebih rendah dibanding 7900GS merk lain yang diuji disini yaitu GPU dan memorynya hanya mencapai 570/850(1700) saja.

Rendahnya overclocking memory bisa jadi karena Pixelview masih mengandalkan cooler reference yang heatsinknya tidak ikut   menutupi chip memory.

 


Serba reference: Pixelview menggunakan board dan cooler reference yang heatsinknya tidak ikut mendinginkan memory. Pixelview bahkan mereka malas mengganti stiker fan berlogo Nvidia dengan sticker merk mereka sendiri.

Pixelview tampaknya berusaha menekan biaya dengan tidak menyertakan game bundle. Tak hanya itu saja, mereka bahkan mengganti beberapa capacitor yang seharusnya menggunakan Hybrid solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor menjadi electrolytic capacitor jenis biasa yang tentu saja kualitas & daya tahannya tidak sebaik Hybrid Solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor.


Menekan biaya: Tiga buah capacitor diganti dengan jenis electrolytic capacitor murahan, bukan capacitor jenis Hybrid Solid-electrolytic SMT V-Chip

Karena Pixelview 7900GS menggunakan reference board  & reference cooler, maka secara fisik hardware jelas tidak ada diferensiasi yang dilakukan Pixelview.Yang dilakukan Pixelview hanyalah membuat box. Sementara itu videocardnya mereka tentu tak perlu mendesign/membuat sendiri, tapi cukup membeli jadian dari pabrikan yang membuat reference board.
Ini adalah suatu hal yang mudah dilakukan perusahaan apapun.
Perusahaan Indonesia pun kalau mau sebenarnya juga bisa melakukan hal semacam ini, asal sanggup memenuhi quota pembelian dari pabrikan reference board. Modal utamanya tentu hanya kardus dan sticker merk saja.

 

 

redball.gif (916 bytes)MSI Geforce 7900GS   256MB ($245)


MSI NX7900GS  256MB

Dari sisi harga, videocard geforce 7900GS keluaran MSI bersaing ketat dengan Pixelview. Sekalipun lebih mahal $5 dibanding Pixelview, namun MSI menawarkan banyak kelebihan, yaitu cooler yang lebih besar, kemampuan overclock yang lebih tinggi, dan HDCP support.


Meski bentuknya masih mirip dengan heatsink standard reference Nvidia, namun ukurannya lebih lebar sehingga ikut mendinginkan memory.

Selain itu arah airflownya juga lain, yaitu ke depan, bukan ke belakang seperti heatsink reference Nvidia.

Segudang keunggulan dengan bandrol harga murah ini tidak mengherankan bila mengingat bahwa MSI merupakan produsen videocard Nvidia no.1 di dunia. Ini menjadikan MSI sebagai "anak emas" Nvidia yang tentu saja mendapat harga spesial karena banyaknya kuantiti yang mereka produksi.

Sekalipun MSI 7900GS menggunakan board reference design nvidia, namun board MSI berwarna merah, bukan hijau seperti yang lainnya. Ini menandakan bahwa MSI memproduksi boardnya sendiri, tidak seperti merk lain yang umumnya tidak memproduksi sendiri namun hanya membeli reference board jadian dari pabrikan lain.
Sebagai produsen motherboard 3 besar di dunia, tentu gengsi bila MSI tak mampu membuat board videocardnya sendiri.

MSI tampaknya juga merasa gengsi bila harus menggunakan cooler reference design yang terkesan minimalis itu. Oleh karena itu MSI 7900GS didinginkan oleh heatsink full copper yang cukup lebar hingga ikut menutupi (mendinginkan) chip memory. Sekalipun lebar, namun ukuran coolernya tidak tebal sehingga irit tempat karena hanya memakan 1 slot saja. Geforce 7900GS pada dasarnya adalah videocard yang suhunya dingin sehingga tidak memerlukan cooler berukuran raksasa seperti kebanyakan videocard ATI yang lebih panas itu.


Heatsinknya ikut mendinginkan chip memory dengan baik

 


Memory Hynix 1.4ns yang digunakan mampu melanju hingga nyaris menyentuh 1900MHz

Sama  seperti kebanyakan 7900GS lainnya, videocard besutan MSI ini juga bertatahkan chip memory Hynix 1.4ns yang kemampuan overclocknya sangat tinggi.

Diantara semua 7900GS yang diperbandingkan di sini, MSI 7900GS memiliki kemampuan overclock GPU dan memory paling tinggi, yaitu 600/895(1790).

 

 

 

 


Overclocking memory tetap aman : Dilengkapi Thermal pad untuk mentransfer panas dari chip memory ke heatsink

 

 

 


Capacitor jenis terbaik : Sekalipun harga jualnya cukup murah tapi videocard MSI ini bertatahkan capacitor jenis terbaik seluruhnya yaitu jenis Hybrid Solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor.

.

 

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Leadtek  Winfast Geforce 7900GS   256MB ($255)


Leadtek WinFast PX7900GS TDH  256MB

Seperti halnya Pixelview, Leadtek merupakan salah satu partner setia Nvidia. Mereka hanya memproduksi videocard berbasis chip Nvidia saja. Board yang digunakan juga reference design sama seperti yang digunakan Pixelview.  Namun berbeda dengan Pixelview yang bermain dengan harga miring, videocard Winfast memiliki harga lebih mahal. Bandrol harga Winfast 7900GS yang mahal ini dibayar dengan adanya HDCP support dan yang tak kalah penting adalah cooler yang ukurannya melebar hingga ikut menutupi (mendinginkan) chip memory Hynix. Design dan materi heatsinknya juga bagus yaitu kombinasi alumunium dan copper untuk bagian tengah GPU. Ini merupakan kombinasi yang ideal karena copper paling bagus untuk menyerap panas dari GPU dan alumunium paling bagus untuk melepas panas.


Heatsinknya menggunakan materi alumunium, bukan tembaga seperti heatsink reference nvidia

Arah airflownya juga lain, yaitu ke depan, bukan ke belakang seperti heatsink reference Nvidia.

 


Hynix 1.4ns: Memory dengan kemampuan overclock terbaik

WinFast menggunkan chip memory Hynix 1.4ns yang yang terkenal memiliki kemapauan overclock tinggi.

 

 

Namun sayangnya ukuran heatsink yang digunakan sedikit kurang lebar sehingga sebagian area chip memory Hynix 1.4ns yang digunakan tidak ikut tertutup. Sungguh disayangkan produsen sekaliber Leadtek ternyata teledor dalam merancang ukuran heatsink untuk videocard mereka.


Kesalahan design: Heatsinknya tidak menutupi sebagian permukaan memory

Kemampuan overclock Winfast 7900GS ternyata juga masih sedikit dibawah MSI, yaitu 590/890(1780).

 


Capacitor jenis terbaik: Sebagai 7900GS termahal yang diuji disini, maka wajar bila semua capacitornya menggunakan jenis terbaik yaitu Hybrid Solid-electrolytic SMT V-Chip capacitor.

Materi heatsink yang ideal: Heatsink alumunium dengan tembaga (copper) di bagian tengah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


NEXT PAGE (Radeon x1950 Pro) >

Intel Seminar with Budz Kay

 

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2006 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem