PENGUJIAN
KINERJAKRITERIA
PENGUJIAN
Pengujian dilakukan pada kondisi ruangan ber-AC dengan
temperatur 25C
Kondisi casing terbuka dan fan casing tidak dinyalakan.
Berikut ini hardware yang digunakan pada pengujian...
BENCHMARK PLATFORM:
CPU:
- Intel Pentium Dual-Core E2160 (G0) overclocked @ 3.6GHz (Vcore
1.35Volt)
CPU Cooler :
- Intel standard (versi tebal dengan copper base)
- Thermaltake TMG i1
- Arctic Cooling Freezer 7 Pro
- Scythe Katana II
- OCZ Vendetta
Motherboard :
BIOSTAR T-series TP45 HP (intel P45 chipset - Crossfire ready)
Memory :
- 2 x 1GB ApogeeGT DDR2 800 (PC6400)
- 2 x 1GB Team Extreme Dark DDR2 1066 (PC8500)
Videocard :
- Powercolor Radeon HD4870 512MB DDR5
Harddisk: 500GB Maxtor SATA2
PSU: Point Of View 500 Watt Black Diamond
Thermal Paste:
- Thermaltake Powerful Thermal Grease #1
- Shinetzu high viscosity silicone --> disediakan oleh Berlian Computer
(pengujian membuktikan kedua thermal paste tersebut memberikan
kinerja yang sama, namun Shinetzu jauh lebih murah)
Driver:
ATI Catalyst 8.7
Windows Vista Ultimate SP1
OCCT v.2.0.0a
CoreTemp v.0.99
|
UJI
TEMPERATUR IDLE
(kondisi overclock) |
Temperature di
desktop
|
. Idle (CoreTemp)
Suhu ruangan: 25C
Pentium dual-core E2160 @3.6 Ghz Vcore: 1.35Volt |
OCZ
Vendetta+Thermaltake 9cm Fan
fan speed: 4000RPM
$38+$12=$50 |
|
Arctic
Cooling Freezer 7 Pro
standard fan speed: 2600RPM
$36 |
|
OCZ
Vendetta
standard fan speed: 2800RPM $38 |
|
Thermaltake
TMG i1
standard fan speed: 2700RPM
$31 |
|
Scythe
Katana II
standard fan speed: 1600RPM
$38 |
|
Intel
standard (copper base)
standard fan speed: 1500RPM
$0 |
|
Dalam kondisi idle, terlihat bahwa
Arctic Cooling Freezer 7 Pro menjadi yang paling dingin dengan selisih penurunan
temperatur sebesar 8C dibanding cooler standard.
Sementara Thermaltake TMG i1 dan OCZ Vendetta terlihat memiliki kemampuan sama, dan
hanya lebih selisih 1C saja diatas Freezer 7 Pro.
Sedangkan Scythe Katana II terlihat memiliki kinerja cooling yang paling lemah, dan
hanya lebih dingin 4C dibanding cooler standard intel.
OCZ Vendetta baru bisa menyamai kinerja Freezer 7 Pro bila fan-nya diganti dengan
fan 4000RPM. Penggantian fan tersebut tidak memberikan penurunan suhu idle yang lebih
rendah lagi dibanding temperatur ruangan (25C).
Temperatur yang hanya 1C diatas suhu ruangan sudah merupakan prestasi yang sangat
bagus untuk sebuah cooler Rp.300 ribuan.
|
UJI
TEMPERATUR FULL-LOAD
(kondisi overclock) |
Temperatur Full-Load dengan menggunakan
OCCT v.2.0.0a CPU torture
|
Full
Load (CoreTemp) Suhu ruangan: 25C
Pentium dual-core E2160 @3.6 Ghz Vcore: 1.35Volt |
OCZ
Vendetta+Thermaltake 9cm Fan
fan speed: 4000RPM
$38+$12=$50 |
|
Arctic
Cooling Freezer 7 Pro
standard fan speed: 2600RPM
$36 |
|
OCZ
Vendetta
standard fan speed: 2800RPM $38 |
|
Thermaltake
TMG i1
standard fan speed: 2700RPM
$31 |
|
Scythe
Katana II
standard fan speed: 1600RPM
$38 |
|
Intel
standard (copper base)
standard fan speed: 1500RPM
$0 |
|
Dalam kondisi full load 100%,
lagi-lagi pemenangnya adalah Arctic Cooling Freezer 7 Pro. Posisi kedua adalah OCZ
Vendetta, dan diikuti oleh Thermaltake TMG i1.
Sedangkan Scythe Katana II lagi-lagi menjadi yang paling buruk kinerjannya.
OCZ Vendetta baru bisa mengalahkan kinerja Freezer 7 Pro bila fan-nya diganti
dengan fan 4000RPM.
|
UJI
KOMPATIBILITAS
(setelah terpasang di motherboard) |
PERBANDINGAN KOMPATIBILITAS INSTALASI PADA
MOTHERBOARD
Bentuk dan ukuran fisik cooler dapat
menimbulkan masalah ketika dipasang di motherboard dan setelah dimasukkan ke dalam casing.
Oleh karena itu ukuran yang ekstrim sebenarnya bukanlah nilai plus. Sebab cooler yang
ukurannya kecil kinerjanya bisa saja mengalahkan cooler yang besar bila design-nya
dirancang dengan baik.
Ukuran fisik yang besar seringkali justru akan menimbulkan problem kompatibiltas. Berikut
ini perbandingan kompatibiltas ke-4 cooler.
|
Kompatibilitas
dengan
casing slim |
Kompatibilitas
dengan cooler chipset northbridge motherboard |
Thermaltake
TMG i1 |
Dapat
bermasalah
(ukuran agak tinggi) |
Tidak ada
masalah |
Arctic
Cooling
Freezer 7 Pro |
Tidak ada
masalah |
Dapat
bermasalah
(ukuran terlalu melebar) |
Scythe
Katana II |
Pasti
bermasalah
(ukuran terlalu tinggi) |
Dapat
bermasalah
(ukuran agak melebar) |
OCZ
Vendetta |
Tidak ada
masalah |
Tidak ada
masalah |
Foto-foto yang menunjukkan problem kompatibilitas di atas
dapat dilihat pada halaman review untuk masing-masing cooler (halaman 2 s/d 5).
|
UJI
TAMPILAN
(setelah terpasang dalam casing) |
PERBANDINGAN PENAMPILAN COOLER DI DALAM CASING
Arctic
Cooling Freezer 7 Pro |
 |
Scythe
Katana II |
 |
Thermaltake
TMG i1 |
 |
OCZ
Vendetta |
 |
OCZ Vendetta + fan 9cm Thermaltake BlueLED 4000 RPM
NOTE: case fan depan & belakang tidak dipakai dalam
pengujian temperatur |
 |
KESIMPULAN
Tampaknya penggunaan jumlah heatpipe sebanyak 4 buah pada
Thermaltake TMG i1 belum mampu membuat cooler ini memiliki prestasi yang memuaskan, namun
ini bisa dimaklumi bila mengingat harganya yang paling murah diantara kontestan lainnya.
Sementara itu segudang inovasi yang diusung oleh OCZ Vendetta ternyata juga belum
mampu membuatnya meraih juara pertama. Cooler keren ini harus puas menempati urutan kedua.
Bangsa jepang tentu harus malu dengan kinerja Scythe Katana II yang ternyata cukup
mengecewakan. Ini tak lain karena kebodohan Scythe untuk menggunakan fan pelan dengan
ukuran yang tak lazim pula.
PEMENANG ASPEK KINERJA
Dari sisi kinerja, jelas pemenangnya adalah Arctic Cooling Freezer 7 Pro.
Para ilmuwan Swiss patut diacungi jempol karena berhasil meracik cooler berkinerja tinggi
namun dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan harga yang tidak terlalu mahal.
Sekalipun dari sisi harga yang termurah adalah Thermaltake TMG i1, namun hanya
dengan selisih Rp.50 ribu saja anda dapat memperoleh Arctic Colling Freezer 7 Pro yang
kinerjanya mampu mengalahkan TMG i1 secara cukup signifikan (selisih 4C).
OCZ Vendetta mampu mengalahkan Freezer 7 Pro hanya bila fannya diganti dengan yang
lebih kencang (4000 RPM). OCZ Vendetta merupakan satu-satunya cooler disini yang
memungkinkan penggantian dengan fan kencang. Namun ini tentu pengeluaran biaya extra,
sebab harga fan high-RPM umumnya akan berkisar Rp.50 ribu-Rp.100 ribu. Sehingga dari sisi
kinerja-harga Arctic Cooling Freezer 7 Pro tetap menjadi pemenangnya.
PEMENANG ASPEK PENAMPILAN
Dari sisi kosmetik, pemenangnya adalah OCZ Vendetta. Design dan tampilannya
terlihat keren dan lebih artistik ketimbang konstestan lain. Selain itu dimungkinkannya
penggantian fan akan dapat mendongkrak faktor penampilan, terutama bila anda menggunakan
menggunakan fan Thermaltake Blue LED.
Namun penggunaan fan Thermaltake Blue LED pada Vendetta tentu mengharuskan anda
untuk merogoh kocek lagi (untuk membeli fan). Namun budget extra tersebut tentu akan
terbayar oleh peningkatan kinerja + tampilan yang lebih keren.
PEMENANG ASPEK KOMPATABILITAS
Sedangkan dari sisi kompatibiltas, pemenangnya juga OCZ Vendetta.
Ukurannya yang tidak terlalu tinggi membuatnya bersahabat dengan casing slim. Selain itu
proporsi fisiknya tidak terlalu melebar, sehingga aman dari benturan dengan cooler chipset
northbridge motherboard.

Sudah sepantasnya melakukan Harakiri: Samurai sejati harus bunuh diri
jika kalah.... |
COOLER PERAIH "LOSER AWARD"
Bila media review lain lebih senang menberi award bagi produk
terbaik, REVIEWLAND selalu rajin memberi penghargaan "Loser Award" bagi
produk-produk bobrok di pasaran.
Bagi REVIEWLAND, menginformasikan produk bobrok jauh lebih penting karena dapat
menyelamatkan konsumen dari pembelian produk sampah.
Scythe Katana II menjadi cooler dengan kinerja paling bobrok
dalam perbandingan kali ini. Cooler asal Jepang ini hanya bisa membanggakan kinerjanya
bila dibandingkan dengan cooler standard intel.
Selain itu tampilannya setelah terpasang di casing juga yang terburuk jika
dibanding kontestan lain.
Tak hanya itu saja, kompatibilitasnya juga yang terburuk karena tubuhnya yang lebar
dan menjulang tinggi ke awan.
Ini berarti Katana II berhasil menyabet seluruh gelar sebagai
yang cooler terburuk dari sisi kinerja, penampilan, maupun kompatibiltas.
Kekalahan total sekaligus fatal ini tentu merupakan tragedi
memalukan bagi sang petarung jepang, dan Scythe seharusnya melakukan HARAKIRI atas
kekalahan tersebut bila mereka merasa bahwa dirinya adalah Samurai sejati.
Budz Kay
budzkay@reviewland.com
< PREVIOUS PAGE

|