reviewtip2.jpg (5487 bytes)
 

Space iklan
email ke: iklan@reviewland.com

 

  PC Gaming ala Console:
  Membangun PC gaming pembunuh
  console game next-gen
redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 November 2008

Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah, namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.
Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin)

  PAGE 2 of 3
< PREVIOUS PAGE     NEXT PAGE >

redball.gif (916 bytes)Casing gaming kurcaci: InWin BK623

pcgamingconsole-inwin.jpg (16974 bytes)
InWin Mountain Jade BK623: Casing gaming terkecil di dunia

InWin Mt.Jade BK623 adalah casing PC Gaming dengan ukuran sangat kecil. Ukurannya bahkan masih jauh lebih kecil dibanding Thermaltake Lanbox maupun AOpen "Transformers" yang pernah dibahas di artikel sebelumnya yang berjudul "Kebangkitan Rezim PC Gaming Portable".

Saking kecilnya, ukuran InWin BK623 bahkan cuma sebesar kotak motherboard saja. Casing ini masih jauh lebih kecil dibanding casing mini yang umum di pasaran seperti Predacase, dan tentu akan sangat kontras jika disandingkan dengan casing ukuran standard Simbadda.

pcgamingconsole-inwin-boxsize.jpg (12298 bytes)
Gampang dibawa-bawa: Ukurannya hanya sebesar kotak motherboard


 

 

 

 

 

Dengan harga sekitar Rp.700 ribu, casing InWin BK623 sudah menyertakan Power Supply Unit (PSU) 300W yang cukup berkualitas dan sanggup meladeni PC dengan spek prosesor intel quad-core dan Geforce 9800GT / Radeon HD4850. Yang jelas kualitas PSU-nya diatas PSU bawaan casing pasaran seharga Rp.250 ribuan yang seringkali mencantumkan label 450W bohong-bohongan.

pcgamingconsole-inwin-compare2.jpg (17207 bytes)
Casing bonsai: Lebih cebol, lebih pendek, lebih kurus dari semuanya

pcgamingconsole-inwin-compare1.jpg (16966 bytes)
Seperti david vs. goliath: Dibandingkan dengan casing Simbadda yang umum di pasaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pcgamingconsole-inwin-compare3.jpg (15399 bytes)
Lebih kecil dari yang kecil: Disandingkan dengan casing mini Predacase

pcgamingconsole-inwin-ppct.jpg (51463 bytes)
Hasil kolaborasi dengan Intel: Sistem ventilasi pada InWin BK623 dirancang bersama-sama dengan intel. Hasilnya adalah Partition Plate Cooling yang fungsinya dioptimalkan dengan cooler standard bawaan prosesor intel 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

InWin bekerjasama dengan Intel dalam mendesign rancang bangun dan sistem airflow casing ini. Mereka menamakan design airflow tersebut sebagai PPCT (Partition Plate Cooling Technology). Dimana mereka mengandalkan airduct dan sekat pemisah untuk mengatur agar udara panas yang disembur cooler prosesor tidak terhisap lagi.

Oleh karena itu, sekalipun casing ini berdimensi kecil, namun implementasi PPCT membuatnya mampu menjadi tempat bersemayam yang layak untuk prosesor quad-core yang tentu saja lebih panas ketimbang dual-core.

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Motherboard untuk casing InWin BK623

pcgamingconsole-inwin-open1.jpg (32769 bytes)
Motherboard Gigabyte GA-G31M-S2L di dalam casing InWin BK623

    Mengingat casing InWin ukurannya kecil, maka hanya motherboad jenis MicroATX saja yang didukungnya.

     Jumlah motherbord mATX yang ada di pasaran sangatlah banyak dan harganya sangat murah mengingat mayoritas motherboard mATX adalah motherboard kelas value yang tentu saja jumlahnya lebih banyak ketimbang motherboard kelas high-end.

Namun mencari motherboard mATX yang memiliki fitur overclock yang lengkap cukup sulit, mengingat kebanyakan adalah motherboard kelas low-end yang tidak dibekali fitur overclock.


BIOSTAR TF7100P-M7: Salah satu motherboard mATX berchipset NVIDIA nforce 630 / Geforce 7100.

Harganya murah, kaya fitur, dan fitur overclocknya lengkap.
Motherboard ini menggunakan chip grafis onboard Geforce 7100.
Harga berkisar Rp. 600 ribu

Namun ada beberapa tipe motherboard mATX untuk prosesor Core2 Duo yang memiliki fitur overclock yang bagus namun harganya cukup murah, dan bahkan sudah mensupport Core2 Quad dan prosesor Intel 45nm (Penryn). Biasanya motherboard seperti itu menggunakan chipset nForce 630 (onboard Geforce 7100). Contohnya: BIOSTAR Tforce TF7100P-M7 yang harganya cuma berkisar Rp.600 ribu saja.
Motherboard ini mampu dipakai untuk mengoverclock Pentium dual-core E2160 ke kisaran 3.2GHz.
Kinerja E2160 pada 3.2GHz sudah sangat memadai untuk menjadikannya PC Gaming.

Beberapa E2160 ada yang mampu dioverclock ke 3.6GHz, namun syarat untuk dapat berjalan di kecepatan tersebut adalah diperlukan motherboard yang mampu digenjot FSB-nya ke 400MHz. Motherboard berbasis chipset nForce 630 tak mampu berlari di FSB400MHz. Oleh karena itu taka akan mampu dipakai untuk mengoverclock E2160 diatas 3.3GHz

Untuk mengoverclock E2160 ke kisaran 3.6GHz diperlukan motherboard mATX yang berchipset intel G31 ke atas. Salah satu motherboard mATX berchipset intel G31 yang fitur overclocknya komplit adalah Gigabyte GA-G31M-S2L. Motherboard ini memiliki fitur overclock yang cukup lengkap dan sanggup berlaga di FSB400 (FSB1800) tanpa masalah, sehingga sanggup untuk mengoverclock semua prosesor intel dengan mudah. 

pcgamingconsole-inwin-gigabyte.jpg (40957 bytes)
GIGABYTE GA-G31M-S2L Salah satu motherboard mATX berchipset intel G31 yang murah, kaya fitur, dan fitur overclocknya lengkap

Harga berkisar Rp. 700 ribu

Sama seperti Biostar TF7100-M7, Gigabyte GA-G31M2-S2L juga sudah mendukukung Core2 Quad dan Core2 generasi baru yang berbasis Penryn 45nm.

Sebagai motherboard yang menggunakan chipset intel G31, maka sudah terintegrasi pula onboard graphic intel GMA 3100 yang meski cukup mampu menjalankan game-game ringan, namun tentu loyo bila diajak untuk bermain game 3D terbaru semacam Crysis dan Lost Planet. Oleh karena itulah tersedia slot PCIe 16x pada motherboard ini untuk tempat menancapkan videocard Geforce 9800GT artau Radeon HD4830.

     Harga motherboard Gigabyte GA-G31M-S2L ini berkisar Rp.700 ribu. Sedikit lebih mahal ketimbang Biostar TF7100P-M7.

Sebenarnya cukup banyak motherboard mATX tipe lain dengan harga cuma Rp.500 ribuan saja. Namun motherboard yang murah seperti itu tidak memiliki fitur overclock yang lengkap.

Bila menggunakan motherboard yang memiliki fitur overclock yang lengkap seperti Biostar TF7100P-M7 dan Gigabyte GA-G31M-S2L, anda tak perlu membeli prosesor yang mahal, karena prosesor murah seperti Pentium dual-core E2160 yang aslinya 1.8Ghz pasti mampu dijalankan di atas 3GHz pada kedua motherboard ini.

Bila anda tidak mau melakukan overclock, pilih saja motherboard termurah. Namun konsekuensinya anda harus membeli prosesor yang lebih mahal, sebab kinerja prosesor di motherboard murah akan sulit dinaikkan dengan cara overclock.

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Cooler prosesor untuk casing InWin BK623

pcgamingconsole-inwin-bluorbmini.jpg (52727 bytes)
Thermaltake Blue Orb Mini: Bagi yang tidak suka dengan tampilan cooler standard bawaan Intel

Casing InWin BK623 sudah dirancang untuk memberikan pendinginan prosesor yang optimal sekalipun hanya dengan cooler standard bawaan intel. Optimalisasi ini dilakukan dengan implementasi PPCT yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan cara ini udara panas yang disemburkan cooler tidak akan tersedot lagi.

Bagi yang kurang suka dengan tampilan cooler standard, maka cooler aftermarket tentu menjadi pilihan.
Namun ukuran casing InWin BK623 yang sangat kecil membuatnya tidak bersahabat dengan mayoritas cooler aftermarket yang ukurannya bongsor.

Salah satu cooler aftermarket yang kompatibel dengan InWin BK623 adalah Thermaltake BlueOrb Mini yang tampilannya senada dengan warna motherboard Biostar & Gigabyte. Ukuran cooler berwarna biru ini lebih besar dibanding cooler standard, yang berarti juga lebih baik kemampuan pendinginannya dibanding cooler standard.

Namun karena ukuran fisik Thermaltake Blue Orb Mini lebih besar dibanding cooler standard, maka anda harus melepas airduct bila ingin menggunakan cooler seharga Rp.200 ribu ini di dalam casing Inwin, akibatnya tentu airflow justru menjadi kurang optimal.

pcgamingconsole-inwin-open2.jpg (24781 bytes)
Mendongkrak tampilan: Blue Orb Mini terpasang dalam casing InWin BK623

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Videocard

pcgamingconsole-inwin-vga.jpg (24601 bytes)
Muat ukuran panjang: Meski casing ini sangat kecil kecil namun mampu memuat videocard high-end ukuran full-size tanpa masalah. Pada foto terlihat Geforce 9800GT terpasang dengan mudahnya.

Harap diingat: Videocard paling tinggi yang mampu dipasok dayanya oleh PSU 300W bawaan adalah Geforce 9800GT/Radeon HD4850.
Dan PSU bawaan InWin ukurannya tidak standard alias mini.

Casing Inwin BK623 merupakan casing mini yang diposisikan sebagai casing para gamer, sehingga sekalipun dimensinya kecil namun mampu memuat videocard kelas high-end dengan ukuran full-size sekalipun.
Geforce 9800GT dan Radeon HD4850 dapat masuk dengan mudah, begitu pula videocard high-end seperti Radoen HD4870 yang ukurannya lebih panjang.

Namun perlu diingat bahwa PSU 300Watt bawaan InWin BK623 hanya mampu melayani videocard sekelas Geforce 9800GT / Radeon HD4850. Jadi Geforce 9800GTX+ ataupun Radeon HD4870 jelas terlalu rakus daya untuk dipasok dayanya oleh PSU mini bawaan casing ini.

Konyolnya, InWin menggunakan jenis PSU dengan ukuran non-standard alias ukuran mini yang tidak umum di pasaran. Kalaupun ada PSU mini yang kapasitasnya besar harganya pasti selangit karena masuk kategori langka

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan optical drive

Sebaiknya anda menggunakan DVDRW drive jenis SATA, sebab ukuran kabel PATA yang lebar itu akan menutupi area diatas cooler prosesor.

pcgamingconsole-inwin-dvdrwsata.jpg (23455 bytes)
Harus DVDRW drive SATA: Ukuran kabelnya kecil sehingga tidak menutupi cooler prosesor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Tampilan  PC Gaming menggunakan casing InWin BK623

pcgamingconsole-inwin-final.jpg (25426 bytes)
Ringkas & Padat: Hasil akhir PC Gaming ala Console menggunakan casing InWin BK623

Berikut ini adalah spek akhir PC Gaming ala console :.

- Pentium dual-core E2160 (1.8GHz) overclock @ 3.6GHz
- Gigabyte GA-G31M-S2L (chipset intel G31)
- DDR2 800 2GB (Hynix FP-S5)
- Geforce 9800GT 512MB / Radeon HD 4830 512MB
- Harddisk 160GB SATA
- DVD-RW drive 20x SATA
- Casing InWin Mt.Jade BK623
- Gamepad, Keyboard, Mouse

Harga total = sekitar Rp. 5 juta

Dari nilai nominalnya, anda mungkin melihat bahwa angka Rp. 5 juta seolah lebih mahal dibanding harga console next-gen yang berkisar Rp4 juta. Namun perlu diingat bahwa console game tidak bisa dipakai bekerja, jadi bila anda membeli consol next-gen berarti harus membeli PC lagi untuk bekerja, dan biaya total PC kerja+Console game bisa jadi malah lebih tinggi dibanding harga PC Gaming yang teknologi dan kualitas grafisnya diatas console next-gen.

Bahkan kini dengan hadirnya casing mini InWin Mt.Jade BK623 anda dapat membangun PC Gaming dengan ukuran kecil ala Console.

 

 

 


NEXT PAGE (Review iCute QH02 "MiniMax")

Intel Seminar with Budz Kay

w e b d e s i g n by

Design by Budz Kay

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem