![]() |
PC Gaming ala
Console: |
Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 November 2008
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin) PAGE
2 of 3 |
InWin Mt.Jade BK623 adalah casing PC Gaming dengan ukuran sangat kecil. Ukurannya bahkan masih jauh lebih kecil dibanding Thermaltake Lanbox maupun AOpen "Transformers" yang pernah dibahas di artikel sebelumnya yang berjudul "Kebangkitan Rezim PC Gaming Portable". Saking kecilnya, ukuran InWin BK623 bahkan cuma sebesar kotak motherboard saja. Casing ini masih jauh lebih kecil dibanding casing mini yang umum di pasaran seperti Predacase, dan tentu akan sangat kontras jika disandingkan dengan casing ukuran standard Simbadda.
Dengan harga sekitar Rp.700 ribu, casing InWin BK623 sudah menyertakan Power Supply Unit (PSU) 300W yang cukup berkualitas dan sanggup meladeni PC dengan spek prosesor intel quad-core dan Geforce 9800GT / Radeon HD4850. Yang jelas kualitas PSU-nya diatas PSU bawaan casing pasaran seharga Rp.250 ribuan yang seringkali mencantumkan label 450W bohong-bohongan.
InWin bekerjasama dengan Intel dalam mendesign rancang bangun dan sistem airflow casing ini. Mereka menamakan design airflow tersebut sebagai PPCT (Partition Plate Cooling Technology). Dimana mereka mengandalkan airduct dan sekat pemisah untuk mengatur agar udara panas yang disembur cooler prosesor tidak terhisap lagi. Oleh karena itu, sekalipun casing ini berdimensi kecil, namun implementasi PPCT membuatnya mampu menjadi tempat bersemayam yang layak untuk prosesor quad-core yang tentu saja lebih panas ketimbang dual-core.
Mengingat casing InWin ukurannya kecil, maka hanya motherboad jenis MicroATX saja yang didukungnya. Jumlah motherbord mATX yang ada di pasaran sangatlah banyak dan harganya sangat murah mengingat mayoritas motherboard mATX adalah motherboard kelas value yang tentu saja jumlahnya lebih banyak ketimbang motherboard kelas high-end. Namun mencari motherboard mATX yang memiliki fitur overclock yang lengkap cukup sulit, mengingat kebanyakan adalah motherboard kelas low-end yang tidak dibekali fitur overclock.
Namun ada beberapa tipe motherboard mATX untuk prosesor Core2 Duo yang
memiliki fitur overclock yang bagus namun harganya cukup murah, dan bahkan sudah
mensupport Core2 Quad dan prosesor Intel 45nm (Penryn). Biasanya motherboard seperti itu
menggunakan chipset nForce 630 (onboard Geforce 7100). Contohnya: BIOSTAR Tforce
TF7100P-M7 yang harganya cuma berkisar Rp.600 ribu saja. Beberapa E2160 ada yang mampu dioverclock ke 3.6GHz, namun syarat untuk dapat berjalan di kecepatan tersebut adalah diperlukan motherboard yang mampu digenjot FSB-nya ke 400MHz. Motherboard berbasis chipset nForce 630 tak mampu berlari di FSB400MHz. Oleh karena itu taka akan mampu dipakai untuk mengoverclock E2160 diatas 3.3GHz Untuk mengoverclock E2160 ke kisaran 3.6GHz diperlukan motherboard mATX yang berchipset intel G31 ke atas. Salah satu motherboard mATX berchipset intel G31 yang fitur overclocknya komplit adalah Gigabyte GA-G31M-S2L. Motherboard ini memiliki fitur overclock yang cukup lengkap dan sanggup berlaga di FSB400 (FSB1800) tanpa masalah, sehingga sanggup untuk mengoverclock semua prosesor intel dengan mudah.
Sama seperti Biostar TF7100-M7, Gigabyte GA-G31M2-S2L juga sudah mendukukung Core2 Quad dan Core2 generasi baru yang berbasis Penryn 45nm. Sebagai motherboard yang menggunakan chipset intel G31, maka sudah terintegrasi pula onboard graphic intel GMA 3100 yang meski cukup mampu menjalankan game-game ringan, namun tentu loyo bila diajak untuk bermain game 3D terbaru semacam Crysis dan Lost Planet. Oleh karena itulah tersedia slot PCIe 16x pada motherboard ini untuk tempat menancapkan videocard Geforce 9800GT artau Radeon HD4830. Harga motherboard Gigabyte GA-G31M-S2L ini berkisar Rp.700 ribu. Sedikit lebih mahal ketimbang Biostar TF7100P-M7. Sebenarnya cukup banyak motherboard mATX tipe lain dengan harga cuma Rp.500 ribuan saja. Namun motherboard yang murah seperti itu tidak memiliki fitur overclock yang lengkap. Bila menggunakan motherboard yang memiliki fitur overclock yang lengkap seperti Biostar TF7100P-M7 dan Gigabyte GA-G31M-S2L, anda tak perlu membeli prosesor yang mahal, karena prosesor murah seperti Pentium dual-core E2160 yang aslinya 1.8Ghz pasti mampu dijalankan di atas 3GHz pada kedua motherboard ini. Bila anda tidak mau melakukan overclock, pilih saja motherboard termurah. Namun konsekuensinya anda harus membeli prosesor yang lebih mahal, sebab kinerja prosesor di motherboard murah akan sulit dinaikkan dengan cara overclock.
Casing InWin BK623 sudah dirancang untuk memberikan pendinginan prosesor yang optimal sekalipun hanya dengan cooler standard bawaan intel. Optimalisasi ini dilakukan dengan implementasi PPCT yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan cara ini udara panas yang disemburkan cooler tidak akan tersedot lagi. Bagi yang kurang suka dengan tampilan cooler standard, maka cooler
aftermarket tentu menjadi pilihan. Salah satu cooler aftermarket yang kompatibel dengan InWin BK623 adalah Thermaltake BlueOrb Mini yang tampilannya senada dengan warna motherboard Biostar & Gigabyte. Ukuran cooler berwarna biru ini lebih besar dibanding cooler standard, yang berarti juga lebih baik kemampuan pendinginannya dibanding cooler standard. Namun karena ukuran fisik Thermaltake Blue Orb Mini lebih besar dibanding cooler standard, maka anda harus melepas airduct bila ingin menggunakan cooler seharga Rp.200 ribu ini di dalam casing Inwin, akibatnya tentu airflow justru menjadi kurang optimal.
Casing Inwin BK623 merupakan casing mini yang diposisikan sebagai
casing para gamer, sehingga sekalipun dimensinya kecil namun mampu memuat videocard kelas
high-end dengan ukuran full-size sekalipun. Namun perlu diingat bahwa PSU 300Watt bawaan InWin BK623 hanya mampu melayani videocard sekelas Geforce 9800GT / Radeon HD4850. Jadi Geforce 9800GTX+ ataupun Radeon HD4870 jelas terlalu rakus daya untuk dipasok dayanya oleh PSU mini bawaan casing ini. Konyolnya, InWin menggunakan jenis PSU dengan ukuran non-standard alias ukuran mini yang tidak umum di pasaran. Kalaupun ada PSU mini yang kapasitasnya besar harganya pasti selangit karena masuk kategori langka
Sebaiknya anda menggunakan DVDRW drive jenis SATA, sebab ukuran kabel PATA yang lebar itu akan menutupi area diatas cooler prosesor.
Berikut ini adalah spek akhir PC Gaming ala console :. - Pentium dual-core E2160 (1.8GHz) overclock @ 3.6GHz Harga total = sekitar Rp. 5 juta Dari nilai nominalnya, anda mungkin melihat bahwa angka Rp. 5 juta seolah lebih mahal dibanding harga console next-gen yang berkisar Rp4 juta. Namun perlu diingat bahwa console game tidak bisa dipakai bekerja, jadi bila anda membeli consol next-gen berarti harus membeli PC lagi untuk bekerja, dan biaya total PC kerja+Console game bisa jadi malah lebih tinggi dibanding harga PC Gaming yang teknologi dan kualitas grafisnya diatas console next-gen. Bahkan kini dengan hadirnya casing mini InWin Mt.Jade BK623 anda dapat membangun PC Gaming dengan ukuran kecil ala Console.
©2008
Budz Kay Webdesign, All rights reserved |