![]() |
PC Gaming ala
Console: |
Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 November 2008
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin) PAGE 1 of 3 |
Ada 2 alasan utama mengapa PC Gaming dapat menjadi pilihan yang lebih menarik dibanding membeli console game next-gen seperti Xbox360 dan Playstation 3: 1. Kualitas grafis game di PC gaming lebih bagus dibanding console
game next-gen. Karena teknologi videocard di PC selalu lebih maju dibanding chip grafis
yang digunakan pada console game. 2. Bagi orang yang kehidupan dan pekerjaannya tak bisa lepas dari komputer, maka membangun sebuah PC Gaming biayanya akan jauh lebih murah dibanding membeli console game next-gen seperti Xbox 360 ataupun Playstation 3. Membeli console game next-gen dapat menjadi solusi yang lebih murah untuk bermain game, hanya jika anda memang tidak membutuhkan PC dalam kehidupan dan pekerjaan anda. Maka dari itulah, kebanyakan pelajar SD/SMP akan cenderung memilih console game karena mereka memang belum membutuhkan PC secara intensif. Namun ketika seseorang mulai beranjak dewasa, dimana ia mulai bekerja dan pekerjaannya membutuhkan PC secara intensif, maka membeli PC gaming akan lebih murah dibanding membeli console next-gen.
Salah besar bila ada orang beranggapan bahwa membangun PC Gaming biayanya akan lebih mahal ketimbang membeli Xbox360/Playstation 3. Sebab harga sebuah videocard high-end masih lebih murah ketimbang console game next-gen tersebut. Anggapan bahwa PC gaming biayanya lebih mahal hanya benar bila seorang gamer sama sekali tidak memerlukan sebuah PC, sehingga membeli PC gaming menjadi mahal karena ada unsur PC (manfaat PC untuk bekerja) yang tidak ia butuhkan. Namun bila dalam keseharian seorang gamer membutuhkan PC untuk bekerja, berproduktifitas, atau mencari uang, maka PC Gaming adalah solusi paling ideal dan lebih murah dibanding membeli console next-gen. Sebab sebuah console game tentu tidak akan dapat dipakai untuk bekerja. Salah satu keunggulan utama PC Gaming dibanding console game adalah anda bisa membackup DVD game kesayangan anda dengan cukup menambahkan DVD-RW drive yang harganya cuma berkisar Rp.300 ribu saja alias masih lebih murah ketimbang harga DVDROM XBox360 yang fungsinya hanya bisa untuk membaca saja. Lagi-lagi dalam hal ini PC Gaming lebih murah. Selain itu, PC Gamer di Indonesia pada umumnya tak pernah membeli DVD
game PC, tapi cuma MENYEWA dengan tarif cuma Rp.4 ribu saja. Orang-orang yang mengatakan bahwa PC Gaming itu mahal adalah orang yang sedang tidur dan harus segera dibangunkan dari mimpi-mimpi konyolnya.
Saat ini PC yang layak dipakai untuk bekerja dengan nyaman paling tidak membutuhkan spesifikasi prosesor dual-core dan memory 1GB. PC jadul dengan spek rendah hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja dan menurunkan produktifitas anda. Komputer dengan memory cuma 512MB bahkan sudah tidak dapat dipakai untuk berinternet dengan nyaman bila anda membuka banyak halaman web atau beberapa aplikasi bersamaan. Sekarang ini, sebuah komputer baru terasa nyaman dan responsif untuk bekerja dengan memory minimal 1 GB. Seorang graphic designer dan orang yang bekerja di bidang video editing bahkan membutuhkan PC dengan memory minimal 2GB. Untuk harddisk, kapasitas 80GB saat ini juga sudah tidak cukup bagi sebagiah besar orang yang sangat giat dan tekun mendownload film dan gambar dari internet, apalagi bagi orang yang bekerja di bidang multimedia. Dengan selisih harga antara harddisk 80GB dan 160GB yang tidak sampai Rp.100 ribu, maka sungguh bodoh jika anda ngotot membeli hardisk 80GB. Oleh karena itu sebuah PC standard yang layak dipakai untuk bekerja
akan memiliki spek dasar minimal prosesor dual-core dan memory 1GB. Harganya akan berkisar
Rp. 2 juta saja, dengan rincian spek sebagai berikut: Dengan menambahkan sebuah monitor LCD 15" Wide seharga Rp.1,3 juta, maka
harga total PC desktop untuk bekerja menjadi Rp.3,3 juta saja. Sebagai perbandingan,
sebuah notebook yang memiliki spek sama seperti itu harganya masih berkisar Rp.6,5 juta
!!!! Oleh karena itu siapa bilang notebook sekarang sudah murah??? Harga notebook masih 2X
lebih mahal daripada PC desktop dengan spek sama. Perlu diingat bahwa Komputer berkinerja tinggi (misal:PC Gaming) itu murah,
namun komputer yang diapakai untuk bergaya (misal: Notebook) itu mahal. Sebuah PC desktop dengan spek standard seperti diatas tidak akan dapat mendongkrak gengsi angsa seperti halnya notebook dengan spek sama. Namun PC desktop merupakan fondasi sebuah PC Gaming. Dan PC Gaming adalah sebuah benda yang memiliki nilai gengsi....
Bila anda ingin menjadikan spek PC standard diatas menjadi PC Gaming, cukup menambah memory menjadi 2GB dan membeli videocard Geforce 9800GT 512MB / Radeon HD 4830 512MB yang dapat menghadirkan kualitas grafis yang jauh lebih bagus dibanding Xbox 360 dan Playstation 3. Biaya penambahan memory dari 1GB menjadi 2GB cuma Rp.150 ribu saja dan harga sebuah videocard Geforce 9800GT 512MB / Radeon HD 4830 512MB cuma berkisar Rp. 1,6 juta. Ini berarti biaya menjadikan sebuah PC standard menjadi PC gaming
tidak sampai Rp.2 juta yang berarti jauh lebih murah dibanding harga Xbox360, Playstation
3, atau Nintendo Wii.
Perlu diingat bahwa Playstation 2 merupakan console gaming purba era tahun 1999 yang cuma mampu menayangkan kualitas gambar resolusi rendah (640x480). Yang artinya tampilan grafisnya 3X lebih kabur & buram ketimbang kualitas grafis resolusi tinggi yang dihasilkan PC Gaming (1280x1024, 1440x900,1680x1050). Membandingkan kualitas grafis Playstation 2 dengan PC Gaming ibarat
membandingkan kualitas film DVD dengan film 3GP di handphone (selisih resolusinya juga
nyaris 3X lipat). Teknologi videocard Geforce 9800GT & Radeon HD4830 jauh diatas console game tercanggih saat ini, oleh karena itu kualitas grafis di PC Gaming tersebut tentu akan lebih bagus dibanding console game apapun yang pernah diciptakan umat manusia. Bila ingin membuat PC Gaming yang lebih ekonomis lagi, anda dapat menggunakan videocard Geforce 9600GT 512MB yang kinerjanya 10% lebih pelan dibanding Geforce 9800GT, namun harganya cuma Rp.1,1 juta yang berarti bahkan lebih murah ketimbang harga Playstation 2 Slim yang notabene console kuno teknologi tahun 90-an. Sementara Geforce 9600GT merupakan produk teknologi era 2008. Maka itu justru lebih tepat bila dikatakan bahwa console game sebenarnya adalah produk berteknologi kuno yang dijual dengan harga tinggi. Terutama Playstation 2 yang usianya sudah nyaris 10 tahun dan mungkin para insinyur yang merancangnya sudah ada yang meninggal saat ini. Playstation3 dan Xbox360 yang disebut-sebut sebagai console game next-gen sebenarnya juga tergolong barang kuno yang menggunakan chip grafis teknologi purba yang telah digunakan pada videocard PC beberapa tahun yang lalu. Untuk jelasnya lihat tabel perbandingan teknologi chip grafis console vs. videocard PC.
Dari tabel perbandingan dapat terlihat bahwa console game Playstation3 dan Xbox 360 sebenarnya menggunakan teknologi chip grafis kuno yang telah digunakan di videocard PC 3 tahun yang lalu. Namun console game tersebut masih dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding videocard PC yang menggunakan teknologi era 2007-2008. Harga Geforce 9600GT bahkan cuma setara Playstation2 yang notabene merupakan barang uzur berusia nyaris 10 tahun. Fatalnya, console game adalah barang yang tidak bisa diupgrade seperti PC gaming. Jadi pengguna console game hanya bisa pasrah terjebak dengan teknologi yang semakin tua dan keriput.
Berbeda dengan PC Gaming yang semua komponennya bergaransi (bahkan beberapa komponen digaransi seumur hidup), console game seperti Playstation 2, Playstation 3, dan Xbox 360 yang dijual di Indonesia tidak ada yang bergaransi Perlu diingat bahwa semua Playstation 3 dan
XBox 360 yang beredar di Indonesia adalah barang ILEGAL yang telah ditolak garansinya dari
pabrik asalnya (karena telah dimodifikasi). Oleh karena itu ketika problem kerusakan Red Ring of Death (overheat) pada XBox360 mewabah, banyak console gamer di Indonesia yang menjerit histeris ketika mendapati Xbox360 kesayangannya mati total dan tentu saja harus masuk tong sampah karena tidak ada garansi sama sekali. Jadi jika anda tetap ngotot membeli console
next-gen, bersiaplah untuk menangis sambil mengeluarkan biaya mahal untuk perbaikan bila
sampai terjadi kerusakan. Sementara dengan PC Gaming anda tak akan pernah mengeluarkan
biaya sepeserpun untuk kerusakan hardware selama dalam masa garansi. Dengan membeli Xbox360 dan Playstation3,
anda telah mengambil resiko untuk membuang barang senilai Rp.4 juta bila di kemudian hari
terjadi kerusakan.
Dari perbandingan teknis yang telah dibahas sebelumnya dapat dilihat bahwa console game next-gen sebenarnya berisikan teknologi sampah yang pernah digunakan di PC bertahun-tahun yang lalu.
Sampah yang telah kadaluwarsa seperti ini adalah makan bagi orang-orang yang buta teknologi, siapa lagi kalau bukan anak-anak!!! Coba lihat saja, permen dan camilan
kadaluwarsa target sasarannya juga selalu ditujukan untuk anak-anak!!! Dari sisi masa kadaluwarsa, Nintendo Wii adalah yang paling busuk,
alias teknologinya lebih purba lagi ketimbang Xbox360 dan Playstation 3. Oleh karena itu jangan heran pula jika
anak-anak juga doyan mengkonsumsi barang sampah seperti Xbox360, PS2, PS3, dan Nintendo
Wii, sebab otak mereka memang belum berkembang penuh untuk dapat mencerna arti sebuah
teknologi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa console game
seperti Playstation 3 kinerjanya mengecewakan. Bahkan majalah ternama Playstation
3 Magazine malah mengatakan bahwa kinerja game Fallout 3 paling bagus di PC
dan paling jelek di Playstation 3.
Tampilan grafis yang kasar dan bergerigi adalah ciri khas console game semenjak dulu. Ini karena kodrat console game memang selalu lebih rendah & hina ketimbang PC. Hal ini dapat dilihat dari standard native resolution yang dianut oleh console game dan PC. Tabel perbandingan resolusi standard yang dianut kedua platform tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Bila console game menganut istilah standard HD 720p dan Full HD 1080p, maka PC menganut standard yang dinamakan XHD. Yang konon kepanjangan dari Xtended HD atau Xtreme HD Ada 3 jenis resolusi yang dikategorikan
sebagai XHD, yaitu: Resolusi HD 720p yang populer digunakan
oleh console game next-gen dan LCD monitor 32" sebenarnya kualitasnya masih lebih
rendah ketimbang resolusi SXGA (1280x1024) yang umum digunakan pada PC dengan monitor LCD
17". Bila tabel diatas terasa membingungkan anda, lihat saja perbandingan kualitas grafis pada gambar di bawah ini. Saya yakin anda lebih mudah mencerna gambar di bawah ini ketimbang tabel perbandingan standard resolusi diatas....
Maximum resolusi yang disupport game PC telah mencapai 2560x1600 (WQXGA), sementara console game maximum baru 1920x1080 (Full HD 1080p). Tapi sangat jarang sekali game console yang benar-benar mensupport resolusi Full HD 1080p. Mayortitas game Xbox360 dan PS3 cuma menggunakan resolusi 1280x720 (HD 720p), sebuah resolusi yang jauh lebih rendah ketimbang resolusi 1280x1024 yang umum di kalangan Gamer PC yaitu 1280x1024. Sedangkan mayoritas game PC telah mendukung resolusi 1920x1200 dan cukup banyak pula yang mendukung 2560x1600. Bisa tidaknya seorang gamer PC mencapai resolusi XHD tersebut tergantung pada videocard dan monitor yang mereka miliki. Semakin bagus videocard dan semakin tinggi tipe monitor, maka makin tinggi resolusi yang bisa mereka gunakan untuk bermain. Sedangkan bagi console gamer, mereka tetap akan terpatok di resolusi bawaan game yang mayoritas cuma 1280x720. Sekalipun mereka menggunakan LCD monitor Full HD 1080p, gambarnya akan tetap pecah karena resolusi asli gamenya cuma 1280x720. Dalam hal ini LCD TV 1080p hanya melakukan "upscale" game yang aslinya tetap beresolusi 720p. Konyolnya lagi, beberapa game di Xbox360
dan PS3 bahkan memiliki resolusi yang lebih rendah ketimbang 1280x720 (720p). Contohnya
adalah Call of Duty 4, Oblivion, Tomb Raider Legend, dan Alone in The Dark yang
resolusinya bahkan cuma 1024x600 (600p), dan yang lebih parah lagi adalah Jericho yang
cuma 996x560 (560p) dan Guitar Hero 3 cuma 1040x585 (585p). Selain itu hanya beberapa game saja di Xbox360 dan PS3 yang menggunakan Anti-Aliasing (AA) untuk menghaluskan gambar. Cukup banyak game di console yang tidak mensupport AA, yang berarti gambarnya pasti sangat bergerigi. Sedangkan di PC anda bahkan bisa menggenjot AA hingga 8X Berikut ini adalah tabel perbandingan resolusi dan dukungan AA pada berbagai game populer pada Xbox360, PS3, dan PC. Pada tabel dibawah ini akan terlihat jelas bahwa resolusi console game jauh lebih hina ketimbang PC gaming.
Bila tabel diatas masih juga sulit dicerna oleh mata dan pikiran anda, saya yakin perbandingan gambar dibawah ini dapat membuka mata anda agar lebih mudah memahami betapa hina-nya console game next-gen jika dibandingkan dengan PC Gaming......
Sebuah PC gaming baru bisa dikatakan sebagai "Console Game
killer", bila memenuhi 3 syarat: Oleh karena itu PC Gaming yang harganya terlalu jauh diatas harga
console game (misal Rp. 8 juta) bukanlah "console game killer". Begitu pula PC
gaming murah-meriah yang hanya mengandalkan videocard kacangan juga tidak layak menyandang
gelar "console game killer" karena tampilan grafisya tidak mampu mengalahkan
kedua console game tersebut. Kalaupun harga PC Gaming sedikit lebih mahal ketimbang console game masih dapat dimaklumi mengingat fungsinya bisa dipakai untuk bekerja, browsing, dll. Sedangkan console game tidak bisa dipakai bekerja..
Saat ini hampir semua game keren akan muncul di semua platform, baik itu PC,
Xbox360, atau Playstation3, contohnya Call Of Duty4, Kane & Lynch, Devil May Cry 4,
Race Driver GRID, dll. Jadi PC gamer tak perlu khawatir mengalami kekurangan game bagus, karena semua game best-seller di console pasti akan hadir di PC juga. Saat ini justru Playstation 3 yang lebih "kekeringan" game bagus ketimbang PC. Bahkan game terkenal seperti Bioshock terlambat hadir di Playstation 3. Selain itu banyak pula game PC yang tidak ada di Playstation 3, misalnya Gears of Wars dan Mass Effect. Beberapa game best seller seperti Crysis Warhead dan STALKER Clear Sky bahkan hanya ada di PC saja, ini karena keterbatasan hardware Xbox360 dan Playstation3 yang tidak mampu menjalankan game dengan kualitas grafis yang disyaratkan kedua game tersebut. Assassin Creed, Mass Effect, Rainbow Six Vegas 2, Racedriver GRID, Devil May Cry 4, Alone in the Dark, Pure, Brothers in Arms, Crysis Warhead, STALKER Clear Sky, dan Far Cry2, merupakan judul-judul game keren di PC yang saat ini telah tersedia di tempat persewaan game PC.
Perlu diingat bahwa membeli videocard seharga Rp.1 juta ke bawah hanya
akan membuat anda menyesali kinerjanya yang buruk dan tak akan bisa menyamai sensasi game
di Xbox360 dan Playstation 3. Oleh karena itu daripada membuang uang Rp.1 juta untuk membeli videocard "kacangan" lebih baik simpan uang anda hingga terkumpul untuk membeli videocard kelas menengah atau high-end. Fakta membuktikan bahwa bahwa videocard card terlaris di dunia saat
ini adalah Radeon HD4850 yang notabene kelas menengah ($200), bukan low-end. Sebelumnya
videocard terlaris adalah Geforce 8800GT, yang juga kelas menengah.(Geforce 8800GT kini
namanya diganti dengan 9800GT)
Oleh karena itu, bila ingin merasakan kinerja PC Gaming yang memuaskan,
videocard yang digunakan sebaiknya Radeon HD4850 512MB. Videocard ini sudah termasuk
kategori menengah dengan harga Rp.2 juta yang berarti masih jauh lebih murah dan lebih
canggih dibanding Xbox360 atau Playstation 3. Alternatif lain yang kinerjanya setara Radeon HD4850 adalah Geforce
9800GTX+ 512MB. Keunggulannya adalah adanya dukungan PhysX dan CUDA. Bila budget anda belum cukup untuk mendapatkan Radeon HD4850,
gunakanlah Geforce 9800GT atau Radeon HD4830, yang harganya berkisar 1,6 juta. Untuk segmen $100 Radeon HD4670 cukup menarik karena adanya potensi
CrossFire yang memungkinkan penggunanya di kemudian hari menambahkan 1 videocard lagi
untuk mendapatkan kinerja setara Radeon HD4850. Bila budget anda cukup banyak, ada baiknya menaikkan spek videocard ke Radeon HD4870 yang harganya berkisar Rp. 3 juta. Tidak perlu bernafsu menguprade prosesor lebih tinggi daripada E2160 (yang dioverclock ke 3GHz) bila videocard anda belum kelas high-end seperti Radeon HD4870. Sebab peningkatan kinerja game yang dihasilkan dari upgrade videocard akan lebih tinggi ketimbang dari upgrade prosesor. Perlu juga diingat bahwa videocard juga masih dapat dioverclock, sehingga bila suatu ketika game yang muncul nantinya terlalu berat, anda masih bisa meningkatkan kinerja videocard tersebut dengan cara menaikkan clock GPU dan memorynya. Berikut ini tabel videocard terbaik di beberapa segmen harga:
Saat ini, secara overall, Radeon HD4850
merupakan videocard terlaris di dunia. Sedangkan untuk segmen high-end Radeon HD4870
merupakan yang telaris.
Perlu diingat seberapa mahal videocard yang anda beli tergantung pula
pada seberapa tinggi ukuran dan resolusi montor anda. Berbeda dengan LCD Monitor, LCD TV 32" yang umum dipasaran justru
tidak perlu mensyaratkan videocard mahal, karena resolusi LCD TV bahkan jauh lebih rendah
ketimbang LCD monitor dengan ukuran yang lebih kecil.
Mayoritas gamer di Indonesia menggunakan monitor LCD 17" yang tentunya
resolusinya 1280x1024. Oleh karena itu videocard segmen $150-$200 akan ideal untuk
mayoritas gamer tersebut. Bagi yang memiliki monitor 19" atau 22" dengan resolusi 1680x1050, sebaiknya memilih videocard $300. Sebab videocard $200 kurang ideal untuk dipasangkan dengan monitor ukuran tersebut. Videocard kelas $150 sebenarnya bisa-bisa saja menjalankan game di
resolusi 1680x1050, namun hanya layak untuk game kategori ringan seperti Call of Duty 4,
Devil May Cry 4, Unreal Tournament 3, Bioshock, Quake Wars ET. Sedangkan pada game yang
agak berat, anda harus mulai menurunkan setting detail kualitas grafis agar videocard
kelas $150 tersebut mampu memberikan framerate yang lancar. Perlu diingat bahwa LCD TV 32" (720p HD ready) jumlah pixelnya
masih lebih sedikit ketimbang monitor LCD 17".
Kemampuan untuk mendongkrak kualitas grafis adalah hal yang hanya ada pada PC gaming dan tidak ada di console game. Dalam membangun PC gaming, ketika anda membeli videocard yang lebih tinggi spek-nya, maka anda akan dapat mendongkrak kualitas grafis lebih tinggi juga. Setiap game memilki karakteristik kualitas grafis yang berbeda-beda. Ada yang
ringan dan ada yang berat. Mass Effect dan Brothers in Arms sebenarnya juga merupakan game yang berbasis engine Unreal 3, namun game ini agak lebih berat ketimbang UT3, Stranglehold, Gears Of Wars, Turok, dan Bioshock. Dengan membeli videocard seharga $300 seperti Radeon HD4870, maka anda dapat menggenjot kualitas grafis ke tingkat resolusi yang lebih tinggi (1680x1050) sambil mengaktifkan Anti-Aliasing (AA) untuk memperhalus gambar (menghilangan efek gerigi). Dengan menggunakan Radeon HD4870, bahkan game enteng berbasis engine Unreal 3 tetap lancar sekalipun digenjot di resolusi 1680x1050 dengan 8xAA. Penggunaan AA sangat menurunkan kinerja GPU, sehingga idealnya hanya
dipakai untuk videocard kelas $200 ke atas. Berikut ini tabel panduan setting kualitas grafis maximal yang dapat anda lakukan dengan videocard pada 4 segmen harga
Untuk pemilihan prosesor, Pentium dual-core E2160 sudah cukup, sekalipun anda juga dapat menggunakan prosesor quad core (Intel Core2 Quad) tanpa masalah. Pentium dual core E2160 (1.8Ghz) seharga Rp.700 ribuan dapat dengan mudah dioverclock diatas 3Ghz dengan menggunakan motherboard seharga Rp.600 ribuan. Pentium E2160 yang berjalan di kecepatan overclock 3GHz sudah lebih dari cukup untuk bermain game. Bila ada budget lebih, anda bisa mendapatkan Core2 Duo E7200 (2.5Ghz) seharga Rp.1,2 juta dan kemudian juga mengoverclocknya. Dengan ukuran L2 cache Core2 Duo E7200 yang lebih besar dibanding Pentium E2160 (3MB vs. 1MB), kinerja gamingnya juga akan lebih tinggi 10%-20% pada kecepatan yang sama. Baru-baru ini juga telah muncul Pentium dual-core
"Wolfdale" E5200 dengan L2 cache 2MB, dan lebih mudah lagi untuk dioverclock di
kisaran 3.8Ghz-4GHz. Harga E5200 nyaris mencapai Rp.1 juta sehingga terlihat kurang
menarik jika dibanding E7200 yang sudah menyandang bandrol Core2. Sebenarnya Pentium E2160 tetap merupakan pilihan terbaik ketimbang prosesor tipe di atasnya yang lebih mahal. Sebab ketimbang menaikkan kelas prosesor, akan lebih bijaksana bila selisih harga Rp.500 ribu dipakai untuk mengupgrade spek videocard. Karena peningkatan kinerja game yang dihasilkan dari upgrade videocard akan lebih besar ketimbang dari upgrade prosesor.
Baik prosesor maupun videocard keduanya sama-sama bisa
dioverclock. Namun ada perbedaan mendasar antara keduanya yaitu: Contoh yang menjelaskan arti kata "dahsyat" tersebut adalah sebagai berikut: Sebuah prosesor low-end seharga $60 biasanya mampu
dioverclock hingga mengalahkan kinerja standard prosesor high end seharga $180 (alias 3X
lipatnya). Sedangkan sebuah videocard low-end seharga $60 yang
dioverclock hingga "berdarah-darah" sekalipun, MUSTAHIL
mampu mengalahkan kinerja standard videocard seharga $180. Oleh karena itu kinerja yang lebih tinggi dari sebuah
videocard idealnya diperoleh dengan cara membeli tipe videocard yang yang lebih tinggi
speknya (lebih mahal). Ini karena pada videocard ada banyak perbedaan yang
sangat mendasar antar tiap kelas, yaitu perbedaan jumlah Stream Processor, memory
interface, jenis memory, dan design board. Mengingat prosesor Pentium dual-core (low-end) dan Core2 Duo/Quad (high-end) sebenarnya masih menggunakan arsitektur yang sama, maka clock speed yang lebih tinggi ujung-ujungnya akan lebih berperan, dan clock speed tinggi bisa dicapai dengan cara overclock. Oleh karena itulah dapat
diambil suatu kesimpulan penting: "Lebih penting membeli videocard
high-end ketimbang prosesor high-end".
Seperti telah dibahas berkali-kali sebelumnya, perlu lagi saya
ingatkan bahwa Motherboard hanyalah "tatakan" alias karpet.
Sebuah motherboard seharga $60-an sudah mampu mengoverclock prosesor Pentium dual-core / Core2 Duo diatas 3GHz. Jadi bila anda berniat membeli motherboard dengan harga lebih dari $60, maka pastikan manfaat yang didapat benar-benar berguna (misal: ada dukungan CrossFire/SLI). Prinsip utama merakit PC Gaming ideal adalah: Anda baru pantas membeli motherboard seharga $200 bila videocard anda
sudah seharga $600. Jangan menjadikan motherboard sebagai
pilihan utama yang dilakukan pertama kali. Pemilihan motherboard harus dilakukan TERAKHIR,
menyesuaikan dengan jenis videocard, prosesor, memory, dan casing yang akan digunakan. Jadi tentukan dulu videocard, prosesor,
memory, dan casing yang akan digunakan. Setelah itu barulah memilih motherboard yang mampu
mengakomodasi (sesuai) dengan videocard dan prosesor yang ingin digunakan.
Sebuah PC Gaming minimal membutuhkan memory 2GB. Jangan berpikir untuk
membeli/mengupgrade komponen lain sebelum anda mampu memiliki memory sebanyak 2GB. Memory DDR2 667 / DDR2 800 tipe generik sudah cukup jika anda tidak
berniat untuk mengoverclock prosesor secara ekstrim. Harganya memory generik cukup murah
yaitu berkisar Rp.300 ribu untuk kapasitas 2GB. Perlu diingat pula bahwa untuk mengoverclock memory high-end secara maximal
dibutuhkan motherboard kelas high-end pula. Motherboard seperti ini umumnya menggunakan
chipset intel X38 / X48, yang harganya berkisar $200-$400. Hal ini pada akhirnya justru
akan menyebabkan biaya membengkak tanpa memberikan peningkatan kinerja gaming yang
signifikan. Jadi daripada menghamburkan uang untuk membeli memory kelas high-end yang harganya 2X lebih mahal daripada kelas generik (dan membutuhkan motherboard kelas mahal pula), lebih baik gunakan uangnya untuk mengupgrade videocard anda.
Banyak orang terlau paranoid dengan kemampuan PSU, dan membeli PSU 550Watt keatas yang hargaya nyaris Rp. 1juta. Padahal uang sebanyak itu lebih baik dipergunakan untuk mennaikkan spek videocard ketimbang membeli PSU mahal yang seharusnya tak perlu dibeli. Perlu diingat bahwa bila videocard yang
anda gunakan hanya Geforce 9800GT atau Radeon HD 4850, maka PSU 400Watt merk ternama
(Silverstone, Thermaltake, AOpen), yang harganya berkisar Rp.400 ribuan sudah cukup. Anda baru perlu membeli PSU 500Watt seharga
Rp.600 ribuan hanya jika anda menggunakan videocard Geforce 9800GTX, Radeon HD4870,
Geforce GTX260, dan Geforce GTX 280. Berikut ini tabel hasil pengujian kemampuan PSU untuk melayani videocard kelas menengah-atas hingga multi-videocard (CrossFire/SLI)
Dari tabel hasil pengujian disamping dapat
dilihat bahwa bila spek videocard anda cuma kelas $200 ke bawah (Geforce 9800GT, Radeon
HD4850), maka membeli PSU aftermarket dengan daya lebih dari 400Watt adalah suatu
pemborosan. Sebab PC gaming dengan spek videocard seperti itu sudah mampu dilayani dengan
baik oleh PSU 400W/420W (merk Silverstone, AOpen, Thermaltake) yang harganya cuma berkisar
Rp. 450 ribu. Videocard yang mulai sulit untuk
"diangkat" oleh PSU 400W/420W adalah Geforce 9800GTX+, Radeon HD4870, dan
Geforce GTX260 ke atas. Videocard-videocard tersebut minimal membutuhkan PSU 470Watt.
Cukup banyak casing PC di pasaran yang harganya cuma berkisar Rp.250 ribuan saja. Namun bagi gamer yang ingin tampil beda dengan membangun PC Gaming ala console, tersedia pula casing ukuran kecil yang mampu memuat videocard hingga kelas high-end. Beberapa casing ukuran mini sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya yang berjudul: "Kebangkitan Rezim PC Gaming Portable", kali ini akan dibahas mengenai cara membangun PC gaming dengan 2 casing mini yang tak kalah menarik, yaitu: InWin BK623 dan iCute QH02 "MiniMax". Review lengkap panduan membangun PC Gaming ala Console menggunakan kedua casing ini ada di halaman selanjutnya...
©2008
Budz Kay Webdesign, All rights reserved |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||