reviewtip2.jpg (5487 bytes)
 

Space iklan
email ke: iklan@reviewland.com

 

  PC Gaming ala Console:
  Membangun PC gaming pembunuh
  console game next-gen
redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 5 November 2008

Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah, namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.
Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin)

  PAGE 1 of 3

Ada 2 alasan utama mengapa PC Gaming dapat menjadi pilihan yang lebih menarik dibanding membeli console game next-gen seperti Xbox360 dan Playstation 3:

1. Kualitas grafis game di PC gaming lebih bagus dibanding console game next-gen. Karena teknologi videocard di PC selalu lebih maju dibanding chip grafis yang digunakan pada console game.
Contohnya adalah game Lost Planet dan Gears of War yang tampilannya lebih bagus di PC ketimbang di Xbox 360. Mass Effect yang menjadi hits di Xbox360 juga muncul versi PC-nya dengan tampilan grafis lebih bagus. Kemudian baru-baru ini Grand Theft Auto 4 juga telah hadir versi PC-nya dengan resolusi yang mampu 3X lebih tinggi ketimbang versi Xbox 360 & PS3.
Keunggulan grafis PC gaming versus Xbox360 telah dibahas pada artikel sebelumnya berjudul "Duel Gaming PC vs. XBOX360"

2. Bagi orang yang kehidupan dan pekerjaannya tak bisa lepas dari komputer, maka membangun sebuah PC Gaming biayanya akan jauh lebih murah dibanding membeli console game next-gen seperti Xbox 360 ataupun Playstation 3.

Membeli console game next-gen dapat menjadi solusi yang lebih murah untuk bermain game, hanya jika anda memang tidak membutuhkan PC dalam kehidupan dan pekerjaan anda.

Maka dari itulah, kebanyakan pelajar SD/SMP akan cenderung memilih console game karena mereka memang belum membutuhkan PC secara intensif. Namun ketika seseorang mulai beranjak dewasa, dimana ia mulai bekerja dan pekerjaannya membutuhkan PC secara intensif, maka membeli PC gaming akan lebih murah dibanding membeli console next-gen.

 

redball.gif (916 bytes)Persepsi keliru mengenai biaya mahal PC gaming

Salah besar bila ada orang beranggapan bahwa membangun PC Gaming biayanya akan lebih mahal ketimbang membeli Xbox360/Playstation 3. Sebab harga sebuah videocard high-end masih lebih murah ketimbang console game next-gen tersebut.

Anggapan bahwa PC gaming biayanya lebih mahal hanya benar bila seorang gamer sama sekali tidak memerlukan sebuah PC, sehingga membeli PC gaming menjadi mahal karena ada unsur PC (manfaat PC untuk bekerja) yang tidak ia butuhkan.

Namun bila dalam keseharian seorang gamer membutuhkan PC untuk bekerja, berproduktifitas, atau mencari uang, maka PC Gaming adalah solusi paling ideal dan lebih murah dibanding membeli console next-gen. Sebab sebuah console game tentu tidak akan dapat dipakai untuk bekerja.

Salah satu keunggulan utama PC Gaming dibanding console game adalah anda bisa membackup DVD game kesayangan anda dengan cukup menambahkan DVD-RW drive yang harganya cuma berkisar Rp.300 ribu saja alias masih lebih murah ketimbang harga DVDROM XBox360 yang fungsinya hanya bisa untuk membaca saja. Lagi-lagi dalam hal ini PC Gaming lebih murah.

Selain itu, PC Gamer di Indonesia pada umumnya tak pernah membeli DVD game PC, tapi cuma MENYEWA dengan tarif cuma Rp.4 ribu saja.
Perilaku mayoritas PC gamer di Indonesia adalah menyewa game dan kemudian mengcopy-nya ke harddisk / DVD kosong. Jadi praktis biaya memiliki game PC cuma Rp.4000 saja (bila dicopy ke harddisk). Sedangkan bila game dicopy ke DVD kosong (Rp.2000) harga totalnya menjadi Rp. 6000 (sewa+copy).
Hal tersebut diatas adalah REALITA !!!
Mustahil anda bisa mendapatkan DVD game XBox360 & Playstation3 dengan harga semurah DVD game untuk PC. Mustahil pula anda bisa meng-copy DVD game menggunakan console game.

Orang-orang yang mengatakan bahwa PC Gaming itu mahal adalah orang yang sedang tidur dan harus segera dibangunkan dari mimpi-mimpi konyolnya.

 

redball.gif (916 bytes)Spek sebuah PC untuk bekerja

Saat ini PC yang layak dipakai untuk bekerja dengan nyaman paling tidak membutuhkan spesifikasi prosesor dual-core dan memory 1GB. PC jadul dengan spek rendah hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja dan menurunkan produktifitas anda.

Komputer dengan memory cuma 512MB bahkan sudah tidak dapat dipakai untuk berinternet dengan nyaman bila anda membuka banyak halaman web atau beberapa aplikasi bersamaan. Sekarang ini, sebuah komputer baru terasa nyaman dan responsif untuk bekerja dengan memory minimal 1 GB. Seorang graphic designer dan orang yang bekerja di bidang video editing bahkan membutuhkan PC dengan memory minimal 2GB.

Untuk harddisk, kapasitas 80GB saat ini juga sudah tidak cukup bagi sebagiah besar orang yang sangat giat dan tekun mendownload film dan gambar dari internet, apalagi bagi orang yang bekerja di bidang multimedia. Dengan selisih harga antara harddisk 80GB dan 160GB yang tidak sampai Rp.100 ribu, maka sungguh bodoh jika anda ngotot membeli hardisk 80GB.

Oleh karena itu sebuah PC standard yang layak dipakai untuk bekerja akan memiliki spek dasar minimal prosesor dual-core dan memory 1GB. Harganya akan berkisar Rp. 2 juta saja, dengan rincian spek sebagai berikut:
- Pentium dual-core E2160 (1.8Ghz)
- Motherboard berchipset nForce 7100 (nForce 630 dengan onboard graphic Geforce 7100)
- Memory DDR2 667 1GB
- Harddisk 160GB SATA
- DVDR-W drive 20X multi
- Casing+PSU standard

Dengan menambahkan sebuah monitor LCD 15" Wide seharga Rp.1,3 juta, maka harga total PC desktop untuk bekerja menjadi Rp.3,3 juta saja. Sebagai perbandingan, sebuah notebook yang memiliki spek sama seperti itu harganya masih berkisar Rp.6,5 juta !!!! Oleh karena itu siapa bilang notebook sekarang sudah murah??? Harga notebook masih 2X lebih mahal daripada PC desktop dengan spek sama.
Bagi yang tetap ngotot bergaya dengan notebook tapi kantongnya tipis. Maka dengan budget 3,5 juta yang bisa anda dapatkan adalah Notebook Celeron-M kondisi bekas yang teknologinya sudah jadul, atau Netbook kondisi baru (misal: EeePC 700) yang layarnya cuma 7" dan kinerjanya lebih loyo lagi ketimbang notebook Celeron-M bekas seharga Rp.3,5 juta.

Perlu diingat bahwa Komputer berkinerja tinggi (misal:PC Gaming) itu murah, namun komputer yang diapakai untuk bergaya (misal: Notebook) itu mahal.
Ingatlah sebuah hukum yang berbunyi: "Gengsi & penampilan selalu lebih mahal daripada kinerja".  Hukum alam ini berlaku dimanapun, baik di dunia komputer maupun dalam realita kehidupan sehari hari.
Contoh nyata dalam realita kehidupan yang menunjukkan bahwa gengsi lebih mahal daripada kinerja: Memiliki pacar cantik lebih mahal biayanya ketimbang memiliki pacar yang rajin bekerja (tapi jelek). Sama seperti sekretaris sexy yang lebih mahal gaji-nya ketimbang kuli yang bekerja 24 jam.

Sebuah PC desktop dengan spek standard seperti diatas tidak akan dapat mendongkrak gengsi angsa seperti halnya notebook dengan spek sama. Namun PC desktop merupakan fondasi sebuah PC Gaming. Dan PC Gaming adalah sebuah benda yang memiliki nilai gengsi....

 

 

redball.gif (916 bytes)Spek sebuah PC Gaming

Bila anda ingin menjadikan spek PC standard diatas menjadi PC Gaming, cukup menambah memory menjadi 2GB dan membeli videocard Geforce 9800GT 512MB / Radeon HD 4830 512MB yang dapat menghadirkan kualitas grafis yang jauh lebih bagus dibanding Xbox 360 dan Playstation 3.

Biaya penambahan memory dari 1GB menjadi 2GB cuma Rp.150 ribu saja dan harga sebuah videocard Geforce 9800GT 512MB / Radeon HD 4830 512MB cuma berkisar Rp. 1,6 juta.

Ini berarti biaya menjadikan sebuah PC standard menjadi PC gaming tidak sampai Rp.2 juta yang berarti jauh lebih murah dibanding harga Xbox360, Playstation 3, atau Nintendo Wii.
Biaya merubah "PC kerja" menjadi "PC gaming" cuma Rp.1,6 juta saja, yang berarti cuma setara harga console game purba Playstation 2.


Kualitas grafis 3X lebih tajam: Dengan harga setara Playstation2 anda bisa dapat memperoleh videocard untuk PC yang mampu memberikan sensasi gaming dengan kualitas grafis jauh lebih tinggi

Perlu diingat bahwa  Playstation 2 merupakan console gaming purba era tahun 1999 yang cuma mampu menayangkan kualitas gambar resolusi rendah (640x480). Yang artinya tampilan grafisnya 3X lebih kabur & buram ketimbang kualitas grafis resolusi tinggi yang dihasilkan PC Gaming (1280x1024, 1440x900,1680x1050).

Membandingkan kualitas grafis Playstation 2 dengan PC Gaming ibarat membandingkan kualitas film DVD dengan film 3GP di handphone (selisih resolusinya juga nyaris 3X lipat).
Mana yang lebih nyaman untuk ditonton? film kualitas DVD atau film 3GP di handphone? Bila anda masih juga bermain game menggunakan Playstation2 berarti anda sama seperti orang yang lebih suka nonton film kualitas 3GP ketimbang kualitas DVD.

Teknologi videocard Geforce 9800GT & Radeon HD4830 jauh diatas console game tercanggih saat ini, oleh karena itu kualitas grafis di PC Gaming tersebut tentu akan lebih bagus dibanding console game apapun yang pernah diciptakan umat manusia.

Bila ingin membuat PC Gaming yang lebih ekonomis lagi, anda dapat menggunakan videocard Geforce 9600GT 512MB yang kinerjanya 10% lebih pelan dibanding Geforce 9800GT, namun harganya cuma Rp.1,1 juta yang berarti bahkan lebih murah ketimbang harga Playstation 2 Slim yang notabene console kuno teknologi tahun 90-an. Sementara Geforce 9600GT merupakan produk teknologi era 2008.

Maka itu justru lebih tepat bila dikatakan bahwa console game sebenarnya adalah produk berteknologi kuno yang dijual dengan harga tinggi. Terutama Playstation 2 yang usianya sudah nyaris 10 tahun dan mungkin para insinyur yang merancangnya sudah ada yang meninggal saat ini.

Playstation3 dan Xbox360 yang disebut-sebut sebagai console game next-gen sebenarnya juga tergolong barang kuno yang menggunakan chip grafis teknologi purba yang telah digunakan pada videocard PC beberapa tahun yang lalu.

Untuk jelasnya lihat tabel perbandingan teknologi chip grafis console vs. videocard PC.

Harga saat ini Tahun dirilis Teknologi chip grafis
Playstation 2 Rp. 1,5 juta 1999 Graphics Synthesizer
XBox 360 Rp. 4 juta 2005

ATI Xenos (R500)
Digunakan di PC
pada videocard
ATI Radeon X1800XT
pada tahun 2005

Playstation 3 Rp. 4 juta 2006 NVIDIA RSX (G70)
Digunakan di PC

pada videocard
NVIDIA Geforce 7800GTX
pada tahun 2005
Nintendo Wii Rp. 4 juta 2006 ATI Hollywood
Ekuivalen dengan

videocard ATI Radeon 8500 yang dirilis untuk PC
pada tahun 2000
Radeon HD 4850 Rp. 2 juta 2008 RV770
Geforce 9800GT Rp. 1,7 juta 2008 G92
Radeon HD 4830 Rp. 1,6 juta 2008 RV770LE
(versi murah RV770)
Geforce 9600GT Rp. 1,3 juta 2008 G94
(versi murah G92)


Tak ada harapan untuk upgrade: Console gamer terjebak dengan teknologi tua yang tak mungkin bisa diupgrade.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel perbandingan dapat terlihat bahwa console game Playstation3 dan Xbox 360 sebenarnya menggunakan teknologi chip grafis kuno yang telah digunakan di videocard PC 3 tahun yang lalu. Namun console game tersebut masih dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding videocard PC yang menggunakan teknologi era 2007-2008. Harga Geforce 9600GT bahkan cuma setara Playstation2 yang notabene merupakan barang uzur berusia nyaris 10 tahun.

Fatalnya, console game adalah barang yang tidak bisa diupgrade seperti PC gaming. Jadi pengguna console game hanya bisa pasrah terjebak dengan teknologi yang semakin tua dan keriput.

 

redball.gif (916 bytes)Console game next-gen adalah barang Rp.4 juta tanpa garansi

Berbeda dengan PC Gaming yang semua komponennya bergaransi (bahkan beberapa komponen digaransi seumur hidup), console game seperti Playstation 2, Playstation 3, dan Xbox 360 yang dijual di Indonesia tidak ada yang bergaransi

Perlu diingat bahwa semua Playstation 3 dan XBox 360 yang beredar di Indonesia adalah barang ILEGAL yang telah ditolak garansinya dari pabrik asalnya (karena telah dimodifikasi).
Jadi membeli Playstation 3 dan Xbox 360 di Indonesia tidak jauh berbeda dengan membeli barang curian, yang jika anda coba klaim/kembalikan ke pabrik asalnya justru akan membuat anda menemui masalah besar....Silahkan coba sendiri kalau tidak percaya !!!!

Oleh karena itu ketika problem kerusakan Red Ring of Death (overheat) pada XBox360 mewabah, banyak console gamer di Indonesia yang menjerit histeris ketika mendapati Xbox360 kesayangannya mati total dan tentu saja harus masuk tong sampah karena tidak ada garansi sama sekali.

Jadi jika anda tetap ngotot membeli console next-gen, bersiaplah untuk menangis sambil mengeluarkan biaya mahal untuk perbaikan bila sampai terjadi kerusakan. Sementara dengan PC Gaming anda tak akan pernah mengeluarkan biaya sepeserpun untuk kerusakan hardware selama dalam masa garansi.
Garansi seumur hidup dan garansi tukar baru adalah sesuatu yang sudah umum di dunia PC Gaming, dan jarang ada di produk lain.

Dengan membeli Xbox360 dan Playstation3, anda telah mengambil resiko untuk membuang barang senilai Rp.4 juta bila di kemudian hari terjadi kerusakan.
Sementara dengan PC Gaming anda akan memperoleh ketenangan batin karena terlindung oleh garansi.

 

redball.gif (916 bytes)Console game next-gen menggunakan teknologi sampah


Nintendo Wii: Mainan untuk anak-anak dan pria yang bermental kekanak-kanakan (atau mengalami kemunduran berpikir)

Dari perbandingan teknis yang telah dibahas sebelumnya dapat dilihat bahwa console game next-gen sebenarnya berisikan teknologi sampah yang pernah digunakan di PC bertahun-tahun yang lalu.


Playstation 3: Teknologi sampah yang menyandang logo Sony

Sampah yang telah kadaluwarsa seperti ini adalah makan bagi orang-orang yang buta teknologi, siapa lagi kalau bukan anak-anak!!!

Coba lihat saja, permen dan camilan kadaluwarsa target sasarannya juga selalu ditujukan untuk anak-anak!!!
Oleh karena itu jangan heran pula jika console game adalah sahabat anak-anak yang notabene sangat gampang dibodohi.

Dari sisi masa kadaluwarsa, Nintendo Wii adalah yang paling busuk, alias teknologinya lebih purba lagi ketimbang Xbox360 dan Playstation 3.
Ironisnya Nintendo Wii sangat sukses di kalangan anak-anak.
Ini tentu tidak mengherankan karena jajanan kadaluwarsa juga terbukti sukses diserbu anak-anak.
Sudah sering diberitakan di koran tentang anak-anak SD yang akhirnya jatuh bergelimpangan setelah mengkonsumsi jajanan kadaluwarsa. Itulah salah satu contoh bahwa "kebodohan dalam mengkonsumsi" memang akan selalu berujung pada kematian....

Oleh karena itu jangan heran pula jika anak-anak juga doyan mengkonsumsi barang sampah seperti Xbox360, PS2, PS3, dan Nintendo Wii, sebab otak mereka memang belum berkembang penuh untuk dapat mencerna arti sebuah teknologi.
Namun bagi orang yang telah merasa dirinya dewasa tapi ternyata masih juga bermain game menggunakan console game, maka perlu dipertanyakan apakah otak mereka telah berkembang penuh atau belum...

Sudah bukan rahasia lagi bahwa console game seperti Playstation 3 kinerjanya mengecewakan. Bahkan majalah ternama Playstation 3 Magazine malah mengatakan bahwa kinerja game Fallout 3 paling bagus di PC dan paling jelek di Playstation 3.
Beberapa waktu yang lalu, developer game Metal Gear Solid 4 juga sangat kecewa dengan kinerja Playstation 3.
Jadi tak dapat dipungkiri bahwa console game next-gen adalah sampah yang hanya layak dikonsumsi orang bodoh (buta teknologi).

Tampilan grafis yang kasar dan bergerigi adalah ciri khas console game semenjak dulu. Ini karena kodrat console game memang selalu lebih rendah & hina ketimbang PC. Hal ini dapat dilihat dari standard native resolution yang dianut oleh console game dan PC.

Tabel perbandingan resolusi standard yang dianut kedua platform tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Standard Resolusi
Console Game PC Gaming

Nama standard

resolusi jumlah pixel

Nama standard

resolusi jumlah pixel
SD 480p 852x480 408.960 VGA 640x480 307.200
SVGA 800x600 480.000
XGA 1024x768 786.432
HD 720p 1280x720 921.600 Wide XGA 1366x768 1.049.088
WSXGA 1440x900 1.296.000
SXGA 1280x1024 1.310.720
WSXGA+ (XHD) 1680x1050 1.764.000
UXGA 1600x1200 1.920.000
Full HD 1080p 1920x1080 2.073.600 WUXGA (XHD) 1920x1200 2.304.000
WQXGA (XHD) 2560x1600 4.096.000

Bila console game menganut istilah standard HD 720p dan Full HD 1080p, maka PC menganut standard yang dinamakan XHD.  Yang konon kepanjangan dari Xtended HD atau Xtreme HD

Ada 3 jenis resolusi yang dikategorikan sebagai XHD, yaitu:
- 1680x1050
- 1900x1200
- 2560x1600
Ketiga resolusi tersebut digunakan pada monitor LCD 19" Wide, 22" Wide, 24" Wide, dan 30" Wide

Resolusi HD 720p yang populer digunakan oleh console game next-gen dan LCD monitor 32" sebenarnya kualitasnya masih lebih rendah ketimbang resolusi SXGA (1280x1024) yang umum digunakan pada PC dengan monitor LCD 17".
Resolusi HD 720p sebenarnya merupakan versi Wide dari resolusi 1024x768 yang umum digunakan pada monitor LCD 15"

Bila tabel diatas terasa membingungkan anda, lihat saja perbandingan kualitas grafis pada gambar di bawah ini. Saya yakin anda lebih mudah mencerna gambar di bawah ini ketimbang tabel perbandingan standard resolusi diatas....


Perbandingan yang lebih mudah lagi: Seperti ini perbedaan kualitas grafis antara PC Gaming dan Console Gaming

Maximum resolusi yang disupport game PC telah mencapai 2560x1600 (WQXGA), sementara console game maximum baru 1920x1080 (Full HD 1080p).

Tapi sangat jarang sekali game console yang benar-benar mensupport resolusi Full HD 1080p. Mayortitas game Xbox360 dan PS3 cuma menggunakan resolusi 1280x720 (HD 720p), sebuah resolusi yang jauh lebih rendah ketimbang resolusi 1280x1024 yang umum di kalangan Gamer PC yaitu 1280x1024.

Sedangkan mayoritas game PC telah mendukung resolusi 1920x1200 dan cukup banyak pula yang mendukung 2560x1600.

Bisa tidaknya seorang gamer PC mencapai resolusi XHD tersebut tergantung pada videocard dan monitor yang mereka miliki. Semakin bagus videocard dan semakin tinggi tipe monitor, maka makin tinggi resolusi yang bisa mereka gunakan untuk bermain.

Sedangkan bagi console gamer, mereka tetap akan terpatok di resolusi bawaan game yang mayoritas cuma 1280x720. Sekalipun mereka menggunakan LCD monitor Full HD 1080p, gambarnya akan tetap pecah karena resolusi asli gamenya cuma 1280x720. Dalam hal ini LCD TV 1080p hanya melakukan "upscale" game yang aslinya tetap beresolusi 720p.

Konyolnya lagi, beberapa game di Xbox360 dan PS3 bahkan memiliki resolusi yang lebih rendah ketimbang 1280x720 (720p). Contohnya adalah Call of Duty 4, Oblivion, Tomb Raider Legend, dan Alone in The Dark yang resolusinya bahkan cuma 1024x600 (600p), dan yang lebih parah lagi adalah Jericho yang cuma 996x560 (560p) dan Guitar Hero 3 cuma 1040x585 (585p).
Padahal game-game tersebut di PC mendukung resolusi 1920x1200 dan bahkan 2560x1600.
Grand Theft Auto 4 di XBox360 dan PS3 resolusinya juga cuma 1152x640 (640p) yang jauh lebih rendah ketimbang versi PC-nya yang mendukung resolusi 2560x1600.

Selain itu hanya beberapa game saja di Xbox360 dan PS3 yang menggunakan Anti-Aliasing (AA) untuk menghaluskan gambar. Cukup banyak game di console yang tidak mensupport AA, yang berarti gambarnya pasti sangat bergerigi. Sedangkan di PC anda bahkan bisa menggenjot AA hingga 8X

Berikut ini adalah tabel perbandingan resolusi dan dukungan AA pada berbagai game populer pada Xbox360, PS3, dan PC. Pada tabel dibawah ini akan terlihat jelas bahwa resolusi console game jauh lebih hina ketimbang PC gaming.

Resolusi & Anti-Aliasing yang mampu disupport
Judul Game Playstation 3
Rp. 4juta
XBox 360
Rp. 4juta
Videocard PC
Rp. 1,5 juta
Videocard PC
Rp. 3 juta
Alone in the Dark 1120x630 (noAA) 1020x600 (2xAA) 1680x1050 (2xAA) 1680x1050 (8xAA)
Assassin Creed 1280x720 (2xAA) 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (2xAA) 1920x1200 (2xAA)
Bioshock 1120x640 (noAA) 1280x720 (noAA) 1920x1200 (4xAA) 2560x1600 (4xAA)
Call of Duty 4 1024x600 (2xAA) 1024x600 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Conflict: Denied Ops 1280x720 (noAA) 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Dead Space 1280x720 (noAA) 1280x720 (noAA) 1680x1050 (AA) 1920x1200 (AA)
Devil May Cry 4 1280x720 (2xAA) 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (8xAA) 2560x1600 (4xAA)
FEAR tidak ada di PS3 1280x720 (2xAA) 2560x1600 (4xAA) 2560x1600 (8xAA)
FIFA 2007 tidak ada di PS3 1200x675 (noAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Oblivion 1024x600 (noAA) 1024x600 (2xAA) 2560x1600 (2xAA) 2560x1600 (4xAA)
Ghost Recon AW 2 1280x720 (noAA) 1280x720 (2xAA) 2560x1600 (2xAA) 2560x1600 (4xAA)
Grand Theft Auto 4 1152x640 (noAA) 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 2560x1600 (4xAA)
Gears of Wars tidak ada di PS3 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Guitar Hero 3 1040x585 (noAA) 1280x720 (noAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Jericho 996x560 (2xAA) 996x560 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Juiced 2 1280x720 (2xAA) 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Kungfu Panda 1280x720 (noAA) 1280x720 (noAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Lost Planet 1280x720 (2xAA) 1280x720 (4xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Mass Effect tidak ada di PS3 1280x720 (2xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Mercenaries 2 1280x720 (noAA) 1280x720 (noAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
PES 2008 1280x720 (2xAA) 1280x720 (4xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Quake Wars ET 1280x720 (noAA) 1280x720 (2xAA) 2560x1600 (2xAA) 2560x1600 (4xAA)
Racedriver GRID 1280x720 (2xAA) 1280x720 (4xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Rainbow Six Vegas 2 1280x720 (2xAA) 1280x720 (2xAA) 1920x1200 (4xAA) 2560x1600 (4xAA)
SEGA Rally Revo 1280x720 (4xAA) 1280x720 (4xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Splinter Cell Double Agent tidak ada di PS3 1280x720 (4xAA) 1920x1200 (2xAA) 1920x1200 (4xAA)
The Club tidak ada di PS3 1280x720 (4xAA) 1680x1050 (4xAA) 1920x1200 (4xAA)
Tomb Raider Legend tidak ada di PS3 1024x600 (2xAA) 2560x1600 (2xAA) 2560x1600 (4xAA)
Turok 1280x720 (noAA) 1280x720 (noAA) 1920x1200 (4xAA) 2560x1600 (4xAA)
Unreal Tournament 3 1280x720 (noAA) 1280x720 (noAA) 1920x1200 (4xAA) 2560x1600 (4xAA)

Bila tabel diatas masih juga sulit dicerna oleh mata dan pikiran anda, saya yakin perbandingan gambar dibawah ini dapat membuka mata anda agar lebih mudah memahami betapa hina-nya console game next-gen jika dibandingkan dengan PC Gaming......


                                                           

Pria sejati tahu mana yang harus dipilih

 

 


                                            

Pria waras tahu mana yang harus dipilih

 

 

 

redball.gif (916 bytes)PC seperti apa yang layak menyandang gelar "console game killer"

Sebuah PC gaming baru bisa dikatakan sebagai "Console Game killer", bila memenuhi 3 syarat:
1. Harganya tidak jauh lebih mahal ketimbang Xbox360 atau Playstation 3 (berkisar 4 juta)
2. Kinerja grafisnya mengalahkan Xbox360 atau Playstation 3

3. Ukuran casingnya kecil, mendekati ukuran console game

Oleh karena itu PC Gaming yang harganya terlalu jauh diatas harga console game (misal Rp. 8 juta) bukanlah "console game killer". Begitu pula PC gaming murah-meriah yang hanya mengandalkan videocard kacangan juga tidak layak menyandang gelar "console game killer" karena tampilan grafisya tidak mampu mengalahkan kedua console game tersebut.
Ini dari kata "Killer" adalah: Harus lebih bagus grafisnya namun dengan harga sama/lebih murah.

Kalaupun harga PC Gaming sedikit lebih mahal ketimbang console game masih dapat dimaklumi mengingat fungsinya bisa dipakai untuk bekerja, browsing, dll. Sedangkan console game tidak bisa dipakai bekerja..

 

 

redball.gif (916 bytes)Game versi PC vs.  Console game

Saat ini hampir semua game keren akan muncul di semua platform, baik itu PC, Xbox360, atau Playstation3, contohnya Call Of Duty4, Kane & Lynch, Devil May Cry 4, Race Driver GRID, dll.
Bahkan Gears of Wars, Lost Planet, dan Mass Effect yang semula dibuat eksklusif untuk Xbox360 akhirnya muncul di PC juga dengan kualitas grafis yang bahkan lebih baik dibanding versi console. Tak lama lagi gamer PC juga akan menikmati Grand Theft Auto 4 yang telah terlebih dahulu hadir di Console, namun versi PC-nya tentu saja memiliki fitur extra dan kualitas grafis resolusi tinggi.

Jadi PC gamer tak perlu khawatir mengalami kekurangan game bagus, karena semua game best-seller di console pasti akan hadir di PC juga. Saat ini justru Playstation 3 yang lebih "kekeringan" game bagus ketimbang PC.  Bahkan game terkenal seperti Bioshock terlambat hadir di Playstation 3. Selain itu banyak pula game PC yang tidak ada di Playstation 3, misalnya Gears of Wars dan Mass Effect.

Beberapa game best seller seperti Crysis Warhead dan STALKER Clear Sky bahkan hanya ada di PC saja, ini karena keterbatasan hardware Xbox360 dan Playstation3 yang tidak mampu menjalankan game dengan kualitas grafis yang disyaratkan kedua game tersebut.

Assassin Creed, Mass Effect, Rainbow Six Vegas 2, Racedriver GRID, Devil May Cry 4, Alone in the Dark, Pure, Brothers in Arms, Crysis Warhead, STALKER Clear Sky, dan Far Cry2, merupakan judul-judul game keren di PC yang saat ini telah tersedia di tempat persewaan game PC.

 

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Videocard untuk PC Gaming


Videocard ATI: Radeon HD4850 dan HD4870 saat ini merupakan videocard telaris di dunia

Perlu diingat bahwa membeli videocard seharga Rp.1 juta ke bawah hanya akan membuat anda menyesali kinerjanya yang buruk dan tak akan bisa menyamai sensasi game di Xbox360 dan Playstation 3.
Dengan menggunakan videocard kelas low-end seharga kurang dari Rp. 1 juta, PC Gaming anda hanya akan jadi bahan tertawaan para pemilik Xbox360 dan Playstation 3.

Oleh karena itu daripada membuang uang Rp.1 juta untuk membeli videocard "kacangan" lebih baik simpan uang anda hingga terkumpul untuk membeli videocard kelas menengah atau high-end.

Fakta membuktikan bahwa bahwa videocard card terlaris di dunia saat ini adalah Radeon HD4850 yang notabene kelas menengah ($200), bukan low-end. Sebelumnya videocard terlaris adalah Geforce 8800GT, yang juga kelas menengah.(Geforce 8800GT kini namanya diganti dengan 9800GT)
NVIDIA bahkan menyatakan bahwa videocard low-end adalah barang yang tidak laku dan penjualannya cuma 3% saja. Ini karena videocard low-end memang hanya akan membawa penyesalan kepada gamer yang membelinya.


Videocard NVIDIA: Dulu berjaya, namun kini agak kurang diminati

Oleh karena itu, bila ingin merasakan kinerja PC Gaming yang memuaskan, videocard yang digunakan sebaiknya Radeon HD4850 512MB. Videocard ini sudah termasuk kategori menengah dengan harga Rp.2 juta yang berarti masih jauh lebih murah dan lebih canggih dibanding Xbox360 atau Playstation 3.
Kinerjanya sudah bisa untuk memainkan semua game berat dengan lancar di setting detail paling maximal, dan masih akan mampu untuk memainkan game yang akan muncul di 1-2 tahun mendatang. Review lengkap mengenai Radeon HD4850 dapat dilihat pada artikel "Setan Merah pembunuh NVIDIA".

Alternatif lain yang kinerjanya setara Radeon HD4850 adalah Geforce 9800GTX+ 512MB. Keunggulannya adalah adanya dukungan PhysX dan CUDA.
Namun kelemahan videocard ini adalah boros daya dan ukurannya sangat panjang.
Berbeda dengan Raden HD4850 yang bisa menggunakan PSU 400Watt dan pasti bisa masuk di semua casing, Geforce 9800GTX+ seringkali mengharuskan penggunanya untuk mengupgrade ke PSU 500Watt dan mengganti dengan casing yang lebih besar.
Oleh karena "hidden cost"-nya cukup besar, maka videocard raksasa ini kalah laris ketimbang Radeon HD4850, apalagi Geforce 9800GTX+ juga masih lebih mahal sekitar Rp.300 ribuan.

Bila budget anda belum cukup untuk mendapatkan Radeon HD4850, gunakanlah Geforce 9800GT atau Radeon HD4830, yang harganya berkisar 1,6 juta.
Kalau budget memang benar-benar minim, maka Geforce 9600GT 512MB baru boleh dipilih, harganya cuma Rp.1,3 juta saja alias cuma setara harga console jadul Playstation2 slim.
Sebaiknya jangan mengunakan videocard yang kelasnya dibawah Geforce 9600GT bila tak ingin menyesal dan frustrasi setelah membelinya.
Kecuali jika anda anda masih bermain di resolusi rendah (1024x768) maka videocard Radeon HD4670 seharga Rp.1 juta baru boleh dipilih. Untuk kelas harga Rp.1 juta kinerja Radeon HD4670 jauh lebih baik ketimbang Geforce 9500GT.

Untuk segmen $100 Radeon HD4670 cukup menarik karena adanya potensi CrossFire yang memungkinkan penggunanya di kemudian hari menambahkan 1 videocard lagi untuk mendapatkan kinerja setara Radeon HD4850.
Potensi CrossFire pada videocard low-end ATI lebih menarik ketimbang potensi SLI pada videocard low-end NVIDIA, karena jumlah motherboard yang mendukung CrossFire lebih banyak dan lebih murah ketimbang motherboard yang mendukung SLI.

Bila budget anda cukup banyak, ada baiknya menaikkan spek videocard ke Radeon HD4870 yang harganya berkisar Rp. 3 juta. Tidak perlu bernafsu menguprade prosesor lebih tinggi daripada E2160 (yang dioverclock ke 3GHz) bila videocard anda belum kelas high-end seperti Radeon HD4870. Sebab peningkatan kinerja game yang dihasilkan dari upgrade videocard akan lebih tinggi ketimbang dari upgrade prosesor.

Perlu juga diingat bahwa videocard juga masih dapat dioverclock, sehingga bila suatu ketika game yang muncul nantinya terlalu berat, anda masih bisa meningkatkan kinerja videocard tersebut dengan cara menaikkan clock GPU dan memorynya.

Berikut ini tabel videocard terbaik di beberapa segmen harga:

Segmen harga Videocard paling ideal Alasan
$100 Radeon HD4670 512MB DDR3 - Kinerja 2X lebih tinggi ketimbang Geforce 9500GT dan setara dengan Geforce 9600GSO 384MB
- Berpotensi untuk di-CrossFire di kemudian hari untuk mendapat kinerja setara Radeon HD4850

(motherboard yang mendukung CrossFire jumlahnya jauh lebih banyak & lebih murah ketimbang motherboard SLI)
$150 Geforce 8800GT/9800GT 512MB DDR3 - Kinerja setara Radeon HD4830
- Dukungan PhysX, CUDA
$200 Radeon HD4850 512MB DDR3
(videocard terlaris di dunia saat ini)
- Kinerja bisa mengalahkan Geforce 9800GTX+ dengan harga lebih murah
- Lebih hemat daya ketimbang Geforce 9800GTX+
- Ukuran card lebih pendek ketimbang Geforce 9800GTX+
$300 Radeon HD4870 512MB DDR5
(videocard high-end terlaris di dunia saat ini)
- Kinerja bisa mengalahkan Geforce GTX260 dengan harga lebih murah
- Lebih hemat daya ketimbang Geforce GTX260
- Ukuran card lebih pendek ketimbang Geforce 9800GTX+ maupun GTX260

Saat ini, secara overall, Radeon HD4850 merupakan videocard terlaris di dunia. Sedangkan untuk segmen high-end Radeon HD4870 merupakan yang telaris.
Kinerja Radeon HD4870 ($300) terbukti mampu mengalahkan Geforce GTX260 yang harganya jauh lebih mahal ($400).
Di segmen harga $150, Geforce 8800GT/9800GT lebih menarik ketimbag Radeon HD4830. Namun beberapa tipe Geforce 9800GT harganya terlalu mendekati Radeon HD4850, sehingga lebih baik ambil Radeon HD4850 saja sekalian yang kinerjanya jelas-jelas jauh lebih cepat ketimbang Geforce 9800GT.

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Videocard tergantung dari ukuran monitor yang dipakai

Perlu diingat seberapa mahal videocard yang anda beli tergantung pula pada seberapa tinggi ukuran dan resolusi montor anda.
Semakin tinggi ukuran & resolusi monitor, maka semakin mahal videocard yang anda harus beli. Karena videocard yang lebih mahal (lebih powerful) akan memliki tenaga extra untuk menangani resolusi tinggi.
Sekalipun anda dapat saja menurunkan resolusi monitor, namun perlu diingat bahwa LCD monitor akan memiliki tampilan yang lebih buruk bila tidak menggunakan resolusi native-nya.
Oleh karena itulah jangan terlalu tergiur dengan LCD 19" yang mampu menawarkan resolusi lebih tinggi (1680x1050) bila videocard anda masih kelas $200 ke bawah. Sebab resolusi 1680x1050 idealnya diangkat oleh videocard kelas $300 seperti Radeon HD4870.

Berbeda dengan LCD Monitor, LCD TV 32" yang umum dipasaran justru tidak perlu mensyaratkan videocard mahal, karena resolusi LCD TV bahkan jauh lebih rendah ketimbang LCD monitor dengan ukuran yang lebih kecil.
Mengingat console game umumnya dimainkan menggunakan LCD TV seperti ini, maka PC game "console killer" idelanya menggunakan videocard budget kisaran $150-$200 yang sudah cukup kuat untuk mengangkat resolusi LCD TV 32".

Jenis monitor yang dimiliki native resolution
monitor
Budget videocard
yang sebaiknya

digunakan
tipe videocard
Monitor LCD 15" ($130) / CRT 17" 1024x768 $100 - Radeon HD4670 512MB DDR3 ($90)
- Geforce 9500GSO 384MB DDR3 ($110)
Monitor LCD 17" ($150) / CRT 17" 1280x1024 $150 - Radeon HD4830 512MB DDR3 ($130)
- Geforce 9800GT 512MB DDR3 ($160)
Monitor LCD 19"  ($200)
Monitor LCD 19" wide ($220) 1440x900
Monitor LCD 19" wide ($220) 1680x1050 $200 - Radeon HD4850 512MB DDR3 ($200)
- Geforce 9800GTX+ 512MB DDR3 ($225)
Monitor LCD 20" ($350) 1600x1200 $300-$400 - Radeon HD4870 512MB DDR5 ($300)
- Geforce GTX260 896MB DDR3 ($400)
Monitor LCD 22" wide ($300) 1680x1050
Monitor LCD 24" wide ($400) 1900x1200 $400-$550 - Geforce GTX 280 1GB DDR3 ($500)
- Radeon HD4870 X2 2GB DDR5 ($550)
LCD TV 32" 720p ($475) 1366x768 $150 - Radeon HD4830 512MB DDR3 ($130)
- Geforce 9800GT 512MB DDR3 ($160)
LCD TV 42" 1080p ($900) 1920x1080 $400-$550 - Geforce GTX 280 1GB DDR3 ($500)
- Radeon HD4870 X2 2GB DDR5 ($550)

Mayoritas gamer di Indonesia menggunakan monitor LCD 17" yang tentunya resolusinya 1280x1024. Oleh karena itu videocard segmen $150-$200 akan ideal untuk mayoritas gamer tersebut.
LCD TV 32" 720p juga merupakan tipe LCD TV yang paling banyak digunakan di Indonesia. Oleh karena itu videocard segmen $150-$200 akan ideal untuk dipasangkan dengan LCD TV yang resolusinya cuma 1366x768 tersebut (jumlah pixelnya bahkan masih lebih rendah dibanding monitor 17" dengan resolusi 1280x1024).

Bagi yang memiliki monitor 19" atau 22" dengan resolusi 1680x1050, sebaiknya memilih videocard $300. Sebab videocard $200 kurang ideal untuk dipasangkan dengan monitor ukuran tersebut.

Videocard kelas $150 sebenarnya bisa-bisa saja menjalankan game di resolusi 1680x1050, namun hanya layak untuk game kategori ringan seperti Call of Duty 4, Devil May Cry 4, Unreal Tournament 3, Bioshock, Quake Wars ET. Sedangkan pada game yang agak berat, anda harus mulai menurunkan setting detail kualitas grafis agar videocard kelas $150 tersebut mampu memberikan framerate yang lancar.
Namun sejelek-jeleknya kualitas grafisnya diturunkan untuk menjaga kelancaran framerate, masih tetap lebih bagus ketimbang kualitas grafis pada XBox360 dan Playstation 3.

Perlu diingat bahwa LCD TV 32" (720p HD ready) jumlah pixelnya masih lebih sedikit ketimbang monitor LCD 17".
LCD TV pada dasarnya cuma menang ukuran saja, namun dalam hal ketajaman (resolusi) gambar, masih kalah dibanding LCD Monitor.

 

redball.gif (916 bytes)Jenis game dan setting kualitas grafis videocard

Kemampuan untuk mendongkrak kualitas grafis adalah hal yang hanya ada pada PC gaming dan tidak ada di console game. Dalam membangun PC gaming, ketika anda membeli videocard yang lebih tinggi spek-nya, maka anda akan dapat mendongkrak kualitas grafis lebih tinggi juga.

Setiap game memilki karakteristik kualitas grafis yang berbeda-beda. Ada yang ringan dan ada yang berat.
Game-game berbasis engine Unreal 3 (misal: UT3, Stranglehold, Gears Of Wars, Turok, Bioshock) boleh dibilang sebagai game yang enteng untuk videocard kelas $100 ke atas. Sedangkan game yang berat adalah Crysis Warhead dan STALKER Clear Sky. Saking beratnya, sampai kedua game ini juga hanya dibuat untuk PC saja dan tidak ada di console game manapun.

Mass Effect dan Brothers in Arms sebenarnya juga merupakan game yang berbasis engine Unreal 3, namun game ini agak lebih berat ketimbang UT3, Stranglehold, Gears Of Wars, Turok, dan Bioshock.

Dengan membeli videocard seharga $300 seperti Radeon HD4870, maka anda dapat menggenjot kualitas grafis ke tingkat resolusi yang lebih tinggi (1680x1050) sambil mengaktifkan Anti-Aliasing (AA) untuk memperhalus gambar (menghilangan efek gerigi). Dengan menggunakan Radeon HD4870, bahkan game enteng berbasis engine Unreal 3 tetap lancar sekalipun digenjot di resolusi 1680x1050 dengan 8xAA.

Penggunaan AA sangat menurunkan kinerja GPU, sehingga idealnya hanya dipakai untuk videocard kelas $200 ke atas.
Beberapa game yang berat seperti Crysis Warhead, STALKER Clear Sky, Far Cry 2   bahkan masih terlalu berat untuk dimainkan dengan AA, sekalipun menggunakan videocard kelas $300.

Berikut ini tabel panduan setting kualitas grafis maximal yang dapat anda lakukan dengan videocard pada 4 segmen harga

 

Judul game PC
(mulai dari ringan-berat)

Budget videocard & Setting maximum kualitas grafis videocard

videocard $100
- Radeon HD4670 512MB
- Geforce 9600GSO 384MB
videocard $150
- Radeon HD4830 512MB
- Geforce 9800GT 512MB
videocard $200
- Radeon HD4850 512MB
- Geforce 9800GTX+ 512MB
videocard $300-$400
- Radeon HD4870 512MB
- Geforce GTX260 896MB
Alone in the Dark
Bioshock
Black Site Area 51
Blazing Angels 2
Call of Duty 4
Company of Heroes
Devil May Cry 4
FlatOut Ultimate Carnage
Frontline Fuel Of War
Gears of Wars
Guitar Heores 3
Jericho
Kane & Lynch
Lost
Medal of Honour Airborne
Mercenaries 2
Need For Speed ProStreet
Quake Wars ET
Rainbow Six Vegas 2
Stranglehold
Test Drive Unlimited
The Club
The Witcher
Timeshift
Tomb Raider Anniversary
Turning Point Fall of Liberty
Turok
Unreal Tournament 3
Winning Eleven PES 2009
1280x1024 high detail 1280x1024 high detail 4xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
1680x1050 high detail 8xAA
1920x1200 high detail
SEGA Rally Evo 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 4xAA
1680x1050 highdetail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Racedriver GRID 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 4xAA
1680x1050 highdetail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Brothers in Arms 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Mass Effect DX10 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
World In Conflict DX10 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 1280x1024 high detail 4xAA
1680x1050 med detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Assassin Creed DX10.1 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 1280x1024 high detail 2xAA
1680x1050 high detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Lost Planet DX10 1024x768 high detail
1280x1024 med detail
1280x1024 high detail 1280x1024 high detail 4xAA
1680x1050 med detail
1280x1024 high detail 8xAA
1680x1050 high detail 4xAA
Far Cry 2 DX10 1024x768 low detail 1280x1024 med detail 1280x1024 high detail
1680x1050 med detail
1280x1024 high detail
1680x1050 high detail
STALKER Clear Sky DX10 1024x768 low detail 1280x1024 med detail 1280x1024 high detail 1280x1024 high detail
1680x1050 med detail
Crysis Warhead DX10 1024x768 low detail 1280x1024 med detail 1280x1024 high detail 1280x1024 high detail
1680x1050 med detail

 

redball.gif (916 bytes)Pemilihan Prosesor untuk PC Gaming

Untuk pemilihan prosesor, Pentium dual-core E2160 sudah cukup, sekalipun anda juga dapat menggunakan prosesor quad core (Intel Core2 Quad) tanpa masalah.

Pentium dual core E2160 (1.8Ghz) seharga Rp.700 ribuan dapat dengan mudah dioverclock diatas 3Ghz dengan menggunakan motherboard seharga Rp.600 ribuan. Pentium E2160 yang berjalan di kecepatan overclock 3GHz sudah lebih dari cukup untuk bermain game.

Bila ada budget lebih, anda bisa mendapatkan Core2 Duo E7200 (2.5Ghz) seharga Rp.1,2 juta dan kemudian juga mengoverclocknya. Dengan ukuran L2 cache Core2 Duo E7200 yang lebih besar dibanding Pentium E2160 (3MB vs. 1MB), kinerja gamingnya juga akan lebih tinggi 10%-20% pada kecepatan yang sama.

Baru-baru ini juga telah muncul Pentium dual-core "Wolfdale" E5200 dengan L2 cache 2MB, dan lebih mudah lagi untuk dioverclock di kisaran 3.8Ghz-4GHz. Harga E5200 nyaris mencapai Rp.1 juta sehingga terlihat kurang menarik jika dibanding E7200 yang sudah menyandang bandrol Core2.
Namun bila motherboard anda tak mampu dioverclock di FSB400, maka E5200 lebih menarik untuk dipilih ketimbang E7200.

Sebenarnya Pentium E2160 tetap merupakan pilihan terbaik ketimbang prosesor tipe di atasnya yang lebih mahal. Sebab ketimbang menaikkan kelas prosesor, akan lebih bijaksana bila selisih harga Rp.500 ribu dipakai untuk mengupgrade spek videocard. Karena peningkatan kinerja game yang dihasilkan dari upgrade videocard akan lebih besar ketimbang dari upgrade prosesor.

 

 

redball.gif (916 bytes)PENTING!!   Perbedaan mendasar antara overclock Prosesor vs. overclock Videocard

Baik prosesor maupun videocard keduanya sama-sama bisa dioverclock. Namun ada perbedaan mendasar antara keduanya yaitu:
Overclocking pada videocard tidak akan sedahsyat overclocking prosesor.

Contoh yang menjelaskan arti kata "dahsyat" tersebut adalah sebagai berikut:

Sebuah prosesor low-end seharga $60 biasanya mampu dioverclock hingga mengalahkan kinerja standard prosesor high end seharga $180 (alias 3X lipatnya).
Kemampuan overclock seperti ini disebut "dahsyat", karena membuat anda tak perlu harus membeli prosesor high-end.
Cukup dengan prosesor low-end yang dioverclock anda telah memperoleh kinerja prosesor high-end.
Contoh: Pentium Dual-Core E2160 1.8GHz ($60) bisa dioverclock ke 3.6GHz hingga mengalahkan kinerja standard Core2 Duo E8400 3GHz ($180)

Sedangkan sebuah videocard low-end seharga $60 yang dioverclock hingga "berdarah-darah" sekalipun, MUSTAHIL mampu mengalahkan kinerja standard videocard seharga $180.
Jangankan mengalahkan kinerja videocard $180 yang 3X lebih mahal. Bahkan untuk mengalahkan kinerja videocard $120 yang 2X lebih mahal saja belum tentu mampu.
Contoh: Geforce 8500GT ($60) yang dioverclock se-ekstrim apapun mustahil mampu mengalahkan Geforce 9800GT ($180), sebab untuk mengalahkan Geforce 9600GT ($120) saja juga masih mustahil. Bahkan untuk mengalahkan Geforce 9500GT ($80) saja sudah kepayahan.

Oleh karena itu kinerja yang lebih tinggi dari sebuah videocard idealnya diperoleh dengan cara membeli tipe videocard yang yang lebih tinggi speknya (lebih mahal).
Pada umumnya, sebuah videocard hanya bisa dioverclock hingga mengalahkan tipe yang 1 kelas diatasnya saja.
Misal: Geforce 9600GT ($130) jika dioverclock mampu mengalahkan kinerja standard Geforce 9800GT ($150), namun mustahil mampu dioverclock hingga dapat mengalahkan kinerja standard Geforce 9800GTX+ ($225)

Ini karena pada videocard ada banyak perbedaan yang sangat mendasar antar tiap kelas, yaitu perbedaan jumlah Stream Processor, memory interface, jenis memory, dan design board.
Perbedaan jumlah Stream Processor pada GPU videocard menyebabkan perbedaan kinerja yang sangat signifikan yang bahkan sulit dikompensasi dengan overclock sekalipun.
Sedangkan pada prosesor (CPU), perbedaan yang mendasar itu tidak banyak, paling-paling hanya pada jumlah L2 cache yang pengaruhnya tidak besar terhadap kinerja. Perbedan kinerja antara dual-core dan quad-core juga kurang signifikan pada mayoritas game.
Perbedaan satu-satunya yang signifikan pada tiap kelas prosesor hanyalah perbedaan clock speed yang bisa diraih dengan cara overclock.

Mengingat prosesor Pentium dual-core (low-end) dan Core2 Duo/Quad (high-end) sebenarnya masih menggunakan arsitektur yang sama, maka clock speed yang lebih tinggi ujung-ujungnya akan lebih berperan, dan clock speed tinggi bisa dicapai dengan cara overclock.

Oleh karena itulah dapat diambil suatu kesimpulan penting: "Lebih penting membeli videocard high-end ketimbang prosesor high-end".
Karena kinerja prosesor high-end bisa diperoleh dengan cara mengoverclock prosesor low-end. Sedangkan kinerja videocard high-end mustahil dapat diperoleh dengan cara mengoverclock videocard low-end.

 

redball.gif (916 bytes)Memilih Motherboard untuk PC Gaming ala console

Seperti telah dibahas berkali-kali sebelumnya, perlu lagi saya ingatkan bahwa Motherboard hanyalah "tatakan" alias karpet.
Karpet tempatnya adalah dibawah, begitu pula sebuah motherboard prioritasnya adalah dibawah.
Dalam membangun PC Gaming urutan prioritas adalah sebagai berikut:
- Videocard
- Prosesor

- Memory (minim 2GB DDR800 atau 3GB bila pakai Vista)
- Motherboard

Jadi jangan terlalu menghabiskan uang untuk motherboard yang terlalu mahal. Lebih baik gunakan sisa budget untuk meningkatkan spek videocard demi kinerja gaming yang lebih baik.

Sebuah motherboard seharga $60-an sudah mampu mengoverclock prosesor Pentium dual-core / Core2 Duo diatas 3GHz. Jadi bila anda berniat membeli motherboard dengan harga lebih dari $60, maka pastikan manfaat yang didapat benar-benar berguna (misal: ada dukungan CrossFire/SLI).

Prinsip utama merakit PC Gaming ideal adalah:
"Belilah motherboard yang harganya 1/3 harga videocard anda"
Jadi bila anda baru mampu membeli videocard seharga $200, idealnya anda menggunakan motherboard seharga $70-an saja. Sedangkan bila anda mampu membeli videocard seharga $300 barulah anda boleh membeli motherboard kisaran $100.

Anda baru pantas membeli motherboard seharga $200 bila videocard anda sudah seharga $600.
Sebab jika anda menggunakan motherboard seharga $200 namun videocardnya cuma seharga $70, maka kinerja gaming komputer anda hanya hanya akan jadi tertawaan oleh para pemilik videocard $200 yang menggunakan motherboard seharga $70.

Jangan menjadikan motherboard sebagai pilihan utama yang dilakukan pertama kali. Pemilihan motherboard harus dilakukan TERAKHIR, menyesuaikan dengan jenis videocard, prosesor, memory, dan casing yang akan digunakan.
Salah besar jika anda menentukan motherboard duluan. Karena motherboard adalah komponen yang kontribusinya terhadap kinerja gaming paling kecil. Fungsi motherboard hanyalah mengakomodasi videocard & prosesor agar kinerjanya optimal.

Jadi tentukan dulu videocard, prosesor, memory, dan casing yang akan digunakan. Setelah itu barulah memilih motherboard yang mampu mengakomodasi (sesuai) dengan videocard dan prosesor yang ingin digunakan.
Sebagai contoh:
- Bila anda berencana menggunakan konfigurasi dual-videocard (Crossfire/SLI), barulah mencari motherboard yang mendukung itu (biasanya paling murah $80)
- Bila anda berniat mengoverclock prosesor, barulah memilih motherboard yang kemampuan overclocknya bagus (motherboard $60 sudah mampu mengoverclock E2160 ke 3.2GHz, namun bila ingin mengoverclock ke 3.6GHz baru butuh motherboard yang minimal harga $80)

- Bila anda berniat mengoverclock memory setinggi mungkin, barulah memilih motherboard yang kemampuan overclock memorynya bagus (minimal chipset intel P35)
- Bila anda berniat menggunakan casing mATX, carilah motherboard mATX pula

 

redball.gif (916 bytes)Memilih Memory untuk PC Gaming ala console

Sebuah PC Gaming minimal membutuhkan memory 2GB. Jangan berpikir untuk membeli/mengupgrade komponen lain sebelum anda mampu memiliki memory sebanyak 2GB.
Jika anda menggunakan WIndows Vista minimal anda menggunakan 3GB.
Tak perlu serakah membeli memory sampai 4GB bila anda masih menggunakan Operating System Windows XP/Vista 32-bit, sebab hanya 3GB saja yang akan  terpakai dengan OS 32-bit. Selain itu 3GB sebenarnya sudah lebih dari cukup, karena hanya game Crysis Warhead saja yang membutuhkan memory 3GB, game lainnya tidak ada masalah dengan memory 2GB di Windows Vista sekalipun.

Memory DDR2 667 / DDR2 800 tipe generik sudah cukup jika anda tidak berniat untuk mengoverclock prosesor secara ekstrim. Harganya memory generik cukup murah yaitu berkisar Rp.300 ribu untuk kapasitas 2GB.
Visipro dan V-Gen adalah contoh merk memory generik, umumnya kedua merk tersebut menggunakan IC buatan Hynix (Hyundai Electronics) dan Samsung. Dengan motherboard chipset intel P35 (harga berkisar $90), memory DDR667 generik umumnya masih bisa dioverclock ke 800MHz, dan memory DDR800 generik masih bisa dioverclock ke 1000MHz.
Anda baru perlu membeli memory kelas mahal (high-end) hanya jika ingin mengoverclock prosesor setinggi mungkin (diatas FSB500), itupun kalau prosesornya mampu diajak berlari setinggi itu.
Bila anda hanya mengoverclock Pentium dual-core E2160 ke 3.2GHz saja, anda bahkan cukup hanya menggunakan memory DDR2 667 saja, dan bahkan untuk mengoverclock ke 3.6GHz sebuah memory DDR800 masih bisa melayani dengan baik.

Perlu diingat pula bahwa untuk mengoverclock memory high-end secara maximal dibutuhkan motherboard kelas high-end pula. Motherboard seperti ini umumnya menggunakan chipset intel X38 / X48, yang harganya berkisar $200-$400. Hal ini pada akhirnya justru akan menyebabkan biaya membengkak tanpa memberikan peningkatan kinerja gaming yang signifikan.
Sebab peningkatan gaming yang terbesar bukan dihasilkan dari memory tercepat & motherboard high-end, tapi dari videocard.

Jadi daripada menghamburkan uang untuk membeli memory kelas high-end yang harganya 2X lebih mahal daripada kelas generik (dan membutuhkan motherboard kelas mahal pula), lebih baik gunakan uangnya untuk mengupgrade videocard anda.

 

redball.gif (916 bytes)Memilih Power Supply Unit untuk PC Gaming ala console

Banyak orang terlau paranoid dengan kemampuan PSU, dan membeli PSU 550Watt keatas yang hargaya nyaris Rp. 1juta. Padahal uang sebanyak itu lebih baik dipergunakan untuk mennaikkan spek videocard ketimbang membeli PSU mahal yang seharusnya tak perlu dibeli.

Perlu diingat bahwa bila videocard yang anda gunakan hanya Geforce 9800GT atau Radeon HD 4850, maka PSU 400Watt merk ternama (Silverstone, Thermaltake, AOpen), yang harganya berkisar Rp.400 ribuan sudah cukup.
Bahkan PSU bawaan beberapa casing merk import sudah mampu meladeni videocard seperti Gefocrce 9800GT dan Radeon HD4850 dengan baik.
Membeli PSU 550Watt seharga $100 untuk meladeni videocard seharga $200 sama tololnya seperti membeli velg "berlapis emas" seharga Rp.20 juta untuk dipasang di mobil Timor. Sangatlah konyol jika membeli velg yang harganya mencapai setengah dari harga mobilnya. Bukankah dana tersebut lebih baik dipakai untuk tukar-tambah dengan mobil yang lebih bagus lagi?
Namun orang-orang tolol di dunia komputer terbukti sama banyaknya dengan di dunia otomotif....

Anda baru perlu membeli PSU 500Watt seharga Rp.600 ribuan hanya jika anda menggunakan videocard Geforce 9800GTX, Radeon HD4870, Geforce GTX260, dan Geforce GTX 280.
Bila videocard anda hanya Geforce 9600GT, Radeon HD4670, Geforce 9500GT, atau yang lebih rendah lagi, tidak perlu "gagah-gagahan" membeli PSU aftermarket. Gunakan saja dulu PSU bawaan casing.

Berikut ini tabel hasil pengujian kemampuan PSU untuk melayani videocard kelas menengah-atas hingga multi-videocard (CrossFire/SLI)

Jenis & merk Power Supply Unit
(urutan mulai dari loyo s/d kuat)
Harga PSU Videocard max yang mampu dilayani
(urutan mulai dari irit s/d boros daya)
420 watt (bawaan casing iCute) Rp. 0 Geforce 9800GT    (Rp.1,5 jt)
Radeon HD4850   (Rp.2 jt)

Radeon HD4670 x 2 CrossFire  (Rp.2,1 jt)
400 Watt (Silverstone, AOpen) Rp. 450 ribu
420 watt (Thermaltake) Rp. 450 ribu
470 Watt (Thermaltake) Rp. 600 ribu Geforce 9800GTX+  (Rp.2,5 jt)
Radeon HD4870      (Rp.3 jt)
Geforce GTX 260     (Rp.3,7 jt)
Geforce GTX 280     (Rp.4,5 jt)
Geforce 9800GT x 2 SLI           (Rp.4,5 jt)
Radeon HD4850 x 2 CrossFire  (Rp.4 jt)
500 Watt (Point of View) Rp. 600 ribu Geforce 9800GTX+ x 2 SLI         (Rp.5 jt)
Radeon HD4870 x 2 CrossFire  (Rp.6 jt)
550 Watt (Thermaltake, FSP) Rp. 900 ribu Radeon HD4870 x 2 CrossFire   (Rp.6 jt)
Geforce GTX 260 x 2 SLI           (Rp.7,2 jt)
Spek platform pengujian: Intel Pentium Dual-Core E2160 overclock @ 3.6GHz
BIOSTAR TP45HP, 4GB DDR2 800, 1x Harddisk 500GB,  1x DVDRW, 2x fan casing, 1x fan CPU

Dari tabel hasil pengujian disamping dapat dilihat bahwa bila spek videocard anda cuma kelas $200 ke bawah (Geforce 9800GT, Radeon HD4850), maka membeli PSU aftermarket dengan daya lebih dari 400Watt adalah suatu pemborosan. Sebab PC gaming dengan spek videocard seperti itu sudah mampu dilayani dengan baik oleh PSU 400W/420W (merk Silverstone, AOpen, Thermaltake) yang harganya cuma berkisar Rp. 450 ribu.
Bahkan PSU bawaan casing merk impor (iCute) terbukti sudah mampu melayani spek PC gaming dengan videocard Geforce 9800GT / Radeon HD4850 dengan baik.

Videocard yang mulai sulit untuk "diangkat" oleh PSU 400W/420W adalah Geforce 9800GTX+, Radeon HD4870, dan Geforce GTX260 ke atas. Videocard-videocard tersebut minimal membutuhkan PSU 470Watt.
Konfigurasi multi-videocard (CrossFire / SLI) juga minimal membutuhkan PSU 470 Watt. Perkecualian adalah Radeon HD4670x2 CrossFire yang masih sanggup diladeni PSU 400W/420W, namun kinerja Radeon 4670x2 (CrossFire) juga tidak beda jauh dengan Radeon HD4850 single.

 

redball.gif (916 bytes)Memilih Casing untuk PC Gaming ala console

Cukup banyak casing PC di pasaran yang harganya cuma berkisar Rp.250 ribuan saja. Namun bagi gamer yang ingin tampil beda dengan membangun PC Gaming ala console, tersedia pula casing ukuran kecil yang mampu memuat videocard hingga kelas high-end.

Beberapa casing ukuran mini sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya yang berjudul: "Kebangkitan Rezim PC Gaming Portable", kali ini akan dibahas mengenai cara membangun PC gaming dengan 2 casing mini yang tak kalah menarik, yaitu: InWin BK623 dan iCute QH02 "MiniMax".

Review lengkap panduan membangun PC Gaming ala Console menggunakan kedua casing ini ada di halaman selanjutnya...

 


NEXT PAGE (Review Casing InWin BK623) >

Intel Seminar with Budz Kay

w e b d e s i g n by

Design by Budz Kay

2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem