REVIEWLAND.COM


  DUEL BERDARAH
  30 PDA POCKET PC
     redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay pada tgl 8 December 2004    (budzkay@reviewland.com)
  PAGE 4 of 5                                                                                 GO TO PAGE :   1   2   3   4   5

redball.gif (916 bytes)DELL AXIM X50V    (baru : Rp. 4,3 juta , bekas : ---- )
UKURAN SPEK:
Panjang: 119 mm
Lebar: 74 mm
Tebal:
18 mm
Berat: 176 gram
CPU: Intel PXA270 624Mhz
RAM: 64MB             ROM: 128MB
Safe Storage: 92MB
OS: WM 2003 Second Edition
Feature: SD (SDIO), CF slot Type I/II,

Bluetooth, WiFi (802.11b), 

Di Amerika, Dell Axim merupakan saingan utama HP Ipaq. Secara umum harga Pocket PC buatan Dell jauh lebih murah drpd Ipaq, namun dgn spek yg lebih unggul. Namun kekalahan Dell Axim oleh Ipaq selama ini dikarenakan oleh bentuknya yg cenderung kaku dan kualitas layar yg memang tidak sebaik Ipaq.
Bagaimanapun juga konsumen akan menyukai PocketPC dengan bentuk membulat dan kecil. Hal itulah yg membuat Ipaq masih memimpin market PocketPC.
     Namun konyolnya, HP Ipaq generasi terbaru justru meninggalkan bentuk bulat dan mengadopsi bentuk kaku yg tidak disukai orang, sebaliknya Dell kini justru menggunakan design membulat seperti yg dianut Ipaq dulu.
     Dell Axim X50V adalah PocketPC Dell pertama yg mengadopsi bentuk bulat. Bentuknya mengingkatkan kita pada design Ipaq 1940 & 4150 yg merupakan Ipaq terlaris.

Bentuk tampilan Axim X50V yg membulat ini dikarenakan designnya dikerjakan oleh HTC yg notabene adalah designer Ipaq generasi 2003 (yg bentuknya masih bulat).
Dengan adanya perubahan design pada Ipaq & Dell, bukan tidak mungkin membuat selera konsumen perlahan meninggalkan Ipaq dan beralih ke Dell
     Untuk bersaing dengan Hp Ipaq, Dell juga menggunakan prosesor generasi Intel yg terbaru & tercepat yaitu PXA270 Bulverde 624MHz.
Tak hanya itu, Dell Axim X50V adalah PocketPC pertama di dunia yg menggunakan dedicated 3D Accelerator.
Dell Axim X50V juga telah dibekali software Windows Media Player 10 yg telah dioptimalkan untuk chip grafis Intel i2700G yg digunakan.
     Hebatnya lagi, meski Dell Axim X50V adalah Pocket PC berlayar VGA (640x480) namun harganya nyaris sama dengan Ipaq 3715 yg notabene masih berlayar QVGA (320x240).
Dell Axim X50V bahkan layak disebut sebagai PocketPC berlayar VGA dgn harga termurah di dunia.
Kebijaksanaan harga lebih rendah dan spek lebih unggul memang merupakan strategi Dell untuk bersaing dengan Ipaq. Oleh karena itu penjualan Ipaq rx3715 di Amerika kurang sukses akibat munculnya Dell Axim X50V ini.
Selain itu Toshiba E800 juga akhirnya di-diskontinyu dari pasar Amerika akibat kalah bersaing dgn Dell dan Ipaq.
HP memang mengandalkan Ipaq hx4700 yg sama-sama berlayar VGA. Namun dgn spek yg hampir sama dgn Dell Axim X50V, harga Ipaq hx4700 nyaris 2X lipat lebih mahal. Hal inilah yg membuat Ipaq generasi  2004 memasuki masa-masa sulit.
     Namun HP Ipaq di Indonesia masih bisa menarik napas lega, karena PocketPC Dell tidak memiliki distributor di Indonesia. Jadi kalaupun ada yg ingin membeli, harus langsung pergi ke Singapura, seperti pemilik Dell X50V yg barangnya saya pinjam untuk review ini.
     Sebagi informasi, Dell adalah produsen PC built-up paling laris di dunia. Mereka mengandalkan harga murah & direct selling.
Karena telah menjadi yg no.1 di dunia, Dell merasa tak butuh konsumen Indonesia, ini juga karena sistem mark-up harga di Indonesia yg tidak sesuai dgn kebijaksanaan Dell yg menginginkan harga dijual semurah mungkin.
Oleh karena itu produk Dell sangat jarang masuk di Indonesia.

Ukuran
Ukuran Dell Axim X50V adalah yg paling kecil dibanding PocketPC berlayar VGA lainnya (Toshiba E800 dan Ipaq hx4700). Ini karena layar VGA yg digunakan Axim X50V cuma berukuran 3.7".
Harus diakui bahwa design Dell Axim X50V adalah yg paling baik di kategori PocketPC berlayar VGA. Dengan melihat sepintas saja, orang tahu bahwa Ipaq hx4700 dan Toshiba E800 memiliki bentuk yg sangat kaku.
Dell Axim X50V bahkan masih lebih ramping drpd Ipaq 2210, meski sedikit lebih panjang & tebal.
Panjangnya kurang lebih seperti Acer n30, namun tentu lebih berat (karena berlayar VGA dan lebih kaya feature).
Namun dalam hal berat, Dell Axim X50V jauh lebih ringan drpd Ipaq hx4700 dan Toshiba E800.
Bagian belakang Axim X50V terbuat dari karet keras, tentu dengan maksud untuk menghindari selip dan goresan.

Feature
Layar VGA merupakan daya tarik utama Dell Axim X50V. Apalagi harga Dell Axim X50V bahkan lebih murah drpd PocketPC berlayar QVGA (320x240).
Namun perlu diketahui bahwa penggunaan resolusi VGA 640x480 membuat tulisan jadi benar-benar kecil. Sehingga beberapa orang dengan problem mata mungkin akan menganggapnya sulit dibaca, namun bagi saya tampilan VGA justru lebih enak dilihat karena halaman website jadi tampil penuh.
Secara default, resolusi yg dipakai bukanlah resolusi "Real VGA" (640x480), tapi resolusi "Microsoft VGA" yg membuat tulisan tidak terlalu kecil dan sepintas hampir mirip resolusi standard QVGA (320x240). Untuk merubah ke resolusi "Real VGA" (640x480) dapat digunakan software tambahan, yaitu SE_VGA.

     Berbeda dengan Toshiba E800 yg lebih mahal tapi hanya menawarkan opsi WiFi saja atau Bluetooth saja, Dell Axim X50V menawarkan kedua feature tsb sekaligus.
Bluetooth yg digunakan adah versi 1.2 yg berarti mendukung "Frequency Hopping". Ini berarti Bluetooth dan WiFi yg notabene frekuensinya sama-sama 2.4GHz dapat digunakan sekaligus secara bersamaan.
Pada sisi samping kiri Dell Axim X50V terdapat tombol untuk mengaktifkan Bluetooth sekaligus Wifi, bila anda ingin mematikan salah satu saja, dapat menggunakan software utility yg disediakan.
     Tidak seperti Ipaq hx4700 yg dibekali infrared jenis FiR, Dell Axim X50V hanya menggunakan Standar InfraRed saja (SiR). Selain itu juga tidak mendukung Consumer IR, sehingga anda tidak dapat menggunakan PocketPC ini sebagai remote control peralatan elekrtonik.
     Seperti halnya Toshiba E800 & Ipaq hx4700, Dell Axim X50V juga dibekali CF slot. Meski jaman sekarang CF card popularitasnya sudah tergusur oleh SD card, tapi masih banyak orang yg tidak mengikuti perkembangan jaman dan masih menganggap CF slot sedemikian pentingnya.
Buat orang yg masih masih mengagung-agungkan CF slot, Dell Axim X50V menyediakan CF slot (type I/II) dan tentunya SD slot juga.
Kebutuhan akan adanya CF slot untuk keperluan Video-Out (presentasi) sebenarnya tak diperlukan lagi karena Dell Axim X50V sudah memiliki asesori optional berupa port replicator yg dinamakan "Presentation Kit" berupa kabel yg ditancapkan di konektor data (di bawah). Harganya sekitar Rp.700 ribu.
Keunggulan feature video-out pada Dell Axim yaitu dibekali Dual-Display utility sehingga mampu menampilkan tampilan video-out persis seperti yg ada di layar PocketPC. Sedangkan feature video-out pada Toshiba E800 hanya mampu memberikan tampilan pada sofware presentasi saja, begitu pula feature video-out pada CF card Margi Presente-To-Go juga hanya terbatas pada aplikasi tertentu saja.
Sedangkan pada DellAxim X50V anda bisa saja menampilkan tampilan desktop, movie, ataupun animasi flash ke monitor/projector meski untuk tampilan movie masih belum terlalu memuaskan.
     Meski Dell Axim X50V dibekali 3D accelerator, namun para gamer akan disiksa oleh joypad yg tidak nyaman digunakan karena ukurannya terlalu kecil. Selain itu secara umum, PocketPC berlayar VGA memang memiliki performa grafis yg rendah sehingga agak terpatah-patah ketika dipakai menjalankan game yg berat-berat.
     Dalam hal audio, Dell memang meiliki sejarah kualitas suara yg kurang baik. Namun Dell mencoba memperbaikinya pada Axim X50V. Kualitas suara kini cukup baik.
Jack yg digunakan adalah ukuran standard 3.5mm, jadi anda bisa bebas menggunakan berbagai macam earphone yg banyak ditemukan di pasaran.
Jack earphone Axim X50V juga mendukung earphone yg dilengkapi microhone (seperti headset handphone). Hal ini cukup berguna bila anda ingin merekam suara lebih jelas atu bila mebnggunakan aplikasi telpon VoIP.
Posisi Integrated speaker terletak di joypad, sama seperti pada Ipaq 1940 dan 4150.

Performa
Dell Axim X50V menggunakan prosesor Intel generasi terbaru & tercepat, yaitu Intel XScale PXA270 "Bulverde" 624MHz.
Prosesor ini telah dibekali 2 teknologi baru yaitu SpeedStep dan Wireless MMX, sehingga lebih efisien dalam konsumsi batere dan lebih optimal dalam performa multimedia.
Teknologi SpeedStep yg digunakan pada PocketPC ini sama seperti yg telah digunakan pada notebook ber-prosesor intel.
Dengan teknologi SpeedStep, maka konsumsi daya akan disesuaikan secara dinamis tergantung dari aplikasi.
Teknologi Wireless MMX juga memungkinkan optimalisasi performa multimedia tanpa harus boros batere.
Oleh karena itu dalam hal perfoma dan konsumsi daya, Dell Axim X50V jelas lebih cepat & lebih irit batere drpd Toshiba E800 yg notabene masih menggunakan prosesor Intel generasi sebelumnya (XScale PXA263).

     Dell Axim X50V dibekali chip grafis 3D Accelerator Intel i2700G dengan VRAM 16MB. Oleh karena itu tidak salah bila disebut sebagai PocketPC pertama di dunia yg menggunakan 3D Accelrator.
Hebatnya lagi 3D accelatornya mendukung OpenGL. Para gamer PC mungkin sudah akrab dengan istilah OpenGL.
Untuk membuktikan dukungan akan game OpenGL, pada bundle penjualannya disertakan bonus 2 game 3D OpenGL yaitu StuntMan Extreme dan Enigmo.
Untuk saat ini memang chip ATI Imageon lebih banyak didukung oleh video player, namun BetaPlayer sudah mulai memberikan dukungan optimalisasi untuk chip Intel i2700G.
Selain itu Windows Media Player 10 yg disertakan pada Axim X50V sudah memiliki optimalisasi untuk chip Intel i2700G.
Meski telah dibekali chip grafis Intel i2700G dengan VRAM 16MB, namun secara umum performa PocketPC berlayar VGA (640x480) memang akan lebih lambat drpd performa PocketPC berlayar QVGA (320x240).
Cukup banyak pula aplikasi yg belum mensupport resolusi VGA (640x480). Kebanyakan yg mendapat masalah adalah game. Biasanya game yg tidak mendukung resolusi VGA akan berjalan 2X lebih lambat karena terjadi "pixel doubling". Selain itu tampilan aplikasi/game yg aslinya dirancang untuk 320x240 akan karena mengalami "stretching" ke ukuran layar VGA yg sebesar 3.7".
Kelambanan yg dapat langsung terasa adalah ketika membuka beberapa windows (dalam resosusi VGA). Tampilan windows akan terasa lambat sewaktu dirender di layar, seolah hardware yg ada kurang bertenaga untuk bekerja pada resolusi VGA.
Di kategori PocketPC VGA, performa grafis hx4700 adalah yg paling tinggi.
Namun secara umum performa grafis PocketPC berlayar VGA masih sangat jauh dibawah Ipaq 1940, 4150, dan O2 XDA II.
     Dalam hal kinerja file system, Dell Axim X50V tergolong cukup cepat. Ini tentu berkat prosesor PXA270 624MHz yg digunakan. Meski demikian Dell Axim X50V masih harus kalah tipis oleh Ipaq rx3715.
Memag harus diakui bahwa prosesor Samsung adalah raja dalam hal kinerja file system. Sehingga prosesor Intel 624Mhz sekalipun masih belum sanggup mengalahkan kinerja file system Samsung 400MHz.

Memory
Untuk sebuah PocketPC yg tergolong high-end , jumlah RAM cuma 64MB (47MB user accesible) tentu agak mengecewakan..
Namun Dell mencoba menebus kekurangan RAM dengan memberikan kapasitas safe storage yg terbesar di dunia, yaitu 85MB. Jenis flash memory yg digunakan safe storage tsb yaitu Intel Strata Flash yg lebih cepat drpd NAND flash yg umum digunakan pada safe strogae PocketPC lainnya.
Namun bagaimanapun juga kecepatan safe storage Intel Strata Flash tidak akan secepat RAM, dan safe storage bukan dipakai untuk menjalankan system, tapi hanya sekedar storage belaka.

Layar
Dell Axim X50V menggunakan layar VGA (640x480) jenis transflective TFT 65.000 color (16bit) berukuran 3.7".
Tampilan layarnya lumayan baik, meski tak sebaik tampilan layar Toshiba E800 dan Ipaq hx4700.
Dalam sejarahnya, Dell memang selalu menggunakan LCD yg tampilannya tak pernah sebaik Ipaq (mungkin utk menekan harga)

Batere
Dell Axim X50V menggunakan batere jenis Lithium Ion 1100mAh. Jenisnya removable sehingga anda dapat dengan mudah mengganti batere layaknya mengganti batere handphone.
PocketPC ini juga dibekali backup batere NiMH yg berfungsi agar data di memory tidak hilang ketika batere utama habis.
Harus dimaklumi bahwa layar VGA lebih menyedot batere lebih cepat drpd layar QVGA, Namun Dell Axim X50V mampu membuktikan bahva PocketPC berlayar VGA tak harus menjadi sangat boros batere.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Dell Axim X50V mampu bertahan selama 4 jam. Bila Bluetooth & Wifi dinyalakan tentu dibahh 4 jam.
Ini berarti dalam daya tahan batere, Dell Axim X50V masih kalah oleh Ipaq hx4700. maklum saja, hx45700 menggunakan batere 1800mAh. Namun Axim X50V masih jauh lebih irit dibanding Toshiba E800 (Toshiba E800 cuma mampu bertahan dibawah 3 jam).
Bagi yg masih merasa kurang puas dgn daya tahan batere standard Axim X50V yg cuma 1100mAh, Dell juga menyediakan batere optional berkapasitas 2200mAh.

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 Second Edition. OS ini sudah mendukung resolusi VGA dan perubahan tampilan layar ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu melakukan soft-restart).

PLUS
- Layar VGA 3.7"
- Prosesor terbaru & tercepat (Intel PXA270 624Mhz)
- Chip grafis Intel i2700G 3D Accelerator dengan VRAM 16MB
- Mendukung game OpenGL
- Mendukung Dual-Display Video-out
- Dibekali Windows Media Player 10 (Intel i2700G optimized)
- Kapasitas Safe Storage sangat besar (85MB)
- Safe Storage menggunakan Intel Strata flash
- WiFi + Bluetooth
- Bluetooth versi 1.2 (support frequency hopping)
- PocketPC VGA termurah
- PocketPC VGA dengan betuk paling bagus & kecil

MINUS
- Pocket PC high-end tapi RAM cuma 64MB
- Perfoma grafis sangat pelan karena masih belum banyak software yg dioptimalkan untuk resolusi VGA
- Tidak dijual di Indonesia (Dell merasa tak tertarik menjual produknya di Indonesia)

 

redball.gif (916 bytes)TOSHIBA e800   (baru : Rp. 4,8 juta , bekas : ---- )

UKURAN SPEK:
Panjang: 134 mm
Lebar:
76 mm
Tebal: 15 mm
Berat:
193 gram
CPU: Intel PXA263 400Mhz
RAM: 128MB             ROM: 32MB
Safe Storage: 31MB
OS: WM 2003 Second Edition
Feature: SD (SDIO), CF slot, iR, WiFi

       VGA 640x480 (ATI graphic 2MB)

Toshiba E800 adalah PocketPC pertama yg mengadopsi layar VGA 640x480. Resolusi layar yg tinggi tentu harus dibayar pula dgn ukuran layar & ukuran fisik yg lebih besar pula. Sehingga PocketPC ini bukan masuk golongan kelas mungil.
Meski dibekali dgn chip grafis ATI Imageon 2MB, namun masih banyak aplikasi yg belum yg bisa memanfaatkan resolusi VGA 640x480. Akibatnya justru performa yg jadi kurang bagus.
Selain itu Toshiba tampaknya telah melakukan kesalahan dgn menggunakan prosesor yg cuma 400MHz untuk digunakan pada PocketPC dgn resolusi layar 640x480 ini.
Sedangkan ASUS dan HP menggunakan prosesor yg lebih kencang untuk PocketPC mereka yg menggunakan layar VGA 640x480.
Oleh karena itu wajar bila layar resolusi tinggi pada Toshiba E800 malah menjadi bumerang dalam hal performa.
Di amerika, Toshiba E800 sudah tidak beredar (didiskontinyu) karena tidak diminati & kalah bersaing dari segi performa maupun harga oleh HP Ipaq hx4700 dan Dell Axim X50V, namun di Indonesia Toshiba E800 masih dijual.

Ukuran
Ukuran Toshiba E800 terlihat besar. Ini karena layar VGA 4" yg digunakannya.
Meski demikian, ukuran Toshiba E800 masih lebih kecil & lebih ringan dibanding Ipaq 5450/5550 yg notabene menggunakan layar yg lebih kecil (3.7") dan belum mendukung resolusi VGA (640x480).
Di kategori PocketPC berlayar VGA, Toshiba E800 adalah yg paling besar & paling berat.
Dipilihnya wana hitam untuk E800 tentu dengan tujuan supaya bentuknya terlihat lebih kecil drpd ukuran sebennarnya.
Warna casing yg hitam kebiruan memang membuat tampilan E800 terlihat lain drpd yg lain.

Berbeda dgn Toshiba E740 yg menggunakan casing berbahan metal, casing E800 terbuat dari plastik. Namun sisi sampingnya dari bahan metal yg memberikan kesan kontras dgn warna hitam.

Feature
Layar VGA 4" merupakan feature unggulan Toshiba E800. Apalagi PocketPC ini adalah yg pertama kali di dunia menggunakan layar VGA (640x480). Bahkan pada saat pertama kali diluncurkan, OS yg digunakan masih WM2003 yg belum mendukung layar VGA. Namun kemudian Toshiba menyediakan upgrade OS ke WM2003 SE yg sudah mendukung resolusi VGA.
Namun perlu diketahui bahwa penggunaan resolusi VGA 640x480 membuat tulisan jadi benar-benar kecil. Sehingga beberapa orang pengidap rabun senja mungkin akan menganggapnya sulit dibaca, namun bagi saya tampilan VGA justru lebih enak dilihat karena halaman website jadi tampil penuh.
Secara default, resolusi yg dipakai bukanlah resolusi "Real VGA" (640x480), tapi resolusi "Microsoft VGA" yg membuat tulisan tidak terlalu kecil dan sepintas hampir mirip resolusi standard QVGA (320x240). Untuk merubah ke resolusi "Real VGA" (640x480) dapat digunakan software tambahan, yaitu SE_VGA.

     Toshiba tamnpaknya gemar mengulang ketololan yg telah dilakukan sebelumnya, yaitu hanya menyediakan pilihan WiFi saja atau Bluetooth saja. Toshiba E800 yg beredar di Indonesia adalah versi WiFi yg berarti tidak memiliki Bluetooth. Padahal dibanding Wifi, Bluetooth justru lebih berguna karena mempermudah transfer file dan pairing dengan handphone.
Hanya Toshibe E800 versi Eropa yg dibekali bluetooth (tapi tanpa Wifi).
Toshiba lagi-lagi memaksa konsumen memilih salah satu antara Bluetooth atau WiFi. Hal ini tentu cukup mengecewakan mengingat kompetitornya menyediakan Bluetooth & WiFi sekaligus.
Apalagi dengan harga E800 yg mencapai 4,8 juta seharusnya kita mendapat WiFi+Bluetooth sekaligus.
Dell Axim X50v yg jauh lebih murah dan prosesornya jauh lebih kencang saja sudah dibekali WiFi+Bluetooth. Ipaq 4150 seharga 3,2 juta juga sudah dibekali WiFi+Bluetooth.
     Meski jaman sekarang CF card popularitasnya sudah tergusur oleh SD card, tapi masih banyak orang yg tidak mengikuti perkembangan jaman dan masih menganggap CF slot sedemikian pentingnya.
Buat orang yg masih masih mengagung-agungkan CF slot, Toshiba E800 menyediakan CF slot dan tentunya SD slot juga .
Kebutuhan akan adanya CF slot untuk keperluan Video-Out (presentasi) sebenarnya tak diperlukan lagi karena Toshiba E800 sudah memiliki asesori optional berupa port replicator yg dinamakan "Presentation Pack" yg ditancapkan di konektor data (di bawah). Resolusi output Presentation Pack tsb adalah 800x600.
Namun mengingat Toshiba E800 tak memiliki Bluetooth, adanya CF slot mungkin jadi berguna untuk dipasangi CF Bluetooth. Tapi ini tentu cukup konyol sebab PocketPC kacangan saja jaman sekarang sudah memiliki built-in Bluetooth.
     Salah satu keunggulan utama PocketPC Toshiba adalah disediakannya feature USB Host. Dengan adanya feature ini, kita bisa menancapakan peripheral USB pada E800 setelah menambahkan kabel connector tambahan. Peripheral USB Thumbdrive adalah salah satu peripheral storage yg dapat langsung ter-detect tanpa driver. Sedangkan USB keyboard dan peripheral USB lainnya memerlukan driver tambahan.
     Seperti kebanyakan PocketPC pada umumnya, Toshiba E800 dilengkapi joypad dan 5 default Button. Namun juga terdapat jog-dial di disi samping kiri untuk membantu navigasi di dalam menu.
Pada bagian bawah E800 terdapat switch untuk hard-reset dan juga switch untuk mengaktifkan Wireles Module (WiFi).
Toshiba tampakanya bertahan dgn tradisi untuk menggunakan hardware switch dalam mengaktifkan WiFi/Bluetoothnya. Berbeda dgn Ipaq yg semuanya dikontrol secara software.
Ini tak lain karena Toshiba menggunakan driver buatan sendiri untuk WiFi dan Bluetoothnya (pada E800 versi Bluetooth).

Toshiba E800 merupakan PocketPC yg harus dijauhi para gamer. Ini karena tombolnya tidak mendukukung mutiple button press, yg artinya bila joypad sedang ditekan maka penekan tombol lain tak akan memberikan reaksi spontan. Ini tentu cukup konyol karena merupakan problem serupa yg juga ditemukan pada PocketPC jaman purba seperti Ipaq 3600. Tampaknya Toshiba tidak pernah belajar dari kesalahan di masa lalu.
Selain itu, bentuk joypad E800 sangat tidak enak untuk dipakai main game. Belum lagi posisi tombol di sekitar joypad sangat berdekatan sehingga akan menyulitkan ketika dipakai bermain game.
Meski ke-4 tombolnya tidak gamer-friendly, namun pada setiap tombol tersebut terdapat LED biru yg menandakan fungsi ketika menjalankan Windows Media Player. Ini tentu merupakan nilai plus bagi pengguna yg ingin menggunakan E800 sebagai portable music player, karena kita dapat mengontrol Windows Media Player lewat tombol-tombol tsb.
     Dalam hal audio, Toshiba juga tak mau kalah oleh Ipaq. E800 juga dibekali feature pengaturan treble & bass seperti halnya Ipaq. Volume earphone dan speaker juga bisa diatur terpisah. Bahkan hebatnya lagi, volume earphone kiri & kanan dapat diatur terpisah, ini merupakan inovasi baru yg mungkin berguna buat pengguna yg salah satu telinganya agak tuli karena terlalu sering mendengar suara ledakan bom di Ibu Kota.
Jack earphone yg digunakan berukuran standard 3.5mm, ini berarti anda dapat menggunakan berbagai macam earphone yg ada di pasaran.

Performa
Untuk sebuah PocketPC seharga hampir 5 juta, mungkin anda mengharapkan performa yg cepat. Jawabannya adalah SALAH BESAR.
Sebab Toshiba E800 termasuk kategori PocketPC yg sangat lamban. Ini tak lain karena prosesor yg digunakan cuma Intel XScale PXA363 400MHz. Untuk kategori PocketPC dengan layar VGA, kecepatan 400MHz terlalu lambat.
Toshiba E800 bahkan boleh dibilang sebagai PocketPC VGA yg paling pelan. Sebab Ipaq hx4700 dan Dell Axim X50V sudah menggunakan prosesor generasi baru, yaitu Intel XScale PXA270 624MHz.
Tampaknya ambisi Toshiba dalam melahirkan PocketPC VGA pertama di dunia justru menjadi bumerang, karena akhirnya E800 malah menjadi yg terlamban di antara yg lain.
     Meski E800 dibekali chip grafis ATI Imageon dengan VRAM 2MB, namun dalam hal performa grafis terbilang sangat lambat. Secara umum performa PocketPC berlayar VGA (640x480) memang akan lebih lambat drpd performa PocketPC berlayar QVGA (320x240).
Cukup banyak pula aplikasi yg belum mensupport resolusi VGA (640x480). Kebanyakan yg mendapat masalah adalah game. Biasanya game yg tidak mendukung resolusi VGA akan berjalan 2X lebih lambat karena terjadi "pixel doubling". Selain itu tampilan aplikasi/game yg aslinya dirancang untuk 320x240 akan terkesan "blur" karena mengalami "stretching" ke ukuran layar VGA yg lebar (4").
Kelambanan yg dapat langsung terasa adalah ketika membuka beberapa windows (dalam resosusi VGA). Tampilan windows akan terasa lambat sewaktu dirender di layar, seolah hardware yg ada kurang bertenaga untuk bekerja pada resolusi VGA.
Di kategori PocketPCVGA, performa grafis E800 masih dibawah Dell Axim X50V, dan bahkan tertinggal jauh oleh Ipaq hx4700 yg menggunakan chip grafis ATI Imageon 3220.
Namun secara umum performa grafis PocketPC berlayar VGA masih sangat jauh dibawah Ipaq 1940, 4150, dan O2 XDA II.
     Dalam hal kinerja file system, E800 memberikan prestasi yg cukup lumaya. Meski mustahil untuk mengalahkan kinerja file system PocketPC berprosesor Samsung (Ipaq 1940, rx 3417, rx 3715), namun performa E800 paling tidak mendekati O2 XDA II yg notabene prosesornya sama-sama Intel XScale PXA263 400MHz. 

Memory
Di kategori PocketPC berlayar VGA, Toshiba E800 adalah satu-satunya yg memiliki jumlah RAM terbanyak, yaitu 128MB.
Safe storage yg tersedia ukurannya 31MB.
File yg disimpan pada safe storage ini tidak akan hilang bila anda kehabisan batere atau melakukan hard-reset.

Layar
Toshiba E800 menggunakan layar VGA (640x480) jenis transflective TFT 65.000 color (16bit) berukuran 4". Brightness & contrastnya cukup bagus dan bila dilihat dari sudut arah bawah tidak terlihat menguning seperti pada layar Ipaq 1940 dan 4150.
Tingkat brightness dapat diatur dalam 10 level. Terdapat pula option Auto Control Brightness & Contrast sehingga tingkat brightness dapat menyesuaikan dengan kondisi batere (akan makin redup bila batere mau habis), ini tentu dgn maksud untuk menghemat batere.
Tampilan layar E800 tetap jelas terlihat meski di bawah sinar matahari.

Batere
Toshiba E800 menggunakan batere jenis Lithium Ion 1320mAh. Jenisnya removable sehingga anda dapat dengan mudah mengganti batere layaknya mengganti batere handphone.
PocketPC ini juga dibekali backup batere NiMH yg berfungsi agar data di memory tidak hilang ketika batere utama habis.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Toshiba E800 cuma mampu bertahan selama 3 jam. Bila WiFi aktif, tentu daya tahan baterenya di bawah 3 jam.
Untuk ukuran batere 1320mAh, daya tahan batere dibawah 3 jam tergolong sangat boros. Ini mungkin karena layar VGA 4" yg digunakannya yg tentu saja lebih menguras batere drpd layar QVGA 3.5" yg umum digunakan pada PocketPC lainnya.
Namun dalam sejarah PocketPC Toshiba, daya tahan baterenya rata-rata memang kurang bagus. Diantaranya adalah Audiovox Thera yg juga buatan Toshiba.

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 Second Edition. OS ini sudah mendukung perubahan tampilan layar ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu melakukan soft-restart).

PLUS
- Layar VGA 4"
- RAM 128MB
- Ada asesori optional Presentation Pack (Video out) untuk presentasi dgn resolusi output 800x600
- Ada WiFi

MINUS
- Tidak ada Bluetooth
- Ukuran besar
- Tampilan aplikasi yg belum mendukung resolusi VGA akan terlihat kurang tajam (agak blur)
- Perfoma grafis sangat pelan karena masih belum banyak software yg dioptimalkan untuk resolusi VGA

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ 5550   (baru : Rp. 5 juta , bekas : 3 juta)

UKURAN SPEK:
Panjang: 138 mm
Lebar:
84 mm
Tebal: 16 mm
Berat:
207 gram
CPU: Intel PXA255 400Mhz
RAM: 128MB  ROM:48MB StrataFlash
Ipaq safe storage: 17MB
OS: WM 2003 Premium Edition
Feature: SD (SDIO), iR,  WiFi,  

              Bluetooth (class 2)
              Biometric Finger Scanner

Ipaq 5550 pada dasarnya sama degan Ipaq 5450. Oleh karena itu bentuknya sama persis. Selain itu Ipaq 5450 juga mewarisi segala keburukan yg ada pada 5450.
Harus diakui bahwa Ipaq 5450 adalah produk yg kurang laku di pasaran, dan besar kemungkinan Ipaq 5550 adalah sisa stok 5450 yg dicoba lagi untuk dipasarkan dgn dibekali nama baru, OS baru dan memory yg lebih besar.

Ukuran
Ukurannya super-bongsor & super-berat seperti pendahulunya (Ipaq 5450).
Di jaman sekarang dimana sebagian besar PocketPC terbaru berukuran mungil & ringan, maka membawa Ipaq 5550 yg bongsor adalah suatu tindakan tolol, karena anda hanya akan dijadikan bahan tertawaan oleh rekan anda.
Segala feature yg ada pada Ipaq 5550 langsung terasa sia-sia karena ukurannya yg besar.
Dengan bobot 207gr (sama dengan Ipaq 5450), Ipaq 5550 boleh dibilang sebagai sebagai PocketPC terberat di muka bumi.

Feature
Dibanding Ipaq 5450, tidak ada feature yg ditambahkan pada Ipaq 5550. Yang ada justru pengurangan feature, yaitu Infrared standar Consumer IR yg semula ada pada Ipaq 5450 justru dihilangkan, sehingga anda tidak bisa menggunakan Ipaq 5550 sebagai remote control.
Bluetooth yg digunakan juga masih class 2 yg berarti radiusnya pendek.
     Dalam hal audio, Ipaq 5550 tidak dibekali setting yg komplit. Padahal Ipaq 1940 yg murah meriah saja memilikinya setting audio yg super komplit.
Sama seperti Ipaq 5450, Ipaq 5550 juga tidak memiliki setting bass & treble, yg ada hanyalah setting "bass boost" dalam 4 level. Selain itu kualitas suara yg dihasilkan via earphone kurang bersih, atau dengan kata lain ada noise/hiss yg dihasilkan.

Performa
Ipaq 5550 menggunakan prosesor PXA255 400Mhz yg performanya jauh lebih tinggi drpd PXA250 400Mhz yg digunakan pada Ipaq 5450.
Meski kecepatannya sama-sama 400MHz, namun PXA250 berjalan pada bus clock (FSB) 100MHz, sedangkan PXA255 berjalan pada FSB 200MHz. Selain itu PXA255 lebih hemat energi dibanding PXA250.
     Namun Ipaq 5550 masih saja menggunakan chip grafis purbakala yg lamban (MediaQ) sama seperti Ipaq 5450. Akibatnya kinerjanya secara overall masih saja buruk seperti pendahulunya.
Dalam hal grafis, PocketPC seharga 5 juta bahkan mampu dikalahkan oleh Ipaq 3600 yg notabene merupakan PocketPC generasi purbakala.
Ipaq 1940 yg notabene PocketPC murah meriah performa grafisnya hampir 6X lebih cepat drpd Ipaq 5550.

     Kinerja file system Ipaq 5550 juga tergolong lamban, bahkan jauh dibawah Ipaq 1940 yg harganya cuma setengahnya.
Ipaq 4150 yg harganya jauh lebih murah dan juga memiilki Wifi jelas mengalahkan Ipaq 5550 dalam segala hal (lebih tipis & lebih kencang)
     Untuk sebuah PocketPC yg masih mengusung feature & performa purbakala, Ipaq 5550 jelas tak layak dibeli. Dengan tambahan dana sedikit saja anda sudah bisa mendapat PDA Phone O2 XDA II yg lebih powerful ataupun PocketPC yg sudah menggunakan layar VGA seperti Toshiba E800 ataupun Ipaq hx4700 yg bahkan sudah dibekali prosesor XScale 624MHz tipe terbaru.

Memory
HP membekali Ipaq 5550 dgn RAM sebesar 128MB (126MB user accessible), ini supaya Ipaq 5550 terlihat lebih superior dibanding Ipaq 5450 (cuma 64MB). Safe Storage yg disediakan sebesar 17MB
Namun dengan harga Ipaq 5550 yg mencapai 5 juta, daya tariknya menjadi tidak terlalu besar lagi.
     Ipaq 5550 menggunakan ROM 48MB jenis Intel Strata Flash, bukan NAND Flash yg umum digunakan pada kebanyakan PocketPC.
Penggunaan ROM jenis Intel Strata Flash membuat file OS Windows tak perlu di-copy ke RAM dulu, sehingga kapasitas RAM menjadi bertambah. Pada Pocket PC dengan jenis ROM NAND Flash, file OS Windows harus dipindah ke RAM dulu karena performa ROM NAND Flash terlalu lambat untuk menjalankan OS.

Layar
Ipaq 5550 mengunakan layar berukuran 3.8" yg sama dengan Ipaq 5450. Tidak ada yg berbeda kecuali harga Ipaq 5550 yg lebih mahal 2X lipat.
Tampilan layarnya juga agak menguning bila dilihat miring dari arah bawah, meski tidak terlalu menguning seperti layar Ipaq 1940.
Tingkat brightness dapat diatur dalam 20 level, selain itu terdapat setting "auto brightness" yg dapat menyesuaikan cahaya backlight dengan kondisi cahaya di sekitar (akan makin terang bila situasi di sekitar terang), ini tentu dgn maksud agar kita selalu dapat melihat layar dgn jelas dalam kondisi apapun.
Seperti semua seri Ipaq lainnya, tampilan layar Ipaq 5550 tetap jelas terlihat meski di bawah sinar matahari.

Batere
Ipaq 5550 menggunakan batere removable Lithium Polymer 1250mAh. Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Ipaq 5550 mampu bertahan selama 3,5 jam. Sedangkan bila bluetooth+wifi ikut diaktifkan, durasinya menjadi dibawah 3 jam.

OS
Salah satu faktor utama yg membuat kinerja Ipaq 5550 terasa lebih responsif dibanding Ipaq 5450 adalah Operating system yg digunakan pada Ipaq 5550 sudah menggunakan Windows Mobile 2003 Premium Edition. Sedangkan Ipaq 5450 masih menggunkan WM2002.

PLUS
- Kinerja prosesor sangat bagus
- Ada bluetooth+WiFi
- Ada Biometric Thermal Fingerprint Scanner
- Batere removable
- Layar besar (3.8")

MINUS
- Ukuran sangat besar & berat
- Kinerja grafis sangat buruk
- Harga sangat mahal (sama dengan harga PDA Phone)
- Kurang laku di pasaran
- Tidak layak dibeli (karena ada Ipaq 4150 yg jauh lebih unggul & jauh lebih murah)

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ hx4700   (baru : Rp. 5,7 juta , bekas : ---- )

UKURAN SPEK:
Panjang: 131 mm
Lebar:
77 mm
Tebal: 15 mm
Berat: 187 gram
CPU: Intel PXA270 624Mhz
RAM: 64MB             ROM: 128MB
Safe Storage: 85MB
OS: WM 2003 Second Edition
Feature: SD (SDIO), FiR
, WiFi, USB 2
            Bluetooth 1.2, VGA 640x480 

Pada tahun 2004 ini, HP memang memutuskan lebih banyak menggunakan prosesor Samsung untuk seri Ipaqnya. Ini karena HP merasa performa prosesor Intel tidak sebanding dgn harganya yg diatas harga prosesor Samsung. HP tahu bagaimanapun juga harga juga menentukan sukses tidaknya sebuah produk di pasaran.
Kesuksesan Ipaq 1940 juga ujung-ujungnya dikarenakan harga yg murah dan performa yg tinggi.
HP berharap kesuksesan itu diulang oleh seri rx3400 & rx 3700 yg menggunakan prosesor Samsung.
Namun HP masih mau menggunakan prosesor Intel, tapi hanya pada satu jenis produknya saja, yaitu hx4700.

     Prosesor yg digunakan pada hx4700 adalah adalah prosesor tercepat & terbaru Intel yaitu Intel XScale PXA270 "Bulverde" yg berjalan di 624MHz.
Sedangkan chip grafis yg digunakan adalah ATI Imageon 3220 yg dirancang khusus untuk meningkatkan kinerja grafis pada layar VGA 640x480.
Selain layar VGA, salah satu inovasi utama pada hx4700 adalah digunakannya touchpad untuk menggantikan joypad. Meski touchpad pada PocketPC merupakan inovasi, namun hal ini harus dibayar dgn problem kompatibilitas dgn beberapa game yg lebih "joypad friendly".
     Ipaq hx4700 memang hanya ditujukan bagi orang yg mendambakan feature terbaru tanpa peduli masalah harga ataupun feature multimedia yg komplit. Sebab feature hx4700 terbukti masih kalah lengkap dibanding seri rx 3400/3700, ini tentu demi menjaga agar harga jualnya tidak menjadi lebih tinggi lagi.
Oleh karena itu kesuksesan hx4700 ini di pasaran cukup diragukan. Apalagi distributor HP di Indonesia juga cukup takut mendatangkan barang ini. Bila berminat anda harus pesan dulu.
Tidak hanya di Indonesia, di Amerika sekalipun orang harus pesan dulu bila memang berminat.

Ukuran
Ukuran Ipaq rx4700 terlihat besar. Ini karena layar VGA 4" yg digunakannya.
Meski demikian, ukuran rx4700 masih lebih kecil & lebih ringan dibanding Ipaq 5450/5550 yg notabene menggunakan layar yg lebih kecil (3.7") dan belum mendukung resolusi VGA (640x480).
Ipaq hx4700 juga sedikit lebih kecil dibanding Toshiba E800 yg sama-sama berlayar VGA 4".
Panjang hx4700 hampir sama dengan O2 XDA II, meski masih jauh lebih lebar.
     Casing hx4700 terbuat dari magnesium-alloy yg membuatnya kokoh namun ringan, meski mungkin akan lebih ringan lagi seandainya casingnya terbuat dari plastik.
Dipilihnya wana gelap (metallic charcoal grey) untuk hx4700 tentu dengan tujuan supaya bentuknya terlihat lebih kecil drpd ukuran sebenarnya.
     Ipaq hx4700 dilengkapi plastik transparan penutup layar yg dapat dilepas (removable). Idenya mungkin berasal dari penutup layar Ipaq 3800

Feature
Layar VGA 4" merupakan feature unggulan Ipaq hx4700.
Namun perlu diketahui bahwa penggunaan resolusi VGA 640x480 membuat tulisan jadi benar-benar kecil. Sehingga beberapa orang pengidap katarak mungkin akan menganggapnya sulit dibaca, namun bagi saya tampilan VGA justru lebih enak dilihat karena halaman website jadi tampil penuh.
Secara default, resolusi yg dipakai bukanlah resolusi "Real VGA" (640x480), tapi resolusi "Microsoft VGA" yg membuat tulisan tidak terlalu kecil dan sepintas hampir mirip resolusi standard QVGA (320x240). Untuk merubah ke resolusi "Real VGA" (640x480) dapat digunakan software tambahan, yaitu SE_VGA.

     Berbeda dengan Toshiba E800 yg hanya menawarkan opsi WiFi saja atau Bluetooth saja, Ipaq hx4700 menawarkan kedua feature tsb sekaligus.
Tak hanya itu, Bluetooth yg digunakan adah versi 1.2 yg berati mendukung "Frequency Hopping". Ini berarti Bluetooth dan WiFi yg notabene frekuensinya sama-sama 2.4GHz dapat digunakan sekaligus secara bersamaan.
Sama seperti pada Ipaq 6365, bluetooth pada Ipaq hx4700 juga mendukung "Bluetooth Audio", sehingga anda dapat mendengarkan musik dan system sound menggunakan headset bluetooth.
     Ipaq hx4700 dibekali infrared jenis FiR yg berkecepatan 4 Mbps. Secara teori, transfer rate FiR lebih cepat drpd Bluetooth (1Mbps), dan jauh lebih cepat drpd Infrared standard (SiR) yg cuma 115Kbps. Kebanyakan infrared pada notebook mensupport FiR, sehingga anda dapt menggunakannya untuk transfer data kecepatan tinggi dgn Ipaq hx4700. Dalam prakteknya untuk mentransfer file sebesar 3MB memakan waktu cuma 12 detik.
Infrared hx4700 juga mendukung Consumer IR, sehingga dengan menggunakan sofware remote control anda bisa mengendalikan berbagi macam perangkat elektronik lainnya.
Selain infrared kecepatan tinggi, connector data pada hx4700 juga sudah mendukung USB 2. Ini berarti transfer data via USB antara hx4700 dan PC dapat berlangsung lebih cepat.
Cukup disayangkan Ipaq lagi-lagi tak mau menerapakan feature USB Host yg umum ditemukan pada PocketPC buatan Toshiba & Acer. Sehingga kita tidak bisa menancapkan peripheral USB pada hx4700.
     Untuk memudahkan koneksi ke internet menggunakan handphone, Ipaq hx4700 memilki utility bernama BT PhoneManager. Dengan utility ini anda dapat dengan mudah memilih jenis handphone yg akan digunakan untuk pairing. Ada berbagai pilihan handphone dengan merk populer seperti Sony Ericsson, Nokia, Siemens, dsb.
     Seperti halnya Toshiba E800, Ipaq hx4700 juga dibekali CF slot. Meski jaman sekarang CF card popularitasnya sudah tergusur oleh SD card, tapi masih banyak orang yg tidak mengikuti perkembangan jaman dan masih menganggap CF slot sedemikian pentingnya.
Buat orang yg masih masih mengagung-agungkan CF slot, Ipaq hx4700 menyediakan CF slot (type I/II) dan tentunya SD slot juga.
Apalagi mengingat Ipaq hx4700 tidak menyediakan expansion "video-out" optional seperti yg ada pada Toshiba E800, Dell Axim X50V, dan O2 XDA II, maka keberadaan CF slot pada hx4700 dapat berguna untuk dipasangi CF video-out seperti misal: Margi Presenter-To-Go.
     Salah satu inovasi yg dibawa Ipaq hx4700 adalah digunakannya touchpad sebagai pengganti joypad.
Ipaq hx4700 menggunakan touchpad buatan Synaptics yg sangat populer digunakan pada berbagai macam notebook.
Touchpad pada hx4700 ini dapat digunakan dalam 2 mode. Mode pertama yaitu berfungsi seperti joypad, dan mode kedua adalah Cursor Mode.
Sebagai pengganti fungsi joypad, touchpad sungguh tak nyaman digunakan. Game-game lebih mudah dimainkan dengan joypad betulan drpd dgn touchpad. Ketika berfungsi seperti joypad, touchpad hx4700 tidak mendukung arah diagonal. Ini tentu sesuatu hal yg bakal mengecewakan para gamer.
Sedangkan pada cursor mode, anda dapat mengoperasikan dengan arrow-cursor persis seperti pengoperasian touchpad di notebook.
Pada pengoperasian dengan cursor mode, anda tak perlu menggunakan stylus. Anda tentu juga dapat menutup screen cover karena tak perlu lagi menyentuh layar.
Namun bagaimanapun juga pengoperasian dgn stylus lebih cepat & efisien drpd dgn arrow-cursor.
     Ipaq hx4700 diarahkan untuk market segmen corporate, sehingga dibekali beberapa feature security yaitu data encryption dan sistem password yg semakin ditingkatkan.
Anda dapat melakukan enkripsi data menggunakan utility HP ProtectTools. Setiap file dapat dienkripsi atu anda juga bisa membuat folder khusu yg akan langsung meng-enkripsi semua file yg dimasukkanke dalamnya. Demi meningkatkan keamanan, percobaan pengulangan password yg salah bisa mengakibatkan hancurnya file penting tersebut. Selain itu anda juga dapat memilih 2 macam respon dari kesalahan akibat input password yg salah, yaitu permintaan input ulang atau melakukan hard reset. Hard reset akibat kesalahan password akan menghapus seluruh data yg ada di device, termasuk yg ada di safe storage (Ipaq file store). Sehingga bila hx4700 anda dicuri orang, maka data-data penmting perusahaan tak akan jatuh ke tangan orang lain.
     Dalam hal audio, Ipaq adalah rajanya. Pada hx4700 feature audio semakin ditingkatkan.
Kualitas suara dapat diatur menggunakan 5-way graphic equaliser, dengan tingkat pengaturan sebanyak 16 level di tiap channel-nya. Anda dapat memilih pula beberapa preset setting seperti Rock dan Dance.
Hebatnya, dalam kondisi equalizer active maupun non-active, suara yg dihasilkan melalui earphone selalu bebas noise. Jack yg digunakan adalah ukuran standard 3.5mm, jadi anda bisa bebas menggunakan berbagai macam earphone yg banyak ditemukan di pasaran.

Posisi Integrated speaker terletak di atas layar. Seperti semua PocketPC lainnya, kualitas suara integrated speaker pasti biasa-biasa saja.

Performa
Ipaq hx4700 menggunakan prosesor Intel generasi terbaru & tercepat, yaitu Intel XScale PXA270 "Bulverde" 624MHz.
Prosesor ini telah dibekali 2 teknologi baru yaitu SpeedStep dan Wireless MMX, sehingga lebih efisien dalam konsumsi batere dan lebih optimal dalam performa multimedia.
Teknologi SpeedStep yg digunakan pada PocketPC ini sama seperti yg telah digunakan pada notebook ber-prosesor intel.
Dengan teknologi SpeedStep, maka konsumsi daya akan disesuaikan secara dinamis tergantung dari aplikasi.
Teknologi Wireless MMX juga memungkinkan optimalisasi performa multimedia tanpa harus boros batere.
Oleh karena itu dalam hal perfoma dan konsumsi daya , Ipaq hx4700 jelas lebih cepat & lebih irit batere drpd Toshiba E800 yg notabene masih menggunakan prosesor Intel generasi sebelumnya (XScale PXA263).

     Ipaq hx4700 dibekali chip grafis ATI Imageon 3220. Untuk saat ini ATI Imageon adalah chip grafis yg paling cepat dalam menjalankan video dan paling didukung oleh software video player.
BetaPlayer dan PocketTV adalah sofware video player terpopuler yg jelas-jelas mendukung optimalisasi chip ATI Imageon.
Oleh karena itu pula Toshiba E800 dan O2 XDAII juga menggunakan chip grafis ATI Imageon (meski tipenya agak berbeda).
Meksi telh dibekali chip ATI Imageon, namun secara umum performa PocketPC berlayar VGA (640x480) memang akan lebih lambat drpd performa PocketPC berlayar QVGA (320x240).
Cukup banyak pula aplikasi yg belum mensupport resolusi VGA (640x480). Kebanyakan yg mendapat masalah adalah game. Biasanya game yg tidak mendukung resolusi VGA akan berjalan 2X lebih lambat karena terjadi "pixel doubling". Selain itu tampilan aplikasi/game yg aslinya dirancang untuk 320x240 akan terkesan "blur" karena mengalami "stretching" ke ukuran layar VGA yg lebar (4").
Kelambanan yg dapat langsung terasa adalah ketika membuka beberapa windows (dalam resosusi VGA). Tampilan windows akan terasa lambat sewaktu dirender di layar, seolah hardware yg ada kurang bertenaga untuk bekerja pada resolusi VGA.
Di kategori PocketPC VGA, performa grafis hx4700 adalah yg paling tinggi.
Namun secara umum performa grafis PocketPC berlayar VGA masih sangat jauh dibawah Ipaq 1940, 4150, dan O2 XDA II.
     Dalam hal kinerja file system, Ipaq hx4700 tergolong cukup cepat. Ini tentu berkat prosesor PXA270 624MHz yg digunakan. Meski demikian hx4700 masih harus kalah tipis oleh Ipaq rx3715.
Memag harus diakui bahwa prosesor Samsung adalah raja dalam hal kinerja file system. Sehingga prosesor Intel 624Mhz sekalipun masih belum sanggup mengalahkan kinerja file system Samsung 400MHz.

Memory
Untuk sebuah PocketPC standalone termahal di dunia, jumlah RAM cuma 64MB (47MB user accesible) tentu amat sangat mengecewakan. Apalagi dengan harga setara hx4700 anda bisa mendapat PocketPC Phone O2 XDA II dgn RAM 128MB.
HP mencoba menebus kekurangan RAM dengan memberikan kapasitas safe storage yg terbesar di dunia, yaitu 85MB. Jenis flash memory yg digunakan safe storage tsb yaitu Intel Strata Flash yg lebih cepat drpd NAND flash yg umum digunakan pada safe strogae PocketPC lainnya.
Namun bagaimanapun juga kecepatan safe storage Intel Strata Flash tidak akan secepat RAM, dan safe storage bukan dipakai untuk menjalankan system, tapi hanya sekedar storage belaka.

Layar
Ipaq hx4700  menggunakan layar VGA (640x480) jenis transflective TFT 65.000 color (16bit) berukuran 4".
Seperti seri-seri Ipaq sebelumnya, hx4700 menggunakan layar dgn kualitas terbaik, yaitu LCD buatan Sony. Namun ciri khas LCD buatan Sony ini adalah agak menguning bila dilihat miring dari arah bawah, namun memiliki lebar viewing angle yg sangat bagus. Selain itu permukaan LCD buatan Sony sangat empuk sehingga nyaman digunakan.
Tampilan layar hx4700 cukup terang & tajam. Tingkat brightness dapat diatur dalam 52 level. Namun tidak terdapat setting untuk mengatur tingkat contrast, tidak seperti layar Toshiba E800 yg dapat diatur brightness dan contrast-nya.
Meski demikian pada software-software movie player biasanya terdapat setting untuk pengaturan contrast.

Seperti seri Ipaq 3900, terdapat setting "auto brightness" yg dapat menyesuaikan cahaya backlight dengan kondisi cahaya di sekitar (akan makin terang bila situasi di sekitar terang), ini tentu dgn maksud agar kita selalu dapat melihat layar dgn jelas dalam kondisi apapun.
Seperti semua seri Ipaq lainnya, tampilan layar rx4700 tetap jelas terlihat meski di bawah sinar matahari.

Batere
Ipaq hx4700 menggunakan batere jenis Lithium Ion 1800mAh. Jenisnya removable sehingga anda dapat dengan mudah mengganti batere layaknya mengganti batere handphone.
PocketPC ini juga dibekali backup batere NiMH yg berfungsi agar data di memory tidak hilang ketika batere utama habis.
Ipaq hx4700 juga memiliki option untuk mengatur kecepatan charging batere via USB.
Harus dimaklumi bahwa layar VGA lebih menyedot batere lebih cepat drpd layar QVGA, Namun hx4700 mampu membuktikan bahva PocketPC berlayar VGA tak harus menjadi sangat boros batere.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal dan Bluetooth aktif, Ipaq hx4700 mampu bertahan selama 4,5 jam. Bila Bluetooth & Wifi dimatikan hx4700 mampu berlaga hingga 5 jam.
Ini berarti hx4700 adalah yg paling hemat batere (tapi paling powerful) di kategori PocketPC berlayar VGA. (Toshiba E800 cuma mampu bertahan dibawah 3 jam).
Bagi yg masih merasa kurang puas dgn daya tahan batere standard hx4700, HP juga menyediakan batere optional berkapasitas 3600mAh yg harganya sekitar Rp.1 juta.

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 Second Edition. OS ini sudah mendukung resolusi VGA dan perubahan tampilan layar ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu melakukan soft-restart).

PLUS
- Layar VGA 4"
- Prosesor terbaru & tercepat (Intel PXA270 624Mhz)
- Chip grafis ATI Imageon 3220
- Kapasitas Safe Storage sangat besar (85MB)
- Touchpad mendukung 2 mode (mode joypad & mode cursor ala notebook)
- WiFi + Bluetooth
- Bluetooth versi 1.2 (support frequency hopping)
- USB 2
- Infrared jenis FiR 4Mbps
- Consumer IR (bisa dipakai untuk remote control alat-alat elektronik)
- Feature security ditingkattkan

MINUS
- Pocket PC (non-Phone) dengan harga termahal di dunia
- Pocket PC high-end tapi RAM cuma 64MB
- ATI Imageon 3220 tidak dibekali 3D accelerator
- Penggunaan Touchpad tidak ideal untuk game
- Harga mahal tapi tidak ada Camera
- Harga mahal tapi tidak ada Phone
- Tampilan aplikasi yg belum mendukung resolusi VGA akan terlihat kurang tajam (agak blur)
- Perfoma grafis sangat pelan karena masih belum banyak software yg dioptimalkan untuk resolusi VGA

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ 6365   (baru : Rp. 5,6 juta , bekas : 4,7 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 119 mm
Lebar: 75 mm
Tebal:
19 mm
Berat: 190 gram
CPU: Ti OMAP1510 200MHz
RAM: 64MB             ROM: 64MB
NAND Flash: 20MB (storage)
OS: WM 2003 Phone Edition
Feature: SD (SDIO), iR, Bluetooth 1.2,

      WiFi (802.11b), Camera 0.3MP,
      Thumb Keyboard,
      GSM quad-band GPRS (64 Kbps)

Memang enak bila punya merk yg sudah terkenal. Produk apa saja yg dikeluarkan pasti bakal diserbu pembeli.
Itulah Ipaq. Merk Ipaq ibarat Aqua di segmen air mineral dan Toyota Kijang di segmen mobil.
Ipaq memang rajanya Pocket PC, tapi selama ini belum pernah meluncurkan PocketPC Phone. Namun begitu mereka melakukannya di tahun 2004 ini peluncurannya boleh dibilang sangat sukses.
     Kompetitor yg paling terpukul dengan kehadiran Ipaq 6365 adalah O2 XDA II dan juga smartphone Sony Ericsson P910. Apalagi harga O2 XDA II semula sangat tinggi (6,8 juta) dan SE P910 bahkan mencapai 7 juta, sedangkan Ipaq 6365 diluncurkan dgn harga cuma 5,5 juta saja.
     Kalau mau bicara soal feature & performance, jelas Sony Ericsson P910 yg tergolong di kategori smartphone pasti tidak ada apa-apanya dibanding PocketPC Phone seperti Ipaq 6365. Oleh karena itu peluncuran SE P910 juga terkesan tidak sesukses seri sebelumnya.
Sedangkan penjualan Ipaq 6365 justru laris manis bak kacang goreng. Namanya saja barang laku, dalam sekejap harga Ipaq 6365 yg pada awalnya cuma 5,5 juta sempat merangkak naik menjadi 6 juta, bahkan sempat sampai harus inden segala, seperti Honda Jazz yg laris manis itu.
Konyolnya lagi, dengan harga ngawur seperti itu, cukup banyak orang yg rela membelinya karena masih menganggap harganya masih lebih murah drpd harga O2 XDA II dan SE P910.
     Memang Ipaq 6365 memiliki keunggulan telak yg tidak dimiliki O2 XDA II, yaitu WiFi dan batere yg jauh lebih irit. Bagi sebagian besar pengguna PocketPC Phone, daya tahan batere memang lebih diutamakan dibanding performa.
Sony Ericsson P910 jelas bukan tandingan Ipaq 6365, sebab bagaimanapun juga SE P910 kodratnya adalah sebagai handphone yg tetap saja "tolol" dan fungsi serta softwarenya terbatas jika dibandingkan dgn PocketPC Phone seperti Ipaq 6365.
     Faktor keunggulan teknis dan harga yg lebih murah dibandingkan produk sejenis, jelas merupakan faktor yg membuat penjualan Ipaq 6365 meledak di pasaran.
Namun saya sendiri hanya bisa geleng-geleng melihat keuntungan yg diraup distributor Ipaq 6365 di Indonesia. Dengan harga jual "ngawur" yg bahkan pernah diatas 6 juta, distributor Ipaq di Indonesia pasti sekarang sedang berpesta-pora bergelimang harta sambil mereguk anggur kemenangan. Itulah enaknya menjual barang yg diminati orang.
     Namun satu hal yg membuat orang fanatik terhadap produk HP Ipaq adalah garansi HP Indonesia yg luar biasa bagus. Bila ada masalah barang langsung di-replace dengan baru.
Ini benar-benar kualitas pelayanan yg pantas mendapat acungan jempol. Bandingkan dengan garansi distributor O2 XDA II (Sistech Kharisma) yg sering dikeluhkan banyak orang.
Dalam hal garansi, bahkan Nokia Indonesia pun kalah oleh HP Indonesia.
HP Indonesia mau menerima klaim semua produk HP yg dibeli dimanapun sekalipun di luar negeri, sedangkan Nokia hanya mau menerima klaim untuk Nokia yg dibeli dari distributor yg mereka tunjuk saja.

Ukuran
Salah satu faktor yg membuat orang melirik Ipaq 6365 adalah ukurannya yg kecil. Ukuran fisiknya sepintas mirip dgn Ipaq 2210.
Meski Ipaq 6365 memiliki antena yg mencuat keluar, namun Ipaq 6365 lebih pendek dibanding O2 XDA II.
Ukuran yg pendek sangat penting karena dengan begitu Ipaq 6365 dapat tenggelam dalam saku depan kemeja anda. Sedangkan ukuran O2 XDA II yg panjang justru dapat membuatnya mencuat dari saku depan kemeja, sehingga dapat saja dgn mudah terjatuh dari saku bila anda membungkuk.
Meski bentuk Ipaq 6365 terkesan simple , namun cukup elegan dgn lapisan karet (rubber grip) di sisi samping yg membuatnya mantap di genggaman.

Feature
Pada saat artikel ini ditulis, Ipaq 6365 adalah satu-satunya PocketPC Phone dengan feature terlengkap didunia.
Penerus O2 XDA II, yaitu XDA IIs yg featurenya juga lengkap belum beredar ketika Ipaq 6365 diluncurkan. Sehingga momen ini dimanfaatkan oleh Ipaq 6365.
     Quadband GSM Phone, WiFi, Bluetooth, Camera 0.3MP, Thumb Board, semuanya ada pada Ipaq 6365.
Tidak hanya itu, Ipaq 6365 menggunakan teknologi WANDA yg dikembangkan oleh Texas Instrument. Teknologi ini memiliki keunggulan dalam konsumsi daya Bluetooh & WiFi yg lebih irit, serta memungkinkan penggunaan Bluetooth+WifFi secara bersamaan tanpa gangguan interferensi. Atau dengan kata lain frekuensi Bluetoothnya memiliki kemampuan "frequency hopping", sehingga tidak akan konflik dgn WiFi yg frequencynya juga sama-sama 2.4GHz. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan Bluetooh & WiFi secara bersamaaan pada Ipaq 6365. Ini jelas mustahil bisa dilakukan pada PocketPC lain (kecuali Ipaq 4150 yg juga menggunakan teknologi WANDA).

Memang anda tidak dapat browsing internet dgn GPRS dan WiFi sekaligus, namun anda dapat menelpon sambil surfing internet (via WiFi) sekaligus pairing dgn device bluetooth (handsfree) dalam waktu yg bersamaan. Ini benar-benar luar biasa karena tidak ada yg bisa melakukan hal seperti ini selain Ipaq 6365.
     Selain itu setting bluetooth pada Ipaq 6365 memungkinkan kita untuk menggunakan handsfree bluetooth untuk mendengarkan file-file audio & musik, jadi handsfree tidak hanya berfungsi untuk pembicaraan telpon saja. Fungsi Voice command (voice dial) juga dapat dilakukan menggunakan handsfree bluetooth.
     Meski Ipaq 6365 dibekali camera VGA CMOS 0.3MP (resolusi max 640x480), namun sayangnya tidak ada feature video recording. Sehingga dalam hal ini O2 XDA II lebih unggul.
Selain itu hasil foto camera Ipaq 6365 juga cenderung gelap bila untuk memotret di ruang indoor atau ruang yg pencahayaannya kurang. Memang pada kondisi kurang pencahayaan hasil foto 6365 tidak berbintik-bintik (grainy) seperti pada hasil foto camera O2 XDA II, namun foto yg berbintik-bintik tentu masih mending drpd gelap total tanpa terlipat apa-apa
Untuk pemotretan dalam kondisi indoor, foto yg dihasilkan handphone Nokia seperti (Nokia 3650/3660/6600) jauh lebih baik drpd Ipaq 6365. Wajar saja, Nokia sudah tahunan berkutat di bidang mobile built-in camera, sedangkan HP baru pertama kali ini menerapkannya di Ipaq 6365.
Sedangkan dalan kondisi outdoor (pencahayaan baik), kualitas foto Ipaq 6365 juga masih kurang tajam, tidak sebaik hasil foto Samsung i700 dan O2 XDA II.
Namun yg paling parah dalam hal feature camera Ipaq 6365 adalah tampilan viewfinder-nya yg terpatah-patah. Selain itu tangan anda harus benar-benar diam sewaktu mengambil gambar. Bila tidak maka hasilnya kabur. Kekurangan seoperti ini jelas tidak ada pada O2 XDA II.
Untuk memotret anda dapat menggunakan tombol di samping kanan
bawah, atau dengan menjalankan aplikasi camera dari start menu. Anda dapat mengatur berbagai setting camera seperti exposure, color mode, digital zoom, compression & size, self timer, shutter sound, dan review window delay.
Secara umum feature camera pada Ipaq 6365 boleh dibilang tak berguna, sebab dalam prakteknya terlalu banyak kelemahannya. 
     Layaknya handphone Nokia, Ipaq 6365 juga memiliki setting pofile yg lengkap. Anda dapat membuat profil yg mengatur ringtone volume, vibrate , screen brightness, Wifi & bluetooth, power off setting, Sebagai misal bila di kantor anda menggunakan jaringan WiFi, anda dapat membuat nama profile "kantor" yg mengaktifkan WiFi, suara ringtone minim, screen brightness 50%, dsb.
     Untuk urusan audio, sudah menjadi tradisi bahwa Ipaq selalu berusaha memanjakan telinga pecinta musik. Untuk kualitas suara melalui earphone, anda dapat mengatur treble dan bass pada 4 tingkatan level. Meski tidak terdapat mode "Super Bass" seperti pada Ipaq 1940 dan 4150, namun adanya setting treble& bass ini sudah memadai, dan dalam hal ini Ipaq 6365 lebih unggul dibanding O2 XDA2 dan PocketPC Phone lainnya.
Ipaq 6365 dibekali jack earphone standar 3.5mm, sehingga anda dapat menggunakan berbagai macam jenis earphone di pasaran. Terdapat pula adaptor jack 3.5 mm ke 2.5mm sehingga anda dapat jugan menggunan headset standard handphone yg biasanya berukuran 2.5mm.
     Satu hal yg cukup dikeluhkan pengguna Ipaq 6365 adalah kecilnya volume phone & volume ringtone. Hal ini diperparah oleh lokasi speaker internal yg posisinya di bagian belakang.
Samsung i700, dan O2 XDA jauh lebih unggul dalam volume speaker internal ini. Bahkan Audiovox Thera memiliki suara speaker phone yg sangat keras.
Kecilnya volume phone & ringtone membuat anda harus selalu menggunakan headset & mode vibrate bila bepergian menggunakan Ipaq 6365. Sedangkan untuk microphone, sensitifitasnya cukup baik, dan posisinya tidak terhalang sekalipun dalam keadaan thumboard tertancap.

     Namun kekurangan yg paling fatal adalah ketidakmampuan Ipaq 6365 mengirim email dgn attachment (tapi menerima bisa). Beberapa pengguna bahkan ada yg sangat terpukul dengan adanya kekurangan seperti ini dan memutuskan untuk menjual lagi Ipaq 6365 yg baru beberapa hari dibelinya.
Namun HP baru-baru ini telah mengeluarkan Patch (Service Pack) untuk mengatasi bug tsb. Perhatikan bahwa file patch untuk Ipaq 6300 versi amerika (Ipaq 6315) berbeda dengan versi asia (Ipaq 6365). Jadi jangan salah download karena ukurannya cukup besar, yaitu 9MB.
   Selain bug email attachment, juga terdapat berbagai bug lain yang hingga artikel ini ditulis belum ada obatnya, bug tersebut yaitu SD Card yg kadang tidak terdeteksi. Supaya SD card terdeteksi lagi soft-reset harus dilakukan. Bug lainnya yaitu kadang muncul perintah untuk self-format SD card. Bila perintah seperti ini muncul, sebaiknya jangan lakukan sebab data anda bisa hilang.
Namun problem bug yg cukup fatal adalah respon penerimaan telpon yg lambat. Bila anda ditelpon oleh seseorang, maka Ipaq 6365 sering terlambat berdering. Ipaq 6365 baru berdering ketika penelpon sudah mendengar nada panggil berulang kali. Hal inilah yg menyebabkan seringnya terjadi missed call pada pengguna Ipaq 6365. Ini karena penelpon mengira telpon tidak diangkat. Lambatnya resapon penerimaan telpon ini mungkin disebabkan karena prosesor Ipaq 6365 yg lambat, atau mungkin juga karena bug.
     Dalam hal mengenali SIM Card, Ipaq 6365 hanya bisa melakukan automatic setting GPRS dengan operator Indosat IM3 dan Telkomsel saja (autosetting Access Point untuk Telkomsel juga harus dikoreksi manual karena salah).
Sedangkan bila anda memasukkan kartu ProXL, maka Ipaq 6365 akan menampilkan pesan SIM card tidak dikenal sehingga anda harus memasukkan setting GPRS secara manual. Namun setelah disetting manual untuk ProXL, seringkali Ipaq 6365 juga masih saja menampilkan pesan bahwa SIM card tidak dikenal dan ini sangat menjengkelkan. Tampaknya kita harus menunggu upgrade ROM berikutnya dari HP yg sudah mencantumkan setting preset GPRS untuk ProXL. Namun ProXL tetap harus disalahkan karena kartu mereka tidak dikenal dan tidak ada dalam daftar preset operator yg dibuat oleh HP, padahal Telkomsel dan IM3 ada. Di anak-tirikannya pengguna ProXL ini memang tidak aneh, sebab bila dibandingkan dgn nama besar Indosat IM3 & Telkomsel, ProXL memang kalah pamor sehingga dilupakan oleh HP dan akhirnya tidak disertakan pada ROM Ipaq 6365.
Yang jelas, bila anda adalah pengguna ProXL dan tak mau masalah, ganti saja SIM card ProXL anda dengan Indosat IM3. Dan lagi ProXL adalah operator yg tidak memiliki keunggulan apapun dibanding IM3 (Tarif GPRS ProXL juga hampir 3X lipat tarif IM3).
Malah tidak hanya menimpa pengguna ProXL saja. Meski Ipaq 6365 menyertakan setting auto prest untuk Telkomsel, namun ada kesalahan pada setting SMS centre. Akibatnya anda tak akan dapat mengirim SMS bila tidak dirubah dulu secara manual. Konyolnya lagi, Sim Card Telkomsel yg telah digunakan pada Ipaq 6365 jadi tidak bisa di dipakai untuk mengirim SMS ketika digunakan pada handphone lain. Anda harus memperbaiki setting SMS Centre di handphone tersebut. Ini merupakan problem yg aneh, karena seolah Ipaq 6365 bisa "merusak SIM Card" & "menularkan penyakit" ke handphone lain.

Performa
Dalam hal feature Ipaq 6365 memang unggul, namun dalam hal performa Ipaq 6365 sangat menyedihkan. Untuk ukuran PocketPC generasi 2004, Ipaq 6365 adalah yg performanya paling lambat. Bahkan performanya masih dibawah Ipaq generasi lawas.
Ini tak lain karena prosesor yg digunakannya adalah Ti OMAP1510 yg cuma berkecepatan 200MHz.
     Secara teknis prosesor Ti OMAP1510 200MHz merupakan prosesor "dual-core". Core pertama berfungsi meng-handle general task & operating system, core ini sifatnya ARM-compatible (dapat menjalankan aplikasi ARM dan XScale).
Sedangkan core kedua adalah Multimedia DSP (Digital Signal Processor) yg berfungsi untuk menghandle graphic, sound dan voice. Core kedua ini dikembangkan menggunakan teknologi dari PowerVR, yg tak lain adalah pembuat chip grafis untuk mesin SEGA DreamCast. Inilah yg membuat performa grafis Ipaq 6365 cukup bagus, meski kinerja secara overall tetap saja buruk karena kinerja CPU (core pertama) yg terlalu pelan.

     Untuk menjalankan movie, Ipaq 6365 memang kurang bertenaga. Bahkan kinerjanya masih dibawah Audiovox Thera. Ini tentu cukup memalukan.
Hal ini disebabkan karena movie tidak terlalu bergantung pada performa grafis semata, tapi justru lebih mengandalkan kinerja prosesor yg cepat (terutama jenis DivX yg membutuhkan kinerja decoding).
Meski demikian untuk movie dgn bitrate 300Kbps, Ipaq 6365 masih cukup mampu menjalankan movie dengan mulus. Dalam hal menjalankan movie, Samsung i700 memang lebih baik, dan O2 XDA II sangat jauh lebih unggul dibanding Ipaq 6365.
Bitrate movie dan jenis software video player yg dipakai juga sangat menentukan mulus tidaknya framerate sebuah movie yg dijalankan.
Dengan Ipaq 6365 memang masih terjadi drop frame pada movie dgn bitrate 400Kbps, namun secara sepintas framerate masih terlihat mulus (masih nyaman ditonton).
Namun yg jelas anda tak akan bisa menikmati movie DivX high quality (bitrate tinggi) dgn framerate yg mulus pada Ipaq 6365. Bila anda maniak movie, jangan beli Ipaq 6365.
     Ipaq 6365 memang memiliki keunggulan dalam kinerja grafis, sehingga untuk memainkan game boleh dibilang cukup lancar. Namun pada game yg bergantung pada kinerja CPU seperti Quake dan beberapa game emulator (Playstation/Gameboy emulator) , maka performanya akan sangat lambat di Ipaq 6365, maklum prosesornya pelan.
Sebagian besar game juga mampu berjalan lancar di Ipaq 6365.
Meski Ipaq 6365 masih cukup layak untuk dipakai bermain game, namun ada 2 game yg agak bermasalah dengan prosesor Ti-OMAP yg digunakan pada Ipaq 6365, yaitu Metalion dan Argentum. Pada Metalion suara terputus-putus dan pada Argentum game tidak bisa jalan sama sekali.
Kedua game tersebut memang khusus dibuat untuk prosesor Intel, jadi wajar saja bila tidak beres di prosesor non-intel seperti Samsung dan Ti-OMAP. Namun game lainnya tak bermasalah.
Namun perlu diingat bahwa secara umum, beberapa PocketPC Phone tidak ideal buat gamer, karena kebanyakan game membutuhkan 5 default button yg re-mapable, sedangkan semua Pocket PC Phone cuma memiliki 2 button default (kecuali Audiovox Thera yg memiliki 5 default button).
Salah satu game yg bisa jalan pada Ipaq 6365 (dgn sangat lambat), tapi mengalami problem kompatibilitas dgn tombol adalah Quake dan Metalion 2
     Dalam hal kinerja file system, Ipaq 6365 juga tergolong sangat buruk. Posisinya tak jauh berbeda dari sang juru kunci Acer n10. Harus diakui bahwa kinerja file system yg bagus hanya dimiliki PocketPC yg menggunakan prosesor Samsung.
Buruknya performa IPaq 6365 dapat langsung terlihat pada lambannya ketika anda mem-browse directory "Windows", maupun ketika mengcopy & menginstall file.
Bila anda sudah terbiasa menggunakan Ipaq 1940 yg murah meriah itu, anda akan stress berat ketika merasakan lambatnya performa Ipaq 6365 yg harganya 3X lipat lebih mahal itu.

     Satu hal yg juga membuat kinerja Ipaq 6365 terasa pelan adalah banyaknya resource/process yg digunakan pada Ipaq 6365. Secara default, ada 22 system process yg berjalan Ipaq 6365. Jumlah system process maksimum yg dapat dijalankan OS Windows Mobile adalah 32 process. Jadi angka 22 sudah hampir mendekati batas. Bila jumlah process mencapai angka 28, biasanya OS sudah mulai men-shutdown beberapa aplikasi, dan bila itu terjadi pada aplikasi yg vital maka Ipaq 63765 akan hang, dan membutuhkan soft-reset.
Kompatibilitas dgn bluetooth headset juga dapat menjadi faktor penyebab timbulnya hang, untuk amannya gunakan yg terbukti kompatibel dgn Ipaq 6365, antara lain: headset Bluetrek G2 (seharga 400 ribu) dan Sony Ericsson HBH-30.
     Bila anda sebelumnya adalah pengguna Ipaq lawas seperti 3970 ataupun pengguna smartphone seperti Sony Ericsson P800/900/910, maka kinerja Ipaq 6365 terasa tidak lamban. Tapi bila sebelumnya adalah penguna Ipaq 1940 dan 4150, maka anda dijamin 100% kecewa dgn performa Ipaq 6365.
Ipaq 1940 dan 4150 adalah seperti Lamborghini dan Ferrari. Bila anda sehari-harinya sudah terbiasa naik kedua "supercar" tersebut, maka menggunakan Ipaq 6365 serasa naik Roll Royce penuh penumpang (feature komplit, harga mahal, tapi pelan).
Pengguna Ipaq 6365 mungkin memandang Ipaq 1940 sebagai PDA kelas murah. Maklum saja, semua orang tahu bahwa Ipaq 6365 harganya 3X lipat Ipaq 1940. Namun ketika tiba saatnya untuk menjalankan movie DivX dan aplikasi yg berat, maka pengguna Ipaq 1940 akan mentertawakan pengguna Ipaq 6365 habis-habisan, karena performa Ipaq 6365 serasa 3X lebih lambat dibanding Ipaq 1940.

Memory
Ipaq 6365 hanya dibekali system RAM sebesar 64MB, cuma setengah yg dimiliki O2 XDA II. Sedangkan Ipaq Safe Storage yg diberikan sebesar 20MB.
Mengingat banyaknya default system process yg dijalankan oleh Ipaq 6365, jumlah RAM yg cuma 64MB ini makin memperparah keadaan. Anda harus sangat rajin memperhatikan jumlah aplikasi yg resident di memory, sebab bila tidak Ipaq 6365 akan sering hang karena kehabisan memory.

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis transflective TFT 65.000 color berukuran 3.5". Dalam kondisi outdoor tetap jelas terlihat,
Bila layar Ipaq 6365 dilihat miring dari arah bawah juga agak kekuningan seperti pada layar Ipaq 1940 dan 4150.
Dalam hal lebar viewing angle, layar Ipaq 6365 juga memiliki karakteristik yg sama dgn layar Ipaq 1940 dan 4150 (ciri khas LCD Sony). Lebar viewing angle-nya jauh lebih bagus drpd O2 XDA II dan Samsung i700. Gambar & warna masih jelas terlihat meski dilihat miring secara ekstrim dari arah kiri/kanan.

Batere
Batere merupakan keluhan utama kebanyakan pengguna PocketPC Phone. Mulai dari pengguna Audiovox Thera hingga O2 XDA II selalu mengeluhkan batere yg boros.
Namun pada Ipaq 6365, daya tahan batere justru merupakan keunggulan utama. Hingga saat ini belum ada PocketPC Phone yg daya tahan baterenya sehebat Ipaq 6365. Ini tak lain karena perpaduan batere removable Litihium-Ion berkapasitas besar (1800mAh) dan prosesor TiOMAP yg meski loyo namun terbukti sangat hemat energi.
Bahkan pengguna PDA berbasis PALM dan handphone saja mungkin iri dengan daya tahan batere Ipaq 6365 yg tergolong luar biasa irit.
     Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal dan Bluetooth+WiFi aktif, Ipaq 6365 mampu bertahan selama 7 jam !!!
Ini benar-benar luar biasa dan boleh dibilang seperti suatu keajaiban di dunia PocketPC.
Baru kali ini saya menonton movie di PocketPC selama berjam-jam hingga kelelahan sendiri, dan kondisi batere ternyata masih cukup banyak untuk menonton movie lainnya lagi. PocketPC lain pada umumnya sudah KO dalam tempo 2-3 jam .
Untuk pemakain normal, Ipaq 6365 mampu bertahan 3 hari.
Bagi orang yg mungkin berencana membawa Ipaq 6365 untuk menemaninya di hutan belantara selama seminggu, juga tersedia tipe batere berkapasitas 3600mAh dgn harga sekitar Rp. 1 juta.

OS
Operating system yg digunakan adalah WM2003 Phone Edition. Tampaknya belum ada rencana dari HP untuk menyediakan upgrade ROM ke WM2003 SE Phone Edition.

PLUS
- Sangat irit batere
- WiFi+Bluetooth
- GSM Quad-Band
- Feature bluetooth headset untuk phone dan general audio
- Ukurannya cukup kecil utk PocketPC Phone
- Built in Camera 0.3MP (640x480)
- Dibekali Thumb board
- Kinerja grafis cukup bagus
- Bisa konek internet (WiFi) + pakai telpon + pakai bluetooth secara bersamaan.
- Lebar viewing angle LCD sangat bagus
- Kekuatan penerimaan sinyal bagus
- Pelayanan garansi HP Indonesia luar biasa bagus (barang langung diganti baru bila ada masalah)

MINUS
- Kinerja Prosesor sangat pelan (cuma 200MHz)
- Kinerja File system sangat buruk
- RAM cuma 64MB
- Hasil foto cenderung gelap (butuh pencahayaan yg bagus)
- Hasil foto cenderung kabar bila tangan bergerak sedikit saja.
- Tampilan Viewfinder patah-patah
- Tidak bisa video recording
- Movie bitrate tinggi (high quality) akan patah-patah
- Suara phone dan ringtone sangat kecil
- Thumb board tidak integrated dan bila dipasang membuat ukuran jadi besar
- Thumb board tidak bisa digunakan untuk Stylus-Free Operation
- Thumb board tidak memiliki backlight
- Tidak bisa mengirim email dengan attachment (bug versi awal, tapi kini sudah ada patch-nya)
- Sering terlambat berdering, meski penelpon sudah mendengar nada panggil berulang kali
- SD card seringkali tidak terdeteksi, harus soft restart (bug)
- Kadang muncul perintah untuk self-format SD card (bug)
- Kurang "kompatibel" dgn ProXL (Preset Setting GPRS hanya berlaku untuk IM3 dan Telkomsel saja)
- Bisa membuat SIM Card Telkomsel tak bisa dipakai mengirim SMS ketika dipindah ke handphone lain

 

redball.gif (916 bytes)SAMSUNG SPH-i700   (baru : Rp. 6 juta , bekas : 4,5 juta)

UKURAN SPEK:
Panjang: 132 mm
Lebar: 71 mm
Tebal: 15 mm
Berat:
196 gram
CPU: Intel PXA250 300Mhz
RAM: 64MB             ROM: 32MB
Flash storage: 6MB
OS: WM 2003 Phone Edition
Feature: SD (SDIO), iR,

              Swivel Camera 0.3MP
              CDMA2000 1X (153 Kbps)

Di dunia ini hanya ada dua PocketPC Phone CDMA yg paling populer, yaitu Audiovox Thera seharga 2 jutaan, dan Samsung SPH-i700 seharga 6 jutaan.
Terus terang, dalam hal feature Samsung i700 bukanlah yg terlengkap. O2 XDA II dan Ipaq 6365 memiliki feature yg lebih komplit. Namun keduanya berbasis GSM, sehingga bila anda ingin menikmati keunggulan teknologi CDMA (akses internet 153Kbps + pulsa lokal) maka Samsung i700 ini adalah satu-satunya pilihan bagi orang yg masih merasa kurang puas dengan Audiovox Thera.
Karena variasi pilihan PocketPC Phone CDMA yg terbatas itulah yg mungkin membuat para pedagang Samsung i700 di Indonesia mematok harga jualnya seenak mereka . Di Amerika harga Samsung i700 cuma $500 (sekitar Rp.4,5 juta). Namun di Indonesia para tengkulak menjual Samsung i700 dgn harga 6 juta, bahkan lebih.

Ukuran
Ukuran Samsung i700 memang sedikit lebih panjang & sedikit lebih berat dibanding O2 XDA II.
Namun dalam hal ketebalan, Samsung i700 adalah PocketPC Phone yg paling tipis. Bahkan beberapa PocketPC (non-phone) saja masih kalah tipis dibanding Samsung i700.
Design & tampilannya keren, bahkan kebanyakan orang cenderung lebih menyukai design Samsung i700 dibanding Ipaq 6365 yg terkesan terlalu simple.

Feature
Untuk sebuah PocketPC Phone yg tidak dilengkapi Bluetooth & Wifi harga Samsung i700 memang terasa cukup mahal.
Memang untuk sebuah handphone CDMA, feature Wifi boleh dibilang tidak terlalu diperlukan karena koneksi internet CDMA (153Kbps) sudah cukup cepat, dan anda dapat browsing di mana saja tanpa harus tergantung ada tidaknya hotspot.
Untuk sebuah PocketPC phone adanya Bluetooth juga bukan merupakan keharusan, mengingat anda tak perlu melakukan pairing dgn handphone lagi.
Untuk transfer file multimedia (movie, lagu, dsb) bluetooth juga jarang digunakan orang karena terlalu lambat, sehingga kebanyakan orang akan cenderung mencabut SD cardnya bila ingin bertukar data file-file multimedia dgn pengguna lain.
Namun bagi yg merasa kehadiran Bluetooth/Wifi penting, anda dapat menambahkan sendiri SD WiFi/bluetooth pada slot SDIO yg tersedia.
Namun perlu diingat bahwa posisi SD slot pada i700 berada di samping, dan kebanyakan SD Wifi bentuknya panjang menonjol keluar, sehingga dengan kondisi SD WiFi tertancap di samping posisinya akan menggangu di genggaman tangan.
Bila anda menambahkan SD bluetooth, jangan terlalu berharap bisa menggunakan headset bluetooth dengan Samsung i700. Sebab profile bluetooth yg tersedia dengan menggunakan SD bluetooth hanyalah untuk transfer data dan serial connection saja, sedangkan profile untuk headset bluetooth tidak ada. Situasinya berbeda dgn pengguna O2 XDA dan Ipaq 6365 yg dapat menikmati headset bluetoot karena kedua PocketPC phone tsb memang telah dibekali built-in bluetooth.
     Bagi Samsung, adanya integrated camera justru lebih penting drpd Wifi dan Bluetooth, karena dengan kamera anda bisa memotret dan merekam video lalu mengirimnya via internet. Kecepatan akses internet CDMA yg cepat dan tarifnya yg lebih murah drpd GSM/GPRS jelas sangat mendukung untuk melakukan kegiatan-kegiatan semacam itu.
Samsung i700 dibekali swivel-camera yg dapat berputar 180 derajat, sehingga anda dapat dgn mudah memotret diri anda sendiri.

Tampilan viewfindernya akan otomatis menyesuaikan dengan arah kamera, sehingga anda tak akan mendapati gambar yg terbalik ketika anda memutar kamera 180 derajat.
Kualitas kamera Samsung i700 kurang lebih seperti O2 XDA II dan Ipaq 6365.

Namun untuk memotret di dalam ruangan (indoor), hasil foto camera Samsung jauh lebih terang & jelas drpd hasil foto camera O2 XDA II dan Ipaq 6365.
Kamera Samsung i700 dilengkapi indikator motion sensor untuk memberitahukan bahwa hasil gambar akan kabur bila tangan anda bergerak terlalu cepat ketika memotret.
Pilihan resolusi foto yg dapat dipilih maximum sampai 640x480.
     Salah satu feature berguna yg ada pada Samsung i700 adalah kemampuannya untuk dijadikan sebagai USB external modem dengan PC biasa. Untuk melakukannya anda cukup memilih option External Data Call mode. Feature semacam ini tidak ada pada kebanyakan PocketPC Phone lain seperti Audiovox Thera & O2 XDA I misalnya. Feature menarik lainnya adalah feature voice dial / voice recognition yg dinamakan Voice Signal.

     Dalam hal kompatibilitas dgn operator CDMA, Samsung i700 harus malu dgn Audiovox Thera yg murah meriah. Sebab Samsung i700 terbukti kurang kompatibel dengan operator Mobile-8 Fren. Padahal hal seperti itu tak terjadi pada Audiovox Thera.
Ketika Samsung i700 diiject dgn nomer Fren, anda memang dapat menggunakannya untuk menelpon/menerima telpon, tapi untuk mengakses internet tak bisa dilakukan (ditolak oleh server Fren). Ini karena masalah deteksi code Primary Channel antara Samsung i700 dan operator Fren. Atau dgn kata lain server Fren akan menolak code primary channel yg berasal dari Samsung i700.
Namun hal seperti itu tak terjadi pada Flexi dan StarOne. Jadi bila anda ingin menggunakan Samsung i700, janganlah menginjectnya dengan nomer Fren.

Performa
Samsung i700 menggunakan prosesor Intel XScale PXA250 300MHz yg performanya sebenarnya tergolong biasa-biasa saja. Ini karena PXA250 300MHz masih menggunakan bus clock (FSB) 100MHz. berbeda dgn PXA255 300MHz yg sudah menggunakan FSB 200MHz.
Anehnya, secara default prosesor ini cuma berjalan di kecepatan 200MHz. Untuk menjalankannya di kecepatan 300MHz, anda harus masuk dulu ke menu Setting>Power>CPU Mode untuk merubah setting CPU speed ke mode Turbo agar prosesor berjalan di kecepatan yg sesuai dgn spek seharusnya (300Mhz). Namun fungsi auto speedstep (semacam power saving) bawaan Samsung membuat clock CPU kembali lagi sendiri ke default, untuk mengakalinya bisa dgn menghapus file tsb dan menggunkan program overclocking tambahan.
Samsung mengatur kecepatan default CPU di mode Normal (200MHz) agar konsumsi daya sangat irit. Namun konsekuensi adalah kinerjanya yg menjadi sangat lambat.
Konyolnya lagi, Samsung mengimplementasikan feature AutoStep, sehingga kecepatan CPU dapat otomatis turun sendiri ke 200MHz.
Kinerja prosesor Xscale PXA250 sendiri pada kecepatan 300Mhz juga tidak terlalu mengagumkan, apalagi pada 200MHz. Pada kecepatan 200Mhz kinerja XScale PXA250 masih dibawah prosesor StrongArm 206MHz.
Jadi sebaiknya atur kecepatan prosesor ke mode Turbo (300MHz). Jangan khawatir dgn konsumsi batere, sebab Samsung i700 dibekali 2 batere yaitu batere slim dan batere tebal berkapasitas super besar.
     Performa chip grafis pada Samsung i700 tergolong lumayan bagus, kinerjanya diatas chip ATI Imageon yg digunakan pada O2 XDA II.
     Dalam hal kinerja file system, tidak ada yg dapat dibanggakan, sebab kinerja file system prosesor Xscale rata-rata juga biasa-biasa saja, bahkan cenderung buruk.
Cukup disayangkan, mengapa Samsung justru menggunakan prosesor Intel Xscale 300Mhz yg loyo dan bukannya menggunakan prosesor Samsung S3C2410 buatan mereka sendiri yg justru terkenal powerful dan lebih murah harganya.

Memory
Samsung i700 dibekali RAM sebesar 64MB dan safe storage sebesar 6MB. Dengan harga i700 yg nyaris sama dgn O2 XDA II (RAM 128MB), tentunya Samsung terkesan cukup pelit dalam soal RAM.

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis TFT reflective 65.000 color. Sepintas tampilan layarnya mirip layar Ipaq, namun bila dilihat dari sudut menyamping layar i700 akan terlihat gelap. Selain itu dalam kondisi dibawah sinar matahari layarnya juga menjadi gelap. Hal seperti itu tentu tidak terjadi pada Ipaq.
Dalam soal tampilan layar, Samsung i700 terlihat masih setingkat dibawah layar Ipaq dan O2 XDA II.
Layar i700 juga terkesan keras dan tidak senyaman & seempuk layar Ipaq.
Namun paling tidak layar i700 masih jauh lebih bagus dibanding layar Audiovox Thera dan O2 XDA.

Batere
Samsung i700 dibekali 2 buah batere Lithium-Ion removable, yaitu batere standard (slim) berkapasitas 1200mAh dan batere extended berkapasitas super-besar yaitu 2000mAh.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Samsung i700 mampu bertahan selama 3 jam dgn batere slim, dan 5,5 jam dengan batere tebal.
Dengan pemakaian normal, batere slim bisa dipakai untuk bertahan sekitar 1 hari, sedangkan batere extended mampu bertahan hingga 2-3 hari.

OS
Samsung i700 keluaran pertama masih menggunakan OS WM 2002 Phone Edition. Sedangkan yg keluar sekarang sudah menggunakan WM 2003 Phone Edition. Di website Verizon/Samsung tersedia file update utk mengupgrade OS ke WM2003PE. Tapi Samsung i700 keluaran terkahir biasanya sudah menggunakan WM2003PE, jadi anda tak perlu repot-repot lagi upgrade OS.

PLUS
- Koneksi internet CDMA 153Kbps
- Pulsa CDMA murah meriah
- Ada swivel camera 0.3MP (640x480)
- Dibekali 2 batere removable (slim & extended)
- Kapasitas batere extended-nya 2000 mAh
- PocketPC Phone paling tipis
- Dapat digunakan sebagai modem external (via USB)

MINUS
- Dijual di Indonesia dgn harga yg terlalu mahal
- Tidak ada bluetooth & WiFi
- Kecepatan default CPU cuma 200MHz (harus diset ke Turbo agar bisa 300Mhz)
- Layar terlihat gelap bila dilihat dari samping atau di bawah sinar matahari
- Kurang kompatibel dengan Fren (bisa untuk menelpon, tapi tidak bisa untuk akses internet)

 

redball.gif (916 bytes)O2 XDA II  / HTC Himalaya   (baru : Rp. 6 juta , bekas : 5 juta)

UKURAN SPEK:
Panjang: 130 mm
Lebar:
70 mm
Tebal:
19 mm
Berat: 190 gram
CPU: Intel PXA263 400Mhz
RAM: 128MB             ROM: 64MB
Flash storage: 16MB
OS: WM 2003 Phone Edition
Feature: SD (SDIO), CiR, Bluetooth,

Camera 0.3MP,
GSM triband GPRS class10(64 Kbps)

Semenjak kemunculan O2 XDA pertama kali, nama O2 XDA mulai populer di Indonesia. Sehingga ketika O2 XDA II muncul, PocketPC Phone yg pernah didaulat sebagai yg termahal di dunia ini langsung diserbu pembeli.
Brand image O2 XDA memang sudah terlanjur melekat di hati bangsa Indonesia, hingga orang tidak mempedulikan buruknya after sales distributornya di Indonesia yaitu Sistech Kharisma.
     O2 XDA II adalah PocketPC phone yg sangat powerful buatan perusahaan Taiwan yg bernama HTC (Produsen yg juga membuat Ipaq).
Nama asli O2 XDA II sebenarnya adalah HTC Himalaya.
Jadi O2 yg merupakan operator GSM asal inggris hanya memesan saja pada HTC (O2 bukanlah produsen PocketPC).
HTC sendiri juga membuatkan pesanan dari operator lain, misal T-Mobile (amerika). Oleh karena itu dipasaran cukup banyak PocketPC Phone yg sama persis dengan O2 XDA II, yaitu T-Mobile MDA II, Q-Tek 2020, dan I-Mate. Semuanya adalah barang yg sama persis, hanya beda nama saja.
     Kebanyakan PocketPC Phone memiliki performa yg cenderung dibawah PocketPC non-phone. Ini tak lain supaya konsumsi batere tidak boros dan menjaga agar harga jualnya tidak terlalu mahal.
Namun O2 XDA II diciptakan untuk menjadi PocketPC Phone paling powerful di dunia, sehingga konsekuensinya adalah harganya yg mahal dan daya tahan batere yg singkat. Oleh karena itulah PocketPC phone ini juga ada yg dijual dengan 2 batere (itu pula yg membuat harga jualnya menjadi makin mahal).
Memang akhir-akhir ini pamor O2 XDA II agak meredup semenjak kehadiran Ipaq 6365 yg harganya jauh lebih murah, batere lebih irit, dan  memiliki feature yg lebih lengkap, diantaranya feature WiFi yg jelas-jelas tak dimiliki O2 XDA II.
Namun dalam hal performa, O2 XDA II masih tak tergoyahkan oleh sang pendatang baru tsb.

Ukuran
Design O2 XDA II yg futuristik memang memikat banyak orang. Meski cukup panjang dan menonjol bila dimasukan di saku kemeja, namun ukurannya cukup ramping untuk dipegang.
O2 XDA II memiliki berat yg hampir sama dengan kebanyakan PocketPC phone pada umumnya. Namun dibandingkan Samsung i700, O2 XDA II memang jauh lebih tebal.

Feature
O2 XDA II dibekali feature yg lumayan komplit. GSM triband, Bluetooth, Camera 0.3MP.
Selain kemampuan untuk memotret dgn resolusi maximal 640x480, O2 XDA II juga memiliki kemampuan yg membuat para pengguna Ipaq 6365 iri, yaitu video recording. Anda dapat merekam movie dalam format 3GP, MPEG4 maupun MotionJPEG.
Format MotionJPEG (AVI) memberikan hasil terbaik meskipun ukuran filenya lebih besar (framerate tidak terlalu patah-patah seperti kedua format lainnya).
Anda dapat meluncurkan aplikasi camera dgn menekan tombol di samping kiri atas, menekannya sekali lagi akan melakukan pemotretan. Setting camera yg dapat digunakan yaitu pilihan still capture / video capture, pengaturan ambience (white balance) dan beberapa image effect seperti  grayscale, sepia, cool, dan negative tones.
Aplikasi Photo Album yg tersedia juga dapat terintegrasi dgn aplikasi Photo Contact, sehingga anda dapat menggunakan hasil foto pada incoming call. Hasil foto juga dapat dikirim via MMS.

     Kualitas hasil foto camera O2 XDA II tergolong cukup baik. Hasilnya jauh lebih bagus dibanding hasil foto Ipaq 6365, dan hampir menyamai kualitas foto yg dihasilkan Nokia 6600. Hasil foto yg dihasilkan O2 XDA2 juga masih tetap tajam meskipun tangan anda agak goyang ketika memotret, hal ini berbeda dgn hasil foto Ipaq 6365 yg sangat kabur bila anda bergerak sedikit saja.
Dalam kondisi indoor (kurang pencahayaan) hasil foto O2 XDA II cenderung berbintik-bintik (grainy), namun objek masih jelas terlihat. Hal ini jauh lebih mending drpd hasil foto Ipaq 6365 yg gelap total dalam kondisi indoor (alias objek tak terlihat sama sekali).
Sedangkan dalam kondisi outdoor, kualitas foto O2 XDA II tergolong sangat bagus, lebih bagus dibanding Ipaq 6365, dan hampir sama dengan hasil foto Samsung i700 maupun Nokia 6600. 
     Hasil rekaman video capture lumayan bagus bila anda menggunakan format MJPEG, meski masih agak patah-patah. Hal ini tidak mengherankan karena pada spesifikasi XDA II tercantum kalimat "320x240 video recording at 15fps (movie baru mulai terlihat mulus bila 30fps).
Namun paling tidak kualitas gambar movienya masih jauh lebih bagus drpd hasil video recording yg dihasilkan handphone/smartphone.
     O2 XDA II merupakan sahabat para gamer, karena PocketPC Phone ini memiliki jumlah tombol yg lengkap (button 1-4), dan 2 tombol Phone (YES & NO).
Selain itu posisi button 1 & 2 berada di atas layar LCD, sehingga game yg berjalan pada mode landscape akan lebih enak  dimainkan, karena tangan kiri dapat mengendalikan joypad dan tangan kanan untuk menekan button. Hal ini sulit dilakukan pada kebanyakan PocketPC yg semua tombolnya terletak disamping Joypad.

Joypad O2 XDA II juga sangat enak digunakan (empuk), seperti joypad pada Ipaq 2210.
     Dalam hal audio, XDA II tidak dibekali setting Bass &Treble yg umum ditemukan pada Ipaq. Meski demikian suara yg dihasilkan dari earphone cukup bagus.
Selain itu speaker internal pada XDA terletak diatas LCD, sehingga suaranya akan terdengar sangat jelas dan tidak teredam seperti pada speaker internal yg lokasinya di joypad (Ipaq 1940, 4150, 2210) ataupun di belakang (Ipaq 6365, Samsung i700).

Jack earphone yg digunakan berukuran 2.5mm.
     O2 XDA II dibekali Infrared standard Consumer IR sehingga dengan menggunakan software Novii Remote Control versi 2.1 anda dapat menggunakan O2 XDA II sebagai remote control TV, audio dan peralatan elektronik lainnya.
     O2 XDA II juga memiliki opsi expansion interface, atau sering juga disebut "backpack", mirip seperti Ipaq tempo dulu (Ipaq 3970). Dengan membeli expansion interface ini (optional), anda dapat menggunakan Compact Flash maupun feature Video-Out untuk keperluan presentasi. Harganya sekitar Rp.1.5 juta dan banyak dijual di Jakarta/Surabaya.
     Pada O2 XDA II terdapat sofware WModem. Ini berarti XDA II dapat digunakan sebagai modem external via Bluetooth, USB, dan Infrared. Anda bisa menggunakan XDA II sebagai external modem untuk PC maupun notebook.
     Seandainya O2 XDA II memiliki WiFi, ini bakal menjadi PocketPC yg powerful sekaligus kaya feature. Membeli SD card Wifi tentu dapat menjadi solusi, tapi mengingat hanya tersedia satu SD slot saja maka membeli SD Wifi+storage 256MB menjadi alternatif yg lebih ideal drpd membeli SD Wifi saja. Namun sayangnya adalah masalah driver conflict antara O2 XDA II dengan combo SD Wifi+256MB merk Sandisk yg diujikan, sehingga kemungkinan penggunaan SD WiFi yg sekaligus memiliki storage tampaknya masih merupakan tanda tanya.
     Dalam hal Bluetooth, O2 XDA II juga kurang sempurna. Ini karena Bluetooth Manager yg digunakan adalah standard Microsoft dan bukannya standard Widcomm. Akibatnya feature bluetooth pada O2 XDA II kurang kompatibel dgn beberapa software (misal beberapa software multiplayer game). Selain itu juga kurang kompatibel dgn Bluetooth GPS receiver, dan juga tidak mensupport OBEX ataupun Networking Profile.
     Meski demikian untuk transfer data via bluetooth dgn sesama O2 XDA II , dengan computer, dan dengan handphone (Nokia 3650, 6600) tidak ada masalah dalam mengirim/menerima file.
Sedangkan untuk transer data dgn Ipaq 1940, O2 XDA II bisa mengirim file ke Ipaq 1940 tapi tidak bisa menerima dari Ipaq 1940. Mungkin ini karena Ipaq menggunakan bluetooth standard Widcomm sedangkan O2 XDA II menggunakan bluetooth standard Microsoft. Namun sebenarnya ini hanyalaa masalah driver/software saja.
Koneksi bluetooth yg bisa dilakukan pada O2 XDA II juga hanya bisa dengan 1 device saja pada waktu yg bersamaan. Ini berarti bila anda sedang melakukan sinkronisasi via bluetooth (dengan Active Sync) maka headset bluetooth anda langsung tidak bisa berfungsi.

     Kelemahan bluetooth dgn standard driver Microsoft ini dapat diatasi dengan mengganti driver Bluetooth bawaan O2 XDA II dengan driver Widcomm. Meski tidak dijamin 100% bebas problem, namun driver Widcomm memberikan kompatibilitas yg lebih baik dgn software-sofware.
     Untuk menghadapi Ipaq 6365 yg lebih murah & lebih kaya feature. HTC akhir-akhir ini menurunkan harga O2 XDA II (Semula 7 jutaan menjadi 6 jutaan). Selain itu O2 XDA II keluaran akhir (versi ROM 1.66) memiliki layar LCD yg lebih terang (lebih bagus). Namun ROM versi 1.66 ini memiliki beberapa bug antara lain:
- Problem kestabilan bila menggunakan sofware Spb Pocket Plus versi sebelum 2.2
- Konsumsi daya agak boros
- Setting bluetooth bermasalah
Pada awalnya banyak orang mengeluhkan masalah pada XDA II dengan ROM versi 1.66 ini, namun mustahil untuk mendowngrade ke versi ROM sebelumnya (v1.60), ini karena ada perbedaan hardware antara XDA II dengan ROM versi 1.66 dan 1.60.  Layar LCD yg digunakan pada XDA 2 ROM versi 1.66 ke atas sudah berbeda (lebih bagus/terang) dari sebelumnya, sehingga driver LCD-nya pun berbeda.
Menyadari adanya bug pada ROM versi 1.66, akhirnya dirilis ROM versi 1.72 yg memperbaiki beberapa masalah pada versi 1.66.

Selain itu developer software Spb Pocket Plus juga telah bekerja sama dengan Microsoft & HTC dengan mengeluarkan update versi terbaru (versi 2.2) yg tidak menimbulkan kestabilan dgn O2 XDA II dgn versi ROM 1.66.
Sehingga meskipun tidak diupgrade ke ROM 1.72 sekalipun, ROM 1.66 kini cukup stabil digunakan dengan Spb Pocket Plus (harus versi 2.2).
Perlu diketahui bahwa saya pribadi menggunakan O2 XDA II dengan ROM 1.66, dan saya menginstall 200 aplikasi ke dalamnya, dan hingga kini tidak pernah mengalami hang.
Saya yakin problem XDA II yg sering hang lebih banyak disebabkan karena masalah software atau kesalahan pemiliknya.

     O2 XDA II dgn ROM versi 1.60 juga bisa diupgrade ke versi 1.72 karena ROM terbaru ini mendukung driver untuk jenis LCD lama (versi 1.60 ke bawah) maupun baru (versi 1.66 ke atas).
Namun bila anda berniat membeli O2 XDA II, pastikan yg sudah menggunakan ROM 1.66, ini karena jenis LCD yg lebih bagus.
Harus diakui bahwa O2 XDA II memiliki jumlah versi ROM yg cukup banyak. Ini mencerminkan bahwa produk ini pada awalnya diluncurkan dalam keadaan kurang sempurna, dan kemudian dicoba untuk disempurnakan melalui upgrade ROM. Hal ini berbeda dgn Ipaq yg jarang sekali mengeluarkan upgrade ROM, karena sebagian besar produk yg diluncurkan sudah dalam keadaan sangat stabil (kecuali Ipaq 6365). Tapi adanya berbagai upgrade ROM ini menunjukkan bahwa support dari developernya sangat bagus. Bila ada bug langsung keluar fix-nya. Ini tak lain karena HTC adalah produsen PocketPC yg merupakan sahabat baik Microsoft, sehingga bila ada masalah Microsoft sendiri akan turun tangan membantu HTC.
Pengguna O2 XDA II tak perlu khawatir bila ada masalah, karena O2 XDA II adalah PocketPC Phone yg paling banyak mendapat dukungan update & pengembangan dari berbagai pihak (baik official maupun unofficial)
     Memang wajar bila sebuah PDA Phone canggih memiliki bug (Ipaq 6365 juga memiliki bug). Namun O2 XDA II adalah Pocket PC Phone paling populer di dunia, sehingga solusi akan selalu ada.
Memang harus diakui bahwa O2 XDA II dikenal sebagai PDA Phone yg sering hang. Kesan ini sebenarnya disebabkan karena cukup banyak orang "gaptek" yg membelinya demi mengejar gengsi belaka. Dan bila nantinya timbul masalah dalam pemakaiannya, orang gaptek seperti ini biasanya cenderung menyalahkan produknya, padahal problem sebenarnya ada di otak penggunanya yg kurang pasokan ilmu pengetahuan. Atau dengan kata lain: Barang canggih perlu otak canggih pula.
     Yang turut merusak citra O2 XDA II juga distributornya, yaitu Sistech Kharisma. Cukup banyak orang yg mengeluhkan masalah pelayanan garansi yg diberikan distributor ini.
Unit yg diservis oleh Sistech kadang memakan waktu hingga hampir 2 bulan. Ini tentu cukup konyol karena tukang servis pinggir jalan saja mampu bekerja lebih cepat daripada perusahaan sekaliber Sistech.
Namun kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Sistech, sebab cukup banyak pula problem yg berasal dari ketololan penggunanya. Jadi secara tidak langsung, para "pemakai tolol" merupakan kelompok yg punya andil dalam merusak citra O2 XDA II.
Terkadang para "pemakai tolol" tsb terlalu cepat sekali menyalahkan produknya atau distributornya, padahal "error" sebenarnya ada di otak mereka.

Namun banyaknya komplain terhadap pelayanan Sistech ini tampaknya justru dimanfaatkan oleh perusahaan lain, yaitu Tri Mega Distribusi (TMD) yg akhirnya juga menjadi distributor O2 XDA II. Bahkan kabarnya TMD mengorder langsung dalam jumlah yg lebih banyak dari HTC Taiwan.
Salah satu faktor yg membuat beberapa orang lebih menyukai O2 XDA II bergaransi TMD adalah karena mereka mau meminjamkan unit backup ketika unit yg bermasalah sedang diservis.
Namun tetap saja dalam hal garansi, Sistech maupun TMD tidak bisa memberikan garansi 1-to-1 Replacement seperti yg mampu diberikan HP Ipaq.
Ini tentu karena kualitas distributor HP Indonesia yg tentu lebih bonafid dibanding Sistech maupun TMD.
Dari sudut pandang konsumen, persaingan antar Sistech dan TMD ini tentu sangat baik, karena para distributor tsb juga akan bersaing memberikan pelayanan yg terbaik kepada konsumen. Dan pada akhirnya juga akan bersaing dalam memberikan harga termurah.

Oleh karena itulah harga O2 XDA II kini juga berangsur-angsur turun. Kini O2 XDA II sudah dapat dimiliki dgn harga 6 juta saja. Bahkan dengan harga cuma berkisar 5 juta anda sudah bisa mendapat XDA II kondisi second, tapi masih bergaransi dan 99.9% seperti baru. Di bursa barang bekas, XDA II bahkan menjadi komoditi yg cukup laris diperdagangkan.
Selain dari faktor munculnya distributor baru, turunnya harga ini juga berkat persaingan sengit dari Ipaq 6365.

Performa
Tak dapat dipungkiri bahkan O2 XDA II adalah PocketPC Phone yg sangat powerful. Tampaknya produsen XDA II, yaitu HTC berusaha "all-out" untuk memaksimalkan kinerja pada PocketPC Phone ini.
Anggapan selama ini yg mengatakan bahwa performa PocketPC Phone selalu dibawah PocketPC mampu dibantah oleh O2 XDA II dengan digunakannya prosesor Intel XScale PXA263 400MHz.
Tidak tanggung-tanggung, chip grafis yg digunakan adalah ATI Imageon 3200. Beberapa software video player seperti PocketMVP dan PocketTV jelas-jelas mampu mengoptimalkan kinerja chip grafis ATI ini. Sehinga O2 XDA II mampu menempati posisi puncak pada benchmark DivX movie yg diujikan.
     Untuk urusan kinerja prosesor, O2 XDA2 adalah satu-satunya PocketPC Phone yg mampu masuk posisi 5 besar yg biasanya hanya didominasi PocketPC (non-phone).
     Sedangkan untuk urusan grafis, tampaknya O2 XDA II masih harus mengakui kehebatan rivalnya yg tidak terkenal yaitu Anextek SP230. Performa grafis O2 XDA II juga masih cukup jauh dibawah PocketPC murah meriah seperti Ipaq 1940.
     Dalam hal kinerja file system, O2 XDA II justru sedikit lebih lambat dibandingkan dgn pendahulunya yaitu O2 XDA I.

     Ambisi O2 XDA II untuk menjadi PocketPC Phone paling powerful tampaknya justru sedikit terganggu oleh sebuah merk yg tak terkenal yaitu Anektek SP230.
Memang sebagian orang menganggap bahwa O2 XDA II adalah Pocket PC Phone paling powerful, ini semata karena orang-orang tersebut tidak tahu bahwa ada Anektek SP230. Dan itu wajar saja karena merk Anextek memang sangat tak terkenal. Sehingga bagaimanapun juga orang-orang akan tetap saja lebih menyukai O2 XDA II drpd Anextek SP230.

Memory
O2 XDA II memang cukup royal dalam hal memory. XDA II boleh dibilang sebagai PocketPC Phone dengan jumlah RAM terbesar, karena dibekali RAM sebesar 128MB. Ditambah lagi safe storage sebesar 20MB.
Data yg disimpan di safe storage ini tidak akan hilang bila anda melakukan hard-reset.

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis transflective TFT 65.000 color. Ukuran layarnya kurang lebih sama seperti layar Ipaq 1940/4150, oleh karena itu bentuk O2 XDA II juga terkesan sedikit lebih ramping dibanding PDA Phone lainnya.
O2 XDA II yg dirilis pada masa-masa awal hingga bulan Mei 2004 masih menggunakan layar LCD yg sangat gelap. Hal ini banyak dikeluhkan banyak orang. Sehingga pada XDA II keluaran terakhir (Mei 2004 ke atas) HTC mengganti jenis layar LCD tersebut dgn tipe yg lebih terang dan cerah.
XDA II yg telah menggunakan layar LCD yg lebih bagus/terang ditandai dgn digunakannya ROM versi 1.66. Sedangkan yg masih menggunakan layar LCD lawas menggunakan ROM 1.60 ke bawah.
XDA II dgn ROM 1.60 tidak bisa diupgrade ke ROM 1.66 karena perbedaan jenis driver LCD yg digunakan (karena jenis LCD-nya memang berbeda)
Sebagai perbandingan, layar XDA II keluaran lawas (ROM 1.60) pada tingkat brightness maximal, sama terangnya dengan layar XDA II keluaran baru (ROM 1.66) pada tingkat brightness minimal.
     Tampilan layar O2 XDA II (keluaran terbaru) terlihat sangat tajam, cerah dan putih (tidak kekuningan seperti layar Ipaq 1940/4150).
Namun layar O2 XDA II tidak memiliki lebar viewing angle yg sebagus layar Ipaq 1940/4150. Sehingga warna akan cenderung gelap/timbul negatif effect bila dilihat miring dari arah kiri/kanan. Sehingga teman di samping anda biasanya akan kesulitan melihat tampilan yg ada dilayar dgn jelas.
Namun bila dilihat lurus dari depan, layar O2 XDA II terlihat cerah, putih, dan tajam dibanding layar Ipaq 1940 dan Ipaq 4150.
Layar yg digunakan pada O2 XDA II keluaran baru (versi ROM 1.66) jauh lebih baik (lebih cerah & putih) dibanding keluaran sebelumnya. Pada O2 XDA II dgn ROM versi 1.66 ini, HTC menggunakan jenis LCD yg lebih bagus dibanding sebelumnya.

Batere
Pengguna O2 XDA II memang boleh berbangga dengan performa PocketPC Phone ini, namun borosnya batere adalah konsekuensi yg harus ditanggung. O2 XDA II menggunakan batere removable Lithium Polymer 1200mAh. Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, O2 XDA II mampu bertahan selama 3,5 jam. Daya tahannya baterenya memang jauh dibawah Ipaq 6365 dan Anektek SP230, tapi untunglah harga batere O2 XDA II jauh lebih murah dibanding batere Ipaq pada umumnya. Di pasaran banyak dijual batere O2 XDA II dgn harga berkisar 300ribu-500ribu.
O2 XDA II juga ada yg dijual dengan 2 batere.

OS
Operating system yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 Phone Edition. Meski belum mendukung tampilan landscape on-the-fly, namun khusus untuk XDA II anda bisa menginstal software SRS supaya bisa merubah tampilan ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu soft-reset).
     Sebenarnya juga telah tersedia upgrade OS ke WM 2003 SE Phone Edition untuk XDA II, tapi masih belum versi official.

PLUS
- Kinerja prosesor sangat bagus
- Mendukung Bluetooth headset
- Tampilan layar bisa dirubah ke mode landscape secara on-the fly (tanpa soft-reset) dgn software SRS
- Menggunakan chip ATI Imageon yg didukung banyak video player
- Performa paling tinggi untuk memutar movie DivX (berkat optimalisasi driver untuk ATI imageon)
- Built-in Camera 0.3MP (640x480)
- Kualitas foto cukup bagus
- Bisa video recording dengan 3 macam format
- Tampilan layar terang pada keluaran terakhir dengan ROM versi 1.66 ke atas (dirilis setelah Mei 2004)
- Ada opsi expansion interface/jacket untuk CF slot dan Video-out (optional)
- Asesoris sangat banyak dijual di pasaran
- Harga batere removable cukup murah
- Kini ada 2 distributor (Sistech & Tri Mega Distribusi) sehingga harga & pelayan garansi bersaing
- Auto setting GPRS kompatibel dgn semua operator GSM di Indonesia
- Kekuatan penerimaan sinyal bagus
- IR standard Consumer IR (bisa untuk remote control dgn software Novii Remote control v2.1)
- Dapat digunakan sebagai modem external (via Bluetooth, USB, InfraRed)
- OS bisa diupgrade ke WM2003 SE
- PocketPC Phone yg paling banyak mendapat dukungan update & pengembangan dari berbagai pihak (baik official maupun unofficial)

MINUS
- Tidak ada WiFi
- Tidak kompatibel dgn SD WiFi+256MB combo merk Sandisk (driver conflict)
- Driver Bluetooth kurang sempurna (bukan standard Widcomm) --> bisa diatasi dgn penggantian driver
- Batere agak boros
- Versi keluaran pertama ada bug (sering hang)
- ROM versi lama sering hang
- ROM versi lama ada yg membuat batere sangat boros (4 jam habis) bila memakai headset bluetooth
- Tampilan layar gelap pada tipe dengan ROM versi 1.60 ke bawah (dirilis sebelum Mei 2004)
- Pada ROM versi 1.66 dgn bootlock versi 1.06, ROM tidak bisa lagi untuk didowngrade.
- Banyak orang mengeluhkan garansi distributor di Indonesia (Sistech Kharisma) --> distributor yg mungkin lebih bagus pelayananya adalah Tri Mega Distribusi (TMD)
- Garansi tidak 1-to-1 replacement (barang yg rusak tidak diganti baru, tapi diservis & memakan waktu)

 

redball.gif (916 bytes)O2 XDA IIs / HTC Blue Angel   (baru : Rp. 8,5 juta , bekas : --- )

UKURAN SPEK:
Panjang: 125 mm
Lebar: 72 mm
Tebal:
19 mm
Berat:
212 gram
CPU: Intel PXA263 400Mhz
RAM: 128MB             ROM: 96MB
Flash storage: 43MB
OS: WM 2003 SE Phone Edition
Feature: SD (SDIO), iR, Bluetooth,

WiFi (802.11b), Camera 0.3MP,
GSM quadband GPRS cl.10(64 Kbps)

Tak dapat dipungkiri bahwa O2 XDA II merupakan Pocket PC phone paling populer & terlaris di dunia. Kehadiran Ipaq 6365 yg kaya feature membuat HTC berusaha melakukan serangan balasan dengan merilis penerus XDA II, yaitu  HTC Blue Angel yg di pasaran dikenal dgn beberapa nama yaitu: O2 XDA IIs, T-Mobile MDA III, Vodafone VDA III, I-mate PDA2K.
Di Asia & Inggris HTC Blue Angel yg banyak beredar adalah O2 XDA IIs, sedangkan di Amerika kebanyakan T-Mobile MDA III, dan di Australia kebanyakan adalah I-Mate PDA2K.
Perbedaannya hanya terletak pada warna casing. O2 XDA IIs berwarna hitam, sedangkan yg lainnya berwarna silver seperti O2 XDA II.

Kesan warna hitam (gunmetal grey) pada XDA IIs dapat membuatnya terlihat lebih garang drdp XDA II.
     Untuk saat ini O2 XDA IIs alias HTC Blue Angel merupakan PDA Phone tercanggih di dunia. Featurenya sangat lengkap dan harganya juga jauh lebih murah drpd Nokia Communicator 9500 yg secara performa & teknologi jauh dibawah XDA IIs.
     Keunggulan utama XDA IIs dibanding XDA II adalah adanya built-in Wifi, slide-in thumb board, Quad band, dan kapasitas batere yg lebih besar.
     Namun dalam hal performa, XDA II lebih kencang drpd XDA IIs.
     Selisih harga antara XDA IIs dengan XDA II berkisar 2,5 juta. Beberapa pengguna XDA II ada yg beranggapan bahwa harga XDA IIs terlalu tinggi. Sebab add-on thumboard untuk XDA II sekitar 500rb, dan harga SD Wifi untuk XDA II sekitar 800 ribu.
Mengingat performa XDA IIs yg lebih pelan drpd XDA II dan peningkatan feature yg tidak sebanding dgn selisih harga, beberapa pengguna XDA II banyak yg memutuskan untuk menunggu datangnya XDA IIi (prosesor XScale PXA270 520MHz & camera 1.3MP)

Ukuran
Ukuran XDA IIs sepintas nyaris sama dengan XDA II. Tapi bila diperhatikan,  XDA IIs lebih pendek drpd XDA II.
XDA IIs juga lebih lebar drpd XDA II.
Uniknya dalam hal ketebalan, XDA IIs masih sama dgn XDA II, padahal XDA IIs dibekali slide-in keyboard.
Namun dalam hal berat, XDA IIs jauh lebih berat drpd XDA II.
Dengan bobot 212gr, XDA IIs boleh dibilang sebagai sebagai PocketPC Phone terberat di muka bumi. Bobot berlebih ini tentu disebabkan karena adanya thumbboard dan kapasitas batere yg lebih besar.

Feature
Adanya WiFi pada XDA IIs merupakan jawaban atas kritik terhadap absennya WiFi pada XDA II. Bagi yg sering berada di lokasi hotspot, dan bersedia membayar tarif akses WiFi yg mahal di cafe-cafe seperti StarBuck, maka adanya WiFi pada XDA IIs akan berguna.
Wireless LAN Manager pada XDA IIs cukup bagus dibanding PocketPC lainnya. Setting yg tersedia cukup komplit. Diantaranya adalah feature untuk mematikan WiFi secara otomatis bila tidak terkoneksi setelah beberapa waktu. Hal ini tentu dapat menghemat konsumsi batere.
Juga terdapat setting kecepatan transfer rate WiFi (untuk performance atau menghemat batere), mirip seperti pada Ipaq 4150.

Seperti halnya WiFi pada Ipaq 4150, LEAP authentication juga didukung oleh XDA IIs.
Sewaktu dipakai untuk browsing internet, XDA IIs juga mampu merubah koneksi dari WiFi ke GPRS secara otomatis. Jadi pada prinsipnya, XDA IIs akan berusaha menemukan koneksi tercepat dulu (WIFi) dan bila tidak ditemukan akan menggunakan GPRS.
     Banyak orang yg mengeluhkan masalah Bluetooth pada O2 XDA II. Ini karena digunakannya driver Bluetooth Microsoft pada XDA II (bukan Widcomm).
Oleh karena itu pada XDA IIs ini, HTC memutuskan untuk menggunakan driver Widcomm yg terbukti kaya feature & paling kompatibel.
Jenis driver bluetooth yg dipakai pada XDA IIs adalah Widcomm BT-PPC/PE, yg merupakan pengembangan dari versi BTW-CE yg telah digunakan pada HP Ipaq dan Dell Axim.
Driver Bluetooth pada XDA IIs ini mendukung Bluetooth headset profile.

     Adanya slide-in thumbboard merupakan salah satu feature yg membuat orang melirik XDA IIs. Dalam prakteknya thumboard pada XDAS IIs akan jauh lebih berguna drpd thumbboard pada Ipaq 6365. Sebab thumbboard pada XDA IIs bentuknya terintegrasi tanpa menambah ketebalan fisik, sedangkan pada Ipaq 6365 thumboard-nya removable dan bila dipasang membuat ukuran fisiknya jadi sangat tebal & panjang sehingga tidak bisa dimasukkan ke dalam leather case dgn thumbboard terpasang. Akibatnya thumboard pada Ipaq 6365 lebih sering ditinggal dan akhirnya tidak bermanfaat.
Berbeda dgn thumboard Ipaq 6365 yg tidak dilengkapi backlit, thumboard XDA IIs dilengkapi backlit warna biru, sehingga anda dapat mengetik dalam keadaan gelap.
Pada thumboard XDA IIs terdapat tombol Shift, Caps dan Fn. Selain tombol directional, juga terdapat pula tombol Fn-Menu yang berfungsi mengaktifkan context-sensitive menu (seperti tap-and-hold dgn stylus).
     XDA IIs juga dibekali 4 buah tombol extra. Selain tombol Calendar dan Contact yg terletak di bagian atas layar, ada 4 tombol extra yg lokasinya di bawah layar, yaitu tombol Today, Pocket Outlook, Pocket Internet Explorer, dan tombol OK.

Sedikit berbeda dgn XDA IIs, pada Imate PDA2K tombol today diganti dengan tombol Start Menu yg sangat berguna untuk menampilkan start menu tanpa harus mengklik di layar menggunakan  stylus.
Secara fungsi, adanya thumboard + tombol extra benar-benar berguna karena dapat membuat kita mengoperasikan PocketPC ini tanpa menggunakan stylus sama sekali.
Pada thumboard XDA IIs juga terdapat tombol "O2" yg bila dipencet akan langsung merubah tampilan ke mode landscape (Pada Imate PDA2K, dan HTC Harrier fungsinya berbeda)
Dengan mengkombinasikan tombol Fn-Menu pada thumbboard dengan tombol-tombol extra, membuat anda tak perlu menarik stylus dari tempatnya.
Ide pengoperasian tanpa stylus ini terinspirasi dari operating system Windows Mobile Smartphone.
    Berbeda dgn pendahulunya yg hanya mendukung GSM triband, XDA IIs mendukung quad-band (sama seperti Ipaq 6365). Ini berarti XDA IIs dapat digunakan di seluruh belahan dunia.
Namun sayangnya XDA IIs belum mendukung EDGE. Meski EDGE memang masih belum populer, namun untuk sebuah PocketPC Phone terbaru & termahal di dunia tentu layak bila kita menginginkan teknologi GSM terbaru pula, yaitu EDGE.
     XDA IIs masih menggunakan camera 0.3MP yg sama dengan XDA II. Bila anda berharap akan camera 1.3MP sebaiknya menunggu datangnya XDA IIi.
Kualitas foto & video recording XDA IIs sama seperti XDA II. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca lagi review feature XDA II.
     Dalam hal feature audio, XDA IIs masih persis sama dengan pendahulunya. Setting treble & bass masih juga tidak ada. Jack earphone yg digunakan juga masih 2.5mm, bukan 3.5mm yg merupakan ukuran yg lebih umum di pasaran.
     Sama seperti pendahulunya, XDA IIs juga dibekali sofware WModem. Ini berarti XDA IIs dapat digunakan sebagai modem external via Bluetooth, USB, dan Infrared. Anda bisa menggunakan XDA IIs sebagai external modem untuk PC maupun notebook.

Performa
XDA IIs menggunakan prosesor yg sama dengan XDA II yaitu Intel XScale PXA263 400MHz.
Namun meski menggunakan prosesor yg sama, kinerja prosesor XDA IIs masih dibawah XDA II.
Dalam hal kinerja grafis, XDA IIs juga masih harus mengakui keunggulan pendahulunya yaitu XDA II.
Begitu pula dalam hal kinerja files system, lagi-lagi XDA IIs dipermalukan oleh XDA II.
     Biang dari kekalahan performa XDA IIs oleh XDA II bisa jadi disebabkan karena digunakannya operating system WM2003 SE pada XDA IIs. Sebab sebuah PocketPC yg sama akan berjalan lebih lambat pada WM2003 SE drpd bila berjalan pada WM2003. Penurunan kinerja ini bisa dibuktikan pada Toshiba E400 yg OS-nya bisa diupgrade dari WM2003 ke WM2003 SE.

Memory
O2 XDA IIs cukup royal dalam hal memory. Sama seperti XDA II, XDA IIs juga dibekali RAM sebesar 128MB, namun jumlah safe storage-nya 2X lebih besar dari pendahulunya yaitu, 43MB.
Data yg disimpan di safe storage ini tidak akan hilang bila anda melakukan hard-reset.
XDA IIs adalah PocketPC Phone dgn jumlah memory (RAM+ROM) terbesar yg pernah dibuat umat manusia.

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis transflective TFT 65.000 color. Ukurannya 3.5", sama seperti pendahulunya Namun jenis layar LCD yg digunakan pada XDA IIs berbeda dgn XDA II.
     Tampilan layar XDA II terlihat lebih tajam, cerah dan putih dibanding layar XDA IIs.
Layar XDA IIs terlihat agak kekuningan bila dilihat miring dari arah bawah (seperti layar Ipaq 1940/4150/6365).
     Namun layar O2 XDA IIs memiliki lebar viewing angle yg lebih bagus dibanding layar XDA II. Tampilan pada layar XDA II akan terlihat gelap/timbul negatif effect bila dilihat miring dari arah kiri/kanan, hal ini tidak terjadi pada layar XDA IIs. Teman di samping anda dapat melihat tampilan yg ada dilayar XDA IIs dgn jelas.
Namun bila dilihat lurus dari depan, layar O2 XDA II terlihat lebih cerah, putih, dan tajam dibanding layar XDA IIs.
Tampaknya HTC mermang tidak dapat menggunakan jenis LCD yg sama dgn yg digunakan pada XDA II. Jenis LCD yg digunakan pada XDA IIs adalah jenis tipis, ini tentu agar ketebalan XDA IIs tidak bertambah sekalipun ditambah adanya slide-in thumbboard.
Melihat dari karakteristik warna kuning & lebar viewing angle, besar kemungkinan jenis layar yg digunakan XDA IIs sama dgn layar Ipaq 1940/4150. Sebab kedua Ipaq berukuran tipis tersebut juga menggunakan LCD jenis tipis (LCD buatan Sony).

Batere
Banyak orang mengeluhkan borosnya batere O2 XDA II. Oleh karena itu pada XDA IIs ini HTC berusaha memperbaiki kelemahan tersebut dengan menggunakan batere removable Lithium Polymer yg kapasitasnya lebih besar, yaitu 1490mAh.
     Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, O2 XDA IIs mampu bertahan selama 5 jam. Daya tahannya baterenya memang masih dibawah Ipaq 6365 (7 jam), namun performa XDA IIs jelas jauh diatas Ipaq 6365.
Untuk pemakaian normal, XDA IIs mampu bertahan hingga 2 hari. (XDA II cuma 1 hari)

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 SE Phone Edition. OS ini sudah mendukung perubahan tampilan layar ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu melakukan soft-restart).
Dalam hal versi OS yg digunakan, XDA IIs lebih unggul drp Ipaq 6365 yg masih menggunakan WM 2003 Phone Edition (tidak mendukung landcape mode)

PLUS
- Kinerja prosesor sangat bagus
- RAM 128MB
- Kapasitas Safe storage cukup besar (43MB)
- Bluetooth sudah menggunakan driver Widcomm (paling kompatibel)
- Mendukung Bluetooth headset
- Ada WiFi
- Batere lebih irit drpd pendahulunya
- OS WM2003 SE (support mode landscape secara on-the fly )
- Menggunakan chip ATI Imageon yg didukung banyak video player
- Performa sangat tinggi untuk memutar movie DivX (berkat optimalisasi driver untuk ATI imageon)
- Built-in Camera 0.3MP (640x480)
- Kualitas foto cukup bagus
- Bisa video recording dengan 3 macam format
- Thumboard bisa digunakan untuk Stylus-Free Operation
- Thumb board memiliki backlight
- GSM Quad-Band
- Warna hitam memberi kesan kesan garang
- Kini ada 2 distributor (Sistech & TMD) sehingga harga & pelayan garansi bersaing

MINUS
- PocketPC Phone termahal di dunia
- PocketPC Phone paling berat di dunia
- Performa overall lebih pelan daripada pendahulunya (O2 XDA II)
- Belum mendukung EDGE

 

redball.gif (916 bytes)HTC Harrier / AUDIOVOX PPC-6601  (baru : Rp. 5,5 juta - Rp. 8,5 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 125 mm
Lebar: 72 mm
Tebal:
19 mm
Berat:
212 gram
CPU: Intel PXA263 400Mhz
RAM: 128MB             ROM: 96MB
Flash storage: 43MB
OS: WM 2003 SE Phone Edition
Feature: SD (SDIO), iR, Bluetooth,

Camera 0.3MP with Flash,
CDMA EV-DO (2.4 Mbps)

Tak dapat dipungkiri bahwa dari segi teknologi, CDMA2000 memiliki keunggulan dibanding GSM.
Dari segi harga, tarif pulsa CDMA di Indonesia juga jauh lebih murah drpd GSM.
Salah satu kehebatan teknologi CDMA2000 1X adalah kemudahan transisi ke teknologi EV-DO (3G) yg dapat memberikan kecepatan akses internet hingga 2.4Mbps.
Dengan kecepatan setinggi itu, teknologi GSM EDGE jelas tak ada apa-apanya (cuma 300Kbps).
Sudah cukup banyak provider CDMA yg mulai menerapkan EV-DO, di antaranya adalah Sprint (Amerika), Verizon (Amerika), NTT DoCoMo (Jepang), KDDI (Jepang), Telecom (New Zealand), SK Telecom (Korea), Unicom (China).
Mobile-8 Fren merupakan salah satu provider CDMA Indonesia yg juga sudah mengadopsi teknologi EV-DO (khusus daerah Jakarta), yg juga akan disusul oleh Indosat StarOne di tahun 2005 nanti (khusus daerah Surabaya).
     Keunggulan teknologi EV-DO adalah "backward compatible" dgn handphone CDMA yg lama. Sehingga handphone CDMA lama tetap dapat beroperasi sekalipun operator sudah melakukan transisi ke EV-DO. Fleksibilitas seperti ini tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM EDGE, karena EDGE tidak backward compatible dgn handphone GSM lama yg tidak mendukung EDGE.

Oleh karena teknologi EV-DO akan lebih cepat diadopsi drpd EDGE. Buktinya di Indonesia sudah ada operator CDMA yg mengadopsi EV-DO. Sedangkan belum ada satupun operator GSM di Indonesia yg menggunakan EDGE.
     Sony Ericsson, LG, Sanyo, dan Hitachi sudah mengeluarkan handphone yg mendukung CDMA EV-DO 2.4Mbps. Untuk PocketPC Phone, HTC menjadi produsen pertama yg membuat PDA yg mendukung EV-DO 2.4 Mbps.
PocketPC Phone EV-DO ini dinamakan HTC Harrier yg tak lain adah versi CDMA EV-DO dari O2 XDA IIs (HTC Blue Angel).

Di Amerika, HTC Harrier dikenal dgn nama Audiovox PPC-6601 dan di China dikenal dgn nama Daxian CU928 *.
( * Daxian merupakan produsen handphone CDMA terbesar di China yg telah mengekspor beberapa produknya ke Indonesia. Di Indonesia produknya diberi merk lain)
     Bagi yg merasa kecewa dengan tidak adanya teknologi GSM EDGE pada O2 XDA IIs, maka HTC Harrier dapat mengobati kekecewaan tersebut. Dan lagi, kecepatan GSM EDGE yg cuma 300Kbps jelas tidak ada apa-apanya dibanding kecepatan CDMA EV-DO yg mampu mencapai 2.4Mbps.
Selain itu implementasi teknologi EDGE di indonesia masih merupakan tanda tanya. Sedangkan teknologi EV-DO jelas-jelas sudah diterapkan oleh Mobile-8 di Indonesia (Indosat StarOne menyusul).
     Oleh karena itu, jangan heran bila PocketPC Phone yg mendukung EV-DO tidak dibekali WiFi. Karena dgn kecepatan transfer data CDMA EV-DO yg sanggup mencapai 2.4Mbps, anda jelas tak butuh WiFi lagi.

Buat apa tergantung hotspot WiFi kalau anda bisa melakukan koneksi kecepatan tinggi dimana saja dgn CDMA EV-DO.
Tidak adanya feature WiFi justru membuat harga HTC Harrier jauh lebih murah drpd HTC Blue Angel (O2 XDA IIs). Di Amerika, Audiovox PPC-6601 (alias HTC Harrier) dijual oleh operator CDMA Sprint dgn harga cukup murah, yaitu cuma $600 (Rp 5,4 jt). Harga murah ini karena dipaketkan dgn layanan operatornya. Bandingkan dengan harga O2 XDA IIs yg mencapai $950 (Rp. 8,5 juta).
     Di luar negeri, kebanyakan handphone CDMA dijual oleh operator CDMA. Sehingga harganya bisa lebih murah (karena disubsidi oleh operatornya).
Langkah serupa juga sudah mulai ditiru oleh Mobile-8 Fren (Paket Samsung 380 ribu). Sayangnya Indosat StarOne & Telkom Flexi tidak mau mengikuti langkah seperti ini.
Kita tunggu saja apakah Mobile-8 Fren dan operator CDMA lainnya mau memasarkan HTC Harrier ini di Indonesia atau tidak.
Kalau handphone Samsung yg seharga 1 juta bisa dijual oleh Fren seharga 388ribu, maka bila HTC Harrier ini juga dipasarkan oleh operator CDMA (misal Fren), bukan tidak mungkin harganya juga bisa Rp.5,4 juta seperti di Amerika.
     HTC Harrier sudah beredar di Amerika, New Zealand, dan Korea, namun belum masuk di Indonesia. Untuk pengujian HTC Harrier, saya mendapat bantuan dari rekan saya di New Zealand. Di sana HTC Harrier sudah dipasarkan oleh TELECOM New Zealand, yaitu operator CDMA yg sudah mengadopsi teknologi EV-DO.
Di New Zealand, kecepatan akses internet menggunakan HTC Harrier berkisar antara 500Kbps - 1Mbps. Sebuah angka yg cukup fantastis, meski belum mencapai kecepatan maximal 2.4Mbps.
Kabarnya operator CDMA di Jepang dan Korea sudah mampu memaksimal teknologi EV-DO hingga 2.4Mbps. Oleh karena itu teknologi mobile video streaming sudah sangat mem-budaya di kedua negara tsb.

Ukuran
Ukuran fisik HTC Harrier sama persis dgn O2 XDA IIs (alias HTC Blue Angel)

Feature
Perbedaan utama HTC Harrier dgn O2 XDA IIs, adalah network yg disupport. HTC Harrier mendukung CDMA EV-DO yg tergolong teknologi komunikasi 3G. Sedangkan O2 XDA IIs mendukung GSM GPRS yg notabene teknologi komunikasi jaman purba. Teknologi CDMA EV-DO mampu memberikan kecepatan akses internet hingga 2.4 Mbps, bandingkan dengan GSM GPRS yg cuma mampu 64Kbps saja.
Ini berarti untuk mengakses internet, HTC Harrier 40X lipat lebih cepat dibanding O2 XDA IIs.
Teknologi GSM EDGE yg digembar-gemborkan di Nokia Communicator 9500 juga hanya berkisar 177Kbps saja, jelas bukan tandingan CDMA EV-DO 2.4Mbps.
Oleh karena HTC Harrier mendukung CDMA EVDO 2.4Mbps, maka feature WiFi dihilangkan. Hal ini tentu cukup masuk akal. Sebab bila anda sudah bisa mengakses internet kecepatan tinggi di mana saja dengan EV-DO, buat apa lagi perlu WiFi yg koneksinya harus tergantung pada lokasi hotspot.
     Baik HTC Harrier maupun XDA IIs dilengkapi software WModem. Ini berarti kedua PocketPC Phone ini bisa digunakan sebagai modem external via USB maupun Bluetooth.
Anda bisa menggunakan HTC Harrier sebagai high-speed modem untuk PC maupun notebook.
     Perbedaan lain antara HTC Harrier dgn O2 XDA IIs adalah dalam hal feature camera.
Meskipun keduanya masih sama-sama menggunakan camera 0.3MP, namun camera pada HTC Harrier sudah dilengkapi dengan flash. Sehingga memotret di tempat-tempat gelap dapat dilakukan.
     Dalam hal tombol ada sedikit perbedaan antara XDA IIs dengan HTC Harrier. Pada O2 XDA IIs, tombol pertama pada 4 tombol extra adalah tombol Today, sedangkan pada HTC Harrier adalah tombol Start Menu. Tombol Start Menu ini sangat berguna untuk menampilkan start menu tanpa harus mengklik di layar menggunakan stylus.
Selain itu pada thumboard XDA IIs terdapat tombol "O2" untuk merubah layar ke mode landscape, sedangkan pada HTC Hariier tombol tersebut adalah tombol untuk meluncurkan aplikasi Pocket Internet Explorer.

Performa
Karena masih satu rumpun dgn XDA IIs. Maka performa HTC Harrier tak jauh berbeda dgn XDA IIs. Namun secara keseluruhan, performanya sedikit diatas XDA IIs, tapi masih di bawah XDA II

Memory
Spesifikasi memory sama dengan O2 XDA IIs

Layar
Spesifikasi layar sama dengan O2 XDA IIs

Batere
Spesifikasi batere sama dengan O2 XDA IIs

OS
Operating System yg digunakan sama dengan O2 XDA IIs

PLUS
- Mendukung CDMA EVDO (2.4 Mbps)
- Kinerja prosesor sangat bagus
- RAM 128MB
- Kapasitas safe storage cukup besar (43MB)
- Bluetooth sudah menggunakan driver Widcomm (paling kompatibel)
- Mendukung Bluetooth headset
- Batere lebih irit drpd O2 XDA II
- OS WM2003 SE (support mode landscape secara on-the fly )
- Menggunakan chip ATI Imageon yg didukung banyak video player
- Performa sangat tinggi untuk memutar movie DivX (berkat optimalisasi driver untuk ATI imageon)
- Built-in Camera 0.3MP (640x480)
- Camera dilengkapi dengan Flash
- Kualitas foto cukup bagus
- Bisa video recording dengan 3 macam format
- Thumboard bisa digunakan untuk Stylus-Free Operation
- Thumb board tidak memiliki backlight
- Dapat digunakan sebagai modem external (via Bluetooth, USB, InfraRed)
- Harga jauh lebih murah drpd O2 XDA IIs

MINUS
- PocketPC Phone paling berat di dunia
- Performa overall lebih pelan daripada O2 XDA II
- Tidak ada WIFi (bukan masalah karena ada koneksi CDMA EV-DO yg cepat)
- Belum ada yg memasarkan di Indonesia  (seharusnya operator CDMA & importir yg punya channel ke HTC Taiwan atau Daxian China bisa bekerja sama memasukkan HTC Harrier)

 

NEXT PAGE  (benchmark) >

 

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2004 Budz Kay Webdesign, All right reserved
please contact webmaster for any web related problem