REVIEWLAND.COM


  DUEL BERDARAH
  30 PDA POCKET PC
     redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)redball.gif (916 bytes)

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay pada tgl 8 December 2004    (budzkay@reviewland.com)
  PAGE 2 of 5                                                                                 GO TO PAGE :   1   2    3   4   5

redball.gif (916 bytes)IPAQ 3650     ( bekas : Rp. 800 ribu )
pdaduel2004-ipaq3650.jpg (21834 bytes)
UKURAN SPEK:
Panjang: 130 mm
Lebar: 83 mm
Tebal: 16 mm
Berat:
182 gram
CPU: Intel SA-1110 206Mhz
RAM: 32MB            ROM: 16MB

OS: WM 2000
Feature: SD (SDIO), iR

Ipaq 3650 muncul di tahun 2000, dan boleh dianggap sebagai generasi pertama dari PocketPC yg mulai menggunakan OS Windows Mobile 2000 (Windows CE 3.0).
Meski sebelumnya Compaq juga telah membuat PDA, namun 3650 merupakan PDA yg mengawali era kebangkitan Pocket PC.

Ukuran
Bila dibandingkan dengan Ipaq generasi baru, tentu Ipaq 3650 akan terlihat seperti gajah. Terutama karena dimensi dan bobotnya yg jauh diatas ukuran Ipaq generasi baru seperti Ipaq 1940, 2210, dan 4150.
Namun dimasanya, 3650 tergolong yg paling tipis bila dibandingkan dengan Pocket PC generasi lawas seperti Casiopea, Jornada, dsb.

Feature
Compaq tampaknya cukup tolol karena tidak menyediakan SD slot ataupun CF slot pada Ipaq 3650. Ini artinya anda tak bisa menambah memory storage external.
Untuk dapat menggunakan CF card dibutuhkan asesori optional berupa "jacket" yg membuat bentuknya semakin tebal.
Ini tentu cukup konyol, karena PocketPC lain di masanya (Cassiopea) sudah dibekali built in CF slot.
     Compaq juga telah melakukan kesalahan dengan menempatkan speaker pada tombol joypad, yg mengakibatkan teredamnya suara ketika akan menekan tombol ini untuk bermain game. Selain itu, kita juga tidak dapat menekan tombol pada Ipaq 3650 bersamaan, dalam arti hanya tombol yg ditekan pertama kali saja yg akan direspon oleh system. Ini jelas menyulitkan para gamer karena tidak dapat menekan joypad sambil menekan tombol fire secara bersamaan.
Layaknya PDA era lawas, 3650 juga hanya dibekali konektivitas wireless Infrared saja.
     Jack earphone yg digunakan adalah ukuran standard 3.5mm, sehingga cocok dgn berbagai earphone yg umum di pasaran. Namun kualitas audio yg dihasilkan via earphone kurang bersih (ada noise).

Performa
Meski tergolong tua, namun dalam hal kinerja, 3650 masih lumayan memadai karena dibekali prosesor Intel SA-1110 StrongArm 206MHz. Performa chip grafis yg digunakan juga tergolong cukup baik, bahkan masih bisa mengalahkan beberapa Pocket PC generasi terbaru.
Rata-rata game bisa dijalankan dengan lancar pada Ipaq 3650. Namun untuk game 3D seperti Quake, Tomb Raider, dan Racing Days, tentu saja Ipaq 3650 akan kepayahan. Selain itu movie DivX dan MPEG dgn bitrate tinggi juga akan tersengal-sengal pada 3650.
Karena masih menggunakan operating system WM2000, maka Ipaq 3650 terasa kurang responsif dibanding PocketPC yg sudah menggunakan WM2003.

Memory
Ipaq 3650 hanya dibekali RAM sebesar 32MB. Jadi anda harus rajin-rajin mengontrol jumlah aplikasi yg aktif di memory. Tidak adanya slot SD card maupun CF card membuat anda harus pasrah ketika kehabisan storage.

Layar
Ipaq 3650 menggunakan layar reflective TFT 4096 color (12bit) yg tampilannya tentu tak akan seindah Ipaq generasi baru yg sudah mendukung 65.000 color (16bit).
Bahkan dibanding PocketPC lain di masanya (misal Casiopea) tampilan layar 3650 terkesan kurang terang. Meski demikian, tampilan layar ipaq 3650 masih tetap jelas pada kondisi outdoor (di bawah sinar matahari). Ini merupakan keunggulan layar Ipaq yg seringkali tidak ditemui pada PDA lain.

Batere
Batere yg digunakan berjenis 950 mAh Lithium Polymer.  Karena non-removable, maka baterenya tidak bisa diganti-ganti dengan mudah (untuk menggantinya harus membongkar casing).

OS
Operating system yg digunakan pada Ipaq 3650 adalah Windows Mobile 2000 (Windows CE 3.0). Dibanding Windows CE 2.0, versi 3.0 ini sudah mengemas Pocket Word dan Excel, dan juga mengalami beberapa penyempurnaan seperti tampilan grafis yg lebih baik.
Meski tergolong sebagai PocketPC lawas, namun 3650 masih bisa dipakai untuk menjalankan aplikasi-aplikasi masa kini.
Ini tak lain karena 3650 telah menggunakan generasi OS Windows CE 3.0 (Windows Mobile 2000). Windows Mobile 2002 yg muncul sesudahnya, merupakan WIndows CE 3.0 juga, namun telah disempurnakan lagi.

PLUS
- Harga bekasnya sangat murah
- Performa grafis lumayan baik untuk ukuran PDA lawas

MINUS
- Ukurannya besar & berat
- Tidak ada SD slot ataupun CF slot
- OS masih Windows Mobile 2000
- Memory cuma 32MB
- Batere non-removable
- Layar 4096 color
- Tombol tak dapat ditekan bersamaan, tidak cocok untuk main game action
- Layar mudah kemasukan debu
- Bentuk stylus yg tidak proporsional membuatnya sering macet ketika keluar/masuk

 

redball.gif (916 bytes)TOSHIBA e310 / e330/ e350     ( bekas : Rp. 900 rb /  1,2 jt / Rp. 1,6jt )

UKURAN SPEK:
Panjang: 125 mm
Lebar: 80 mm
Tebal:
10 mm
Berat: 144.5 gram
CPU: Intel SA-1110 206Mhz (e310)
  Intel PXA250 300Mhz (e330 / e350)
RAM: 32MB(e310)  64MB(e330/e350)

ROM: 32MB
OS: WM 2002 (e310 / e335)
       WM 2003 (e355)
Feature: SD (SDIO), iR

Kesuksesan Ipaq membuat Toshiba ikut terjun ke kancah PDA PocketPC. Produsen yg telah lama bergelut di bidang notebook ini pada bulan April 2002 akhirnya meluncurkan Toshiba seri E310.
Berbeda dgn Ipaq 3650 yg masih menggunakan OS Windows Mobile 2000, PocketPC Toshiba ini sudah dibekali OS Windows Mobile 2002.
Bahkan seri E355 sudah dibekali OS WM2003.
Harganya saat itu juga lebih murah dibanding Ipaq sejenis.
Untuk saat ini pun harga bekasnya lebih murah dibanding Ipaq sekelasnya.

Ukuran
Toshiba ingin membuktikan pada dunia bahwa mereka ahli membuat PocketPC berukuran tipis. Ini dibuktikan dengan ketebalan seri E3xx yg cuma 10mm saja.
     Namun Toshiba merupakan perusahaan yg cukup tolol dalam hal mendesign bentuk PocketPC. Ini terlihat dari bentuk E310/330/350 yg kaku & membosankan. Bentuk yg jelek inilah yg membuat PocketPC keluaran Toshiba tidak sesukses Ipaq.
Selain itu Toshiba E310/330/350 adalah Pocket PC dengan ukuran paling lebar di dunia. Faktor lebar inilah yg justru membuat bentuknya terkesan sangat besar. Inilah hasil kebodohan para designer Toshiba.

Feature
Salah satu keunggulan yg dimiliki PocketPC Toshiba adalah feature USB Host, feature ini jarang dimiliki kompetitor lain.
USB Host memungkinakan anda untuk menancapkan device USB ke PocketPC, layaknya sebuah PC betulan.
Feature lainnya yaitu SD slot dan infra red.

Performa
Toshiba E310 dibekali prosesor Intel SA-1110 StrongArm 206Mhz yg sudah teruji kehandalannya. Sedangkan E335 & E355 menggunakan Intel PXA250 XScale 300MHz. Performa kedua prosesor Intel ini sebenarnya tak terlalu jauh berbeda. Yang membawa perbedaan kinerja justru digunakannya OS Windows Mobile 2003 pada E355.
Performa prosesor StrongArm 206MHz yg digunakan pada E310 juga sudah  sanggup mengalahkan beberapa PocketPC baru seperti Ipaq 3970, 5450, 6365, dan Samsung i700. Sangat mengejutkan untuk sebuah PocketPC yg harga bekasnya saat ini cuma 700 ribuan.
Namun sayangnya performa chip grafis E310 kurang bagus, namun paling tidak masih sedikit diatas Ipaq 5450.

Memory
Toshiba seri E310 cuma dibekali memory sebesar 32MB. Namun seri E330 dan E350 sudah dibekali memory sebesar 64MB, cukup besar untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern.

Layar
Toshiba menggunakan layar TFT Active Matrix 65.000 color (16bit). Namun layarnya masih menggunakan frontlight sehingga terkesan kurang terang seperti halnya layar Audiovox Thera.
Bila mata anda sudah terbiasa dimanjakan dgn tampilan layar Ipaq, maka mata anda akan sakit bila melihat layar Toshibe E310.

Batere
Batere yg digunakan berjenis Lithium-Ion

OS
Toshiba E310 & E330 menggunakan OS WM2002 (Windows CE 3.0), sedangkan E355 sudah menggunkan WM2003 (Windows CE 4.2).
Dibanding Ipaq 3650 yg masih menggunakan WM2000, Toshiba E310 jelas lebih menarik karena OS-nya sudah WM2002.

PLUS
- Harga baru & bekasnya lebih murah daripada Ipaq
- Sangat tipis
- Feature USB Host

MINUS
- Absennya bluetooth pada E355 cukup disayangkan mengingat PocketPC lain dengan harga sekelasnya sudah memilikinya
- Memory E310 cuma 32MB
- Tampilan layar jelek (masih menggunakan frontlight)
- Ukuran sangat lebar
- Bentuk kurang bagus

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ 3850 / 3870 / 3970    ( bekas : Rp. 1 jt / 1,6 jt / 1,8 jt )

pdaduel2004-ipaq38003900.jpg (19885 bytes)
UKURAN SPEK:
Panjang: 135 mm
Lebar:
84 mm
Tebal: 16 mm
Berat:
180 gram
CPU: Intel SA-1110 206Mhz (38xx)
  Intel PXA250 400Mhz (3970)
RAM: 64MB            ROM: 32MB

OS: WM 2002
Feature: SD (SDIO), iR

                   Bluetooth (3870, 3970)

Ipaq seri 38xx dan 39xx merupakan penerus dari seri 3650.
Seri 38xx & 39xx sudah dibekali OS Windows Mobile 2002. Semenjak Ipaq 3870 ke atas, Compaq juga sudah mengadopsi feature Bluetooth.
Selain itu, pada Ipaq 3970 sudah digunakan prosesor Intel PXA250 XScale 400MHz.
Selisih harga yg sedikit antara 3870 dan 3970 membuat 3970 lebih layak untuk dibeli.

Ukuran
Tak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya, yaitu Ipaq 3650, seri 38xx dan 39xx juga masih mewarisi gen "ukuran gajah". Bahkan sang penerusnya ini lebih parah karena ukurannya malah lebih panjang drpd Ipaq 3650.

Feature
Compaq telah belajar dari kesalahan masa lalu, dan kini tak menempatkan speaker di tombol joypad lagi, namun memindahkan ke posisi atas.
Mimpi buruk para gamer pada Ipaq 3650, yaitu tombol yg tidak dapat ditekan bersamaan, juga sudah tidak ditemui.
Seperti biasa, SD slot, Infrared dan jack standard 3.5mm menjadi kelengkapan standard. Namun seri 3870 dan 3970 sudah dibekali Bluetooth.

Untuk menggunakan CF card, juga masih dibutuhkan jacket yg tentu akan membuat si gajah ini terlihat lebih gembrot lagi.
Berbeda dgn stylus Ipaq 3650, bentuk stylus ipaq 38x dan 39xx bundar secara prosprsioonal, sehingga akan terhidar dari kemacetan yg kerap menimpa pengguna Ipaq 3650. Selain itu tombol stylus eject seperti pada 3650 juga sudah dihilangkan. Jadi untuk mencabut stylus cukup dilakukan dengan menekan stylus.

Performa
Meski 3970 sudah menggunakan prosesor Intel XScale 400Mhz, namun performanya tidak terlalu berbeda dgn seri 3850/3870. Ini karena Compaq gagal mengoptimalkan kemampuan prosesor Xscale pada 3970. Akibatnya performa prosesornya bahkan jauh dibawah Toshiba E310 dan O2 XDA yg notabene menggunakan Intel StrongArm 206MHz dan OS yg sama-sama WM2002 juga.
Performa chip grafis 3970 juga jauh dibawah pendahulunya yaitu Ipaq 3650.
Jadi dalam hal performa, kinerja 3970 boleh dibilang sangat buruk. Konyolnya banyak orang yg mengira bahwa performa 3970 bagus karena telah menggunakan prosesor 400MHz. Padahal performa tidak hanya ditentukan dari kecepatan prosesor semata, banyak komponen lain yg berpengaruh terhadap performa sebuah PocketPC.
Developer game Street Duel Underground (balap mobil ala NFSUG) bahkan jelas-jelas menyatakan Ipaq seri 38xx/39xx tidak bertenaga untuk memainkan game 3D tsb.

Memory
Berbeda dgn Ipaq 3650 yg RAM-nya cuma 32MB, Ipaq seri 38xx dan 39 sudah dibekali RAM sebesar 64MB, yg tentu cukup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern.

Layar
Tampilan layar Ipaq 38xx dan 39xx juga sudah lebih bagus dibanding Ipaq 3650. Layar yg digunakan adalah jenis reflective TFT 65.000 color (16bit). Seperti biasa, layar Ipaq tetap jelas terlihat meski di bawah sinar matahari.
Layar Ipaq 3970 memiliki setting "auto brightness" yg dapat menyesuaikan cahaya backlight dengan kondisi cahaya di sekitar (akan makin terang bila situasi di sekitar terang), ini tentu dgn maksud agar kita selalu dapat melihat layar dgn jelas dalam kondisi apapun.

Batere
Batere yg digunakan adalah jenis 1400 mAh Lithium Polymer, yg tentu lebih tahan lama dibanding batere Ipaq 3650. Sayangnya masih non-removable seperti Ipaq seri sebelumnya, jadi anda harus membongkar casing bila ingin menggantinya.

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2002 (Windows CE 3.0), yg merupakan penyempurnaan dari Windows Mobile 2000.

PLUS
- Ipaq 3870 dan 3970 dibekali Bluetooth
- Sudah mendukung multi-button press

MINUS
- Performa prosesor XScale 400MHz pada Ipaq 3970 tidak optimal, alias pelan
- Ukurannya besar & berat
- Batere non-removable

 

redball.gif (916 bytes)ACER n10   (baru : --- , bekas : 1,5 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 130 mm
Lebar: 78 mm
Tebal: 17 mm
Berat: 168 gram
CPU: Intel PXA255 300Mhz
RAM: 64MB             ROM: 32MB
OS: WM 2003
Feature: SD (SDIO), CF I / II, iR

                   USB Host,

Nama Acer memang kurang populer di bidang PDA PocketPC. Namun feature yg disuguhkan lumayan bagus dengan harga yg tidak terlalu mahal.

Ukuran
Acer n10 tergolong jajaran PocketPC yg bertubuh bongsor seperti halnya Ipaq 3970. Hanya saja agak sedikit lebih ringan, tapi lebih tebal.
Meski demikian, ukurannya yg tidak kecil itu dibayar dengan beberapa feature lain cukup menarik.

Feature
Berbeda dgn seri Ipaq yg hampir semuanya tak dibekali CF slot. Acer n10 menawarkan feature dual slot (SD dan CF). Buat orang yg tergantung dgn berbagai ragam CF device (TV tuner, GPS, bluetooth, WiFi, dll), Acer n10 akan memberikan angin segar.
Harus diakui bahwa CF card memiliki option yg lebih lengkap dibanding SD card.
Mungkin karena anggapan CF lebih unggul drpd SD itulah maka Acer memutuhkan SD slotnya tidak mendukun SDIO, sehingga anda tidak dapat menggunakan SD bluetooth dan Wifi. Melihat prospek ke depan SD yg cukup cerah, tentu ini bisa menjadi kekurangan.
Apalagi Acer n10 juga tidak dibekali Bluetooth maupun WiFi. Padahal kebanyakan modul Bluetooth/Wifi yg dijual di pasaran berbentuk SD. Penambahan modul CF bluetooh/Wifi juga berarti tambahan biaya lagi.

Acer n10 dibekali feature USB Host yg jarang dimiliki kompetitor lain (kecuali Toshiba & Asus).
Dalam urusan feature audio, tampaknya Acer n10 masih kalah dibandign Ipaq 3970. Ketika mendengarkan musik dgn headphone masih terdapat suara "hiss", alias tidak sebersih suara Ipaq 3970. Tipe jack headphone yg digunakan Acer n10 adalah ukuran standard 3.5mm.
Pada sisi samping kiri Acer n10 terdapat 3 way scroll-button (atas-bawah-tekan) yg dapat membantu navigasi.

Performa
Performa prosesor Intel XScale PXA255 300Mhz yg digunakan pada Acer n10 mampu mengalahkan PXA261 300Mhz pada Toshiba E400 yg notabene lebih baru.
Dalam urusan performa prossor, Ipaq 3970 jelas tertinggal jauh dibanding Acer n10. Ini karena Compaq memang gagal mengoptimalkan performa XScale 400Mhz pada Ipaq 3970.
Tampaknya di kelas harga dibawah 2 juta, Acer lebih mampu mengoptimalkan kinerja prosesornya drpd Toshiba & Compaq.
Performa grafis Acer n10 juga tergolong bagus. Hampir setara Ipaq 1940 dan jauh diatas Ipaq 3970, 5455, 5550.
Yang jelas, performa grafis Acer n10 sangat jauh diatas Ipaq 2210 yg harganya jauh lebih mahal dan juga dibekali feature dual-slot.
Namun performa grafis Acer n10 masih belum cukup untuk menjalankan game 3D berat seperti Street Duel Underground (balap mobil ala NFSUG). Bahkan developer game tersebut jelas-jelas menyatakan bahwa performa grafis Acer n10 tidak layak untuk menjalankan game tsb.
Namun untuk urusan kinerja file system, Acer n10 adalah yg terburuk. Jadi pengoperasian folder, copy/install, buka tutup file dan sebagainnya akan terasa sangat lambat seperti di Ipaq 6365.

Memory
Acer n10 dibekali memory 64MB SDRAM (62MB user accesible).

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis TFT 65.000 color (16bit). Seperti kebanyakan layar Ipaq, tampilan layar Acer n10 juga tetap jelas terlihat meski di area outdoor. Namun kualitas tampilannya agak sedikit dibawah layar Ipaq 2210.
Ukuran layar Acer n10 terlihat lebih besar drpd layar Ipaq 2210, namun bila dinyalakan terlihat bahwa area border hitamnya cukup lebar, sehingga viewable areanya akhirnya sama saja dgn layar Ipaq 2210.

Batere
Kapasitas batere Lithium-Polymer yg digunakan Acer n10 cukup besar yaitu 1520 mAh.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximum, Acer n10 mampu bertahan hingga 5 jam. Daya tahan yg tergolong sangat bagus.
Sayangnya baterenya non-removable, jadi tak dapat diganti-ganti, alias harus membongkar casing bila ingin menggantinya.

OS
Operating System yg digunakan adalah Windows Mobile 2003 (Windows CE 4.2)

PLUS
- Dual Slot (CF dan SD)
- Batere kapasitas besar (1520 mAh) dgn daya tahan yg lama
- Performa prosesor dan grafis cukup baik di kelasnya
- Feature USB Host
- Harga murah

MINUS
- Panjang dan agak tebal
- Tidak ada Bluetooh & Wifi
- Batere non-removable
- Kualitas audio tidak sebersih Ipaq
- Performa file system sangat buruk

 

redball.gif (916 bytes)TOSHIBA e400 (baru : Rp. 1,9 juta , bekas : 1,6 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 124 mm
Lebar: 76 mm
Tebal:
10 mm
Berat: 144.5 gram
CPU: Intel PXA261 300Mhz
RAM: 64MB  32MB  ROM: 16MB
NAND Flash: 32MB (for storage)
OS: WM 2003 Profesional Edition
Feature: SD (SDIO), iR, USB Host

Pada bulan October 2003, Toshiba meluncurkan seri E400 untuk menggantuikan seri E300.
Ciri khas ukuran tipis & ringan tetap dipertahankan, namun kini sekujur tubuhnya dilabur warna hitam.

Ukuran
Ketebalan Toshiba E400 yg cuma 10mm membuatnya sebagai PocketPC yg palig tipis. Lebar E400 yg cuma 76mm juga membuatnya terlihat lebih ramping dibanding seri E300.

Feature
Feature USB Host menjadi ciri khas PocketPC Toshibva yg jarang dimilki kompetior lain.
Namun untuk PocketPC era 2003, absennya Bluetooth pada E400 merupakan kesalahan fatal yg dilakukan oleh Toshiba.
E400 dibekali feature sound yg cukup canggih yaitu: AC-97 Codec Chip,  WM9712L Sound Chip dengan feature 16-bit stereo, 44.1KHz Sample Rate, Full Duplex support.
Kualitas suara built-in speakernya lumayan bagus, dan juga dibekali jack headphone ukuran standard (3.5mm).

Performa
E400 telah menggunakan prosesor Intel XScale generasi baru PXA 261 300MHz. Meski performanya diatas prosesor XScale generasi lama seperti PXA250 400Mhz, namun kinerjanya masih dibawah prosesor Samsung 266MHz yg dipakai pada Ipaq 1940 dan juga PXA255 300MHz yg dipakai Acer n10.
Performa chip grafis pada E400 juga cukup jauh diatas Ipaq 3970, 5450, 5550, 2210 dan O2 XDA II. Namun masih bukan tandingan Acer n10, Ipaq 1940, dan Ipaq 4150.

Memory
E400 dibekali memory 64MB SDRAM (62MB user accesible). Selain itu juga ada memory NAND Flash 32MB yg bisa dipakai untuk storage. File yg disimpan pada NAND Flash ini tidak akan hilang bila anda kehabisan batere atau melakukan hard-reset.
Ukuran ROM cuma 16MB karena OS yg digunakan Windows 2003 Professional Editon (versi Premium Edition membutuhkan ROM 32MB)

Layar
E400 menggunakan layar transflective TFT 65.000 color (16bit) yg cukup cerah.

Batere
Batere yg digunakan adalah jenis Lithium-ion  980-mAh non-removable. Jadi anda harus membongkar casing bila ingin menggantinya.
Daya tahan batere sekitar 4 jam bila dipakai nonstop dengan backlight menyala maximum, lumayan baik mengingat ukuran E400 sangat tipis.

OS
OS yg digunakan Windows Mobile 2003 Professional Ediiton. Berbeda dgn versi PremiumEdition (lebih lengkap), versi Professional Editon tidak dilengkapi aplikasi Terminal Client, Microsoft Reader, dan Picture Viewer, jadi bila membutuhkannya anda harus menambahkannya sendiri.

PLUS
- Sangat tipis
- Ada tambahan memory NAND Flash 32MB untuk storage
- Feature USB Host
- Harga murah

MINUS
- Tidak ada Bluetooh & Wifi
- Batere non removable

 

redball.gif (916 bytes)VIEWSONIC V36   (baru : Rp. 1,9 juta , bekas : --- )

pdaduel2004-viewsonicv36.jpg (21430 bytes)
UKURAN SPEK:
Panjang: 127 mm
Lebar: 77 mm
Tebal: 14 mm
Berat:
137 gram
CPU: Intel PXA250 300Mhz
RAM: 64MB             ROM: 32MB
OS: WM 2003
Feature: SD (SDIO), iR,

                   Camera 0.3MP (640x480)

Untuk monitor, nama Viewsonic memang cukup terkenal. Tapi untuk PDA PocketPC, nama Viewsonic sangat tidak terkenal.
Dengan harapan bisa terkenal, Viewsonic membekali PocketPC-nya dengan feature yg tidak dimiliki kompetitornya, yaitu integrated camera.
Akhirnya Viewsonic V36 menjadi satu-satunya Pocket PC berkamera yg harganya dibawah 2 juta.

Ukuran
Ukurannya tidak sebesar Ipaq 3970, dan jauh lebih tipis, padahal dibelakang V36 terdapat sebuah camera.
Hebatnya lagi, meski harus menggendong camera, V36 termasuk PocketPC yg sangat ringan. Bahkan jauh lebih ringan dibanding Toshiba E400 yg bentuknya super tipis itu.

Feature
Adanya built-in digital camera 0.3MP merupakan feature utama yg membedakan V36 dari PocketPC lain di pasaran.
Tidak seperti Samsung i700, O2 XDAII dan Ipaq 6365, Viewsonic V36 tidak memiliki tombol khusus untuk mengaktifkan camera, tapi kita dapat dengan mudah melakukan button-assignment untuk itu.
Ketika camera diaktifkan, anda dapat menggunakan layar sebagai viewfinder. Refresh rate-nya sebagai view finder cukup baik sehingga tidak ada efek shadow pada layar.
Resolusi foto yg bisa anda pilih adalah 640x480 dan 320x240.

Ukuran file foto yg dihasilkan sekitar 30KB.
Terdapat pula option untuk fungsi camera seperti white balance, brightness, dan burst mode.

Kualitas fotonya lumayan bagus dengan reproduksi warna yg cukup akurat. Meski demikian kualitasnya fotonya tentu saja masih dibawah camera digital.
Anda juga dapat merekam video dengan Viewsonic V36 (sesuatu yg tidak dapat dilakukan oleh Ipaq 6365 seharga hampir 6 juta). Resolusi video yg dihasilkan 176x144, tampilannya di layar lumayan meski masih ada lost frame. Ukuran file movie berdurasi 15 detik sekitar 400KB. Namun anerhnya, meski file outpunya ber-ekstension  .mpg, namun file movie tersebut tidak menggunakan format movie standard, sehingga tidak bisa diputar di komputer biasa maupun di program Windows Media player bawaan V36. Jadi movie yg dihasilkan hanya bisa dijalankan di program video recorder bawaan V36.

Performa
Meski saya belum sempat melakukan pengujian benchmark untuk V36 (karena keterbatasan waktu peminjaman & kelangkaan barang), namun dengan hanya mengandalkan perasaan sewaktu mencoba menjalankan berbagai aplikasi, dapat terasa bahwa kinerja V36 masih dibawah Toshiba E400 dan Acer n10. Meski sama-sama menggunakan prosesor Intel XScale 300MHz, namun Viewsonic V36 masih menggunakan XScale PXA250 yg masih berjalan pada bus clock (FSB) 100MHz, sedangkan PXA255 yg digunakan pada Toshiba dan Acer sudah berjalan pada bus clock 200MHz.

Memory
Viewsonic V36 dibekali memory 64MB SDRAM (57MB user accesible).

Layar
Layar yg digunakan V36 adalah jenis Transflective TFT 65.000 color (16 bit).

Batere
Batere yg digunakan jenis Lithium Ion yg daya tahannya tergolong kurang baik. Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal , Viewsonic V36 hanya mampu bertahan selama 2,5 jam. Untunglah jenis baterenya removable, jadi anda bisa mengganntinya dengan mudah bila punya batere cadangan.

OS
OS yg digunakan adalah Windows Mobile 2003

PLUS
- Built-in digital camera 0.3MP (640x480)
- Bisa merekam video
- Ringan & cukup tipis
- Batere removable
- Harga murah

MINUS
- Boros batere
- File hasil movie recording tidak standard
- Tidak ada Bluetooth & Wifi

 

redball.gif (916 bytes)TOSHIBA E740   (baru : Rp. ---- , bekas : 2 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 125 mm
Lebar:
80 mm
Tebal: 11 mm
Berat: 140 gram
CPU: Intel PXA250 400Mhz
RAM: 64MB             ROM: 32MB
OS: WM 2002 Premium Edition
Feature: SD (SDIO), CF I / II, iR,

                 USB Host,  WiFi (802.11b)

Toshiba E740 tergolong PocketPC era lama yg diluncurkan di bulan Juni 2002. Meski demikian sudah dibekali feature canggih yg hingga kini masih patut disegani.
Berbeda dari kebanyakan PocketPC yg casing-nya dari plastik, casing E740 terbuat dari bahan metal ringan yg membuatnya tampak lebih berwibawa.
Toshiba E400 yg notabene lebih baru (2003), mungkin minder bila melihat kelengkapan E740.
Untungnya lagi, harga bekasnya PocketPC yg sarat feature ini sangat murah (karena harga bekas PocketPC Toshiba cenderung jatuh karena kurang laku)

Ukuran
Toshiba memang piawai membuat PocketPC berukuran super tipis. Ini terlihat dari tebal E740 yg cuma 11mm saja. Selain itu bahan metal yg digunakan pada casingnya juga tidak membuatnya lebih berat, namun justru sangat ringan. Beratnya cuma 140 gram, jauh lebih ringan drpd Ipaq 3970 yg casingnya justru dari plastik.
     Namun Toshiba merupakan perusahaan yg cukup tolol dalam hal mendesign bentuk PocketPC. Ini terlihat dari bentuk E740 yg kaku & membosankan, persis same seperti pendahulunya (E310/330).
Bentuk yg jelek inilah yg membuat PocketPC keluaran Toshiba tidak sesukses Ipaq.
Selain itu Toshiba E740 adalah Pocket PC dengan ukuran paling lebar di dunia. Faktor lebar inilah yg membuat bentuknya terkesan sangat besar. Inilah hasil kebodohan para designer Toshiba.

Feature
Meski tergolong PocketPC era 2002, namun E740 yg saya review ini sudah dilengkapi WiFi.
Ini tentu cukup mengagumkan mengingat PocketPC Toshiba generasi terbaru seperti E400 tak dibekali WiFi ataupun Bluetooth.
Namun E740 ini tidak dibekali dengan Bluetooth. Padahal dibanding Wifi, Bluetooth justru lebih berguna karena mempermudah transfer file dan pairing dengan handphone.
Toshibe E740 versi Eropa dibekali bluetooth (tapi tanpa Wifi). Namun yg jelas versi beredar di Indonesia hanya dibekali WiFi saja (tanpa Bluetooth).
Tampaknya Toshiba menyuruh konsumen memlih salah satu antara Bluetooth atau WiFi. Hal ini tentu cukup mengecewakan mengingat kompetitornya menyediakan Bluetooth & WiFi sekaligus.
     E740 dibekali feature USB Host yg merupakan ciri khas Toshiba yg jarang ditemui pada merk lain. Toshiba juga menawarkan opsi VGA/USB module untuk output VGA external (untuk presentasi di OHP)
Hebatnya lagi, E740 bahkan dibekali dengan dual-slot (SD dan CF).
Oleh karena itu E740 boleh dibilang sebagai PocketPC dengan feature terlengkap hingga saat ini.

E740 menggunakan jack headphone standard 3.5mm

Performa
Sebagai device PocketPC yg masih menggunakan OS WM2002, tentu kinerjanya tidak akan sebaik PocketPC dgn OS WM2003.
Tak hanya itu saja, meskipun E740 dibekali prosesor Intel XScale PXA250 400MHz, namun kinerja prosesornya boleh dibilang cukup buruk, bahkan bisa dikalahkan oleh Toshiba E310 dan O2 XDA yg notabene menggunakan Prosesor StrongArm 206MHz dan sama-sama menggunakan OS WM2002.
Kinerja chip grafis ATI 384KB yg digunakan pada E740 juga tak memuaskan. Performa grafisnya dibawah Ipaq 2210, 5550, dan 3970. Performa grafis Toshiba E400 bahkan sangat jauh diatas E740.
Pada awalnya chip grafis ATI yg digunakan pada E740 juga mengalami problem dengan software MPEG Player PocketTV, namun kemudian developer software tsb mengatasi problem kompatibilitas tsb,
Meski sarat feature, E740 jelas mengalami problem yg cukup pelik dalam hal performa.

Ini juga disebabkan karena prosesor XScale PXA250 masih berjalan pada bus clock (FSB) 100MHz.
Beberapa developer game bahkan menyatakan adanya masalah performa pada E740. Diantaranya adalah Everquest. Optimalisasi chip ATI yg gagal pada Toshiba E740 membuatnya kurang mampu menjalankan game 3D berat seperti Street Duel Underground (balap mobil ala NFSUG). Bahkan developer game tersebut jelas-jelas menyatakan bahwa performa grafis Toshiba E740 tidak layak untuk menjalankan game tsb.

Memory
Toshiba E740 dibekali memory 64MB.

Layar
Layar yg digunakan E740 adalah jenis Transflective Active Matrix TFT 65.000 color (16 bit). Namun kualitas tampilannya kurang bagus dan masih dibawah kualitas layar Ipaq.

Batere
Batere yg digunakan E740 adalah jenis Lithium Ion 1000mAh. Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal dan WiFi aktif, Toshiba E740 hanya mampu bertahan selama 2 jam. Untunglah jenis baterenya removable, jadi anda bisa menggantinya dengan mudah bila punya batere cadangan. Toshiba menawarkan opsional batere high performance.

OS
Toshiba E740 masih menggunakan OS Windows Mobile 2002, sehingga performanya tidak sebaik PocketPC yg sudah menggunakan Windows Mobile 2003

PLUS
- Sangat tipis
- Casing metal
- Ada Wifi
- Dual Slot (CF dan SD)
- Feature USB Host
- Batere removable

MINUS
- Kinerja prosesor dan grafis buruk
- Boros batere
- Tidak ada Bluetooth (hanya menyediakan versi dengan option WiFi saja atau Blueotoh saja)
- Ukuran sangat lebar
- Bentuk kurang bagus
- Problem kompatibiltas/performa dengan beberapa game
- Masih menggunakan OS WM2002

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ 5450   (baru : Rp. ---- , bekas : 2 juta )

UKURAN SPEK:
Panjang: 133 mm
Lebar:
84 mm
Tebal: 16 mm
Berat:
207 gram
CPU: Intel PXA250 400Mhz
RAM: 64MB             ROM: 48MB
NAND Flash: 16MB (for storage)
OS: WM 2002
Feature: SD (SDIO), CiR,

   Bluetooth (class 2),
   WiFi (802.11b), Fingerprint scanner

Ipaq 5450 merupakan seri Ipaq pertama yg diluncurkan setelah Compaq merger dengan HP.
Oleh karena itu logo HP sudah bertengger di bagian atas PocketPC ini.
Ipaq 5450 muncul pertama kali pada bulan Desember 2002.
Sebenarnya Ipaq 5450 merupakan "proyek gagal" Compaq/HP untuk membuat PDA Phone W-CDMA. Karena itulah ada antena dan slot untuk SimCard di bagian belakang Ipaq 5450.
Karena standar W-CDMA saat itu belum populer maka HP memutuskan membatalkan rencana PDA Phone tersebut, dan keluarlah Ipaq 5450.
HP tidak hanya gagal dalam menjadikan Ipaq 5450 sebagai PocketPC Phone, tapi juga gagal mengoptimalkan kinerjanya. Akibatnya Ipaq 5450 seringkali dijuluki sebagi "si bongsor yg lamban".
Ukuran yg bedar & kinerja yg lambat membuat Ipaq 5450 kurang sukses di pasaran. Di luar negeri bahkan sangat banyak orang yg menjual lagi Ipaq 5450 karena kecewa dgn performa dan juga seringnya masalah pada WiFi.

Ukuran
Ipaq 5450 mewarisi design & ukuran bongsor dari Ipaq generasi lama yaitu Ipaq 3870/3970. Bahkan Ipaq 5450 jauh lebih berat drpd pendahulunya tsb.
Dengan bobot 207gr (sama dengan Ipaq 5550), Ipaq 5450 boleh dibilang sebagai sebagai PocketPC terberat di muka bumi.

Feature
Andaikan Ipaq 5450 jadi dibekali fungsi Phone, mungkin ini bakal jadi device dgn feature paling komplit. Namun tanpa adanya fungsi phone sekalipun, Ipaq 540 masih memiliki feature yg cukup komplit yaitu Wifi, Bluetooth dan Thermal Biometric Fingerprint Scanner.
Jenis infrared yg digunakan juga merupakan Consumer IR sehingga dengan menggunakan software Nevo yg disertakan, Ipaq 5450 dapat digunakan sebagai remote control untuk mengendalikan berbagai peralatan elektronik seperti TV, DVD player, dsb.
Ipaq 5450 juga dibekali feature Vibrate yg tidak ada pada pendahulunya. Mungkin adanya fungsi vibrate ini karena Ipaq 5450 pada awalnya dimaksukan sebagai PDA Phone.
Dalam hal feature, Ipaq 5450 adalah saingan utama Toshiba E740. Perbedaan antara keduanya terletak pada adanya CF slot pada Toshiba E740 dan adanya Thermal Fingerprint scanner pada Ipaq 5450.
Dalam hal ukuran, Toshiba E740 lebih unggul (jauh lebih tipis & lebih ringan) drpd Ipaq 5450.
Sedangkan untuk radius/kekuatan sinyal WiFi, Ipaq 5450 lebih baik dibanding Toshiba E740, karena Ipaq 5450 menggunakan antena external yg pada awalnya dimaksudkan sebagai antena phone.

     Dalam hal audio, Ipaq 5450 tidak dibekali setting yg komplit. Berbeda dgn Ipaq 1940 yg memiliki setting audio yg super komplit.
Sama seperti Ipaq 5550, Ipaq 5450 juga tidak memiliki setting bass & treble, yg ada hanyalah setting "bass boost" dalam 4 level. Selain itu kualitas suara yg dihasilkan via earphone kurang bersih, atau dengan kata lain ada noise/hiss yg dihasilkan.

Performa
Meski sarat feature, namun kinerja Ipaq 540 boleh dibilang amat sangat buruk, bahkan lebih buruk dibanding Toshiba E740 yg sudah masuk kategori buruk.
Tampaknya HP gagal mengoptimalkan kinerja prosesor Intel XScale PXA250 400MHz yg digunakan pada Ipaq 5450. Akibatnya kinerja prosesornya bahkan jauh dibawah O2 XDA dan Toshiba E310 yg notabene menggunakan prosesor Intel StrongArm 206MHz dan menggunakan OS WM2002 juga.
Kasusnya sama seperti pada Toshiba E740, jadi besar kemungkinan problemnya bersumber pada kinerja prosesor Intel XScale PXA250 400MHz.
Hasil benhmark membuktikan bahwa tidak ada PocketPC lain yg kinerja prosesornya lebih pelan drpd Ipaq 5450 (kecuali Ipaq 6365)
Andaikan tidak ada Ipaq 6365 yg super-pelan itu, Ipaq 5450 pasti menjadi juru kunci.
     Performa chip grafis MediaQ pada Ipaq 5450 juga kurang memuaskan dan masih dibawah performa grafis PocketPC Phone seperti Audiovox Thera dan O2 XDA.
Dalam hal grafis, Ipaq 5450 bahkan mampu dikalahkan oleh Ipaq 3600 yg notabene merupakan PocketPC generasi purbakala.
Ipaq 1940 yg notabene PocketPC murah meriah performa grafisnya hampir 7X lebih cepat drpd Ipaq 5450.

Ipaq 5450 juga tidak cukup bertenaga untuk menjalankan game 3D berat seperti Street Duel Underground (balap mobil ala NFSUG). Bahkan developer game tersebut jelas-jelas menyatakan bahwa performa grafis Ipaq 5450 tidak layak untuk menjalankan game tsb.
Namun paling tidak para gamer boleh sedikit menarik napas lega karena joypad Ipaq 5450 mendukung arah diagonal (8 arah) dan juga mensupport penekanan tombol secara bersamaan (multi-button press).
Namun bila gamer tersebut menganut semboyan "framerate is everything", maka ipaq 5450 jelas bukan pilihan yg tepat.
     Kinerja file system Ipaq 5450 juga tergolong sangat lamban. Meski agak sedikit lebih cepat drpd Ipaq 3970, namun kinerja file system Ipaq 5450 sangat jauh dibawah Ipaq 1940.

Memory
Ipaq 5450 dibekali memory 64MB SDRAM (46MB user accesible), dan NAND Flash sebesar 16MB untuk storage. File yg disimpan pada NAND Flash ini tidak akan hilang bila anda kehabisan batere atau melakukan hard-reset.

Layar
Layar yg digunakan jenis transflective TFT 65.000 color (16bit) berukuran 3.8". Kualitas layarnya jauh lebih bagus drpd layar Toshiba E740.
Tampilan layarnya agak menguning bila dilihat miring dari arah bawah, meski tidak terlalu menguning seperti layar Ipaq 1940.
Tingkat brightness dapat diatur dalam 20 level, selain itu terdapat setting "auto brightness" yg dapat menyesuaikan cahaya backlight dengan kondisi cahaya di sekitar (akan makin terang bila situasi di sekitar terang), ini tentu dgn maksud agar kita selalu dapat melihat layar dgn jelas dalam kondisi apapun.
Seperti semua seri Ipaq lainnya, tampilan layar Ipaq 5550 tetap jelas terlihat meski di bawah sinar matahari.

Batere
Jenis batere yg digunakan adalah Lithium Polymer 1250mAh.
Tidak seperti Ipaq generasi sebelumnya (3650/3870/3970), Ipaq 5450 sudah menggunakan batere removable, sehingga kita bisa mengganti-ganti batere dengan mudah tanpa harus membongkar casing.
Ipaq 5450 juga dibekali intergrated backup battery, untuk menjaga agar data di memory tidak hilang ketika batere utama habis.

OS
Operating system yg digunakan adalah Windows Mobile 2002. Faktor ini pula yg membuat performa Ipaq 5450 makin lebih lambat lagi dibanding PocketPC yg sudah menggunakan Windows Mobile 2003

PLUS
- Ada Bluetooth+Wifi
- Ada Biometric Thermal Fingerprint Scanner
- Batere removable

MINUS
- Ukurannya besar dan sangat berat
- Kinerja prosesor dan grafis sangat buruk
- Boros batere
- Kurang laku di pasaran

 

redball.gif (916 bytes)IPAQ rz1710   (baru : Rp. 2 juta , bekas : --- )

UKURAN SPEK:
Panjang: 114 mm
Lebar:
70 mm
Tebal: 13 mm
Berat:
120 gram
CPU: Samsung SC2410 200MHz
RAM: 34MB             ROM: 16MB
OS: WM 2003 Second Edition
Feature: SD (SDIO), CiR

Ipaq rz 1710 merupakan versi murah dari jajaran Ipaq generasi terbaru yg muncul di tahun 2004.
Meski secara hardware tergolong miskin feature, namun PocketPC ini telah dibekali OS terbaru yaitu WM2003SE yg mendukung tampilan landscape secara on-the-fly.
Banyak orang yang menganggap rz1710 sebagai produk gagal yg miskin feature dan memiki design yg lebih buruk drpd generasi Ipaq sebelumnya. Yang jelas, rz1715 pasti tak mampu menandingi kesuksesan Ipaq 1940 yg merupakan Ipaq termurah & terlaris di era 2003.
Dengan perbedaan harga yg cuma sedkit dgn Ipaq 1940, orang akan lebih menyukai Ipaq 1940 yg jauh lebih unggul dalam banyak hal.
Dari sisi harga pun rz1710 harus minder terhadap Toshiba E400 yg lebih murah & lebih kaya feature.
Satu-satunya yg bisa dibanggakan dari rz1710 hanyalah OS WM2003SE saja. Selebihnya tak ada.
Lahirnya rz1710 merupakan sebuah langkah tolol HP yg justru menghancurkan nama harum seri Ipaq.

Ukuran
Bahkan orang rabun sekalipun pasti tahu bahwa design rz1710 jauh lebih buruk dibanding generasi Ipaq sebelumnya. Plastiknya juga terkesan murahan.
Sepertinya HP telah memecat team design Ipaq/Compaq yg lama. Ini terlihat dari design Ipaq generasi 2004 ini yg justru lebih mirip design HP Jornada di masa lalu. Dalam hal design HP telah melakukan kesalahan besar, karena design Ipaq sebelumnya (Ipaq 1940, 2210, 4150) lebih disukai orang.
     Meski dalam hal penampilan Ipaq rz1710 jauh lebih buruk drpd Ipaq 1940, namun secara fisik ukurannya tipis & ramping, nyaris sama dengan Ipaq 1940, hanya saja rz1710 agak sedikit lebih panjang 1mm saja.
Namun design & kualitas casing rz1710 sangat jauh dibawah Ipaq 1940.
Dibanding Ipaq 1940, Ipaq rx1710 juga sedikit lebih ringan, ini tak lain karena plastik murahan yg digunakan dan juga miskinnya feature yg ada pada PocketPC kacangan ini.

Feature
Dalam hal feature, Ipaq rz1710 tak ada bedanya dengan Ipaq generasi lawas era 2000-an. Selain koneksi USB yg memang merupakan standard semua PocketPC sejak dulu, rz1710 hanya dibekali infrared dan SD slot saja.
Jangan harap ada bluetooth dan WiFi, karena Ipaq rz1710 dikategorikan sebagai PocketPC kelas kacangan.
Jack headphone yg digunakan adalah ukuran standar 3.5mm.

Performa
Untunglah rz1710 menggunakan prosesor Samsung 200MHz (bukan Intel 200MHz), sehingga meskipun kecepatannya cuma 200MHz namun performanya tidak terlalu mengecewakan. Performa prosesor rz1710 juga cukup jauh diatas Ipaq 3970, 5450, 5550, dan Toshiba E740 yg notabene menggunakan prosesor Intel XScale PXA250 400MHz.
Performa chip grafis yg digunakan pada rx1710 juga cukup baik. Cukup jauh diatas Ipaq 3970, 5450, 5550. Namun berbeda sedikit dengan O2 XDA dan Toshiba E400.
Maka dari itulah untuk menjalankan game dan movie, rx1710 masih lumayan memadai, meskipun masih terlalu loyo untuk menjalankan game 3D berat seperti Anthelion dan Quake.
Pada semua pengujian, perfoma rx1715 juga masih jauh dibawah Ipaq 1940, itulah yg membuat PocketPC kacangan ini kalah pamor dibanding Ipaq 1940 yg harganya hanya berbeda sedikit saja.

Memory
Ipaq rz1710 hanya dibekali RAM sebesar 32MB (27MB user accesible). Jumlah yg sangat minim untuk ukuran PocketPC jaman sekarang.
Ukuran RAM sebesar 32MB jelas terkesan sangat konyol, karena ini berarti sama dgn jumlah RAM pada Ipaq 3650 yg notabene merupakan PocketPC purba generasi pertama.
Akibat miskin RAM, anda harus rajin-rajin mengontrol jumlah aplikasi yg aktif di memory rz1710.
Ipaq Safe storage yg tersedia sebesar 10MB.
Membeli SD card merupakan keharusan mengingat keterbatasan memory storage internal pada PocketPC ini.

Layar
Layar yg digunakan adalah jenis transflective TFT 65.000 color (16bit). Kualitas tampilan layarnya sepintas terlihat lebih baik dibanding layar generasi Ipaq sebelumnya, namun bila dilihat dari sudut miring, akan terjadi perubahan warna yg cukup parah.

Batere
Batere yg digunakan adalah jenis Lithium-Ion 950-mAh, konyolnya lagi baterenya non-removable, sehingga anda harus memporak-porandakan casing dulu bila ingin mengganti batere.

Ini jelas merupakan sebuah langkah mundur yg sungguh memalukan, karena generasi Ipaq sebelumnya sudah menggunkan batere removable.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Ipaq rz1715 mampu bertahan selama 3,5 jam. Agak kurang memuaskan, karena untuk ukuran prosesor yg lambat (cuma 200Mhz) seharusnya daya tahan baterenya bisa lebih lama dari itu.

OS
OS yg digunakan adalah keunggulan utama Ipaq rz1710. Windows Mobile 2003 Second Edition sudah mendukung perubahan tampilan layar ke mode landscape secara on-the-fly (tanpa perlu melakukan soft-restart).

PLUS
- Menggunakan OS WM2003SE (support mode landscape on-the-fly)
- Sangat ringan
- Pelayanan garansi HP Indonesia luar biasa bagus (barang langung diganti baru bila ada masalah)

MINUS
- Tidak ada Bluetooth & WiFi
- Design casing buruk
- Kualitas plastik casing terkesan murahan
- Tidak layak dibeli (karena ada Ipaq 1940 yg jauh lebih unggul & harga nyaris sama)

 

redball.gif (916 bytes)AUDIOVOX THERA   (baru : Rp. 2,2 juta , bekas : 1,7 juta )

pdaduel2004-toshibae740.jpg (41825 bytes)
UKURAN SPEK:
Panjang: 128 mm
Lebar:
78 mm
Tebal:
20 mm
Berat:
200 gram
CPU: Intel SA-1110 206MHz
RAM: 32MB             ROM: 32MB
OS: WM 2002
Feature: SD (SDIO), iR

               CDMA2000 1X (153 Kbps)

Thera merupakan PocketPC Phone dengan harga termurah di muka bumi.
Harganya bahkan lebih murah drpd handphone.
(Harga Nokia 6600 saja masih 2,6 juta)
Untungnya lagi, Thera berbasis CDMA sehingga dapat digunakan sebagai alat komunikasi yg murah meriah ala pulsa lokal. (review lengkap keunggulan CDMA bisa dibaca disini)

     Thera merupakan PocketPC yg sudah terintegrasi dgn phone, maka anda dapat langsung browsing internet tanpa harus melakukan pairing dgn handphone lagi.
     Karena Thera berbasis CDMA, kecepatan akses internetnya pun 153Kbps, jauh diatas kecepatan GSM GPRS.
     O2 XDA II yg harganya 6 juta lebih memang lebih kaya feature dibanding Thera, tapi karena XDA II berbasis GSM, maka dalam hal browsing internet akan jauh lebih lambat dibanding Thera yg harganya cuma sepertiganya.
     Thera dibuat oleh Toshiba dan dipasarkan di Amerika  (review lengkap Thera bisa dibaca disini)
Namun saking larisnya Thera di Indonesia, sampai-sampai Amerika sempat kehabisan stok.
     Dari segi harga memang tidak ada yg bisa mengalahkan Thera. Karena sepanjang sejarah, belum pernah ada sebuah PocketPC Phone yg harganya cuma berkisar 2 juta saja. Kebanyakan PocketPC Phone harganya berkisar 5 juta ke atas, yg berarti sangat jauh diatas harga Thera.
(review lengkap Audiovox Thera bisa dibaca disini

Ukuran
Dengan hanya melihat sepintas saja, akan terlihat bahwa ukuran Audiovox Thera terlihat besar. Ini terutama karena ukurannya yg sangat lebar. Bentuknya yg kotak & kaku membuatnya terlihat sangat tebal, meski ketebalan sebenarnya tak terlalu jauh berbeda dgn PocketPC Phone lainnya.
Namun yg jelas, Thera adalah PocketPC phone yg bobotnya paling berat.

Feature
Audiovox Thera memang tak memiliki Bluetooth dan WiFi. Konektivitasnya hanya mengandalkan Infrared dan USB saja. Hal ini harus dimaklumi karena Thera merupakan PocketPC Phone termurah dimuka bumi.
Meski tanpa feature lengkap, Thera dibekali phone/modem CDMA yg memungkinkan anda untuk menelpon dgn pulsa murah meriah ala pulsa lokal dan akses internet CDMA dgn kecepatan 153Kbps.
Tak hanya itu, dalam paket penjualannya, disertakan pula cradle, earphone, dan MP3 remote controller. Untuk PocketPC Phone seharga cuma 2 jutaan, disertakannya beragam asesoris seperti itu adalah sesuatu yg luar biasa.
      Cukup disayangkan bahwa Thera tidak dapat digunakan sebagai modem external untuk device lain (PC Desktop/notebook/PDA). Jadi anda hanya bisa mengakses internet dari Thera saja.
Ini berbeda dgn Samsung i700 dan O2 XDA II yg dapat difungsikan sebagai modem external.

      Dalam hal audio, para pengguna Thera akan dimanjakan oleh adanya MP3 remote controller yg disertakan. Pada remote control ini terdapat tombol Play/Next/Previous track, yg dapat mempermudah anda memutar lagu kesukaan anda tanpa harus direpotkan oleh stylus.
      Sebagai sebuah PocketPC Phone, tentu saja Thera juga mampu dipakai untuk mengirim & menerima SMS. Namun karena operating system bukan Phone Edition, maka SMS yg diterima tidak akan menampilkan nama pengirim (hanya menampilkan nomer telpon pengirim).
      Thera merupakan PocketPC Phone CDMA yg paling kompatibel dgn operator CDMA. Anda bisa menggunakan Thera dengan Flexi, Fren, dan StarOne. Thera hanya tidak kompatible dgn Esia saja (tidak masalah sebab keberadaan Esia juga tidak seluas ketiga operator lainnya)
Dalam hal kompatibiltas Thera lebih unggul dibanding Samsung i700 yg notabene tidak kompatibel dengan Fren.

Performa
Performa bukanlah keunggulan pada Audiovox Thera. Ini karena prosesor yg digunakan adalah prosesor tua Intel StrongArm 206MHz. Meski demikian dalam hal kinerja prosesor, Thera masih sanggup mengalahkan  Samsung i700 dan Ipaq 6365 yg notabene usianya jauh lebih muda.
Selain itu dalam hal kinerja grafis untuk gaming, performa Thera juga diatas Samsung i700, Ipaq 6365, dan Eten P300B.
Kinerja file system Thera juga diatas Eten P300B, Samsung i700, dan Ipaq 6365.
Untuk sebuah PDA Phone dgn harga cuma 2 juta ini tentu sesuatu yg luar biasa. Sebab saingannya rata-rata memiliki bandol harga di kisaran 5 jutaan.

Memory
Audiovox Thera hanya dibekali RAM sebesar 32MB. Jadi anda harus rajin-rajin mengontrol jumlah aplikasi yg aktif di memory. Selain itu membeli SD card juga merupakan keharusan mengingat Thera tidak dibekali dgn Safe Storage.

Layar
Audiovox Thera menggunakan layar TFT Active Matrix 65.000 color (16bit). Namun layarnya masih menggunakan frontlight sehingga terkesan kurang terang seperti halnya layar Toshiba E310.
Bila mata anda sudah terbiasa dimanjakan dgn tampilan layar Ipaq, maka mata anda akan sakit bila melihat layar Audiovox Thera.

Batere
Thera menggunakan batere Lithium Ion 1100 mAh. Karena jenisnya non-removable, maka baterenya tidak bisa diganti-ganti dengan mudah (untuk menggantinya harus membongkar casing).
Hal ini sangat disayangkan karena Thera cukup boros batere.
Dengan pemakaian secara non-stop dalam kondisi backlight menyala terus secara maximal, Audiovox Thera mampu bertahan selama 3 jam.
Thera bahkan masih lebih boros dibanding O2 XDA II (performa O2 XDA II lebih kencang dan dapat diganti baterenya).
Namun paling tidak untuk pemakaian normal, Thera masih mampu bertahan sampai 1 hari.

OS
Thera masih menggunakan operating system Windows Mobile 2002 (bukan Phone Edition). Sofware Phone pada Thera, yaitu Watcher dibuat oleh Sierra Wireless (dgn bekerja sama dgn Microsoft). Keberhasilan software Watcher inilah yg akhirnya memberikan inspirasi bagi Microsft utk membuat OS WM 2002 Phone Edition.

PLUS
- PocketPC Phone dengan harga termurah di dunia
- Phone berbasis CDMA (pulsa murah meriah & koneksi internet high-speed 153 Kbps)
- Cukup stabil dan bebas bug
- Suara speaker/speakerphone sangat keras
- Dibekali remote controller untuk MP3
- Kompatibel dgn Flexi, Fren, dan StarOne

MINUS
- Layar menggunakan frontlight (kurang terang)
- Ukuran besar
- Tidak ada Bluetooth/WiFi
- Masih menggunakan OS WM2002
- Batere internal non-removable
- Batere boros
- Tidak dapat menampilkan nama pengirim SMS (cuma tampil nomor)
- Sering bermasalah (modem lock) dalam proses pencabutan nomer inject
- Tidak kompatibel dgn Esia

 

NEXT PAGE  (review produk 12-21) >

 

w e b d e s i g n by

www.budzkay.net

©2004 Budz Kay Webdesign, All right reserved
please contact webmaster for any web related problem